Gus Yani Instruksikan Tim, Relawan Semakin Kompak, Silaturahim dari Rumah ke Rumah

GRESIK,1minute.id – Pemungutan suara Pemiihan Bupati (Pilbup) Gresik 2020 kurang dari 28 hari lagi. Calon Bupati (Cabup) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani menyerukan kepada tim, relawan untuk terus merapatkan barisan. Mengembangkan politik silaturahi dari rumah ke rumah. Seperti yang telah dilakukan paslon Niat sejak awal kampanye.

“Kami mohon seluruh tim pemenangan, relawan dan masyarakat pendukung Perubahan Gresik agar semakin solid dan kompak,”ujar Gus Yani sapaan akrabnya, Kamis 12 November 2020.

Gus Yani yang berpasangan dengan Aminatun Habibah (Bu Min) berharap kepada seluruh tim agar tidak terpancing oleh oknum yang mulai melakukan cara-cara tidak sportif.

“Terus rapatkan barisan, untuk memenangkan Niat pada Pilkada Gresik 2020,”ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Menurut Gus Yani, gerakan perubahan ini adalah amanah para kiai dan rakyat Gresik, sehingga harus kita jaga dan kita menangkan dengan cara yang sportif, dan santun. “Masyarakat Gresik banyak yang menginginkan perubahan. Menginginkan pemerintahan yang transparan dan tanggap terhadap persoalan di masyarakat,” pungkasnya. (*)

Gus Yani Instruksikan Tim, Relawan Semakin Kompak, Silaturahim dari Rumah ke Rumah Selengkapnya

BPOM Jemput Bola untuk Sosialisasi Keamanan Pangan dan Layanan Konsultasi Pendaftaran Produk Pangan

GRESIK,1minute.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendatangi kantor Pemkab Gresik, Kamis, 12 November 2020. Kedatangan lembaga yang mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia ini untuk memberikan sosialisasi keamanan pangan dan layanan konsultasi pendaftaran produk pangan bagi pelaku usaha di Kota Santri ini. 

Beragam usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) menyabut antusias kehadiran BPOM itu.  Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan terima kasih atas layanan BPOM kepada 50 orang pelaku usaha UMKM di Gresik.

Menurut Bupati Sambari,  sudah tepat upaya BPOM memberikan layanan sosialisasi dan konsultasi pada UMKM pangan di Gresik, mengingat jumlah UMKM di Gresik mencapai 17 ribu lebih. Dari jumlah itu 75 persen perlu pembinaan dan perizinan dari BPOM.

“Tolong, kalau sudah diberikan pembinaan dan di seleksi harus tetap diberi pembinaan terutama dalam penentuan expired produk. Cek dan teliti lah sesuai laboratorium yang dimiliki oleh BPOM,”harap Bupati Sambari  dalam sambutan pembukaan sosialisasi tersebut.

Doktor alumnus Unair Surabaya itu  meminta kepada seluruh pelaku usaha UMKM di Gresik untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan menjaga mutu produksinya. 

“Kepada BPOM kami meminta agar selalu memberikan pembinaan kepada pelaku usaha pangan di Gresik, terutama bagaimana para pelaku usaha pangan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraannya,”tegasnya. 

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Sosialisasi Keamanan Pangan BPOM Dewi Prawitasari mengatakan, tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang keamanan pangan, menerapkan cara olahan yang baik untuk peningkatan daya saing.

“Keamanan pangan merupakan tanggungjawab kita bersama dan memberikan dampak besar terhadap Kesehatan masyarakat,”kata Dewi.

Selain itu, Dewi menambahkan, kedatangan untuk meningkatkan daya saing produk lokal, BPOM juga memberikan kemudahan dalam mendapatkan nomor izin edar BPOM RI MD.  

BPOM RI MD adalah perizinan berupa izin edar untuk produk pangan yang di produksi oleh dalam negeri yang lebih besar dari skala rumah tangga atau industri yang menghasilkan produk pangan yang wajib memiliki izin edar BPOM MD.

Beberapa kemudahan BPOM yaitu, Pembinaan UMKM via daring, pemdampingan, coaching clinic, simplikasi persyaratan izin cukup Izin usaha mikro kecil (IUMK) dan surat keterangan domisili usaha (SKDU), sesuai PP 32/2017 ada potongan biaya 50 persen,  registrasi pangan resiko rendah hanya melalui notifikasi tidak dipersyaratkan hasil uji atau analisa, pemeriksaan hanya fokus pada pelaksanaan higieni sanitasi, sampling dan uji produk UMKM gratis. (yad) 

BPOM Jemput Bola untuk Sosialisasi Keamanan Pangan dan Layanan Konsultasi Pendaftaran Produk Pangan Selengkapnya

Ini Harapan Milenial kepada Paslon Niat, Bila Terpilih sebagai Bupati-Wabup Gresik

GRESIK,1minute.id – Generasi muda di  Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Gresik, berharap kepada calon bupati milenial Fandi Akhmad Yani agar nanti kalau jadi bupati lebih memprioritaskan lagi sektor kepemudaan yang terintegrasi dengan industri. 

Mereka optimistis Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min)  memiliki potensi besar mewujudkan mimpi generasi muda itu.  Sebab, pria yang akrab disapa Gus Yani ini masih muda, tegas dan enerjik.

Mereka menganggap selama ini pemerintah belum memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) para pemuda di Gresik menjadi lebih berdaya dan produktif. Padahal, tidak sedikit pemuda yang dapat memberikan kontribusinya dalam pembangunan daerah.

“Selama sepuluh tahun ini belum pernah ada pemberdayaan bagi pemuda, padahal banyak problem yang dihadapi misalnya potensi SDM pemuda yang tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana termasuk tenaga kerja yang belum terserap,”kata Ulil Absor, Selasa 10 November 2020 sore. 

Ulil berharap besar kepada Gus Yani agar bisa memberikan solusi bagi pemuda desa. Misalnya, saat ini di tengah pandemi pemuda kesulitan mendapatkan pekerjaan. Selain itu, banyak lulusan yang harus menganggur bertahun-tahun karena peluang mendapat kerja yang kecil.

“Banyak pemuda disini yang nganggur. Mereka sudah ngelamar ke perusahaan tapi tidak diterima. Jadi sulitnya minta ampun kerja di kota sendiri. Kita berharap Gus Yani bisa memberi solusi untuk pemuda,”harapnya.

Pemuda lain, Nadlir juga mempunyai harapan yang sama. Ia mengaku, pemuda di desa Siwalan banyak yang nekat menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia), karena tidak ada lapangan pekerjaan di desa. Bahkan, sulit mencari pekerjaan di Gresik.

Untuk itu, dia berharap kepada Gus Yani jika terpilih jadi bupati Gresik periode 2021-2025 memberikan perhatian kepada para pemuda. Diantaranya, memberikan di training agar memiliki soft skill sesuai kebutuhan tenaga kerja industri di Gresik. 
Misalnya, dengan memfungsikan secara maksimal Balai Latihan Kerja (BLK) atau pelatihan ketenagakerjaan yang menyasar pemuda desa untuk home industri di desa.

“Jadi pemuda disini banyak yang nekat jadi TKI, padahal di Gresik banyak ribuan pabrik yang bergerak di berbagai bidang dan produksi macam-macam. Kami harap ada pelatihan untuk peningkatan skill pemuda sesuai kebutuhan pabrik atau industri rumahan di desa,”ujarnya. 

Sementara cabup milenial, Gus Yani yang mendapat berbagai keluhan para pemuda saat kampanye blusukan itu menawarkan solusi. Melalui program yang tertuang di visi misinya Gresik Berkarya dan Mandiri, Gus Yani memberikan kepastian terhadap para pemuda yang baru lulus bisa segera mendapat pekerjaan. 

“Saya dan Bu Min menjamin setiap pemuda yang lulus akan mendapat pekerjaan. Jadi tidak ada lagi pemuda bunuh diri karena sulit dapat kerja. Ini komitmen kami untuk mengurangi angka pengangguran yang saat ini cukup tinggi,”kata Gus Yani. “Di Gresik, tambahnya, sekitar  36.390 pengangguran produktif awal 2020,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Cabup Gus Yani di Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Selasa 10 November 2020 ( foto : tim Media Center Niat)

Gus Yani lebih jauh menjelaskan jumlah pengangguran produktif sebesar itu belum termasuk tenaga kerja yang kena PHK akibat lumpuhnya ekonomi sepanjang pandemi Covid 19. Oleh karena itu pihaknya menyiapkan program pelatihan keterampilan kerja intensif 3 in 1 untuk angkatan kerja baru. Yakni Pelatihan, Sertifikasi Kompetensi dan Penempatan Kerja secara berkala. 

“Sebagai wujud nyata paslon Niat untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing. Pelatihan keterampilan kerja intensif 3 in 1 ini kami siapkan dengan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk penyerapan tenaga kerja industri secara lebih masif,”terang menantu KH. Agoes Ali Masyhuri ini. 

Ditambahkan Gus Yani, program tersebut ada dua opsi. Pertama masuk di dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sehingga saat lulus bisa langsung bekerja karena memiliki skill. Kedua memaksimalkan fungsi BLK yang bersinergi Dinas Tenaga Kerja (Dinas Tenaga Kerja) sebagai tahapan peningkatan keterampilan (up-skilling) dan pembaruan keterampilan (reskilling).

“Sekarang era revolusi industri 4.0 yang bersamaan dengan bonus demografi. Maka pemerintah kabupaten yang akan datang nanti harus membuka kesempatan bagi SDM di berbagai sektor industri untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan industri,”jelasnya. (*)

Ini Harapan Milenial kepada Paslon Niat, Bila Terpilih sebagai Bupati-Wabup Gresik Selengkapnya

Bupati Nge-prank “Brigjend Mallaby” dengan Hukuman Jemur untuk Tingkatkan Imun di Hari Pahlawan

GRESIK,1minute.id – Upacara Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November di halaman Kantor Bupati Gresik terasa beda. Kondisi pandemi korona membuat barisan peserta upacara memakai kostum pejuang berjarak. Hebohnya, barisan dari tenaga kesehatan (nakes) memakai hazmat warna pink.

Terik matahari tidak menyurutkan peserta dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) kehilangan semangat. Pekik Merdekaaaa terus menggema. 

Usai upacara dilanjutkan dengan drama kolosal pertempuran arek-arek Suroboyo melawan tentara Inggris dipimpin Brigadir Jenderal Mallaby. Untuk drama kolosal tahun ini skenario diubah. Mallaby tidak mati dalam pertempuran . Tapi, Brigjend Mallaby- diperankan-Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)  Gresik Agustin H. Sinaga disetrap. 

Berdiri dilapangan dengan tangan kiri terborgor dikaitkan tiang bendera. “Mallaby berjemur untuk meningkatkan imun tubuh,”kata Bupati Gresik Sambari  Halim Radianto yang membacakan plot naskah drama kolosal itu. 

Forkopimda,  diantaranya Ketua Pengadilan Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe,  Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi, perwakilan Kodim dan Kejaksaan Negeri serta veteran pejuang kemerdekaan terlihat menikmati gelaran parodi itu. 

Bupati Sambari kemudian meminta seluruh OPD untuk baris berbaris.  Sesekali Bupati nge-prank anak buahnya. Selain Brigjend Mallaby Sinaga, juga Kepala Diskoperindag Agus Budiono harus ndlosoran di lantai paving sambil seolah-olah membidik musuh dengan pistol mainan jenis FN.

“Panas bapak,”kata Agus Budiono membuat peserta lainnya ger-geran. Parodi drama Hari Pahlawan dilakukan sebagai wujud keberhasilan dalam penanangan Covid-19 di lingkungan ASN Pemkab Gresik. “Hari ini, seluruh ASN yang terkonfirmasi atau reaktif telah sembuh. Hampir seratus persen mengikuti upacara Hari Pahlawan ini,”tegas Bupati berlatar pengusaha ini. 

Sementara itu,  Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Gresik Tursilowanto Herijogi menambahkan secara keseluruhan pasien positif covid-19 berjumlah 3.678 kasus; selesai 3.345 kasus; meninggal dunia 233 kasus dan isolasi 101 kasus. 

“Selama pandemik, bulan Maret hingga 10 November 2020 “hanya” tiga pegawai yang meninggal dunia karena korona,”ujar Tursilowanto usai acara. (*)

Bupati Nge-prank “Brigjend Mallaby” dengan Hukuman Jemur untuk Tingkatkan Imun di Hari Pahlawan Selengkapnya

Niat Luncurkan Program Gresik Akas, Solusi Lambatnya Kepengurusan Dukcapil, Ngurus KTP dan KK Sehari Kelar

GRESIK, 1minute.id – Calon Bupati, (Cabup) nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani tidak hanya blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Cabup milenial ini juga semakin intens melakukan konsolidasi dengan sejumlah partai pengusung.

Salah satu dengan pengurus, konstituen dan simpatisan DPC PPP Gresik, Minggu, 8 November 2020. Gedung Mambaus Sholihin Jalan Panglima Sudirman, Gresik itu riuh.  Mereka mengeluh-eluhkan cabup yang berpasangan dengan cawabup Aminatun Habibah (Bu Min)  itu.

Dihadapan kader dan konstituen partai berlambang Kakbah itu , Gus Yani mengkritisi birokrasi pemerintah kabupaten Gresik terkait lambatnya proses pengurusan KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang memakan waktu sampai berhari-hari.  

“Sekarang sudah eranya digital, tapi ngurus KTP saja masih manual, bahkan jadinya lama berhari-hari. Dampaknya masyarakat kita kehilangan banyak waktu kerja hanya untuk ngurus KTP,”ujar cabup Milenial ini.
Selain itu, tambah Gus Yani, kedepan pihaknya menjamin masyarakat Gresik dalam mengurus kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran cukup selesai dalam satu hari.

Paslon Niat bersama pengurus DPC PPP Gresik

Ia menyebut dalam visi misinya ada program Gresik Akas yang nantinya menciptakan sistem e-Layanan sebagai solusi masalah kependuduk dan catatan sipil.

“Lewat sistem e-Layanan kami nanti panjenengan kalau ngurus KTP dan KK  sehari langsung selesai. Dan itu tuntas di tingkat kecamatan, tidak perlu jauh-jauh ke kota. Termasuk ada warga yang anaknya baru lahir, hari itu aktanya langsung jadi,”tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Laskar Suci Khuluk mengatakan, kabupaten Gresik membutuhkan sosok seperti Gus Yani dan Bu Min untuk merubah Gresik menjadi lebih baik. Ia menilai Gus Yani yang masih muda ialah sosok yang energik dan memiliki kinerja yang cepat serta tegas. 

“Gus Yani harus menang, makanya kita masyarakat Gresik butuh sosok yang energik, cepat dan tegas. Dan sosok itu ada pada beliau yang tepat untuk merubah Gresik menjadi lebih baik,”ucap Khuluk.
Rapat konsolidasi paslon Niat dengan DPC PPP Gresik dihadiri para tokoh, anggota dewan fraksi PPP, kader, konstituen dan relawan. 

Pada kesempatan itu, DPC PPP Gresik mengintruksikan komponen dipartainya untuk wajib memenangkan Gus Yani – Bu min dengan konsekuensi, kader yang tidak sejalan akan mendapat sanksi pemecatan sesuai intruksi DPP PPP. (*)

Niat Luncurkan Program Gresik Akas, Solusi Lambatnya Kepengurusan Dukcapil, Ngurus KTP dan KK Sehari Kelar Selengkapnya

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani

GRESIK,1minute.id – Panen raya biasanya dibarengi anjloknya harga. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan petani di Kota Santri.  Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menawarkan solusi untuk menjaga stabilitas harga produk pertanian melalui Program Agropolitan.  

Hal itu disampaikan paslon Niat usai mendapat keluhan dari para petani saat kampanye blusukan di sejumlah desa di Kecamatan Manyar, Minggu 8 November 2020. 

Menurut Cabup Fandi Akhmad  Yani,  melalui program Gresik Agropolitan, ini menjamin kepastian harga semua produk pertanian. Antara lain, produk pertanian pangan, perikanan, peternakan dan holtikultura di areal seluas 67.900 hektare di kabupaten Gresik melalui subsidi pemerintah kabupaten nantinya. 

“Jika Niat jadi (terpilih) , kami akan buat plafon harga agar produk pertanian pascapanen yang harganya di bawah plafon nantinya akan dibeli pemerintah  lewat program Gresik Agropolitan sesuai harga plafon supaya petani tetap bisa untung pascapanen,”kata Gus Yani-sapaan- Fandi Akhmad Yani dihadapan para petani dalam rilis yang diterima 1minute.id,  Minggu 8 November 2020. 

Biasanya, ketika memasuki masa tanam stok gabah para petani mulai menipis, sehingga persediaan beras juga menipis lantaran gabah maupun beras petani diborong oleh spekulan sejak pasca panen dan ditimbun sampai musim tanam. 

Hal ini berdampak karena petani tidak bisa menjual beras lagi di pasaran saat musim tanam. Oleh sebab itu, paslon Niat nantinya akan mengatasinya dengan cara membeli gabah maupun beras tersebut melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berstatus Perusahaan Daerah (PD) untuk bidang Pertanian. 

Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) menambahkan pemerintah kabupaten Gresik nantinya bisa memanfaatkan dana subsidi untuk membeli gabah hasil panen para petani. Maka, bila harga gabah yang semula dipatok Rp 4.000 per kilogram, nantinya dibeli pemerintah kabupaten Gresik dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram.

“Dengan pola ini, maka ada kepastian harga karena pemerintah kabupaten bisa menjaga harga gabahnya yang bisa menguntungkan petani. Dana tersebut juga bisa dirasakan langsung oleh petani, karena yang diinginkan oleh mereka ialah melindungi harga pasca panen,”jelas Cawabup perempuan pertama di Gresik ini. 

Selain masalah ketidakpastian harga pasca panen, persoalan yang kerap dihadapi para petani ialah masalah kelangkaan pupuk saat memasuki masa tanam. Oleh karena itu melalui program Gresik Agropolitan, Bu Min menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di Kabupaten Gresik. 

“Masalah ketersediaan pupuk saat petani memasuki masa tanam, kami akan berikan jaminan tidak akan ada kelangkaan pupuk melalui program Gresik Agropolitan,”tandasnya. (*)

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani Selengkapnya

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) semakin optimistis memenangi perhelatan Pilbup Gresik 9 Desember 2020. Dukungan terus mengalir kepada paslon nomor urut 2 yang diusung enam partai politik di Kota Santri itu. 

Amunisi baru bagi paslon mengusung Perubahan Gresik Baru itu datang dari emak-emak mengatasnamakan Bunda Cantik (Butik). Dukungan itu disampaikan secara langsung ketika cawabup Aminatun Habibah memaparkan visi dan misi di Posko Pemanangan Niat di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik,  Jumat 6 November 2020.  

Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, cawabup pertama di Gresik itu disambut antusias bunda-bunda cantik menggenakan hijab warna merah itu. Mereka menyanbut dengan salawat dan menyanyikan jingle Niat Perubahan. Dalam kesempatan itu,  Bu Min menyampaikan visi dan misi sambil menyerukan coblos kudung abang (Jilbab Merah, Red). 

Bu Min menyampaikan misi Niat, diantaranya Gresik Mapan dan Gresik Cerdas dalam Program Bunda Puspa yakni pemberdayaan untuk emak-emak  yang memiliki usaha dan anak yang sedang sekolah. 

Program dalam misi Niat itu direspon positif. “Tidak ada lagi nanti ibu-ibu yang memiliki usaha bergerak di sektor UMKM tapi kesulitan mendapatkan suntikan modal atau pinjaman hanya karena masalah validasi data sehingga terancam tidak bisa mengembangkan usahanya,”ujar Bu Min saat menyampaikan visi misinya, Jumat 6 November 2020.

Rosita, salah satu anggota Bunda Cantik mengaku bersemangat menjemput perubahan. Sebab, ia tertarik dengan program Bunda Puspa untuk menghidupkan kembali sumber income dari usahanya yang selama ini merasa terabaikan.

“Bantuan tidak ada, ya sulit mengembangkan usaha. Lalu pelatihan juga tidak ada, sehingga produk rumahan yang kita hasilkan ya tidak punya pangsa pasar yang jelas,”tutur Rosita yang punya produk rumahan makanan kering itu. Rosita membandingkan mekanisme penyaluran bantuan program untuk perempuan usaha (UMKM) dari pemerintah daerah ternyata lebih rumit dibanding dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar). 

Misalnya dari segi validasi database peserta, program Meekar bisa rampung cepat sehingga peserta tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pinjam kredit lunak.  “Program Meekar yang dari Presiden Jokowi itu cepat pendataannya, gak ribet jadinya uang bisa cair Rp 2,4 juta dan bisa langsung buat ngembangkan usaha saya. Kalau dari Pemkab Gresik ngajukan mulai dulu sampai sekarang gak ada kabar,”tandasnya. (*)

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa Selengkapnya

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program

GRESIK – 1minute.id – Sembilan program diusung pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) mewujudkan tatanan Gresik Baru.

Program yang diusung oleh paslon nomor urut 2 itu salah satunya menjembatani visi mereka. Mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan, berlandaskan akhlaqul karimah.

Sembilan program itu, pertama misi yang diusung tertuang dalam Gresik Akas. Program ini ditujukan untuk memudahkan sistem pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, pengurusan kependudukan (catatan sipil) cukup hanya sampai di tingkat kecamatan. Termasuk pengaduan layanan bisa dilakukan di tingkat RT (rukun tetangga) juga bisa via online.

Kedua, Gresik Seger. Di sini paslon diusung enam partai politik di parlemen Gresik berkeinginan bagaimana memberikan pendampingan dan bantuan perlindungan bagi pekerja perempuan, termasuk Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Gresik dan juga pemberdayaan perempuan. Program ini juga meliputi peningkatan kesejahteraan guru ngaji, takmir masjid dan musala.

Kemudian,  program ketiga Gresik Mapan. Dalam program ini Paslon Niat berkeinginan memberikan bantuan khusus untuk pembangunan infrastuktur dusun. Termasuk di antaranya, menata dan menambah fasilitas taman kota serta memberikan ruang ekonomi kepada UMKM.

“Ini menjadi ikhtiar kami untuk menuntun UMKM dan para pelaku usaha baru. Salah satunya dengan menumbuhkan nasabah bankable, sehingga mendapat kemudahan persyaratan untuk mendapatkan kredit usaha,”ujar Cabup Fandi Akhmad Yani,  Jumat 6 November 2020.

Paslon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah besama masyarakat untuk wujudkan tatanan Gresik Baru

Berikutnya, misi keempat adalah Gresik Cerdas. Yakni, dengan cara memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK, bagi anak yatim-piatu, huffadz dan penyandang disabilitas, insentif bagi guru tidak tetap dan non sertifikasi, serta guru PAUD dan TK. Serta meningkatkan potensi infrastruktur pendidikan di Pulau Bawean.

“Kami ingin rintisan Bawean sebagai pulau pendidikan seperti Unimap (Universiti Malaysia Perlis) di negara bagian Perlis, semenanjung Malaysia. Dulu di daerah tersebut awalnya hutan belantara, tapi sekarang bisa eksis dan memberikan dampak kesejahteraan bagi warga sekitar,” ungkap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Sedangkan, misi kelima Gresik Sehati. Yakni, menyangkut peningkatan fasilitas kesehatan dan tenaga medis profesional dengan menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumah sehat. Memberikan pelayanan kesehatan gratis pada masyarakat kurang mampu, membangun rumah sakit baru di daerah selatan.

“Masyarakat di bagian Gresik selatan itu biasa berobat ke Surabaya atau Mojokerto, itu wajar sebab lebih dekat ke sana (Surabaya dan Mojokerto) dari pada ke Gresik. Tapi kan beda bila kita nantinya punya rumah sakit sendiri dengan sarana pra sarana mumpuni,”tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Adapun misi keenam adalah Gresik Lestari. Melakukan pengembangan dan revitalisasi ekowisata dengan mengedepankan keunggulan kompetitif di setiap desa, revitalisasi Gresik Kota Tua sebagai salah satu icon heritage, mendorong terciptanya industri ramah bagi lingkungan dan berkelanjutan, serta membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat kecamatan.

Ketujuh Gresik Barokah. Yakni, dengan cara menguatkan pembentukan karakter pemuda yang didasarkan pada nilai agama, budaya lokal dan toleransi, terbebas dari narkoba dan HIV/AIDS, serta pemuda berdaya guna.

Misi kedelapan tertuang dalam Gresik Agropolitan. Di sini yang menjadi poin utama adalah peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan sektor perikanan dengan menerbitkan kartu Go Tani untuk akses bantuan dan pendampingan peningkatan usaha.

Terakhir, misi kesembilan adalah Gema Karya. Program akan disasar oleh paslon Niat adalah memberikan permodalan serta penguatan manajemen terhadap produk yang dihasilkan pesantren, peningkatan dan percepatan pelayanan yang terkoneksi.

“Generasi milenial kreatif di Gresik juga menjadi konsentrasi kami melalui program co-working space yang nantinya kita bangun dengan Gresik Creative Hub,” pungkas Gus Yani. (*)

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program Selengkapnya

BPN Siapkan 50 Ribu Sertifikat untuk 47 Desa di Kecamatan Dukun dan Sidayu

GRESIK,1minute.id – Badan pertanahan negara (BPN) Gresik akan memulai pengukuran 50 ribu bidang tanah di Kecamatan Dukun dan Sidayu. Pengukuran tanah masal itu bagian program BPN dalam pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meminta kepada seluruh kepala desa di dua kecamatan Dukun dan Sidayu serta panitia yang terlibat untuk mempersiapkan diri. 

“Silakan dipersiapkan syarat-syaratnya, dimusyawarahkan batas tanahnya dengan tetangga kanan-kiri sebelum diukur oleh BPN untuk pemasangan patoknya,”kata Bupati Sambari dalam Pemantapan Desa Binaan Dalam Aksi Trijuang di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Senin 2 November 2020.

Acara tersebut dihadiri Kepala BPN Gresik Asep Heri dan kepala desa di dua kecamatan di Gresik Utara itu. Bupati Sambari kembali mewanti-wanti kepada kepala desa apabila ada dimensi tanah yang tidak bagus untuk dimusyawarahkan.

“Pokoknya jangan sampai ada yang merasa dirugikan setelah diterbitkan sertifikat oleh BPN,”tegas Bupati kelahiran Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, itu.

Kegiatan PTSL ini, tambahnya,  kegiatan yang sangat bermanfaat untuk para pemilik tanah. Menurut Sambari, dengan kegiatan PTSL ini nantinya tidak akan ada lagi tanah yang hilang.

Setelah mendengar kesiapan masyarakat atas penjelasan Bupati Gresik, Kepala BPN Gresik Asep Heri menantang Camat, Perangkat Desa dan Panitia pelaksana PTSL di tingkat Desa.

“Mulai besok (Selasa,Red) sampai akhir bulan kita mulai start pengukuran. Anda harus sudah menyiapkan segala persyaratannya. Kalau belum siap, silahkan tuntaskan hari ini. Untuk tahap awal pemasangan tanda batas perorangan,”kata Asep Heri.

Selanjutnya, tambahnya, dilaksanakan pemasangan tanda batas wilayah desa. “Saya akan hadir sendiri untuk pemasangan tanda batas wilayah,” tegas Asep.

Tentang program PTSL ini, Asep Heri menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan 50 ribu sertifikat untuk 47 desa di kecamatan Dukun dan Sidayu. “Kalau nantinya surat pengajuan yang masuk lebih dari 50 ribu, Saya terpaksa mencari tambahan kelebihannya. Tapi kalau kurang, kami akan limpahkan ke wilayah lain,”katanya dengan nada serius. 

Asep Heri menambahkan masyarakat peserta program PTSL ini menyiapkan segala persyaratannya yaitu KTP, KSK, Bukti kepemilikan, SPPT PBB dan surat pernyataan. 

“Kita berharap agar semua pihak yaitu Pemkab Gresik, Pemerintah Desa dan BPN yang tergabung dalam trijuan, untuk saling mendukung untuk kesuksesan program strategis Nasional pensertifikatan tanah secara sistematis lengkap. Kalau salah satu mereka tidak mendukung, niscaya program ini tidak bisa terlaksana,”harap Asep. (*)

BPN Siapkan 50 Ribu Sertifikat untuk 47 Desa di Kecamatan Dukun dan Sidayu Selengkapnya

Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) mendapatkan amunisi baru. Amunisi baru itu adalah Garda Wanita (Garnita) Malahayati 

Komunitas emak-emak dibawah naungan DPD Partai Nasdem Gresik itu, bergerak aktif mengkampanyekan program paslon nomor urut dua itu. Mereka ikut melakukan blusukan bersama Cawabup Aminatun Habibah ( Bu Min) ke masyarakat. Mereka terlihat antusias menggalang gerakan perubahan kepada akar rumput (grassroot).

Ketua Garnita Malahayati Nasdem Gresik Hj Erni Rofikah mengaku pihaknya sejak awal all out mendukung paslon Niat. Saat kampanye Bu Min di beberapa desa, ia menginstruksikan anggotanya di desa tersebut untuk mengawal dan mendampingi cawabup perempuan pertama di Gresik itu. 

“Garnita ini adalah garda perempuannya partai Nasdem. Sehingga wajib bagi kami untuk membackup calon perempuan (Bu Min) yang diusung Nasdem,”kata Erni Rofikah.

Tak hanya mendampingi Bu Min, Garnita Malahayati Gresik juga turut mensosialisasikan visi misi paslon Niat yang programnya berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Salah satunya memberdayakan ibu rumah tangga melalui sektor UMKM.

“Sudah menjadi tugas kami untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Mereka sebagai istri selain bisa melayani suami, sambil di rumah dan menunggu suami pulang kerja nantinya juga bisa dapat penghasilan,”terang istri Ketua DPD Nasdem Gresik Saiful Anwar ini.

GARNITA NASDEM : Antusiasme emak-emak Partai Nasdem untuk mengkampanyekan Bu Min, cawabup pertama di Gresik dalam Pilbup 2020 ( foto : tim media NIAT for 1minute.id)

Selain melakukan pendampingan terhadap cawabup Bu Min, tambahnya,  juga melakukan konsolidasi ke kecamatan maupun desa. Hal ini dilakukan karena sudah saatnya perempuan di Gresik berdaya memiliki soft skill yang output-nya bisa menghasilkan income. 

Menurutnya, semangat memberdayakan para perempuan ini didasari keprihatinan dia terhadap para perempuan di Gresik yang selama ini kurang mendapatkan peran. Pihaknya ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan para perempuan dengan training peningkatan sumber daya yang dimilikinya.

“Selama pandemi Covid-19 Garnita juga mendampingi banyak perempuan untuk memproduksi makser untuk dijual dan hasilnya bisa dinikmati keluarga. Dan ini sejalan dengan visi misi paslon Niat terhadap kaum perempuan. Karena itu kami dan Bu Min komitmen memperjuangkan peran perempuan,”tandasnya. (*)

Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya Selengkapnya