3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang 

GRESIK,1minute.id – Penampilan tiga dalang cilik asal Gresik menyita ribuan pasang mata pada pagelaran wayang di SOR Tridharma Petrokimia Gresik beberapa waktu lalu. Tiga dalang cilik, yakni ; Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra Gresik.

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendorong regenerasi pelestari seni dan budaya Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menumbuhkan masa depan. Tema HUT ke-54 “Growing the Future”, tambahnya, tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan lakon pembuka “Sumantri Ngenger” yang dibawakan oleh dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Ia merupakan karyawan muda Petrokimia Gresik sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Penampilan tersebut semakin istimewa dengan hadirnya tiga dalang cilik berbakat dari Kabupaten Gresik. Mereka adalah Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra, Gresik.

Kehadiran para dalang muda tersebut menjadi bukti bahwa seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi saat ini. Bagi Petrokimia Gresik, regenerasi seniman menjadi bagian penting untuk memastikan wayang tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di masa depan.

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” jelas Daconi.

Dalam momen ini, Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan untuk para dalang cilik. Harapannya, bisa terus memotivasi dalang-dalang muda ini untuk terus melestarikan budaya wayang, sehingga bisa menginspirasi generasi muda lain di Gresik.

Lebih lanjut ia menambahkan, wayang bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat tuntunan dan nilai kehidupan. Hal tersebut salah satunya tercermin dalam lakon “Sumantri Ngenger” yang mengajarkan kesetiaan, dedikasi, kerja nyata, serta keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar.

Sementara itu, lakon utama “Begawan Ciptaning” dibawakan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran semakin semarak dengan penampilan pelawak Cak Percil dan sinden Lintang Kairo. Lakon “Begawan Ciptaning” mengisahkan perjalanan Arjuna dalam membangun kemampuan diri, dengan membawa pesan tentang pentingnya ketekunan, fokus, dan pengendalian diri dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.

Nilai ketekunan dan pengembangan diri tersebut juga sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kompetensi insan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri. Perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas, pengembangan inovasi, serta penguatan kolaborasi untuk membangun masa depan perusahaan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama generasi muda. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan juga penting agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” tutur Daconi.

Pagelaran yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut terbuka gratis untuk masyarakat umum. Petrokimia Gresik juga menyiarkan pagelaran secara langsung melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat secara lebih luas.

Terpisah, Pudji Seti, 65, salah satu penonton asal Kabupaten Lamongan jauh-jauh datang ke Gresik bersama rombongan untuk menonton pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Ia mengaku menjadi penonton setia pagelaran wayang yang diselenggarakan tiap tahun.

“Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten tiap tahun menyelenggarakan wayang. Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang, terbukti saat ini menampilkan tiga dalang cilik yang statusnya masih pelajar SD dan SMP,” ujarnya.

Sementara itu, Daconi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tiap tahun antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik. Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang yang diselenggarakan perusahaan terus meningkat, salah satunya terlihat dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik.

Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini tercermin dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik yang meningkat dua kali lipat, dari 4.000 penonton pada HUT ke-50 menjadi 8.000 penonton pada HUT ke-53 dan bertahan di angka yang sama pada HUT ke-54. Sementara pada HUT ke-51 dan ke-52, jumlah penonton masing-masing tercatat sebanyak 5.000 dan 6.000 penonton.

Terakhir Daconi menambahkan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan talenta muda sehingga nilai budaya dan kreativitas dapat terus tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Perusahaan yang terus tumbuh tentu harus memiliki masa depan yang kuat. Masa depan itu tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang  Selengkapnya

Lagi, Pemkab Gresik Berikan Diskon Pajak Daerah hingga 50 Persen

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.  Pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, duet Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif memberikan diskon dan pembebasan sanksi administratif atas pajak daerah. Pada HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Gresik memberikan keringanan pajak daerah hingga 80 persen.

Program ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

Adapun keringanan yang diberikan meliputi diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 20 persen untuk ketetapan pajak mulai Rp 0 hingga Rp 1 juta. Program tersebut berlaku mulai 17 Agustus sampai dengan 17 September 2026.

Selanjutnya, Pemkab Gresik memberikan diskon 50 persen Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk perolehan hak karena waris serta hibah dari orang tua kepada anak. Keringanan ini berlaku mulai 17 Agustus hingga 16 Oktober 2026.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pembebasan sanksi administratif berupa denda atas tunggakan seluruh pajak daerah. Program pembebasan denda tersebut berlaku mulai 17 Agustus hingga 17 September 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dengan memberikan kemudahan dalam menyelesaikan kewajiban perpajakan.

“Momentum hari kemerdekaan ini kami manfaatkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Kami berharap keringanan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat bisa menyelesaikan kewajiban pajaknya dengan lebih ringan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Menurut Gus Yani, pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Gresik. “Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, membayar pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk gotong royong untuk membangun Gresik,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas keringanan tersebut sesuai dengan periode yang telah ditetapkan. Masyarakat juga diimbau tidak menunda pembayaran kewajiban pajaknya. “Jangan sampai kesempatan ini terlewat. Silakan dimanfaatkan selama periodenya masih berlangsung,” pungkasnya.

Melalui program keringanan pajak daerah ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Pemkab Gresik Berikan Diskon Pajak Daerah hingga 50 Persen Selengkapnya

Pegiat UMKM dan Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Bukit Tanatuju

GRESIK,1minute.id – Puluhan pegiat UMKM, pemuda, dan warga Gresik mengibarkan Bendera Merah Putih berukuran 15 x 9 meter di kawasan Tanatuju, Jalan Dewi Sekardadu, Dusun Gunungsari, Desa Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026.

Bendera raksasa itu berkibar di kawasan perbukitan dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut (mdpl) terlihat gagah. Pengibaran bendera tersebut dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Ketua Earth Hour (EH) Gresik M Zubaidi mengatakan pengibaran Bendera Merah Putih di kawasan perbukitan tersebut merupakan wujud kecintaan masyarakat terhadap Indonesia. “Kegiatan pengibaran bendera merah putih di salah satu bukit dengan ketinggian di Kabupaten Gresik ini merupakan wujud kecintaan kami sebagai warga negara Indonesia dalam momentum Hari Kemerdekaan,” ujarnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Zubaidi, pengibaran bendera raksasa di ketinggian sekitar 150 mdpl membutuhkan persiapan khusus. Hal itu dilakukan agar bendera berukuran 15 x 9 meter tersebut dapat berkibar dengan sempurna. “Pengibaran bendera ini semoga dapat memberikan motivasi kepada kami untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan lebih mencintai Indonesia yang sudah merdeka selama 81 tahun,” katanya.

Ia menambahkan, persiapan matang diperlukan mengingat ukuran bendera yang cukup besar serta lokasi pengibaran berada di kawasan perbukitan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Ngagrosari, Kecamatan Kebomas, Kabupateb Gresik Effendi, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum positif untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme dan rasa cinta Tanah Air. “Pengibaran bendera raksasa ini bukan sekadar simbol, tetapi juga pesan bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup, terutama di kalangan generasi muda,” tegasnya. 

Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga persatuan, menghargai perjuangan para pahlawan, serta mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Diketahui Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak selama Bulan Kemerdekaan, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Imbauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.1.1/5487/SJ tentang Sosialisasi Tema dan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang ditetapkan di Jakarta pada 27 Juli 2026 dan ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pegiat UMKM dan Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Bukit Tanatuju Selengkapnya

Khidmat, Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gresik, Bupati Gresik Serahkan Penghargaan SSK Klasifikasi Paripurna kepada SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Gresik berlangsung khidmat pada Senin, 17 Agustus 2026. Inspektur upacara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Upacara diawali pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik.

Usai upacara, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasi mereka.

Selain tanda kehormatan,  Bupati Fandi Akhmad Yani juga menyerahkan penghargaan kepada Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) 2025 terbanyak untuk Kecamatan Cerme, kemudian TPA inspiratif area permukiman tingkat nasional untuk TPA Taat, Desa Suci Kecamatan Manyar. 

Penghargaan juga turut diserahkan untuk pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) metode operatif wanita terbanyak kepada Rumah Sakit Denisa serta penghargaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Klasifikasi Paripurna kepada SMP Negeri 2 Gresik.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) klasifikasi paripurna adalah tingkat tertinggi bagi sekolah yang sukses memasukkan ilmu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam pelajaran, punya pojok kependudukan yang aktif, serta memenuhi semua syarat penilikan dari BKKBN.

Pemkab Gresik juga menyerahkan empat unit ambulans masing-masing kepada Puskesmas Bungah, Puskesmas Sangkapura, Puskesmas Wringinanom, dan Puskesmas Gending. Ambulans tersebut diharapkan memperkuat pelayanan dan penanganan kesehatan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Yani didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Banjarsari Kecamatan Cerme juga turut menyerahkan remisi kemerdekaan kepada dua warga binaan pemasyarakatan. Terakhir, Bupati Yani menyerahkan juara lomba Mini Soccer dan Padel antar-OPD dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Nonton Bareng (Nobar) siaran langsung peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dari Istana Negara, Jakarta. Bupati Gresik bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, dan tamu undangan menyaksikan prosesi kenegaraan tersebut dalam suasana khidmat penuh kebersamaan. 

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, terimakasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. ” Kami sangat bangga dan terima kasih bapak Bupati ( Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red). Tahun ini hanya SPENDA sekolah yang mendapatkan penghargaan di HUT ke-81 RI 2026,” kata Salim usai menerima penghargaan melalui pesan WhatsApp kepada 1minute.id pada Senin, 17 Agustus 2026.

Penghargaan ini, imbuhnya, akan menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berinovasi. “Untuk kedepannya sekolah akan berinovasi dengan penggunaan aplikasi poskadu ( pojok sekolah siaga kependudukan) yang di dalamnya terintegrasi kerjasama layanan konsultasi dengan Dispenduk, komisi pemberdayaan perempuan dan anak MUI Gresik, Bimbingan Remaja Usia Sekolah/Brus KUA Gresik, KBPPA dan GENRE Gresik,” katanya.  (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Khidmat, Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gresik, Bupati Gresik Serahkan Penghargaan SSK Klasifikasi Paripurna kepada SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Buka Festival Menjadi Gresik, Nguri-uri Budaya hingga Kuliner

GRESIK,1minute.id – Gresik tidak hanya dibentuk oleh sejarah besar, bangunan tua, perkembangan industri, atau catatan resmi. Di balik semua itu, kehidupan sehari-hari warganya menyimpan pengetahuan yang tak kalah penting: ingatan, cerita, makanan, benda, kebiasaan, serta praktik sosial yang diwariskan dan terus berubah dari waktu ke waktu.

Gresik sebagai Kota memasuki usia 539 tahun dan sebagai Kabupaten “baru” berusia 52 tahun pada 2026 ini memiliki banyak cerita yang tumbuh dari perjalanan sejarah, budaya, hingga tradisi kulinernya. Nguri-uri tersebut kembali dihadirkan dalam Festival Menjadi Gresik yang digagas Yayasan Gang Sebelah di Kampung Kemasan Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Festival yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  Rangkaian pembukaan diawali dengan fine dining bertajuk “Menjadi Gresik” melalui program Dapur Saji. Bupati Yani bersama tamu undangan diajak menikmati tiga kuliner yang memiliki keterkaitan dengan identitas dan sejarah Gresik, yakni bubur romoo, bandeng keropok, dan jenang jubung.

Ketiganya disajikan dengan pendekatan berbeda. Bubur romoo dipincuk menggunakan daun api-api atau mangrove. Bandeng keropok menggunakan bandeng tanpa duri yang di-grill dengan daun pisang. Sementara jenang jubung dihadirkan sebagai isian pia.

Penyajian tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Gresik melalui pendekatan yang lebih kreatif. Di balik setiap sajian, terdapat cerita mengenai tradisi, kebiasaan, dan perjalanan masyarakat Gresik yang terus diwariskan hingga hari ini.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi inisiatif Yayasan Gang Sebelah yang menghadirkan sejarah Gresik melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Alhamdulillah, malam ini kita bisa melihat langsung sejarah yang telah dikumpulkan oleh teman-teman komunitas seni dari Yayasan Gang Sebelah. Kita bisa bernostalgia melihat masa lalu Gresik, sejarah Gresik yang begitu luar biasa,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, memahami sejarah penting bagi generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar dalam melihat perkembangan Gresik ke depan. Terlebih, perjalanan Gresik sebagai kota pelabuhan telah membentuk masyarakat dengan keragaman budaya, etnis, kuliner, dan tradisi.

“Sejarah adalah masa depan kita. Kita bisa melihat Gresik tempo dulu, Gresik yang begitu luar biasa. Gresik sebagai kota pelabuhan tentu memiliki perpaduan budaya, etnis, kuliner, dan macam-macam kekayaan yang bisa kita lihat,” katanya.

Ia menilai kuliner menjadi salah satu bagian penting dari kekayaan tersebut. Bubur roomo, bandeng keropok, dan jenang jubung bukan hanya makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena hingga kini masih menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Makanan-makanan ini usianya mungkin sudah berpuluh tahun, bahkan bisa lebih tua daripada saya. Tetapi sampai hari ini masih bisa memberikan dampak dan manfaat. Masih banyak masyarakat Gresik yang hidup dari proses kuliner tadi,” ujar Bupati.

Karena itu, ia mendorong agar warisan budaya dan kuliner Gresik tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Pelestarian perlu dilakukan dengan cara yang membuatnya tetap dikenal, dinikmati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita semua terus melestarikan apa yang menjadi warisan budaya yang sampai hari ini bisa kita lihat, bisa kita rasakan, punya dampak, punya manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Usai mengikuti fine dining, Bupati Yani meninjau pameran seni yang menampilkan berbagai karya dan cerita mengenai Gresik.

Direktur Festival Menjadi Gresik Hidayatun Hikmah mengatakan, gagasan festival telah dibicarakan selama sekitar dua hingga tiga tahun sebelum akhirnya dapat terlaksana tahun ini.

Festival tersebut, katanya, lahir dari keinginan untuk mengajak masyarakat mencintai Gresik melalui berbagai cara dan perspektif. “Kami ingin mengajak teman-teman lebih mencintai Gresik melalui caranya masing-masing, melalui bidang keilmuannya masing-masing, melalui apa yang dirasakan masing-masing,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah riset gastronomi. Makanan dipilih karena menjadi bagian yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Bagi kami, Gresik adalah dapur, tempat segalanya dimulai kemudian disajikan. Makanya kami memilih tema Dapur Saji,” katanya.

Tidak berhenti pada gastronomi, Festival Menjadi Gresik juga menghadirkan studi kultural yang melibatkan kelompok lintas disiplin. Sebanyak delapan kelompok dari kalangan seniman, sekolah, perguruan tinggi, hingga duta wisata akan mempresentasikan hasil riset dan karya mereka selama festival berlangsung.

Menurut Hidayatun, keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa Gresik memiliki sejarah dan kebudayaan yang dapat dibaca dari banyak perspektif. 

“Literasi di sini tumbuh dengan baik. Kita punya banyak sejarah, kaya akan kebudayaan yang sangat beragam dan sangat bisa kita sajikan dengan berbagai macam cara,” ujarnya.

Melalui Festival Menjadi Gresik, Yayasan Gang Sebelah berharap berbagai cerita tentang Gresik dapat kembali hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menemukan cara baru memahami dan mencintai Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Buka Festival Menjadi Gresik, Nguri-uri Budaya hingga Kuliner Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu Menganti Dibekuk, Satresnarkoba Polres Gresik Amankan BB 81 Gram

GRESIK,1minute.id – Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 memasuki hari ketiga. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menangkap seorang pengedar sabu-sabu berinisial AD. Pemuda 28 tahun ini di tangkap di depan rumah kos di Dusun Pengampon, Desa Setro, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Barang bukti yang diamankan dari pengedar juga pemakai barang haram itu sebanyak 81,46 gram atau senilai Rp 146 juta.  Pemuda asal Kecamatan Menganti yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menekuni bisnis ilegal baru 2 bulan. Namun, omzet penjualan sangat besar. 

“Seminggu bisa mengedarkan 20 sampai 100 gram,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution didampingi Kasatnarkoba AKP Ahmad Yani dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Jumat, 14 Agustus 2026. 

Bila di rata-rata 50 gram per pekan, dalam waktu sebulan atau 4 pekan bisa mengedarkan 200 gram. Bila harga kristal bening sebesar Rp 1,5 juta/gram, omzet bisnis haram yang dilakukan tersangka AD sebesar Rp 340 juta/bulan. 

Tersangka AD, jelas Kapolres AKBP Ramadhan, mendapatkan barang haram dari seorang pemasok besar asal Sememi,  Surabaya. Barang haram kemudian dijual secara eceran atau paket hemat (PaHe) dengan harga antara Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per paket. 

“Sabu-sabu itu diedarkan sistem ranjau di Kecamatan Menganti. Karena tersangka memang orang Kecamatan Menganti,” tegas alumnus Akpol 2007 itu. Tersangka nekat menjadi pengedar sabu-sabu untuk wilayah Kecamatan Menganti itu karena tergiur upah dari bandar gede (BD).

Kepada penyidik, AD mengaku tergiur menjalankan bisnis haram tersebut karena mendapatkan imbalan Rp 1 juta serta dijanjikan sabu sebanyak lima gram.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, Polres Gresik akan terus melakukan pemberantasan terhadap jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Gresik. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika, segera laporkan kepada kepolisian,” tegasnya.

Masyarakat dapat melaporkan informasi terkait tindak pidana melalui Call Centre 110. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan melalui Hotline khusus Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006. Polres Gresik mengimbau masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran narkotika. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengedar Sabu-sabu Menganti Dibekuk, Satresnarkoba Polres Gresik Amankan BB 81 Gram Selengkapnya

Kondisi Pasar Tradisional Memprihatinkan, DPRD Gresik Dorong Lakukan Revitalisasi

GRESIK,1minute.id –  Komisi II DPRD Kabupaten Gresik menyoroti kondisi sejumlah pasar di Kabupaten Gresik. Komisi II yang membidangi sektor perekonomian, keuangan, pendapatan daerah, serta pembangunan ekonomi kerakyatan ini meminta program perbaikan dan revitalisasi pasar mendapat perhatian serius, mengingat sejumlah fasilitas pasar tradisional dinilai sudah memprihatinkan. 

Hal itu mengemuka dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2027 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad Kurdi, mengatakan terdapat tujuh pasar yang menjadi perhatian dalam program revitalisasi, yakni Pasar Sidayu, Pasar Dukun, Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

“Untuk Pasar Sidayu sudah dilakukan revitalisasi. Jadi anggaran ini difokuskan untuk enam pasar lainnya,” kata Kurdi kepada wartawan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Menurutnya, salah satu pasar yang membutuhkan perhatian khusus adalah Pasar Dukun. Pasar tersebut kerap terdampak banjir sehingga diperlukan penanganan yang lebih serius.

“Pasar Dukun itu sering kebanjiran, sehingga memang harus menjadi prioritas,” ucapnya. Lebih lanjut, Ia menyebut untuk anggaran sekitar Rp 1,1 miliar disiapkan untuk perbaikan sejumlah pasar. Namun, khusus Pasar Dukun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta, sedangkan sisanya diperuntukkan bagi lima pasar lainnya, yakni Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri, dan Pasar Petiken Driyorejo.

Komisi II yang membidangi sektor perekonomian, keuangan, pendapatan daerah, serta pembangunan ekonomi kerakyatan ini sebelumnya juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk melihat langsung kondisi fasilitas di lapangan. Dari hasil sidak, kondisi Pasar Baru menjadi salah satu yang cukup memprihatinkan.

“Pasar Gresik ini banyak yang bocor, ada yang jebol dan kurang terawat. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” tegasnya. Kurdi menilai kondisi pasar harus menjadi perhatian karena pasar, khususnya yang berada di kawasan perkotaan, merupakan salah satu wajah Kabupaten Gresik. Karena itu, pembenahan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga kenyamanan pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.

“Ini kan wajah kita di kota. Harusnya Pasar Gresik juga diperhatikan. Jangan sampai kondisinya dibiarkan seperti itu,” jelasnya. Ia berharap anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan pada kebutuhan paling mendesak, sehingga perbaikan dapat memberikan dampak langsung bagi pedagang maupun masyarakat.

“Memang anggarannya terbatas, sehingga harus dibagi. Tapi yang paling penting, pasar-pasar yang kondisinya sudah rusak dan membutuhkan penanganan segera harus menjadi prioritas,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kondisi Pasar Tradisional Memprihatinkan, DPRD Gresik Dorong Lakukan Revitalisasi Selengkapnya

Bupati Gresik Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 3 Siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2026 di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Pengukuhan berlangsung khidmat dan  haru ketika memasuki prosesi mencium bendara Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada NKRI.. Pengukuhan ini menandai kesiapan mental dan fisik para pelajar terpilih untuk mengemban tugas bersejarah mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gresik.

Sebanyak 75 anggota yang dikukuhkan merupakan pelajar SMA/SMK/MA sederajat dan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik yang melewati seleksi ketat sejak awal tahun. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat para anggota Paskibraka mengucapkan Ikrar Putra Indonesia. Mereka kemudian mencium bendera Merah Putih satu per satu sebagai simbol kesetiaan kepada NKRI.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam amanatnya memberikan motivasi dan semangat kepada putra-putri terbaik Gresik. Pihaknya juga mendoakan kepada seluruh anggota Paskibraka bisa mewujudkan cita-citanya dan diberikan kelancaran dalam bertugas nanti saat upacara HUT ke-81 RI yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemkab Gresik.

“Kalian adalah putra-putri pilihan terbaik. Tugas mengibarkan bendera pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI bukan sekadar tugas seremonial, melainkan bentuk pengabdian nyata serta wujud kehormatan yang luar biasa kepada daerah, bangsa, dan negara,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Yani menambahkan, pengalaman menjadi Paskibraka hendaknya menjadi modal penting bagi para anggota untuk terus berkembang, berprestasi, dan mengambil peran positif di tengah masyarakat. “Saya berharap, hasil pendidikan, latihan maupun saat masa karantina yang telah dilaksanakan selama ini benar-benar menjiwai sikap dan perilaku kalian. Jadilah contoh dan teladan yang baik bagi pelajar serta generasi muda lainnya,” tutup Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani ini.

Tiga siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik tidak dapat menyembunyikan rasa bangga mereka setelah terpilih menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Proses seleksi yang ketat dan kompetitif berhasil mereka lalui dengan disiplin tinggi dan kerja keras selama berbulan-bulan. Prestasi gemilang ini menjadi catatan sejarah baru bagi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang baru saja diresmikan secara permanen.

Akmalindo Kurniawansah, salah satu siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi asal Bawean yang berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka, mengaku bangga bisa terpilih menjadi bagian dari pengibar bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-81 RI di Kabupaten Gresik. “Mudah-mudahan prestasi ini dapat menjadi motivasi teman-teman yang lain untuk membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih mimpi menyambut masa depan,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 3 Siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik Selengkapnya

Gerai belum Buka, Semester I/2026 KDMP Kedungpring, Balongpanggang Bukukan Omzet Rp 1,33 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Kinerja Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik menunjukkan tren positif. Semester I/2026 koperasi yang dipimpin oleh Budi Agustiawan mencatatkan omzet sebesar Rp 1,33 miliar tepatnya Rp 1.338.692.000. Bila di rata-rata omzet sebesar Rp 200 juta/bulan.

Uniknya lagi, penjualan mencapai miliar rupiah itu bisa tercapai gerai KDMP belum buka secara resmi. “Omzet berasal dari penjualan sembako dan lainnya. Semua barang adalah produk KDMP Kedungpring,” kata Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Merah Putih Kabupaten Gresik Rian Pramana Suwanda menirukan ucapan Ketua KDMP Kedungpring Budi Agustiawan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Rian, sapaan akrab, Rian Pramana Suwanda,, mengapresiasi kebijakan yang dilakukan oleh pengurus KDMP Kedungpring ini. Ia berharap koperasi lain di Kabupaten Gresik bisa mencontoh strategi yang dilakukan oleh pengurus KDMP Kedungpring ini. “Pak Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani, Red) mengharapkan KDMP selain berjualan produk bersubsidi juga menjual produk sesuai potensi desa,” kata Rian yang juga Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gresik ini. 

Dalam waktu dekat gerai KDMP Kedungpring akan secara resmi dibuka. Saat ini, pengurus sedang melakukan pembangunan lahan kuliner UMKM. Sebab, selama ini, halaman depan gerai KDMP dimanfaatkan oleh masyarakat desa setempat untuk berjualan kuliner setiap sore hingga malam hari. 

Pasar kuliner yang semua pedagangnya warga desa setempat ini telah berhasil menggerakkan ekonomi warga. Sehingga, pengurus koperasi tetap memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk berjualan di kompleks KDMP Kedungpring.

Berdasarkan data yang didapat 1minute.id jumlah koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Gresik sebanyak 365 koperasi. Semuanya telah memiliki legalitas. Dalam pembentukan ratusan koperasi ini, Pemkab Gresik melalui APBD Gresik memberikan dukungan anggaran lebih kurang Rp 1 miliar. 

Pada Agustus 2026, membangun 356 gerai di Kabupaten Gresik. Rinciannya, 202 gerai telah selesai dibangun termasuk gerai KDMP Kedungpring; 63 gerai proses pembangunan dan 91 gerai yang belum terbangun. Selain dukungan anggaran dari Pemkab Gresik, sebanyak sepuluh perguruan tinggi memberikan bimbingan penyusunan proposal bisnis (probis).

Sepuluh perguruan tinggi itu, yakni ; Universitas Gresik (Unigres) ; Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ; Universitas Qomaruddin dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Kemudian, Universitas Negeri Surabaya  (Unesa) ; Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ; Poltek Batu ; Universitas Ciputra ; dan Universitas Surabaya (Ubaya). “Pendampingan dari Universitas ini, diharapkan semua KDMP di Kabupaten Gresik bisa menyusun proposal bisnis yang sesuai dengan potensi desa masing-masing,” tegas Rian yang juga Rektor Universitas Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gerai belum Buka, Semester I/2026 KDMP Kedungpring, Balongpanggang Bukukan Omzet Rp 1,33 Miliar  Selengkapnya

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Hidup Sehat sudah menjadi gaya hidup bagi insan PT Petrokimia Gresik dan masyarakat Gresik. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti jalan sehat bersama PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini digelar di tiga wilayah, yakni Gresik pada 12 Juli, Babat, Lamongan pada 2 Agustus, serta Gunungsari, Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa jalan sehat atau fun walk yang rutin digelar setiap tahun merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong penerapan pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui jalan sehat ini, Petrokimia Gresik mengajak peserta untuk membiasakan hidup aktif dan sehat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” ujar Daconi.

Rangkaian jalan sehat tersebut diikuti oleh karyawan Petrokimia Gresik bersama keluarga serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di Gresik, kegiatan menjadi bagian dari aktivitas kebersamaan karyawan dan keluarga, sementara di Babat dan Gunungsari, masyarakat sekitar turut berpartisipasi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.

“Kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Kami melihat antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Semoga kegiatan yang rutin kami laksanakan ini dapat mendorong keluarga untuk semakin aktif berolahraga dan menjaga kesehatan,” kata Daconi

Tidak hanya jalan sehat, Petrokimia Gresik juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan manfaat lebih luas. Peserta dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara anak-anak dapat menikmati fasilitas permainan yang tersedia di lokasi kegiatan.

Petrokimia Gresik juga menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka stan dan memasarkan produknya. Kehadiran UMKM tersebut menjadikan kegiatan jalan sehat tidak hanya sebagai sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Lebih lanjut, Daconi mengatakan kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan insan perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, hubungan yang harmonis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Jalan sehat ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangun kebersamaan. Di sini masyarakat, karyawan, dan keluarga dapat berbaur dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting bagi Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah, termasuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan optimal untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik Selengkapnya