Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri

GRESIK,1minute.id – Implementasi tata nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) di Petrokimia Gresik anak perusahaan Pupuk Indonesia, telah mampu menjadi katalis percepatan pertumbuhan perusahaan menuju Solusi Agroindustri. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional dan Satu Tahun AKHLAK pada Kamis, 29 Juli 2021.
AKHLAK resmi dicanangkan oleh Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir, sebagai values bersama bagi Kementerian BUMN, BUMN, dan Anak Perusahaan BUMN. Untuk membuktikan komitmen perusahaan mengimplementasikan AKHLAK.

Pada Agustus 2020 Petrokimia Gresik  melakukan kick off AKHLAK Meeting yang dibarengi dengan internalisasi penyelarasan tata nilai yang sebelumnya yaitu FIRST. “AKHLAK menjadi salah satu kunci perubahan fundamental dan panduan bergerak bagi Petrokimia Gresik untuk dapat menuntaskan tugasnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan,” ujar Dwi Satriyo.

Penerapan AKHLAK di Petrokimia Gresik juga telah mendapat apresiasi dari stakeholder. Dalam ajang “AKHLAK Award 2021” yang diselenggarakan Kementerian BUMN, Petrokimia Gresik meraih penghargaan sebagai Runner-up Indeks Implementasi ADAPTIF Terbaik Kategori Anak Perusahaan BUMN.

“Hasil ini tidak lepas dari peran serta Insan ber-AKHLAK yang kompeten dan amanah mengemban tanggung jawabnya sebagai agen perubahan di unit kerja,” ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya Petrokimia Gresik menjadi Insan Ber-AKHLAK, di acara yang sama, Petrokimia Gresik juga meluncurkan “Buku Panduan Perilaku AKHLAK” yang diselaraskan dengan panduan perilaku Pupuk Indonesia Grup. Dwi Satriyo menegaskan dengan implementasi AKHLAK, proses bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik akan bersih dari praktik korupsi dan berpegang teguh pada prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Ini menjadi penting mengingat Petrokimia Gresik mendapat amanah dari pemerintah untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi. “AKHLAK telah membudaya bagi Insan Petrokimia Gresik, tidak hanya diimplementasikan di lingkungan kerja, tapi juga di lingkungan keluarga,” tandas Dwi Satriyo. 

Sementara itu, Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014 yang hadir sebagai narasumber dalam acara bertema “AKHLAK Bagiku dan Keluargaku” ini mengapresiasi kepeloporan Petrokimia Gresik dalam menciptakan berbagai produk terobosan transformatif di bidang pemupukan.

Menurutnya Petrokimia Gresik telah memiliki dasar yang baik dalam hal inovasi, kinerja dan kepeloporannya, sehingga ketika dilengkapi AKHLAK hasilnya akan semakin optimal. Untuk itu, terkait AHKLAK Dahlan Iskan berpendapat bahwa Petrokimia Gresik tidak lagi sekadar pada tahap implementasi, tapi harus mampu menjadi role model untuk menularkan semangat AKHLAK ke perusahaan lain dengan konsistensi prestasi, inovasi dan kinerja.

“Tidak ada jalan lain kecuali melalui praktik. Artinya praktik sehari-hari dari para pelaku values AKHLAK yang secara konsisten dilakukan tanpa pretensi (berpura-pura) apapun,”tandasnya.(yad) 

Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri Selengkapnya

Akselerasi Program Pemerintah, Petrokimia Gresik Gelar Vaksinasi Gotong Royong


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik memulai program Vaksin Gotong Royong (VGR) untuk karyawan dan keluarga di lingkungan Petrokimia Gresik pada Senin, 26 Juli 2021. 

VGR yang dilakukan Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia direncanakan berlangsung selama empat pekan tersebut dilaksanakan di Auditorium Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petrokimia Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, program VGR Petrokimia Gresik ini merupakan tindak lanjut arahan Pupuk Indonesia selaku holding yang selaras dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021, tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Melalui program ini, perusahaan ingin membantu pemerintah melakukan akselerasi cakupan vaksinasi Covid-19, sehingga terbangun herd immunity (kekebalan kelompok),” ujar Dwi Satriyo dalam keterangan tertulisnya diterima 1minute.id pada Selasa, 27 Juli 2021.

Dalam program VGR, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) sebagai vaksinator dengan target peserta sebanyak 3.179 karyawan dan keluarga di lingkungan Petrokimia Gresik yang belum sempat mengikuti vaksin yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.

Dwi Satriyo menegaskan bahwa jenis vaksin yang digunakan dalam program VGR ini berbeda dengan vaksin yang digunakan pemerintah untuk program vaksinasi gratis. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinopharm yang telah mendapat persetujuan berdasarkan uji klinis.

“Program Vaksinasi Gotong Royong ini tidak akan mengganggu jalannya vaksinasi gratis yang sedang dijalankan oleh pemerintah, justru akan membantu mempercepat pencapaian target pemerintah yakni 1 juta vaksin per hari,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan pelaksanaan program VGR ini telah memenuhi syarat sebagai pos pelayanan vaksinasi dan telah mengacu pada standar pelayanan dan standar prosedur operasional sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, sehingga data pemberian vaksin tetap terintegrasi dengan data pemerintah,”ujarnya.

VGR : (kiri) Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo bersama jajaran direksi memantau proses vaksinasi untuk karyawan pada Senin. 26 Juli 2021 ( Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)

Ke depan, Petrokimia Gresik akan menyelenggarakan Batch II Program Vaksinasi Gotong Royong yang akan diikuti oleh karyawan dan keluarga anak perusahaan Petrokimia Gresik. “Secara prinsip, Petrokimia Gresik senantiasa mendukung upaya pemerintah yang bertujuan agar kita semua dapat segera lepas dari pandemi ini,” tandasnya. (yad)

Akselerasi Program Pemerintah, Petrokimia Gresik Gelar Vaksinasi Gotong Royong Selengkapnya

JIIPE Peduli dan Berbagi Hewan Kurban untuk Masyarakat


GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Kawasan Industri JIIPE menyerahkan bantuan hewan kurban 3 ekor sapi dan 18 ekor kambing kepada masyarakat sekitar pada Selasa, 20 Juli 2021.

Bantuan Corporate Social Resposibility (CSR) itu diserahkan melalui Pemerintahan Desa masing-masing. Yakni, masyarakat di wilayah Desa Manyarejo ;  Manyarsidomukti; Manyarsidorukun; Banyuwangi dan Karangrejo. Berikutnya, Desa Bedanten ;  Kramat ; Tanjung Widoro serta Watuagung.

Sebagian juga ada yang diberikan langsung ke Masjid, Musala serta lembaga sosila sekitar Kawasan JIIPE yang masuk dalam Ring 1 dan Ring 2.  Sedangkan untuk masyarakat Ring 3 CSR JIIPE bantuan dberikan melalui Masjid Inabah Kantor Pemda Gresik. 

Kegiatan bakti sosial program  CSR Java Integrated Industrial and Port Estate ( JIIPE)  ini dilaksanakan bersama antara Pengelola Kawasan dengan perusahaan industri dalam Kawasan JIIPE. 

Untuk tahun ini Sharing Program antara PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku Pengembang dan Pengelola JIIPE, PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) selaku Pengelola Pelabuhan JIIPE dan PT. Clariant Adsorbents Indonesia (CAI), salah satu perusahaan industri dalam Kawasan JIIPE.

Direktur HR & GA PT BKMS Henri Handoko mengatakan, kegiatan membagi hewan kurban adalah bentuk dari kepedulian sosial perusahaan dan karyawan yang ingin berbagai kepada masyarakat disekitar kawasan JIIPE. “Kegiatan ini juga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kami, selama kondisi pandemi Covid ini perusahan dapat bertahan dan semoga dapat melawati masa sulit ini,”kata Henri Handoko dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Selasa, 20 Juli 2021.

Detiap tahunnya proposal yang masuk ke perusahaan cukup banyak menjelang pelaksanaan ibadah kurban baik dari panitia masjid, musala, pemerintahan desa serta lembaga sosial lainnya. “Namun kami belum dapat memberikan sesuai proposal yang masuk sehingga kami lebih memprioritaskan masyarakat dilingkungan sekitar kawasan dulu,”ujarnya.

Humas PT BMS Hasbi As Siddqi menyatakan melalui kegiatan CSR JIIPE, dimana salah satunya adalah pemberian bantuan hewan kurban untuk masyarakat sekitar kawasan dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya dan mempererat jalinan komunikasi antara masyarakat Industri dengan masyarakat sekitar kawasan. 

“Sehingga kami berharap dengan dukungan semua pihak pembangunan Kawasan Industri JIIPE dapat cepat berkembang dan secepatnya dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan Gresik khususnya masyarakat sekitar Kawasan JIIPE,”kata Hasbi.

Manager ComDev/CSR PT BKMS Mifti Haris berharap kegiatan CSR JIIPE Peduli dan Berbagi selanjutnya dapat mengajak lebih banyak perusahaan Industri untuk bersama sama dalam program CSR JIIPE Peduli sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar Kawasan. 

“Terlebih saat ini banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi dan kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Kami  mengharapkan doa dan dukungan dari semua pihak agar pandemi Covid ini segara berlalu,  sehingga pembangunan Kawasan JIIPE lancar dan segera banyak investor untuk berinvestasi di JIIPE yang pada akhirnya dapat berperan lebih banyak dalam kegiatan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,”harap Mifti. (yad)

JIIPE Peduli dan Berbagi Hewan Kurban untuk Masyarakat Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelontor Hewan Kurban Senilai Rp 682 Juta


GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Raya Idul Adha, Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyalurkan hewan kurban berupa 12 ekor sapi dan 95 ekor kambing sejumlah takmir Masjid, Musala dan masyarakat pada Selasa, 20 Juli 2021.

Hewan kurban senilai Rp 682 juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Rohmad.

Dwi Satriyo menjelaskan penyerahan hewan kurban ini merupakan bagian dari program Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi yang menjadi agenda rutin perusahaan setiap Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini menjadi wujud syukur Petrokimia Gresik atas dukungan masyarakat terhadap perusahaan sehingga mampu memenuhi target-target, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk itu saya berharap, masyarakat terus memberikan dukungannya kepada Petrokimia Gresik sehingga perusahaan dapat memberikan lebih banyak manfaat,”tandasnya dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Selasa, 20 Juli 2021. 

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, kurban tahun ini semakin penting mengingat saat ini kita juga menghadapi pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sehingga menjaga imun melalui konsumsi makanan bergizi menjadi prioritas di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

“Idul kurban tahun ini tidak hanya mengajarkan keikhlasan berkurban bagi diri kita, tapi juga menjadi wujud kepedulian sesama muslim untuk menjaga imun melalui konsumsi makanan bergizi di tengah pandemi,”imbuh Dwi Satriyo.

Adapun 12 sapi kurban Petrokimia Gresik didistribusikan untuk Masjid Maslakhul Hidayah di Kekurahan Ngipik ;  Masjid Nurul Huda (Kel. Karangturi), Masjid Hidayatur Rohman (Kel. Karangpoh), Bale Pesusukan (Kel. Lumpur) dan Masjid Nurul Huda (Desa Roomo).

Kemudian Masjid Desa Trepan (dekat Pengolahan Air Babat-Lamongan), Masjid Nurul Huda (Pengolahan Air Gunungsari-Surabaya), Masjid Nurul Bahari (KSOP Gresik), dan Masjid Inabah (Pemkab Gresik).

Sedangkan, sebanyak 95 kambing kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar perusahaan melalui masyarakat, musala, bale masyarakat, Rukun Tetangga (RT), sekolah, kelurahan, dan organisasi kemasyarakatan. “Ini merupakan bentuk sinergitas perusahaan dengan stakeholder dalam rangka memberikan manfaat bagi sekitar,”ujar Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Gelontor Hewan Kurban Senilai Rp 682 Juta Selengkapnya

Perusahaan Consumer Good Awali Vaksinasi Gotong Royong di Gresik, Siapa Berikutnya?


GRESIK,1minute.id – Percepatan vaksinasi tidak hanya dilakukan Pemkab Gresik. Dunia industri pun mulai melakukan vaksinasi untuk karyawannya. Diantaranya, Garuda Food di Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Perusahaan sektor kritikal melakukan vaksinasi secara gotong-royong kepada ratusan pekerjanya pada Jumat, 16 Juli 2021. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memantau langsung proses vaksinasi secara gotong royong kali pertama di Kota Santri ini. Mereka didampingi Kepala Dinas Kesehatan drg Syaifuddin Ghozali dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik Ninik Asrukin.

Perusahaan consumer good ini membeli langsung vaksin Sinopharm dari Bio Farma.Satu dosis vaksin dibeli seharga Rp 900 ribu. Diharapkan vaksinasi kepada para karyawan secara gotong royong dapat menciptakan herd immunity di masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa vaksinasi gotong royong perdana di Gresik, PT Garuda Food membeli vaksin di Bio Farma. Vaksin jenis Sinopharm diberikan kepada karyawan, perusahaan bekerjasama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik yang ada di Driyorejo.

“Ini menjadi motivasi untuk perusahaan di kawasan industri. Disnaker akan mengambil langkah mengajak kolaborasi bersama-sama virtual dulu. Agar perusahaan mengambil langkah seperti Garuda Food,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 16 Juli 2021.

Vaksinasi gotong royong ini salah satu bentuk ikhtiar besar dalam upaya menanggulangi wabah pandemi COVID-19. “Kedepan diharapkan vaksinasi gotong royong ini bisa dilakukan di di semua perusahaan yang ada di Kabupaten Gresik,”harap Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Dukungan ribuan industri bisa secepatnya mencapai herd imunity sesuai harapan Pemerintah untuk menghilangkan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hert immunity atau kekebalan kelompok atawa kekebalan kawanan adalah suatu bentuk perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi ketika sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap infeksi, baik melalui infeksi sebelumnya, sehingga individu yang tidak kebal ikut terlindungi.

Manajer Head Office PT Garuda Food Samsul Arifin menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi gotong royong ini bekerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) yang ada di wilayah Driyorejo. “Sampai Senin pekan depan kami akan menuntaskan vaksinasi kepada 560 karyawan,”kata Samsul Arifin.

Dia bertekat, sesuai keputusan pihak manajemen kami akan memvaksin seluruh karyawan. Vaksin yang digunakan dalam kegiatan vaksinasi ini adalah vaksin Sinopharm dimana vaksin tersebut dibeli sendiri oleh perusahaan dari PT. Biofarma.

“Dalam waktu dekat akan datang lagi 100 vaksin, dan akan kita gunakan terus untuk kegiatan vaksinasi karyawan,”tandas Samsul ArifinIa melanjutkan untuk mendapatkan vaksin harus memberikan data yang fix.

Seperti jika ada karyawan yang positif maka harus merubah kembali data pembelian vaksin untuk karyawan. “Bio Farma tidak akan mengirim kalau datanya tidak update. Kami sudah melakukan vaksinasi kepada 560 karyawan, total sudah 60 persen sudah divaksin,”ujarnya. Dalam kunjungan vaksinasi gotong rotong perdana ini, turut didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kepala Dinas Kesehatan drg Saifudin Ghozali dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Ninik Asrukhin. (yad) 

Perusahaan Consumer Good Awali Vaksinasi Gotong Royong di Gresik, Siapa Berikutnya? Selengkapnya

Energi Positif Ditengah Pandemi, PTFI dan Chiyoda International Indonesia Teken MoU EPC Proyek Smelter

Proyek Smelter PT Freeport Indonesia berlokasi di Kawasan Industri JIIPE, Gresik, Jatim dalam pada 2019 ( foto : ist)

GRESIK,1minute.id  – PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI pada Kamis, 15 Juli 2021. 

Kontrak ini mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.  

“Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018. Di tengah berbagai tantangan pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, kami terus melakukan penyesuaian agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja,”ujar Presiden Direktur PTFI  Tony Wenas pada Kamis, 15 Juli 2021.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.  

Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar. Naoto berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional. 

”Penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu,”kataNaoto.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Meski demikian, pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan  barang material  konstruksi.  Selain  itu,  persiapan  pelaksanaan  vaksinasi  COVID di  lapangan  bagi  para  pekerja  konstruksi.  

Vaksinas Covid-19  pun  tengah  dilakukan. Dan, akan  dilakukan  secara  bertahap  dan diproyeksikan  akan  membutuhkan  sekitar  40  ribu  dosis  vaksin  Covid-19. 

Direktur  Jenderal  Mineral  dan  Batubara  Kementerian  Energi  dan  Sumber Daya Mineral  Ridwan Djamaluddin menyambut baik  penandatanganan  kontrak  antara  k edua  belah  pihak.

“Penandatanganan  ini  menjadi  energi  positif  di  tengah  berbagai  tantangan  yang  sedang Indonesia  hadapi. Pemerintah  melalui  Kementerian  ESDM dan akan  terus  bekerja  sama  dengan  PTFI  untuk mendorong  akselerasi  dari  pro y ek ini, membantu  memastikan  pengerjaan  proyek  ini dapat  diselesaikan  tepat  waktu,” ujar  Ridwan. (yad)

Energi Positif Ditengah Pandemi, PTFI dan Chiyoda International Indonesia Teken MoU EPC Proyek Smelter Selengkapnya

Tiga Batching Plant Raih Sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari KLHK, SIG Produksi Beton Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Tiga Batching Plant milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tiga Batching Plantyaitu Batching Plant Serpong Tangerang Selatan ; Batching Plant Pulo Gadung Jakarta Timur, dan Batching Plant Tuban Jawa Timur.

Program sertifikasi Ekolabel Swadeklarasi ini merupakan inisiatif dari strategi pilar SIG Industry Greenification dan menjadi yang pertama di Indonesia diterima pada Kamis, 8 Juli 2021.

Ekolabel Swadeklarasi merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merujuk pada model Ekolabel Tipe II sebagai sarana penyampaian informasi kepada konsumen mengenai aspek lingkungan dari suatu produk yang dibuat oleh produsen, importir, distributor, pengecer atau pihak lain yang  memperoleh manfaat.

Direktur Marketing dan Supply Chain SIG Adi Munandir mengatakan, dengan diraihnya sertifikat Ekolabel Swadeklarasi ini menunjukkan komitmen dan kepedulian SIG terhadap kelestarian lingkungan. Perseroan memiliki program green concrete dengan melakukan pengembangan beton ramah lingkungan oleh research center SIG yang melakukan kolaborasi dengan institusi untuk melakukan riset serta membuat prototyping, mock up dengan anak usaha beton dalam pengembangannya. 

Lebih lanjut, Adi Munandir menyampaikan bahwa batching plant SIG memiliki skema produksi dengan standar beton ramah lingkungan yang mampu mengurangi penggunaan sumber daya alam, serta mengurangi jumlah limbah produksi dengan menggunakan material substitusi sebanyak 30 persen dan air daur ulang sebanyak 25 persen.

“Semua produk beton yang keluar dari batching plant SIG memiliki standardisasi kualitas yang terjaga,”kata Adi Munandir pada Kamis, 15 Juli 2021.

SIG turut mendukung program pemerintah yang berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020 dan 29 persen pada 2030. Selain itu, juga turut andil dalam mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia, sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau untuk pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang bersumber dari bangunan gedung.

SIG , lanjut Adi Munandir, akan terus berinovasi dan memberikan solusi untuk semua kebutuhan pembangunan negeri, tentunya secara bersamaan juga turut menjaga lingkungan, sesuai dengan komitmen perusahaan. “Dengan penciptaan standar ini, harapannya kedepan akan ada banyak perusahaan yang mengikuti langkah kami dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia,”ungkap Adi Munandir. (yad)

Tiga Batching Plant Raih Sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari KLHK, SIG Produksi Beton Ramah Lingkungan Selengkapnya

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini kembali memberikan kontribusi nyata untuk sektor pertanian Indonesia itu menghadirkan tiga produk baru yaitu Pupuk SP-26 PETRO, Petro Niphos, dan Phonska Alam bertepatan HUT ke-49 pada Sabtu lalu, 10 Juli 2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan tiga produk baru itu  merupakan respon perusahaan atas berbagai masalah pertanian saat ini yang tujuannya bermuara pada peningkatan produktivitas pertanian untuk mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Tiga produk ini nantinya akan bersaing di pasar non-subsidi atau komersial,”tandas Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 12 Juli 2021.

Seperti diketahui, tahun ini terdapat penyesuaian formula unsur hara P dalam pupuk NPK Phonska bersubsidi dari NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Selain itu, alokasi pupuk SP-36 bersubsidi juga mengalami penyesuaian dan hanya diperuntukkan bagi tanaman hortikultura, sehingga tidak bisa ditebus untuk tanaman pangan.

“Untuk itu, SP-26 PETRO hadir sebagai respon atas penyesuaian unsur hara P tersebut dan juga alternatif atas penyesuaian alokasi pupuk SP-36 bersubsidi,”ujar Dwi Satriyo. 

Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro Fosfor (P) sejumlah 26% dan Sulfur (S) sejumlah 5% yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman. Selain itu juga tidak bersifat higroskopis, sehingga tidak mudah menggumpal (cacking) dalam suhu ruangan.

Secara fisik, SP-26 berwarna abu kecoklatan dan berbentuk granul dengan ukuran yang seragam sehingga memudahkan petani dalam aplikasinya, yaitu ditabur atau dibenamkan. Dosisnya antara 150 kg hingga 500 kg per hektar tergantung pada komoditas tanaman.

“SP-26 PETRO berperan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen pada komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan,” imbuh Dwi Satriyo. Berikutnya, Petro Niphos diciptakan sebagai respon atas kebutuhan petani hortikultura yang menggunakan pupuk non-subsidi khususnya NPS.

Petro Niphos mengandung unsur hara N (Minimal 20%), P (Minimal 20%), dan S (Minimal 13%) yang lebih tinggi dibanding pupuk majemuk pada umumnya. Pupuk ini juga berbentuk granul (butiran), dan diperuntukkan khusus untuk komoditas hortikultura (sayuran daun) dan pangan. Dosisnya bervariasi antara 250 kg hingga 700 kg per hektar sesuai dengan komoditas atau tanaman. Phonska Alam untuk Pertanian Berkelanjutan.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menegaskan, komitmen Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dapat dilihat dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan produk-produk terobosan transformatif yang ramah lingkungan. Diantaranya,  Petroganik di tahun 2005 dan Phonska OCA di tahun 2020, yang keduanya berhasil masuk dalam skema pupuk bersubsidi hingga saat ini.

Tahun ini, Petrokimia Gresik menghadirkan Phonska Alam yang merupakan produk pupuk majemuk pertama dengan kandungan bahan-bahan mineral alami sebagai sumber N (dalam bentuk nitrat maksimal 5%), P (minimal 10%), dan K (minimal 10%) yang telah mendapatkan sertifikat organik dan berlogo Organik Indonesia.

Secara fisik Phonska Alam berbentuk granul dan berwarna abu kehitaman. Pupuk ini diperuntukkan untuk komoditas organik pangan, hortikultura dan perkebunan. Dosis yang digunakan antara 500 kg per hektar hingga 1.800 kg per hektar menyesuaikan dengan komoditas tanaman.

“Phonska Alam adalah rangkaian pupuk yang dibutuhkan dalam sistem pertanian organik. Ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan,” ujarnya. Ke depan, sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Wilayah, Petrokimia Gresik juga berencana akan melakukan demonstration plot (demplot) di sejumlah daerah, agar petani dapat mengetahui langsung khasiat dari penggunaan ketiga pupuk non-subsidi ini.

“Semoga produk-produk ini bisa menjadi solusi andalan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani pun terdongkrak. Ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Group dalam menciptakan masa depan Indonesia, khususnya dalam hal mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bukukan Laba Rp 1,42 Triliun, Penjualan Ekspor Meningkat 25 Persen

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mencatat laba Rp1,42 triliun (audited) atau 118 persen dari target RKAP 2020. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Salah satu upayanya melalui peningkatan kinerja serta akselerasi program hilirisasi produk melalui pembangunan pabrik baru.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo saat memperingati HUT ke-49 Petrokimia Gresik pada Sabtu,10 Juli 2021. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyatakan bahwa ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 telah menjadi stimulus bagi industri pupuk dan pangan dalam negeri, khususnya Petrokimia Gresik untuk memperkuat sektor produksi pertanian domestik sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Terbukti, pertanian menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif selama pandemi Covid-19.

Pertumbuhan sektor pertanian juga sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan. Pada 2020, Petrokimia Gresik berhasil mencatat kinerja positif dengan perolehan laba sebesar Rp1,42 triliun (audited) atau 118 persen dari target RKAP 2020.

“Kinerja positif Petrokimia Gresik di tahun 2020 merupakan wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemerintah memperkuat ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19,” ujar Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Sabtu,10 Juli 2021.

PABRIK 1B PT Petrokimia Gresik ( Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)

Tidak hanya di pasar domestik, adanya  global supply shock juga memberikan peluang Petrokimia Gresik untuk melakukan ekspansi pasar dan menggenjot ekspor. Selama 2020, penjualan ekspor Petrokimia Gresik mencapai 494 ribu ton, meningkat 25 persen dari penjualan ekspor pada 2019. Bahkan Petrokimia Gresik mampu menguasai market share pupuk NPS di India sebesar 35 persen.

“Ini membuktikan bahwa Petrokimia Gresik mampu mengubah tantangan menjadi peluang,”kata Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa selama 49 tahun berdiri, Petrokimia Gresik telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi pemupukan di Indonesia. Diantaranya, menjadi pioneer pupuk berbasis fosfat pada 1980-an, pioneer pupuk NPK berbasis chemical reaction pada 2000, dan pioneer pupuk organik pada 2005.

“Tahun ini juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik, dimana kami telah melakukan sederet langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus kontribusi dalam memperkuat ekonomi nasional,”ujarnya.

Salah satu yang telah terealisasi di tahun ini adalah pembangunan pabrik Green Surfactant berkapasitas 600 kiloliter (kL) yang memanfaatkan gas SO3 dari pabrik asam sulfat sebagai bahan baku. Green Surfactant merupakan produk surfaktan lokal pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery).

“Ini menjadi terobosan penting bagi industri minyak dan gas (migas) di Indonesia,”tandasnya.

Selanjutnya, Petrokimia Gresik akan membangun pabrik Soda Ash berkapasitas 300 ribu ton. Soda Ash merupakan bahan baku produk-produk yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari seperti deterjen, kaca dan produk turunannya, hingga pasta gigi. Namun, kebutuhan Soda Ash dalam negeri saat ini masih dipenuhi melalui impor.

Soda Ash merupakan strategi meningkatkan nilai tambah dari produk samping. Pabrik ini nantinya akan memanfaatkan CO2 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Amoniak.

Sedangkan, produk samping Soda Ash berupa Amonium Klorida (NH4Cl) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga dapat mengurangi kebutuhan impor ZA sebagai bahan baku NPK.

Tidak hanya itu, tahun ini Petrokimia Gresik juga berhasil mendapatkan izin pengecualian gipsum dari kategori Limbah B3 oleh Kementerian KLHK, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara masif, tidak hanya di lingkup internal perusahaan, tetapi juga dapat mendukung industri lainnya yang membutuhkan gipsum.

“Ke depan, pengembangan bisnis dengan optimalisasi potensi yang ada akan difokuskan pada hilirisasi produk untuk memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis related diversified industry agar terus tumbuh dan sustainable,” jelas Dwi Satriyo.

Menurutnya, hal ini selaras dengan tema “GREAT For Indonesia : Growth, Excellence, And Worthwhile” yang diusung dalam ulang tahun ke-49 ini. Juga menjadi komitmen dan tekad perusahaan untuk terus tumbuh, unggul dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Dengan demikian, kontribusi Petrokimia Gresik untuk Indonesia tidak hanya dalam hal menopang ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan. Tetapi juga memperkuat industri lainnya yang bermuara pada penguatan ekonomi nasional” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Bukukan Laba Rp 1,42 Triliun, Penjualan Ekspor Meningkat 25 Persen Selengkapnya

Reklamasi Lahan Pascatambang Batu Kapur, SIG di Pabrik Tuban, Tanah Semakin Subur

TUBAN, 1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya untuk menjaga kelestarian alam dalam kegiatan operasionalnya. Di pabrik Tuban, Jawa Timur misalnya. 

SIG secara rutin melakukan pemantauan ekologi di lahan pascatambang batu kapur yang telah dilakukan reklamasi. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, menunjukkan adanya pemulihan kualitas lingkungan serta peningkatan kesuburan tanah.

Sampai Juni 2021, SIG telah melakukan reklamasi lahan pascatambang batu kapur di Pabrik Tuban seluas 177,40 ha dengan menanam berbagai jenis pohon. Antara lain,  Jati, Johor, Mahoni, Sengon dan Flamboyan. Kemudian, pohon Trembesi, Kesambi serta Juwet.

General Manager of Mining & Raw Material SIG Suharyanto menjelaskan, penanaman dan perawatan pohon dalam kawasan hutan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk mengembalikan fungsi lahan pascatambang batu kapur menjadi hutan kembali.

“Sehingga dapat bermanfaat secara sosial, ekonomi dan ekologi,”kata Suharyanto dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Kamis, 8 Juli 2021. Menurutnya, keanekaragaman vegetasi di area reklamasi dapat menyediakan habitat sekaligus makanan yang menunjang kehidupan keanekeragaman fauna.

“Kini bisa dilihat berbagai spesies fauna hidup disana,”ujarnya sambil menyebut sejumlah jenis burung yakni Jalak Jawa, Perenjak Padi, Cucak Kutilang, dan Perkutut Jawa. Serta, Cipoh Kacat, Takur Ungkut-ungkut hingga burung-burung yang bermigrasi dari Eropa. 

“Perseroan secara rutin melakukan pemantauan ekologi untuk memastikan efektifitas kegiatan reklamasi yang telah dilakukan,”imbuhnya. SIG akan terus melakukan berbagai upaya konservasi, baik flora dan fauna dengan melibatkan berbagai pihak agar memberikan hasil yang maksimal. Keanekaragaman hayati yang terpelihara dengan baik diharapkan dapat memberikan manfaat bahkan menjaga warisan untuk generasi selanjutnya.

Suharyanto menambahkan, dalam pengelolaan lahan pascatambang batu kapur yang kini telah menjadi lahan hijau dan subur, SIG selalu melibatkan masyarakat sekitar perusahaan. Mulai dari pembibitan, penyiapan lahan, penananaman hingga pemeliharaan. 

Untuk pembibitan, SIG memiliki kebun bibit mandiri yang mampu menghasilkan 60 ribu batang pohon tanaman guna keperluan reklamasi. Selain reklamasi lahan pascatambang batu kapur, SIG juga melibatkan masyarakat dalam penanaman pohon di area green belt sekitar lahan bahan baku, green barrier di dalam dan sekitar pabrik, hingga buffer zone. (yad)

Reklamasi Lahan Pascatambang Batu Kapur, SIG di Pabrik Tuban, Tanah Semakin Subur Selengkapnya