Kunker Komisi IX DPR RI, 5 Tahun ada Lima Pengaduan UMK Gresik, Diselesaikan sambil Ngopi Bareng

GRESIK,1minute.id  – Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 September 2025. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyambut kedatangan komisi yang membidangi kesehatan, Ketenagakerjaan dan jaminan sosial ini.

Namun, kunker ke kota industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik berfokus pada isu strategis ketenagakerjaan, khususnya pembahasan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)  2025 serta dinamika investasi. Sebab, Gresik yang dikenal sebagai daerah intanpari (industri, pertanian, pariwisata) memiliki UMK cukup tinggi. Namun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama melalui dialog dan kolaborasi.

Wakil Bupati Asluchul Alif menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik menjadi salah satu daerah tujuan utama investasi di Jawa Timur dengan dominasi Penanaman Modal Asing (PMA). Meski demikian, Pemkab berkomitmen menjaga keseimbangan antara keberlanjutan investasi dan perlindungan hak-hak pekerja.

“Kami terus mengedepankan dialog dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pekerja, dan pengusaha agar kebijakan ketenagakerjaan termasuk UMK dapat diterima semua pihak. Dengan cara ini, iklim usaha terjaga dan tenaga kerja terlindungi,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Zainul Arifin, menambahkan bahwa selama tahun ini terdapat lima pengaduan terkait penerapan UMK. Semuanya berhasil diselesaikan secara dialogis melalui metode khas Gresik “duduk dan minum kopi bersama” bersama para pihak terkait.

“Kami memfasilitasi pertemuan rutin Dewan Pengupahan setiap bulan, yang juga sering dihadiri Forkopimda. Forum ini menjadi wadah diskusi terbuka,” jelas Zainul.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap persoalan ketenagakerjaan, Pemkab Gresik juga memiliki Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas menangani kondisi darurat pekerja, termasuk pencegahan konflik dan koordinasi lintas instansi.

Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini, menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Gresik. “Kami melihat pola kemitraan dan komunikasi yang baik antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha. Praktik seperti ini dapat menjadi contoh daerah lain untuk menjaga iklim usaha dan kesejahteraan pekerja,” ujar Yahya Zaini.

Dalam kesempatan ini, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris peserta sebagai wujud nyata perlindungan kepada pekerja.Penyerahan ini menunjukkan sinergi yang erat antara pemerintah, DPR RI, pelaku usaha, serikat pekerja, dan lembaga jaminan sosial. (yad)

Kunker Komisi IX DPR RI, 5 Tahun ada Lima Pengaduan UMK Gresik, Diselesaikan sambil Ngopi Bareng Selengkapnya

Guru Sekolah Industri di Launching, Program Anyar di Kota Industri, Kolaborasi Pemkab Gresik, Kadin dan Indospring Tbk

GRESIK,1minute.id – Guru Sinau Industri (GSI). Program anyar hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, sekolah vokasi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Gresik, serta pelaku pendidikan dan industri resmi di launching pada Jumat, 12 September 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik juga Ketua Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Achmad Washil Miftachul Rachman yang melaunching kegiatan itu di pabrik PT Indospring Tbk. Washil menegaskan pentingnya menyiapkan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki pengalaman langsung di dunia industri.

“Dari temuan di lapangan, ada disparitas antara apa yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri. Karena itu, kita punya pandangan untuk bagaimana ‘menyekolahkan’ guru sehingga nantinya mereka bisa mengajarkan siswanya dengan tepat. Cara ini efektif dan efisien, serta diharapkan dapat mendorong penyesuaian kurikulum sekolah dengan teknologi terkini di industri,” tegas Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ia  mengapresiasi PT Indospring yang telah memfasilitasi program ini. Ia berharap perusahaan-perusahaan lain di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mau membuka diri dan berkolaborasi dengan sekolah.“Semakin banyak ilmu yang diserap guru, semakin baik kualitas lulusan sekolah kejuruan di Kabupaten Gresik,” katanya. 

Senada, Direktur PT Indospring Tbk Bob Budiono menjelaskan, bahwa GSI lahir dari kesadaran adanya perbedaan budaya sekolah dan industri. “Selain budaya, guru juga harus memahami perkembangan teknologi yang berjalan pesat. Guru adalah penyokong negara dalam bidang pendidikan. Karenanya, melalui GSI kami tidak hanya berbagi pengalaman industri, tetapi juga belajar dari budaya dunia pendidikan,” katanya.

Program GSI diikuti oleh 62 guru dari 61 SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Gresik. Peserta akan menempuh pelatihan dalam tiga tahap, masing-masing terdiri dari 12 batch. Setiap batch berisi lima peserta dengan durasi lima hari kerja. Evaluasi dilakukan di setiap tahap untuk memastikan kompetensi peserta sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Kurikulum GSI dirancang untuk menjawab tantangan dunia kerja modern. Materi yang diajarkan meliputi budaya kerja, proses produksi, teknologi industri, keselamatan kerja, supply chain management, hingga mekanika robotika. 

Pelaksanaan mengadopsi metode internasional 4M (Menyiapkan, Merencanakan, Melaksanakan, dan Menyelesaikan) dengan melibatkan instruktur bersertifikat hasil kerja sama Kadin Jawa Timur dan IHK-Trier Jerman. Selain Launching, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat BNSP P3 Skema Welder 3G kepada 23 siswa SMK lulusan 2024. (yad)

Guru Sekolah Industri di Launching, Program Anyar di Kota Industri, Kolaborasi Pemkab Gresik, Kadin dan Indospring Tbk Selengkapnya

Mokong, Satlantas Polres Gresik Tilang Truk Besar Langgar Jam Operasional

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menilang lima truk besar di wilayah Utara dan Kota Gresik pada Kamis, 11 September 2025. Penindakan terhadap truk besar itu dilakukan karena melanggar jam operasional. 

Tindakan tegas anggota korp sabuk putih itu untuk memastikan kebijakan pembatasan penerapan jam operasional kendaraan berat di Kabupaten Gresik berjalan efektif. Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menegaskan, bahwa penertiban ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan kelancaran serta ketertiban lalu lintas. “Kami tidak ingin aktivitas masyarakat terganggu oleh kendaraan berat,” tegasnya.

Sesuai aturan yang berlaku, truk besar dilarang melintas pada pukul 05.00 WIB – 08.00 WIB dan 15.00 WIB -18.00 WIB, yakni saat arus kendaraan padat. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi kemacetan sekaligus mencegah potensi kecelakaan, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja.

Sementara itu, Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menambahkan bahwa pembatasan jam operasional merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan berkendara. “Kami akan terus melakukan penertiban secara berkelanjutan bersama stakeholder terkait. Ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Selain penindakan, Polres Gresik juga menggandeng pengusaha angkutan dalam deklarasi patuh, melakukan sosialisasi langsung di lapangan, hingga menjatuhkan sanksi tilang bagi pelanggar. Pada operasi kali ini, tercatat lima truk besar ditindak karena melanggar aturan tersebut.

Seperti diberitakan, Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perhubungan Darat. Dalam beleid itu mengatur manajemen lalu lintas, angkutan darat, hingga penindakan pelanggaran. Khusus pelarangan kendaraan Over Dimension Overload (ODOL), Pasal 134 ayat (2) menegaskan adanya ancaman pencabutan izin bagi pelanggar. Perda itu juga mengatur jam  jam operasional kendaraan berat.

Pada Selasa, 9 September 2025, pengusaha transporter juga melakukan deklarasi mematuhi jam operasional kendaraan berat di wilayah Gresik. Baru dua hari, deklarasi ada sejumlah pengusaha transporter yang mokong. Sehingga, Satlantas Polres Gresik melakukan penindakan tilang. (yad)

Mokong, Satlantas Polres Gresik Tilang Truk Besar Langgar Jam Operasional Selengkapnya

Pengadilan Tipikor Surabaya Vonis Eks Kabid UMKM & PPBJ Diskoperindag Gresik Selama 1 Tahun Penjara

GRESIK,1minute.id – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menyatakan kedua terdakwa Fransiska Dyah Ayu dan Joko Pristiwanto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran hibah UMKM Gresik tahun 2023. 

“Menghukum terdakwa Fransiska Dyah Ayu Puspitasari dan Joko Pristiwanto dengan hukuman penjara masing-masing selama 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara selama 2 bulan,” tegas Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya Cokia Ana Pontia Oppusunggu saat membacakan putusan pada Rabu,  10 September 2025.

Terdakwa Fransiska Dyah Ayu adalah eks Kepala Bidang Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik. Sedangkan, Joko Pristiwanto adalah Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Diskoperindag Gresik. 

Ia melanjutkan, untuk terdakwa Joko Pristiwanto diharuskan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 116 juta dengan ketentuan selama 1 bulan tidak dibayar maka harta bendanya akan disita oleh penuntut umum untuk dilelang, dan apabila tidak ada harta untuk disita maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan.

“Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi melanggar pasal 03 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI No.31 tahun 1999 jo UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” urai majelis hakim.

Atas putusan ini, terdakwa Fransiska Dyah Ayu menyatakan pikir-pikir. Sedangkan terdakwa Joko Pristiwanto menerima putusan. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik menyatakan pikir-pikir. 

“Kami juga menyatan pikir-pikir atas putusan 1 tahun ini sambil menunggu petunjuk pimpinan. Pasalnya, kami telah menuntut terdakwa Fransiska dan Joko dengan tuntutan 1 tahun 6 bulan,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus)Kejari Gresik Alifin N Wanda.

Seperti diberitakan, Kejari Gresik telah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana hibah pokok pikiran DPRD Gresik untuk UMKM sebesar Rp 19 Miliar untuk 782 UMKM sejak 2023. Akan tetapi anggaran yang terserap hanya sebesar Rp 17,6 MilIar untuk 774 UMKM atau KUM. Dalam pengadaan barang melalui e-katalog itu, terdapat 12 penyedia barang. Potensi kerugian negara dari realisasi anggaran Rp 17,9 miliar itu sekitar Rp 1,7 miliar. Barang yang diserahkan tidak sesuai spesifikasi.

Sebanyak empat orang yang terlibat dalam perkara ini. Mereka adalah mantan Kepala Diskoperindag Gresik Malahatul Fardah di vonis selama 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Sedangkan, penyedia Rian Febrianto divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan. Vonis putusan dibacakan pada Rabu, 2 Oktober 2024. Berikutnya, adalah eks Ksbid UMKM Fransiska Dyah Ayu dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Diskoperindag Gresik Joko Pristiwanto. (yad)

Pengadilan Tipikor Surabaya Vonis Eks Kabid UMKM & PPBJ Diskoperindag Gresik Selama 1 Tahun Penjara Selengkapnya

Kafilah Berangkat ke Jember, Bupati Gresik : MTQ bukan Sekadar Lomba, tapi Menanamkan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 85 kafilah asal Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memberangkatkan kafilah terdiri dari 56 peserta, 9 pendamping, 12 pembina, dan 8 ofisial di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 11 September 2025.

Mereka akan berkompetisi di tujuh cabang lomba yakni, Tilawah Al-Qur’an (16 peserta), Hifzhil Qur’an (10 ), Tafsir Al-Qur’an (6 ), Fahmil Qur’an (6), Syarhil Qur’an (6 ), Khot Al-Qur’an (10), serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (2).

Acara pemberangkatan dihadiri Plt. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Muhammad Ali Faiq, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suprapto, Kepala Dinas PMD Abu Hassan, serta Koordinator Pembina Kafilah MTQ KH. Syaiful Munir.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa keikutsertaan kafilah Gresik dalam MTQ ini bukan sekadar rutinitas lomba, tetapi juga upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh cabang lomba dapat kami ikuti. Kita tidak ada kesulitan untuk memberangkatkan kafilah, karena Gresik memang gudangnya santri. Mudah-mudahan, ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi budaya yang diimplementasikan ke seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga mengingatkan kembali tentang Peraturan Bupati yang mewajibkan baca Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar. “Momentum MTQ ini menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen kita untuk terus memuliakan Al-Qur’an dalam setiap momen kehidupan. Semoga keberangkatan kafilah ini membawa berkah dan dapat meraih prestasi terbaik,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Wildan Faruqil Ahkam, salah satu kafilah menyampaikan rasa syukur bisa mengikuti MTQ yang akan berlangsung di Kabupaten Jember mulai 11 sampai 20 September 2025. “Sebelum lomba, saya menjalani pembinaan, latihan setiap hari, juga tirakat dan ikhtiar lahir batin. Target saya tentu ingin meraih juara, tapi lebih dari itu saya berharap mendapatkan berkah dari Al-Qur’an,” ucap Wildan yang akan berlaga di cabang Tilawah Al-Qur’an Anak-anak ini. (yad)

Kafilah Berangkat ke Jember, Bupati Gresik : MTQ bukan Sekadar Lomba, tapi Menanamkan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan  Selengkapnya

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan 

GRESIK,1minute.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik telah berakhir. Keguyupan dan semangat kebersamaan warga dalam menyemarakan hari kemerdekaan masih terasa hingga saat ini.

Kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama bagi pemdes yang dipimpin oleh Suyitno dalam menjalankan program pembangunan Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Slempit Suyitno mengatakan, Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia berlangsung sukses, meriah dan kondusif. Dalam perayaan hari kemerdekaan itu, pemerintah desa menggelar banyak kegiatan, antara lain, tasyakuran malam 17 Agustus ; ada perlombaan Agustusan untuk anak-anak: bola voli antar Rukun Warga putra dan putri ; wayang kulit hingga jalan sehat sebagai puncak atau Gebyar HUT Ke-80 Republik Indonesia. 

Antusiasme warga begitu besar dalam mengikuti semua kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu. “Bentuk syukur atas kemerdekaan,” kata Suyitno pada Kamis, 11 September 2025.

Ia mencontohkan kegiatan jalan sehat sebagai puncak perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Seluruh warga tumplek-blek mengikuti kegiatan yang digelar pada Ahad, 31 Agustus 2025. Sejak pagi, warga Desa Slempit berduyun-duyun menuju balai desa setempat. Tempat strat dan finish. Mulai dari anak- anak, pemuda, emak-emak, hingga orang tua. Laki-laki dan perempuan mengikuti jalan sehat kemerdekaan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai siang tersebut.

MERIAH : Peserta memakai busana ala putri raja menjadikan jalan sehat yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik semakin meriah (Foto : Istimewa)

Masyarakat antusiasme mengikuti jalan sehat selain ada banyak door prize. Juga tertarik karena menarik. Sebab, peserta  juga berdandan rapi dengan mengenakan  busana adat nusantara. Busan kebaya Jawa, hingga busana adat Sumatera hingga yang berpenampilan bagai permaisuri. Ada juga memakai kostum pahlawan revolusi. Jalan Sehat bagai sebuah karnaval. Antusiasme dan keguyupan warga membuat suasana perayaan terasa meriah. 

Kepala Desa (Kades) Slempit Suyitno, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat dan para peserta yang telah hadir dan yang telah mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Bahkan, warga di kompleks Perumahan Grand Kedamean Regency (GKR) dan Perumahan Diomond ikut menyemarakan kegiatan jalan sehat itu. Pemdes Slempit pun memberikan apresiasi kepada warga perumahan yang antusias menyemarakan hari kemerdekaan Indonesia itu.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan jalan sehat ini, Warga masyarakat desa Slempit dan para peserta jalan sehat sangat antusias sekali bahwa kegiatan jalan sehat pada tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan dihadiri langsung oleh, ribuan para peserta yang turut mengikuti kegiatan jalan sehat ini, Untuk memeriahkan, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke–80 Tahun,” kata Suyitno.

Ia melanjutkan, kegiatan jalan sehat ini bukan hanya sekedar acara olahraga saja tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara warga masyarakat Desa Slempit ini. (yad)

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan  Selengkapnya

TPID Gresik Bahas Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pulau Bawean Akibat Cuaca Buruk 

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 10 September 2025. Pertemuan ini membahas langkah stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok di Pulau Bawean yang terdampak cuaca buruk dan kendala transportasi.

Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya, Perum Bulog, Kodim 0817 Gresik, serta TPID Gresik. 

Camat Sangkapura Umar Junid dan Camat Tambak Muhammad Nursyamsi hadir secara daring menyampaikan kondisi terkini di lapangan.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menjelaskan, bahwa cuaca buruk serta tidak beroperasinya kapal motor penumpang (KMP) Gili Iyang menjadi faktor utama terganggunya pasokan. Kapal yang menjadi tumpuan utama distribusi kebutuhan pokok ke Bawean tersebut terbakar beberapa waktu lalu dan masih dalam tahap perbaikan.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat Bawean. Pemkab Gresik bersama seluruh pihak terkait berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga harga tetap stabil,” ujar Sekda Washil.

Dalam kesempatan itu, Camat Sangkapura memaparkan kebutuhan bahan pokok di wilayahnya saat ini cukup besar. “Setiap harinya, masyarakat Sangkapura membutuhkan beras 16 ton, gula 12 ton, tepung 13 ton, kanji 9 ton, bawang merah 5.4 ton, bawang putih 4.2 ton, dan telur sekitar 1.000 rak,” jelasnya.

Sementara itu, stok beras di Kecamatan Tambak relatif aman karena sedang memasuki musim panen padi. Namun, momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean yang selalu berlangsung meriah meningkatkan permintaan bahan pokok secara signifikan.

“Kegiatan Maulid Nabi di Bawean selalu menarik kunjungan dan konsumsi besar, sehingga stok bahan pokok lebih cepat menipis,” ujar Camat Tambak.

Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok.

“Mengingat angka kebutuhan bahan pokok di Pulau Bawean sangat tinggi, diperlukan kontribusi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyedia logistik, hingga pelaku usaha, untuk memastikan stok tetap terjaga dan harga tidak melonjak,” ungkapnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kabupaten Gresik pada Agustus 2025 berada di 1,80%, lebih rendah daripada rata-rata Jawa Timur yang sebesar 2,17%. Pemkab Gresik memberikan perhatian khusus agar masyarakat di kepulauan merasakan harga yang setara dengan daratan.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan bantuan bahan pokok pada 5 September lalu untuk masyarakat Bawean. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga hingga distribusi kembali normal.

Selanjutnya, Pemkab Gresik melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan menggelar Pasar Murah bersama para penyedia bahan pokok. Skema ini dirancang agar harga bahan pokok yang dijual di Pulau Bawean setara dengan harga di daratan, dengan menekan biaya ongkos distribusi melalui kerja sama dengan pihak penyedia.

TPID Gresik menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya langkah jangka pendek untuk mengendalikan harga, tetapi juga bagian dari strategi menjaga inflasi tetap terkendali, terutama di daerah kepulauan yang sangat bergantung pada distribusi logistik. Pemkab Gresik bersama TPID akan terus memonitor perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di Pulau Bawean secara berkala hingga situasi normal kembali. (yad)

TPID Gresik Bahas Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pulau Bawean Akibat Cuaca Buruk  Selengkapnya

SIG Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan dan Sosial untuk Santri dan Komunitas Anak Muda di Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Ali Yafi berulang kali mengucapkan rasa syukur. Kepala Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Situbondo, Jawa Timur berusia 42 tahun itu mengungkapkan rasa syukurnya karena para santri kini sudah memiliki ruangan khusus yang lebih layak dan nyaman untuk aktivitas belajar termasuk mengaji.

Ruangan yang direnovasi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tersebut terdiri atas bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai aula dan ruang serbaguna. “Selama ini, seluruh aktivitas belajar mengajar termasuk mengaji, masih dilaksanakan di masjid karena belum tersedia ruangan yang mampu mengakomodir aktivitas santri. Dukungan dari SIG membantu kami meningkatkan kualitas infrastruktur untuk kegiatan belajar yang efektif dan produktif,” kata Ali Yafi. 

Pihaknya mengaku sangat terbantu, mengingat sejak berdiri pada 2000 dan efektif beroperasi pada 2007, Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ berkembang secara swadaya dan jarang tersentuh bantuan dari pihak lain.Tidak hanya sektor ekonomi, komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat juga terwujud dalam dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong kegiatan positif sosial kemasyarakatan. 

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIG menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, serta fasilitas operasional dan penunjang kegiatan sosial kemasyarakatan bagi lembaga pendidikan keagamaan dan komunitas masyarakat di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Senada dengan Ali Yafi, Ketua Komunitas Gerakan Muda Bersatu, Anang Rudianto, 36, mengaku bahwa bantuan dari SIG sangat membantu keberlangsungan kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin dilaksanakan komunitasnya di Bondowoso. Sejak aktif pada 2015, Gerakan Muda Bersatu aktif menggelar kegiatan salawat dari satu desa ke desa lain.

“Selama ini, kami selalu sewa sound system. Alhamdulillah, sekarang sudah punya sendiri berkat bantuan dari SIG. Genset juga sangat membantu karena tidak semua titik lokasi memiliki akses listrik memadai, sementara motor roda tiga memudahkan pengangkutan perlengkapan dan logistik bantuan terutama jika ada donatur yang menyalurkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu di sekitar desa. Kami berterima kasih kepada SIG atas kepeduliannya yang tidak hanya mendukung kegiatan keagamaan, tetapi juga memperkuat peran kami dalam membantu masyarakat,” ujar Anang Rudianto.

Bantuan yang disalurkan meliputi pembangunan dan renovasi asrama santri, serta pagar beton di Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, dan 1 unit mobil pikap untuk operasional kegiatan sosial bagi Jamiyah Muhibbullah Warasulah di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Sementara di Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, SIG menyalurkan bantuan operasional berupa 12 unit sound system, 12 unit mesin genset, 1 unit mesin pemotong rumput, dan 1 unit motor roda tiga untuk menunjang aktivitas komunitas Generasi Muda Bersatu.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, program TJSL SIG senantiasa ditujukan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Fokus utamanya pada peningkatan kualitas pendidikan, serta aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi, sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan akan lahir generasi unggul yang memperkokoh langkah mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“SIG tidak hanya menghadirkan solusi bahan bangunan berkelanjutan, tetapi juga membangun masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas belajar para santri, mendukung kegiatan lembaga keagamaan, serta memperkuat peran komunitas dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun ekonomi produktif masyarakat. Bagi SIG, keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi kemajuan bersama,” kata Vita Mahreyni. (yad)

SIG Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan dan Sosial untuk Santri dan Komunitas Anak Muda di Jawa Timur Selengkapnya

Fikri, Siswa Spemdalas Gresik Melaju Semifinal OSN Matematika 2025, Koordinator Program: Semoga Ukir Prestasi Tertinggi 

GRESIK,1minute.id – Muhammad Fikri Rahmansyah, siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik lolos semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Matematika. Kini, siswa kelas IX ini sedang berjuang keras menjadi yang terbaik dalam kompetisi nasional yang diikuti ribuan anak-anak berotak encer yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) ini. 

Keberhasilan Fikri, jawara OSN Kabupaten Gresik dan menduduki posisi empat besar Jawa Timur ini bagai sebuah oase di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Koordinator Bina Prestasi Bidang Akademik SMP Muhammadiyah 12 Gresik Eka Ayu Pradisca, menuturkan perjalanan Fikri menuju OSN Nasional tidak mudah. Ia lebih dulu meraih peringkat pertama di tingkat Kabupaten Gresik, kemudian melanjutkan kiprahnya dengan menempati posisi keempat di tingkat Provinsi Jawa Timur. Hasil gemilang itu mengantarkannya masuk ke tahap semifinal tingkat nasional yang berlangsung secara daring pada Rabu,10 September 2025.

“Pihak sekolah melalui program Bina Prestasi memberikan pendampingan intensif, baik dengan pembimbing internal maupun eksternal, agar Fikri lebih siap menghadapi seleksi berikutnya,” kata Koordinator Bina Prestasi Bidang Akademik SMP Muhammadiyah 12 Gresik Eka Ayu Pradisca.

Dengan bekal latihan intensif, dukungan keluarga, dan motivasi kuat, langkah Fikri di OSN Matematika 2025 menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya. Kehadiran Fikri di babak semifinal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Spemdalas dan masyarakat Gresik. “Semoga perjuangan ini berlanjut hingga final dan mengukir prestasi tertinggi di tingkat nasional,” harap Eka.

Semangat belajar Fikri yang konsisten sejak kecil serta dukungan penuh dari orang tuanya menjadi kunci keberhasilan hingga kini. Bagi Fikri, matematika adalah ilmu yang lebih menekankan pada pemahaman logika ketimbang hafalan. “Kalau memahami konsep dasarnya, maka variasi soal apapun bisa diselesaikan,” ujarnya. Ia berharap bisa melaju ke babak final sekaligus menambah pengalaman berharga. 

Ke depan, Fikri bercita-cita menjadi guru matematika atau pembimbing OSN agar bisa menularkan ilmunya kepada generasi berikutnya. Untuk diketahui, Olimpiade Sains Nasional merupakan kompetisi akademik prestisius yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, OSN menjadi wadah bagi siswa-siswa terbaik untuk menunjukkan kemampuan di bidang sains dan matematika. (yad)

Berikut Prestasi Muhammad Fikri Rahmansyah

Sekolah : SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik

Bidang: Matematika

Prestasi: Juara 1 Kabupaten Gresik ; Juara 4 Provinsi Jawa Timur (data Spemdalas Gresik)

Fikri, Siswa Spemdalas Gresik Melaju Semifinal OSN Matematika 2025, Koordinator Program: Semoga Ukir Prestasi Tertinggi  Selengkapnya

Forkopimda Gelar Rakor Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Berat di Gresik, Mokong Sanksi Cabut Izin

GRESIK,1minute.id – Pengusaha transportasi darat berkumpul di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 September 2025. Mereka berkumpul untuk mengikuti rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Gresik. 

Forkopimda plus yang hadir yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Kapolres Gresik Richard Rovan Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kajari Gresik Yanuar Utomo, serta perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Gresik. Kemudian, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin rakor membahas tentang kepatuhan jam operasional angkutan barang, galian C, dan batubara di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Rakor dilanjutkan dengan deklarasi bersama pengusaha transporter komitmen mematuhi aturan larangan operasional yakni Pukul 05.00 – 08.00 WIB dan Pukul 15.00 – 18.00 WIB. Para pengusaha juga menyatakan siap menerima sanksi jika terbukti melanggar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki dasar hukum untuk membatasi jam operasional kendaraan berat yakni 

Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perhubungan Darat. Dalam beleid itu mengatur manajemen lalu lintas, angkutan darat, hingga penindakan pelanggaran. Khusus pelarangan kendaraan Over Dimension Overload (ODOL), Pasal 134 ayat (2) menegaskan adanya ancaman pencabutan izin bagi pelanggar.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, Gresik sebagai surga investasi harus berjalan seiring dengan keselamatan masyarakat. Karena itu, dirinya berharap adanya kesadaran dari pihak perusahaan pemilik angkutan barang.

“Kita punya tiga kawasan industri yang beroperasi 24 jam. Kebutuhan distribusi harus dihargai, tapi tidak boleh mengabaikan keselamatan warga. Saya mengajak pengelola kawasan dan perusahaan untuk mengingatkan sopir agar tidak melintasi dalam kota di luar jam operasional. Mari jaga Gresik bersama,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Data menunjukkan lonjakan pelanggaran di Juli–Agustus 2025, lebih dari 166 kendaraan di tilang, sementara setiap hari sekitar 200 kendaraan diarahkan agar mengikuti jalur yang benar. Penindakan dilaksanakan bersama Polres Gresik, guna menegakkan jam operasional sesuai Perda.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menambahkan, pelanggaran jam operasional angkutan barang menjadi atensi masyarakat. Tercatat, ratusan pengaduan yang masuk tiap bulannya di Polres Gresik, terkait masalah jam operasional angkutan barang. “Hari ini kami berbicara atas aspirasi warga. Penindakan akan konsisten, tetapi kami juga berharap perusahaan melakukan screening sopir agar lebih patuh aturan,” kata AKBP Rovan.

Dalam kesempatan yang sama, Kajari Gresik Yanuar Utomo menyatakan  bahwa penindakan adalah opsi terakhir. Namun, dirinya yakin bahwa setelah deklarasi ini sopir kendaraan berat bisa lebih patuh kala beroperasi di Kabupaten Gresik. “Saya yakin setelah deklarasi ini, pelanggaran bisa diminimalisasi. Mari kita semua patuhi jam operasional,” ujarnya.

Dari temuan di lapangan, banyak hal yang menjadi penyebab sopir angkutan barang melakukan pelanggaran. Banyak di antaranya melanggar karena tidak tahu rambu atau sekadar mengejar efisiensi dengan mengikuti Google Maps. Hal ini tentunya menjadi perhatian mengingat investasi yang terus meningkat, sehingga aktivitas logistik di Gresik akan semakin padat. Karena itu, perusahaan, terutama galian C, diimbau untuk lebih disiplin agar iklim usaha tetap sehat tanpa mengorbankan keselamatan warga.

Berikut isi deklarasi bersama pengusaha transporter di Kota Industri :

1. Menyadari, memahami, dan mematuhi sepenuhnya jam operasional di wilayah Kabupaten Gresik.

2. Berkomitmen tidak melintas pada jam terlarang: Pukul 05.00–08.00 WIB dan 15.00–18.00 WIB.

3. Memastikan seluruh sopir dan armada mematuhi kebijakan secara disiplin dan bertanggung jawab.

4. Siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan jika melanggar. (yad)

Forkopimda Gelar Rakor Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Berat di Gresik, Mokong Sanksi Cabut Izin Selengkapnya