Ayo Patuhi Prokes, Pagebluk Covid Kembali Menelan Korban Jiwa

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan dan mengajak masyarakat di Kampung Kramatlamgon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik untuk memakai masker dalam beraktivitas beberapa waktu lalu (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona virus disease 2019 (Covid-19) semakin mengkhawatirkan. Pasien terpapar virus corona terus bertambah. Jumlah kasus baru lebih banyak dari kasus sembuh. Pada Senin, 21 Juni 2021 merujuk data Satgas Covid-19 Gresik ada penambahan kasus baru 15 orang sehingga terakumulasi menjadi 5.813 kasus.

Sedangkan, Pasien sembuh bertambah 4 orang menjadi 5.331 kasus. Meninggal dunia bertambah satu menjadi genap 360 orang dan isolasi 122 orang. Rincian tambahan kasus konfirmasi itu yakni Kecamatan Manyar  ada 6 kasus tersebar di Desa Yosowilangun dan Suci, masing-masing 3 kasus. Kemudian, Kecamatan Sidayu ada satu kasus dari Desa Wadeng dan Kecamatan Gresik ada 8 yakni dari Desa Pekauman 2 kasus ;  Kroman (1), Sukodono (1), Tlogopojok (3) dan Karangturi (1)

Sementara kasus sembuh yakni Kecamatan Driyorejo dari Desa Petiken 3 kasus ; Kecamatan Dukun dari Desa Lowayu 1 kasus. Konfirmasi meninggal di Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas. 

Dalam laman www.yankes.kemkes.go.id sejumlah rumah sakit di seluruh Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik prosentasi  Bed Occupancy Ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Gresik semakin tinggi. 

Misalnya, RSUD Ibnu Sina Gresik pukul 14.00, ruang isolasi tanpa tekanan negatif ada 30 bed dan tersisa 3 bed ;  NICU khusus Covid-19, ada  8 bed, tersisa 5 bed. Hampir semua rumah sakit berdasarkan laman itu, prosentase BOR lebih dari 70 persen. Hanya RS Umar Mas’ud di Pulau Bawean yang tergolong aman karena 6 bed yang disediakan belum terisi.

Kondisi mengkhawatirkan itu, membuat Bupati Gresik mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan kegiatan. Surat bernomor 360/81/437.34/2021 tertanggal 20 Juni 2021 itu diteken oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

SURAT BUPATI : Surat himbauan pembatasan kegiatan untuk menekan angka persebaran covid-19.

Isinya, diantaranya melakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian dan kerumunan (hajatan, seremonial resepsi pernikahan dan kegiatan keagamaan) ; Menerapkan pengaturan jam malam terhitung mulai 20 Juni 2021. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam setiap kesempatan selain mengajak masyarakat mematuhi prokes dan berdoa untuk masyarakat Gresik untuk diberikan kesehatan dan Covid-19 cepat berakhir. “Patuhi protokol kesehatan, karena covid belum berakhir,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

Ayo Patuhi Prokes, Pagebluk Covid Kembali Menelan Korban Jiwa Selengkapnya

PPAG Siap Patuhi Prokes dan Jadwal Ngelapak untuk Dukung Pemerintah Cegah Persebaran Covid-19


GRESIK,1minute.id – Komitmen pedagang kaki lima di Alun-alun Gresik membantu mencegah persebaran Covid-19 patut diapresiasi. PKL yang tergabung dalam Paraniaga Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG) sepakat memenuhi anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan membuka lapak sesuai surat edaran dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) Gresik.

Pendamping PPAG Bagas Hariyanto menyatakan, pedagang sudah berkomitmen untuk ikut mencegah persebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) dengan menerapkan protokol kesehatan. “Komitmen anggota PPAG sudah kita sampaikan ke Diskoperindag,”kata Bagas ketika menghubungi 1minute.id pada Senin, 21 Juni 2021.

Selain penerapan prokes, tambahnya, anggota PPAG juga mematuhi anjuran dari Diskoperindag untuk berjualan mulai Jumat hingga Senin. Aturan berjualan itu sudah kami sosialisasikan kepada anggota. “Dan kita sudah ada jadwal untuk buka tutupnya,”tegas aktivis salah satu lembaga swadaya masyarakat di Kota Santri -sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

SURAT EDARAN : Diskoperindag mengeluarkan surat edaran untuk PKL Alun-alun Gresik wajib mematuhi Prokes ( foto : ist )

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Abu Hasan mengatakan, penertiban PKL di Alun-alun Gresik berdasarkan kesepakatan pedagang dengan pemerintah. Mereka, kata Abu Hasan, bersurat ke Pemkab Gresik meminta kelonggaran berjualan selama empat hari dalam sepekan. Yakni, Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. Permohonan berjualan selama empat hari diajukan oleh PKL.

“Penertiban dilakukan sesuai dengan pengajuan mereka hanya boleh berjualan 4 hari dalam seminggu,”ujar Abu Hasan dikonfirmasi pada Minggu, 20 Juni 2021. Pihaknya, tambah mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), telah mensosialisasikan pembatasan berjualan di Alun-alun hanya empat hari yakni Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. “Hari Selasa hingga Kamis  di Alun-alun harus bersih dari PKL,”tegasnya.

Dalam surat dari Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro periode kesepuluh karena adanya peningkatan kasus corona virus disease 2019 di Gresik, untuk menekan persebarannya kegiatan perdagangan tidak terjadi kerumunan  sehingga harus dilakukan pembatasan. Pada Jumat, Sabtu dan Senin, buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00. Sedangkan, Minggu mulai pukul 06.00 – 21.00. (yad)

PPAG Siap Patuhi Prokes dan Jadwal Ngelapak untuk Dukung Pemerintah Cegah Persebaran Covid-19 Selengkapnya

Bu Min Nakhoda Baru IKA PMII Gresik, Dipilih Aklamasi di Muscab


GRESIK,1minute.id – Aminatun Habibah, nakhoda baru Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik. Wakil Bupati Gresik itu terpilih secara aklamasi dalam musyawarah cabang (PMII) ke-II di salah satu hotel di Gresik pada Minggu, 20 Juni 2021.

Konfercab dibuka Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Bupati meminta para alumni bisa melahirkan sejumlah gagasan, terutama tentang konsep pemulihan ekonomi dan pembangunan daerah di masa pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. 

Gus Yani-panggilan akrab- Bupati Fandi Akhmad Yani menilai alumni PMII memiliki integritas tinggi, sehingga melahirkan gagasan dan ide untuk kemaslahatan bersama dalam berbangsa dan bernegara. Ia berharap alumni PMII berkontribusi pada pemberian sumbangan gagasan mengenai pembangunan daerah, utamanya bersama pemerintah melakukan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. 

“Ayo terus bersinergi. Kita bersama-sama terus berbuat yang lebih baik ke depan untuk masyarakat Gresik. Saya yakin dengan potensi yang ada, IKA PMII Gresik ini bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat,”ujarnya.

Sementara Bu Min berharap, para alumni Kader PMII di Kabupaten Gresik bisa membantu pemerintah dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita bersama-sama bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun dan mensejehterakan masyarakat. Atas kepercayaan ini semoga  amanah,”kata alumni PMII UIN Jogjakarta ini.

Mantan Ketua IKA PMII Gresik demisioner Ahmad Zainudin mengatakan, terpilihnya Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah secara aklamasi karena forum melihat beliau sebagai alumni kader PMII yang memiliki kemampuan yang baik dalam bermasyarakat dan berorganisasi. 

“Forum rapat konfercab IKA PMII menghendaki atas beliau Wakil Bupati Gresik Bu Min menjadi Ketua IKA PMII periode 2021- 2026,”kata Zainudin. (yad)

Bu Min Nakhoda Baru IKA PMII Gresik, Dipilih Aklamasi di Muscab Selengkapnya

BOR Meningkat, Wabup Minta ASN jadi Teladan Mentaati Prokes bagi Masyarakat

GRESIK, 1minute.id – Waspada ! Pagebluk corona ada kecenderungan meningkat di Gresik. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik menunjukkan tren peningkatan angka penggunaan tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) semakin tinggi. Indikasi prosentasi BOR terjadi pada 1-16 Juni 2021.

Pekan pertama, 2 Juni BOR berkisar 8,25 persen. Pekan kedua, 8 Juni naik menjadi 18,1 persen. Kemudian, pekan ketiga, 16 Juni naik drastis menjadi 40,7 persen. Mencermati fonomena mengkhawatirkan Dinkes mengusulkan membuka kembali pondok rehabilitasi Covid-19 di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) untuk masyarakat. Saat ini, stadion G-Jos dikhususkan untuk isolasi bagi pekerja migran Indonesia (PMI).

Untuk mencegah persebaran wabah corona virus tidak bisa mengandalkan satgas Covid-19 Gresik berjuang sendiri. Peran masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah persebaran virus sangat dibutuhkan. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Saat ini hampir di semua daerah ada peningkatan kasus covid-19, tak terkecuali di  Gresik. Bahkan beberapa daerah di sekitar kita sudah masuk zona merah,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 17 Juni 2021. 

Bu Min, meminta kepada semua ASN agar tidak bosan dalam melaksanakan prokes agar  menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya. Pemerintah kembali memperpanjang  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, tahap ke-X berlaku 15-28 Juni 2021.

Terkait usulan reaktivasi pondok rehabilitasi G-Jos untuk masyarakat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, akan mempersiapkan segala sesuatunya mengingat Stadion G-Jos digunakan sebagai karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke tanah air. “Kami akan mencari dan mempersiapkan tempat baru, mengingat sampai saat ini saudara kita para PMI ini masih terus berdatangan. Nanti akan kita rundingkan bersama” katanya. (yad) 

BOR Meningkat, Wabup Minta ASN jadi Teladan Mentaati Prokes bagi Masyarakat Selengkapnya

Aplikasi Gresik Kerja, Pencari Kerja Cukup Monitor Lowongan Kerja dari Gawai

GRESIK, 1minute.id – Aplikasi Gresik Kerja dilaunching Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Hadirnya aplikasi ini menjadi solusi bagi pencari kerja di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Cukup unduh aplikasi untuk mengetahui lowongan kerja. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, aplikasi Gresik Kerja sebagai wadah komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Aplikasi ini sebagai fasilitator dengan pencari kerja. Sebab, tenaga penangguran terbuka (TPT) masih cukup besar. “Akan kita mulai dari PDAM (Perusda Giri Tirta) dulu. Karena di perusahaan itu sedang membutuhkan tenaga kerja,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 16 Juni 2021. 

Berdasarkan data Badan Pusat  Statistik  (BPS)  Gresik pada Juni 2020, terdapat sekitar 1,117 juta penduduk pada usia dewasa, dan 4,54 persen tercatat dalam tingkat pengangguran terbuka  (TPT). Pada 2020, Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Gresik mencatat 2.300 karyawan yang di PHK dampak dari pandemi Covid-19.

Memasuki tahun kedua, pagebluk corona belum ada tanda berakhir. Usia dewasa berdasarkan kreteria BPS adalah usia 15 tahun ke atas. 
Bahkan, dalam rapat koordinasi penanganan wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok di ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 16 Juni 2021 itu, ada tren peningkatan kasus di Gresik.

Kondisi yang serba ketidakpastian akibat pagebluk corona ini diprediksi bakal berimbas di dunia industri. Kasus PT Newera, misalnya. Ribuan buruh berunjukrasa karena upah dan tunjangan hari raya (THR) belum terbayarkan. Sehingga, ribuan buruh turun jalan dan wadul kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beberapa waktu lalu.

Kepala Disnakertrans Gresik Ninik Asrukin mengatakan, aplikasi Gresik Kerja ini untuk memudahkan pencari kerja di Gresik. Bila sebelumnya, mereka mengurus kartu kuning harus datang ke Mal Pelayanan Publik di kompleks Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Melalui aplikasi Gresik Kerja, pencari kerja bisa mendapatkan kartu kuning dengan mengisi form di aplikasi itu. “Nanti, setelah diisi kartu kuning itu dicetak dan meminta tandatangan tetap di kantor disnaker,”kata Ninik Asrukin di usai launching aplikasi Gresik Kerja di Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 16 Juni 2021.

Untuk diketahui kartu kuning  adalah  kartu  tanda pencari kerja atau disebut juga dengan  kartu AK1. Kartu ini dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), yang dibuat untuk pendataan para pencari kerja.

Ninik menambahkan, saat ini belum banyak pencari kerja yang mengurus kartu kuning. Sehari berkisar 200-an pencari kerja yang mengurus kartu kuning. “Biasanya, lonjakan pencari kerja mengurus kartu kuning ketika ada lowongan CPNS,”katanya. (yad)

Aplikasi Gresik Kerja, Pencari Kerja Cukup Monitor Lowongan Kerja dari Gawai Selengkapnya

Pembangunan Sanitasi Aman dan Sehat Dikebut, Di Gresik baru Terbangun 15 Persen


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan peletakan batu pertama pembangunan prasarana air limbah di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas. Pembangunan sanitasi ini diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Gresik. Tujuannya, menciptakan kawasan permukiman yang sehat dan aman dan tanpa pencemaran lingkungan.

“Semoga peletakan batu pertama sanitasi aman dan sehat diikuti di daerah yang lainnya. Sehingga, bisa tercipta lingkungan yang sehat,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. Sanitasi aman merupakan fasilitas sanitasi yang dimiliki rumah tangga yang terhubung dengan septictank dengan rutinitas penyedotan satu kali dalam kurun waktu 3-5 tahun dan dibuang ke instansi pengolahan tinja atau IPTL.

IPTL adalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja merupakan pengolahan air limbah yang dirancang hanya menerima dan mengolah lumpur tinja yang berasal dari sistem setempat (on site) yang diangkut melalui sarana pengangkut lumpur tinja.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, upaya mendukung terwujudnya program pemerintah 100 – 0 – 100.  Program tersebut menuju pemenuhan target tiga sektor antara lain 100 persen akses layak air minum ; pengurangan  kawasan kumuh 0 persen dan  pemenuhan 100 persen akses  sanitasi layak.

MENGHADAP SALURAN : Konsep kawasan permukiman di Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik yang menghadap saluran ini diyakini bisa meminalisir warga membuang limbah sembarangan. Saluran air dan kampung terlihat bersih pada Kamis, 17 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Berdasarkan data UPT UPL DPUTR Gresik untuk pembangunan sanitasi aman dan sehat , tidak mencemari lingkungan baru 15 persen,”ujar Washil pada Kamis, 17 Juni 2021. Sedangkan, sanitasi akses telah terpenuhi semuanya. 

“Sanitasi akses sudah ada semuanya,”katanya. Akses sanitasi layak adalah fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan yaitu fasilitas tersebut digunakan oleh rumah tangga sendiri atau bersama dengan rumah tangga lain tertentu, dilengkapi dengan kloset jenis leher angsa, serta tempat pembuangan akhir tinja berupa tangki septik atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Sanitasi akses d Gresik ini sesuai dengan MDGs,”tegas Washil.  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) adalah agenda 2030 yang merupakan kesepakatan pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan. (yad)

Pembangunan Sanitasi Aman dan Sehat Dikebut, Di Gresik baru Terbangun 15 Persen Selengkapnya

Pemkab Gresik Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Perhari


GRESIK, 1minute.id – Persoalan sampah bakal segera terurai satu per satu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bakal membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. Pembangunan TPST berkapasitas 100 ton per hari itu akan bermitra dengan salah satu perusahaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan sampah masih menjadi problem di Gresik selama ini. “Mudah-mudahan dengan teknologi yang ada pelan-pelan persoalan sampah bisa terselesaikan,”ujar Gus Yani usai acarapekerjaan pembangunan prasarana air limbah dan launching Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Desa Kambingan, Kecamatan Cerme ; Grand Desain Pengolahan Sampah Terpadu  dan Aplikasi Gresik Kerja di Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 16 Juni 2021.

Untuk tahap pertama pengelohan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Kecamatan Gresik. Kondisi TPA sudah overload dan belum ada solusi. “Mudah-mudahan dengan teknologi yang dipaparkan tadi bisa segera terselesaikan,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh.

BUKIT SAMPAH : Kondisi tempat pembuangan akhir Ngipik, Kelurahan Ngipik, Gresik (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean akan mulai running pada awal tahun. “Pembangunan TPST ini bermitra dengan pihak ketiga,”tegasnya. Sebelumnya, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan TPST Belahanrejo untuk melayani masyarakatan di empat kecamatan yakni Kedamean, Driyorejo, Menganti dan Wringinanom. Jumlah penduduk di empat kecamatan 400.837 jiwa dengan timbunan sampah sebanyak 120,25 ton per hari. 

“TPST ini memiliki kapasitas pengolahan 100 ton per hari,”kata Ida. Untuk diketahui, komposisi sampah di Gresik terdiri 43 persen sampah makanan ; 1 persen logam ; 17 persen plastik ; 10 persen kertas ; 11 persen B3 dan 18 persen residu.

Saat ini, tambahnya, jumlah TPS SR eksisting sebanyak 10 unit. TPS SR ini di kelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa yang tersebar di Wringinanom ;  Betoyo Guci, Manyar ; Menganti ; Kedamean ; Bungah ; Gresik dan Tambak, Kepulauan Bawean.

Potensi daur ulang sampah lapak 28 persen bisa dioptimalkan dengan pemilihan sampah sejak dari sumber lalu dikumpulkan pada pengepul, bank Sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle (TPS 3R) terdekat. (yad)

Pemkab Gresik Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Perhari Selengkapnya

Potensi Ledakan Kasus Baru, Satgas Covid-19 Gresik Sepakat Perketat PPKM Mikro


GRESIK,1minute.id – Ayo rek patuhi prokes. Sebab, corona virus disease 2019 belum berakhir. Bahkan,  sekarang mengalami tren peningkatan. Dalam rapat evaluasi penanganan wabah berasal dari Wuhan, Tiongkok itu terungkap jumlah kasus konfirmasi lebih banyak dari kasus sembuh. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih berstatus zona oranye.

Data Satgas Covid-19 Gresik mencatat periode 15 – 31 Mei 2021 terjadi penambahan 57 kasus, dan 59 sembuh serta 2 meninggal dunia.Kemudian, periode 1-15 Juni 2021, pascalebaran Idul Fitri jumlah bertambah 87 kasus dan 58 sembuh meninggal 3 orang. Kurun waktu dua bulan, Mei dan Juni 2021 penambahan 144 kasus, dan 117 sembuh serta meninggal 5 orang.

Jumlah kasus Covid-19 berpotensi membludak karena sejumlah kabupaten di sekitar Gresik antara lain Lamongan dan Madura terjadi ledakan Covid-19 ini. 

Dalam rapat evaluasi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kejari Gresik Heru Winoto, dan  Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir sepakat dilakukan pengetatan mobilitas warga untuk melindungi masyarakat Kota Santri ini. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro akan semakin diintensifkan.

Diantaranya, pengetatan mobilitas di kawasan pesisir Gresik, mulai dari Mengare, Bungah hingga pesisir Lumpur dan Kroman. Keduanya di Kecamatan Gresik. “Ketika Surabaya melakukan penyekatan. Mobilitas warga kabupaten Madura melakukan perjalanan lewat lewat laut. Harus dilakukan pengetatan,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 16 Juni 2021.

Dia merujuk adanya dua tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Cerme yang terpapar virus corona. Nakes di  Puskesmas itu menerima tamu dari Bangkalan, Madura. 

Selain kawasan pesisir, Pemkab Gresik, akan melakukan evaluasi tempat-tempat pariwisata. Apalagi, dalam waktu dekat memasuki libur sekolah dan hari raya Idul Adha. Di dua momen itu, akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

“Apalagi saat ini, mulai dirasakan kedisplinan masyarakat mematuhi prokes cenderung menurun. Saya meminta kepada semua pihak untuk tidak kendur melakukan sosialisasi kepada masyarakat,”harapnya.

Keberadaan warung kopi yang buka 24 jam juga turut disorot dalam evaluasi penanganan Covid-19 yang diikuti Camat, Kapolsek dan Danramil se-Gresik. Apalagi, saat ini demam Piala Eropa (Euro). Gus Yani meminta penerapan PPKM Mikro untuk semakin giat mengingatkan kepada masyarakat di tingkat desa sampai rukun tetangga meminta para pemilik warung membatasi jam bukanya, tidak lagi 24 jam.

“Biar masyarakat menonton bola di rumah sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerumunan,”tegasnya. Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail lebih menyoroti terkait penambahan kasus Covid-19 yang dianggap mengkhawatirkan itu. Sebab, angka penambahan kasus baru lebih tinggi dari kasus sembuh. “Harapan Saya, 3 pilar terus sosialisasi.Masker menjadi tradisi gaya hidup,”kata Letkol Taufik Ismail. (yad)

Potensi Ledakan Kasus Baru, Satgas Covid-19 Gresik Sepakat Perketat PPKM Mikro Selengkapnya

Bupati Gresik Donor Plasma Convalesen, Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid-19

GRESIK,1minute.id – Jumlah kasus corona virus disease 2019 belum berakhir. Bahkan, ada kecenderungan kasus baru meningkat di Jawa Timur. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang sempat terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok itu terpanggil untuk melakukan donor plasma Convalesen.

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mendatangi Unit Tranfusi Darah (UPD) Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pada Rabu pagi, 16 Juni 2021.

Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani disambut Ketua PMI Gresik M. Nadjib, pimpinan UTD PMI Gresik dr. Jufrita dan Bendahara PMI Yetty Sri Suparyatie. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan mantan Ketua DPRD Gresik kemudian menjalani donor plasma Convalesen. 

Dalam keterangannya, Gus Yani mengaku merasa tergugah untuk melaksanakan donor darah konvelesen seiring meningkatnya jumlah kasus Covid di Jawa Timur.

Menurut Gus Yani, sesuai yang disampaikan Ketua PMI Pusat Yusuf Kalla yang mengatakan, 90 persen penggunaan darah dari para penyintas Covid-19 atau plasma konvalesen efektif menyembuhkan pasien terinfeksi virus corona.

Gus Yani Bupati mengaku pernah terpapar Covid pada akhir 2020 lalu. Sebagai seorang penyintas itu merasa terpanggil. Ia pun mengajak para penyitas sebagai Pahlawan Covid-19. Agar lebih banyak lagi para ‘alumni’ pasien covid yang sembuh untuk mendonor plasma konvalesen.

“Kami berharap bagi para penyintas Covid-19 Gresik yang telah sembuh dapat menyumbangkan plasmanya kepada orang yang tengah sakit Covid-19. Hal ini akan saya sampaikan pada setiap rapat yang saya ikuti, agar semakin banyak pasien covid-19 yang bisa tertolong dan sembuh,” kata Gus Yani sebelum diambil darahnya.

Ajakan donor plasma ini akan terus digaungkan oleh Gus Yani hingga tingkat RW dan RT. “Tentu para Ketua RT dan RW ini yang lebih tahu siapa warganya yang sudah sembuh dari Covid dan mengajaknya untuk melaksanakan donor darah plasma konvalesen” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Gresik M. Nadjib didampingi dr Jufrita, kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi mengatakan, bahwa keberadaan PMI Gresik ini banyak melayani kebutuhan dari dari berbagai tempat di Indonesia.

“Terutama saat adanya peningkatan kasus Covid-19, PMI Gresik menjadi jujugan beberapa Rumah Sakit di Jawa Timur maupun luar Jawa Timur. Bahkan kami beberapa kali mengirim darah atau darah plasma konvalesen melalui kargo ke luar Jawa,”kata Nadjib.

Beberapa kota yang sering kami suplai secara intens yaitu akhir-akhir ini yaitu Bangkalan, Kudus, Demak dan beberapa kota lain di sekitar Gresik juga banyak dan sering. (yad)

Bupati Gresik Donor Plasma Convalesen, Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid-19 Selengkapnya

TMMD, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri

GRESIK,1minute.id – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2021 dipusatkan di Desa Siwalan Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur. TMMK ke-111 itu dibuka oleh Asisten I Pemprov Jatim Ardo Sahak di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 15 Juni 2021.

“TMMD ini merupakan wujud bakti TNI kepada masyarakat dalam percepatan dan pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,”ujar Ardo Sahak membacakan sambutan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah.  Ardo Sahak menambahkan, TMMD ini bisa menghemat anggaran APBD sebesar Rp 310 juta.

Pembukaan TMMD itu dihadiri oleh Irdam Kodam V Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti ;  Irwasda Polda Jatim Kombespol Sungkono mewakili Kapolda ; Kasitek 084/Bhaskara Jaya Kolonel Syamsul Hadi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

SIMBOLIS : Brigjend Arie Subekti memberikan cangkul dalam pembukaan TMMD ke-111 di Gresik pada Selasa. 15 Juni 2021. ( foto : ist )

Irdam Kodam V Brawijaya Brigjen Arie Subekti mengingatkan agar seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ini harus melaksanakan protokol Kesehatan secara ketat. “Seluruh Prajurit yang terlibat sebelumnya harus di test swab atau rapid antigen. Mereka setiap hari juga harus melaksanakan protokol Kesehatan dan selalu menghindari kerumunan,”tegas Brigjend Arie membacakan sambutan tertulis Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto. 

Tema yang diusung tahun ini, adalah “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”. “Semoga tema ini dapat menjadi sumber inspirasi, motivasi dan inovasi bagi semua yang terlibat pada TMMD dalam membantu pemerintah melakukan percepatan pembangunan disegala bidang,”harapnya.

Senada, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan agar program ini harus kita dukung penuh karena disinilah pemerintah hadir ditengah masyarakat. “Kita harus bersinergitas dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dimasa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. Beban masyarakat sangat berat. Kita harus berkomitmen untuk meringankan beban masyarakat tersebut,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Sementara Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail menjelaskan bahwa TMMD berlangsung di Desa Siwalan, Kecamatan Panceng berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juni – 14 Juli 2021.

“Dilapangan, pelaksanaan TMMD ini sudah dilaksanakan sejak Mei 2021 lalu. Ada 2 sasaran yaitu fisik dan non fisik,”terang Letkol Inf Taufik Ismail. Kegiatan yang dikerjakan antara lain renovasi rumah tidak layak huni; pengadaan penerangan jalan umum, pembangunan tembok jalan untuk penahan longsor dan perbaikan akses transportasi warga. Kemudian, melaksanakan penyemprotan desinfektan, vaksinasi dan penyuluhan kesehatan bersama Dinas Kesehatan Gresik. (yad)

TMMD, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri Selengkapnya