1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana 

GRESIK,1minute.id – Hariyono, Kepala Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik semringah.  Pria 57 tahun bahagia karena telah lulus setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada Rabu, 23 Juli 2025, Hariyono di wisuda di atrium Gressmall Gresik.

Hariyono tidak sendirian. Ia bersama 1.664 wisudawan lainnya telah mengantongi ijazah. Ribuan wisudawan itu adalah peserta program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah alias JAKETKU. Program ini diluncurkan oleh Pemkab Gresik sejak 2022 lalu. Ribuan wisudawan program Jaketku itu, rinciannya, paket A (setarah Sekolah Dasar/SD) 40 wisudawan, paket B (setara SMP) 311 orang g dan paket C (setara SMA) sebanyak 1.313 wisudawan. Mereka mengikuti pendidikan di sebelas pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kegiatan wisuda yang dirangkai, Apresiasi Program JAKETKU 2025, tersebut mengusung tema “Meretas Ketertinggalan, Menuju Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera” sekaligus soft launching “JAKETKU BERCERITA” tentang kaledioskop perjalanan meretas pendidikan yang terputus. 

Hariyono, alumnus PKBM di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, tempat ia mengabdi sebagai Kepala Desa. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi semangat Hariyono dalam menimba ilmu, disela kesibukan sebagai Kepala Desa. “Semangat Pak Hariyono patut di contoh dan merupakan inspirasi bagi yang lain. Usia tak membatasi orang untuk terus belajar, semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Program Jaketku, salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang diluncurkan pada 2022. Program ini membuka jalur pendidikan alternatif bagi warga yang putus sekolah, baik anak-anak maupun orang dewasa. “Kami ingin agar putus sekolah tidak berdampak buruk bagi masa depan anak-anak Gresik, sekarang program ini terus berkembang. Bahkan kini ada Jaketku Plus yang memuat pelatihan wirausaha untuk 15 pengrajin, dan kita juga akan bekerja sama dengan Universitas Gresik dan Disnaker untuk program beasiswa sarjana,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Prosesi wisuda berbeda dengan wisuda pada umumnya. Wisudawan Program Jaketku ini, tidak memakai toga dan baju wisuda. Wisudawan hanya memakai setelah baju putih dan bawah hitam. Meski begitu prosesi wisuda tetap khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian menyerahkan ijazah secara simbolis kepada perwakilan wisudawan. Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani tidak lupa memberikan motivasi kepada para wisudawan untuk tidak lelah terus belajar. 

Untuk wisudawan Paket C, ijazah diserahkan kepada Hariyono untuk diteruskan kepada wisudawan lainnya. Usai acara itu dilanjutkan dengan acara  Apresiasi JAKETKU dan Soft Launching “JAKETKU BERCERITA”

Sementara itu, Hariyono mengaku terharu dan bangga. Menurutnya, Ijazah Paket C diakui oleh pemerintah dan memiliki fungsi serta kegunaan yang sama dengan ijazah SMA formal. “Sebagai kepala desa, menyelesaikan kejar paket C memiliki makna yang dalam. Di antaranya, menjadi contoh bagi masyarakat, meningkatkan kredibilitas, serta motivasi untuk melanjutkan pendidikan,” kata bapak tiga anak itu penuh semangat.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gresik yang telah menginisiasi program tersebut. Dirinya, berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. “Jika ada rezeki lebih, dan diberikan kesempatan oleh Allah SWT, Saya memiliki tekad untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semoga program ini menjadi contoh untuk daerah lain,” pungkasnya. (yad)

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana  Selengkapnya

Beri Avita Prasetiya, Ketua PGRI Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Dorong PGRI Mentranformasi Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik memiliki nakhoda baru. Ia adalah Beri Avita Prasetiya. Beri, sapaan akrab Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik ini terpilih melalui Konferensi Kabupaten (Konkab) XXIII PGRI Kabupaten Gresik pada Juni 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik pengurus PGRI Gresik periode 2025-2030 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 23 Juli 2025. Kegiatan itu tak hanya menjadi momen penguatan organisasi profesi guru, tetapi juga ruang bersama untuk menegaskan komitmen kolektif bahwa pendidikan Gresik harus terus bergerak maju, lebih merata, dan bermakna.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan harapannya agar PGRI tetap menjadi kekuatan moral dan profesional yang konsisten memperjuangkan nasib guru, sekaligus terus memperhatikan mutu pendidikan di Gresik. “Tahun 2026, anggaran pendidikan kita hampir menyentuh angka Rp 1,26 triliun. Tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kualitas lulusan siswa-siswi kita,” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ratusan pasang mata mayoritas adalah guru se-Kabupaten Gresik menyaksikan prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat itu. Mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan membagi pengalaman tatkala mengunjungi SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada Selasa, 22 Juli 2025.

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengaku terkesan dengan sistem pendidikan yang berjalan di sana. “Sekolah ini hanya menerima 200 murid setiap tahun, dan seluruhnya berasal dari keluarga desil 1. Hebatnya, 98 persen lulusannya diterima di universitas terbaik nasional dan internasional. Ini yang juga harus menjadi target kita,” ujar Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Ia  juga menyampaikan bahwa pada 30 Juli 2025 mendatang, Gresik akan meluncurkan Sekolah Rakyat sebagai wujud komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan. “Kita bisa menata pendidikan yang lebih baik jika semua pihak kompak. Jangan lagi ada cerita bahwa kualitas pendidikan anak-anak Gresik tertinggal. Mari kita perbaiki bersama, demi menyongsong Generasi Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gresik terpilih Beri Avita Prasetiya, menegaskan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi rumah besar bagi guru di seluruh Indonesia, termasuk di Gresik.

“Mulai dari tingkat ranting hingga nasional, PGRI hadir sebagai tempat menyalurkan aspirasi, mengasah kompetensi, dan memperkuat solidaritas antarguru. Kepada seluruh pengurus yang hari ini dilantik, saya mengajak untuk membangun PGRI Gresik yang lebih bermartabat melalui semangat kebersamaan,” ujar Beri yang juga Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik itu.

Acara yang dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Djoko Adi Walujo, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik juga disertai dengan pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten Gresik, yakni Nurul Haromaini Ali Ahmad Yani. Selama lima tahun ke depan, Ning Nurul akan mengemban amanah dalam memberikan dukungan moral, motivasi, dan keteladanan bagi para guru.(yad)

Beri Avita Prasetiya, Ketua PGRI Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Dorong PGRI Mentranformasi Pendidikan  Selengkapnya

Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik beriktiar mewujudkan ekosistem Sekolah Rakyat yang mumpuni. Untuk mewujudkan tekad itu, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif “menyekolahkan” kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama Sekolah Rakyat Gresik ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik direncanakan mulai masuk asrama pada akhir Juli 2025. Sebelum proses pembelajaran dimulai, Pemkab Gresik  melakukan studi tiru untuk menerapkan konsep pendidikan CT Arsa Foundation itu.

Gus Yani-dokter Alif, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif ikut mendampingi para guru Sekolah Rakyat ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo itu pada Selasa, 22 Juli 2025. SMA Unggulan CT Arsa Foundation adalah sekolah inklusif berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan semua biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, konsep pendidikan CT Arsa sangat relevan untuk diterapkan di Sekolah Rakyat Gresik melalui pendidikan yang berkualitas dan terstruktur.“Sebagai persiapan, kami ajak kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama untuk melihat langsung bagaimana CT Arsa Foundation telah berjalan sejak tahun 2018. Satu angkatan diisi 200 siswa dari keluarga kurang mampu, dan setelah lulus mereka banyak yang diterima di universitas terbaik nasional maupun luar negeri, dengan beasiswa penuh. Hal ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Diketahui, Kabupaten Gresik menjadi daerah pertama yang melakukan benchmarking ke CT Arsa Foundation dalam upaya memberikan pendidikan berkualitas bagi Sekolah Rakyat Gresik.

“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat Gresik dapat melaksanakan dan mengimplementasikan program prioritas presiden, yaitu memutus rantai kemiskinan keluarga mereka melalui pendidikan terbaik dan berkualitas. Ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua saat berkunjung ke CT Arsa Foundation,” katanya. 

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung proses belajar-mengajar, fasilitas laboratorium, asrama, hingga sarana makan bersama. Pendekatan yang holistik ini diharapkan dapat diterapkan di Gresik.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Unggulan CT Arsa Foundation Usdiyanto mengapresiasi dan optimistis langkah Pemkab Gresik untuk menciptakan pendidikan berkualitas di Sekolah Rakyat Gresik.  “Luar biasa perhatian Bupati, Wakil Bupati seluruh jajaran kekuatan luar biasa, tidak banyak sekolah mendapatkan perhatian begitu serius dan secepatnya, saya optimis dukungan Bupati, Wabup seluruh jajaran sekolah Rakyat di Gresik akan sukses,” puji Usdiyanto.

Seperti diberitakan, Sekolah Rakyat di Gresik akan mulai masuk asrama pada 30 Juli 2025. Sebanyak 75 murid akan belajar sekolah berasrama di sekolah rakyat Gresik.Pemkab Gresik memanfaatkan bangunan sekolah eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik untuk Sekolah Rakyat Gresik. Fasilitas asrama, kamar, lingkungan sekolah sudah siap. Tahun depan akan dibangunkan sekolah rakyat Gresik di bumi perkemahan Raci Tengah Sidayu. Sudah ada masjid dan asrama tahun depan. (yad)

Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran

GRESIK,1minute.id – Tekad UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional sudah bulat. Sejumlah kegiatan dilakukan oleh sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil, Gresik pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan antara lain, penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menggelar penyuluhan Anti Narkoba dengan menghadirkan penyuluh dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik.

Seluruh siswa baru atau 764 siswa kelas VII yang masih memakai seragam sekolah dasar, masing-masing yakni merah-putih; hijau-putih dengan antusias mengikuti paparan tim konselor dari BNNK Gresik, antara lain, Etarina Agustin dan Astutik. “Jadilah pelajar yang penuh prestasi, berperilaku positif dan berkegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang tua,” kata Eterina Agustin, konselor Adiksi dari BNNK Gresik. 

“Hindari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, merokok, minuman keras dan narkoba. Hati hati dalam bergaul carilah teman yang baik dan benar sehingga kalian akan terhindar dari narkoba,” imbuhnya. 

Usai penyuluhan, sejumlah guru dipimpin langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melakukan studi tiru dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman alias MoU dengan SMK Negeri 2 Buduran Sidiarjo.

Menurut Mohammad Salim, penyuluhan anti narkoba untuk siswa baru, salah satu bentuk kegiatan ramah anak yang diterapkan oleh sekolah. “Tujuannya untuk menanamkan sedari dini bahaya narkoba kepada murid baru dalam mengawali tahun ajaran baru,” ujar Salim pada Senin, 21 Juli 2025.

Sedangkan, studi tiru ke SMK Negeri 2 Buduran, Sidoarjo yang dilakukan oleh guru dengan materi meliputi sekolah bebas bullying dan peduli terhadap keberlanjutan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan. “SMK Negeri 2 Bunderan berstatus SRA Provinsi dengan nilai A tentang peningkatan kualitas sekolah ramah anak secara pembelajaran dan layanan menuju Sekolah Aman, Nyaman dan Menyenangkan untuk murid,” terang Salim. 

Dalam studi tiru, para guru Spenda Gresik disambut oleh Kepaka SMK Negeri 2 Buduran Hj. Mariya Ernawati, Waka Kesiswaan, Humas dan Sarana Prasarana itu dilanjutkan dengan 

MoU. Seperti diberitakan sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional. Sepuluh sekolah itu antara lain, UPT SMP Negeri 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk jenjang SMP Negeri. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran Selengkapnya

10 Sekolah di Gresik Mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. Lembaga pendidikan itu, antara lain, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

“Mohon doanya, kami bisa masuk Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025. Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini menghadirkan Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.

Pada 23 Septembet 2023, sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil,  Gresik ini telah mendeklarasikan menjadi sekolah ranah anak. Saat itu, deklarasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik periode 2020-2024 Aminatun Habibah. Seluruh siswa mulai kelas VII sampai IX ikut deklarasi. 

Sejak saat itu, sekolah yang memiliki kantin Halal dan menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang pertama di Gresik ini, menjadi salah satu sekolah ramah anak di Kabupaten Gresik. Setelah, hampir dua tahun, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik mengusulkan Spenda Gresik untuk naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional. “Semoga terwujud pelayanan dalam lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” katanya. (yad)

Berikut 10 lembaga pendidikan di Gresik yang mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional:

1. UPT SMP Negeri 1 Gresik

2. UPT SMP Negeri 2 Gresik

3. SMP Mambaul Ulum, Kebomas, Gresik 

4. MTs Negeri Gresik, Desa Metatu, Benjeng, Gresik 

5. MTs Assa’adah 1 Bungah, Gresik 

6. SD Muhammadiyah Manyar, Gresik 

7. MI Negeri 1 Gresik, Desa Kedungsekar, Benjeng, Gresik 

8. MI Assa’adah Bungah, Gresik

9. MA Negeri 1 Gresik, Bungah, Gresik 

10. MA Negeri 2 Gresik, Desa Metatu, Benjeng, Gresik

(Data Dinas KBPPPA Gresik)

10 Sekolah di Gresik Mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional Selengkapnya

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa SMA Sekolah Rakyat dijadwalkan memasuki asrama pada Rabu, 30 Juli 2025 mendatang. Mereka menempati gedung eks SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Gedung yang digunakan telah dilengkapi dengan 3 ruang kelas, 2 ruang asrama putra, 3 ruang asrama putri, asrama guru, 1 ruang guru dan tenaga pendidik, serta laboratorium penunjang pembelajaran lainnya. Setiap kelas terdiri dari 25 siswa. Para siswa berasal dari keluarga prasejahtera dan akan dibina secara intensif di lingkungan pendidikan berasrama. 

Untuk menunjang proses belajar-mengajar, telah disiapkan 17 guru dan 10 tenaga kependidikan yang akan mendampingi siswa secara penuh. Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjadi model percontohan nasional. “Sekolah Rakyat Kabupaten Gresik harus lebih baik dari kabupaten lain,” tegas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025.

Rekor diikuti antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh. Tekad Pemkab Gresik menjadikan Sekolah Rakyat menjadi percontohan sangat kuat. Bahkan, pemkab Gresik berencenakan “menyekolshkan” calon guru bagi siswa sekolah rakyat ke sekolah unggulan. Tujuan memperkaya wawasan dan menyiapkan kurikulum serta sistem pengelolaan sekolah yang unggul. 

“Seluruh guru Sekolah Rakyat untuk mengikuti studi banding ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi rujukan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inspiratif dan berkualitas di Kabupaten Gresik,” kata Fandi Akhmad Yani.  

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, Sekolah Rakyat, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Program Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sampai tanggal 30 Juli saja, tetapi kita harus terus mengawal program ini serta mendidik para siswa hingga sukses,” ujar dokter Alif, panggilan akrab Asluchul Alif. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gresik memperhatikan empat aspek utama, yaitu kebutuhan makan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. 

Selain kebutuhan siswa selama tinggal di asrama yang sepenuhnya ditanggung, keluarga siswa juga akan mendapatkan bantuan modal usaha guna mendukung kemandirian ekonomi mereka. “Fokus kita tidak hanya dari sisi bantuan sosial, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” imbuh Asluchul Alif. 

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, program ini juga didukung penuh oleh Kementerian Sosial, yang menyediakan seluruh kebutuhan siswa selama di asrama, termasuk laptop dan perlengkapan pribadi. “Siswa masuk asrama tanpa membawa barang apa pun karena semua sudah disediakan oleh Kementerian Sosial,” terang Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh.

Program Sekolah Rakyat juga sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pendidikan, dalam penyelesaian masalah kemiskinan.

Sebagai bagian dari pengembangan program, tahun depan Kementerian Sosial bersama Pemkab Gresik merencanakan pembangunan unit Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Melalui Sekolah Rakyat jenjang SMA dan pengembangannya ke jenjang SD dan SMP, Pemkab Gresik meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan inklusif serta penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (yad)

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan KBPPPA Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik dan Dinas KBPPPA Gresik menggelar  Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025. Sosialisasi di sekolah yang menyandang predikat Sekolah Ramah Anak (SRA) itu, menghadirkan pembicara antara lain, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.

Kegiatan ini diikuti 75 siswa kelas IX dan guru di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Sosialiasi yang dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik A. Syifaul Qulub dan Ketua PGRI Gresik Bari Afita. Dan, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim.

Pada kesempatan itu, Nurul Haromaini Ali menjlentrehkan panjang lebar bagaimana cara Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di sekolah. Ning Nurul, sapaan akrabnya, menerangkan mulai definisi dan bentuk, dampak, Hak-Hak Perempuan dan Anak, Tanda-tanda Kekerasan, Cara Melaporkan Kekerasan hingga Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. 

Penyampaian dengan bahasa “keibuan” yang lemah lembut, penuh kasih sayang, dan perhatian dan mudah dipahami itu membuat siswa antusias mengikuti acara yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIB itu. Nurul Haromaini Ali mengatakan, banyak bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Bentuk-bentuk kekerasan seperti fisik, emosional, seksual, dan penelantaran,” kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. 

FOTO BARENG : Pembicara dan peserta Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025 ( FOTO: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Ia berharap sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang anti kekerasan pada perempuan dan anak. “Mari kita bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan peduli terhadap kelompok rentan,” kata sarjana Ilmu Komunikasi Unair Surabaya ini.

Terpisah, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, sosialisasi ini diharapkan anak-anak mampu memilih teman dan hindari hal-hal negatif dan bermedia sosial dengan bijak,” kata Salim usai acara pada Jumat, 18 Juli 2025.

Pendidikan di keluarga, kata Salim, berperan penting dalam membentuk karakter anak, seperti nilai dan motivasi dari keluarga dapat pendidikan di keluarga sangat penting untuk membentuk anak menjadi pribadi yang baik, berpengetahuan, dan berkarakter.

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak menjadi sangat penting bagi Spenda Gresik karena sedang berjuang untuk mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. Di Gresik, kata Salim, ada sepuluh lembaga yang diusulkan mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. “Mohon doanya, kami bisa masuk Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional,” kata Salim. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan KBPPPA Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak  Selengkapnya

Renovasi Gedung Sekolah Rakyat Dikebut, Wabup Gresik : KBM Dimulai sebelum HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Renovasi gedung sekolah rakyat memasuki hari kesebelasan. Pekerjaan renovasi yang dikerjakan oleh Nidya Adhi KSO (kerjasama operasi) diestimasikan rampung sebelum HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Perkembangan proses renovasi gedung Sekolah Rakyat itu menjadi salah satu prioritas perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyatakan, sekolah rakyat akan dibuka pada Agustus 2025 nanti. 

“Ini merupakan hari kesebelas renovasi yang dilakukan oleh Nindya Adhi KSO. Alhamdulillah dikerjakan dengan baik. Insya Allah sebelum tanggal 17 Agustus, pembangunan atau renovasi sudah selesai,” harap dokter Alif, sapaan Asluchul Alif pada Senin, 14 Juli 2025. Selain pekerjaan renovasi, ia melanjutkan, nantinya juga akan ada perabot lengkap dari pihak Nindya Adhi KSO. Ia berharap pada Agustus nanti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat dapat segera dimulai agar tidak mundur lagi.

“Untuk siswa-siswi Sekolah Rakyat sudah siap, ada sebanyak 75 siswa kelas 1 SMA dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) tiga kelas,” ungkapnya.

Wabup juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan renovasi Sekolah Rakyat. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Sosial dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang disambut antusias oleh masyarakat.

“Kehadiran Sekolah Rakyat akan memberikan harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin Desil 1 (miskin ekstrem) di Kabupaten Gresik untuk tetap menatap masa depan dan mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan,” tegasnya.

Sebelum meninggalkan Kecamatan Sidayu, suami dari dr. Shinta Puspitasari ini juga meninjau pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon siswa Sekolah Rakyat yang diinisiasi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan di UPT Puskesmas Sidayu.

“Melalui Sekolah Rakyat, bukan hanya membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan adanya cek kesehatan sebelum mengikuti proses pembelajaran, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan hidup yang lebih sejahtera bagi anak-anak Indonesia,” katanya. (yad)

Renovasi Gedung Sekolah Rakyat Dikebut, Wabup Gresik : KBM Dimulai sebelum HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat

GRESIK,1minute.id – Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto akan meresmikan 100 Sekolah Rakyat, antara lain, Kabupaten Gresik pada akhir Juli 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menandatangani perjanjian pinjam pakai aset dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025.

Penandatanganan ini bagian dari kerja sama Kemensos dengan 43 institusi mitra, dalam mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas nasional Sekolah Rakyat. Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan akses pendidikan setara dan inklusif. Khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir dan menandatangani perjanjian pinjam pakai lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pendirian Sekolah Rakyat. Lahan ini berlokasi di eks gedung UPT SMPN 30  Sidayu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik kesepakatan ini. Juga siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat. Ini sebagai bagian dari strategi mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah. “Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat ini. Di Gresik, pembangunan infrastruktur sekolah telah menunjukkan progres signifikan. Kami targetkan pada akhir Juli mendatang, bangunan sekolah sudah siap digunakan. Selanjutnya tahun ajaran 2025/2026 bisa segera dimulai,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan, penandatanganan pinjam pakai lahan ini merupakan bukti nyata dari komitmen luar biasa bupati terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

“Dengan penandatanganan pinjam pakai lahan bekas gedung UPT SMPN 30 Sidayu ini menunjukkan bahwa ada komitmen yang luar biasa dari bapak bupati. Khususnya dalam melaksanakan Program Sekolah Rakyat ini di Gresik. Karena bapak bupati menginginkan adanya perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat Gresik, terutama akses pendidikan bagi anak-anak,” pungkasnya.

Pemkab Gresik sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada para orang tua dan calon siswa, untuk memastikan pemahaman dan partisipasi publik terhadap program ini. Sosialisasi tersebut menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar inisiatif pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen transformasi sosial yang penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan inklusif, Pemkab Gresik berkomitmen menjadikan Sekolah Rakyat sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya. Upaya itu melalui pendidikan berkualitas dan penuh keberpihakan terhadap yang membutuhkan. 

Konsep Sekolah Rakyat yang bakal Luncurkan oleh Presiden Prabowo menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia , pendidikan, tempat tinggal atau asrama dan makan tiga kali sehari. Biaya pendidikan ditanggung oleh negara. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat Selengkapnya

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning 

GRESIK,1minute.id – Tahun Ajaran baru akan dimulai pekan depan, tepatnya mulai 14 Juli 2025 nanti. Namun, tenaga pendidik (tendik) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik sudah sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut siswa baru dan siswa kelas VIII & IX. 

Seperti apa kesibukan 30 guru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim mengatakan, selain pelayanan sistem penerimaan murid baru (SPMB), selama libur sekolah guru-guru justru banyak kegiatan di antaranya, pelatihan dan ujian Google Workpace level 2, persiapan visitasi penilaian SRA, dan worshop Deep Learning.

Pada Selasa, 8 Juli 2025 seluruh guru menjalani workshop Pembelajaran Mendalam alias Deep Learning. Pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi guru ini bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FTK UINSA) Surabaya. “Ada lima dosen FTK yang menggembleng para guru selasa dua hari (Selasa dan Rabu,Red),” ujar Mohammad Salim pada Selasa, 8 Juli 2025.

Sebanyak delapan materi dalam pelatihan  pembelajaran mendalam bagi guru, yakni, Pengantar Pembelajaran Mendalam ; Desain Pembelajaran ; Strategi Pembelajaran Mendalam based learning, problem-based learning, dan inquiry-based learning dan Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Mendalam Bagaimana menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran mendalam, seperti menggunakan aplikasi, perangkat lunak, dan sumber daya online.

Kemudian, Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis ; Pengembangan Keterampilan Kolaborasi; Pengembangan Keterampilan mengajar ; serta Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran Mendalam. Pelatihan dilaksanakan lima sesi mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.30 WIB.

“Saya selaku kepala sekolah berterima kasih atas kerjasama UINSA Surabaya yang mengerahkan 5 Dosen, tim terbaiknya untuk berbagi pengalaman praktik baik dalam implementasi kurikulum merdeka di Spenda semoga MoU pendampingan ini terus berkembang menjadi barometer bagi peningkatan kompetensi guru kami,” kata Salim. 

Setiap sesi pemateri berbeda. Lima pemateri itu, adalah Dr Siti Asmaiyah ; Dr Irma Soraya, Ana Nurul Laila , Rakhmawati dan Hilda Izzati Madjid. Seluruh guru sangat antusias mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini. “Saya sangat senang sekali. Materi pelatihan sangat bagus dan tepat sasaran untuk mengangkat spirit peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital yang interaktif,” kata Hanik, Guru IPA di Spenda Gresik. (yad)

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning  Selengkapnya