Jebpar, Otak Pembunuhan di Exit Tol Kebomas Dituntut 16 Tahun

Suasana sidang pembunuhan di exit tol Kebomas di PN Gresik ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

GRESIK,1minute.id – Jebpar, otak pembunuhan Muhammad Mulla atau Mad Mola dituntut selama 16 tahun. Sidang pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik.

Terdakwa kasus pembunuhan Jebpar, 39, warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang menjalani sidang tuntutan, Senin, 1 Desember 2020. 
Jebpar diketahui telah melakukan pembunuhan terhadap Mad Mola, 34, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Mayat korban 34 tahun itu dibuang di Tol Kebomas KM 16.400, Kabupaten Gresik.

Dalam sidang yang digelar di ruang Candra tersebut dan dipimpin hakim ketua Putu Gde Hariadi, Jebpar hanya tertunduk lesu. Menyusul pembacaan tuntutan yang dilakukan jaksa penuntut umum (JPU) Siluh Candrawati.

“Terdakwa Jebpar terbukti bersalah telah melakukan pembunuhan dengan berencana. Menuntut terdakwa Jebpar dengan pidana 16 tahun penjara dikurangi masa penahanan,”tutur Siluh.

Terdakwa dijerat dengan pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Jebpar terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Mad Mola.

Sementara itu, Penasihat Hukum terdakwa, Muhammad Nali mengungkapkan bakal mengajukan pembelaan atau pledoi. Pihaknya akan membacakan pembelaan tersebut pada sidang Minggu depan.
“Kami akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis,” ucapnya di hadapan majelis hakim.

Untuk diketahui, dalam keterangan sebelumnya terdakwa mengaku puas melakukan aksinya dan tidak menyesal. Pembunuhan tersebut dilakukan lantaran sakit hati karena saat terdakwa bekerja di luar negeri, korban selingkuh dengan istri terdakwa hingga hamil.

Terdakwa pun membuat rencana pembunuhan terhadap korban. Setelah melakukan aksinya, jasad korban dibuang di jalan tol Kebomas. Terdakwa berhasil ditangkap aparat kepolisian setelah sekitar empat bulan bersembunyi.(*)

Jebpar, Otak Pembunuhan di Exit Tol Kebomas Dituntut 16 Tahun Selengkapnya

Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2

Cabup nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani bersama relawan

GRESIK, 1minute.id – Pemilihan bupati (Pilbup) Gresik tinggal hitungan jari. Perubahan sudah mulai terlihat. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat)  mengajak tim pemenangan, para relawan dan simpatisan perubahan untuk terus bergerak solid demi terwujudnya Gresik Baru. 

Selain Tim pemenangan, relawan dan simpatisan, Gus Yani juga berterima kasih kepada masyarakat Gresik yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada paslon Niat untuk bekerja lebih keras untuk Gresik Baru.

“Terima kasih kepada semua elemen yang  mendukung dan memberi amanah kepada saya dan Bu Min untuk mewujudkan Gresik baru yang mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan serta berlandaskan akhlaqul karimah,”kata Gus Yani disela-sela simulasi debat publik, Rabu 2 Desember 2020.

Debat publik terakhir digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik, Rabu malam. Materi debat yakni Kebijakan Penanganan Covid-19, Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Acara tersebut dimulai pukul 19.00, dengan protokol kesehatan itu digelar di salah satu stasiun televisi swasta di Surabaya.  

Paslon nomor urut 2 sudah menyiapkan diri untuk menghadapi debat publik terakhir itu. 
Paslon Niat, tambah Gus Yani,  berkomitmen untuk mewujudkan perubahan di Gresik ini. Alumnus Sarjana Ekonomi Unair Surabaya itu,  kembali mengajak masyarakat agar tidak Golput.

Menurutnya, masa depan Gresik lima tahun mendatang ada di tangan pemilih. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus menggelorakan semangat perubahan yang diwujudkan dengan mencoblos paslon nomor urut 02 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember mendatang. 

“Masyarakat jangan ragu, jangan golput.  Selama ini, segala potensi yang ada di Gresik kurang dimaksimalkan dengan baik. Karenanya, Saya dan Bu Min siap memaksimalkan segala potensi itu demi terwujudnya Gresik baru,”ungkapnya.

Selain itu, tambah menantu KH Agoes Ali Masyhuri ini menyampaikan beberapa indikator gagalnya pembangunan di Gresik. Diantaranya banjir, kondisi jalan, kelangkaan pupuk hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

“Oleh sebab itu, Niat ingin memaksimalkan pembangunan di Gresik agar tidak ada lagi banjir, kondisi jalan rusak, kelangkaan pupuk oleh petani hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan bagi orang asli Gresik. Sehingga tidak ada lagi kata pepatah, Ayam mati dilumbung padi sendiri,”kata Gus Yani.

Dalam program Nawa Karsa yang diusung paslon Niat, Gus Yani juga menyampaikan ada paket stimulus ekonomi. “Meningkatkan upah daerah, insentif pajak, pelatihan melalui modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK),”katanya.

Melengkapi pertanyaan Gus Yani, Bu Min turut menyampaikan jaminan kepada para pekerja. “Karena para pekerja adalah aset kita. Keamanan dan keselamatannya harus dijamin. Tanpa adanya perubahan hal itu tidak akan tercapai,” pungkasnya. (*)

Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2 Selengkapnya

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati (Cabup)  Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyatakan Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi kearifan lokal yang bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat.

Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah itu blusukan ke Desa Banyuurip,  Kecamatan Kedamean. Cabup nomor urut 2 itu takjub dengan adanya pasar seribu satu bunga. Sebuah sentra tanaman hias. Pengelolanya,  Pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Pasar tanaman hias itu ternyata diinisiasi pihak desa sejak 2012. Dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), sebagai budidaya lahan para petani bunga. Hal itu didasari pada warga lokal yang banyak berbudidaya tanaman hias, terutama berjenis adenium,”ujarnya, Selasa, 1 Desember 2020.

Sentra tanaman adenium di desa tersebut luasnya berhektar-hektar. Telah terbukti dapat menghidupi ekonomi warga desa. “Saya lihat halaman dan teras rumah di Desa Banyuurip dipenuhi tanaman hias dan tanaman buah yang siap dijual,”ungkap menantu KH Agoes Ali Masyhuri itu. 

Sentra tanaman hias berhasil menarik minat pembeli. Bahkan, pembeli yang datang tidak hanya dari warga Gresik saja, melainkan banyak yang dari luar Gresik.

Ke depan, jika terpilih memimpin Gresik lima tahun. Dirinya dan pasangannya Aminatun Habibah (Bu Min) akan menggarap lebih lanjut daya tarik Desa Banyuurip tersebut. 

“Dibutuhkan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan desa untuk memajukan keunggulan kompetitif tiap desa atau wilayah. Sehingga, secara infrastruktur, tata kelola dan promosi keunggulannya bisa dioptimalkan dengan baik lagi,”tandasnya.

Gus Yani juga menyoroti pembangunan di Gresik yang tidak merata ini karena pihak pemerintah tidak memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap potensi-potensi lokal yang menjamur. Akibatnya, tidak sedikit potensi lokal itu tidak maksimal karena tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah.

“Dibawah kepimpinan Saya nanti pembangunan harus dilakukan secara lebih merata. Seluruh potensi bisa digarap lebih maksimal. Baik itu wilayah selatan, kota, utara, bahkan Bawean. Yang mana pembangunan terselenggara dengan saling topang-menopang.Antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa,”tegasnya. (*)

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan Selengkapnya

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari

GRESIK,1minute.id  – Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius bagi masyarakat Gresik. Apalagi, sarana dan prasarana untuk mengangkut sampah rumah tangga menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) masih sangat minim.

Akibatnya, tak sedikit armada truk angkut sampah dengan kondisi bolong-bolong terpaksa harus dioperasikan untuk mengangkut sampah rumah tangga yang mencapai 150 meter kubik hingga 200 meter kubik per harinya itu. 

Tata kelola sampah di Kabupaten Gresik sangat memprihatinkan. Terbatasnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) membuat perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan meningkat.

Kondisi tersebut telah lama menjadi perhatian serius paslon nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat) dalam rangka kelestarian lingkungan serta pengelolaan sampah terpadu.
Cabup Gus Yani mengatakan, setelah melewati tahapan kampanye mengelilingi desa ke desa.

Banyak masyarakat yang wadul soal penanganan sampah di Kota Pudak yang kurang diperhatikan pemerintah daerah.
Fakta banyaknya masyarakat yang membuang sembarangan itu karena minimnya TPS. Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan peningkatan jumlah hunian terutama di wilayah Gresik Selatan. Padahal, jumlah perumahan di wilayah Gresik selatan membludak.

“Tidak ada fasilitas oleh pemkab untuk penanganan sampah, jadinya banyak saya temui sampah berserakan di tepian jalan,”katanya, Senin 30 November 2020.

Imbas dari pengelolaan sampah yang buruk adalah ketika terjadi banjir atau genangan yang diakibatkan sampah di selokan maupun sungai. Padahal, Gresik juga memiliki problem banjir kali lamong yang harus segera dituntaskan.

“Kita lihat hari ini, ada banjir dan genangan karena sampah. Saya dapat kiriman fotonya dari seorang teman, lokasinya di kali Deliksumber jurusan Kedungrukem di kecamatan Benjeng. Kan ini harus diperhatikan dan dicarikan solusinya,”imbuhnya.

Oleh sebab itu, jika ia dan Bu Min terpilih sebagai Cabup dan Cawabup Gresik periode 2021-2025. Pihaknya menjamin keberadaan truk pengangkut sampah serta sarana TPS harus diperbanyak. Selain itu, pengelolaan yang tepat juga menjadi fokus utama.

“Di visi misi Niat ada program Gresik Lestari. Melalui program itu akan kami wujudkan sistem pengelolaan lingkungan yang bagus sehingga masalah sampah bisa teratasi. Ini penting karena menyangkut kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan alam dan potret dari pada kota Gresik,”terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Cawabup Bu Min menambahkan dalam program Gresik Lestari, paslon Niat mendorong filosofi ramah lingkungan pada setiap pembangunan pemukiman dan infrastruktur dengan mengampanyekan lubang serapan biopori.

Hal ini untuk meningkatkan kapasitas tanah dalam meminimalisir genangan, artinya tambah Bu Min, ke depan harus dilakukan manajemen yang baik. Misalnya, ketika ada pengembangan perumahan maka wajib dilakukan gerakan pembuatan lubang biopori.

“Saya kira pemerintah ke depan harus memulai itu. Dikampanyekan ke masyarakat lalu diimplementasikan sehingga semakin banyak lubang biopori maka banjir ataupun genangan tak akan terjadi lagi,”tambahnya.

Paslon Niat juga bakal membuat pengelolaan sampah menjadi terpadu dan terpusat di kecamatan. Sehingga, sudah tidak ada lagi armada truk angkut sampah yang hanya berpusat di kota. Termasuk,  peremajaan armada truk angkut sampah yang sudah tidak layak digunakan.  

“Saya sering menjumpai kontainer sampah di perkotaan Gresik saat melintasi jalan bergelombang sampahnya tumpah di jalan raya. Truknya terus melaju, sementara sampahnya tertinggal di jalan . Pengelolaan seperti ini yang harus kami ubah nantinya,”ujar Cawabup perempuan pertama di Gresik yang juga aktif di bidang lingkungan. (*)

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari Selengkapnya

Anak Kali Lamong Tersumbat Sampah, Air Bah Meluap ke Jalan Poros Desa

GRESIK,1minute.id – Anak sungai Kali Lamong meluap, Senin 30 November 2020. Air bah itu menggenangi jalan poros Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng. Genangan air bah itu setinggi 20 sentimeter. 

Penyebab meluapnya anak sungai Kali Lamong disebabkan air sungai tersumbatnya sampah daru rumpun bambu.

Berkat kesigapan masyarakat dan pemerintah desa setempat genangan itu cepat surut.

Camat Benjeng Suryo Wibowo mengatakan genangan air masuk ke  jalan poros Desa Deliksumber pagi. Pagi itu juga masyarakat Desa setempat bergotong royong untuk membersihkan rumpun bambu secara manual.

Ternyata banyaknya rumpun bambu yang tersangkut di saluran air anak kali lamong tersebut belum bisa diatasi secara manual. 

Camat Benjeng dan Muspika setempat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat untuk mendatangkan alat berat.

“Sekitar jam sembilan pagi alat berat kami operasikan untuk mengangkat rumpun bambu yang menyumbat saluran air anak kali lamong. Seketika itu juga aliran air sudah normal Kembali. Air yang sempat menggenangi jalan poros desa Deliksumber sudah surut,”kata Suryo Wibowo melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.

Terkait rumpun bambu yang sempat menutup saluran air anak kali lamong, Suryo Wibowo mengatakan bahwa itu berasal dari kerja bakti warga yang belum sempat dipindahkan.

“Beberapa saat lalu masyarakat setempat sedang mengadakan kerja bakti untuk pelebaran anak Kali Lamong. Tujuannya agar aliran air anak kali Lamong tersebut lancar,”kata Suryo

Tapi sayang, rumpun bambu serta ranting-ranting dan ilalang hasil kerja bakti tersebut belum diangkat, karena terbatasnya sarana prasarana. Ternyata justru rumpun bambu dan ilalang tersebut malah menyumbat saluran anak kali lamong dan mengakibatkan genangan air di Jalan Poros Desa Deliksuber tersebut.

Suryo Wibowo mengatakan bahwa di musim hujan seperti saat ini pihaknya bersama muspida Gresik selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten untuk meminimalisi dampak apabila ada bencana. (*)

Anak Kali Lamong Tersumbat Sampah, Air Bah Meluap ke Jalan Poros Desa Selengkapnya

Istri Cabup Gus Yani : Tradisi Damarkurung adalah Cermin Kerukunan dan Gotong Royong Warga

GRESIK,1minute.id – Perayaan Tradisi Damar Kurung digelar oleh warga Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik, Sabtu 28 November 2020 malam. 

Perayaan di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran harus digelar di tengah pandemi Covid-19. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat warga dalam melestarikan tradisi itu. 

Bertempat di musala Mamba’ul Asiqin Kelurahan Karangturi, acara tersebut berlangsung meriah. Tak lupa warga juga menerapkan protokol Covid-19 dengan mencuci tangan dan memakai masker.

Tradisi Damar Kurung ini telah berlangsung sejak 1966. Setiap tahunnya warga bergotong royong untuk mengingat sejarah leluhur. Tak ketinggalan, Istri Cabup nomor urut 2 Gus Yani, Nurul Haromaini juga turut memeriahkan acara tersebut. 

“Selain meriah, saya kagum dengan warga kelurahan Karangturi yang mampu melestarikan tradisi ini selama puluhan tahun dan tetap istiqomah sampai saat ini,”ujar Ning Nurul sapaan akrabnya.

Neng Nurul mengingatkan, Damar Kurung merupakan ikon kabupaten Gresik yang terkenal sebagai kota santri dan kaya akan budaya serta tradisinya. Karena itu, ia berharap warga tetap istiqomah dan jangan larut terhadap perkembangan zaman. 

“Mari kita bersama-sama menjaga tradisi leluhur, baik di kelurahan maupun di desa-desa. Sebab, tradisi itu mencerminkan kerukunan dan gotong royong warga. Disisi lain juga menjaga warisan baik para leluhur,”pesan putri KH. Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali itu.

Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Karangturi, Zainal Abidin menerangkan, peringatan tradisi damar kurung ini merupakan peninggalan para pendahulunya di era wali songo, Sunan Giri.

“Dinamakan Damar Kurung karena ini merupakan tradisi peninggalan era Sunan Giri. Makanya bersamaan dengan Maulidurrasul,”ucapnya.

Zainal mengaku bahwa warga Kelurahan Karangturi sudah sangat akrab dengan Gus Ali. Oleh sebab itu, pihaknya secara khusus mengundang putri beliau, Ning Nurul pada perayaan tradisi Damar Kurung tahun ini.
“Ditahun-tahun sebelumnya Gus Ali secara rutin hadir kesini. Dan warga sini sudah tidak asing lagi dengan sosok Gus Ali.

Makanya secara khusus putri beliau kita undang untuk hadir dalam peringatan tahun ini,”jelasnya. Senada dengan Ketua RW 02 kelurahan Karangturi, Kepala TPQ Al Hasyimiyah, Masyro’ah mengaku senang peringatan tradisi damar kurung tahun ini dihadiri istri Gus Yani.

“Kebetulan Gus Yani dulu teman saya saat SD. Jadi kami sangat senang sekali istri Gus Yani bisa hadir di sela-sela padatnya aktivitas beliau mendampingi Gus Yani yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati,”ujar Masyro’ah yang didampingi Waka  serta dewan Guru TPQ Al Hasyimiyah. (*)

Istri Cabup Gus Yani : Tradisi Damarkurung adalah Cermin Kerukunan dan Gotong Royong Warga Selengkapnya

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan

GRESIK,1minute.id – Tugas polisi bertambah. Pemilihan bupati (Pilbup) 9 Desember nanti. Pilbup di masa pandemi tugas polisi tidak hanya mengawal dan pengamanan kotak dan surat suara. 

Polisi juga mengawal pendistribusian alat pelindung diri (APD) untuk petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga tempat pemungutan suara (TPS). Distribusi APD Pilbup Gresik itu dilakukan, Sabtu 28 November 2020.

Distribusi APD diantaranya ke PPK wringinanom. Sekitar pukul 12.00, ada sebelas item yang distribusikan ke Wringinanom itu. Diantaranya, masker ;  hand sanitizer ; cuci tangan ; sarung tangan ; dan face shield.  Kemudian, ember cuci tangan ; tisu ; timbah air hingga hazmat. 

“APD itu untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilbup,”kata Kapolsek Wringinanom AKP Christian Bagus didampingi Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa. (*)

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan Selengkapnya

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa

GRESIK,1minute.id – Area Bendung Gerak Sembayat (BGS) disesaki mayoritas emak-emak memakai kerudung abang (merah), Sabtu 28 November 2020. Mereka datang untuk mengikuti senam pagi bersama Cawabup perempuan di Gresik, Aminatun Habibah atau Bu Min. 

Ibu-ibu yang ikut senam itu adalah guru swasta se-Kecamatan Bungah yang mengidolakan cawabup nomor urut 2 itu. Usai senam peserta berkerudung merah itu, bersama Bu Min melakukan blusukan ke Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Bu Min menyapa warga satu per satu sambil diiringi lagu pemenangan Niat, “Ojo Lali dan Wes Wayahe”.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Min menyampaikan bahwa ia bersama Gus Yani berkomitmen memperjuangkan hak-hak para guru dengan menaikkan dan menambah gaji guru sekolah swasta dalam bentuk insentif.

“Paslon Niat punya program Gresik Cerdas. Ini program untuk kesejahteraan guru-guru Sekolah swasta. Melalui Gresik Cerdas, insentif kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) dan non sertifikasi Guru Paud, TK, MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK akan kami tingkatkan,”ujar Bu Min di sela-sela senam.

Program Gresik Cerdas itu lahir karena rasa keprihatinan Bu Min terhadap gaji guru-guru swasta. Apalagi Bu Min yang notabene seorang Kepala SMK, dirinya paham betul dengan kondisi kesejahteraan para guru-guru swasta di  Gresik.

“Saya melihat gaji yang diterima mereka tidak wajar. GTT itu kerja penuh tetapi dibayar tidak penuh. Kasihan, ada yang gajinya 700 ribu per bulan. Bahkan, ada yang cuma 300 ribu per bulan. Nilai segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan guru dengan menambah besaran belanja tidak langsung. “APBD kita ini sangat besar. Sementara saya besar dari lingkungan pendidikan, karena itu wajib bagi saya untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Salah satu instrumentnya adalah insentif untuk tenaga pendidik,”jelasnya.

Ia dan Cabup Fandi Akhmad Yani,  bila mendapatkan amanah akan memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK. Voucher tersebut nantinya bisa menambah semangat belajar siswa. Termasuk para wali murid juga bisa fokus mendampingi anaknya dalam menuntut ilmu.

“Voucher itu untuk mengurangi beban yang dirasakan wali murid yang selama ini tidak mampu membayar biaya sekolah. Kalau bebannya berkurang, para wali murid nanti bisa lebih fokus mendampingi anaknya dalam belajar, dalam menuntut ilmu,”harapnya.  

Selain persoalan pendidikan, program Gresik Cerdas nantinya juga memajukan pendidikan pesantren melalui dana abadi pondok pesantren. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi untuk 2.500 anak yatim piatu, hufadz dan disabilitas. Tak ketinggalan, ada juga beasiswa S2 untuk musrif dan musrifah pondok pesantren. 

“Selain itu, kami juga melakukan penguatan dan perluasan Bosda Madin. Ada juga Gresik Santri, program santunan kehormatan untuk guru ngaji, Takmir, situs religi dan budaya. Intinya kami fokus membangun Gresik dengan ekonomi gotong royong,”jelasnya. (*) 

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa Selengkapnya
Cawabup nomor urut 2 Aminatun Habibah ketika menyapa masyarakat di Gresik Selatan, Jumat 27 November 2020

Dibalik Proyek Multiyears Islamic Center, Bu Min Heran Banyak Jalan Desa Berlumpur dan Penuh Lubang

GRESIK,1minute.id – Cawabup nomor urut 2 Aminatun Habibah terjebak jalan rusak ketika melakukan kampanye di Gresik Selatan. Kecamatan Cerme, Balongpanggang, hingga Wringinanom, diantaranya. 

Cawabup perempuan pertama di Pilbup ini ngelus dada, merasa prihatin  melihat kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan itu.  “Memprihatinkan kalau lihat kondisi jalannya. Padahal jalan itu juga menjadi akses pelajar dan guru menuju sekolah karena ada sekolah negeri di sana,”ujar Bu Min- sapaan-Aminatun Habibah, Jumat 27 November 2020. 

“Nah kalau infrastrukturnya tidak dibangun dengan baik ini bisa menganggu jalannya pendidikan,”imbuh Cawabup berpasangan dengan Cabup Fandi Akhmad Yani itu.  Bu Min melakukan road show kampanye di sejumlah desa di Gresik Selatan.

Di Kecamatan Balongpanggang, Cawabup Kudung Abang-sebutan lain-Bu Min, menyapa warga dari Desa Klotok, Babatan, Mojogede, Tanah Landean, Ngampel, Sekarputih, Dapet, Karangsemanding, Pucung, Wonorejo sampai Kedungpring.  “Saya tadi harus berputar-putar mencari jalan alternatif lantaran banyak jalan penghubung desa yang rusak,”katanya.

Melihat kondisi riil infrastruktur desa selama kampanye blusukan di wilayah Gresik selatan. Bu Min semakin prihatin lantaran pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten Gresik tidak linier dengan kebutuhan dasar masyarakat. 

Sebab, ia melihat di Gresik Selatan ada pembangunan proyek multiyears Islamic Center yang dibangun megah. Menurut Bu Min, pembangunan tersebut kontradiktif dengan kondisi infrastruktur di desa. 
Seperti diketahui, pembangunan fisik Islamic Center di kecamatan Balongpanggang ini menyedot APBD Gresik hingga Rp 35 miliar. Tak pelak, saat blusukan Bu Min diwaduli warga Balongpanggang masalah kondisi jalan.

“Warga banyak yang sambat dengan kondisi Jalan Poros Desa (JPD) karena memprihatinkan tapi kok gak diprioritaskan ya? Malahan memprioritaskan bangunan megah. Anggaran sebesar itu cukup untuk memperbaiki JPD. Kalau infrastrukturnya parah begini ya kasihan masyarakat,”keluh Bu Min.

Kondisi JPD di kecamatan Balongpanggang, selama ini memang belum ada perbaikan secara permanen dari Pemerintah Daerah. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan yang bisa memperburuk kondisi jalan.

“Sudah masuk musim hujan. Ya otomatis jalannya berlumpur dan penuh genangan air. Saya sekali lewat saja banyak jalan yang masih belum pavingan dan penuh lubang. Wes pokoknya parah,”celetuk Bu Min sambil geleng-geleng kepala. 

Cawabup perempuan pertama dalam sejarah perpolitikan di kota santri ini berkomitmen. Bersama Cabup Gus Yani, ia akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di desa. Salah satunya melalui visi misinya Nawa Karsa dalam program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Gresik Mapan).

“Masalah infrastruktur ini menjadi 5 area prioritas kerja Niat. Tidak hanya Pengaspalan seluruh ruas jalan kabupaten, tetapi ada betonisasi jalan penghubung kecamatan dan desa. Termasuk membangun jembatan penghubung dan peremajaan jembatan tua,”paparnya. (*)

Dibalik Proyek Multiyears Islamic Center, Bu Min Heran Banyak Jalan Desa Berlumpur dan Penuh Lubang Selengkapnya

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara

GRESIK,1minute.id – Geliat ekonomi masyarakat semakin terasa sekitar di Destinasi Jembatan Kelir di Kelurahan Kemuteran, Gresik. Puluhan penjual berjajar sekitar geladak Bele Keling. 

Mereka menikmati gaya hidup baru tanpa kekhawatiran debu batubara.  Sulhiyah Rahmawati  mengatakan rumahnya menjadi lebih bersih. Hidupnya terasa lebih sehat dan tenang dibanding sebelumnya. 

“Sekarang saya sudah berani nyuapin anak di luar rumah. Lantai rumah juga sudah nggak hitam pekat lagi, sehari cukup nyapu sekali. Tidak seperti sebelumnya sehari harus nyapu dan ngepel berkali-kali. Matur nuwun Gus Yani,”ungkap ibu 5 anak ini, Kamis 26 November 2020. 

Sejak berhentinya aktivitas bongkar muat batubara membuat keberlangsungan hidup warga di Kelurahan Kroman, Lumpur dan Kemuteran terasa menjadi lebih nyaman.

Fandi Akhmad Yani, calon bupati (Cabup) nomor urut 2 merekomendasi penghentian operasi pelabuhan curah batubara yang menimbulkan protes masyarakat di sekitar lokasi.  Waktu itu, Gus Yani -sapaan- Fandi Akhmad Yani masih menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Tiga kali,  Gus Yani disambati pendemo mendesak penutupan aktivitas bongkar muat batu bara di Jalan RE Martadinata, Gresik itu.

“Setelah mendengar kedua kelompok yang pro dan kontra, serta berbagai pihak atau instansi terkait, akhirnya saat itu Saya sepakati untuk dihentikan. Pertimbangannya adalah kemanusiaan,” kenang Gus Yani.

Kamis, 26 November 2020, Gus Yani menyambangi masyarakat sekitar. Kelurahan Kemuteran, Kroman dan Lumpur. Kehadiran Cabup berpasangan dengan Aminatun Habibah (Bu Min) sontak dielu-elukan masyarakat setempat. Mereka menyambut cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik bak pahlawan. 

Gus Yani datang untuk melihat Destinasi Jembatan Kelir. Sebuah dermaga kayu yang viral akhir-akhir ini dan ramai dikunjungi wisatawan. Gus Yani,  menyadari sebuah harapan baru setelah masyarakat di tiga kelurahan itu sudah terbebas dari lingkungan yang sebelumnya terdampak polusi debu selama bertahun-tahun.

“Saya kesana dan ngobrol dengan pihak pengelola. Tidak kurang delapan ribu pengunjung setiap bulannya yang ingin menikmati daya tarik wisata di Bale Keling. Bahkan, bulan Agustus kemarin, total pengunjung mencapai 12 ribu. Ini sebuah capaian yang menarik untuk obyek wisata baru. Namun masih membutuhkan banyak pengembangan infrastruktur dan aspek lain,”katanya.

Capaian kunjungan itu, tambahnya,  tidak hanya berdampak pada masukan tiket. Yang lebih penting adalah dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak warga setempat yang berjualan makanan tradisional di sepanjang jalan sebelum loket masuk. Semakin banyak kunjungan, maka akan semakin banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan. 

“Pendekatan dan filosofi inilah yang akan kami prioritaskan dalam mewujudkan Gresik Baru ke depan. Bagaimana suatu proyeksi pembangunan yang memiliki sarat dimensi pemberdayaan masyarakat. Bukan sekedar membuat landmark atau patung-patung di tengah kota dengan biaya besar tapi tak memberi dampak apapun bagi masyarakat,”tegasnya. (*)

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara Selengkapnya