STIAMAK Barunawati Berbagi Strategi Bisnis Kepada 25 UMKM Pabean Cantikan

SURABAYA,1minute.id – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya semakin getol berbagi pengetahuan tentang bisnis. Kali ini, kewajiban akademik dalam pengabdian masyarakat (Pengmas) dikemas dalam bentuk sharing session dengan 25 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya.

Tema yang dipilih, Pelatihan Kewirausahaa dan Strategi Bisnis UMKM 2022. “Kami hadir disini dalam rangka melaksanakan kewajiban akademik Tri Dharma perguruan tinggi berupa pengabdian masyarakat,”kata Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr. Sumarzen Marzuki, M.MT dalam sambutan pembukaan di hadapan 25 UMKM di Kecamatan Pabean Cantikan Kota Surabaya pada Selasa, 14 Juni 2022.

Sumarzen menyampaikan terima kasih atas kerja sama dari pihak Kecamatan Pabean Cantikan dan pelaku usaha UMKM. “Semoga kehadiran kami memberikan manfaat,”tambah Sumarzen.

Dalam pelatihan ini, beberapa materi disampaikan para dosen dan mahasiswa STIAMAK Barunawati Surabaya. Diantaranya, Moh. Fail. Dosen Etika Bisnis ini mengajarkan kepatuhan pada undang-undang dan peraturan bisnis. “Mulai dari rencana bisnis, proses bisnis sampai tercapainya tujuan bisnis,”kata Fail yang juga Kepala Bagian Humas,  Marketing dan Kerja sama STIAMAK Barunawati Surabaya ini.

Menurut mantan Ketua Umum Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) tersebut, etika bisnis dimulai dari kepribadian masing-masing. Jujur dan bertanggung jawab. “Kegiatan bisnis jangan mengganggu lingkungan. Misalnya kebocoran limbah bau tidak sedap, suara bising atau limbah cair dibuang sembarangan,”kata Fail. Etika bisnis lanjut mantan wartawan Jawa Pos Group tersebut, mengajarkan bisnis yang menguntungkan, menguatkan kepercayaan pelanggan dan barokah. 

Narasumber lain, Kabag Kemahasiswaan Mudayat menyampaikan Strategi Bisnis UMKM. “Modal utama kita, semangat dan berani. Terus berinovasi dan terus berani mencoba hal-hal baru,”kata Mudayat. Strategi marketing, katanya , sanggup belajar dari setiap peristiwa dan setiap masalah. “Memahami kebutuhan pasar, membangun komunikasi pasar dan merawat pasar. Di pasar ada kompetitor. Tapi mereka bukan musuh. Jadi tidak perlu buang energi berhati buruk kepada orang lain,”ujar Mudayat.

Sementara dua mahasiswa masing-masing Muhammad Yusuf Andi Baharuddin dan Fina Idatul Umah menyampaikan materi Digital Marketing. “Digital marketing sekarang ini telah menjadi tren penjualan produk barang dan jasa, praktis, cepat dan efisien,” kata Fina.

Disampaikan juga trik dan tips menjual barang secara online. Mulai dari kecerdasan membikin profil produk, pemilihan medsos, tepat dalam membidik pasar sampai pasang iklan. 

Sementara itu, Camat Pabean Cantikan Muhammad Januar Rizal mengapresiasi pengabdian STIAMAK kepada UMKM di wilayahnya. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Para pelaku usaha UMKM bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang strategi bisnis,”kata Rizal-panggilan akrab Muhammad Januar Rizal. 

Menurut Rizal, pihaknya terus mendorong semua warganya untuk giat berbisnis. Menggali potensi keunggulan di setiap kelurahan di wilayahnya. “Kami terus menggali potensi pada setiap kelurahan. Kami punya kampung sandal di Nyamplungan, ada karya handycraft, batik Bonek dan lain-lain. Kami sedang mencari tempat untuk display dan promo produk karya warga Pabean Cantikan,” katanya. 

Para peserta dan camat Pabean Cantikan menginginkan kegiatan tersebut bisa dilanjutkan dalam bentuk pendampingan UMKM secara langsung. “Akan kami pertimbangkan dan akan kami bicarakan di kampus,” kata Ketua LPPM STIAMAK Barunawati Surabaya Nur Widyawati. (yad)

STIAMAK Barunawati Berbagi Strategi Bisnis Kepada 25 UMKM Pabean Cantikan Selengkapnya

Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira. Satu lagi Pondok Pesantren (Ponpes) berdiri di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Ponpes anyar itu bernama Ihya Ulumiddin. Peletakan batu pertama pembangunan ponpes berlokasi di Kampung Arab Jalan KH Zubair, Gresik itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Menurut Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf pembangunan Ponpes ini merupakan cita-cita dari Al-Habib Husein bin Abdullah Assegaf yang ingin menghidupkan suasana kepesantrenan di sekitar Gresik Kota. “Sehingga harapannya adalah memakmurkan masyarakat Gresik dengan mengangkat dan menyebarluaskan ilmu-ilmu Agama,”kata Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf.

Peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Ihya Ulumiddin ini dihadiri Habib Bakar bin Ali Assegaf, Habib Muhammad bin Ali Assegaf, Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf, Habib Ahmad bin Abu Bakar bin Ali Assegaf, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun serta Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pihak akan mendukung 100 persen pembangunan pondok pesantren di kawasan Gresik Kota tersebut. “Urusan pemerintahan Insya Allah kami mendukung 100 persen,”katanya.

Ia melanjutkan para Habaib berperan penting dalam pengembangan pendidikan para Generasi muda saat ini. “Salah satu pembangunan bangsa ini salah satu variabelnya adalah pendidikan, dan disini peran Habaib sudah membantu bangsa ini, membantu dalam memperbaiki suatu pendidikan yang mana berharap muncul sumber daya manusia berlandaskan akhlakul karimah,”sambungnya.

Bupati Gresik  termuda di Kabupaten Gresik itu menambahkan dimasa depan akan ada banyak pesantren sesuai dengan julukan kota Gresik yaitu Kota Santri. Menurutnya dampak sosial dari pembangunan sebuah ponpes dilingkungan sekitar sangat berdampak baik dan memberikan hal yang positif. “Ketika disini ada sebuah pesantren, dampak lingkungan sosial itu juga berpengaruh yang sangat luar biasa, cermin sebuah kota santri yang sangat dirindukan,”tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Terakhir beliau berjanji akan terbuka dan mensupport penuh terhadap bidang pendidikan di Gresik. “Kami atas nama pemerintah sangat terbuka dan mendukung penuh terutama dalam bidang pendidikan, dan perbaikan masalah pendidikan” tutupnya. 

Berapa jumlah ponpes di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik saat ini. Merujuk data dilaman  gresikkab.go.id  jumlah 148 pondok pesantren. Sedangkan, data ponpes.net berjumlah 103 ponpes. Sementara data ditpdpontren.kemenag.go.id terdapat 94 ponpes dengan jumlah santri kurang lebih 23.551. Rincianya, 12.837 santri mukim dan 10.674 santri non mukim. (yad)

Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin  Selengkapnya

Ning Nurul : Membangun Generasi Emas Berkarkter, Orang Tua Berikan Teladan

GRESIK,1minute.id – Membangun generasi berkarakter harus dimulai sejak usia dini. Golden age atau periode emas adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai dua tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani dalam sarasehan Guru PAUD se-Pulau Bawean di Aula SDN Telukjatidawang, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. 

“Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat cepat dan akan menjadi penentu bagi sifat-sifat atau karakter anak di masa dewasa,”ujar Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali dihadapan 230 guru PAUD berasal dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Sarasehan dalam rangkaian kunjungan kerja bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke Pulau Bawean itu menghadirkan empat pembicara. Yakni, Bunda PAUD Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daruttaqwa Dr. Ahmad Syifaul Qulub, Ketua Prodi PIAUD, Dr. Riyadlotus Sholichah dan Kepala Seksi (Kasi) PAUD Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Nurul Hamidah berlangsung gayeng. Ning Nurul melanjutkan peran ibu-ayah sebagai pendidik pertama dan utama sangat penting untuk memaksimalkan dan memanfaatkan masa ini, tidak dapat digantikan oleh siapa pun

Ada dua faktor yang memengaruhi pembantukan karakter anak, jelas ibu dua anak itu. Dua karakter yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi (hubungan) orang tua-anak. “Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak,”kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Peran orang tua dan guru, lanjutnya, begitu besar dalam menumbuhkan karakter positif dalam diri anak. Jika ibu-ayah ingin anaknya memiliki karakter positif, maka ibu-ayah harus memiliki karakter positif pula. Ini berarti, ibu-ayah dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut. 

“Jadi, tidak hanya sekadar memberi tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak guru dan orang tua harus memberi contoh sehingga anak bisa menduplikasi karakter baik yang dilakukan oleh orang yang lebih tua,”jelas Ning Nurul dalam sarasehan bertemakan “Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan karakter Anak Usia Dini di Era Transformasi Digital” Ini.

Proses pembentukan karakter diawali dengan kondisi pribadi orang tua sebagai figur yang berpengaruh untuk menjadi panutan, keteladanan, dan diidolakan atau ditiru anak-anak. Anak lebih mudah meniru perilaku daripada menuruti nasihat yang diberikan ibu-ayahnya. 

Mereka belajar melalui mengamati apa yang ada dan terjadi di sekitarnya, bukan lewat nasihat semata-mata. Nilai yang diajarkan melalui kata-kata, hanya sedikit yang akan mereka lakukan, sedangkan nilai yang diajarkan melalui perbuatan, akan banyak mereka lakukan. “Sikap dan perilaku ibu-ayah sehari-hari merupakan pendidikan watak yang terjadi secara berkelanjutan, terus menerus dalam perjalanan umur anak,”katanya. 

Proses selanjutnya adalah memberikan pemahaman dan contoh perilaku kepada anak tentang baik dan buruk, benar atau salah, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anak juga perlu diajarkan untuk dapat memilah dan memilih sesuatu yang baik, sehingga ia bisa mengerti tindakan apa yang harus diambil, serta mampu mengutamakan hal-hal positif untuk dirinya. “Untuk itu diperlukan suasana pendidikan yang menganut prinsip 3A, yaikni asih (kasih), asah (memahirkan), dan asuh (bimbingan),”ujarnya. 

Harapan besar terhadap orang tua dan bunda PAUD untuk mengawal tumbuh kembang anak.  Membangun Karakter Anak Usia Dini  dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian, serta dalam situasi yang dirasakan nyaman dan damai. 

“Kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak,”tegas putri KH Agoes Ali Masyhuri, pemangku Ponpes Progresif Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo itu.

CINDERAMATA : Ketua STAI Daruttaqwa Dr Ahmad Syifaul Qulub memberikan cinderamata kepada Bunda PAUD Gresik juga Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani dalam Sarasehan dalam Sarasehan Guru PAUD se-Pulau Bawean pada Selasa, 1 Juni 2022 ( Foto: ist)

Sementara itu, Ketua Prodi PIAUD, Dr. Hj. Riyadlotus Sholichah menambahkan, pendidikan karakter adalah salah satu komponen  terpenting dalam pendidikan anak usia dini. Anak usia dini adalah aset masa depan bangsa. Usia dini, merupakan masa golden age.  Dimana pertumbuhan dan perkembnagan anak bertumbuh dengan pesatnya. 

“Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita sebagai ibu dan pelaku pendidikan untuk menyiapkan fasilitasi dan stimulasi dengan lingkungan yang positif,”kata Riyadlotus Sholichah pada Kamis, 2 Juni 2022.

Sarasehan ini, lanjut perempuan berhijab, adalah satu bentuk ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut dengan meningkatkan kualitas  pendidik anak usia dini dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dilingkungan terdekat anak, yakni keluarga dan sekolah.

“Dengan menggandeng beberapa stakeholder yang bersentuhan langsung dalam pendidikan anak usia dini, kami membangun sinergi untuk bersama-sama bergerak meraih tujuan mulia dalam mendidik anak usia dini di kabupaten Gresik, dan khususnya di Pulau Bawean,”ujarnya. Sinergi bersama bunda PAUD Gresik dan Tim Penggerak PKK Gresik, Forum PAUD Gresik, IGRA, iGTK, Himpaudi dan IGTKM yang berada di wilayah Bawean. (yad)

Ning Nurul : Membangun Generasi Emas Berkarkter, Orang Tua Berikan Teladan Selengkapnya

Meriah, Pembukaan MTQ Di Pulau Putri

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX Kabupaten Gresik resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa malam, 31 Mei 2022. 

Opening ceremony dipusatkan di Alun-alun Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean sangat meriah. MTQ kali kedua kurun waktu 20 tahun terakhir di kepulauan berjarak 80 mil laut itu disambut antusias masyarakat setempat. Ribuan pasang mata memadati Alun-alun Sangkapura. Mereka tumplek blek memadati semakin menambah kemeriahan opening ceremony yang ditandai dengan pemukulan dhungka (lesung) itu.

MTQ kali pertama pasca pandemi Covid-19 ini diikuti 488 kafilah dengan 90 official dan 90 pembina akan berlangsung hingga Jumat, 3 Juni 2022.

Fandi Akhmad Yani mengatakan  pelaksanaan MTQ ke-XXX ini sengaja dilaksanakan di Pulau Bawean ini mengenalkan lebih dekat keindahan alam serta kultur budaya di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean.  “Harus dikenalkan kepada masyarakat yang belum pernah singgah di Bawean. Selain itu, Pemkab ingin masyarakat di Pulau Bawean juga turut merasakan pemulihan ekonomi pasca pandemi,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Selasa malam, 31 Mei 2022.

Banyaknya peserta dan rombongan yang datang, diharapkan turut berdampak pada perekonomian masyarakat Bawean kearah yang lebih baik. Perekonomian masyarakat di Pulau Bawean semakin meningkat. Ia mengatakan membangun bangsa untuk mencapai generasi emas adalah peningkatan mutu pendidikan. Salah upayanya adalah dengan menyelenggarakan event pendidikan keagamaan. “Kabupaten Gresik identitasnya sebagai Kota Santri. Wujud dari upaya pendidikan yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan MTQ ini,” kata Gus Yani. 

Gus Yani  mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya Islam yang diperlombakan ini. Hal ini bertujuan untuk mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari hari. “Hal ini agar generasi kita semakin religius berlandaskan Ahlakul Karimah yang berpedoman pada Al Qur’an,”terangnya. 

“Saya berharap kedepan akan tumbuh generasi emas yang membanggakan Kabupaten Gresik untuk maju ditingkat Provinsi maupun tingkat Nasional,” imbuhnya. Untuk diketahui, MTQ ke-XXX ini dilaksanakan mulai tanggal 31 Mei hingga 3 Juni mendatang. Sementara itu, terdapat 7 cabang Musabaqah yang diperlombakan. Diantaranya, Cabang Tilawah Al-Quran, Cabang Hifdhil Qur’an, Cabang Tafsir Al-Qur’an, Cabang Fahmil Quran, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khath Al-Qur’an dan Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Gresik Suyono mengatakan,  MTQ ke-XXX di Pulau Bawean ini lebih semarak dibandingkan MTQ tahun sebelumnya di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik.  “Jumlah peserta mengalami meningkat,”katanya  (yad)

Meriah, Pembukaan MTQ Di Pulau Putri Selengkapnya

Dudi Masuk Sekolah, Program Kolaborasi Apindo dengan Pemkab Gresik untuk Kurangi Pengangguran 

GRESIK,1minute.id – Dudi masuk sekolah. Tapi, bukan Dudi, nama seseorang.  Dudi yang satu ini adalah Dunia Usaha, Dunia Industri.  Program kolaborasi antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Cabang Dinas Pendidikan dan 60 Sekolah Menengah Kejujuran (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Gresik. 

Program kerjasama antara 155 perusahaan dengan 50 SMK se-Kabupaten Gresik itu diteken oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Atrium Iconmall pada Rabu, 25 Mei 2022.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakan, Sinergi Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan dunia pendidikan sangat luar biasa dimana mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Saya bersama Bapak Bupati akan mensupport itu dalam rangka menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Gresik yang akan sejalan selurus dengan penurunan angka kemiskinan,”ungkap Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Menurut Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah, banyak perusahaan yang berinvestasi di Gresik. Ia berharap tidak ada sekat lagi antara perusahaan dengan lulusan sekolah di Gresik dalam dunia industri. Ada timbal balik yang dapat dirasakan manfaatnya antara perusahaan dan sekolah serta masyarakat Kabupaten Gresik.

“Dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) ini diharapkan perusahaan bisa memanfaatkan lulusan sekolah yang sudah Kompeten dan mempunyai skill yang mendukung dengan berimbas pada ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat,”kata mantan Kepala SMK Assa’adah di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu.

Sebaliknya, pihak sekolah juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi terkini. Apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri, itulah yang harus dipersiapkan oleh sekolah.  “Hard skill harus diiringi dengan soft skill. karakter, kompetensi, kreatif dan menguasai spesifikasi apa yang perusahaan harapkan,”katanya.

Disamping itu, pihaknya akan membuka beasiswa dengan menambah kuota agar siswa-siswi yang tidak mampu dan siswa-siswi yang berprestasi di Kabupaten Gresik dapat melanjutkan sampai perguruan tinggi. “Mudah-mudahan ini semua menjadi permulaan yang baik,”harapnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Gresik Alfan Wahyudin mengatakan bila sebelumnya tidak semua perusahaan mau ditempati siswa magang. Dalihnya bermacam-macam. Ada alasa tidak disetujui pimpinan dan ada yang alasan sudah kerjasama dengan sekolah lain.

“Ini tidak boleh terjadi lagi di Kabupaten Gresik, Perusahaan harus bisa memanfaatkan lulusan SMK sesuai spesifikasi atau sertifikasi yang diperlukan,” ungkap Alfan. Nanti akan ada beberapa format spesifikasi dan sertifikasi ini nanti akan diinisiasi oleh Kadin melaui tes dan pelatihan selama 7 hari yang benar-benar disaring akan ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.

Dari situ, Alfan melanjutkan akan banyak manfaat yang didapat diantaranya mendapat tenaga kerja yang sudah terampil tanpa harus magang, kedua mindset kerja sudah baik. “Selain itu, kita akan membuat website Apindo yang akan mempublish lowongan kerja yang dikirim langsung ke SMK yang ada di Kabupaten Gresik,”tegas Alfan yang juga CEO ASUKA Grup itu.

Pada kesempatan, Ketua MKKS SMK Swasta Gresik Hanan menyambut antusias kerjasama antara Apindo dengan SMK se-Kabupaten Gresik ini. Pihak lembaga SMK dalam hal ini ingin ada masukan dan arahan dari pihak dunia usaha dan dunia industri terkait spesifikasi SDM lulusan SMK sesuai kebutuhan dunia usaha di Kabupaten Gresik. “Kami ingin mengetahui kebutuhan tenaga kerja dari lulusan SMK dengan kualifikasi seperti apa, yang diminta perusahaan,”ujar Hanan selaku Kasek SMK YPI Darusalam 1 Cerme ini.

Ditempat sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Gresik Kiswanto berharap momen ini disambut sebaik-baiknya setelah MoU ini harus ditindaklanjuti sehingga SMK di Kabupaten Gresik dapat menjadi Pilot Project rujukan SMK lain di Jawa Timur. “Baru di Kabupaten Gresik satu-satunya di Jawa Timur yang sudah menerbitkan 100 persen kurikulum Merdeka. Untuk itu mari bekerjasama berkolaborasi untuk mewujudkan SMK yang siap di dunia usaha dan Industri,”katanya. (yad)

Dudi Masuk Sekolah, Program Kolaborasi Apindo dengan Pemkab Gresik untuk Kurangi Pengangguran  Selengkapnya

Pemkab Gresik Anggarkan Rp 100 Miliar untuk Gaji Ribuan Guru Penerima SK P3K


GRESIK,1minute.id – Ribuan guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik menggelar halalbihalal di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Rabu,18 Mei 2022. 
Halalbihalal yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua PGRI Gresik Arief Susanto, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto bertemakan

“Kembali Fitri Mendidik Dengan Sepenuh Hati” itu menghadirkan pembicara tunggal  KH.Ahmad Rofi’i Mahfudz (Gus Eeng) dari Sidoarjo.  Menurut Gus Eeng, tujuan dari dunia pendidikan adalah untuk menjadikan generasi yang terbaik dengan sentuhan akhla. “Insya Allah generasi bangsa kita akan menjadi generasi yang berkualitas dan berakhlakul Karimah untuk mewujudkan kemajuan bangsa,”pesan Gus Eeng. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengajak seluruh jajaran pengurus, pengawas dan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sebab,  dalam mendidik anak tidak hanya dengan membaca ataupun menghitung.  “Namun dengan hati yang tulus dan ikhlas dalam mendidik mereka agar menjadi insan yang mulia, cerdas dan berkarakter,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah.

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu kembali menegaskan sikap pemerintah untuk mensejahterakan tenaga pendidik di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. “Untuk guru-guru Insya Allah akan menjadi perhatian kami semua termasuk guru TK dan TPQ yang dengan tekun dan sabar akan diupayakan agar mereka dapat tersenyum bahagia,”imbuh mantan Kepala SMK Qomaruddin, Kecamatan Bungah itu. Ia berharap Guru bisa menjadi agen perubahan dengan meningkatkan kualitas dari masa ke masa. 

Sementara itu, Ketua PGRI Gresik Arief Susanto menambahkan, forum yang dihadiri sekitar 1.500 sampai 2 ribu ini jarang terjadi. Keluarga  besar PGRI, imbuhnya, tiada henti mendoakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wakil Bupati Gresik Bu Min untuk selalu diberikan kesehatan kemudahan dalam menjalankan tugas demi kemaslahatan masyarakat.

“Apa yang menjadi harapan Keluarga Besar PGRI akan mengawal Program Dunia Pendidikan sesuai apa yang diharapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik,”ujar Arief yang juga Kepala SMK PGRI Gresik itu. Pasalnya, kata Arief, pemkab Gresik dalam menunjang kegiatan belajar mengajar sudah terbantu. Guru yang sudah diangkat melaluiPegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 1.700 yang tersebar di beberapa sekolah baik dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Itu semua tidak lepas dari perjuangan Bupati dan Wakil Bupati Gresik mudah-mudahan anggaran tunjangan untuk Guru dari P3K segera dialokasikan.” pintanya.

“Kami berharap dalam kegiatan apapun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai kepanjangan tangan dari Bupati dan Wakil Bupati untuk tetap memperhatikan keluarga besar PGRI,”harap Arief Susanto. 

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam sambutannya menyampaikan pihaknya terus bergerak dalam memajukan dunia pendidikan.  Diantaranya, sudah melaunching Pembelajaran Kurikulum Sejarah Lokal, Edukasi Wisata untuk melihat tempat sejarah di Kabupaten Gresik, CSR Peduli Pendidikan. “Dan Tahfidz Alquran program pembelajaran semua sekolah di Gresik wajib mengikuti ekstrakulikuler tahfidz,”terangnya. 

Selain itu, kepedulian terhadap Guru Tidak Tetap (GTT) yang dulunya tidak dapat di sertifikasi sekarang dirubah menjadi honor dan dapat sertifikasi. “Termasuk guru dari P3K yang sekarang sudah menerima SK tersebut sudah dianggarkan Rp 100 miliar untuk pembayaran Guru P3K,”terangnya. (yad)

Pemkab Gresik Anggarkan Rp 100 Miliar untuk Gaji Ribuan Guru Penerima SK P3K Selengkapnya

UISI Kembangkan Laboratorium Virtual

GRESIK,1minute.id – Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) mengembangkan fasilitas laboratorium virtual. Laboratorium virtual, perguruan tinggi berlokasi di Kompleks PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Jalan Veteran Gresik, Jawa Timur  diresmikan pada Kamis,12 Mei 2022.

Laboratorium virtual digunakan untuk simulasi dan memberikan gambaran nyata tentang engineering process dan engineering mechanism dari aktivitas manufaktur di industri seperti kinetika reaksi proses hingga calculation of production.

Laboratorium virtual berada di Kampus B UISI, dilengkapi dengan layar besar di bagian muka, berhadapan dengan beberapa unit komputer yang bisa dioperasikan oleh para mahasiswa. Dalam penggunaannya, selain dapat digunakan langsung di kampus, laboratorium virtual juga dapat diakses melalui website maupun aplikasi oleh mahasiswa secara online. Hal ini memudahkan mahasiswa untuk mengakses simulasi dari mana saja.

Rektor UISI Prof. Dr.Ing. Herman Sasongko menjelaskan pengembangangan laboratorium virtual tersebut untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa dalam menyikapi keterbatasan aktivitas teknis di laboratorium dan kunjungan di lapangan industri. Fasilitas ini juga disebut laboratorium simulator karena berfungsi untuk simulasi bagi mahasiswa, sebelum nanti mereka bekerja terjun langsung ke lapangan.

“Melalui konsep integrasi software dan  hardware diharapkan laboratorium virtual ini dapat memudahkan proses penyampaian materi diskusi dalam forum agar bisa secara komprehensif diterima oleh mahasiswa,” katanya.

Prof Herman Sasongko berharap melalui pengembangan laboratorium virtual ini, UISI dapat terus berkontribusi dan memberikan manfaat bagi bangsa, baik dalam pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat. Selama pandemi, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring, namun UISI terus berproses dalam pengembangan pendidikan.

Berdasar pemeringkatan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemenristek DIKTI, UISI berada di urutan 53 dari 101 di bidang kemahasiswaan secara nasional pada 2021.

Tahun ini UISI berhasil menembus peringkat tiga di antara kampus klaster 3. Peningkatan peringkat ini juga dibuktikan dengan naiknya kualitas bidang kemahasiswaan di UISI.  Di tahun ini, jumlah prestasi mahasiswa di ajang nasional dan internasional bergengsi semakin naik, prestasi nasional itu antara lain juara di ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Awards serta juara 1 MonsoonSIM Competition.

UISI merupakan universitas pertama yang memiliki kampus industrial heritage di Indonesia dan menjadi perintis universitas berbasis korporasi dengan menerapkan metode pendidikan berbasis praktik yang  memanfaatkan live laboratory bekas pabrik dan lokasi tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Gresik. Guna menunjang pendidikan bagi mahasiswa UISI juga memiliki fasilitas Co Working Space Wiragraha untuk ruang pelatihan dan laboratorium bisnis yang berada di Kampus C yang berada di Telaga Ngipik. (yad)

UISI Kembangkan Laboratorium Virtual Selengkapnya

Ali Yusa : Perpanjangan Libur 3 Hari Bagi Siswa Bisa untuk Recovery dan Memutus Penyebaran Covid-19 

GRESIK,1minute.id – Kemendikbudristek memperpanjang masa libur sekolah selama Lebaran hingga Kamis,12 Mei 2022. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik belum memutuskan. Bagaimana sikap  Dewan Pendidikan Jawa Timur ?

Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur Ali Yusa urun rembug. Menurut Ali Yusa, setiap kabupaten/kota mempunyai kebijakan masing masing. Kalau surat edaran itu diterapkan secara bersamaan tidak akan ada dampak bagi peserta didik. “Kalau bareng-bareng ya ngak akan ada dampaknya,”kata Ali Yusa kepada 1minute.id melalui WhatsApp pada Jumat, 6 Mei 2022.

Yusa melanjutkan Kabupaten Gresik termasuk jujugan urban. Artinya Kabupaten Gresik bisa memberi kebijakan yang berbeda.  “Bagi siswa (PAUD/SD/SMP perpanjangan libur) sangat baik agar anak sempat memulihkan fisik. Bisa bersifat karantina dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta virus lainya,”ujar Ali Yusa yang juga Dosen Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu.

Seperti diberitakan, Kemendikbudristek memperpanjang masa libur sekolah selama Lebaran hingga Kamis,12 Mei 2022. Diperpanjang  3 hari. Seharusnya, siswa kembali bersekolah sama dengan masa cuti bersama aparatur sipil negara (ASN) mulai Senin, 9 Mei 2022.

Perpanjangan libur sekolah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memberikan kelonggaran para siswa yang masih mudik lebaran. 

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik)  Gresik  S. Hariyanto ketika dikonfirmasi mengaku masih melakukan diskusi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten/Kota lainnya. Sebab, surat edaran tersebut hanya untuk wilayah  Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). “Nanti kita diskusi dengan teman Kadis Surabaya Raya,”kata S.Hariyanto dikonfirmasi  1minute.id  melalui WhatsApp pada Jumat, 7 Mei 2022. (yad)

Ali Yusa : Perpanjangan Libur 3 Hari Bagi Siswa Bisa untuk Recovery dan Memutus Penyebaran Covid-19  Selengkapnya

Kemendikbudristek Memperpanjang Libur Sekolah selama 3 Hari, Bagaimana Dispendik Gresik ?

GRESIK,1minute.id – Kemendikbudristek memperpanjang masa libur sekolah selama Lebaran hingga Kamis,12 Mei 2022. Diperpanjang 3 hari. Seharusnya, berdasarkan kalender pendidikan siswa kembali bersekolah sama dengan masa cuti bersama aparatur sipil negara (ASN) mulai Senin, 9 Mei 2022.

Perpanjangan libur sekolah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memberikan kelonggaran para siswa yang masih mudik lebaran. 

Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi ada sebanyak 85 juta warga Indonesia melakukan perjalanan mudik lebaran setelah 2 tahun pemerintah melarang mudik lebaran karena pandemi Covid-19. Jutaan warga mudik ke kampung halaman itu mengakibatkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan nasional. 

Benarkah? Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik)  Gresik S.Hariyanto ketika dikonfirmasi mengaku masih melakukan diskusi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten/Kota lainnya. Sebab, surat edaran tersebut hanya untuk wilayah  Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). “Nanti kita diskusi dengan teman Kadis Surabaya Raya,”kata S.Hariyanto dikonfirmasi 1minute.id melalui WhatsApp pada Jumat, 6 Mei 2022. (yad)

Kemendikbudristek Memperpanjang Libur Sekolah selama 3 Hari, Bagaimana Dispendik Gresik ? Selengkapnya

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam

GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di setiap masjid dan musala di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak awal bulan suci Ramadan.  Anak-anak khusyuk Salat. Salat rawatib maupun Salat sunah.  Salat Tarawih, misalnya. 

Bocah-bocah polos itu ada yang didampingi orang tuanya. Ada juga tanpa didampingi orang tua ketika Salat.  Nah, pemandangan beda dari hari biasanya sebelum bulan puasa adalah ketika Salat anak-anak itu menenteng sebuah buku. “Tugas dari sekolah. Minta tanda tangan imam Salat Tarawih,”ujar Muhammad Rifky pada Jumat, 8 April 2022. 

TANDA TANGAN IMAM SALAT : Sejumlah siswa sekolah dasar meminta tanda tangan imam masjid usai Salat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Gresik pada Jumat, 8 April 2022 ( FOTO:

Apa saja isi buku yang dibawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru (Mugeb) itu? Lembar buku itu isinya tentang kegiatan harian siswa selama bulan puasa. Diantara, siswa harus menuliskan kegiatan Ramadan mulai hari ke-1 sampai hari ke-30. Selama sebulan, berapa kali khatam alquran, amalan istimewa sampai tentang sahur. Semuanya diisi sendiri.

Sehingga siswa belajar tentang kejujuran. Untuk aktivitas Salat berjamaah siswa harus meminta tanda tangan imam. Begitu Salat selesai anak-anak bersemangat “berburu” tanda tangan imam. Pemandangan itu bisa terlihat di Masjid Agung Gresik usai Salat Tarawih. (yad)

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam Selengkapnya