Berbagi Ilmu Fotografi Produk

DR Yuyung Abdi ketika live instagram di Iconmall Gresik, Jumat 7 Agustus 2020 ( foto : 1minute.id)

GRESIK,1minute.id—Doktor Fotografi Yuyung Abdi berbagi pengalaman di live instagram pada Jumat 7 Agustus 2020. Acara bertajuk  ”All About Product Photography” itu ratusan pasang mata  betah berlama-lama memelototi program anyar digagas pengelola mal berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas itu. 60 menit.

             ”Memotret produk tidak harus menggunakan peralatan mahal-mahal,”ujar Yuyung Abdi ditemui usai live instagram kemarin. Fotografes senior asal Metropolis Surabaya itu menambahkan, sebelum memulai cekrak-cekrek, seorang fotografer harus lebih dahulu mengerti tentang genre fotografi.  ”Ada 25 genre fotografi. Arahnya (genre,Red) kemana?”katanya. 

            Untuk genre still life photography, misalnya.  Genre ini bisa memotret produk dan makanan sedang tren di tengah pandemi korona ini.  ”Nah kebanyakan lagi  banyak orang memotret dan jualan di marketplace tapi fotonya tidak bagus. Awal orang melihat tidak sreg , tidak eye caching,”ujarnya. Nah, dalam acara itu Yuyung memberikan sejumlah trik memotret produk atau makanan dengan peralatan sederhana. Menggunakan smartphone, dan pencahaan sederhana yakni emergency lighting.  ”Untuk membuat foto memiliki daya tarik, seorang harus memahami tentang lighting.

            Bagaimana caranya, membuat foto memiliki daya tarik. Diantaranya, pemahanan tentang lighting.  ”Tidak harus beli (peralatan) mahal seperti di studio itu,”katanya. Yuyung berharap live instangram yang telah dilakukan itu bisa menginspirasi masyarakat maupun penggemar fotografi. Selamat mencoba. (*)

Berbagi Ilmu Fotografi Produk Selengkapnya

Peziarah ke Makam Putri Campa Mulai Mengalir

Gerbang masuk makam Putri Campa di bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Rabu 27 Juli 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK, 1minute.id—Makam Putri Campa mulai ramai dikunjungi para peziarah. Meski akses masuk menuju makam putri asal Kamboja (kini bernama Vietnam) berada di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas itu masih cukup sulit di jangkau.

Akibat longsor yang diduga disebabkan banyaknya pembangunan kafe dengan menebangi pohon tidak menyurutkan niat masyarakat untuk ngalap berkah. Juri kunci Putri Campa Akhmad Syaifudin mengatakan, peziarah mulai ramai ke makam Putri Campa. Setiap hari, tambah lelaki 49 tahun, selalu ada rombongan peziarah yang datang untuk ngalap berkah. “Rombongan kecil. Biasanya naik mobil MPV,”kata Akhmad ditemui Rabu 27 Juli 2020.

Juru Kunci Makam Putri Campa Akhmad Saifudin di depan makam Putri Campa, Rabu 27 Juli 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada malam Jumat, tambahnya, peziarah cukup banyak. Kondisi pandemi peziarah yang masuk secara bergiliran. “Mereka ada datang dari Jakarta, Surabaya bahkan luar Jawa,”jelas bapak empat anak itu. Akan tetapi, tambah Akhmad juri kunci Makam Putri Campa itu kunjungan peziarah turun drastis bila dibandingkan sebelum pandemi korona. Dalam pengamatan Jawa Pos, untuk menuju makam saudagar kaya dari Vietnam ini, peziarah melewati jalan setapak. Lebarnya sekitar 1 meter. Jalan alternatif berkonstruksi paving. Jalan tersebut dibangun masyarakat sekitar setelah jalan utama mengalami longsor.

Longsor bertahun-tahun dan belum diperbaiki. Kondisi saat ini, jalan longsor di Bukit Campa hanya ditutupi terpal plastik warna biru.  Makam Putri Campa memiliki arsitektur menarik. Cukup makam khas Campa dengan ornamen hias serta pewarnaan cerah. Pohon tumbuh rindang sehingga semilir angin semakin menyegarkan suasana. (*)

Peziarah ke Makam Putri Campa Mulai Mengalir Selengkapnya

Penambang Pasir di Laut Bawean

GELIAT pembangunan di Pulau Bawean. Membuat penambangan pasir di lautan pulau berjarak 80 mil laut dari kabupaten Gresik menggeliat. Sebab, untuk mendatangkan salah satu material untuk pembangunan membutuhkan biaya tinggi. Saat ini, penambangan pasir di pulau yang eksotis biota laut ini tidak ada larangan.

Karena penambangan di laut lepas. Seperti, salah satu penambang pasir di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura ini. Dia harus berjalan di tengah laut, lalu menyelam dan membawa hasil penambangan ke daratan.  Kapolsek Sangkapura AKP Rachmad dikonfirmasi akan mempelajari dulu aturan hukumannya.  ”Yang pasti, bila untuk kepentingan usaha atau pembangunan infrastruktur yang dibiayai negara ya tidak diperbolehkan,”tegas Rachmad dikonfirmasi selulernya pada Minggu, 2 Februari 2020. (*)

Penambang Pasir di Laut Bawean Selengkapnya