Masjid Agung Dharmasraya, Pusat Kajian Keilmuan dan Pertumbuhan Ekonomi Warga 

DHARMASRAYA,1minute.id –  Masjid Agung Dharmasraya, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) berdiri megah. Masjid yang dibangun sejak 2019 itu berdiri diatas lahan seluas 67.193 meter persegi. Masjid dengan empat kubah berwarna kuning keemasan itu berlokasi di nol jalan Lintas Sumatera. 

Wartawan 1minute.id  tiba di masjid Agung Dharmasraya itu pada Jumat, 29 April 2022. Jumat terakhir di bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah. Sepintas pembangunan Masjid Agung yang sekaligus Islam Center di Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sijunjung itu. 

Merujuk Wikipedia Dharmasraya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan kerajaan Melayu. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya adalah Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dharmasraya 2021, penduduk kabupaten ini berjumlah 228.591 jiwa (2020) dengan kepadatan 77 jiwa/km2.

Wartawan 1minute.id berkunjung ke Kabupaten Darmasraya karena mudik lebaran ke rumah mertua. Jarak rumah mertua dengan masjid Agung Dharmasraya tidak lebih 5 kilogram. Namun, masjid Agung yang dibangun dengan anggaran multiyears Rp103 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) 2019 dan 2020 belum bisa dimanfaatkan untuk salat Jumat. “Maaf Belum bisa masuk,”bunyi papan pengumuman depan gerbang masuk masjid yang terlihat elok itu.

Melansir dari Padangkita.com Masjid Agung Dharmasraya yang megah ini berdiri di lintas Sumatra, tepatnya di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung. Bangunannya terdiri dari dua lantai dan diperkirakan dapat menampung 8 ribu jamaah. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik. Jika dilihat dari atas, bangunannya menyerupai bentuk orang sujud. Terdapat empat kubah yang menghiasi atap bangunan dan empat menara di sekelilingnya. Jumlah itu melambangkan filosofi adat Minangkabau, yaitu “Tau Jo Nan Ampek“.

“Tau Jo Nan Ampek” adalah, kato mandaki, kato mandata, kato manurun, dan kato malereng. Semua itu bermakna, seseorang harus pandai menjaga sikap kepada yang lebih tua, sebaya, yang lebih kecil dan tokoh-tokoh masyarakat.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyebutkan, keberadaan Masjid Agung sangat penting bagi Dharmasraya. Masjid Agung Dharmasraya diharapkan dapat mendorong pemberdayaan umat, baik di bidang agama maupun ekonomi.

Di sini, akan diadakan kajian ilmu keagamaan dan lembaga pendidikan Alquran. Kesemuanya ini diharapkan akan berimbas pada peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Jauh sejak mula perencanaan, Bupati Dharmasraya Sutan Riska telah meminta tokoh-tokoh agama di Dharmasraya untuk menyiapkan program keagamaan di masjid tersebut. 

LENGANG : Masjid Agung Dharmasraya terlihat lengang pada Jumat, 29 April 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Upaya itu dilakukan, selain menarik jamaah dari wilayah setempat, juga dapat menjadi perhatian dan daya tarik bagi umat Muslim dari luar Dharmasraya. Program yang dibuat nantinya memperhatikan kecenderungan generasi milenial sehingga mereka lebih antusias mengikuti kegiatan keagamaan.

Dibangunnya Masjid Agung Dharmasraya merupakan langkah strategis yang multi efek. Pembangunan kompleks Islamic Center tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Dharmasraya.

Setelah Masjid Agung Dharmasraya rampung, area sekitar masjid akan dilengkapi SPBU, mini market, dan rest area. Hal itu mengingat lokasinya yang berada persis di pinggir jalan Lintas Sumatra.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga menargetkan akan mengembangkan industri pangan di lokasi masjid dengan memberdayakan usaha kecil dan menengah lokal serta mendorong pengolahan produk pertanian menjadi siap saji dalam bentuk kemasan. Hal itu sejalan dengan harapan Bupati Dharmasraya Sutan Riska yang ingin keberadaan masjid ini bukan sekadar tempat ibadah semata, tetapi juga menumbuhkembangkan ekonomi rakyat. (yad)

Masjid Agung Dharmasraya, Pusat Kajian Keilmuan dan Pertumbuhan Ekonomi Warga  Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo Lepas Atlet Persani Jatim Bakal Berlaga di Sea Games Vietnam 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo sebagai “Bapak Asuh” Persatuan Senam Indonesia (Persani) Jawa Timur (Jatim) melepas atlet dan pelatih senam asal Jatim, yang akan berlaga di 31st Southeast Asian Games (SEA Games) 2022 Hanoi-Vietnam pada 12 sampai 23 Mei 2022. Pelepasan dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur, awal pekan ini.

Adapun komposisi tim yang akan memperkuat kontingen Indonesia untuk cabang olahraga (cabor) senam terdiri dari empat atlet senam artistik dan dua pelatih. Dimana, salah satu atlet dan pelatih berasal dari Jawa Timur, yakni Dwi Samsul Arifin (atlet putra) dan Indra Sibarani (pelatih).

 Di hadapan atlet dan pelatih, Dwi Satriyo  menegaskan bahwa atlet Jawa Timur dan Indonesia harus mengedepankan sportivitas dalam pertandingan. Menurutnya, perjuangan untuk meraih kemenangan akan sangat bermakna, bernilai dan sempurna, ketika kemenangan yang diraih itu selalu menjunjung tinggi sportivitas. “Saya menekankan adanya sportmanshipness karena sejatinya, sikap keolahragawanan merupakan bagian penting sebagai alat pembentuk nilai dan karakter. Selain itu saya pun meyakini sportmanshipness mampu menjadi pembentuk atlet dengan kualitas kepribadian yang sehat, tangguh dan moral yang luhur,”tandasnya.

 Apalagi kini ajang bergengsi SEA Games telah diikuti oleh 11 negara di wilayah Asia Tenggara diantaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Filipina, Laos, Kamboja, dan Timor Timur. “Saya berharap para atlet senam dapat menghargai keberagaman dan mampu menyatu dengan sesama atlet wakil dari Indonesia serta mampu membawa dan menjaga nama baik Indonesia di Asia Tenggara,”ujarnya.

 Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus berkontribusi pada bidang olahraga di Indonesia. Petrokimia Gresik tidak hanya berupaya menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan di sektor agroindustri, tapi juga ikut berperan bagi kemajuan olahraga di Indonesia.

 “Petrokimia Gresik sudah bertahun-tahun memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan olahraga di tanah air. Beberapa cabang olahraga binaan Petrokimia Gresik antara lain senam, voli, dan renang. Komitmen tersebut sudah dijawab dengan capaian prestasi yang membanggakan di tingkat regional dan nasional, bahkan internasional,” ujar Dwi Satriyo.

 Di kesempatan yang sama, Ketua I/Ketua Harian Persani Jawa Timur Tri Widodo mengungkapkan bahwa Kementerian Olahraga (Kemenpora) RI mengirimkan atlet dengan jumlah terbatas, yang dipilih berdasarkan raihan prestasi SEA Games di Filipina tahun 2019 lalu dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun 2020. “Terkait target, kami berharap Dwi Samsul Arifin yang merupakan Wakil Jawa Timur mampu meraih satu emas di alat ring dan satu perak di alat meja lompat,” tandasnya.

 Sebagai informasi, capaian prestasi Cabor Senam Indonesia pada SEA Games Filipina, yaitu 3 Emas, 6 Perak, dan 2 Perunggu. Atlet senam binaan Petrokimia Gresik atas nama Agus Adi Prayoko (alat meja lompat atas) meraih satu emas pada laga tahun 2019 lalu itu, kemudian satu perak (ring atas) yang diraih oleh Dwi Samsul Arifin.

 Berbicara persiapan, Tri Widodo mengungkapkan dalam menghadapi SEA Games Vietnam ini cukup berat karena kondisi di tengah pandemi Covid-19, sehingga tanpa try out dan uji coba. Kendati demikian, ia memastikan  atlet senam wakil Indonesia akan memberikan performa terbaiknya. “Pelatihan jangka panjang Petrokimia Gresik sebagai “Bapak Asuh” sejak tahun 1986 telah membuktikan bahwa senam Jawa Timur secara terus menerus menjadi lumbung atlet, berkontribusi baik dan berprestasi mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional dan pada kesempatan ini,” pungkas Tri Widodo.

Sementara itu, atlet dan pelatih cabang olahraga senam asal Jawa Timur akan bergabung untuk persiapan akhir di Jakarta tanggal 4 Mei 2022. Sedangkan kontingen Indonesia Cabor Senam  berangkat ke Vietnam pada tanggal 10 Mei 2022, dan pertandingan senam dimulai tanggal 13 – 16 Mei 2022. (yad)

Dwi Satriyo Annurogo Lepas Atlet Persani Jatim Bakal Berlaga di Sea Games Vietnam  Selengkapnya

Malam Selawe , Tradisi Sunan Giri yang Religi dan Pengerak Ekonomi UMKM 

GRESIK,1minute.id – Setelah dua tahun terhenti akibat pandemi Covid-19. Tradisi malam selawe (malam 25 Ramadan) di kawasan wisata religi Sunan Giri kembali menggelar. Tradisi turun temurun peninggalan Sunan Giri, salah satu penggerak ekonomi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghabiskan malam 25 Ramadan di Bukit Giri itu. Bupati berusia 36 tahun ini berziarah ke makam Waliyullah itu. Setelah berdoa , Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang berziarah memakai sarung, baju takwa (Koko) dan kopiyah kaji warna putih bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis itu berkeliling menyapa warga dan penjual mengais rezeki dari berkah malam selawe itu.

Dalam pengamatan 1minute.id ratusan orang bahkan ribuan tumplek-blek sepanjang jalan Sunan Giri. Jalan Kabupaten sepanjang 2-3 kilometer itu ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Roda 2 dan 4. Jalan ditutup mulai simpang empat sejak pukul 18.00. Sejumlah tempat parkir dadakan yang dikelola warga sekitar kebanjiran rezeki parkir. Warga yang hendak berziarah, belanja atau sekadar jalan menghabis salah satu malam ganjil di bulan suci Ramadan harus jalan kaki.

“Malem selawe di wisata religi Sunan Giri ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Mereka para pedagang memanfaatkan momentum malem selawe ini untuk berjualan. Dari mulai kuliner, mainan anak hingga fashion,”kata Gus Yani pada Selasa malam, 26 April 2022.

Gus Yani bersyukur, bahwa tradisi ini dapat digelar kembali sehingga memberi angin segar bagi masyarakat pedagang terutama pelaku UMKM sehingga ekonominya kembali meningkat. “Alhamdulillah masyarakat Gresik terutama pedagang dapat kembali menikmati tradisi malem selawe di wisata religi Sunan Giri. Tentu ini berdampak positif bagi pedagang terutama pelaku umkm, ekonominya berangsur pulih dan meningkat,”katanya. 

Ia berharap, tradisi tahunan ini dapat terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Sebab menurutnya, dari tradisi ini, masyarakat mendapat dua manfaat sekaligus. “Pertama adalah mengasah spiritualitas dan yang kedua adalah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,”bebernya. 

Selain malam Selawe Ramadan. Ada dua tradisi yang berumur ratusan tahun masih dilestarikan warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.  Dua tradisi Ramadan itu, ada Sanggring Kolak Ayam diperingati setiap malam 23 Ramadan serta Pasar dan Lelang Bandeng. Tahun ini, Pemkab Gresik menggelar Pasar dan Lelang Bandeng mulai 28 sampai 30 April 2022. (yad)

Malam Selawe , Tradisi Sunan Giri yang Religi dan Pengerak Ekonomi UMKM  Selengkapnya

Tradisi Sanggring Kolak Ayam Lebih Meriah, Panitia Sediakan 3 Ribu Takjil untuk Tamu

GRESIK,1minute.id –  Tradisi Sanggring Kolak Ayam di Masjid Jamik Sunan Dalem, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terasa lebih meriah pada Minggu, 24 April 2022.

Sebab, tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) memasuki ke-497 Tahun digelar setiap 23 Ramadan ini terbuka untuk umum. Selama 2 tahun, tradisi dilakukan secara terbatas karena pandemi Covid-19. Panitia Sanggring Kolak Ayam yang semuanya kaum Adam itu hanya membagikan kepada masyarakat desa setempat. 

Namun, tahun ini Sanggring Kolak Ayam terbuka untuk umum.  “Tadi kami menyediakan 543 porsi (piring,)”kata Ketua Panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 Didik Wahyudi pada Minggu, 24 April 2022. Ia menyebutkan setiap porsi bisa dikonsumsi 20-an orang. “Jadi untuk tamu kami sediakan 3 ribu orang,”imbuhnya. 

Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter.Tradisi turun temurun ini, salah satu momen yang dinantikan masyarakat Gresik maupun luar Kabupaten Gresik.  Sebab, tradisi ini digelar setahun sekali. Tepatnya setiap 23 Ramadan. 

Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.  

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelarian Sunan Dalem di Desa Gumeno. Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.

KAUM ADAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam yang semuanya Kaum Adam menyiapkan masakan untuk Warga setempat dan tamu pada Minggu, 24 April 2022 ( FOTO : Panitia Sanggring Kolak Ayam for 1minute.id)

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem. 

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dibangun pada 1539 M atau 946 Hijriah.

Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Tradisi Sanggring Kolak Ayam Lebih Meriah, Panitia Sediakan 3 Ribu Takjil untuk Tamu Selengkapnya

Aam, Pelukis Difabel Bertemu Presiden Jokowi : Momen Istimewa, Bersejarah Dalam Hidupnya

GRESIK,1minute.id – Hati Muhammad Amanatullah berbunga-bunga. Pelukis yang lahir dengan tubuh pendek itu bisa bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, 20 April 2022. Aam-sapaan-Muhammad Amanatullah pun menyerahkan karya lukisan wajah Presiden ke-7 Indonesia itu saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Baru Gresik (PBG). 

Kehadiran anggota AMFPA (Association Mouth and Foot Painting Artists/perkumpulan seni lukis kaki dan mulut) bermarkas di Eropa itu atas undangan Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. “Alhamdulillah besok (Kamis,Red) saya di undang Dinsos Gresik tepatnya di Pasar Gresik. Sda pak Jokowi (Presiden),”kata Aam dalam pesan WhatsApp kepada 1minute.id pada Rabu, 19 April 2022.

Pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 diminta untuk menyerahkan lukisannya kepada mantan Wali Kota Surakarta itu. Selama dua hari, sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu nyaris tidak bisa tidur nyenyak. Deg-degan karena bakal bertemu dengan Presiden Jokowi. 

“Perasaan sangat senang sekali bisa bertemu bapak Jokowi. Ini momen yang sangat istimewa bagi sejarah hidup saya,”kata dengan tersenyum bangga dan senang. 

Aam butuh waktu hitungan hari untuk bisa menyelesaikan lukisan wajah Presiden Jokowi memakai jas warna hitam, baju warna putih dan memakai kopyah warna hitam itu. Jokowi terlihat tersenyum.  Lukisan wajah diatas kanvas menggunakan cat akrilik begitu apik. “Pak Presiden tersenyum. Dan ucapan terima kasih,”ucapnya. 

KARYA MUHAMMAD AMANATULLAH: Lukisan wajah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo karya Aam, Pelukis Difabel dari Gresik (FOTO: Muhammad Amanatullah for 1minute.id)

Aam pemuda multitalenta. Ia terlahir dengan tubuh pendek. Kedua tangan dan kaki pendek. Namun, pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 itu tidak pernah berhenti memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia pemuda multitalenta. Mengajar ngaji bagi anak-anak di tempat pendidikan Alquran (TPQ) di kampung di Jalan RA Kartini Gang XVI Nomor 21, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Melukis dan sesekali tampil sebagai motivator secara hybrit maupun dalam jaringan (daring). Aam, panggilan akrabnya, menjadi motivator di sejumlah pertemuan di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Antara lain, di Universitas Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), tempat Aam kuliah di Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Ditemani sepeda roda tiga buatan orang tuanya, Aam tampil percaya diri. Sepeda tanpa mesin. Roda sepeda bergerak dengan dorongan dua kaki Aam yang pendek itu. Sepeda itu bergerak. “Kali terakhir Saya tampil sebagai motivator melalui zoom bersama dengan kumpulan mahasiswa Nusantara,”kata Aam dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Selasa, 21 Februari 2022.

Keterbasatan fisik tidak membuat alumnus SMP Negeri 4 Gresik itu terhenti memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi, Aam , pemuda multitalenta. Ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kebanyakan orang lainnya. 

Aam, memiliki keahlian melukis. Ia melukis dengan kakinya. Sejak 2016, Aam tergabung di dalam perkumpulan seni lukis kaki dan mulut bermarkas di Eropa. Namanya, AMFPA ( Associationof Mouth and Foot Painting Artists). “Saya satu-satunya pelukis asal Gresik yang tergabung di AMFPA,”kata Aam. 

Ditengah kesibukan itu, Aam tetap bisa menyelesaikan studinya di Jurusan PGSD UMG. Pada 25 Maret 2022  menyandang gelar sarjana. Gelar sarjana menjadi impian Aam selepas lulus di SMA Semen Gresik. Namun, kondisi keuangan keluarga membuat ia menunda meraih mimpinya itu. Ia terus berkarya serta mengajar melukis anak-anak berkebutuhan khusus di UMG. “Alhamdulillah, ada dua orang donatur yang membiayai saya sampai lulus ini,”,ungkapan dengan mengucap rasa syukur berulangkali.

Kini, Aam berusaha mewujudkan mimpinya memiliki galeri seni lukis. “Masih belum teralisasi. Lukisan belum banyak juga. Di rumah juga tidak ada tempat ,”katanya. (yad)

Aam, Pelukis Difabel Bertemu Presiden Jokowi : Momen Istimewa, Bersejarah Dalam Hidupnya Selengkapnya

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis

GRESIK,1minute.id –  Jelang lebaran 1443 H sekaligus menyongsong Golden Anniversary bulan Juli mendatang, Petrokimia Gresik membagikan 8.600 paket sembako senilai Rp 700 juta untuk masyarakat di delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan pada Rabu, 20 April 2022.  Uniknya, penerima bantuan wajib mengumpulkan sampah plastik di lingkungannya untuk ditukar dengan sembako secara gratis.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Balai Desa Roomo menjelaskan bahwa, program ini sekaligus menjadi wujud peringatan Hari Bumi, diperingati setiap 22 April.  “Dalam hal ini, kami tidak hanya memberikan bantuan sembako secara cuma-cuma, tapi juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah plastik, sehingga masyarakat bisa menikmati manfaat ganda,” ujar Dwi Satriyo.

 Melalui program ini, para penerima bantuan harus menukar lima sampah botol plastik untuk setiap paket sembako. Sampah plastik yang terkumpul kemudian akan dikelola oleh Bank Sampah binaan Petrokimia Gresik di masing-masing wilayah.

 Lebih lanjut, Dwi Satriyo mengungkapkan capaian Propernas Emas yang diraih Petrokimia Gresik akhir tahun lalu menjadi motivasi tersendiri bagi perusahaan untuk terus meningkatkan standarisasi program di bidang lingkungan. Dimana program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini menjadi salah satu implementasinya.

 “Ini merupakan aksi kecil, namun kami berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan 3R yakni Reuse (menggunakan kembali),  Reduce  (mengurangi), dan Rescycle (mendaur ulang) sampah yang masih dapat didayagunakan,”tandas Dwi Satriyo.

 Sementara itu, setiap paket sembako yang dibagikan terdiri dari 3 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 5 bungkus mi instan. Bantuan tersebut dibagikan untuk masyarakat Ngipik (495 paket), Sukorame (925 paket), Karangturi (930 paket), Karangpoh (875 paket), Tlogopojok (1.500 paket), Kroman (875 paket), Lumpur (1.500 paket) dan Desa Roomo (1.500 paket).

 Di tempat yang sama, Kepala Desa Roomo, Rusdiyanto mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik terhadap masyarakat dan lingkungan yang ada di Desa Roomo. Menurutnya, Program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini sejalan dengan program pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

 “Semoga bantuan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Karena pengelolaan sampah yang tepat itu harus dimulai dari lingkup keluarga,” ujarnya.

Ditemui terpisah, salah satu penerima bantuan, Musidah mengaku lebih termotivasi untuk mengelola sampah plastik setelah mengikuti program ini. Menurutnya, disamping melestarikan lingkungan, manfaat ekonomis yang diperoleh dengan mengelola sampah secara tepat juga cukup besar. “Saya berharap program ini bisa terus berlangsung tiap tahunnya. Sehingga kami bersama keluarga lainnya semakin termotivasi untuk peduli terhadap lingkungan” ujar Musidah.

 Sebelumnya, menjelang Ramadan tahun ini, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan senilai Rp 612 juta untuk 85 masjid dan musala, serta 50 pondok pesantren dan panti asuhan di sekitar perusahaan. Selanjutnya, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Petrokimia Gresik juga telah menyalurkan bantuan kepada 1.486 mustahik yang ada di sekitar perusahaan senilai Rp 278,35 juta. 

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik sebagai anggota holding Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan maupun charity. “Kemajuan perusahaan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Komitmen ini akan terus kami tingkatkan dan wujudkan melalui berbagai program, khususnya menjelang peringatan 50 tahun perusahaan tahun ini,” pungkas Dwi Satriyo.(yad)

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis Selengkapnya

Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam

GRESIK,1minute.id –  Panitia Sanggring Kolak Ayam mematangkan kegiatan tahunan. Kegiatan tahunan setiap 23 Ramadan. Tahun ini, Sanggring Kolak Ayam ke-497 akan digelar pada Ahad, 24 April 2022. Tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) dipusatkan di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini diprediksi bakal lebih ramai dibandingkan dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

Selama dua tahun pengunjung tradisi yang nyaris menyentuh 5 abad ini dibatasi bertujuan mencegah persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sehingga, Kolak Ayam hanya dibagikan kepada warga Desa setempat. “Tahun ini untuk umum. Tetapi, tetapi mematuhi protokol kesehatan,”kata Didik Wahyudi, salah satu panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 dikonfirmasi 1minute.id pada Ahad, 17 April 2022.

Tahun ini, panitia akan memasak 530 porsi Kolak Ayam. “Satu porsi bisa untuk 20 orang sampai 25 orang,”terang Didik.  Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter. “Kami sediakan lebih banyak dari tahun lalu,”katanya. Dua tahun belakangan panitia menyediakan 250 porsi sampai 350 porsi. Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.  

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini. 

KOLAK AYAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam melayani warga menu Kolak Ayam sebelum mendapatkan kuah dengan wadah ember pada peringatan.( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.  Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem  mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam Selengkapnya

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan

BANYUWANGI, 1minute.id- Rumah Adat Osing tertata rapi. Saling berhadap-hadapan. Rumah adat itu berbahan  dari kayu. Tembok dari anyaman bambu. Gebyok dan pagar rumah terbuat kayu. Bentuk bangunan nyaris sama satu sama lainnya. Jalannya resik. Suasana di kampung Rumah Adat Osing itu terasa nyaman. Ayem. Sanusi, 89 tahun salah satu penghuni rumah adat Osing itu. Kakek 6 cucu itu tinggal bersama istrinya yang terkena stroke.  Pasutri itu duduk di gang kecil di samping rumah pada Sabtu, 19 Maret 2022.

RAMBU : Arah petunjuk jalan menuju rumah adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Istri Sanusi mengunyah susur. Sanusi menikmati ngudut. Sanusi dengan ramah mempersiapkan wartawan  1minute.id  dan tujuh wartawan lainnya masuk ke dalam rumah. “Saya buka kan pintu depan dulu ya,”kata bapak 4 anak dan 6 cucu itu.  Namun, delapan wartawan, termasuk 1minute.id mengikuti Sanusi masuk lewat pintu samping rumah. Lewat dapur.

Dapur rumah Sanusi ukuran sekitar 4 meter persegi. Dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (ghedek). Sinar matahari bisa menerobos masuk lewat lubang anyaman bambu.  Perkakas dapur alami. Kompor menggunakan kayu bakar. Lantai plesteran semen. Tapi, dapur terlihat bersih. Tidak ada perkakas berserakan. Apalagi belum di cuci. “Tadi Saya masak. Ayo makan,”ajak Sanusi.

PENDUDUK ASLI : Sanusi dan istrinya duduk santai di gang sempit samping rumahnya di kampung Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi masak sendiri karena istri belum pulih kesehatan akibat serangan stroke. Sehari-hari, Sanusi bertani. Selain tandur, merawat istri. Karena anak dan cucu tidak tinggal satu rumah dengan Sanusi. Setelah menunjukkan kondisi dapur, Sanusi masuk ruang utama. Di ruang utama itu, terdapat sekat kamar tidur dan meja tamu. Untuk menerangi ruang tamu, Sanusi membuka pintu depan rumah. “Kalau dinding kamar kayunya lama. Kayu jenis Tanjang. Kayu hutan,”jelasnya. 

BERSIH : Ini bagian dapur rumah Sanusi di kampung adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi, penduduk asli  Dusun Kedaleman, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju kampung ini, wisatawan menyusuri kampung kemudian menyeberangi jembatan dan jalan menanjak. Suasana masih asri. Sehingga terasa nyaman karena rindang mesti terik matahari. 

Dalam prasasti yang ditulis di sebuah lembar papan kayu dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris ) disebutkan Kemiren dari kata Kemiri dan Duren. Dahulu banyak bumbu pohon Kemiri dan Durian. Desa Kemiren dihuni oleh masyarakat suku Osing-suku asli Banyuwangi. Atau sisa masyarakat Blambangan. 

SEJARAH SINGKAT: Prasasti tertulis di selembar kayu menceritakan tentang sejarah Desa Kemiren yang terdapat rumah Adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Desa pertama bernama Walik menjabat pada 1657. Desa Kemiren milik banyak keunikan mulai dari Adat, tradisi, kesenian, kuliner hingga pola hidup masyarakat yang masih dijaga masyarakat setempat. 
Sanusi berpesan kepada anak-anak muda untuk menjaga tradisi dan tidak neko-neko.  “Hidup lah yang jujur. Jujur itu tidak ada masanya,”katanya dengan bahasa Osing. (yad)

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan Selengkapnya

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi 

BANYUWANGI,1minute.id – Pemerintah membuka kran mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 Masehi. Kesempatan bagi pengelola wisata untuk menarik wisatawan setelah 2 tahun pemerintah melarang mudik lebaran karena pandemi.  Pengelola destinasi wisatawan berlomba menarik wisatawan. Kalau Anda belum  punya agenda mlaku-mlaku mengunjungidestinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur bisa mengunjungi Kampung Osing dan Bangsring Underwater. Dua destinasi ini menawarkan sensasi dan cerita berbeda. 

1. Bangsring Underwater    

BERCENGKRAMAH : Wartawan 1minute.id ketika melakukan snorkeling di Bangsring Underwater, Banyuwangi pada Jumat, 18 Maret 2022 (Foto for 1minute.id)

Destinasi wisata ini lokasinya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.  Bangsring Underwater (Bunder) adalah wana wisata. Wisata buatan yang melestarikan biota laut sehingga menjadi tempat snorkeling yang menyajikan sensasi pberbeda. Pengunjung bisa bermain dan seakan bisa “bercengkrama” dengan biota laut.

Ikan-ikan berbagai jenis dan ukuran yang setia menyapa penyelam yang membawa makanan. Apa makanan Ikan di Bunder? Ikan dibawah Rumah terapung sekitar 300 meteran dari bibir pantai sangat menyukai roti. Sejenis roti tawar. Roti itu cukup di genggam ketika wisatawan melakukan snorkeling. Sedikit demi sedikit roti disebar ratusan bahkan ribuan jenis ikan mendatangi. Ikan-ikan itu seakan mengajak penyelam bercengkramah. Suatu sensasi menyenangkan.     

Penyelam bisa mengabadikan kegiatan di dalam pantai itu menggunakan kamera bawah laut atau menggunakan bantuan pemandu wisata. Destinasi Bunder Banyuwangi  menjadi tempat alternatif berkunjung kembali berada di Banyuwangi. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang bisa menikmati pemandangan bawah laut di Bunder ini. Tentu harus memakai pelampung dan pemandu wisata.      Ditempat ini wisatawan bisa juga memesan degan atau makan. Wisatawan merasa dimanjakan disini.

SPOTFOTO : Salah satu spotfoto di Bangsring Underwater pada Jumat, 18 Maret 2022 ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Wartawan 1minute.id telah mengunjungi  Bunder  sebelum Ramadan 1443 Hijriah, tepatnya. 18-19 Maret 2022. Tiba lokasi sekitar pukul 08.30. Pagi itu, Bunder masih lengang. Sinar matahari tidak terlalu menyengat. Air pantai sangat jernih. Setelah ganti sewa pelampung kemudian naik perahu 5 menit menuju rumah terapung tempat snorkeling. Potensi Bunder sebenarnya dimiliki di Kabupaten Gresik. Tepatnya, di Pulau Bawean. Biota laut juga elok.  Seperti Pantai Noko Selayar, tempat favorit bagi penggemar snorkeling. (bersambung/yad)

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi  Selengkapnya

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam

GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di setiap masjid dan musala di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak awal bulan suci Ramadan.  Anak-anak khusyuk Salat. Salat rawatib maupun Salat sunah.  Salat Tarawih, misalnya. 

Bocah-bocah polos itu ada yang didampingi orang tuanya. Ada juga tanpa didampingi orang tua ketika Salat.  Nah, pemandangan beda dari hari biasanya sebelum bulan puasa adalah ketika Salat anak-anak itu menenteng sebuah buku. “Tugas dari sekolah. Minta tanda tangan imam Salat Tarawih,”ujar Muhammad Rifky pada Jumat, 8 April 2022. 

TANDA TANGAN IMAM SALAT : Sejumlah siswa sekolah dasar meminta tanda tangan imam masjid usai Salat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Gresik pada Jumat, 8 April 2022 ( FOTO:

Apa saja isi buku yang dibawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru (Mugeb) itu? Lembar buku itu isinya tentang kegiatan harian siswa selama bulan puasa. Diantara, siswa harus menuliskan kegiatan Ramadan mulai hari ke-1 sampai hari ke-30. Selama sebulan, berapa kali khatam alquran, amalan istimewa sampai tentang sahur. Semuanya diisi sendiri.

Sehingga siswa belajar tentang kejujuran. Untuk aktivitas Salat berjamaah siswa harus meminta tanda tangan imam. Begitu Salat selesai anak-anak bersemangat “berburu” tanda tangan imam. Pemandangan itu bisa terlihat di Masjid Agung Gresik usai Salat Tarawih. (yad)

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam Selengkapnya