Percepatan Pembentukan UHC, Pemkab Gresik Fasilitasi 171 Ribu JKN-KIS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berikhtiar mempercepat pembentukan Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta  (UHC). Untuk mewujudkan UHC itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan Nota Perjanjian Kersajama dengan BPJS Kesehatan Cabang Gresik. 

MoU tentang kepesertaan program jaminan kesehatan bagi penduduk pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang di daftarkan oleh Pemkab Gresik dilakukan di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 11 Januari 2022. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Pemkab Gresik berkomitmen dan mendukung program pemerintah dalam menyelenggarakan jaminan kesehatan sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2018.

Program JKN-KIS sejalan dengan Nawa Karsa yaitu semua masyarakat Gresik bisa mengakses pelayanan kesehatan. Saat ini Penduduk Gresik yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejumlah 1.012.604 jiwa dari total keseluruhan 1.283.961 jiwa. “Dan Pemkab telah berkontribusi mendaftarkan sejumlah 171 ribu penduduk,”katanya didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh.

Jumlah konstribusi Pemkab Gresik itu akan terus meningkat. Sebab, meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial (Dinsos) melakukan pendataan dan validasi data kependudukan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bagi masyarakat yang belum terdaftar, imbuhnya, bisa mendaftar mandiri atau secara bertahap akan di daftarkan supaya segera diwujudkan Universal Health Coverage (UHC) secara bertahap. UHC adalah cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif. 

Dengan adanya Nota kesepakatan ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, berharap agar BPJS Kesehatan beserta fasilitas kesehatan dan semua stakeholder bisa bersinergi untuk mengoptimalkan JKN-KIS dan terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk di Kabupaten Gresik secara merata.

Menurutnya, kebijakan ini perlu peran aktif dan komitmen stakeholder terkait. Misalnya, Dispendukcapil berperan dalam proses validasi data kependudukan peserta PBPU dan BP yang didaftarkan. Dinas Sosial berperan dalam proses verifikasi peserta program Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan bukan pekerja (BP) yang didaftarkan dan Dinas Kesehatan berperan dalam pemenuhan premi dan menjamin mutu pelayanan kesehatan bagi peserta yang didaftarkan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Tutus Novita Dewi mengatakan, tahun ini memasuki tahun kesembilan penyelenggaraan Program JKN-KIS. Per 10 Januari 2022, jumlah kepesertaan Program JKN-KIS secara nasional lebih dari 272 juta jiwa. “Khusus untuk di Kabupaten Gresik sendiri  telah mencapai 78.87% atau 1.012.604 jiwa dari total keseluruhan 1.283.961 jiwa,”terang Tutus. 

Rinciannya, peserta segmen PBI APBN sebanyak 359.890 jiwa, segmen PPU 332.909 jiwa, segmen PBPU 174.331 jiwa, segmen PBI APBD 126.399 jiwa dan segmen BP berjumlah 19.075 jiwa. (yad)

Percepatan Pembentukan UHC, Pemkab Gresik Fasilitasi 171 Ribu JKN-KIS Selengkapnya

Pelebaran Jalur Deandles Segera Dikerjakan

GRESIK,1minute.id – Kemacetan arus lalu lintas jalur Deandles di sekitar Tugu Manyar, Kemacetan Manyar, Gresik akan segera terurai. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) akan melebarkan jalan nasional di pantai utara Gresik itu. Pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemkab Gresik. 

Pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut sangat urgent. Apalagi sering macet akibat bottleneck atau penyempitan jalan depan gerbang kawasan industri, satunya kawasan ekonomi khusus (KEK) JIIPE serta Smelter Freeport Indonesia.

PPK BBPJN ruas Surabaya Gresik Sadang, Pungki Enggar Paweninggale mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah pelebaran jalan dilakukan tahun ini atau tahun depan. “Sampai saat ini masih menunggu (lahan,Red) kami, hanya di konstruksi,” katanya kepada wartawan pada Senin, 10 Januari 2022. 

Pungki mengungkapkan, untuk pelaksanaan perbaikan dan pelebaran jalan, pihaknya menunggu dokumen resmi dari Pemkab Gresik terkait pembebasan lahan. Setelah itu klir nanti anggaran baru diusulkan. “Untuk plot anggaran setelah ada dokumen dari pemkab yang menyatakan bahwa tanah sudah ready,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ahmad Hadi menambahkan, memang pekerjaam ruas Manyar kewenangannya BBPJN dibawah kendali Kementerian PUPR. “Pekerjaan pelebaran jalan dapat dimulai tahun ini jika lahan yang diperlukan sudah dapat di kondisikan dengan rencana lebar rumija 22-26 meter tergantung kesiapan lahan,”imbuhnya. 

Oleh karena itu, ujar Hadi, untuk percepatan dan penataan lokasi lahannya diperlukan kerjasama semua pihak diantaranya OPD teknis, aparatur kecamatan maupun pemerintah desa setempat. Untuk pelaksanaan pengkondisian lahan jalan dan penataan lokasi tersebut telah dialokasikan anggaran 2022 yang akan dilaksanakan Dinas Pertanahan. 

“Dengan pelebaran jalan tersebut diharapkan dapat  mengurangi secara signifikan tingkat kemacetan yang hampir setiap hari dirasakan masyarakat di jalur deandles tersebut,” jelasnya. (yad)

Pelebaran Jalur Deandles Segera Dikerjakan Selengkapnya

Kolaborasi Gebetan Baru dan PTSL 2022 Targetkan 85 Ribu Peta Bidang dan Sertifikat Tanah

GRESIK,1minute.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Pertanahan Gresik mencanangkan Program “Gebetan Baru” dan Gema Puldadis. Jangan salah persepsi dulu. Gebetan Baru kependekan dari Gerakan Bersama Tandai Batas Tanah dan Ruang. Sedangkan, Gema Puldadis adalah Gerakan Bersama Pengumpulan Data Yuridis.

Dua program baru itu untuk mengakselerasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Tujuannya, memberikan kepastian hukum kepada masyarakat atas kepemilikan hak atas tanah atawa sertifikat tanah. Menandai dua program anyar itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan pemasangan tanda batas dan ruang di Desa Mojotengah, Kecamatan Balongpanggang pada Senin, 10 Januari 2021.

Tahun ini, BPN Gresik menargetkan program PTSL menyelesaikan 45 ribu bidang tanah dan 40 ribu sertifikat atas hak tanah. Gebetan Baru dan Gema Puldadis akan bersinergi dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi (PT) dan stakeholder lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak bisa menyembunyikan kegembiraan karena PTSL bisa lancar.  Suatu kebahagiaan tersendiri melihat program PTSL di Kabupaten Gresik berjalan dengan sangat baik, dengan adanya kolaborasi baik dari pemerintah, BPN, serta universitas dan otomatis didukung oleh Forkopimda.

“Ada semacam sinergitas dan kolaborasi yang hebat, yang mana sering digaungkan bahwa di era saat ini sudah saatnya kita melakukan kolaborasi, bukan kompetisi yang tidak sehat,”katanya di Desa Mojotengah, Kecamatan Balongpanggang pada Senin, 10 Januari 2022. Bupati berusia 36 tahun itu semakin bangga karena program itu mendapatkan sokongan dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Karang Taruna dan Remaja Masjid.

Dengan bekal sinergitas dan kolaborasi tersebut, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani optimistis bahwa target Kabupaten Gresik Lengkap bisa dicapai di tahun ini. Pemkab, imbuhnya, terus menerus berupaya melakukan percepatan PTSL bagi masyarakat guna mencapai target tersebut. Hal ini karena data menjadi suatu harta yang tak ternilai.

“Data, berbasis bidang menjadi harta karun masa kini. Ini juga merupakan bentuk perjuangan kita melawan mafia tanah, dan tentunya sebagai usaha pemenuhan hak bagi masyarakat untuk mendapatkan legalitas yang jelas. Oleh karenanya, manfaatnya akan sangat besar untuk masyarakat,”katanya.

Pencanangan program Gebetan Baru dan Gema Puldadis bersamaan dengan penyerahan piagam penghargaan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A. Jalil, lantaran dukungannya dalam Progran PSTL di Kabupaten Gresik. Penghargaan bergengsi itu diserahkan oleh Kanwil BPN Jawa Timur  Jonahar kepada Bupati Fandi Akhmad Yani itu disaksikan oleh Forkopimda, Kepala BPN Gresik Asep Heri serta undangan lainnya. 

Kakanwil BPN Jatim Jonahar dalam keterangannya menegaskan bahwa Kabupaten Gresik akan menjadi percontohan skala nasional untuk kolaborasi yang apik antarsektor. Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, kepolisian dan TNI. Ia juga sangat mendukung untuk tercapainya target kabupaten Gresik Lengkap 2022. Menurutnya, apabila target tersebut bisa tercapai, maka Kabupaten Gresik akan menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang meraih target tersebut.

“Kabupaten Gresik Lengkap sejatinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat, karena akan memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat pemegang sertifikat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri dalam laporannya menjelaskan tahun ini, BPN menargetkan sebanyak 45 ribu peta bidang dan 40 ribu sertifikat atas hak tanah. Puluhan ribu peta bidang dan sertifikat itu tersebar 58 desa di 3 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Balongpanggang sebanyak 25 desa, Kecamatan Benjeng (23 desa) dan Kecamatan Menganti (10 desa). 

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Pertanahan Gresik dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG)  Eko Budi Leksono dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya  Umi Enggarsari. (yad)

Kolaborasi Gebetan Baru dan PTSL 2022 Targetkan 85 Ribu Peta Bidang dan Sertifikat Tanah Selengkapnya

KH Miftachul Akhyar : Agama adalah Dasar, Pemerintah adalah Penjaganya

GRESIK,1minute.id – Halaqah Ulama dan Umara yang digelar Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim terasa lebih greget. Sebab, acara  yang mengusung tema “Komitmen Ulama dan Mewujudkan Gresik Baru yang Bermartabat” itu dihadiri Ketua MUI juga Rais PBNU KH Miftachul Akhyar.

Menurut KH Miftahul Ahyar, agama merupakan dasar dan pemerintahan adalah penjaganya. Keduanya harus beriringan sesuai peran masing-masing. “Seperti sebuah bangunan tanpa penjaga maka akan hancur. Begitu juga kekuasaan tanpa ada agamanya maka akan roboh. Kebersamaan ini akan otomatis terjalin,”kata KH Miftachul Akhyar pada Sabtu, 8 Januari 2022.

Halaqah Ulama dan Umara yang dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diantaranya dihadiri oleh Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta undangan lainnya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan  peran ulama sangat besar. Ditengah pandemi Covid-19 seperti keberhasilan vaksinasi di Kota Santri ini tidak lepas dari peran ulama. “Vaksinasi peran para kiai. Kiai menerima dosis vaksin membuat masyarakat tambah mantap dan yakin. PTM 100 persen karena vaksinasi sesuai target. Halaqah Ulama dan Umara merupakan dukungan, arahan para guru kiai kita,”katanya. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengingatkan, situasi pandemi belum berakhir. Masyarakat tetap waspada agar tidak ada lonjakan, dengan tetap disiplin protokol kesehatan.”Kuncinya adalah kedisplinan,” terangnya. 

Semestara itu, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, hubungan ulama dan umara sudah terjalin lama. Dalam sejarahnya, mulai Wali Sanga dengan Kerajaan Demak. Keduanya dianggap saling membutuhkan dan saling memberi komitmen. “Hubungan ulama dan umara, inilah yang menjadi isu penting. Setelah ini membangun komitmen Gresik baru yang bermartabat,” katanya saat sambutan. 

Kiai Mansoer menambahkan MUI merupakan rumah besar umat Islam. Membimbing umat sekaligus mitra pemerintah. Baik buruknya umat ditentukan ulama dan umara. “Di sinilah letak tugas ulama dan umara sesuai peran masing-masing. Ada banyak momentum saling mengisi, dan berbagai peran,”terangnya. (yad)

KH Miftachul Akhyar : Agama adalah Dasar, Pemerintah adalah Penjaganya Selengkapnya

Permudah ABK Belajar, Pemkab Perbanyak Resource Centre

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebab, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika meresmian SanggarAl-Ikhlas pada Kamis, 6 Januari 2022. Sanggar dan Sekolah Terapi anak-anak disabilitas itu berada di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik.

Menurut Aminatun Habibah, Pemkab Gresik berkomitmen memberikan kesempatan sama bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.  Pemkab Gresik telah memfasilitasi melalui Resource Centre (RC) yang dikhususkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Pemkab  berencana untuk menambah resource centre di wilayah Gresik Utara, Selatan dan Pulau Bawean. “Sebagai upaya kami agar Anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa memperoleh pendidikan yang layak,”katanya. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah berharap, keberadaan Sanggar Al-Ikhlas ini terus berkembang dan bermanfaat bagi anak-anak yang berada di wilayah sekitar desa tersebut. “Sehingga anak penyandang disabilitas tidak sampai menempuh jarak yang jauh untuk tetap bisa sekolah,”harapnya. 

Ia menceritakan saat telah ditemukan inovasi pembelajaran Al-Quran bagi disabilitas dengan metode Amakasa. Motode itu dikembangkan salah satu guru di Gresik dan diakui oleh Kementerian Agama untuk dapat diterapkan di seluruh Indonesia. “Metode ini juga pernah menghantarkan salah satu siswa disabilitas menorehkan prestasi di even MTQ beberapa waktu yang lalu. Saya berharap sanggar ini juga nantinya menggunakan metode tersebut,”tuturnya.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Benny Sampirwantomengatakan pembangunan di Jawa Timur telah menuju inklusifitas. Pembangunan dan renovasi insfrastruktur mulai berfokus pada inklusi sosial dengan penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Antara lain, tempat pelayanan publik dan pelayanan pendidikan disabilitas. 

Disisi pendidikan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 30/2018 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusi Provinsi Jawa Timur bahwa seluruh sekolah di Jawa Timur telah mengarah ke sekolah inklusi yang juga mengatur tentang penyediaan tenaga pendidik khusus untuk sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus. “Upaya Pemkab Gresik yang fokus memberikan perhatian bagi penyandang disabilitas ini harus didukung penuh,”ujarnya. (yad)

Permudah ABK Belajar, Pemkab Perbanyak Resource Centre Selengkapnya

Waspada, Desa Banyuwangi Mengalami Banjir Rob, Climate Change Nyata

GRESIK,1minute.id – Seluler Musa, politisi Partai NasDem berdering pada Selasa malam, 4 Januari 2022. Saat itu, pukul 11 malam. Orang tersebut mengabarkan rumahnya di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik terendam air. Kabar itu membuat Musa kaget.

Sebab, tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba banjir. Air bah menggenangi rumah,  tempat ibadah dan infrastruktur jalan. “Banjir karena rob,”kata Musa kepada 1minute.id pada Rabu, 5 Januari 2022. 
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik kondisi pasang naik air laut pada waktu-waktu tertentu atau banjir rob terjadi pada Selasa, 4 Januari 2022 pukul 22.00.

Dampak banjir rob itu, puluhan rumah warga di RT 06 s/d RT 13 tergenang 20–30 cm ; Jalan Desa tergenang 30 – 50 cm sepanjang 2 kilometer ; 2 tempat Ibadah tergenang 10 – 20 cm ; 2 Sekolah tergenang 20 – 30 cm dan 1 Poskesdes tergenang 20 – 30 cm.  Banjir Rob surut pada Rabu, 5 Januari 2022 pukul 01.00. 

Musa menambahkan, banjir rob ini sebagai alarm bagi masyarakat. “Ini peringatan kepada kita semua, khususnya pemerintah, dampak reklamasi pantai dan climate change (perubahan iklim) makin nyata di depan mata,”katanya. Fenomena yang dialami masyarakat Desa Banyuwangi ini kali pertama terjadi. 

Terpisah, Kepala BPDB Gresik Tarso Sagito dalam laporannya menyebutkan banjir rob di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik terjadi di koordinat -7.085670 – 112.589401. Kejadian sekitar pukul 22.00. “Saat itu puncak pasang laut,”kata Tarso. Namun, genangan air akibat banjir rob surut total pukul 01.00 pada Rabu, 5 Januari 2021. (yad)

Waspada, Desa Banyuwangi Mengalami Banjir Rob, Climate Change Nyata Selengkapnya

Resolusi 2022 : Gercep, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas untuk Masyarakat Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua organisasi perangkat daerah (OPD) yakni DPUTR dan DPKP membuat komitmen baru. Resolusi 2022 mereka adalah Kerja Cepat, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas Untuk Masyarakat Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi motto dua OPD yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) digawangi oleh Ahmad Hadi dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) dibawah nahkoda Ida Lailatussa’adiyah itu.

Untuk mewujudkan tekad itu, mereka mengawali dengan kegiatan Khotmil Qur’an, Istighotsah, Doa Bersama dan memberikan santunan anak yatim dan piatu di halaman kantornya di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas pada Senin dan Rabu, 3 dan 5 Januari 2022.

Bupati Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan KH Muchtar Jamil  kegiatan tersebut. Kiai Muchtar Jamil memimpin doa. Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi kepada pegawai di dua OPD tersebut. 

Fandi Akhmad Yani ngonceki tentang motto Kerja Cepat, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas Untuk Masyarakat Gresik. “Sejatinya ada 2 hal utama dalam motto tersebut, yaitu akal dan rasa. Bekerja tanpa menggunakan akal dan rasa dipastikan tidak akan tuntas, tidak fokus. Di tahun 2022 kita harus fokus agar seluruh pekerjaan yang sudah kita rencanakan bisa tuntas,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 5 Januari 2022.

Kerja cepat, lanjutnya, diperlukan disaat ini karena kita memerlukan akselerasi. “Akselerasi atau lompatan ini kita perlukan agar kita tidak tertinggal dari waktu yang terus berjalan,”katanya. Kenapa kita harus kerja cepat? Menurut Bupati 36 tahun itu, karena hari ini kita dihadapkan pada tantangan yang cukup besar, seperti Covid-19 hingga kemajuan teknologi yang pesat. “Semuanya harus berjalandengan cepat, yang lambat pasti akan tertinggal,” kata Bupati Yani.

Bagaimana kerja tuntas?  Menurut mantan Ketua DPRD Gresik, merupakan suatu budaya kerja yang harus kita biasakan. Kerja tuntas berarti fokus untuk menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan semaksimal mungkin. Dan yang terakhir adalah kerja ikhlas yang bermakna bahwa kita harus bekerja dengan hati, untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Gresik.

Bupati Yani juga menegaskan bahwa dalam era teknologi informasi seperti saat ini, media sosial tidak boleh dijadikan lawan. Sebaliknya, media sosial harus dijadikan partner dalam keseharian di pekerjaan kita.
“Media sosial jangan dianggap lawan. Jadikan media sosial menjadi mitra yang kerap kali mengingatkan kita. Jangan memakai kacamata yang negatif saat di media sosial ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi mereka, yang harus kita lakukan tentunya adalah bersikap responsif,”tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Bupati Fandi Akhmad Yani tetap mengingatkan kepada semua aparatur sipil negara (ASN) tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan, terlebih saat ini ada varian baru, Omicron yang baru-baru ini di konfirmasi terdeteksi di Surabaya. “Dipakai maskernya, kalau sekitar kita tidak ada yang memakai masker dan kita tidak berani menegur, setidaknya dari kita sendiri yang memakai masker dan terus menjaga protokol kesehatan,”pesannya. (yad)

Resolusi 2022 : Gercep, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas untuk Masyarakat Gresik Selengkapnya

Tuntaskan Karut Marut, Plt Dirut Mulai Ngantor di Perusda Giri Tirta

GRESIK,1minute.id –  Gunawan Setijadi mulai ngantor di Perusahaan Daerah (Perusda) Giri Tirta Gresik hari ini, Rabu, 5 Januari 2022. Nakhoda baru di perusahaan badan usaha milik daerah (BUMD) itu bertugas membebani karut marut pascaperombakan jajaran direksi perusahaan penyuplai kebutuhan air bersih untuk warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh Gunawan yang juga Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkab Gresik itu.

Selain menyehatkan keuangan. Juga, menata struktur organisasi dan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan sebelumnya bernama PDAM Giri Tirta itu. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut, struktur organisasi di Perusda Giri Tirta terlalu gemuk. Namun, organisasi belum berjalan maksimal karena belum ada timework yang solid.  ”Kita minta para kepala cabang dan unit untuk membuat laporan terkait perkembangan kondisi pipanisasi secara rutin. Setiap hari,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai melakukan rapat evaluasi di kantor pusat Perusda Giri Tirta di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas.

Gus Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Achmad Washil Miftachul Rachman serta jajaran direksi baru yakni Gunawan Setijadi (bukan Gunawan Setyadi seperti diberitakan sebelumnya) dan Widjajani Lestari. Keduanya adalah Plt Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum (Dirum) Perusda Giri Tirta Gresik. Struktur organisasi perusahaan yang gemuk sehingga merugi. Data yang didapat 1minute.id , Perusda Giri Tirta Gresik memiliki empat kepala cabang dan tiga kepala unit. Yakni, Kepala Cabang Kota ; Cerme ;  Menganti dan Driyorejo. Sedangkan, kepala unitnya yakni Unit Randuagung, Kecamatan Kebomas ; Unit Suci, Kecamatan Manyar dan Unit Petiken, Kecamatan Driyorejo.

Selain struktur organisasi yang gemuk, Plt Dirut Gunawan Setijadi juga menertibkan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan satu-satunya pemasok air bersih untuk  1,3 juta jiwa warga Kota Santri ini. Gus Yani memberikan warning kepada pegawai yang malas-malasan, sering bolos akan mendapatkan sanksi tegas. ”Efisiensi SDM, Saya menghimbau SDM yang tidak pernah bekerja, tidak disiplin absennya, kinerja buruk kita pastikan kita berhentikan. Saya mohon Pak Gun (Gunawan Setijadi,Red) untuk ngantor di PDAM dulu,”tegas Gus Yani serius.

Sementara itu, Gunawan Setijadi mengatakan siap untuk ngantor di Perusda Giri Tirta.  ”Tadi pak Bupati sudah menjelaskan. Dan, sangat jelas. Langkahnya juga jelas sehingga kita harus melaksanakan,”kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu. Dia kembali menegaskan, arahan Bupati Fandi Akhmad Yani, belanja di perusda Giri Tirta harus efisien dan efektif.  ”Anggaran yang tidak efisien dan efentif pasti akan kita hapus. Karena (keuangan) PDAM masih dalam kondisi ICU (sakit,Red),”tegasnya.  Gunawan optimistis, pihaknya akan bisa kembali menyehatkan perusda Giri Tirta Gresik itu.  ”Saya masih Plt. Tapi, saya yakin nanti pimpinan baru yang terpilih akan bisa melaksanakannya,”katanya. (yad)

Tuntaskan Karut Marut, Plt Dirut Mulai Ngantor di Perusda Giri Tirta Selengkapnya

Kebocoran Air 40 Persen, Potensial Loss Pendapatan Perumda Giri Tirta Rp 3,5 Miliar Perbulan

GRESIK,1minute.id –  Rapat evaluasi dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama manajemen baru Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik berlangsung selama 3 jam, mulai pukul 13.00 pada Selasa, 4 Januari 2022.

Rapat tertutup untuk wartawan itu dilakukan di lantai dua kantor pusat Perumda Giri Tirta Gresik di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas. Selain Bupati Fandi Akhmad Yani tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Sedangkan, jajaran direksi anyar yang hadir adalah Gunawan Setiadji dan Widjajani Lestari. Keduanya adalah Plt Direktur Utama (Dirut) dan Dirum Perumda Giri Tirta Gresik empat kepada cabang dan kepala uniknya.

Dalam rapat evaluasi, selain menemukan anggaran yang tak lazim ditengah kondisi keuangan perusahaan lagi masuk “ICU” yakni anggaran pensiun mantan pejabat sebesar Rp 8 miliar per tahun dan pengadaan baju seragam Rp 600 juta. Padahal, bertahun-tahun perusahaan pemasok air bersih kepada masyarakat dan industri di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mengaku merugi hingga tidak bisa menyetor pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemkab Gresik.

Menurut Fandi Akhmad Yani, manajemen baru bisa melakukan evaluasi kinerja manajemen sebelumnya. Berangkat dari persoalan yang selama ini disampaikan pelanggan PDAM di Kabupaten Gresik.  Mulai pendistribusian air yang macet, bahkan ada yang tahunan tidak teraliri air bersih. Padahal sebagai pelanggan PDAM. “Selain itu, ada persoalan air kotor yang tidak layak pakai. Ini juga kita identifikasi. Termasuk tingkat kebocoran air yang mencapai 40 persen,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai rapat evaluasi di kantor Perumda Giri Tirta Gresik pada Selasa, 4 Januari 2021.

Bupati 36 tahun itu, meminta manajemen baru bisa mengurangi kebocoran air cukup tinggi mencapai 40 persen. “Kami mengajak seluruh jajaran PDAM mulai dari cabang dan bagian yang ada di internal PDAM untuk merubah mindset mereka. Bahwasanya pemerintah hari ini bersusah payah mencari PAD, mulai merubah  parkir dari tunai menuju cashless. Ini tujuannya apa mencari peningkatan PAD,”ujarnya. 

“Masak di PDAM malah membuat kerugian-kerugian. Yang seharusnya BUMD untung. Tidak ada lagi BUMD rugi. Kalau rugi bubar saja. Kita setengah mati menaikkan pendapatan daerah,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Tarif air PDAM Giri Tirta Gresik pada Perbup 01/2018

Pada Juni 2021, tingkat kebocoran air 40 persen menjadi pembahasan serius di parlemen Gresik. Sebab, kebocoran 40 persen atau sekitar 4.581.240 meter kubik (m³) dari total produksi 11.465.902 m³ selama triwulan I /2021 tergolong tinggi.  

Wartawan 1minute.id mencoba membuat ilustrasinya. Merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 01 tahun 2018 tentang penyesuaian tarif air PDAM Gresik. Yakni, tarif air untuk rumah tangga golongan I dengan ketentuan 0-10 m³ seharga Rp 1.500 ; 11-20 m³ seharga Rp 2.350 ; 20-30 m³ seharga Rp 3.750 dan pemakaian diatas 30 m³ seharga Rp 4.250. 

Bila merujuk tarif air rumah tangga (R-1) seharga Rp 1.500 m³ dikalikan kebocoran 4.581.240 m³ sama dengan Rp 6.871.860 per 3 bulan atau Rp 2.290.620.000 per bulan. Akan tetapi, tarif air PDAM dilakukan secara progresif potensi kerugian semakin membengkak. 

Ilustrasinya begini, pelanggan R-1 pemakaian air 20 m³ per bulan tarif air menjadi Rp 2.350 dikalikan 4.581.240 m³ sama dengan Rp 10.765.914.000 atau Rp 3.588.638.000 per bulan uang terbuang akibat kebocoran air itu. Tingkat kebocoran air bertahun-tahun. Perumda Giri Tirta Gresik sebagai perusahaan satu-satunya yang melayani air bersih untuk warga Kota Santri berjumlah 1,3 juta jiwa bila dikelola secara benar bukan mustahil bisa menjadi pundi-pundi pendapatan bagi Pemkab Gresik. 

Tapi, yang terjadi di Gresik merugi. Mantan Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah menyebutkan, manajemen tidak bisa menjalankan operasional karena tarif air sejak 2002 tidak pernah mengalami kenaikan. Ia meminta manajemen baru untuk menaikkan tarif air kepada pelanggan.  (yad)

Kebocoran Air 40 Persen, Potensial Loss Pendapatan Perumda Giri Tirta Rp 3,5 Miliar Perbulan Selengkapnya

Bupati : Stop Anggaran Pensiun dan Pengadaan Baju Rp 8,6 Miliar di Perumda Giri Tirta Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu per satu kebobrokan manajemen perusahaan daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik terkuak. Dalam rapat evaluasi dipimpin langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama manajemen anyar dengan jajaran kepala cabang dan unit terungkap banyak anggaran yang tidak masuk akal. 

Perumda berkantor di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas itu bertahun-tahun berdalih merugi. Sehingga tidak bisa menyetor pendapatan asli daerah (PAD). Belakangan terungkap, anggaran dialokasikan untuk dana pensiun mantan pejabat dan pengadaan seragam pegawai. Dana pensiun Rp 8 miliar dan pengadaan baju seragam Rp 600 juta per tahun. 

“Saya pastikan anggaran itu kita stop. Mohon maaf kita belum bisa memberikan anggaran tersebut karena kewajiban BUMD adalah untuk memberikan bantuan ke PAD belum dilakukan,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani usai rapat evaluasi di kantor pusat Perumda Giri Tirta Gresik pada Selasa, 4 Januari 2021.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Plt Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Gunawan Setiadji, Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta Gresik Widjajani Lestari dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Suprapto. 

Rapat evaluasi dilakukan di lantai dua kantor Perumda Giri Tirta Gresik berlangsung selama 3 jam, mulai pukul 13.00 itu tertutup untuk wartawan. Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, anggaran pensiun dan pengadaan baju seragam dihentikan karena kondisi keuangan perusahaan sedang terancam kolaps. Keuangan sedang kritis. Gus Yani mengumpamakan kondisi Perumda Giri Tirta Gresik masuk perawatan intensif care unit (ICU). 

“Penggunaan anggaran harus efisiensi dan efektif. Harus mengencangkan ikat pinggang,”kata Bupati 36 tahun itu.  Akan tetapi, imbuhnya, belanja kebutuhan yang urgent untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan diperbolehkan. “Apa yang menjadi kebutuhan hari ini, dan memang butuh silakan belanja. Bukan mindset pengadaan. Pengadaan yang tidak penting. Seragam dsb stop. Cukup. Jangan sekali-sekali belanja kalau tidak sesuai kebutuhan,”tegasnya dengan serius.

Mengapa harus mengencangkan ikat pinggang? Kondisi Perumda Giri Tirta Gresik ini sakit. PDAM kondisinya lagi di ICU. “Belanja harus efektif dan efisien,”tegasnya lagi. Apalagi, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sedang mencari tambahan meningkatkan PAD. Pemkab Gresik mengubah mekanisme retribusi parkir dari konvensional, memakai karcis menjadi cashless tujuannya 

“Kami mengajak seluruh jajaran PDAM mulai dari cabang dan bagian yang ada di internal PDAM untuk merubah mindset mereka. Bahwasanya pemerintah hari ini bersusah payah mencari PAD, mulai merubah  parkir dari tunai menuju cashless. Ini tujuannya apa mencari peningkatan PAD. Masak di PDAM malah membuat kerugian-kerugian. Yang seharusnya BUMD untung. Tidak ada lagi BUMD rugi. Kalau rugi bubar saja. Kita setengah mati menaikkan pendapatan,”katanya. 

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merombak jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik. Pasalnya, manajemen perusahaan penyedia air bersih itu dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Serta hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik menemukan kejanggalan penggunaan anggaran penyertaan modal Rp 25 miliar pada 2019 lalu.

Ada dua surat keputusan (SK) yang diteken oleh Bupati termuda, 36 tahun di Gresik itu. Dua SK itu Nomor 821.2/708/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Siti Aminatus Zariyah dari Jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik. Dan SK Nomor: 821.2/709/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Harisun Awali.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menunjuk Gunawan Setiadji, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) dan Widjajani Lestari sebagai Plt Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik per 31 Desember 2021. (yad)

Bupati : Stop Anggaran Pensiun dan Pengadaan Baju Rp 8,6 Miliar di Perumda Giri Tirta Gresik Selengkapnya