Tanpa Masker di Sanksi Menggali Kubur Hebohkan Dunia.

GRESIK,1minute.id – Delapan orang yang terjaring operasi tanpa masker dengan sanksi menggali kubur menjadi pembicaraan dunia internasional. Peristiwa di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik itu terjadi pada Rabu, 9 September 2020.

Camat Cerme Suyono mengatakan, sanksi kepada masyarakat untuk membantu menggali kubur bertujuan memberikan efek jera. “Bahwa, korona itu benar-benar ada,”ujar Suyono waktu itu.

Nah, ketika razia dilakukan di jalan alternatif di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme dilakukan tim gabungan TNI, Polri dan Trantib Kecamatan Cerme mendapat kabar ada seorang warga meninggal diduga karena coronavirus disease (Covid-19).  “Delapan orang yang terjaring tanpa masker di sanksi membantu menggali kubur,”tegas mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik itu.

Jenazah terduga korona masih di rumah sakit. “Jenazah belum datang di TPU (tempat pemakamam umum),”jelasnya.
Rupanya, sanksi menggali kubur itu me jadi perbincangan nasional. Bahkan, internasional. Melansir Liputan6.com, begini judul pemberitaan itu.

GALI KUBUR : Delapan warga yang terjaring razia tanpa masker ketika di sanksi menggali kubur, Rabu 9 September 2020. ( foto : istimewa)

Negara bagian Washington DC,  situs The Hill mengulasnya melalui “Indonesian villagers forced to dig graves for coronavirus deaths after caught without mask”. Lalu New York Post dengan “Anti-maskers forced to dig graves for COVID-19 victims in Indonesia”. Sedangkan USA Today ikut mengangkat isu hukuman gali kubur di Gresik, dengan “Eight people in Indonesia who refused to wear face masks ordered to dig graves for COVID-19 victims as punishment”. Mirip dengan pemberitaan majalah hiburan di negeri itu, People, melalui “8 People Who Refused to Wear Masks Forced to Dig Graves of COVID-19 Victims in Indonesia”.

Situs berita keuangan dari Negeri Paman Sam, Insider.com, pun turut membuat pemberitaan sanksi di Gresik melalui “Indonesia is punishing people who don’t wear masks by forcing them to dig graves for COVID-19 victims“. 

MENUNGGU : Petugas gabungan dari TNI,Polri, Trantib Kecamatan Cerme dan tim Dinas Kesehatan menunggu kedatangan jenazah di TPU, Rabu, 9 September 2020.

Sementara dari Kanada, situs ctvnews, menggunakan tulisan “Indonesians caught without a mask forced to dig graves for COVID-19 victims”. 

Pemberitaan dari Atlanta tak jauh berbeda, situs CBS46.com menjuduli artikelnya dengan “Indonesians caught without mask punished”. Situs terkemuka lain dari AS, Vice.com, menuliskannya dalam ulasan bertajuk “Anti-Maskers Are Being Made to Dig Graves for Coronavirus Victims in Indonesia”.

Melalui tulisan “Coronavirus: People without masks forced to dig graves for victims in Indonesia”, situs dari Inggris The Independent memberitakan sanksi unik untuk pelanggar aturan pembatasan dari Gresik, Indonesia itu.

Situs berita dari Inggris lainnya, The Sun, memuat pemberitaannya dengan judul “Covidiots caught not wearing face masks forced to DIG GRAVES for coronavirus victims in Indonesia”. 

Sedangkan situs dari Inggris Standar.co.uk, mengangkatnya dengan “Eight people in Indonesia caught not wearing face masks ordered to dig graves of coronavirus victims”.

Artikel dengan judul Anti-maskers being forced to dig graves for coronavirus victims as punishment dibuat oleh media Inggris Mirror.co.uk, dan “Face mask refuseniks in Indonesia forced to dig graves of coronavirus victims” dari The Telegraph.

Media di benua Eropa lain, dari Paris, FR24news.com, menulis berita tersebut dengan “Indonesians caught without masks forced to dig graves for COVID-19 victims”.

“Covid 19 coronavirus: Anti-maskers forced to dig graves for virus victims in Indonesia” adalah judul artikel yang dimuat media Selandia Baru, NZ Herald.com.  Situs dari negara tetangganya,Australia, SBSNews.com berjudul dengan “Anti-maskers in Indonesia have been forced to dig graves for coronavirus victims as punishment”.

Dari Asia, situs berita India WIO News memberitakan sanksi hukuman dari Gresik itu dengan “Anti-maskers in Indonesia have been forced to dig graves for coronavirus victims as punishment”. 

Sedangkan India.com, menggunakan judul “People Not Wearing Masks in Indonesia’s Java Made to Dig Graves For COVID-19 Victims As Punishment”.

Lalu dari Singapura, Today Online, memuatnya dengan “Indonesians not wearing face masks punished with digging graves for Covid-19 victims”.

Sedangkan dari Negeri Jiran, Malaysia, MalayMail, memuat isu tersebut dengan tulisan “Indonesians not wearing face masks punished with digging graves for Covid-19 victims”. (*)

Tanpa Masker di Sanksi Menggali Kubur Hebohkan Dunia. Selengkapnya

Izin Penambangan Pasir Kewenangan Pusat. DLH Gresik Hanya Diundang Sosialisasi

GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh mengatakan penambangan pasir di perairan Bawean akan dilakukan di sekitar 20 mil laut perairan.  “Izin penambangannya kewenangan pusat,”kata Najikh dikonfirmasi selulernya, Jumat, 18 September 2020.

DLH Gresik, tambanya, di undang dalam sosialisasi rencana penambangan karena masuk daerah terdampak aktivitas tersebut. 
Terpisah, Kapolsek Sangkapura AKP Rahmat Triyanto mengatakan, penambangan pasir di Pulau Bawean itu belum dilakukan.

Masih sebatas rencana. “Belum ada aktivitas,”kata AKP Rahmat dihubungi selulernya, Jumat, 18 September 2020.
Rahmat mengatakan awalnya dalam sosialisasi  penambangan pasir akan dilakukan sekitar 6 mil laut dari bibir pantai perairan Pulau Bawean.

“Dalam sosialisasi itu, masyarakat dan muspika menolak rencana penambangan pasir di perairan Bawean,”kata Rahmat dikonfirmasi selulernya, Jumat, 18 September 2020. Karena aktivitas dikhawatirkan merusak lingkungan.

“Kondisi alam Bawean yang masih alami dikhawatirkan rusak. Masyarakat menolaknya,”imbuh Rahmat. Akan tetapi, tambahnya, bila pemerintah pusat memberikan izin penambangan pasir di perairan Pulau Bawean. Muspika tidak bisa berbuat banyak. “Karena penambangan pasir itu kewenangan pemerintah pusat,”ujarnya.  

MELAUT : Nelayan Pulau Bawean menyusuri perairan laut yang bersih. Kondisi air ini terancam keruh bila aktivitas penambangan pasir direstui. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Informasi yang dihimpun 1minute.id , penambangan pasir di perairan Bawean itu untuk proyek salah satu perusahaan berlokasi di Jawa Timur. Pasir yang ditambang itu akan dibawa ke luar pulau untuk pengurukan lahan. Luas lahan yang bakal diuruk luasnya antara 3 ribu hingga 6 ribu hektare. 

Mengapa pasir dari perairan Pulau Bawean. Sebab, pasir di perairan Bawean ini memiliki kualitas  baik daripada pasir perairan lainnya di Jatim. Namun, rencana penambangan besar-besaran mulai mendapat reaksi penolakan masyarakat.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Harun Thohir, Bawean, diantaranya. “Penambangan pasir menggunakan mesin dan termasuk kategori penambangan besar. Aktivitas akan berdampak buruk untuk masyarakat Bawean. Di Sangkapura maupun Tambak,”tegas Ketua PMII Komisariat Harun Thohir Moh Asep Maulidi melalui pesan WhatApps, Jumat, 18 September 2020. (*)

Izin Penambangan Pasir Kewenangan Pusat. DLH Gresik Hanya Diundang Sosialisasi Selengkapnya

Khawatir Alam Rusak, PMII Komisariat Harun Thohir Tolak Penambangan Pasir di Perairan Bawean

GRESIK,1minute.id – Rencana penambangan pasir laut di lepas pantai Pulau Bawean mendapatkan penolakan dari masyarakat. Pasalnya, aktivitas penambangan pasir untuk proyek itu mengancam ekosistem dan biota laut di Pulau Putri itu.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Harun Thohir, Bawean, diantaranya menolak penambangan pasir itu. Dalam siaran yang diterima 1minute.id, Jumat 18 September 2020 Moh Asep Maulidin mengatakan, aktivitas penambang pasir laut akan mengancam ekosistem dan biota laut di perairan Pulau Bawean.

Pulau Bawean tidak hanya eksotis alamnya. Biota laut di pulau terluar Kota Gresik sangat menarik. Sehingga, Pemkab Gresik menjadikan Bawean, salah satu destinasi wisata. Bahkan, event Visit Indonesia Year, Bawean menjadi salah tempat persinggahan wisatawan mancanegara.

Perairan Pulau Bawean juga penyumbang lobster maupun ikan tongkol terbesar di Gresik. Kondisi geografis itu, tambah mahasiswa STIT Raden Santri Gresik itu, ratusan nelayan dari dua kecamatan Sangkapura dan Tambak, mengantungkan hidupnya mencari ikan dilautan. 

BENING : Kondisi air di perairan Palau Bawean yang bersih. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Penambangan pasir laut secara besar-besaran akan membuat laut menjadi keruh. Hasil tangkapan nelayan kami prediksi akan anjlok hingga 90 persen,”kata Asep. Selain itu, tambahnya, dampak lain penambangan pasir akan meningkatkan abrasi air laut. “Gelombang semakin tinggi, rob menjadi ancaman masyarakat,”tegasnya.

Karena itulah, Asep, mendesak pemerintah kabupaten maupun provinsi Jatim tidak memberikan izin penambangan pasir di Pulau Bawean. “PMII secara tegas menolak rencana penambangan pasir di perairan Bawean,”tegas Asep. (*)

Khawatir Alam Rusak, PMII Komisariat Harun Thohir Tolak Penambangan Pasir di Perairan Bawean Selengkapnya

New Normal, Gubernur Khofifah Inginkan Memakai Masker sebagai Gaya Hidup

GRESIK, 1minute.id – Wabah korona masih menghantui masyarakat di Jawa Timur. Gerakan Jatim Bermasker terus diintensifkan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan ventilator untuk 17 rumah sakit rujukan di Gresik, Lamongan dan Jombang.

Penyerahan bantuan ventilator itu secara simbolis di Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis 17 September 2020.

“Kami berharap memang bantuan ventilator ini tidak digunakan,”kata Gubernur Khofifah. Sebab, tambahnya, ventilator hanya dibutuhkan kepada penderita kasus Covid yang sangat membutuhkan bantuan pernafasan. “Semoga kasus Covid di Gresik dan beberapa daerah di Jawa Timur tidak sampai membutuhkan ventilator,”imbuh Gubernur pertama di Jawa Timur ini.

Gubernur Khofifah sempat memuji keseriusan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan forkopimda Gresik dalam pencegahan penyebaran Covid. “Gresik merupakan satu-satunya Kabupaten yang paling aktif dan tepat waktu dalam mengupdate data Covid. Gresik juga menjadi perhatian masyarakat secara nasional maupun dunia akan keseriusan pencegahan Covid terutama dalam pelaksanaan Operasi yustisi,”katanya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan bantuan ventilator secara simbolis di kantor Pemkab Gresik, Kamis 17 September 2020 

Operasi yustisi digelar secara nasional. Untuk mengingatkan dan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah. Di era kehidupan normal baru, tambahnya, berharap memakai masker sebagai gaya hidup. “Ketika belum memakai masker akan terasa kurang komplit. Bahkan, ke depan kalau bisa masker sebagai dresscode,”tegasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada kesempatan itu membeberkan perkembangan penyebaran kasus korona di Gresik. Menurut Bupati Sambari, akhir-akhir ini penyebaran Covid sudah semakin menurun.

“Sampai Rabu kemarin, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Gresik mencapai 2.989 kasus dan 190 orang melaksanakan isolasi mandiri,”kata Sambari. 

“Saya sudah minta bantuan TNI dan Polri untuk memberikan pengawasan ekstra agar mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri ini tidak berkeliaran dan menularkan ke yang lain,”imbuhnya. (*)

New Normal, Gubernur Khofifah Inginkan Memakai Masker sebagai Gaya Hidup Selengkapnya

Polres Kerahkan Tim Hunter Pelanggar Protokol Kesehatan 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan, Waka Polres Kompol Dhyno Indra Setiadi usai launching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di Mapolres Gresik,  Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )


GRESIK,1minute.id-Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Akan tetapi, masih banyak ditemukan masyarakat yang abai tidak memakai masker. 
Padahal virus masih belum musnah.  Rabu 16 September 2020, aparat gabungan.

TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik membentuk tim hunter pelanggaran protokol kesehatan.  Tim anyar itu dilaunching di halaman Mapolres Gresik.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meresmikan tim yang bertugas blusukan mengendarai sepeda motor untuk mengingatkan masyarakat yang menjadikan masker gaya hidup menuju New normal ini.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto  mengatakan, tim memiliki tugas mengedukasi dan melakukan penindakan kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Yakni, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M). “Masyarakat dapat menyadari dan semakin tertib dan 3M menjadi pola hidup baru,”ujar alumnus Akpol 2001 ini.

Tim hunter pelanggar protokol kesehatan melakukan patroli ke tempat keramaian. “dan melakukan tindakan kepada masyarakat yang tidak menerapkan Protokol kesehatan,”tegas Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. (*)

Polres Kerahkan Tim Hunter Pelanggar Protokol Kesehatan  Selengkapnya

Inspeksi Proyek Underpass,  Bupati Ukur Diameter Besi

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK, 1minute.id–Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi mendadak proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020. Selama 60 menit Bupati Sambari melihat langsung proyek bawah tanah kali pertama di Kota Santri ini.

Bupati Sambari didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji dan Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi tidak hanya memantau aktivitas para pekerja yang sedang melakukan pendalaman bekas bukit kapur yang melintas di jalan nasional itu.

Bupati Sambari juga mengukur diameter besi untuk proyek dikerjakan oleh CV Wijaya itu. Tujuannya memastikan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang biaya oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sebesar Rp 4,23 miliar itu.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mewanti-wanti pelaksana proyek sesuai dengan perencanaan. “Underpass ini di bangun untuk mengatasi kemacetan di sekitar tempat ini,”kata Bupati Sambari, Rabu 16 September 2020. 
Kita tahu jalan ini dekat dengan berbagai fasilitas pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA bahkan perguruan tinggi yang besar. Di sekitar jalan nasional ini juga ada mal, hotel serta fasilitas yang lain. Juga terhubung dengan jalan nasional.

“Jalan underpass ini, akan sangat terasa manfaatnya pada beberapa tahun kedepan.  Dimana tempat ini sudah sangat berkembang. Para pelajar dan mahasiswa akan aman melintasi jalan ini,”tegas Bupati Sambari.
Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji  mengatakan tinggi terowongan yang membela dari utara ke selatan 4,7 meter. Lebar 7,2 meter. “Lebar jalan 5,9 meter ditambah trotoar 1,5 meter,”jelas Gunawan didampingi Kabag Humas Reza Pahlevi. (*)

Inspeksi Proyek Underpass,  Bupati Ukur Diameter Besi Selengkapnya

Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika memimpin Operasi Yustisi, Selasa 15 September 2020

GRESIK,1minute.id–Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin patroli gabungan untuk melakukan tindakan kepada pelanggar penerapan dan protokol kesehatan pencegahan penularan korona, Selasa 15 September 2020.

Sasaran operasi adalah tempat kerumunan massa. Di kafe, warkop atau di ruang terbuka hijau ini dimulai pukul 20.00. Pasalnya, tempat-tempat itu ditengarai pengunjung kerap tidak memakai masker. 
Puluhan petugas gabungan itu berangkat dari Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat, Gresik.

Petugas kemudian menyusuri sejumlah tempat nongkrong. Diantaranya, kafe Yuyun di Jalan Raya Desa Roomo  ; kafe Gresik Seru di Jalan Panggang, Desa Suci dan Pits Stop Cafe di Desa Suci. Semuanya berada di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.
Dalam patroli itu petugas menyita dua kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pengunjung yang tidak memakai masker.

Sementara itu, di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), petugas gabungan kembali menggelar operasi yustisi, Rabu 16 September 2020. Puluhan pengendara terjaring tidak memakai masker. Operasi selama 60 menit itu, selesai pukul 10.30.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berdialog dengan masyarakat dalam Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan, Selasa 15 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilakukan secara humanis. “Kita kedepankan rekan-rekan dari Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penindakan administratif maupun denda,”ujar Kapolres Arief Fitrianto didampingi Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Yudi Prasetyo, Selasa malam.

Akan tetapi, tambah alumnus Akpol 2001 itu, bila ada perlawanan dalam pelanggaran protokol kesehatan akan dilakukan penindakan sesuai kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). “Akan kami terapkan Pasal 212, 214, 216 ayat 1 dan Pasal 218 KUHP,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. (*)

Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana Selengkapnya

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membagikan masker kepada pengendara di depan gerbang kantor Bupati Gresik, Selasa 15 September 2020. 

GRESIK,1minute.id-Vaksin korona belum ada di pasaran. Pasien terkonfirmasi coronavirus disease (Covid-19) masih terus bertambah. Memakai masker harus menjadi gaya hidup masyarakat di era kenormalan baru (new normal).

Gresik Bermasker semakin digalakkan Pemkab Gresik. Bahkan, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto turun sendiri membagikan alat pelindung itu kepada pengendara di depan kantor Bupati Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Selasa 15 September 2020.

Pemkab Gresik menyiapkan 50 ribu masker untuk masyarakat. Tujuannya menekan penyebaran wabah dari Wuhan, Tiongkok itu. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pembagian masker kali ini merupakan bagian dari pembagian masker terdahulu.

“Kalau dahulu kami bagikan melalui camat, anggota TNI, Polri serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kali ini kami melibatkan ASN Pemkab Gresik,”kata Bupati Sambari didampingi Kepala Bagian humas dan protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Selasa 15 September 2020.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama anggota TNI,Polri dan ASN Pemkab Gresik usai membagikan masker di gerbang kantor Bupati, Selasa 15 September 2020

Pembagian masker untuk masyarakat dilakukan serentak di tiga titik untukmembantu TNI, Polri dan Satpol PP. Tiga titik itu tersebar  di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo ; Simpang empat Segoromadu Jalan Veteran dan di depan Pasar Baru di Jalan Gubernur Suryo. “Hari ini kami sediakan 10 ribu masker untuk dibagikan ke masyarakat,”tegasnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan, sebulan terakhir perkembangan kesembuhan Covid-19 di Gresik menunjukkan perbaikan dibanding yang terkonfirmasi positif.

Data,  Senin, 14 September 2020 ada penambahan kesembuhan 35 orang sehingga menjadi 2.468 orang. Sedangkan penambahan konfirmasi positif 31 kasus sehingga menjadi 2.955 orang. “Pak Bupati mengapresiasi masyarakat yang sudah memakai masker,”kata Reza. (*)

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19 Selengkapnya

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial.

SIDANG di tempat dilakukan petugas dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di depan kantor Bupati Gresik, Senin 14 September 2020 . ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id--Tindakan represif semakin diintensifkan petugas untuk menertibkan masyarakat pelanggar protokol kesehatan. Tim gabungan, terdiri TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi di halaman Pemkab Gresik, Senin 14 September 2020. 

Operasi penegakan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker saat beraktivitas di luar rumah itu dimulai pukul 10.00. Selama 60 menit, operasi yang dipimpin langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. 

TIGA Pilar, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf TaufikIsmail usai memimpin Ops Yustisi Penegakan Protokol kesehatan, Senin 14 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

Dan, dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe, perwakilan kejaksaan negeri Gresik ini mengamankan 28 orang tanpa masker.

Puluhan pelanggar upaya pencegahan persebaran coronavirus disease (Covid-19) langsung menjalani sidang di tempat. Sebanyak 24 dari 28 pelanggar memilih denda. Dan, empat orang pelanggar memilih kerja sosial. Nyapu jalan. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, operasi yustisi tindaklanjut instruksi Presiden (Inpres) 6/2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan, pengendalian korona.

“Operasi gabungan ini tujuannya menekan penyebaran wabah korona di Jawa Timur khususnya di Gresik. Memberikan efek jera kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan,”tegas Bupati Sambari. (*)

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial. Selengkapnya

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT

Bakal calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima dukungan dari Pemuda Pancasila di rumah pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Gresik, Kamis 10 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Pemuda Pancasila Gresik merapat ke pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Deklarasi dukungan PP itu dihelat Rumah Pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Kamis 10 September 2020.

Puluhan anak buah Sarjono, Ketua Pemuda Pancasila Gresik tumplek blek di rumah pemenangan NIAT. Apalagi, saat itu dikabarkan La Nyalla Mattaliti, pimpinan pusat PP juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan hadir memberikan dukungan kepada NIAT.

Prosesi dukungan dengan memasangkan jaket loreng warna hitam dan oranye kepada Yani. “Gus Yani, anggota PP,”teriak massa disambut sorak dan tepuk tangan hadirin.

Cabup Fandi Akhmad Yani mengatakan dukungan Pemuda Pancasila menjadi tambahan darah untuk memenangi Pilbup Gresik. “Mudah-mudahan kami (pasangan NIAT,Red) dan Pemuda Pancasila menjadi pelopor energi perubahan yang ada di Gresik,”kata Yani usai acara deklarasi, Kamis 10 September 2020. 

Untuk memangi kontestasi itu, tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu, akan terus melakukan konsolidasi di tingkat bawah. “Menyapa masyarakat untuk mengajak berjuang. Mendorong Gresik tidak hanya lebih baik, tetapi yang terbaik setidaknya di wilayah Jawa Timur,”katanya. (*)

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT Selengkapnya