Tiga Gangster Gresik Ditetapkan jadi Tersangka, Polres Gresik Beri Tindakan Tegas Terukur

GRESIK,1minute.id – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menetapkan tiga anggota gengster yang melakukan pengeroyokan sebagai tersangka. 

Tiga tersangka itu, yakni MYS alias Somad, 26, warga Kebomas, Gresik, YS, 18, dsn MK, 21. Keduanya warga Sidayu. Ketiga tersangka ini ditangkap ditempat yang berbeda. Satu tersangka dihadiahi timah panas karena mencoba melarikan diri.

Sedangkan, lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO)  berinisial AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor pembacokan), dan DVD.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat atas doa, dukungan, serta kerja sama yang diberikan sehingga para pelaku dapat diamankan dalam waktu relatif singkat.

Peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Sekelompok sekitar 20 orang yang mengendarai 12 sepeda motor melakukan konvoi dari arah timur di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun. Dengan membawa senjata tajam berupa celurit sepanjang kurang lebih satu meter yang diseret ke aspal. Rombongan gengster tersebut mengejar korban bernama Eka Adi Pradana, 22, yang tengah berboncengan sepeda motor.

Motor korban ditabrak dari belakang hingga terjatuh. “Setelah itu, korban dikeroyok oleh sekitar 10 orang,” terang AKBP Rovan Richard Mahenu dalam press conference yang digelar di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 9 Januari 2026. AKBP Rovan didampingi Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza.

Salah satu pelaku berinisial IPN yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) membacok pinggang kiri korban sebanyak dua kali menggunakan celurit. Tidak berhenti di lokasi pertama, rombongan pelaku kembali melanjutkan aksinya ke wilayah Kecamatan Panceng. 

Sekitar pukul 01.43 WIB, mereka menyerang korban lain bernama Ahmad Zaki Syariffudin saat hendak masuk ke warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen. Korban dikeroyok, dilucuti pakaiannya, serta mengalami perampasan barang berharga.

“Dalam aksi tersebut, para pelaku juga merampas ponsel milik korban dan sejumlah saksi di sekitar lokasi, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta,” terang alumnus Akpol 2006 itu. Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik melakukan pengejaran intensif lintas wilayah hingga berhasil mengamankan tiga tersangka.

“Tiga tersangka kami amankan, salah satunya kami berikan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan kepada anggota,” tegas perwira dua melati di pundak ini.

Identitas tiga tersangka adalah MS, 18, warga Kecamatan Sidayu, diamankan di rumahnya pada hari kejadian. Tersangka MYS alias Somad, 26, warga Kecamatan Kebomas, ditangkap di wilayah Dlanggu, Kabupaten Mojokerto pada Rabu, 7 Januari 2026. 

Tersangka MK, 21, warga Kecamatan Sidayu, ditangkap pada Kamis (8/1/2026) dini hari saat bersembunyi di area persawahan Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Sementara itu, lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO, masing-masing berinisial AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor pembacokan), dan DVD.

Berdasarkan hasil penyidikan, motif para pelaku adalah melakukan aksi sweeping atau pembersihan wilayah. Mereka bergerak dari wilayah Sidayu menuju Kecamatan Dukun dengan dalih merasa diejek oleh korban.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam dengan nomor polisi S-3711-ABG, empat unit ponsel berbagai merek, serta pakaian yang digunakan para tersangka saat melakukan aksi kekerasan.

Adapun lima anak di bawah umur yang turut berada dalam rombongan konvoi ditetapkan sebagai saksi. Mereka dikenai sanksi pembinaan berupa wajib lapor serta kerja bakti setiap hari Sabtu selama dua pekan.

Para tersangka dijerat pasal berlapis berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu Pasal 262 tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun. Dalam kesempatan itu juga, Polres Gresik meminjampakaikan handphone kepada korban untuk digunakan bekerja. 

Kapolres Gresik mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya, sehingga tidak terjerumus dalam aksi kelompok yang mengatasnamakan perguruan pencak silat namun berujung pada tindak pidana. “Mari bersama-sama kita jaga Kabupaten Gresik agar tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Rovan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Tiga Gangster Gresik Ditetapkan jadi Tersangka, Polres Gresik Beri Tindakan Tegas Terukur Selengkapnya

Reformasi Layanan Pertanahan Gresik Berbuah Capaian Optimal di 2025 : Tata Kelola Menguat, Tunggakan Permohonan Nol

GRESIK,1minute.id – Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mencatatkan capaian kinerja  strategis yang signifikan sepanjang tahun 2025. Berbagai program prioritas nasional dan kebijakan internal berhasil direalisasikan secara optimal, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan.

Capaian tersebut menjadi refleksi dari konsistensi pelaksanaan kebijakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan akuntabel. 

Hingga akhir 2025, tunggakan permohonan masyarakat tercatat nihil alias Nol tunggakan. Kondisi ini menunjukkan efektivitas sistem layanan serta penguatan pengawasan internal dalam merespons kebutuhan dan keluhan masyarakat.

Salah satu fokus utama yang berhasil dituntaskan adalah percepatan sertipikasi rumah ibadah. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memberikan kepastian hukum atas aset keagamaan, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi ATR/BPN terkait pendaftaran tanah dan perlindungan aset sosial-keagamaan. Melalui langkah ini, negara hadir memastikan hak atas tanah rumah ibadah terlindungi secara hukum dan administratif.

Dari aspek pengelolaan keuangan, realisasi anggaran Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mencapai 99,97 persen. Angka tersebut mencerminkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang efektif serta sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan negara.

Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak melampaui target hingga 192,93 persen, menunjukkan optimalisasi layanan pertanahan yang berdampak langsung pada penerimaan negara. Seluruh tujuh layanan prioritas pertanahan juga berhasil diselesaikan 100 persen.

Capaian ini mencakup layanan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk verifikasi dan validasi data bidang tanah, pembaruan peta dan informasi pertanahan, serta peningkatan kualitas basis data pertanahan. Upaya pembaruan Zona Nilai Tanah turut diselesaikan secara menyeluruh, sebagai bagian dari komitmen menyediakan data nilai tanah yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kinerja organisasi yang solid turut tercermin dari capaian Indeks Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang meraih nilai 4,00 dengan predikat A.

Penilaian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal telah berjalan efektif, selaras dengan pedoman pengawasan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan menjadi indikator penting dalam mencegah potensi penyimpangan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, Rarif Setiawan menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran serta dukungan berbagai pihak. Ia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kualitas pelayanan pertanahan yang berorientasi pada kepastian hukum dan kepuasan masyarakat.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi wujud dari upaya berkelanjutan dalam membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang bersih, cepat, dan dapat diandalkan,” ujarnya.

Dengan mengusung nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja aparatur sipil negara, Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik berkomitmen melanjutkan transformasi layanan pertanahan yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, penguatan digitalisasi layanan, akurasi data pertanahan, serta integritas aparatur menjadi fokus utama dalam mendukung pembangunan daerah dan kepastian hukum pertanahan di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Reformasi Layanan Pertanahan Gresik Berbuah Capaian Optimal di 2025 : Tata Kelola Menguat, Tunggakan Permohonan Nol Selengkapnya

Pemandu Lagu Terbukti Bawa 1,4 Gram Sabu-sabu Divonis 4 Tahun, Jaksa Banding

GRESIK, 1minute.id – Sidang kepemilikan sabu-sabu (SS) seberat 1,4 gram dengan terdakwa Yuyun Oktavia, 40, warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik memasuki babak akhir pada Kamis, 8 Januari 2026.

Mejelis hakim PN Gresik yang diketuai oleh Donald Everly Malubaya menjatuhkan hukuman penjara selama 4 tahun. Selain hukuman penjara, majelis juga memberikan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kepada terdakwa yang berprofesi sebagai pemandu lagu itu. 

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik menyatakan banding atas putusan tersebut. Sementara, terdakwa Yuyun Oktavia menyatakan menerima atas putusan majelis. Pada amar putusan, Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual membeli, menerima, menjadi perantara dalam hal jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I jenis SS.

“Terdakwa melanggar pasal 114 UU ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan,” jelas Donald saat membacakan putusan pada Kamis, 8 Januari2026.

Majelis hakim pada amar putusan sependapat dengan pasal yang disangkakan akan tetapi tidak sependapat dengan lamanya hukuman dari tuntutan pidana dari jaksa. Jaksa penuntut Paras Setio menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 8 tahun danda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan. Atas vonis ini, JPU Kejari GresiK Paras Setio akan melakukam upaya banding. “Kami mengajukan banding karena putusan Majelis hakim separoh dari tuntutan,” ujar Paras kepada wartawan usai sidang. 

Untuk diketahui, terdakwa Yuyun Oktavia pada Minggu 29 Juni 2025 menghubungi saksi Cicik Kristianto (dilakukan penuntutan terrpisah) melalui pesan WhatsApp dengan tujuan menanyakan ketersediaan narkotika jenis sabu. Selanjutnya disepakati pembelian sabu seberat 1 gram dengan harga Rp1.100.000 dan dibayar oleh terdakwa melalui transfer. Tidak hanya itu, saksi Cicik juga menawarkan sisa sabu setengah gram seharga Rp 550.000 miliknya secara tunai. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemandu Lagu Terbukti Bawa 1,4 Gram Sabu-sabu Divonis 4 Tahun, Jaksa Banding Selengkapnya

Capaian Kinerja 2025, KSOP Kelas III Sampit Lampaui Target Nasional, PNBP Realisasi 135 %

SAMPIT, 1minute.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kalimantan Tengah mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan capaian yang melampaui target nasional. 

Pada Tahun Anggaran (TA) 2025, realisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) mencapai 99,94%. Melampaui target yang diberikan Kementerian Perhubungan sebesar 98%. Sementara itu, capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencatatkan rekor tertinggi dengan realisasi mencapai 135%. 

Berbagai indikator kinerja menunjukkan peningkatan signifikan sebagai wujud komitmen KSOP Kelas III Sampit dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, kualitas pelayanan publik, serta tata kelola kepelabuhanan yang professional, humanis dan berkelanjutan.

Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian menyampaikan terima kasih kepada pejabat struktural, karyawan dan karyawati KSOP Kelas III Sampit yang bekerja keras, bersatu, kompak, melayani dengan humanis sehingga pada tahun 2025 kita mencapai target yang gemilang. 

“Keberhasilan ini sebagai wujud nyata dan bukti nyata bahwa kita meningkatkan integritas pelayanan, sinergi dan kolaborasi serta komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada stakeholder terkait dan masyarakat,” kata Hotman dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Kamis, 8 Januari 2026.

Pada 2025, digitalisasi layanan kepelabuhanan melalui sistem Inaportnet, SIMKAPEL, SIMAKESPEL, SIMPADU, MARITIM-HUB, serta dokumenpelaut.dephub.go.id. Pihaknya akan mempertahankan capaian gemilang dan akan terus memfokuskan pada peningkatan pelayanan, pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, percepatan dan kepastian pelayanan, peningkatan PNBP, tata kelola aset BMN yang baik, serta penguatan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder maritim.

Dari sisi pelayanan teknis, sepanjang tahun 2025 bahwa KSOP Kelas III Sampit telah menerbitkan sebanyak 2.954 sertifikat kapal, meningkat 56% dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, pada kegiatan keluar masuk kapal dan kegiatan bongkar muat tahun 2025 mencapai 16.206.406 ton, meningkat 55,73% dibandingkan tahun 2024. 

Kunjungan dan keberangkatan kapal tercatat sebanyak 9.493.390, meningkat 34,33%. Meski jumlah penumpang naik-turun kapal mengalami penurunan sebesar 17,63%, total keseluruhan layanan meningkat sebesar 46,57% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, KSOP Sampit telah menyiapkan sejumlah strategi ebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Antara lain, akan meluncurkan inovasi melalui SI-JELAWAT (Sistem Jaringan Layanan dan Wadah Aspirasi Terpadu). Aplikasi ini sebagai media monitoring dan evaluasi pelayanan yang transparan, responsif, dan akuntabel. 

“Prestasi gemilang ini baru tercapai pada Tahun 2025, maka agar kita pertahankan dan tingkatkan pada Tahun 2026,” tegas mantan KSOP Gresik ini. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan dan insan maritim di Pelabuhan Sampit. 

Hal ini sebagai bukti dan wujud nyata solidnya tim KSOP Kelas III Sampit yang mampu berkolaborasi, humanis serta bersinergi dengan seluruh Instansi terkait, Masyarakat dan Insan Maritim di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Apresiasi kinerja KSOP Sampit itu, antara lain, 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur Raihansyah ; General Manager Pelayanan Terminal PT Pelindo Regional Sampit Tri Purbo Waluyojati ;  Kepala Cabang PT PELNI Sampit Siti Nafila ; Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit Hendrik Sugiarto ; dan Ketua Asosiasi TUKS/Tersus Pelabuhan Sampit H. Rusdi. 

Kemudian, Ketua DPC Pelayaran Rakyat Sampit Reza Febrian Nur ; Direktur PT Semangat Mandiri Indonesia Doni ; dan Ketua DPW ISAA dan DPW APBMI Kalimantan Tengah Bambang Widjanarko. Apresiasi itu diberikan saat acara penutupan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Tahun ini, KSOP Sampit telah menyiapkan sejumlah strategi ebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Antara lain, akan meluncurkan inovasi melalui SI-JELAWAT (Sistem Jaringan Layanan dan Wadah Aspirasi Terpadu). Aplikasi ini sebagai media monitoring dan evaluasi pelayanan yang transparan, responsif, dan akuntabel. “Prestasi gemilang ini baru tercapai pada Tahun 2025, maka agar kita pertahankan dan tingkatkan pada Tahun 2026,” tegas mantan KSOP Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Capaian Kinerja 2025, KSOP Kelas III Sampit Lampaui Target Nasional, PNBP Realisasi 135 % Selengkapnya

Nelayan Lumpur Ditemukan Meninggal Dunia Mengapung di Perairan Roomo, Manyar 

GRESIK,1minute.id – Nelayan Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/ Kabupaten Gresik berduka. Mat Rokim, 58, nelayan setempat ditemukan meninggal dunia di perairan Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 8 Januari 2026. 

Menurut Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, pada Rabu malam, 8 Januari 2026 ada perahu nelayan tanpa awak menabrak dermaga di perairan Lumpur, Gresik. Nelayan setempat mengidentifikasi perahu tersebut diduga milik Mat Rokim, 58, warga Jalan Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Nelayan yang merasa ada kejanggalan kemudian melaporkan kejadian ke Satuan Polisi Air Udara (Sat Polairud) Polres Gresik. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu kemudian membentuk tim satgas pencarian yang beranggotakan Basarnas, Ditpolairud Polda Jatim, Sat Polairud Polres Gresik, BPBD Gresik melakukan pencarian bersama nelayan setempat.  

“Pencarian diperluas hingga radius sisi utara agak jauh,” kata Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita. Pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB, tim gabungan bersama nelayan menemukan korban mengambang di perairan Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. “Saat kami temukan korban Mat Rokim dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut berduka cita,” katanya.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban Mat Rokim. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian maupun tindak pidana yang terjadi di lingkungan masing-masing. Masyarakat dapat melapor melalui kantor polisi terdekat, Call Center 110, atau Hotline Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Nelayan Lumpur Ditemukan Meninggal Dunia Mengapung di Perairan Roomo, Manyar  Selengkapnya

Di Kantor Bupati Zoom bersama Presiden Prabowo, di Desa Prupuh Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan

GRESIK,1minute.id – Indonesia kembali swasembada pangan. Presiden kedelapan Republik Indonesia Probowo Subianto yang mengumumkan secara langsung capaian itu melalui zoom meeting yang diikuti seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. 

Di Kabupaten Gresik, kegiatan terpusat di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik diikuti antara lain  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng yang diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman berupa tasyakuran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen mendukung swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi dan industrialisasi pertanian. Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan, bahwa swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang harus didukung secara kolaboratif dari pusat hingga desa.

Menurutnya, konsep pertanian modern berbasis alat dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. “Beberapa negara telah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi pertanian. Ini bisa kita tiru dan kembangkan di Gresik. Pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi didukung alat, teknologi, dan sistem irigasi yang berkelanjutan,” tegas Washil.

Ia mencontohkan penerapan irigasi perpipaan di Pulau Bawean, yang memanfaatkan Danau Kastoba dan sejumlah mata air. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Konsep serupa, lanjutnya, juga mulai diterapkan di wilayah Gresik utara melalui irigasi perpipaan berbasis pompa, dengan sistem tandon dan pipa PE yang memiliki ketahanan jangka panjang. Teknologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan hasil pertanian.

“Terkait hasil panen, alhamdulillah sinergi antarprogram mulai terlihat. Di wilayah ini, komoditas jagung sangat menonjol dan berpotensi dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk pengembangan agribisnis. Sinergi dari pusat hingga desa harus terus diperkuat agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Ditempat sama, Kepala Desa Prupuh, Musholin, dalam sambutannya menekankan besarnya potensi jagung sebagai komoditas unggulan Desa Prupuh dan Kecamatan Panceng. Ia menyampaikan bahwa lahan kelompok tani hutan yang kini dikelola masyarakat sangat cocok untuk pengembangan jagung sebagai penopang ketahanan pangan.

“Potensi jagung di Desa Prupuh sangat bagus. Selain tanaman pangan, kami juga mengembangkan sektor peternakan karena ketersediaan pakan yang melimpah. Ke depan, melalui KDMP, kami berencana mengembangkan peternakan sapi,” ujarnya. Ia menambahkan, di Kecamatan Panceng saat ini terdapat lima Kelompok Tani Hutan (KTH), dengan Desa Prupuh telah memiliki lima Surat Keputusan (SK) pengelolaan usaha yang mencakup komoditas jagung, peternakan, serta tanaman pertanian lainnya.

Sementara itu, bentuk dukungan terhadap swasembada pangan, pemerintah melalui APBN juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut meliputi enam unit combine harvester, 30 unit hand sprayer, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, 3 unit drone pertanian, serta satu paket irigasi perpompaan.

Seluruh bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, dan mempercepat proses tanam hingga panen.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih APBN sebanyak 152.525 kilogram untuk menggarap lahan seluas 6.101 hektare yang tersebar di 14 kecamatan dan 86 desa, dengan jumlah penerima mencapai 14.644 petani yang tergabung dalam kelompok tani dan Gapoktan.

Capaian Produksi dan Luas Tanam Pertanian

Gresik dikenal dengan sebutan Kota Industri. Pada tahun 2024, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare. Seiring dengan itu, luas panen juga meningkat dari 67.083,40 hektare pada tahun 2024 menjadi 76.565,40 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 9.482,40 hektare.

Peningkatan tersebut diikuti dengan kenaikan produktivitas, dari 6,26 ton per hektare pada tahun 2024 menjadi 6,28 ton per hektare pada tahun 2025. Dengan capaian tersebut, total produksi gabah di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 419.961 ton, yang setara dengan kurang lebih 281.508 ton beras.

Pemerintah juga memberikan keberpihakan kepada petani melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga sekitar 20 persen. Harga pupuk urea turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per zak, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000 per zak.

Selain itu, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung guna menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Upaya tersebut diperkuat dengan peran aktif 57 penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Pendampingan dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani, Gapoktan, pengembangan petani milenial, serta optimalisasi peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya. (yad)

Di Kantor Bupati Zoom bersama Presiden Prabowo, di Desa Prupuh Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan Selengkapnya

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti Pelatihan Public Speaking dan Lomba Voice Over di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan Gresik pada Rabu, 7 Januari 2026.  Antusiasme peserta pelatihan sehari itu dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sangat tinggi. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, pelatihan dan lomba digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI 2026. “Lomba ini sengaja digelar juga karena kami melihat potensi pelajar di Gresik sangat bagus dalam publik speaking sehingga PWI Gresik mendukung potensi itu,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengeksplorasi potensi yang dimiliki dalam diri pelajar, sehingga dapat dikembangkan di kemudian hari secara pribadi maupun secara kelembagaan atau sekolah. “Pelatihan dan lomba ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat, karena kita ingin mengedukasi. Karena fungsi pers tak hanya soal berita, tapi juga soal edukasi,” tegasnya.

Plt Dinas Kominfo Gresik Johar Gunawan mengapresiasi pelatihan dan lomba yang diinisiasi oleh PWI Gresik itu. “Kegiatan yang bagus ini diharapkan ada tindak lanjutnya, agar ada progress dan kita semua bisa memantaunya,” jelasnya.

Ia juga mendorong adanya ekstrakulikuler di sekolah di bidang public speaking atau pelatihan conten creator. “Bisa memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di tingkat kabupaten bisa mendidik seperti tingkat SMP. Dan untuk pematerinya bisa diisi oleh PWI Gresik,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan public speaking dan lomba voice over ini, pihaknya berharap ada kegiatan lanjutan dari PWI Gresik dengan dinas terkait untuk menggelar pelatihan-pelatihan lainnya dalam hal mendidik pelajar. “Nanti bisa komunikasi dengan Dispendik atau Cabang Dinas seperti menggelar pelatihan jurnalistik, sehingga potensi-potensi bisa dimanfaatkan oleh pelajar dan juga pihak sekolah,” tandasnya.

Pelatihan ini dimentori oleh Dr. Herma Retno Prabayanti, seorang ahli public speaking yang telah memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melatih public speaking, mantan jurnalis dan sekarang merupakan salah satu dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik-teknik berbicara di depan publik, termasuk bagaimana mengatasi rasa takut, mengatur suara, dan membuat presentasi yang efektif. (yad)

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik Selengkapnya

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. 

Program KKN-BBK UNAIR 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga Surabaya Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. “Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Aniaya Korban dengan Sajam , Enam Diduga Anggota Gangster Diringkus Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mengamankan enam anggota Geng Motor. Mereka diamankan karena diduga melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka-luka. 

Enam gengster itu berinisial MWM ; MSA, FI ; PDPP ; ADAR dan MSM. Usia belasan tahun. Semuanya warga Kabupaten Gresik.  Sedangkan, korban kegaganasan gengster yakni Eka Adi Pradana, 22 tahun. Ia warga Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Korban dikeroyok para gengster di Jalan Raya Lowayu, perbatasan Desa Petiyin Tunggal, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala masing-masing sepanjang 8 sentimeter dan 5 sentimeter yang diduga akibat serangan benda tajam.

“Kami sudah mengamankan enam orang. Mereka masih berstatus saksi, saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap otak pelaku dan pelaku lain yang terlibat,” tegas Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya di Mapolres Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026.

Polisi mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku lainnya sehingga menghimbau untuk menyerahkan diri. Kasatreskrim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menuntaskan kasus ini hingga tuntas. “Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat. Polres Gresik tidak akan memberi ruang bagi aksi gangster yang meresahkan masyarakat. Lebih baik menyerahkan diri daripada kami tangkap,” tegas perwira tiga balok di pundak itu.

Selain enam pemuda itu, anggota Satreskrim Polres Gresik juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa enam unit handphone berbagai merek, satu unit sepeda motor Honda Beat warna silver, serta satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Gresik mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi. Jika mengetahui atau melihat adanya tindak pidana, masyarakat bisa langsung melapor ke kantor polisi terdekat, menghubungi call center 110, atau hotline Lapor Cak Roma di 0811-8800-2006. (yad)

Aniaya Korban dengan Sajam , Enam Diduga Anggota Gangster Diringkus Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya