GRESIK,1minute.id – Pemandangan yang berbeda terlihat di kawasan Bukit Bathang Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Masyarakat berjubel menyaksikan aksi para driver yang memacu mobil off-road. Dengan lincah, mobil melaju melewati berbagai halang rintang.
Medan berbatu kapur membuat debu berterbangan. Sesekali terdengar tepuk sorak ketika mobil off-road itu berguling-guling. Saat yang paling mendebarkan dan menyenangkan hati bagi masyarakat terjun bebas dan terbalik. Namun, bagi driver off-road jelas menjengkelkan karena gagal mencapai finish.
PENGEMAR OFF-ROAD: Ketua Pengda IOF Jatim Kombes Pol Sumardji juga off-road nasional bersama Muhammad Rifky Putra Cahyadi di Bukit Bathang, Gresik pada Sabtu, 3 Juni 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Rupanya, hal tersebut dalam rangka event Indonesia Off-Road Federation (IOF) National Championship Round 3 yang digelar selama dua hari mulai Sabtu dan Minggu, 3-4 Juni 2023. Kondisi geografis Bukit Bhatang, lahan bekas galian aset Semen Indonesia Grup (SIG) memang cukup menantang bagi para driver off-road untuk menjajal medan tersebut.
Bukit Bathang adalah suatu kawasan perbukitan yang terletak di wilayah kelurahan Gulomantung dan Kelurahan Ngargosari, Kecamatan kebomas, Kabupaten Gresik. Tipologi tanahnya yang berbukit dengan keadaan lahan yang berbatu sangat cocok untuk arena offroad.
KAWASAN BUKIT BATHANG: Driver off-road saat berlaga di event IOF di Bukit Bathang, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Juni 2023 ( Foto : Rifky Putra Cahyadi for 1minute.id )
Puluhan roader nasional tampil habis-habisan agar bisa meraih posisi terbaik dan memperbaiki peringkat mereka di ajang IOF ini. Ketua Pengda IOF Jatim Kombes Pol Sumardji pun tampil ciamik. Sumardji yang juga manajer timnas sepak bola di SEA Games 2023 di Kamboja ini melahap semua rute atau trek Special Competition Stage (SCS) yang ada di Bukit Bathang selama dua hari itu. Tangan dingin pria 52 tahun itu tidak hanya telah mengantarkan timnas sepak bola bisa merebut medali emas. Di event Indonesia Off-Road Federation Bukit Bathang ini Sumardji kerap dielu-elukan oleh masyarakat.
Penyelenggaraan event tingkat nasional juga menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat. Khususnya bagi pelaku UMKM yang ikut memeriahkan acara dengan menjajakan produknya. Mulai kuliner, penginapan, hingga kawasan wisata lainnya. Semuanya laris terjual.(yad)
GRESIK,1minute.id – Anisah Rahma dan Nur Alisa langsung berpelukan. Siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 4 Gresik itu menangis haru. Senang karena kerjakerasnya selama 4 bulan bisa memenangi Lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa Jenjang SMP/MTs 2023.
Olimpiade yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik itu diikuti lebih kurang 800 siswa se-Kabupaten Gresik itu. Jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Gresik. Di olimpiade yang paling bergengsi di lingkup Dinas Pendidikan Gresik itu, Anisa Rahma dan Nur Alisa, yang mengusung tema “Pengaruh Revitalisi Bandar Grissee Terhadap Peningkatan UMKM” mendapatkan nilai rata-rata 88,63. Nilai rata-rata tertinggi untuk OPSI Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Hasil penelitian kedua siswa, revitalisi Bandar Grissee yang dilakukan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik itu terbukti memiliki multiplayer effect bagi warga sekitar kawasan heritage, Bandar Grissee itu. Jumlah UMKM dan Pendapatan pelaku usaha meningkat.
“Seneng banget karena dulu kelas VII, aku belum bisa juara. Capek dan kecewa di kelas VII bisa tak bayar di kelas VIII sekarang,” ujar Lilis-panggilan-Nur Alisa didampingi salah satu guru pembina OPSI IPS UPT SMP Negeri 4 Gresik Surya Yetni pada Selasa, 30 Mei 2023. “Sangat senang sekali. Jerih payah, usaha dan doa selama ini serasa dijawab semua oleh Allah SWT,” sela Anisah Rahma.
JUARA OPSI IPS : (ki-ka) Nur Alisa dan Anisa Rahma, peraih juara I OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Gresik 2023 ( Foto: UPT SMP Negeri 4 Gresik for 1minute.id)
Prestasi yang diraih Anisah Rahma dan Nur Alisa sebagai juara OPSI Siswa SMP/MTs Gresik semakin meneguhkan lembaga pendidikan dibawah kepemimpinan Arif Abd Rohman ini sebagai sekolah riset dan sang juara. “Karena hampir setiap kompetisi selalu mampu meraih juara,” ujar Surya Yetni, salah satu guru pembina OPSI UPT SMP Negeri 4 Gresik.
Ia menyebut, OPSI Siswa SMP/MTs 2023, sekolah berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik ini mengirimkan delapan tim untuk tiga kategori yakni Bidang IPS Kemanusiaan dan Seni meraih juara I dan harapan III. Untuk bidang IPA dan Lingkungan meraih juara III dan harapan II. Sedangkan, bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa menyabet juara I dan harapan III.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa SMP/MTs 2023 diikuti lebih dari 800 siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs 2023. Untuk jenjang SD/MI berlabel Lomba Cipta Karya Alat Peraga Siswa. Sedangkan, jenjang SMP/MTs adalah Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). “Banyak karya siswa yang bagus-bagus dan inovatif. Ini menunjukkan siswa di Gresik ini gudangnya siswa pretasi.
“Kami akan membentuk tim khusus untuk melakukan pembinaan kepada siswa prestasi dan para jawara OPSI untuk dipersiapkan ke jenjang provinsi hingga nasional,” ujar Hariyanto dikonfirmasi selulernya pada Selasa, 30 Mei 2023. Tim khusus bentukan Dinas Pendidikan ini, untuk memperkuat guru pembina dalam mempersiapkan Olimpiade di jenjang Provinsi maupun nasional. “Selain guru di sekolah, kami juga membentuk untuk melakukan pembinaan kepada para juara tersebut,” katanya.
Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia, lanjut Hariyanto, diselenggarakan setiap tahun. Bahkan, selama 2 tahun Pandemi Covid-19 tetap diselenggarakan meski dilakukan secara online. Sebab, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, serta menggali minat dan bakat terhadap bidang sains di lingkungan ; meningkatkan apresiasi siswa terhadap inovasi, invensi dan daya cipta dalam Ipteks dan menumbuhkan rasa ingin tahu para remaja melalui kegiatan penelitian.
Serta menumbuhkembangkan kecakapan kolaboratif, kooperatif dan kompetitif secara sehat, melatih sportivitas dan tanggungjawab para peserta didik dalam menyampaikan atau mengkomunikasikan ide/gagasan cerdas dalam penelitian. “Tahun ini, OPSI dilakukan secara tatap muka,” tandas Hariyanto. (yad)
Berikut Juara OPSI Siswa SMP/MTs 2023.
OPSI IPS Kemanusiaan dan Seni
I . Anisah Rahma dan Nur Alisa (UPT SMP Negeri 4 Gresik)
II. Hannes Zulfikar Alfaried dan Khilyatun Nafisah (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)
III. Ahmad Arif Rahman dan Kinanthi Tiara Dewi (UPT SMP Negeri 3 Gresik)
OPSI IPA dan Lingkungan Hidup
I. Hashifah Fithratun A & Adinda Dwi Novita (MTs NU Trate Gresik)
II Najwa Mumtazah Kamila & Reina Nafisah Rizky Kamilah (MTs NU Trate Gresik)
III. Azmiyah Zuhrufah Nihayati & Anita Habibiturrokhman (UPT SMP Negeri 4 Gresik)
OPSI Ilmu Pengetahuan Teknik & Rekayasa
I. Talitha Aulia lrhansyah & Cinta Syawallun Yeswana (UPT SMP Negeri 4 Gresik)
II. Aulia Kharisma Tsabitha & Nadiyah Mufidah (SMP lslamic Qon)
III. Aqilah Yusuf Fakhri & Delisha Rachmania Purwanto (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)
GRESIK,1minute.id – Pekan Keterampilan & Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAIS) Tingkat SMP se-Kabupaten Gresik digelar di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023. Sebanyak 268 siswa jenjang SMP Negeri dan Swasta berkompetisi untuk menjadi terbaik sehingga bisa menjadi duta Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di Pentas PAIS Jawa Timur pada Juli 2023 mendatang.
Ada lima kategori yang dilombakan dalam ajang pencarian bibit siswa dalam pendidikan agama Islam ini. Yakni, Musabaqah Hafdzil Quran (MHQ) diikuti 41 peserta ; Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebanyak 22 peserta ; Pidato 51 peserta; Kaligrafi 34 peserta dan Cerdas Cermat 120 peserta.
Pentas PAIS ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Moh Ersat dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, Pembina MGMP PAI Gresik Muhammad Salim serta undangan lainnya. Ratusan peserta Pentas PAIS terlihat antusias mengikuti agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah Menengah Pertama Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Gresik itu.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Pentas PAIS Gresik Suhadak, kegiatan ini digelar hasil kolaborasi antara MGMP SMP PAI bersama Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. “Tahun ini, Pentas PAIS diikuti 268 peserta SMP se-Kabupaten Gresik,” kata Suhadak usai acara pembukaan pada Selasa, 30 Mei 2023.
Ratusan peserta itu berasal dari seluruh lembaga pendidikan jenjang SMP sederajat se-Kabupaten Gresik. SMP Negeri dan Swasta. “Peserta adalah siswa kelas VII dan VIII,” terang Suhadak yang juga Ketua MGMP PAI Gresik itu.
PESERTA MTQ : Salah satu peserta kategori MTQ di Pentas PAIS Gresik di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Untuk diketahui, guru agama memiliki dua “bapak”. Secara kedinasan guru agama SMP Negeri Gresik mengikuti Dispendik Gresik. Sedangkan, pembinaan dan sertifikatikasi menginduk di Kemenag. Sehingga berbeda dengan guru mapel lainnya.
Mengapa peserta adalah siswa kelas VII dan VIII, Suhadak yang juga guru agama Islam di UPT SMP Negeri 4 Gresik menuturkan, pemenang Pentas PAIS Gresik ini, akan mewakili Kabupaten Gresik di event serupa di tingkat Jawa Timur direncanakan digelar pada Juli 2023. “Siswa kelas IX kan sudah lulus,” terangnya. Untuk event nasional, rencana akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.
Hingga berita ini diturunkan, kategori MTQ yang telah kelar. Pemenang MTQ juara 1 Yusnia Maghfirah , UPT SMP Negeri 4 Gresik, juara II diraih oleh Samania Azzahra UPT SMP Negeri 1 Gresik dan juara III Izzatun Nafsih UPT SMP Negeri 6 Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – M Ariel Arkana Ramadhan, 23, untuk kali keempat menggelar pameran lukisan tunggal. Pelukis remaja siswa Sanggar lukis Daun ini memamerkan 24 karyanya di Kalcer Social Space Jl. Sulawesi No.1 Surabaya mulai 20 Mei sampai 31 Mei 2023. Pameran lukisan-gambar kali ini mengusung tema Lautan Kreasi.
Ariel Ramadhan, panggilan M. Ariel Arkana Ramadhan adalah salah satu murid Sanggar DAUN. Ariel Ramadhan bergabung sejak di kelas 2 SD Kreatif Barata Jaya (SD Muhammadiyah 16 Surabaya). Sejumlah prestasi nasional hingga internasional telah diraihnya. Seniman muda kelahiran Surabaya, 13 Desember, 23 tahun ini semakin terasa dan
produktif menghasilkan karya sejak lima tahun terakhir. Pada 2019, Ariel Ramadhan menelorkan picture book berjudul Pinisi. Pada 2020, Ariel Ramadhan mulai menggelar pameran tunggal.
Tahun ini, pameran tunggal keempat Ariel Ramadhan mendapatkan respon positif kalangan seniman lukis di tanah air. “Tahun ini, ada 24 karya lukis-drawing media kertas dan kanvas dengan berbagai teknik: manual drawing, canting, print fotografi dan digital grafis, sapuan kwas dan pisau palet dan lainnya,” kata Ariel Ramadhan didampingi gurunya, Arik S Wartono.
Diantara 24 karya tersebut, terdapat 4 karya lukis akrilik di atas kanvas utuh ukuran 300×150 cm. Mayoritas objek tentang laut dan satwa prasejarah. Salah satu karyanya fenomenal yang menjadi magnet pengunjung berjudul Lautan Kreasi. Lukisan itu memiliki diameter 100 cm. Lukisan abstrak dengan media kanvas menggunakan cat akrilik dengan serbuk emas. “Ini karya pertama Saya memakai serbuk emas,” jelas Ariel Ramadhan.
Menurut pendiri Sanggar DAUN Arik S.Wartono, kegitan ini merupakan rangkaian perayaan Bulan Menggambar Nasional 2023. “Tahun ini mengambil tema besar “Gembira Menggambar” secara serentak dari Aceh hingga Papua diikuti oleh lebih dari 4000 seniman dan 250 komunitas seni budaya dari seluruh Indonesia,” kata Arik S.Wartono, kurator pendiri sekaligus pembina Sanggar DAUN pada Senin, 22 Mei 2023.
Dalam pameran tunggal ini, kata Arik, imajinasi Ariel Ramadhan melalui objek-objek laut dan dinosaurus dalam karya-karyanya seakan sedang berupaya membangkitkan kembali gen atau jiwa maritim Nusantara yang saat ini nyaris terlupakan oleh berbagai faktor sosial-politik global. Karya terbarunya seri “Beautiful Ocean #1” dan “Beautiful Ocean #2”, akrilik di atas kanvas 300×150 Cm, Ariel Ramadhan tampak mulai piawai dalam eksplorasi karya-karya lukis berukuran besar dengan tingkat kematangan teknik yang semakin berkembang.
“Seorang seniman muda memang sudah seharusnya begitu, terus melakukan inovsi baru dalam karya-karyanya sehingga publik seni terutama penggemar karya-karyanya selalu dimanjakan oleh eksplorasi yang selalu baru dan segar,” kata Arik.
Terkait media kanvas dengan bertabur serpihan emas, kata Arik, bukan kali pertama di Indonesia. Sebelumnya, ada pelukis yang telah memakai serbuk emas. “Salah satunya pelukis senior A.D. Pirous, pelukis kaligrafi kontemporer,” jelas Arik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Police goes to school dilakukan jajaran Polres Gresik. Diantaranya, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlans) Polres Gresik. Pada Senin, 22 Mei 2023, Korp Sabuk Putih itu memberikan sosialisasi dan pembinaan etika keselamatan berlalu lintas, tertib berlalu lintas untuk mencegah dan meminimalisir angka kecelakaan dikalangan pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Kegiatan pembinaan etika keselamatan berlalu lintas dilakukan di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Ratusan siswa di sekolah yang dipimpin oleh Muhammad Salim itu, terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Unit Keamanan Keselamatan Berlalulintas (Kanit Kamsel) Satlantas Polres Gresik Ipda Muhammad Azmi.
Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Pembinaan Etika Keselamatan Berlalulintas sebagai salah satu ikhtiar dalam menekan angka kejadian laka lantas di wilayah Gresik khususnya yang melibatkan para pelajar. Kegiatan ini, kerjasama sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu dengan Satlantas Polres Gresik.
“Kegiatan ini, sebagai edukasi buat para pelajar, tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Muhammad Salim mengutip pernyataan Ipda Mohammad Azmi. Ia melanjutkan, maraknya pengendara motor oleh pelajar SMP/MTs atau anak dibawah umur membuatnya prihatin. Sebab, kondisi itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Ipda Azmi menghimbau kepada para siswa jika belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) supaya meminta antar orang tua saja ke sekolah. “Bagi pelajar SMP anak di bawah umur yang mengendarai motor secara psikokogis maupun mental masih labil, sehingga potensi terlibat laka lantas dan mereka bisa membahayakan pengguna jalan lain,” katanya.
Azmi terlihat gagah. Penampilan Azmi memakai uniform lengkap membuat ratusan pelajar antusias mengikuti pembinaan yang dipusatkan di halaman sekolah tersebut. Ratusan siswa mulai kelas VII s.d kelas IX mengetahui Azmi adalah alumni SMP Negeri 2 Gresik. “Ipda Azmi adalah alumni Spenda (SMP Negeri 2 Gresik) 1999,” jelas Salim tepuk sorak bergemuruh.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Azmi mengajak mereka generasi muda Spenda tersebut menjadi pelopor tertib lalu lintas, menggunakan helm dengan benar pada saat beraktivitas mengendarai ojek online sepeda motor baik pengemudi maupun yang di bonceng dan taati peraturan berlalu lintas.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyambut antusias kegiatan pembinaan tersebut. Sebab, kegiatan itu diharapkan mampu menekan angka kecelakaan bagi remaja atau terutama bagi anak-anak yang masih duduk di bangku SMP/MTs. Pada kesempatan ini juga Salim mengingatkan kepada semua siswa, SMP Negeri 2 Gresik menjadi anak yang baik, tidak tawuran atau terlibat balap liar.
Terkait maraknya siswa yang berkendara sepeda motor ke sekolah dan menitipkan sepedanya di kampung sebelah sekolah, kata Salim, pihak sekolah sudah memberikan surat teguran pembinaan pada anak tersebut dan panggilan orang tua untuk diajak bekerjasama karena larangan siswa membawa sepeda motor ada di tata tertib sekolah.
Sementara itu,, Humas Spenda Tietien Harfutien menambahkan sebagai tindak lanjut kegiatan ini, sekolah akan membentuk dan menghidupkan kembali kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS ). “Kegiatan PKS yang sempat vakum akan kembali diaktifkan agar siswa ada wadah menjadi pelopor teladan dalam pembinaan ekstra” ujar Tietien Harfutien. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 1 Gresik, lembaga pendidikan pertama yang menerapkan manajemen sekolah berbasis digital di Kabupaten Gresik. Mempermudah layanan sekolah, menjawab tantangan zaman di era digital 5.0 di sekolah memiliki tagline Center of Excellence ini. Launching aplikasi baru bernama Sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi (Sibestie) dilakukan di berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.
Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik Beri Avita Prasetiya mengatakan peluncuran aplikasi sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi (Sibestie) bertujuan untuk memberikan kemudahan dan peningkatan layanan kepada peserta didik, wali murid, warga sekolah, alumnus dan masyarakat secara umum, sehingga informasi berjalan cepat, realtime berbasis digital agar terjalin komunikasi secara efektif guna peningkatan mutu pendidikan.
Sebelum layanan digitalisasi diterapkan, imbuh Beri Avita Prasetiya, layanan sekolah dilakukan secara manual membutuhkan proses lebih lama. Ia mencontohkan, kurang cepatnya informasi yang diperoleh wali murid tentang kehadiran siswa di sekolah, pengaduan layanan sekolah, akuntabilitas tabungan, permohanan surat menyurat, dan antrian panjang pelayanan kantin.
Selain itu, layanan manual belum menyediakan wadah atau sarana alumnus dalam komunikasi dengan sekolah, informasi proses pembelajaran serta perkembangan peserta didik baik kelas regular maupun kelas tahfidz , informasi buku dan peminjaman buku perpustakaan dan masalah-masalah lainnya.
“Kami membentuk Tim Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, untuk mempersiapkan aplikasi ini bersama programmer, dari sinergi ini diharapkan terjadi peningkatan layanan manajemen sekolah berbasis digital untuk menjawab permasalahan yang muncul. Dan program ini siap direplikasikan untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik,” kata Beri Avita Prasetiya pada Jumat, 19 Mei 2023.
Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Pelayanan Publik UPT SMP Negeri 1 Gresik Suci Handarini menambahkan sebelum inovasi ini dilakukan pihaknya melakukan diskusi cukup intens dengan bagian Kurikulum, Kesiswaan dan Humas Sarana Prasarana (Sarpras) dan Tata Usaha (TU) di sekolah. Diskusi memerlukan waktu yang lama dalam hal menyebarkan informasi kegiatan sekolah, dan merekap laporan, serta menanggapi keluhan dan permasalahan dari siswa atau wali murid yang masih dilakukan secara manual dan terpisah.
Sedangkan pelaporan administrasi masih dilakukan hanya satu arah. Setelah dilakukan inovasi ini Informasi sudah berjalan dua arah ( Informasi yang dikirim admin bisa ditanggapi oleh siswa dan wali murid ).
“Sebelum pembuatan aplikasi SIBESTIE ini, pihaknya berkolaborasi dengan bagian Kesiswaan, Kurikulum dan Humas Sarana dan Prasarana (Sarpras) sebagai pemangku program untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam layanan siswa. Melakukan diskusikan bersama programmer untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut dengan aplikasi SIBESTIE. Alhamdulillah pada akhirnya program ini semakin baik bisa dimanfaatkan untuk peningkatan layanan pendidikan berbasis digital,” terang Suci Handarini.
Aplikasi SIBESTIE (Sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi) berbasis Android meliputi Sistem Layanan manajemen Kurikulum, Kesiswaan, Sarpras, Humas, dan Perpustakaan menjadi terintegrasi, efektif, layanan lebih cepat, mudah, dan fleksibel.
SIBESTIE memiliki ukuran file yang kecil sehingga bisa dibuka semua versi android dan source code, dan bisa di kloning, serta support dengan banyak aplikasi di android. SIBESTIE dapat diterapkan di semua sekolah di wilayah maupun luar kabupaten Gresik yang memiliki akses internet, sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi IT, tersedia perangkat IT (laptop, komputer, android, scanner). Sekolah yang akan mereplikasi program ini harus mempunyai perangkat website yaitu domain dan hosting. Pengolahan data yang di proses SIBESTIE memudahkan pekerjaan para pemangku program karena diproses secara digital, dan bersifat interaktif karena fitur-fitur bisa diakses dua arah. SIBESTIE is my bestie. (yad)
GRESIK,1minute.id – Siti Fitriah dinobatkan sebagai Kartini Belajar Zero Waste (BZW) 2023. Ketua Yayasan Gemar Memilah Sampah (Gemes) Gresik itu menyisihkan ratusan kandidat dengan memperoleh 52,6 persen suara dalam kegiatan bertajuk : Perempuan inspiratif Kartini Belajar Zero Waste 2023. “Dari Perempuan untuk Perempuan, Kebaikan Zero Waste untuk Lingkungan dan sesama”.
Di urutan kedua dan ketiga diraih oleh perempuan tangguh dari Jogjakarta yakni Soraya Ayu meraih 14,3 persen dan Shalina Nur H., 13,6 persen.
“Zero waste ini merupakan salah satu cara saya untuk belajar hidup berkesadaran. Zero wiste prilaku bijak minim konsumsi. Semakin banyak melakukan semakin banyak prilaku baik yang muncul,” kata Siti Fitriah yang juga Ketua Eco Enzyme Nusantara (EEN) Gresik pada Rabu, 10 Mei 2023.
Perempuan kelahiran Lampung yang tinggal di Jalan Raya Dewi Sekardadu, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu lebih dari satu dasawarsa bergelut dengan sampah itu berawal dari rasa tidak nyaman melihat sampah yang menumpuk karena baunya. Fitriah pun bergerak sendirian. Ia memungut sampah dari rumah-rumah penduduk.
Rupanya, aktivitas Fitriah memungut sampah dari rumah-rumah penduduk membuat sejumlah pemulung sakit hati. Pendiri Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) itu pun sempat mendapatkan ancaman dari pemulung karena dianggap sebagai saingan. Ia dihadang oleh sejumlah pemulung ketika hendak pulang mengambil sampah dari warga. Fitria tak bergeming. Fitria terus mengembangkan dan mewujudkan ide-ide kreatifnya. Antara lain, mendirikan Bank Sampah Meduran Bersatu (BSMB). Dari 3 bank sampah berkembang biak menjadi 350 bank sampah.
Pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reuse , Reduce dan Recycle). Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
Pengelolaan ini diterapkan pada sampah non-organik seperti plastik, minyak jelantah dan lain sebagainya menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Minyak jelantah dikemas menjadi sabun dan minyak wangi. Tidak berhenti sampai disitu, Fitriah mulai mengembangkan pengelolaan sampah organik menjadi eco enzim.
Tekad Fitria untuk mewujudkan zero waste di Gresik mendapatkan berbagai penghargaan. Pada Agustus 2021 lalu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan reward kepada Fitriah terkait upaya turut membantu pemerintah dalam mengurangi sampah domestik atau sampah rumah tangga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.
Selama lebih kurang dari satu dasawarsa, Fitriah akhirnya bisa mengubah mindset masyarakat yang semula menganggap sampah adalah kotor dan menjijikan menjadikan sampah berharga dan menghasilkan cuan.
Fitriah mengatakan, ia bersama Yayasan Gemes Gresik saat ini sedang konsentrasi melakukan pendampingan pengelolaan sampah kepada warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Pengelolaan sampah daur ulang. Sampah organik dan non organik. Ia akan memberikan pendampingan selama 2 bulan.
Fitria mengaku cukup senang karena antusiasme masyarakat desa setempat sangat tinggi untuk lebih peduli kepada lingkungannya. Bank sampah tumbuh subur bagai jamur di musim hujan di setiap kampung. Sebab, sampah yang semula tidak dilirik bahkan dianggap barang kotor kini bisa menjadi cuan setelah warga melakukan proses 3R (Reuse, Reduce dan Recycle).
Volume sampah yang mencapai antara 3,5 ton sampai 4 ton di Desa Pangkah Wetan kini telah menghasilkan uang Rp 8 juta per 10 hari.
“Saat ini sudah berdiri 21 bank sampah di sana. Dan, 4 bank sampah di lingkungan pondok pesantren,” katanya. Pemerintah desa setempat, kata Fitria, dalam waktu dekat akan mendirikan badan usaha milik Desa (BUMDes) yang salah satu unit usaha mendirikan Bank Sampah Induk (BSI) Pangkah Wetan Berseri (Bersih Lestari).
“Harapannya dari perubahan perilaku akan muncul peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan ekonomi dan peningkatan kerukunan.
TELADA : Kades Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi (kanan) memberikan teladan ikut melakukan gerakan memilih sampah di Balai Desa setempat pada Selasa, 9 Mei 2023 ( Foto : Istimewa)
Sementata itu, Kepala Desa Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi mengatakan, pihaknya terus berusaha mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
“Kami mulai dengan pemilahan sampah dari rumah. Paling tidak bisa mengurangi sampah di TPS maupun TPA,” kata Sandi-panggilan-Syaifullah Mahdi kepada wartawan pada Selasa, 9 Mei 2023.
Ia melanjutkan sudah ada 21 kelompok bank sampah di masing-masing RT/RW di Desa Pangkah Wetan. Sampah yang dipilah tiap rumah seperti botol plastik, besi, kaleng, kresek, kardus dan banyak lagi. “Hari ini dilakukan penimbangan, total ada 3 ton sampah yang terkumpul dan terjual dengan harga 8,7 juta,” ungkap Sandi. Sandi berharap, masyakat yang berpartisipasi dan pendapatnya bertambah dari memilah sampah makin banyak. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap para guru penggerak mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar. Nantinya, guru penggerak dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, unggul dan memiliki profil pelajar Pancasila.
Hal ini disampaikan Wabup saat membuka Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6 Bagi Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 7 Mei 2023.
“Mudah-mudahan lokakarya ini juga dapat membangun atmosfer segar bagi dunia pendidikan. Dengan menciptakan ide-ide kreatif dalam mendorong pelaksanaan pengajaran yang berorientasi pada perubahan atau transformasi pendidikan,” harap Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah.
Ia juga mengajak PGP bergerak bersama dengan berkolaborasi serta mendorong terwujudnya pendidikan di Kabupaten Gresik yang lebih baik lagi. “Terus tingkatkan kinerja, produktivitas serta karya nyata kita demi mendukung percepatan dan suksesnya pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.
Di tempat sama mewakili Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur M. Toni Satria Dugananda menyampaikan, program guru penggerak merupakan bagian muara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dari segi pengajar. “PGP merupakan metode pengembangan profesionalisme bagi para guru yang terdiri dari pelatihan dan pendampingan,” ujar Toni.
Dirinya mengatakan, desain program ini dibuat untuk menciptakan pembelajaran yang praktis. Selain itu dapat diaplikasikan di lapangan dengan mengadopsi pendekatan andragogi, pembelajaran berbasis pengalaman, kolaboratif dan reflektif.
“Pelaksanaan PGP dilakukan melalui kombinasi metode daring sebanyak 70% dan luring 30%. Program ini terdiri dari paket modul yang berlangsung selama 6 bulan dengan total 310 jam pelatihan,” ungkapnya.
Dijelaskan, proporsi kegiatan belajar PGP terdiri dari 70% belajar di sekolah (on the job learning), 20% belajar bersama rekan sejawat dan 10% belajar belajar dengan aktor dalam PGP yakni Instruktur, Fasilitator, dan pengajar Praktik. “PGP ibarat sebuah janin selama 6 bulan ini di inisiasi dengan Learning Management System (LMS) digunakan sebagai sarana bagi para pihak yang terlibat. Sehingga saat kelahiran dapat diterima di dunia untuk berinteraksi dalam pembelajaran kolaboratif secara langsung,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto menambahkan, guru penggerak bukan organisasi yang eksplosif namun organisasi yang dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “PGP ini dikemas untuk bisa menjadi kepala sekolah, pengawas, dan fasilitator yang harus mampu menjadikan pembelajaran yang unggul dan profesional, “singkatnya.
Kegiatan ini juga menampilkan tari Remo, Jula Juli dan Tembang Mocapat dari peserta lokakarya dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa stand yang menampilkan kreatifitas dan inovasi dalam mengajar dari seluruh peserta Lokakarya. Hadir dalam kegiatan, Asisten I Suyono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Suasana Kampung Pekauman lebih ramai dari biasanya. Warga kampung berada di belakang masjid Jamik di Kecamatan/Kabupaten Gresik itu sedang merayakan Lebaran Ketupat.
Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, Lebaran Ketupat merupakan salah satu tradisi masyarakat muslim di Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Jawa. Lebaran Ketupat kerap diidentikkan dengan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat Nusantara.
Bagi masyarakat di Kampung Pekauman atau biasa disebut Kampung Kauman, tradisi Lebaran Ketupat itu sudah turun temurun sejak puluhan tahun. Sehari setelah hari Raya Idul Fitri atau 2 Syawal, sebagian besar warga di Kampung Kauman kembali melakukan puasa sunnah selama enam hari. Puasa syawal ini dapat dilakukan secara berurutan ataupun tidak.
Selama puasa Syawal, suasana di Kampung Kauman terasa sepi dibandingkan suasana perkampungan lainnya, seperti Kampung Semarangan, Bedilan, Trate dan lainnya yang banyak ditemui warga berlalu lalang untuk melakukan silaturahi atau halalbihalal atau unjung-unjung ke sanak saudara. Nah, Sabtu hari ini, 29 April 2023 suasana kampung Kauman lebih ramai dibandingkan suasana kampung tetangganya tersebut karena masyarakat setempat menggelar Lebaran Ketupat.
HALALBIHALAL : Komunitas Arrochimiyah atau penggemar kopi Cak Rokhim menggelar halalbihalal di Kampung Pekauman pada Jumat malam, 28 April 2023
Tahun ini, Lebaran Ketupat di Kampung Kauman Gresik diperkirakan lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pemerintah dan masyarakat setempat menggelar Kupatan Day Pekauman. Mulai camat Gresik hingga seluruh lurah atau kepala desa se- Kecamatan Gresik akan hadir dalam acara Kupatan Day Pekauman. Seremonial akan dipusatkan di TK Muslimat NU 29 Mahkota.
Dalam flayer yang diunggah oleh @zubairiahmad555 narasinya cukup menggelitik diantaranya ada tradisi kupat liwat; dibuka untuk umum; omah sak kampung Pekauman mbukak blak (seluruh rumah se kampung Pekauman terbuka); teko tok mule wareg ( datang saja pulang kenyang).
Kampung Pekauman yang memiliki jumlah penduduk 4.300 jiwa di tujuh RT. Menu makanan yang biasa disajikan ada opor ayam. Makna opor ayam adalah lambang permintaan maaf. Opor yang terbuat dari santan memiliki arti pangapunten atau permintaan maaf.
Sementara itu, Sesepuh warga Pekauman Ahmad Zubairi menceritakan sebelum Hari Raya Ketupat Idul nguri-nguri budaya atau ziarah ke makam Kiai Baka mulai dilakukan tahun ini. “Sebelumnya, warga sendiri sendiri melakukan ziarah ke makam Kiai Baka,” kata Bairut, panggilan akrab, Ahmad Zubuairi pada Sabtu, 29 April 2023. (yad)
PROBOLINGGO,1minute.id – Pesona Gunung Bromo belum ada tandingannya di Jawa Timur. Statusnya sebagai gunung berapi dengan ketinggian lebih dari 2.329 meter diatas permukaan laut (mdpl) menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjunginya.
Menjelang akhir cuti bersama libur lebaran Idul Fitri 2023 di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sesak pengunjung. Begini suasana Gunung Bromo pada Senin, 24 April 2023 dari bidikan fotografer 1minute.id Chusnul Cahyadi menggunakan kamera smartphone menggunakan mode pro dan panorama. (*)