Ambles dan Longsor Disparekrafbudpora Gresik Tutup Jogging Track Kompleks Stadion G-JOS

GRESIK,1minute.id – Fasilitas jogging track di kompleks Stadion Gelora Samudro (G-JOS) ditutup sejak Sabtu, 3 Januari 2026. Disparekrafbudpora Gresik menutup lintasan yang berfungsi untuk berlari santai atau mlaku-mlaku itu ambles. 

Tebing sekitar arena jogging track juga longsor panjang sekitar 70 meter, tinggi 4 meter dan lebar 14 meter. Penutupan fasilitas umum dilakukan untuk keamanan warga. Sebab, tanah sekitar masih labil. “Mohon maaf, tidak boleh beraktivitas disini,” kata petugas itu dengan ramah pada Minggu pagi, 4 Januari 2026.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar 200 meter dari lokasi jogging track yang ambles itu telah dipasang pita plastik warna kuning kombinasi hitam. Pita plastik itu bertuliskan BPBD Jawa Timur. Sejumlah warga yang hendak mlaku-mlaku Minggu pagi pun kecele. Karena petugas Kompleks Stadion G-JOS yang berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik melarang. 

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali membenarkan penutup jogging track di kompleks Stadion G-JOS itu. “Longsor, mas!” kata Ghozali dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 4 Januari 2026.

Sebulan terakhir hampir saban hari Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik diguyur hujan. Pada Jumat, 2 Januari 2025 hujan deras membuat sebagian tanah di bekas gunung Legis yang digunakan untuk fasilitas jogging track itu ambles. Dinding tanah di luar Stadion G-JOS longsor. Disparekrafbudpora belum bisa memastikan kapan fasilitas olahraga dan rekreasi bagi masyarakat kembali dibuka. (yad)

Ambles dan Longsor Disparekrafbudpora Gresik Tutup Jogging Track Kompleks Stadion G-JOS Selengkapnya

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus 

EMPAT wisatawan domestik (wisdom) tersesat di Pantai Tanjung Ghe’eng atau Gaang di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Kamis, 1 Januari 2026. Tim gabungan dari Polsek Sangkapura, Koramil dan Perangkat Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura berhasil melakukan evakuasi warga  Kompleks Perumahan Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu.

Seperti apa Pantai Tanjung Gaang itu? Wartawan 1minute.id sempat mengunjungi pantai Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021. Saat itu, bersama dengan tujuh orang termasuk pemandu wisata pemuda setempat. Kami menyewa Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). 

Pantai Tanjung Gaang, destinasi wisata ini belum tersentuh modernisasi. Masih “perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kami tertarik mengunjungi destinasi ini karena mendapatkan informasi menjadi salah satu spot terbaik Sunset di Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean. 

Rombongan tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Perjalanan menggunakan Jhukong lebih kurang 45 menit. Benar juga. Destinasi satu ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Biota laut bisa diintip dari atas perahu. Berbagai jenis ikan warna-warna bisa dinikmati dengan mata telanjang. Beberapa teman juga sempat menikmati rumput laut disana. 

Bagi penghobi snorkeling atau diving akan sangat dimanjakan dengan kekayaan laut hasil ciptaan Sang Kholiq iniq. Tapi, harus membawa peralatan sendiri karena belum ada tempat persewaan alat untuk menyelam. Karena Tanjung Gaang, Bawean bukan seperti destinasi Bangsring Underwater di Banyuwangi. Sebab, pantai Tanjung Gaang, masih perawan. “Apik seru!” seru seorang teman. 

EKSOTIS: Batu karang di Pantai Tanjung Gaang di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean yang menyerupai Dinosaurus (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Batu karang yang melindungi kami dari sengatan matahari itu seperti marmer. Bentuknya, sangat eksotis. Bentuknya pun aneka ragam. Bahkan, ada yang menyerupai dinosaurus. Foto-foto Tanjung Gaang bisa dinikmati di buku berjudul Grissee Kota Bandar cetakan ke-2 karya Chusnul Cahyadi yang juga wartawan media online, 1minute.id ini.

Setelah berendam dan menikmati biota laut. Kami kemudian kembali naik Jhukong menuju sebuah pantai masih di Desa Kumalasa. Pantai itu salah satu akses menuju puncak batu karang untuk menikmati Sunset yang menurut warga setempat salah satu spot terindah Sunset di Pulau Bawean itu. Akses jalan menuju puncak batu karang tidak mudah. Sebab, Beberapa batu karang ujungnya juga runcing. Sehingga harus ekstrahati-hati. Semua perjalanan itu, terbayar lunas karena pemandangan membuat mata seakan enggan berkedip karena begitu memesona. (Chusnul Cahyadi)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus  Selengkapnya

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat wisatawan asal Sidoarjo yang tersesat di jalur hutan dan perbukitan dari objek wisata Tanjung Ghe’en, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik berhasil diselamatkan.

Wisatawan domestik yakni Rudianto ; Djoko Priantoro; Mikhael Brave dan Gavriel Bright. Mereka diduga satu keluarga yang tinggal di Perum Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu bisa diselamatkan oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sangkapura dan Perangkat Desa Kumalasa.

Petugas membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk proses evakuasi wisdom. Sebab, medan lokasi hutan dan perbukitan batu padas. Tim harus menyusuri jalur perbukitan dan hutan dengan berjalan kaki. Karena jalu menuju Tanjung Ghe’eng tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Tidak penerangan lampu serta sinyal komunikasi juga tidak bisa menjangkau lokasi kejadian.

“Medannya cukup berat dan gelap. Akhirnya empat wisatawan itu berhasil kami temukan di pinggir pantai,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza pada Jumat, 2 Januari 2026. 

Menurut Iptu Hepi, keempat wisatawan yang seluruhnya laki-laki, terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak. Mereka dilaporkan tersesat saat perjalanan pulang menjelang malam. Dari keterangan para wisatawan, mereka tersesat karena kemalaman dan salah mengambil jalur, yang justru membawa mereka kembali ke arah pantai. 

Salah seorang wisatawan kemudian meminta pertolongan melalui layanan darurat 110 Polres Gresik. Laporan Masuk sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Desa Kumalasa Idham Cholik, mengungkapkan bahwa informasi awal diterimanya dari Polsek Sangkapura setelah adanya laporan masuk melalui call center 110 Polres Gresik. “Sekitar pukul 18.00 WIB saya mendapat laporan dari kepolisian bersama Koramil. Kami langsung bergerak bersama warga untuk melakukan pencarian,” ujar Cholik.

“Mereka mengira jalur itu jalan pulang, tapi justru kembali ke pantai. Akhirnya salah satu dari mereka berteriak minta tolong, dan suaranya terdengar oleh tim pencari,” jelas Kholik. Setelah sumber suara diketahui, tim langsung mengarah ke lokasi dan menemukan keempat wisatawan dalam keadaan selamat tanpa luka serius.  Selanjutnya mereka dievakuasi dan diistirahatkan di sekitar wilayah Kecamatan Sangkapura.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Aipda Wijiono membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut salah satu wisatawan sempat menghubungi layanan darurat 110 Polres Gresik untuk meminta pertolongan. “Benar, ada laporan masuk melalui 110. Alhamdulillah, seluruh wisatawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Wijiono.

Diketahui, Tanjung Ghe’eng berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga, dengan akses berupa jalan naik turun, medan terjal, dikelilingi hutan lindung, serta kondisi sinyal komunikasi yang tidak stabil, sehingga rawan bagi wisatawan yang berkunjung tanpa pendamping atau penerangan memadai.

Wartawan 1minute.id mengunjungi Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021 sempat mengunjungi destinasi wisata Tanjung Ghe’eng. Saat itu, bersama enam orang termasuk pemandu wisata asal Bawean dengan naik Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). Selama hampir 45 menit perjalanan. 

Tanjung Ghe’eng, destinasi wisata yang masih perawan. Air jernih sehingga biota laut bisa dilihat dari atas perahu. Selain itu, batu cadas yang menjulang diatas permukaan laut beberapa mirip hewan zaman purba, Dinosaurus. Atas bukit batu cadas itu, salah satu spot terbaik untuk menikmati Sunset di Pulau Putri. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean  Selengkapnya

Polairud Polres Gresik Amankan Tiga Kapal Nelayan Gunakan Jaring Trawl

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Gresik mengamankan tiga kapal motor nelayan (KMN) menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan jenis jaring trawl di Perairan Karang Jamuan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Ketiga kapal yang diamankan masing-masing adalah KMN Semangat, KMN Alif Ba Tsa, dan KMN Jati Jaya. Penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas penangkapan ikan yang mencurigakan di wilayah perairan tersebut.

Informasi awal diterima Sat Polairud Polres Gresik pada Senin, 29 Desember 2025 sekitar pukul 05.00 WIB menerima laporan ada nelayan menggunakan alat tangkap jaring trawl alias pukat harimau. Menindaklanjuti laporan itu, tim yang dipimpin Aiptu Pudji bersama tujuh personel lainnya segera bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 06.30 WIB, petugas mendapati ketiga kapal tengah mengoperasikan jaring trawl di perairan Karang Jamuang. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa alat tangkap yang digunakan melanggar ketentuan perundang-undangan karena berpotensi merusak ekosistem laut.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit kapal, tiga set jaring trawl dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 7 meter, enam buah blabak atau papan pembuka jaring, tiga utas tali tampar sepanjang 40 meter, serta hasil tangkapan laut berupa enam drum berisi ikan glomo, udang, dan ikan kiper. Seluruh barang bukti beserta para nahkoda kapal langsung diamankan ke Mako Satpolairud Polres Gresik untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, menegaskan bahwa penggunaan jaring trawl sangat merugikan lingkungan laut karena dapat merusak terumbu karang dan mengganggu kelestarian biota laut. “Penggunaan jaring trawl jelas dilarang. Saat ini ketiga kapal beserta nahkodanya telah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut. Penanganan perkara ini juga akan kami koordinasikan dengan Dinas Perikanan setempat,” tegasnya.

Para pelaku terancam dijerat Pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan.

Polres Gresik mengimbau seluruh nelayan agar mematuhi aturan penggunaan alat tangkap yang legal dan ramah lingkungan demi menjaga kelestarian sumber daya laut. Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga keamanan wilayah perairan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Call Center Polri 110 (24 jam) atau layanan pengaduan Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polairud Polres Gresik Amankan Tiga Kapal Nelayan Gunakan Jaring Trawl Selengkapnya

96 Personel & 5 ASN Polres Gresik Naik Pangkat, AKBP Rovan : Hasil Kerja Keras, Dukungan Pimpinan dan Keluarga

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 96 anggota Polres Gresik naik pangkat. Kado akhir tahun yang membuat mereka semringah. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu yang memimpin langsung upacara Laporan Kenaikan Pangkat bagi personel Polri periode 1 Januari 2026 serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 1 Oktober 2025 di halaman Mapolres Gresik pada Rabu, 31 Desember 2025.

Upacara yang diikuti oleh Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polri dan ASN di lingkungan Polres Gresik. Sebelum menyampaikan amanat, Kapolres Gresik mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Briptu Ahmad Nur Syarif, anggota Satreskrim Polres Gresik yang telah wafat. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi pengingat akan dedikasi serta pengabdian anggota Polri.

Dalam amanatnya, AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan bahwa sebanyak 96 personel Polri dan 5 personel PNS resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Adapun rincian kenaikan pangkat personel Polri meliputi satu personel dari AKP ke Kompol, delapan personel dari Iptu ke AKP, lima personel dari Ipda ke Iptu, satu personel dari Aiptu ke Ipda, 45 personel dari Aipda ke Aiptu, 21 personel dari Bripka ke Aipda, 11 personel dari Briptu ke Brigpol, serta empat personel dari Bripda ke Briptu.

Sementara itu, untuk PNS Polres Gresik, empat personel naik pangkat dari Pengatur I ke Penata Muda, dan satu personel dari Penata Muda Tingkat I ke Pengatur. “Kenaikan pangkat bukan sekadar rutinitas atau formalitas, melainkan rahmat dan anugerah yang patut disyukuri. Ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, prestasi, serta dukungan pimpinan dan keluarga,” tegas AKBP Rovan dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, alumnus Akpol 2006 itu juga memberikan penghormatan kepada personel yang memasuki masa purna tugas periode Juli hingga Desember 2025. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian para purnawirawan yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran selama bertugas di institusi Polri.

“Sekali Bhayangkara tetap Bhayangkara. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya. Semoga masa purna tugas dijalani dengan bahagia dan tetap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Rovan yang mendapatkan promosi menduduki jabatan baru di Divisi Propam Mabes Polri itu. 

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air bunga sebagai simbol rasa syukur dan penyucian diri dalam mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Kapolres Gresik didampingi para PJU secara langsung memberikan ucapan selamat kepada para personel yang naik pangkat, yang turut didampingi oleh istri atau suami masing-masing anggota. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

96 Personel & 5 ASN Polres Gresik Naik Pangkat, AKBP Rovan : Hasil Kerja Keras, Dukungan Pimpinan dan Keluarga Selengkapnya

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi berinisial A.I di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Desember 2025. Bayi berusia 1 tahun diduga mengidap atresia bilier.

Atresia bilier adalah kelainan langka pada bayi baru lahir dimana saluran empedu (di dalam atau luar hati) tersumbat atau tidak berkembang normal, menghambat empedu dari hati ke usus. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah beserta jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa KTP orang tua anak IA masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak IA, imbuhnya, memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegas orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan Selengkapnya

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir tahun 2025, civitas UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Mohammad Salim dinobatkan sebagai Juara Pertama Kepala Sekolah Imlementator Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Salim berhak mendapatkan Anugerah PAIS LOVE 2025. Penganugerahan akan diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama 2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Januari 2026 mendatang. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja cerdas Guru PAI Spenda yang luar biasa,  Ustad Bambang Sujianto, Ustad Humaidi dan Bu Ning Choiriyah dengan konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan PAI dan tanpa lelah membuat inovasi terbaik untuk murid kami dan saya selaku kepala Sekolah mengapresiasinya,” kata Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 Desember 2025.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, satu-satunya lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Juara kedua, diraih Sholahiyah dari Kepala SMP Alkarimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dan juara tiga yakni Moh Ghozali, Kepala UPT SDN 296 Gresik.

Menurut Salim, ada beberapa penilaian program pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik. “Spenda terpilih menjadi Terbaik Program sekolah berbasis Agama,” kata Salim.

Ada sepuluh program berbasis PAIS yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik selama 2025. Salim menyebutkan, 

Pengajaran Al-Quran, TBTQ (Tuntas Baca, Tulis Quran) Kelas Tahfid adalah Literasi Al Quran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran ;  Pelajaran Fiqih Nisa’: Keputrian.  Program ini mengajarkan siswa tentang hukum-hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan akhlak ; Pelajaran Akhlak: Program ini mengajarkan siswa tentang akhlak yang baik, seperti sopan santun, kejujuran, dan empati.

Berikutnya, Kegiatan Keagamaan :  Program ini meliputi kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya ; Pembinaan Karakter: Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas ; Pengembangan Spiritual: Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya spiritualitas dan bagaimana meningkatkan kualitas spiritual.

Selanjutnya, Kegiatan Sosial: Program ini meliputi kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dana untuk kegiatan keagamaan, dan lain-lain ; Pembinaan Guru : Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar pendidikan agama Islam ; Pengembangan Kurikulum*: Program ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang lebih efektif dan relevan dan Evaluasi dan Monitoring: Program ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Selain sepuluh program tersebut, Spendagres juga melakukan kegiatan penunjang, antara lain, Salat Dhuha, Duhur berjamaah ;  Pengajian rutin ; Kegiatan bakti sosial dan santunan; Lomba-lomba keagamaan dan  Seminar keagamaan. Kemudian, kegiatan outbound keagamaan Brus ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah) kerjasama dengan KUA (Kantor Urusan Agama).Gresik ; Hotmil dan tadarus jam ke Nol ; Duta Keberagaman Pembinaan Kerukunan kerjasama dengan FTK Gresik ; Kantin Halal Binaan Kemenag ; Love Romadhon dan Jumat Religi berbagi dan Peduli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag Selengkapnya

Satrreskrim Polres Gresik Tangkap Terduga Debt Collector Menganiaya Istri & Ibu Debitur Bank Plecit 

GRESIK,1minute.id – Seorang diduga debt collector beraksi di wilayah Desa Indro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Ia menagih dua debitur yang nunggak pembayaran utang ke bank plecit alias bank thitil alias rentenir dengan cara kekerasan. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik pun turun tangan.

Satuan yang dipimpin oleh AKP Arya Widjaya, Kasatreskrim Polres Gresik itu menangkap pemuda berinisial MMT, 27, di rumah kontrakannya di Perumahan Bhumi Cermai Apsari, Kecamatan Cerme. Pelaku MMT dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. 

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, didampingi Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan menjelaskan,  bahwa insiden bermula pada Sabtu, 27 Desember 2025 sekitar pukul 17.30 WIB. Petang itu, pelaku mendatangi rumah korban, Pujianah, 40, dengan maksud menagih utang milik suami korban. Namun, saat itu suami korban belum berada di rumah karena masih bekerja dan diperkirakan baru pulang sekitar pukul 19.00 WIB.

“Pelaku tidak menerima penjelasan korban. Ia kemudian tersulut emosi dan merekam korban beserta kondisi rumah, sambil mengancam akan memviralkan video tersebut dengan alasan korban gagal bayar,” ungkap AKP Arya di Mapolres Gresik pada Senin, 29 Desember 2025.

Cekcok pun tak terhindarkan. Saat korban berusaha menghentikan perekaman dengan merebut ponsel pelaku, MMT justru melakukan kekerasan dengan meremas jari tangan kiri korban hingga mengalami memar dan bengkok. Pelaku juga memiting korban ketika korban mencoba menarik tas milik pelaku untuk dibawa ke pengurus RT setempat.

Tak berhenti di situ, ibu korban berinisial S, seorang pensiunan yang berupaya melerai dengan menggunakan sapu, justru ikut menjadi korban. Pelaku mendorong S hingga terjatuh dan tersungkur ke tanah. Akibat kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Gresik. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan penyelidikan intensif.

“Pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku berhasil kami amankan di rumah kontrakannya di Perumahan Bhumi Cermai Apsari, Kecamatan Cerme,”  beber perwira tiga balok di pundak itu. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam bernopol L-2634-**, satu unit ponsel merek Redmi warna hitam yang digunakan untuk merekam korban, jaket warna hijau, helm warna hitam, serta satu lembar nota pembayaran angsuran.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Gresik guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, MMT dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Kasat Reskrim Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang dialami atau disaksikan ke kantor kepolisian terdekat, melalui layanan darurat 110 yang aktif 24 jam, maupun layanan Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. Selain itu, pihak kepolisian menegaskan agar para penagih utang tidak melakukan pemaksaan, intimidasi, maupun tindakan kekerasan yang melanggar hukum dalam menjalankan aktivitas penagihan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Satrreskrim Polres Gresik Tangkap Terduga Debt Collector Menganiaya Istri & Ibu Debitur Bank Plecit  Selengkapnya

Libur Nataru, Pantai Delegan Padat , Satpolair Polres Gresik Pantau Aktivitas Wisatawan Mandi Air Laut

GRESIK,1minute.id – Pantai Delegan masih menjadi favorit masyarakat. Di liburan Natal dan Tahun (Nataru) destinasi pasir putih di Pantai Utara (Pantura) Gresik tepatnya di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik ramai.

Ratusan bahkan ribuan wisatawan berkunjung ke salah satu destinasi wisata di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu. Polres Gresik melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolair) meningkatkan pengamanan di kawasan wisata Pantai Dalegan itu. Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Polair Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, bersama sejumlah personel, yakni Aiptu Pudji Santoso, Aipda Saji, dan Brigpol Machfudhi. 

Fokus pengamanan diarahkan pada pengawasan aktivitas wisatawan yang memadati kawasan pantai selama masa libur panjang. Petugas melakukan pemantauan secara intensif, khususnya terhadap pengunjung yang beraktivitas mandi di laut.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kecelakaan laut, mengingat tingginya jumlah wisatawan yang datang saat libur Nataru. Selain pengawasan, personel Satpolair juga aktif memberikan imbauan kepada wisatawan agar selalu waspada, mengutamakan keselamatan diri, serta mematuhi batas aman pantai yang telah ditetapkan dan diberi tanda oleh pengelola wisata.

Kasat Polair Polres Gresik turut mengedukasi para orang tua agar senantiasa mengawasi anak-anaknya saat beraktivitas di area pantai. Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada pengelola perahu wisata dengan menegaskan pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran, termasuk kewajiban penggunaan life jacket bagi seluruh penumpang.

“Melalui pengamanan yang intensif ini, Polres Gresik berharap seluruh rangkaian kegiatan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru di Pantai Dalegan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menikmati liburan dengan rasa nyaman dan tenang,” ujar Kasat Polair AKP I Nyoman Ardita. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Libur Nataru, Pantai Delegan Padat , Satpolair Polres Gresik Pantau Aktivitas Wisatawan Mandi Air Laut Selengkapnya

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional

GRESIK,1minute.id – International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang berakhir pada Rabu, 24 Desember 2025. Sebanyak empat siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik berhasil merebut empat medali di ajang kompetisi internasional robot terbesar untuk siswa muslim ini. 

Empat siswa yang menorehkan tinta emas bagi dunia pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu, yakni, Muhammad Rabi Fawaid, Kelas VIII A meraih The Second Place of Maze Transporter Katagori Robot Transporter Senior ; Muhammad Fatihul Fajril Irham (Kelas VIII A) meraih The second place of Sumo RC 1 Kg ; Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman (Kelas VIII B) meraih The Second Place of Maze Transporter dan Muhammad Uffair Nayaka Untara (Kelas VII A) meraih The Third place of Sumo RC 1 Kg. Mereka tergabung dalam robotika sekolah.

Bagaimana perasaan mereka karena mengharumkan nama sekolah dan pendidikan di Kabupaten Gresik ? “Saya merasa terharu bisa ikut lomba Robot tingkat international, karena selama ini saya ingin masuk ekstrakurikuler robotik di MTs Tarbiyatul Wathon, hal itu yang mendorong saya harus masuk di Lembaga MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman, programer Transporter di tim Robotik MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Panceng itu. 

Muhammad Fatihul Fajril Irham, mengaku masih belum percaya bisa meraih prestasi di ajang robotika internasional ini. Sebab, Fajril mengaku  baru belajar robotika semenjak September sampai November 2025. Kecerdasan dan ketekunan siswa kelas VIII itu akhirnya ditunjuk untuk mewakili teman-temannya ikut ajang IISRO di Semarang pada Desember 2025. “Hati dan perasaan saya masih tidak percaya kalau saya bisa jadi juara Robotika,” kata Fajril. 

Kompetisi robot tahunan yang diikuti ribuan siswa mulai jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah (SD dan MTs) sederajat yang diselenggarakan International Muslim Association for Robotics atau Asosiasi Muslim Internasional untuk Robotika (IMARO), sebagai persiapan sekolah Islam untuk berpartisipasi dalam kompetisi robotika dunia. Kompetisi berlangsung selama 3 hari, 22-24 Desember 2025. Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah. 

Kepala Mts Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Emy Fitriyatun Nisa’ mengucapkan rasa syukur. “Syukur Alhamdulillah, Prestasi di tingkat International yang diraih anak-anak Robotik sangat menggembirakan dan kebanggaan bagi seluruh civitas MTs. Tarbiyatul Wathon, kami berharap prestasi tim robotic dapat di tiru oleh teman temanya demi mengharumkan nama MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Emy Fitriyatun Nisa’. 

Sementara itu, Waka Kesiswaan Alfi mengaku bangga prestasi yang diraih tim robotic sekolah. “Kami sangat bangga dan terharu yang notabenya anak-anak kami dari pinggiran desa dengan pencapaian di kanca internasional ini, selain itu kita bisa membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing dan berinovasi di Tengah perkembangan zaman. Ajang ini bukan sekedar lomba, tapi juga buat pengalaman belajar anak kami dan untuk memotivasi siswa-siswi yang lain,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional Selengkapnya