Di Kantor Bupati Zoom bersama Presiden Prabowo, di Desa Prupuh Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan

GRESIK,1minute.id – Indonesia kembali swasembada pangan. Presiden kedelapan Republik Indonesia Probowo Subianto yang mengumumkan secara langsung capaian itu melalui zoom meeting yang diikuti seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. 

Di Kabupaten Gresik, kegiatan terpusat di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik diikuti antara lain  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng yang diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman berupa tasyakuran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen mendukung swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi dan industrialisasi pertanian. Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan, bahwa swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang harus didukung secara kolaboratif dari pusat hingga desa.

Menurutnya, konsep pertanian modern berbasis alat dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. “Beberapa negara telah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi pertanian. Ini bisa kita tiru dan kembangkan di Gresik. Pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi didukung alat, teknologi, dan sistem irigasi yang berkelanjutan,” tegas Washil.

Ia mencontohkan penerapan irigasi perpipaan di Pulau Bawean, yang memanfaatkan Danau Kastoba dan sejumlah mata air. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Konsep serupa, lanjutnya, juga mulai diterapkan di wilayah Gresik utara melalui irigasi perpipaan berbasis pompa, dengan sistem tandon dan pipa PE yang memiliki ketahanan jangka panjang. Teknologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan hasil pertanian.

“Terkait hasil panen, alhamdulillah sinergi antarprogram mulai terlihat. Di wilayah ini, komoditas jagung sangat menonjol dan berpotensi dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk pengembangan agribisnis. Sinergi dari pusat hingga desa harus terus diperkuat agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Ditempat sama, Kepala Desa Prupuh, Musholin, dalam sambutannya menekankan besarnya potensi jagung sebagai komoditas unggulan Desa Prupuh dan Kecamatan Panceng. Ia menyampaikan bahwa lahan kelompok tani hutan yang kini dikelola masyarakat sangat cocok untuk pengembangan jagung sebagai penopang ketahanan pangan.

“Potensi jagung di Desa Prupuh sangat bagus. Selain tanaman pangan, kami juga mengembangkan sektor peternakan karena ketersediaan pakan yang melimpah. Ke depan, melalui KDMP, kami berencana mengembangkan peternakan sapi,” ujarnya. Ia menambahkan, di Kecamatan Panceng saat ini terdapat lima Kelompok Tani Hutan (KTH), dengan Desa Prupuh telah memiliki lima Surat Keputusan (SK) pengelolaan usaha yang mencakup komoditas jagung, peternakan, serta tanaman pertanian lainnya.

Sementara itu, bentuk dukungan terhadap swasembada pangan, pemerintah melalui APBN juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut meliputi enam unit combine harvester, 30 unit hand sprayer, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, 3 unit drone pertanian, serta satu paket irigasi perpompaan.

Seluruh bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, dan mempercepat proses tanam hingga panen.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih APBN sebanyak 152.525 kilogram untuk menggarap lahan seluas 6.101 hektare yang tersebar di 14 kecamatan dan 86 desa, dengan jumlah penerima mencapai 14.644 petani yang tergabung dalam kelompok tani dan Gapoktan.

Capaian Produksi dan Luas Tanam Pertanian

Gresik dikenal dengan sebutan Kota Industri. Pada tahun 2024, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare. Seiring dengan itu, luas panen juga meningkat dari 67.083,40 hektare pada tahun 2024 menjadi 76.565,40 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 9.482,40 hektare.

Peningkatan tersebut diikuti dengan kenaikan produktivitas, dari 6,26 ton per hektare pada tahun 2024 menjadi 6,28 ton per hektare pada tahun 2025. Dengan capaian tersebut, total produksi gabah di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 419.961 ton, yang setara dengan kurang lebih 281.508 ton beras.

Pemerintah juga memberikan keberpihakan kepada petani melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga sekitar 20 persen. Harga pupuk urea turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per zak, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000 per zak.

Selain itu, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung guna menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Upaya tersebut diperkuat dengan peran aktif 57 penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Pendampingan dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani, Gapoktan, pengembangan petani milenial, serta optimalisasi peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya. (yad)

Di Kantor Bupati Zoom bersama Presiden Prabowo, di Desa Prupuh Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan Selengkapnya

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti Pelatihan Public Speaking dan Lomba Voice Over di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan Gresik pada Rabu, 7 Januari 2026.  Antusiasme peserta pelatihan sehari itu dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sangat tinggi. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, pelatihan dan lomba digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI 2026. “Lomba ini sengaja digelar juga karena kami melihat potensi pelajar di Gresik sangat bagus dalam publik speaking sehingga PWI Gresik mendukung potensi itu,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengeksplorasi potensi yang dimiliki dalam diri pelajar, sehingga dapat dikembangkan di kemudian hari secara pribadi maupun secara kelembagaan atau sekolah. “Pelatihan dan lomba ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat, karena kita ingin mengedukasi. Karena fungsi pers tak hanya soal berita, tapi juga soal edukasi,” tegasnya.

Plt Dinas Kominfo Gresik Johar Gunawan mengapresiasi pelatihan dan lomba yang diinisiasi oleh PWI Gresik itu. “Kegiatan yang bagus ini diharapkan ada tindak lanjutnya, agar ada progress dan kita semua bisa memantaunya,” jelasnya.

Ia juga mendorong adanya ekstrakulikuler di sekolah di bidang public speaking atau pelatihan conten creator. “Bisa memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), di tingkat kabupaten bisa mendidik seperti tingkat SMP. Dan untuk pematerinya bisa diisi oleh PWI Gresik,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan public speaking dan lomba voice over ini, pihaknya berharap ada kegiatan lanjutan dari PWI Gresik dengan dinas terkait untuk menggelar pelatihan-pelatihan lainnya dalam hal mendidik pelajar. “Nanti bisa komunikasi dengan Dispendik atau Cabang Dinas seperti menggelar pelatihan jurnalistik, sehingga potensi-potensi bisa dimanfaatkan oleh pelajar dan juga pihak sekolah,” tandasnya.

Pelatihan ini dimentori oleh Dr. Herma Retno Prabayanti, seorang ahli public speaking yang telah memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melatih public speaking, mantan jurnalis dan sekarang merupakan salah satu dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik-teknik berbicara di depan publik, termasuk bagaimana mengatasi rasa takut, mengatur suara, dan membuat presentasi yang efektif. (yad)

PWI Gresik Gelar Pelatihan Publik Speaking dan Lomba Voice Over untuk Pelajar SMA se-Kabupaten Gresik Selengkapnya

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. 

Program KKN-BBK UNAIR 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga Surabaya Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. “Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS) pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kunjungan di hari libur ini, Khofifah bersama cucu didampingi Fandi Akhmad Yani naik TransJatim. Rombongan berangkat dari Terminal Bunder, Gresik.  Perjalanan menuju destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital, Gresik Universal Science yang berada di Kompleks Islamic Center berlokasi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang selama lebih kurang 45 menit.

Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik. Gresik Universal Science sendiri telah di soft launching secara oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk publik, GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” puji Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

“Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.

Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujarnya. Terkait aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat mudah dijangkau karena terintegrasi dengan rute Bus TransJatim. Konektivitas ini dinilai mendukung GUS sebagai destinasi edukasi yang inklusif dan ramah bagi masyarakat luas

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital Selengkapnya

Gus Yani :  Program Kerja IPNU-IPPNU Harus Berdampak Positif kepada Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Wilayah melantik pengurus PC IPNU dan PC IPPNU Gresik masa bakti 2025-2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 4 Januari 2026. 

Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang dinakhodai oleh M. Fatkur Rohman dan kepemimpinan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dipercayakan kepada Aminatus Sholihah ini dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan pentingnya peran IPNU dan IPPNU sebagai kaderisasi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama. Menurutnya,  pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Gresik dengan IPNU dan IPPNU, dalam upaya bersama membangun masa depan Gresik yang lebih baik.

“Silakan menyusun raker apa yang menjadi tantangan saat ini, tidak hanya pemerintah, sektor swasta saat ini semuanya punya tantangan yang berbeda. Maka IPNU-IPPNU harus belajar apa yang harus bisa kita perbuat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mengajak pengurus baru untuk belajar dan bergerak baik dalam menyusun program yang akan dimasukkan dalam agenda dinas. Menurutnya, IPNU-IPPNU adalah pelajar yang punya daya pikir dan intelektual yang tajam dan meminta IPNU-IPPNU belajar dari desa, kecamatan, sampai kabupaten.

“Adik-adik bisa mengikuti mulai dari Musrenbang desa yang akan saya tunggu di Musrenbang kabupaten, apa yang menjadi usulan dari program sampai ada output di masyarakat, baik kegiatan sosial, pendidikan, maupun program lainnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani juga berpesan agar pengurus terus mengasah kemampuan, seperti keterampilan belajar teknologi, mengembangkan kreativitas, dan membangun kerja sama tim, sebagai bekal berharga di masa depan. “IPNU-IPPNU harus lebih dekat dengan lingkungan sekitar, seperti sekolah dan desa. Dengarkan teman-teman yang membutuhkan, berikan yang terbaik sesuai kemampuan. Peran kecil dapat membawa perubahan besar,” pungkas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Di tempat yang sama, Ketua PW IPNU Jawa Timur Muhammad Rafli Rifki Reza menambahkan, pelantikan yang mengangkat tema “Future Starts Here, Empower, Educate, Elevate”. Future Starts Here yang berarti masa depan dimulai, pelantikan ini sebagai awal langkah perubahan dan kemajuan. Empower yang berarti organisasi berkomitmen untuk memberdayakan kader agar memiliki kemampuan, karakter, dan kepercayaan diri sebagai pelajar NU.

Educate yang berarti kader dibekali pendidikan, pengetahuan, dan nilai Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) untuk berkembang secara intelektual dan spiritual. Elevate berarti setelah diberdayakan dan dididik, kader diharapkan mampu naik level dan berkontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.

“Secara singkat tema ini mencerminkan proses mencetak kader unggul yang siap untuk memimpin masa depan melalui pendidikan, pemberdayaan, dan kualitas diri,” tegasnya.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan, tema ini dilambangkan dengan ikan bandeng yang didesainu melompat ke atas, melambangkan keberanian untuk siap melangkah dan bergerak. Gradasi warna kuning keemasan melambangkan cahaya ilmu dan kejernihan dalam berpikir.

“Langkah tegap menyongsong masa depan, tradisi dijaga prestasi dikedepankan, IPNU-IPPNU terus di garis terdepan, pelajar NU unggul berkarakter dan berkemajuan. Terima kasih kepada Forkopimda Gresik, PCNU, MUI, maupun organisasi kepemudaan di Kabupaten Gresik atas dukungan dan dukungannya,” tandasnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gus Yani :  Program Kerja IPNU-IPPNU Harus Berdampak Positif kepada Masyarakat Selengkapnya

Ambles dan Longsor Disparekrafbudpora Gresik Tutup Jogging Track Kompleks Stadion G-JOS

GRESIK,1minute.id – Fasilitas jogging track di kompleks Stadion Gelora Samudro (G-JOS) ditutup sejak Sabtu, 3 Januari 2026. Disparekrafbudpora Gresik menutup lintasan yang berfungsi untuk berlari santai atau mlaku-mlaku itu ambles. 

Tebing sekitar arena jogging track juga longsor panjang sekitar 70 meter, tinggi 4 meter dan lebar 14 meter. Penutupan fasilitas umum dilakukan untuk keamanan warga. Sebab, tanah sekitar masih labil. “Mohon maaf, tidak boleh beraktivitas disini,” kata petugas itu dengan ramah pada Minggu pagi, 4 Januari 2026.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar 200 meter dari lokasi jogging track yang ambles itu telah dipasang pita plastik warna kuning kombinasi hitam. Pita plastik itu bertuliskan BPBD Jawa Timur. Sejumlah warga yang hendak mlaku-mlaku Minggu pagi pun kecele. Karena petugas Kompleks Stadion G-JOS yang berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik melarang. 

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali membenarkan penutup jogging track di kompleks Stadion G-JOS itu. “Longsor, mas!” kata Ghozali dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 4 Januari 2026.

Sebulan terakhir hampir saban hari Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik diguyur hujan. Pada Jumat, 2 Januari 2025 hujan deras membuat sebagian tanah di bekas gunung Legis yang digunakan untuk fasilitas jogging track itu ambles. Dinding tanah di luar Stadion G-JOS longsor. Disparekrafbudpora belum bisa memastikan kapan fasilitas olahraga dan rekreasi bagi masyarakat kembali dibuka. (yad)

Ambles dan Longsor Disparekrafbudpora Gresik Tutup Jogging Track Kompleks Stadion G-JOS Selengkapnya

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi berinisial A.I di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Desember 2025. Bayi berusia 1 tahun diduga mengidap atresia bilier.

Atresia bilier adalah kelainan langka pada bayi baru lahir dimana saluran empedu (di dalam atau luar hati) tersumbat atau tidak berkembang normal, menghambat empedu dari hati ke usus. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah beserta jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa KTP orang tua anak IA masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak IA, imbuhnya, memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegas orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan Selengkapnya

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir tahun 2025, civitas UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Mohammad Salim dinobatkan sebagai Juara Pertama Kepala Sekolah Imlementator Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Salim berhak mendapatkan Anugerah PAIS LOVE 2025. Penganugerahan akan diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama 2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Januari 2026 mendatang. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja cerdas Guru PAI Spenda yang luar biasa,  Ustad Bambang Sujianto, Ustad Humaidi dan Bu Ning Choiriyah dengan konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan PAI dan tanpa lelah membuat inovasi terbaik untuk murid kami dan saya selaku kepala Sekolah mengapresiasinya,” kata Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 Desember 2025.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, satu-satunya lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Juara kedua, diraih Sholahiyah dari Kepala SMP Alkarimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dan juara tiga yakni Moh Ghozali, Kepala UPT SDN 296 Gresik.

Menurut Salim, ada beberapa penilaian program pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik. “Spenda terpilih menjadi Terbaik Program sekolah berbasis Agama,” kata Salim.

Ada sepuluh program berbasis PAIS yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik selama 2025. Salim menyebutkan, 

Pengajaran Al-Quran, TBTQ (Tuntas Baca, Tulis Quran) Kelas Tahfid adalah Literasi Al Quran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran ;  Pelajaran Fiqih Nisa’: Keputrian.  Program ini mengajarkan siswa tentang hukum-hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan akhlak ; Pelajaran Akhlak: Program ini mengajarkan siswa tentang akhlak yang baik, seperti sopan santun, kejujuran, dan empati.

Berikutnya, Kegiatan Keagamaan :  Program ini meliputi kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya ; Pembinaan Karakter: Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas ; Pengembangan Spiritual: Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya spiritualitas dan bagaimana meningkatkan kualitas spiritual.

Selanjutnya, Kegiatan Sosial: Program ini meliputi kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dana untuk kegiatan keagamaan, dan lain-lain ; Pembinaan Guru : Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar pendidikan agama Islam ; Pengembangan Kurikulum*: Program ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang lebih efektif dan relevan dan Evaluasi dan Monitoring: Program ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Selain sepuluh program tersebut, Spendagres juga melakukan kegiatan penunjang, antara lain, Salat Dhuha, Duhur berjamaah ;  Pengajian rutin ; Kegiatan bakti sosial dan santunan; Lomba-lomba keagamaan dan  Seminar keagamaan. Kemudian, kegiatan outbound keagamaan Brus ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah) kerjasama dengan KUA (Kantor Urusan Agama).Gresik ; Hotmil dan tadarus jam ke Nol ; Duta Keberagaman Pembinaan Kerukunan kerjasama dengan FTK Gresik ; Kantin Halal Binaan Kemenag ; Love Romadhon dan Jumat Religi berbagi dan Peduli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag Selengkapnya

2025, DPUTR Gresik Lakukan Pemantapan Infrastruktur Jalan Sepanjang 24,5 Kilometer 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus berikhtiar mempercepat pemantapan infrastruktur jalan. Tahun 2025, Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik telah menggarap jalan sepanjang 12,49 kilometer. 

Kondisi jalan yang rusak berat berkurang menjadi 19,75 km atau 3,48 %. “Kemantapan jalan baik dan sedang panjang 399,21 km atau 70,46 % dari total panjang jalan Kabupaten 566,61 km,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti dalam Ngobrol Infrastruktur di Kantor DPUTR Gresik pada Selasa, 23 Desember 2025.

Dhian, sapaan akrab, Dhiannita Tri Astuti didampingi Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro serta Kepala Bidang lainnya.  Meski keberadaan jalan rusak berat “hanya” 19,75 kilometer, Dhian menganggap memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan lalu lintas yang padat dan akses logistik yang menjadi hajat hidup orang banyak. 

Dhian mengatakan, bahwa perbaikan infrastruktur jalan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perbaikan infrastruktur dilakukan melalui proses berkelanjutan yang dilakukan sejak 2021. Upaya yang dilakukan mencakup peningkatan kualitas jalan hingga dukungan penyediaan lahan untuk proyek nasional yang ditargetkan kelar akhir 2025 ini. 

“Penanganan jalan kami lakukan bertahap dan terukur. Fokus kami adalah ruas-ruas prioritas yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya. Penyediaan lahan untuk proyek nasional, antara lain, pembangunan jembatan Manyar dan Pelebaran jalan yang terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

“Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani) memberikan perhatian khusus untuk pelebaran jalan Manyar ini,” katanya. Data DPUTR Gresik pada Tahun Anggaran 2025, Bidang Bina Marga DPUTR Gresik melakukan 27 paket pekerjaan yang meliputi 10 paket pekerjaan peningkatan jalan aspal 645 meter, beton 7.571 meter ; 11 paket pelebaran jalan aspal 4.687,5 meter dan beton 4.298 meter dan 2 paket rekonstruksi jalan aspal 262 meter, beton 627 meter. 

Total pekerjaan jalan yang dilelang pada 2025 mencapai lebih dari 18 kilometer, ditambah pemeliharaan rutin sepanjang 6,3 kilometer. Dengan demikian, keseluruhan penanganan jalan Bina Marga tahun depan ditargetkan menyentuh hampir 24,5 kilometer. Selain infrastruktur jalan, juga ada 4 paket jembatan, yakni 2 pembangunan jembatan baru, 1 rehabilitasi Dermaga Apung Bawean.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro, menyampaikan bahwa skala prioritas perbaikan tidak hanya ditentukan oleh kondisi teknis jalan, tetapi juga laporan langsung dari masyarakat. “Setiap aduan yang masuk melalui layanan 112 Lapor Gus kami tindaklanjuti secepat mungkin. Partisipasi warga sangat membantu kami menentukan kebutuhan paling mendesak,” jelasnya.

Bagaimana rencana pemantapan infrastruktur 2026? Edi Pancoro menyampaikan, beberapa ruas strategis yang menjadi prioritas tahun depan antara lain Jalan Bungah–Dukun sepanjang sekitar 4 kilometer yang akan dilebarkan hingga delapan meter, serta Jalan Duduksampeyan–Betoyo Guci yang akan dibeton karena berbatasan langsung dengan jalan nasional.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Gresik menargetkan infrastruktur jalan yang lebih layak, aman, dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

2025, DPUTR Gresik Lakukan Pemantapan Infrastruktur Jalan Sepanjang 24,5 Kilometer  Selengkapnya