Abdul Qodir Nakhoda Baru DPRD Gresik. Fandi Akhmad Yani Pun Legawa

Suasana sidang paripurna agenda usulan pemberhentian dan pengangkatan pengganti antarwaktu (PAW) di ruang Paripurna DPRD Gresik, Senin, 24 Agustus 2020. ( foto : 1minute.id)

GRESIK,1minute.id—Nakhoda pimpinan DPRD Gresik berganti. Fandi Akhmad Yani digantikan Abdul Qodir. Pergantian ketua DPRD Gresik itu dilakukan dalam rapat paripurna dengan agenda usulan pemberhentian dan pengangkatan pengganti antarwaktu (PAW) pada Senin, 24 Agustus 2020.

Dalam rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menyatakan keputusan perganggatian pimpinan DPRD Gresik itu merupakan hak dari DPC PKB Gresik. Partai pengusung Fandi Akhmad Yani dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019.  Dan, partai pengusung telah mengusulkan PAW berdasarkan surat keputusan DPP PKB bernomor 3013/DPP/01/VII/2020 tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan DPRD Gresik. Saat Nurhamim, yang juga Ketua DPD Partai Golkar membacakan surat keputusan tersebut, Fandi Akhmad Yani-biasa disapa-Gus Yani tidak hadir. 

”Setelah ini DPRD Gresik punya waktu 7 hari untuk berkirim surat ke Bupati Gresik (Sambari Halim Radianto,Red). Kemudian, Bupati melanjutkan ke Gubernur Jatim,”kata Nurhamim sambil mengutip pasal 49 Peraturan DPRD Gresik nomor 1/ 2019 tentang Tata Tertib Anggota Dewan.

Untuk sementara, tugas-tugas ketua DPRD nanti digantikan para wakil pimpinan.  ”Sesuai dengan tupoksi masing-masing. Kita kolektif kolegial sampai menunggu dilantiknya ketua pengganti yang baru,”ujarnya.  Proses PAW dari Fandi Akhmad Yani kepada Abdul Qodir, sebelumnya ketua FPKB ini, tambah Nurhamim, diperkirakan membutuhkan waktu selama sebulan.

Sementara itu, Abdul Qodir mengatakan, dirinya siap menjadi pimpinan DPRD Gresik. Tentang prioritas utama tugas yang akan dilakukan, Abdul Qodir mengaku akan melanjutkan program dari Ketua DPRD lama, Fandi Akhmad Yani.  ” Khususnya yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat,”kata Abdul Qodir.

Pihaknya menegaskan akan siap menjalankan amanah tersebut. “Yang jelas jabatan ini menjadi beban tersendiri bagi saya. Sebab banyak dari masyarakat Gresik secara umum memberikan harapan besar kepada kami yang selalu wakil rakyat,” tutur politisi senior PKB itu.

Terpisah, melansir Jawa Pos, Fandi Akhmad Gus Yani mengaku memahami atas keputusan partai tersebut.  ”Sebab terkait mekanisme struktur pimpinan itu merupakan kewenangan partai. Jadi tidak ada rasa kecewa dan menghormati penuh,”jelasnya.

Sebenarnya, tambahnya, tanpa hal tersebut pun pihaknya memang berniat untuk mundur dari kursi legislatif.  ”Sesuai syarat dari KPU untuk pencalonan peserta Pilkada nanti. Segala persyaratan lain juga segera saya proses sebelum masa pendaftaran nanti,”ungkapnya. (*)

Abdul Qodir Nakhoda Baru DPRD Gresik. Fandi Akhmad Yani Pun Legawa Selengkapnya

Berbagi Ilmu Fotografi Produk

DR Yuyung Abdi ketika live instagram di Iconmall Gresik, Jumat 7 Agustus 2020 ( foto : 1minute.id)

GRESIK,1minute.id—Doktor Fotografi Yuyung Abdi berbagi pengalaman di live instagram pada Jumat 7 Agustus 2020. Acara bertajuk  ”All About Product Photography” itu ratusan pasang mata  betah berlama-lama memelototi program anyar digagas pengelola mal berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas itu. 60 menit.

             ”Memotret produk tidak harus menggunakan peralatan mahal-mahal,”ujar Yuyung Abdi ditemui usai live instagram kemarin. Fotografes senior asal Metropolis Surabaya itu menambahkan, sebelum memulai cekrak-cekrek, seorang fotografer harus lebih dahulu mengerti tentang genre fotografi.  ”Ada 25 genre fotografi. Arahnya (genre,Red) kemana?”katanya. 

            Untuk genre still life photography, misalnya.  Genre ini bisa memotret produk dan makanan sedang tren di tengah pandemi korona ini.  ”Nah kebanyakan lagi  banyak orang memotret dan jualan di marketplace tapi fotonya tidak bagus. Awal orang melihat tidak sreg , tidak eye caching,”ujarnya. Nah, dalam acara itu Yuyung memberikan sejumlah trik memotret produk atau makanan dengan peralatan sederhana. Menggunakan smartphone, dan pencahaan sederhana yakni emergency lighting.  ”Untuk membuat foto memiliki daya tarik, seorang harus memahami tentang lighting.

            Bagaimana caranya, membuat foto memiliki daya tarik. Diantaranya, pemahanan tentang lighting.  ”Tidak harus beli (peralatan) mahal seperti di studio itu,”katanya. Yuyung berharap live instangram yang telah dilakukan itu bisa menginspirasi masyarakat maupun penggemar fotografi. Selamat mencoba. (*)

Berbagi Ilmu Fotografi Produk Selengkapnya

Incar Kebutuhan Hunian untuk Milenial, Golden East Bangun Rumah Dua Lantai

Komisaris Keluarga Sejahtera Grup, Thoriq Majiddanor ketika melaunching perumahan Golden East Kebomas di AstonInn Gresik , Senin 29 Juni 2020 ( foto : 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id –Prospek kebutuhan rumah untuk kalangan milenial terus meningkat di Gresik. Ditengah pandemi korona.  Pada Senin 29 Juni 2020 properti Keluarga Sejahtera Grup melauncing hunian baru kaum milineal bernama Golden East Kebomas. Rumah berkonsep minimalis dua lantai di tengah perkotaan. 

Komisaris Keluarga Sejahtera Group Thoriq Majiddanor mengatakan, Golden East Kebomas, rumah premium di tengah perkotaan. Rumah dua lantai berlokasi di Jalan Kyai Syafii, Kebomas berdiri diatas lahan seluas 9 hektare. Ada seribu unit rumah yang bakal di bangun oleh pengembang yang asli anak Gresik ini.  ”Untuk tahap awal ini, kami melaunching 200 dari 1.000 unit nantinya,”ujar Jidan-sapaan- Thoriq Majiddanor, pada Senin, 29 Juni 2020. Jidan optimistis, Golden East Kebomas bisa merebut hati para milenial di Gresik maupun Surabaya sekitarnya. Pegawai aparatur sipil negara atau pegawai BUMN dan swasta.

”Dibandingkan pengembang perumahan lainnya, fasilitas kami akan lebih lengkap. Selain itu harga paling murah,”ujarnya.  Perumahan yang bakal dibangun ini dilengkapi club house.  Harga rumah dua lantai di dalam perkotaan ini dibanderol sekitar Rp 400 jutaan.  ”Cocok untuk para milenial,”tegasnya. Optimistis Jidan bukan tanpa alasan. Sebab, sebelumnya, dia membangun perumahan Golden East Menganti banyak diminati masyarakat.  ”Kalau di Menganti, sudah hampir 90 persen terjual,”katanya. (*)

Incar Kebutuhan Hunian untuk Milenial, Golden East Bangun Rumah Dua Lantai Selengkapnya