Bukit Putri Cempo Semakin Merana

APA kabar Bukit Putri Cempo atau Campa. Bertahun-tahun jalan menuju keluarga Sunan Giri itu longsor. Belum ada tanda-tanda perbaikan. Bukit Putri Cempo merana. Yang terlihat bukit berlokasi di Kecamatan Kebomas, Gresik itu dalam pengamatan 1minute.id, Minggu, 27 September 2020

Search
Bukit Putri Cempo Semakin Merana Selengkapnya

Berasa di Eropa Abad XVIII

Berkunjung The Heritage Palace berasa di Eropa abad XVIII. Bangunan bekas pabrik gula, lalu gudang tembakau,  konon sempat lokasi uji nyali. Bagaimana kondisi kini ?

Search
Berasa di Eropa Abad XVIII Selengkapnya

Sidang Pelanggar Prokes, Sanksi Denda hingga Penjara

RATUSAN pelanggar protokol kesehatan menjalani sidang di PN Gresik, Jumat, 25 September 2020.

Search
Sidang Pelanggar Prokes, Sanksi Denda hingga Penjara Selengkapnya

Angkat Cerita Putri Campa Sebagai Tugas Akhir

Sejumlah mahasiswa ketika membawakan tari Champa,  karya Ni’matus Sa’diah , sebagai tugas akhir di Fakultas Seni Tari STKW Surabaya di halaman makam Putri Campa pada 9 Agustus 2020

GRESIK,1minute.id—Perjuangan Putri Campa belajar agama Islam di Kota Pudak menarik perhatian Ni’matus Sa’diah. Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya itu menjadikan migrasi saudagar kaya dari Kamboja dalam sebuah karya seni tari yang elok.  Gadis 22 tahun itu mempersiapkan karya berjudul Tari Champa  selama 9 bulan sebagai syarat tugas akhir sarjana strata 1 di Fakultas Seni Tari STKW Surabaya. 

Semula ada rencana tari berdurasi 15 menit ini akan ditampilkan di Taman Budaya Jawa Timur Cak Durasim. Merebaknya corona virus disease (Covid-19) membuyarkan mimpi gadis yang tinggal di Jalan Awikoen Madya Dalam, Desa Gending, Kecamatan Kebomas itu.

Meski tanpa musik gerakan para penari Putri Champa begitu gemulai. Para penari ini adalah mahasiswa gabungan dari perguruan tinggi di Surabaya dan Gresik ( foto : 1minute.id)

Ni’mah-sapaan-Ni’matus Sa’diah kemudian menampilkan karya tarinya dimainkan lima perempuan dari berbagai pergurun tinggi di Surabaya dan Gresik secara indie.  ”Pandemi korona sehingga saya pentaskan secara terbatas di Gresik,”kata Ni’mah pada Minggu, 9 Agustus 2020.

Pekan lalu, Ni’mah mengajak lima pemainnya untuk latihan di halaman Makam Putri Campa di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kebomas. Sebelum latihan, mereka kulo nuwun kepada juri kunci makam Akhmad Syaifudin. Gerakan lima penari yang semuanya mahasiswa itu terlihat gemulai meski menari tanpa musik. Menggunakan kostum perpaduan warna merah dan putih gerakan membuat penampilan mereka cukup memukai. Meski hanya berupa potongan-potongan gerakan tari.

Ni’mah mengatakan, selama ini masyarakat menganggap Putri Campa hanya ada di Mojokerto.  ”Loh di Gresik apa juga ada putri Campa,”kata Ni’mah kemarin.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Putri Campa yang makamnkan di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kebomas itu berasal dari Kamboja. Dia migrasi ke Gresik untuk mencari ilmu hingga meninggal di Gresik. Kehadiran Putri Campa ini membuat banyak migran dari Kamboja ikut datang ke Gresik. 

 ”Dan, perjuangan Putri Campa ini diharapkan bisa menginspirasi masyarakat. Dan sampai sekarang khususnya daerah Gending mengingatkan Putri Campa . Saya pingin ungkapkan dalam karya tari, harapannya nanti banyak orang Gresik yang mengetahui tentang sejarah Putri Campa,”katanya. (*)

Angkat Cerita Putri Campa Sebagai Tugas Akhir Selengkapnya

Tawarkan Perbaikan Rumah Mbah Siti dan Mbah Sima

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika membantu memasangkan masker kepada Mbah Siti, 82, warga Dusun Karangploso, Desa Klampok, Kecamatan Benjeng pada 30 Juli 2020. ( foto : 1minute.id )

GRESIK, 1minute.id—Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mendatangi rumah keluarga Mbah Siti, 82 dan adiknya, Mbah Simah, 80, di  Dusun Karangploso, Desa Klampok, Benjeng  pada Kamis, 30 Juli 2020. Alumnus Akpol 2001 ini mendatangi dua nenek kakak dan adik yang sama-sama mengalami kebutaan karena faktor usia itu untuk melakukan bakti sosial.

Sekitar pukul 11.00, mantan Kapolres Ponorogo itu tiba di rumah Mbah Siti dan Mbah Sima setelah melakukan kunjungan kerja di Mapolsek Benjeng. Siang itu, Mbah Siti sedang duduk di depan rumahnya yang berdinding kayu dengan lantai plesteran semen itu. Mbah Siti sindirian. Adiknya, Mbah Simah sedang tertidur di kasur dalam rumah di ruang tamu sekaligus jadi kamar tidur itu.

Setelah mengucapkan salam, AKBP Arief memperkenalkan dirinya kepada Mbah Siti yang masih duduk di kursi kayu depan rumahnya tanpa menggunakan masker itu. Perwira dua melati di pundak itu lalu memberikan sejumlah masker kepada Mbah Siti.  Salah satunya, Arief membantu memasangkan masker kepada Mbah Siti.  ”Saya bantu memekainya ya Mbah,”kata AKBP Arief Fitrianto.


Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika bercengkrama dengan Mbah Siti dan Mbah Sima di Dusun Karangploso, Desa Klampok, Kecamatan Benjeng pada 30 Juli 2020 ( foto : 1minute.id )

Setelah memakai masker, Mbah Siti mengajak Kapolres Arief didampingi Kasubag Humas AKP Bambang Angkasa, Kasatlantas AKP Yanto Mulyanto dan Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi  masuk rumahnya. Dalam rumah yang sederhana. Berdinding kayu yang tidak rapat. Sehingga sinar matahari bisa menerobos masuk ke dalam rumah yang tanpa plafon itu. Semilir angin pun bisa menerobos masuk dalam rumah yang asri itu. Perabot rumah hanya kursi dan kipas angin yang di tempelkan di kayu penyangga rumah. Tidak ada kompor. Dua saudara ini menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Melihat kondisi rumah dua nenek tersebut, Kapolres Gresik AKBP Arief terasa iba. Arief pun menawarkan untuk bedah rumah tempat tinggal Mbah Siti dan Mbah Sima itu.  ”Rumahnya kulo perbaiki inggih Mbah. Biar kalau hujan tidak kehujanan,”kata Kapolres Arief. Mbah Siti dan Mbah Simah terdiam beberapa saat. Kemudian keduanya tersenyum.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief , bakti sosial ke rumah dua nenek dilakukan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat akan kehidupan dua nenek yang kurang layak.  ”Kami dari Polres Gresik melakukan bakti sosial dan mengecek keadaan kedua beliau ini. Tadi kami juga memberikan sedikit bantuan diharapkan bisa sedikit meringankan beben kedua nenek itu,”ujar alumnus Akpol 2001 ini kemarin.

 Arief melanjutkan, setelah melihat kondisi rumah kedua nenek itu, pihaknya dari kepolisian resor Gresik akan melakukan perbaikan.  ”Harapannya, agar rumah yang mereka tempati ini bisa lebih layak,”imbuh Arief. Selain perbaikan rumah, tambahnya, Polres Gresik akan meminta urusan kesehatan untuk melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan kesehatan Mbah Siti dan Mbah Simah tersebut. 

 ”Kita akan sentuh (pemeriksaan kesehatan). Dokter Polres akan berkoordinasi dengan Pemkab melakukan pemantauan secara rutin. Kita perhatikan lah keluarga kita yang seperti ini,”tegasnya. (*)

Tawarkan Perbaikan Rumah Mbah Siti dan Mbah Sima Selengkapnya

Penambang Pasir di Laut Bawean

GELIAT pembangunan di Pulau Bawean. Membuat penambangan pasir di lautan pulau berjarak 80 mil laut dari kabupaten Gresik menggeliat. Sebab, untuk mendatangkan salah satu material untuk pembangunan membutuhkan biaya tinggi. Saat ini, penambangan pasir di pulau yang eksotis biota laut ini tidak ada larangan.

Karena penambangan di laut lepas. Seperti, salah satu penambang pasir di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura ini. Dia harus berjalan di tengah laut, lalu menyelam dan membawa hasil penambangan ke daratan.  Kapolsek Sangkapura AKP Rachmad dikonfirmasi akan mempelajari dulu aturan hukumannya.  ”Yang pasti, bila untuk kepentingan usaha atau pembangunan infrastruktur yang dibiayai negara ya tidak diperbolehkan,”tegas Rachmad dikonfirmasi selulernya pada Minggu, 2 Februari 2020. (*)

Penambang Pasir di Laut Bawean Selengkapnya