Antusiasme Warga Kota Santri Menikmati Gerhana Bulan di Pelabuhan

GRESIK,1minute.id – Fonomena Gerhana Bulan Total menarik perhatian masyarakat Kota Santri pada Rabu, 26 Mei 2021. Puluhan warga menikmati fonomena langka itu di Pelabuhan Gresik badal Maghrib. Mereka mengamati Gerhana Bulan Total duduk di tepi pelabuhan sambil diiringi deburan ombak.

Menurut Wakil Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Gresik Muchyiddin Hasan . Gerhana Bulan total atau disebut dengan Super Blood Moon ini terjadi selama 14 menit, 42 detik.

“Di wilayah Indonesia bagian Barat tidak bisa menyaksikan detik-detik awal terjadinya gerhana karena saat awal terjadinya gerhana Bulan masih belum terbit,”kata Muchyiddin dalam akun instagramnya @muchyiddin_hasan.

Seorang berceloteh akan lompat-lompat Bulan mulai terlihat. “Saya tak lompat-lompat biar cepat tinggi seperti ayah,”celoteh seorang bocah perempuan yang turut mengamati Gerhana Bulan di dermaga Pelabuhan Gresik. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Antusiasme Warga Kota Santri Menikmati Gerhana Bulan di Pelabuhan Selengkapnya

Saudagar Dermawan itu Dirikan Masjid Akbar Moed’har Arifin

Search


GRESIK,1minute.id – Masjid Akbar Moed’har Arifin begitu megah. Masjid berlokasi di Jalan Deandles Km 31, Desa Sekapuk, Sidayu, Gresik itu dibangun oleh almarhum Chairman PT Polowijo Gosari Grup H.Achmad Djauhar Arifin itu menjadi ikon baru di Gresik Utara.

Haji Arifin, saudagar dermawan itu menceritakan saat H Achmad Moed’harsyah sakit di Singapura, keluarga berjanji akan membangun surga.

“Karena hidup bukan dunia saja, tapi yang utama adalah untuk akhirat. Karena kami pengusaha, kami belanjakan untuk akhirat,”kata Arifin, adik Moed’har waktu itu. Kini masjid telah berdiri megah. Dan, ikon di Gresik Utara. Saudagar dermawan itu menyusul kakaknya pada 27 Juli 2020. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Saudagar Dermawan itu Dirikan Masjid Akbar Moed’har Arifin Selengkapnya

SPAM Bendung Gerak Sembayat Dikebut, Kapan Rampung?

GRESIK,1mimute.id – Pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS) dengan kapasitas 1.000 liter per detik (lpd) ke Perusda Giri Tirta Gresik terus dikebut.

Proyek air bersih untuk masyarakat dan industri dengan investasi Rp 618 miliar itu mulai dikerjakan pada 2019. 

Dalam pengamatan 1minute.id sejumlah pekerja pemasangan pipa berdiameter 1.100 milimeter atau 1,1 meter di sekitar Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik. Proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) semula ditargetkan kelar 2021.

PIPANISASI SPAM : Sejumlah pekerja melakukan pemasangan pipa di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik pada Selasa, 4 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Mengutip laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pu.go.id,   proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS)  untuk memenuhi target Commisioning Test awal 2021. Sehingga cakupan layanan air bersih yang didistribusikan oleh PDAM Gresik bisa semakin luas dinikmati masyarakat.

Sementara itu, keluhan terkait air mampet masih menghiasi media sosial. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

SPAM Bendung Gerak Sembayat Dikebut, Kapan Rampung? Selengkapnya

Sanggring Kolak Ayam, Warisan Budaya Takbenda Indonesia

GRESIK,1minute.id – Suhariyanto beberapa kali terlihat menuangkan piring berisi suwiran ayam bercampur rempah ke dalam wadah ember pada Senin, 4 Mei 2021. Bersama sejumlah panitia lainnya, ia menunggu masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik di teras masjid Sunan Dalem untuk mengambil jatah Sanggring Kolak Ayam sebelum salat Asar.

“Tahun ini lebih santai karena tadi hanya memasak sekitar 250-300-an porsi,”ujarnya ditemui 1minute.id pada Senin, 4 Mei 2021. 

Untuk keperluan itu, panitia Sanggring Kolak Ayam memotong  115 ekor ayam dan memasak 1 kuintal bawang daun ; 480 kilogram gula merah, 20 kilogram jinten bubuk dan 460 butir kelapa.

Pandemi COVID-19 yang belum ada tanda-tanda berakhir, membuat tradisi Kolak Ayam setiap 23 Ramadan dan telah memasuki tahun ke-496 itu dilakukan secara sederhana karena dikhususkan untuk masyarakat desa setempat. “Kalau sebelum pandemi, panitia menyediakan 3 ribuan porsi untuk warga dan masyarakat umum,”katanya. 

Takmir masjid Sunan Dalem H. Moh Ali Hasan dalam sambutannya menjelang buka puasa, mengakui pihaknya terpaksa menolak permohonan beberapa warga untuk bisa mengikuti acara inti di masjid.

Hal ini terpaksa dilakukannya demi mendukung ikhtiar pemerintah menekan penyebaran virus corona. 

Sanggring Kolak Ayam, tradisi masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 8 Oktober 2019.

Seperti diberitakan 1minute.id , Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara.

Tradisi ini berasal dari  suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan  dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini. 

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem. 

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun.

Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid.

Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Search
Sanggring Kolak Ayam, Warisan Budaya Takbenda Indonesia Selengkapnya

Ngangsu Solar di Jalan Samirplapan

RIBUAN liter solar memenuhi jalan Raya Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik  pada Jumat pagi, 30 April 2021. Jalan raya nasional lincin. Polisi dan sebagian warga setempat menguruk solar dengan pasir.

Sebagian warga lainnya “mengangsu” sisa solar dari tangki truk nopol AE 9327 UN. Ada mendapatkan tiga drum air berkapasitas 200 liter. Ada mendapatkan 4 jerigen ukuran 20 liter. “Daripada memenuhi jalan,”ujar seorang warga.

Truk tangki muatan 5 ribu liter solar itu terguling setelah diseruduk trailer nopol L 8537 UP pada Jumat pagi tadi, 30 April 2021. Tidak ada korban jiwa meski trailer berhenti setelah menabrak pagar tembok rumah Ny Markhan, yang berjualan kelontong dan bensin ecera. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ngangsu Solar di Jalan Samirplapan Selengkapnya

Jalan Kampung Terendam, Warga Tambak Beras Jalan Kaki Pergi-Pulang ke Rumah

Search

SUASANA Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu 3 Januari 2021. Air bah Kali Lomong sudah ada sejak Selasa 29 Desember 2020. Belum ada tanda-tanda surut.

Jalan Kampung Terendam, Warga Tambak Beras Jalan Kaki Pergi-Pulang ke Rumah Selengkapnya

2020 Berlalu, Memasuki 2021 Berharap Kali Lamong Tertangani

GRESIK,1minute.id – Ratusan rumah di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik masih terendam banjir Kali Lamong, Jumat 1 Januari 2021.

Diantaranya, Sudarsono. Lelaki 60 tahun itu, terlihat duduk di teras rumahnya. Perkakas rumah tangga, seperti kursi ditempatkan di teras karena ketinggian air hanya semata kaki orang dewasa. 

“Teras ini sudah saya tinggikan setengah meter. Kalau bagian dalam rumah sangat dalam,”kata lelaki yang sudah 3 tahun terkena stroke itu ditemui 1minute.id , Kamis 31 Desember 2020.

Luapan Kali Lamong belum surut. Bahkan, cenderung semakin meluasnya. Kini,  masyarakat berada di aliran Kali Lamong hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk bisa menyelesaikan problem banjir tahunan ini. 

Begini kondisi luapan banjir Kali Lamong itu pada Kamis 31 Desember 2020. Memasuki awal tahun masyarakat  hanya berharap Kali Lamong bisa tertangani secepatnya.  (*) 

2020 Berlalu, Memasuki 2021 Berharap Kali Lamong Tertangani Selengkapnya

Dihempas Angin, KLM Sumber Barokah Nyaris Tenggelam, Muatan Berhamburan ke Laut

Search

GRESIK,1minute.id – Kapal layar motor (KLM) Sumber Barokah nyaris tenggelam di perairan Pulau Bawean, Jumat 30 Oktober 2020.  Kapal kayu itu terhempas angin kencang ketika lego jangkar di perairan di Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Sebanyak enam awak kapal selamat. Tapi, sebagian muatan kapal berhamburan ke laut. 

Muatan kapal itu antara lain sembako, semen hingga perkakas rumah tangga. “Kapal itu sudah sandar dua hari lalu. ABK kedaratan. Tapi, muatannya belum dibongkar,”ujar Kanit Satuan Polisi Air Pulau Bawean Bripka Sodiq dikonfirmasi selulernya Sabtu 31 Oktober 2020. (*)

Dihempas Angin, KLM Sumber Barokah Nyaris Tenggelam, Muatan Berhamburan ke Laut Selengkapnya

Libur Panjang Sebentar Lagi. Ini Destinasi Bisa Anda Kunjungi

GRESIK, 1minute.id – Libur panjang segera tiba. Pemerintah memutuskan untuk tetap menjadikan 28 dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020. Liburan tahun ini berbeda. Sebab, pagebluk korona belum berakhir. Di tambah krisis ekonomi membuat daya beli masyarakat menurun.

Tapi, jangan khawatir. Hidup bahagia itu tidak mahal. Ada banyak destinasi di Kota Santri alias Kawasan Industri bisa Anda kunjungi sebagai destinasi alternatif.

1. Selo Tirto Giri ( Setigi) 

JEMBATAN PERADAPAN karena menghubungkan fonomena modern dan lama ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Destinasi memanfaatkan bekas tambang kapur di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Area bukit kapur di sulap pemerintah desa sebagai wahana wisata instragramble

2. Wisata Gosari (Wagos)

SEGAR : Aneka warna tumbuhan membuat mata terasan segar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Destinasi ini berjarak tidak lebih 3 kilometer dari Setigi. Lokasi tepatnya di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah ini memanjakan pengunjung dengan aneka tanaman bunga

3. Dolen Mburi Omah dan Jembatan Karangkiring

PESONA DAMARKURUNG ini bisa dinikmati wisatawan pada malam hari ketika berkunjung ke destinasi Dolen Mburi Omah di Kelurahan Lumpur, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )
KARANGKIRING : Destinasi susur pantai di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ketiga destinasi memiliki kesamaan yakni susur pantai. Wisatawan bisa naik perahu atau menikmati suasana pesisir lautan. 

4. Pulau Bawean

GILI NOKO : Salah satu destinasi andalan di Pulau Bawean. Untuk menuju pulau itu wisatawan harus naik perauh selama 30-45 menit ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Di pulau terluar Kota Santri ini. Banyak destinasi bisa Anda kunjungi. Menghabiskan waktu lima hari liburan panjang bisa tidak cukup menikmati eksotis pulau berjarak 80 mil laut itu. Anda bisa naik kapal cepat dari pelabuhan Gresik dengan lama perjalanan 3 jam. Atau, pesawat perintis dar Bandara Juanda, Sidoarjo. (*)

Libur Panjang Sebentar Lagi. Ini Destinasi Bisa Anda Kunjungi Selengkapnya

Liburan ke Hendrosari, Menganti, Gresik, Wisatawan Bisa Nikmati Sensasi Segarnya Minum Legen Mudun Pagi atau Sore

Search

GRESIK, 1minute.id – Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik salah satu sentra penghasil legen. Minuman khas Gresik berasal dari pohon Siwalan. Ada ribuan pohon tumbuh subur di sana. 

Puluhan penderes setiap hari beraktivitas mengambil legen dari atas pohon siwalan diatas lahan seluas berkisar 9,5 hektare itu. Aktivitas langka bagi masyarakat perkotaan karena lahan sudah “ditumbuhi” apartemen, mal dan hotel. 

Aktivitas menderes siwalan ini menjadi salah satu magnet bagi masyarakat yang berkunjung di destinasi Lontar Sewu. Sejak eduwisata dibuka setahun lalu, sebagian pemilik lontar menuai rezeki. Mereka tidak perlu menjajakan siwalan dan legen keluar Gresik. 

“Sekarang cukup disini. Karena banyak pengunjung yang membeli,”ujar Keman, 38, petani siwalan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti ditemui  1minute.id  akhir pekan lalu. Terutama hari Sabtu dan Minggu. “Hari tiket masuk terjual 5.700,”kata Keman.

Keman memiliki sejumlah pohon siwalan. Pohon itu warisan leluhurnya. “Ada pohon yang umurnya 75 tahun,”ujarnya. Setiap hari Keman harus naik dan turun pohon siwalan untuk mengambil legen. 

Pagi sekitar pukul 06.00 Leman memanjat pohon siwalan. Tanpa tali pengaman. Bagian pinggang terselip belatih. Bagian belakang sebua jerigen yang diikat tali tampar kebagian pinggang. Belatih berfungsi menderes pohon. Jerigen untuk menampung sari lontar. 

“Kalau pagi hasilnya lebih banyak. Karena wadah legen dipasang sore hari,”ujarnya. Sedangkan, memanjat sore mengambil wadah dipasang pagi hari,”imbuhnya. Aktivitas mengambil legen itu masyarakat menyebutnya, legen mudun (turun) pagi dan sore. “Hasilnya lumayan. Cukup,”kata Keman.

Sementara Liwon, senior Keman juga tidak kalah lincah. Lelaki bertubuh langsing bagai spiderman ketika memanjat pohon silawan yang ketinggian mencapai 6 meteran. Meski sudah parobaya, gerakan Liwon tidak kalah anak-anak muda lainnya di Desa Hendrosari. Setiap pohon, Liwon hanya butuh waktu sekitar 3 menit untuk memanjat.

“Kalau pakai tali tambah ribet naik dan turunnya,”dalih lelaki berkumis dengan kulit sawo matang itu. Kondisi cuaca kemarau membuat petani pohon siwalan ini. Mereka bisa mendapatkan puluhan liter dari puluhan pohon yang mereka miliki. Legen asli dengan wadah botol plastik berisi 1,5 liter mereka jual seharga Rp 25 ribu. Legen mudun isuk atau sore itu terasa nikmati di lokasi saat itu juga. “Kalau lebih sehari, legen bisa berubah menjadi tuak,”jelas Keman.

Dibukanya destinasi eduwisata Lontar Sewu ini menjadi berkah masyarakat setempat. Tidak hanya petani siwalan. Namun, multiplayer effect cukup besar. Rumah makan ayam bakar tumbuh bak jamur musim hujan. Desa Hendrosari yang sebelumnya termasuk desa tertinggal di Gresik telah menjadi desa mandiri. “Banyak orang yang investasi disini,”kata Keman. (*)

Liburan ke Hendrosari, Menganti, Gresik, Wisatawan Bisa Nikmati Sensasi Segarnya Minum Legen Mudun Pagi atau Sore Selengkapnya