Ini Nama-nama Kepala Desa yang Dapat Bonus Tambahan 2 Tahun Masa Jabatan yang Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan kembali 14 kepala desa pada Senin, 25 Agustus 2025. Perpanjangan masa jabatan selama 2 tahun itu dilakukan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. 

Abdul Halim, mantan Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah tidak termasuk dalam daftar kades yang akan menerima “bonus” tambahan 2 tahun masa jabatan itu. 

“Jadikan tambahan masa jabatan ini sebagai amal jariyah,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Ajakan, Fandi Akhmad Yani, kepada kepala desa yang mendapatkan perpanjangan 2 tahun bukan tanpa alasan. Sebab, 14 kepala desa yang dikukuhkan kembali itu ada yang telah menjabat selama 3 periode. Apa pula yang menjabat dua periode.

Dengan masa jabatan yang hampir 18 tahun itu, seharusnya digunakan untuk melakukan pengabdian dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Selain juga memprioritaskan program prioritas Presiden kedelapan Prabowo Subianto. 

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto antara lain, program Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat. Program lainnya, pembangunan infrastruktur dan penuntasan stunting.

Terkait dipendingnya pengukuhan kembali Kades “miliarder” Sekapuk Abdul Halim, Fandi Akhmad Yani mengatakan, masih ada persoalan yang harus diselesaikan. “Kita menjaga keamanan, kondusifitas wilayah tersebut,” katanya usai acara kepada wartawan. Gus Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan. 

Sebelumnya, Abu Hassan mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal bina Pemerintahan Desa kepada Gubernur dan Bupati/Wali Kota Nomor 100.3/4179/SJ Tanggal 31 Juli 2025 Perihal Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa disebutkan Kepala Desa yang berakhir masa jabatannya terhitung sejak tanggal 1 November 2023 sampai dengan 31 Januari 2024, serta belum dilakukan pemilihan Kepala Desa berdasarkan Undang – Undang 6 Tahun 2024, dapat diperpanjang masa jabatannya. 

Sebanyak 19 desa yang kosong. Rinciannya, 15 desa memenuhi persyaratan karena habis masa jabatan pada rentang 1 November 2023 sampai dengan 31 Januari 2024. Sebanyak 2 kepala desa meninggal dunia dan 2 kades mengundurkan diri. “Dari 15 Kepala Desa yang memenuhi persyaratan, berdasarkan SE Mendagri tersebut pengukuhan kembali antara lain memprioritaskan menjaga kondusifitas wilayah sehingga 14 kepala desa yang dikukuhkan kembali,” papar Abu Hassan. 

Berikut ini, nama kepala desa yang mendapatkan bonus tambahan 2 tahun masa jabatannya;  

Suliswati dan Handoko, Kepala Desa Boteng dan Menganti, Kecamatan Menganti. Lalu, Syafi’i, Kepala Desa Bunderan, dan Sujari, Kades Mrijunan, Kecamatan Sidayu. Selanjutnya, Eko Supangkat, Kades Tulung, Kecamatan Kedamean; Edy Suparno, Kades Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom; Khamid, Kades Sidorejo, Kecamatan Bungah. 

Kemudian, Muhammad Hita Wajdi, Kades Tebuwung, Kecamatan Dukun ; Inam dan Fatahualim, masing-masing Kades Ketapanglor dan Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah. (yad)

Ini Nama-nama Kepala Desa yang Dapat Bonus Tambahan 2 Tahun Masa Jabatan yang Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  Selengkapnya

Semakin Meriah Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir bulan Agustus, perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia terasa semakin meriah di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Bentuk perayaan pun beraneka macam. 

Di Perumahan Alam Bukit Raya RT 02 RW 9 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas menggelar senam bersama dilanjutkan dengan jalan sehat. Wakil Bupati Gresik dua periode 2010-2020 Mohammad Qosim terlihat bersama ratusan warga untuk senam dan jalan sehat. Semua peserta mendapatkan door prize berupa minyak goreng. Hadiah lainnya, melalui undian kupon yang disiapkan oleh panitia yang dipimpin langsung oleh Ketua RT Susanto.

WARGA Perumahan ABR : (dua dari kiri) Wakil Bupati Gresik dua periode 2010-2020 Mohammad Qosim bersama warga Perumahan Alam Bukit Raya, Kecamatan Kebomas, Gresik mengikuti Jalan Sehat Merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia pada Ahad, 24 Agustus 2025 ( Foto: Istimewa)

Perayaan di Perumahan Cluster Permata Natura lebih heboh lagi. Warga perumahan itu menggelar drama kolosal bertajuk NaturaNite 2025 pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Drama kolosal dimainkan oleh anak-anak generasi (Gen) Z di kompleks perumahan berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar itu.

Sedangkan, para tua, emak-emak dan kaum Adam memakai busana adat nasional. Sehingga, suasana kompleks perumahan seakan mirip “Kampung” Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika. 

Menurut Al Ushidi, Ketua RW 14 Cluster Permata Natura, drama kolosal, tarian khas daerah dan busana adat nasional sebagai puncak perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. “Pagelaran NaturaNite ini mejadi edukasi terhadap kedaerahan, bukan hanya memeriahkan Hari Kemerdekaan. Kami ingin menanamkan nilai-nilai kebudayaan yang harus dilestarikan. Kondisi hari ini, tidak hanya pesta perrunjukkan saja tetapi harus ada edukasi terhadap anak anak maupun kebudayaan,” kata Hudi yang juga pengacara itu.

“Kita harus memperahankan dan mengenalkan aneka ragam adat dan kebudayaan sehingga tidak tergerus dengan modernisasi, khususnya memperkenalkan dengan generasi penerus, kalau bukan kita siapa lagi yg mempertahkan kebudayaan kearifan lokal,” imbuhnya.

WAKIL Bupati Gresik Asluchul Alif menyapa anak-anak peserta Jalan Sehat di Kampung halaman di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik pada Ahad, 24 Agustus 2025 ( Foto: Prokopim untuk 1minute.id)

Sementara itu, perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada Ahad, 24 Agustus 2025. Desa Sembayat adalah tempat kelahiran Ketua DPC Gerindra Gresik itu. 

Sebelum memberangkatkan peserta jalan sehat, dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dengan mempererat tali silaturahmi. “Jalan sehat menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga,” kata suami dr Shinta Puspitasari ini. Gelaran Jalan Sehat ini menyiapkan hadiah motor listrik semakin menambah semangat warga. (yad)

Semakin Meriah Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Gresik  Selengkapnya

IDI Gresik Baksos Pemeriksaan Mata dan  Kaca Mata Gratis, Pemkab Gresik Berikan Konseling Siswa Sekolah Rakyat

GRESIK,1minute.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik menggelar baksi sosial di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif memberikan apresiasi kegiatan tersebut. 

“Saya mengapresiasi peran penting IDI dalam mewujudkan proses pembangunan daerah. IDI menjadi salah satu bagian dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia bidang kesehatan,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Wabup Asluchul Alif didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, serta Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Umi Khoiroh serta  Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari melanjutkan, kegiatan ini dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya kelainan refraksi mata dini pada anak. 

Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya kelainan refraksi mata. Mereka yang mengalami kelainan refraksi mata tentu memerlukan alat bantu kacamata agar tidak mengganggu proses belajar yang berdampak pada prestasi siswa siswi kedepan.

“Sekolah Rakyat ini adalah harapan kita untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Anak-anak di sini harus tumbuh sehat, berpendidikan, dan disiapkan menjadi calon pemimpin masa depan,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini.

Suami dari dr Shinta Puspitasari tersebut menambahkan, kegiatan bakti sosial IDI di SRMA 37 Gresik, menunjukkan sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Tidak hanya itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik nanti juga akan menghadirkan psikologi dan konseling untuk siswa siswi sekolah rakyat. 

SRMA 37 Gresik, sekolah model boarding school ini baru diresmikan pada awal Juli 2025. Tahun pertama, sekolah rakyat menerima 75 siswa. Mereka terbagi dalam 3 rombongan belajar (rombel). Biaya sekolah dan kebutuhan mereka, antara lain, alat tulis, perlengkapan sekolah, makan 3 kali gratis karena ditanggung oleh pemerintah. Siswa di sekolah ini adalah anak-anak dari keluarga kurang beruntung secara ekonomi. 

Lebih lanjut, Wabup Alif juga menyampaikan bagi siswa yang hidup jauh dari keluarga dan di lingkungan baru, dukungan psikologis dan konseling dibutuhkan untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan asrama. Aspek psikologi berperan penting dalam pengembangan diri siswa. 

“Terima kasih atas kepedulian IDI atas peran aktifnya dalam pelayanan medis dan edukasi kesehatan bagi siswa siswi SRMA. Mudah mudahan kepedulian IDI Gresik menjadi percontohan daerah lain dalam memberikan layanan kesehatan di Sekolah Rakyat, ” tandasnya. 

Di tempat sama, Ketua IDI Cabang Gresik dr Abdul Fatah menyampaikan, salah satu tekad IDI adalah bisa berpartisipasi aktif membangun kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, lanjutnya, kolaborasi dan suport dari Dinas Kesehatan yang merupakan kepanjangan tangan Pemda menjadi semangat kami dalam membantu program pemerintah. 

Ia menambahkan, Baksos ini sudah dilakukan rutin, karena IDI harus terus melayani masyarakat. Salah satunya SRMA 37 Gresik yang merupakan program unggulan pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan yang komprehensif melalui pendidikan. “Baksos ini lebih fokus ke pemeriksaan mata, tentu tidak mengesampingkan pemeriksaan yang lain. IDI juga memfasilitasi kacamata gratis hasil kerjasama dengan Klinik Mata Utama (KMU) bagi siswa siswi SRMA 37 Gresik,” ungkapnya. 

Bakti Sosial yang dilakukan IDI dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) meliputi pemeriksaan mata dan pemberian kacamata bagi yang memerlukan sesuai koreksi secara gratis. Di samping itu IDI dan IIDI juga memberikan edukasi, penyuluhan kesehatan, sarung, mukena, tali asih, rapor kesehatan hingga memberikan bingkisan makanan tambahan bagi siswa siswi SRMA 37 Gresik. (yad)

IDI Gresik Baksos Pemeriksaan Mata dan  Kaca Mata Gratis, Pemkab Gresik Berikan Konseling Siswa Sekolah Rakyat Selengkapnya

Lusa, Pemkab Gresik Kukuhkan Perpanjangan Jabatan 2 Tahun Kades, Mantan Kades “Miliarder” Sekapuk ?

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dikabarkan akan mengukuhkan perpanjangan masa jabatan sebanyak 14 kepala desa pada Senin, 25 Agustus 2025. 

Abdul Halim, mantan Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dikabarkan tidak termasuk dalam daftar kades yang akan menerima “bonus” tambahan 2 tahun masa jabatan itu. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan dikonfirmasi membenarkan adanya rencana pengukuhan perpanjangan masa jabatan 2 tahun kepala desa. 

“Iya benar,” kata Abu Hassan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Akan tetapi, Abu Hassan menolak menjawab apakah Abdul Halim termasuk di dalam 14 kades yang mendapatkan “bonus” tambahan 2 tahun masa jabatan kepala desa tersebut. “Untuk itu (Desa Sekapuk, Red) jawabnya besok saja (Senin),” elaknya. 

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal bina Pemerintahan Desa kepada Gubernur dan Bupati/Wali Kota Nomor 100.3/4179/SJ Tanggal 31 Juli 2025 Perihal Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa disebutkan Kepala Desa yang berakhir masa jabatannya terhitung sejak tanggal 1 November 2023 sampai dengan 31 Januari 2024, serta belum dilakukan pemilihan Kepala Desa berdasarkan Undang – Undang 6 Tahun 2024, dapat diperpanjang masa jabatannya. 

Bupati atau Wali Kota melakukan pengukuhan paling lama pada minggu keempat bulan Agustus 2025 dengan perpanjangan paling lama 2 tahun terhitung sejak waktu pengukuhan ; Bupati atau Wali Kota, melaporkan hasil pengukuhan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa kepada Menteri Dalam Negeri pada minggu keempat bulan Agustus 2025.

Data yang dihimpun 1minute.id , di Kabupaten Gresik sebanyak 27 kepala desa kosong. Rinciannya, 15 desa memenuhi persyaratan karena habis masa jabatan pada rentang 1 November 2023 sampai dengan 31 Januari 2024. Serta 8 Desa direncanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan 4 Kepala Desa Antar Waktu yang menunggu pencabutan moratorium Pemilihan Kepala Desa oleh Kementerian Dalam Negeri.

Data yang dihimpun 1minute.id , sebanyak 14 kepala desa tersebar beberapa Kecamatan. Yaitu, Kecamatan Manyar ada 2 Kepala Desa ; Kecamatan Duduksampeyan (2) ; Menganti (2) ;  Kecamatan Sidayu (2) dan Kecamatan Ujungpangkah (2). Kemudian, Kecamatan Kedamean, Kecamatan Wringinanom, Kecamatan Dukun , dan Kecamatan Bungah, masing-masing satu desa. (yad)

Lusa, Pemkab Gresik Kukuhkan Perpanjangan Jabatan 2 Tahun Kades, Mantan Kades “Miliarder” Sekapuk ? Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom 

GRESIK,1minute.id – Mohammad Salim tampil dihadapan ratusan siswa SMA Negeri 1 Kebomas (Smabom) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kepala UPT SMP Negeri  2 Gresik (Spendagres) itu menjadi narasumber di acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) GreenTeam 2025 mengusung tema “Menguatkan Karakter Peduli Bersih kepada Siswa” dipusatkan di Aula Smabom.

Salim pun menularkan “virus” positif terkait sekolah zero waste dan kantin halal kepada Green Team School SMA Negeri 1 Kebomas. “Ini tidaklanjut dari studi tiru Green Team School Smabom ke UPT SMP Negeri 2 Gresik,” kata Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. 

Dua program yakni sekolah zero waste dan kantin halal telah diterapkan di Spenda Gresik sehingga qmenjadi jujugan sekolah lain untuk melakukan studi tiru. Antara lain, guru tergabung Green Team Smabom pada 30 Juli 2025. 

Program Sekolah Zero Waste menasbihkan Spenda Gresik menyandang sekolah Adiwiyata nasional. Sedangkan, kantin Halal telah mengantongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023.

Spenda Gresik, menjadi pioner kantin halal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).

Salim didampingi oleh Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. Mereka disambut oleh Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Saspras) Smabom M.Alil Himah. 

Dalam Diklat GreenTeam Smabom yang diikuti 200 siswa itu, Salim menjlentrehkan tip dalam implementasi sekolah zero waste yaitu, bagaimana mengurangi Jumlah Sampah ; Meningkatkan Kesadaran Lingkungan ; Menerapkan Prinsip 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) ;  Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Sehat, Mengembangkan Perilaku Ramah Lingkungan.

“Mengurangi jumlah sampah harus dimulai dari rumah siswa,” ujar Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. Ia mencontohkan, larangan pemakaian botol minum plastik. “Siswa menggunakan botol air atau tumbler sebagai wadah minuman,” ujarnya. Sedangkan, Sumiarsih menyampaikan praktik pengolahan limbah dan pemilahan sampah sampai menjadi kompos. Waka Saspras M.Alil Himah memiliki mimpi besar gerakan berbudaya hidup bersih bisa menjadi gaya hidup siswa Smabom. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom  Selengkapnya

Diskoperindag Gresik Targetkan 61 Kopdes Beroperasi Penuh Agustus 

GRESIK,1minute.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik menargetkan 61 koperasi desa Merah Putih beroperasi pada Agustus 2025. Puluhan kopdes itu beroperasi karena menjalin sinergi antarkoperasi. Diantaranya, koperasi pondok pesantren (Kopontren) Sunan Drajat. 

“Modal koperasi tidak menunggu kucuran modal dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),” kata Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan disela acara HUT ke-80 Republik Indonesia di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi dibuka dan diluncurkan Koperasi Merah Putih, atau Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih pada 21 Juli 2025. Pada April 2025 sebanyak 356 koperasi di Kabupaten Gresik sudah selesai pengesahannya. Pengesahan dilakukan secara serentak dan dibiayai melalui APBD Gresik. Selanjutnya, pengembangan bisnis koperasi menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

Pemkab Gresik telah membentuk tim Tim Pendampingan Kopdes Merah Putih pada 13 Agustus 2025. Tim pendampingan yang dipimpin oleh Rian Pramana Suwanda ini melibatkan lima perguruan tinggi di Gresik dan Surabaya, yakni Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Qomarudin, Universitas Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).

Tugas tim pendampingan ini melakukan pendampingan mulai dari pemetaan potensi desa, penyelarasan proses bisnis, penguatan kelembagaan, hingga membuka akses pendanaan dari Himbara, dana desa, CSR, maupun kemitraan swasta. “Karena Pemkab Gresik berkomitmen Program Koperasi Merah Putih di Gresik menjadi bagian dari strategi menjadikan koperasi sebagai payung pengembangan ekonomi desa,” tegas mantan Kepala Satlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik ini.

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menargetkan sebanyak 15.000 unit Kopdes Merah Putih beroperasi secara penuh pada akhir  Agustus 2025. Di Jawa Timur dan Bali  ditargetkan 5.412 kopdes atau KDMP. (yad)

Diskoperindag Gresik Targetkan 61 Kopdes Beroperasi Penuh Agustus  Selengkapnya

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Ribuan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanan Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) semringah. Pasalnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengikuti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IGTKI PGRI di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) mengumumkan telah mengalokasi anggaran tahun 2025 insentif senilai Rp 7 miliar bagi guru IGTKI yang non-sertifikasi.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengatakan insentif guru IGTKI PGRI itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap guru sebagai ujung tombak pendidikan. 

“Tadi Kadispendik (Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto,Red) sudah ngomong ke Saya bahwa tahun 2025 ini, terdapat anggaran 7 miliar yang kita anggarkan untuk insentif guru IGTKI non sertifikasi. Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujarnya pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Gus Yani hadir di acara itu bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali melanjutkan usulannya untuk terus menaikkan insentif para guru non sertifikasi setiap dua tahun sekali. Ia menilai guru TK, maupun PAUD benar benar punya peranan lebih dalam mengendalikan anak didiknya.

“Guru juga menjadikan sekolah rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak anak. Dua tahun sekali dinaikkan tapi dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” imbuh  mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di tempat sama, Ketua IGTKI PGRI Kabupaten Gresik Ma’rifah menambahkan, HUT ke-75 IGTKI PGRI mengusung tema “Guru TK bermartabat anak Indonesia hebat mendukung wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK”, merupakan wadah penting dalam meningkatkan kemampuan kompetensi dan menciptakan generasi cerdas, inovatif dan berakhlak. 

“IGTKI PGRI mendukung penuh wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak. Selain itu, untuk mengangkat kearifan lokal budaya Gresik akan ada tari sinopsis siwalan nan indah yang akan dibawakan oleh 1.000 guru TK se Kabupaten Gresik,” ungkapnya. (yad)

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan Selengkapnya

Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen. Diskon yang berlaku selama sebulan, mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025, bagai hadiah bagi masyarakat Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Selain PBB, Pemkab Gresik juga memberikan diskon yang sama, sampai 80 persen untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, stimulan Pemkab Gresik untuk PBB-P2 dan BPHTB sudah diberlakukan sejak 2023. Namun, stimulan yang diberikan tidak sebesar tahun 2025. Pada 2023 itu, stimulan untuk Niaga sebesar 50 persen, sedangkan  untuk masyarakat sebesar 30 persen. 

Akan tetapi, “kehadiran” Pemkab Gresik dalam pemberian stimulan tidak familier di masyarakat berpenduduk 1,3 juta ini ditengarai kurang sosialisasi. “Nah, di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kami berikan lagi stimulan yang lebih besar hingga 80 persen,” ujarnya usai Resepse Kenegaraan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Berikut skema stimulan yang diberikan Pemkab Gresik kepada masyarakat Gresik yang berlaku mulai 17 Agustus hingga 17 September 2025 ;

Diskon PBB-P2

• Ketetapan hingga Rp 1 juta : diskon 80%

• Rp. 1 juta–Rp. 5 juta : diskon 50%

• Rp. 5 juta–Rp. 10 juta : diskon 30%

• Rp. 10 juta–Rp. 15 juta : diskon 20%

• lebih dari Rp 15 juta pengurangan dapat diberikan berdasarkan permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

Diskon BPHTB

Jual beli, tukar-menukar, akta pembagian hak bersama, putusan hakim, penggabungan usaha, pemekaran, hadiah, PTSL, dan hibah selain dari orang tua ke anak:

• NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 40%

• Rp 1 miliar – Rp 2 miliar : diskon 10%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 5%

Waris dan hibah orang tua ke anak: 

• NPOP ≤ Rp 1 miliar : diskon 80%

• Rp 1 miliar–Rp 2 miliar : diskon 25%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 15%. (yad)

Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik  Selengkapnya

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Di HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon Pajak Bumi  Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen.

Wajib pajak tidak perlu mengajukan  permohonan sebab stimulan yang diberikan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani- Asluchul Alif ini sudah tersistem. Selain diskon PBB P-2, Pemkab Gresik juga membebaskan denda pajak daerah itu. Program diskon pajak ini berlaku sebulan, mulai 17 Agustus sampai September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebenarnya stimulan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P-2) sudah diberlakukan sejak 2023 lalu. “Akan tetapi, stimulan ini belum falimier di masyarakat,” kata Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani usai acara Resepsi Kenegaraan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Gus Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Andhi H. Wijaya melanjutkan, dalam kurun selama 20 tahun terakhir atau dua dekade Pemkab Gresik Gresik tidak menaikkan pajak daerah, antara lain, PBB P2. “Pada 2023, Pemkab Gresik menaikkan pajak untuk niaga sebesar 50 persen dan masyarakat sebesar 30 persen,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

“Akan tetapi, saat itu juga mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) memberikan stimulan terkait diskon pajak tersebut. Tetapi kan, perbup belum falimiler di masyarakat karena kurang sosialisasi,” ujar Mantan Ketua DPRD Gresik itu. Nah, di momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Gresik kembali memberikan stimulan berupa diskon pajak daerah hingga 80 persen. 

“Stimulan diskon PBB P2 dan NOP (Nomor Objek Pajak) hingga 80 persen berdasarkan Perbup tahun 2023,” tegasnya. Diskon PBB P2 tidak gebyah uyah alias pukul rata. Pemkab Gresik memberikan sejumlah kriteria. “Mudah-mudahan ini untuk masyarakat Gresik silakan dimanfaatkan Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat Gresik,” kata Gus Yani. 

Ia menjlentrehkan, untuk PBB P2 sebesar Rp 0 hingga Rp 1 juta diskon 80 persen. “Dari jumlah penduduk total 98,31 persen wajib pajak. Masyarakat bisa dapat diskon 80 persen,” tegasnya. Kemudian, PBB P2 sebesar Rp 1 juta – Rp 5 juta diskon 50 persen ; PBB P2 sebesar Rp 5 juta – Rp 10 juta diskon 30 persen dan PBB P2 Lebih dari Rp 10 juta – 15 juta diskon 20 persen.

“Waris hibah dari orang tua kepada anak atau hibah wasiat juga mendapatkan diskon 80 persen,” katanya.  Kreterianya,  Nilai Objek Pajak (NOP) antara Rp 0 sampai Rp 1 miliar diskon sampai 80. ” NOP antara Rp 1 Miliar sampai Rp 2 Miliar diskon 25 persen dan NOP diatas Rp 2 Miliar diskon sebesar 15 persen,” urai suami Nurul Haromaini Ali itu. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, stimulan berupa diskon pajak daerah ini juga diberikan kepada masyarakat yang menunggak bayar pajak antara 2023 hingga 2024. “Kami membebaskan denda pajak. Jadi, ayo segera bayar pajak,” tegasnya. (yad)

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen  Selengkapnya

DPRD Gresik Buka Layanan Pengaduan, 5 Anak Diduga Ditelantarkan Ortu pun Masuk ke Dewan

GRESIK,1minute.id – Puluhan pengaduan masyarakat masuk ke parlemen. Selama dua bulan, itu jenis pengaduan yang masuk beraneka ragam. Persoalan lingkungan (tambang galian C, dugaan pencemaran lingkungan), infrastruktur,  dugaan penyalagunaan anggaran desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang, pedagang kaki lima hingga dugaan penelantaraan anak.

” Hampir semua pengaduan yang masuk telah ditindaklanjuti oleh setiap komisi,” kata Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dalam Konferensi Pers Kinerja Anggota DPRD Terhadap Pengaduan Masyarakat Tahun 2025 pada Kamis, 14 Agustus 2025. 

Syahrul didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Achmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam serta empat orang Ketua Komisi I, II, III dan IV. Dari pengaduan yang masuk ke gedung parlemen yang berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik itu, dugaan penelantaraan anak yang menyita perhatian dan viral. 

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin, mengungkapkan ada lima anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya. Mereka satu keluarga. “Mereka hidup dari bantuan warga dan menjual perabot rumah tangga,” terang Syaifudin. 

Lima anak itu, dua sudah dewasa, tiga anak-anak. “Ada anak yang berusia 11 tahun tapi belum sekolah. Seharusnya, anak itu sudah kelas VI SD,” katanya. Agar anak tersebut bisa sekolah, imbuhnya, akan dimasukkan ke program Paket A (setara lulusan SD). “Setelah lulus Paket A bisa masuk ke jenjang SMP,” katanya. “Anak yang paling kecil, belum memiliki akta kelahiran,” imbuhnya.

Sedangkan, dua kakaknya yang sudah dewasa, imbuhnya, akan di fasilitasi bergabung di Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MGB) Desa Yososwilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Informasi yang dihimpun 1minute.idlima bersaudara itu asal luar Jawa kemudian tinggal di Desa Yosowilangun, Manyar. “Mereka ini, awalnya anak orang kaya. Punya rumah dan mobil.  Bapaknya kerja pelayaran,” ujar seorang warga. Mereka adalah SA bersama lima anaknya, tiga laki-laki dan dua perempuan yang berinisial ES, 21, AN, 19, DE, 13,, KI, 11, dan CE, 3. Mereka adalah yatim karena ayahnya meninggal dalam kecelakaan kapal dua tahun lalu. Sejak itu, kehidupan rumah tangga lima bersaudara itu berubah 180 derajat. Gaya hidup ibu lima anak itu juga berubah. 

Keluarga SA bersama lima anaknya pun pindah ngontrak di sejumlah tempat. Kali terakhir mengontrak kompleks perumahan di kawasan Kecamatan Kebomas. Rumah itu sangat bagus. Semua kamar di lengkapi fasilitas pendingin udara alias AC. 

Dua bulan terakhir, SA, ibu lima anak itu jarang pulang. Anak-anak pun terlantar. Untuk biaya hidupnya, mereka kemudian menjual perkakas rumah tangga, seperti,  AC, tabung elpiji, galon air serta apa saja yang laku di jual. 

Tidak hanya itu, pemilik rumah juga  melakukan penagihan uang kontrak yang mencapai sekitar Rp 10 juta. Pemilik rumah mengancam akan mengusir mereka. Penderita yang dialami lima anak yatim mematik keprihatinan warga perumahan itu. Diantara mereka kemudian mengadukan ke layanan pengaduan di gedung DPRD Gresik. Layanan pengaduan itu baru di buka selama dua bulan. 

Layanan pengaduan DPRD Gresik ini, menambahkan deretan alternatif bagi warga di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sebelumnya, ada Layanan pengaduan Call Center 112, Lapor GUS via WhatsApp 0812 3225 4001..

Dugaan anak ditelantarkan oleh ortu itu kini ditangani oleh Dinas Sosial (Dinsos) Gresik dan Kantor Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPA) Gresik. (yad)

DPRD Gresik Buka Layanan Pengaduan, 5 Anak Diduga Ditelantarkan Ortu pun Masuk ke Dewan Selengkapnya