Wacana Pembangunan Pelabuhan Khusus Perikanan Semakin Kuat, KSOP Sampit dan Wabup Kotim Kunjungi Dermaga Sei Ijum Sampit

SAMPIT,1minute.id – Kepala Kantor Kesyahbaran dan Otoritas Kepelabuhanan atau KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian  tancap gas. Sehari pascamenerima “curhat” dari Wakil Bupati Kota Waringin Timur (Kotim) Irawati terkait kesulitan nelayan setempat mendapatkan izin berlayar karena belum memiliki pelabuhan khusus bongkar muat perikanan. 

Pada Sabtu, 21 Juni 2025, mantan Kepala KSOP Gresik itu bersama Wabup Kotim Irawati dan Kepala Dinas Perikanan Ahmad Sarwo, Camat Mentaya Hilir dan Perwakilan Nelayan meninjau lokasi Dermaga Sei Ijum Raya Sampit.

Dermaga itu baru didirikan oleh Pemkab Kotim, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada awal 2025. Kunjungan ke dermaga Sei Ijum Raya Sampit tindaklanjut dari wacana Pemkab Kotim membangun pelabuhan  bongkar muat khusus kapal perikanan.

“Kami bersama dengan Pemkab Kotim berkeinginan memberikan pelayanan prima kepada para nelayan. Selama ini, nelayan Kotim belum memiliki pelabuhan khusus kapal perikanan sehingga nelayan harus bongkar muat ke Kabupaten Seruyan. Lokasi jauh,” ujar Hotman Siagian  pada Sabtu, 21 Juni 2025. Dermaga Sei Ijum Raya Sampit berdasarkan hasil survei bersama  berpotensi menjadi pelabuhan bongkar muat khusus kapal perikanan. 

Pada kesempatan di lapangan, kata Hotman. Wabup Irawati menyatakan bahwa lokasi yang ditinjau telah memiliki dermaga kayu yang layak, tempat pendaratan dan pelelangan ikan, gudang yang cukup, lapangan yang cukup luas dan layak dijadikan sebagai Pelabuhan Khusus Perikanan.  

Seperti diberitakan  Wabup Kotim Irawati melakukan silaturahmi ke Kantor KSOP Kelas III Sampit. Dalam kunjungan ini. Wabup Irawati “curhat” terkait keluhan nelayan Kotim yang kesulitan untuk mendapatkan surat izin berlayar. Selain itu, nelayan Kotim menginginkan memiliki pelabuhan bongkar muat khusus kapal perikanan. 

“Selama ini, nelayan Kotim aktivitas bongkar muat di Kabupaten Seruyan. Lokasi sangat jauh,” ujar Kepala KSOP Sampit Hotman Siagian menirukan ucapkan Wabup Irawati pada Kamis, 19 Juni 2025. Terkait surat  persetujuan berlayar (SPB) Instansi yang menerbitkan untuk kapal pengangkut ikan untuk saat ini di wilayah Kotim adalah Syahbandar Perikanan yang terletak di Kabupaten Seruyan.  Jika nanti ke depannya untuk Surat Persetujuan Kapal (SPB) kapal ikan diurus di KSOP Kelas III Sampit, maka diharapkan agar dokumen kapal pengangkut Ikan agar dialihkan ke KSOP Kelas III Sampit, supaya bisa dilayani melalui sistem Inaportnet. (yad)

Wacana Pembangunan Pelabuhan Khusus Perikanan Semakin Kuat, KSOP Sampit dan Wabup Kotim Kunjungi Dermaga Sei Ijum Sampit Selengkapnya

Wabup Gresik Donasi Darah di Puncak Hari Bakti Dokter Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama istri melakukan donasi darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Aksi kemanusiaan itu untuk memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-117 diprakarsai oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik bersama Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik. Wabup Asluchul Alif mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan secara rutin melakukan donasi darah ke PMI Gresik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Gresik yang selama ini telah aktif berdonasi darah. Setetes darah yang Anda berikan bisa menjadi penyelamat bagi sesama yang membutuhkan,” ujar dokter Alif, sapaan akrab Asluchul Alif didampingi Ketua panitia Donor Darah dr Shinta Puspitasari, Ketua IDI Gresik dr. Abdul Fatah, Sp.PD-FINASIM, perwakilan IIDI Gresik, serta jajaran pengurus PMI Kabupaten Gresik pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Ia juga mengajak masyarakat yang belum pernah melakukan donasi darah untuk mulai berpartisipasi, serta mendorong para donor darah yang sudah rutin untuk terus melanjutkan kebiasaan baik tersebut. :Semoga masyarakat Gresik makin sadar akan pentingnya donasi darah. Ayo kita jadikan ini sebagai kebiasaan yang bermanfaat bagi orang lain,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Gresik dr. Izzudin Syahbana, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan terkumpul 50 kantong darah dari kegiatan ini. Saat kunjungan berlangsung, tercatat sudah terkumpul 19 kantong darah. Ia optimistis target tersebut akan tercapai karena antusiasme masyarakat terus meningkat.

“Kehadiran Bapak Wakil Bupati (Asluchul Alif) menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini,” ujar dr. Izzudin. Kegiatan donasi darah ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya melakukan donasi darah secara rutin. (yad)

Wabup Gresik Donasi Darah di Puncak Hari Bakti Dokter Indonesia  Selengkapnya

Wabup Kotim Kunjungi Kantor KSOP Sampit, Bawa Aspirasi Nelayan dan Wacana Pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Perikanan 

GRESIK,1minute.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhanan (KSOP) Kelas III Sampit kedatangan tamu istimewa. Tamu istimewa itu adalah Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati.

Kedatangan orang nomor dua di Kotawaringin Timur disambut langsung oleh Kepala KSOP Sampit Hotman Siagian bersama jajarannya. Menurut Hotman, kunjungan kerja tersebut adalah dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan secara langsung aspirasi dan dukungan KSOP Kelas III Sampit terhadap para nelayan di Kabupaten Kota Waringin Timur yang selama ini mengalami kendala dalam pengurusan izin berlayar kapal ikan pengangkut yang berlokasi jauh di Kabupaten Seruyan.

Ia melanjutkan di wilayah Kotim saat ini belum tersedia pelabuhan bongkar muat khusus kapal perikanan. Kondisi ini yang mengakibatkan para nelayan Kotim harus melakukan aktivitas bongkar muat di Kabupaten Seruyan. “Hal ini yang tentu menjadi tantangan tersendiri dalam jarak tempuh yang lumayan jauh, waktu, biaya operasional, dan kelengkapan perizinan para nelayan,” kata mantan Kepala KSOP Gresik, Jawa Timur itu.

Wabup Kotim Irawati, kata Hotman, menyampaikan bahwa nelayan Kotim berharap adanya kemudahan dalam proses perizinan untuk kapal kapal nelayan dari Syahbandar Perikanan, serta memohon dukungan agar Kabupaten Kotim dapat memiliki pelabuhan bongkar muat perikanan sendiri, sehingga kegiatan perikanan masyarakat Kotim dapat berjalan lebih efektif dan efisien tanpa harus bergantung ke daerah lain.

Ia mengatakan, pembangunan pelabuhan bongkar muat perikanan melibatkan Dinas Perikanan, Provinsi Kalimantan Tengah dan Instansi terkait lainnya untuk dapat bersama-sama dan bersinergi dalam mencari alternatif dan solusi yang tepat, termasuk melalui koordinasi tugas langsung dengan Kepala KSOP Kelas III Sampit sebagai pihak yang berwenang dalam perizinan pelayaran, serta agar kiranya dapat memfasilitasi kebutuhan nelayan dan memperjuangkan kepentingan mereka agar dapat melaut dan melakukan bongkar muat hasil tangkapan ikan di wilayah Kotim.

Hotman dan jajarannya yakni Kasi KBPP Capt. Indra Novel ; Kasi Lala Muchlis, dan Kasubbag Tata Usaha Donny menyambut baik dan mengapresiasi atas kedatangan Wakil Bupati Irawati dengan menyampaikan beberapa aspirasi dari nelayan. Hotman menyampaikan berkomitmen secara bersama sama untuk mencari alternatif dan solusi terbaik dengan tetap berpedoman terhadap aturan serta mengedepankan keselamatan dan keamanan pelayaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. 

Hotman juga menyampaikan perlunya Pemda Kotim agar dapat mengajukan dan menyiapkan lokasi yang akan dijadikan Pelabuhan perikanan dan lokasi wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan. 

Pada rapat tersebut, Capt Indra Novel menyampaikan, bahwa instansi yang menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal pengangkut ikan untuk saat ini di wilayah Kotim adalah Syahbandar Perikanan yang terletak di Kabupaten Seruyan. “Jika nanti ke depannya untuk Surat Persetujuan Kapal (SPB) kapal ikan diurus di KSOP

Kelas III Sampit, maka diharapkan agar dokumen kapal pengangkut Ikan agar dialihkan ke KSOP Kelas III Sampit, supaya bisa dilayani melalui sistem Inaportnet,” kata Novel. 

Sementara itu, Kasi Lala Gusti Muchlis menyampaikan jika Pemda Kabupaten Kotim mendorong adanya Pelabuhan Perikanan di Kabupaten Kotim, maka diharapkan Pemda Kotim agar mencari lahan dan tempat sebagai alternatif lokasi untuk dijadikan pelabuhan perikanan di wilayah Kabupaten Kotim, karena saat ini untuk lokasi pendaratan kapal ikan adalah di Kabupaten Seruyan. “Proses pelayanan bongkar muat adalah nantinya ke depannya adalah melalui sistem Inaportnet, jika semua regulasi telah dipenuhi,” ujar Muchlis.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotim Ahmad Sarwo Oboi menyampaikan, apresiasi atas dukungan penuh dan aturan yang disampaikan oleh Kepala KSOP Kelas III Sampit dengan bersinergi dalam memfasilitasi kepentingan nelayan agar memperoleh kemudahan dalam pengurusan izin berlayar dan kegiatan bongkar muat ikan untuk ke depannya.

Wakil nelayan yang hadir dalam rapat juga menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Wakil Bupati Kotim dan Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman yang telah menyampaikan arahan dan dukungan dalam rapat serta menyampaikan beberapa aturan serta beberapa alternatif sebagai angin segar kepada para nelayan. 

Sebagai langkah dan tindak lanjut, maka akan direncanakan melihat beberapa alternatif lokasi di wilayah perairan untuk dapat diajukan menjadi Pelabuhan kapal ikan di wilayah Kotim sesuai dengan ketentuan. Jika lokasi telah ditentukan, maka akan dapat dibahas dalam rapat lanjutan untuk rapat pertemuan berikutnya dengan mengundang Syahbandar Perikanan di Kalteng serta Instansi terkait lainnya. Rapat koordinasi berjalan dengan penuh hikmah atas kolaborasi dan sinergitas untuk mewudkan pelayanan prima kepada para nelayan. (yad)

Wabup Kotim Kunjungi Kantor KSOP Sampit, Bawa Aspirasi Nelayan dan Wacana Pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Perikanan  Selengkapnya

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab, dan Bulog Gelar Pasar Murah, Beras Medium Rp 12.400/Kg

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi  dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Kelurahan Gulomantung, Kecamatan Kebomas Pada Rabu, 18 Juni 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman. GPM menjadi bentuk nyata sinergi lintas lembaga dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi di daerah.

“Gerakan Pangan Murah bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat dan mengurangi tekanan biaya hidup. Alhamdulillah, inflasi di Gresik tetap terkendali pada angka 0,6 persen year-on-year, menempatkan Gresik di posisi kedua se-Jawa Timur dalam pengendalian inflasi,” ujar Sekda Washil dalam sambutannya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan memanfaatkan momentum ini secara bijak. Ia menyampaikan bahwa harga bahan pangan yang ditawarkan dalam GPM jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. “Beras medium dijual seharga Rp12.400/kg, beras premium Rp14.000/kg, dan minyak goreng hanya Rp15.000/liter,” jelasnya.

Dalam pasar murah, komoditas yang disediakan antara lain ; beras medium dan premium  total 1.070 kg ; Bawang merah 20 kg ; Bawang putih: 20 kg ; Telur ayam  100 kg ; Minyak goreng 792 liter dan gula pasir 608 kg.

GPM memberikan akses pangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Tak heran, begitu dibuka, stan sembako langsung diserbu, terutama oleh para ibu rumah tangga. Dila, salsh satu warga mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Harga bahan pokok di sini lebih murah. Ada selisih yang cukup besar untuk beras dan minyak goreng, jadi sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari strategi Pemkab Gresik dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal serta memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (yad)

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab, dan Bulog Gelar Pasar Murah, Beras Medium Rp 12.400/Kg Selengkapnya

Jembatan Layang UPT SMP Negeri 4 Gresik Resmi Dibuka, Herawan : Sarpras Baik Siswa Nyaman, Sekolah Lahirkan Alumni jadi Bupati Gresik 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 4 Gresik memiliki jembatan layang. Jembatan yang menghubungkan lantai 2 Musala sekolah, Perpustakaan Agama dengan kelas itu diresmikan oleh Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma pada Rabu, 18 Juni 2025.

Peresmian jembatan layang itu di hadiri antara lain, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub, Kepala Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Gresik Beri Avita Prasetiya, para kepala UPT SMP Negeri, serta para wali murid siswa kelas VII dan VIII dan Kepala UPT SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman.

Jembatan layang yang memiliki panjang 50 meter dan lebar 1,6 meter itu kali pertama di lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Jembatan penghubung ini, semakin melengkapi infrastruktur yang dimiliki oleh sekolah yang dipimpin oleh Arif Abd Rohman itu. 

JEMBATAN LAYANG: (ki-ka) Sekdin pendidikan Dinas Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma, Kepala UPT SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman dan Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub melewati jembatan layang di UPT SMP Negeri 4 Gresik pada Rabu, 18 Juni 2025 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sekretaris Dinas Pendidikan atau Sekdin Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan civitas sekolah UPT SMP Negeri 4 Gresik. “Saya sangat terimakasih kepada kepala sekolah , guru, wali murid dan siswa dengan keikhlasan bisa mewujudkan sekolah yang memiliki banyak fasilitas,” ujar Herawan dalam sambutannya pada Rabu, 18 Juni 2025.

Ia menceritakan, kehadirannya ke sekolah Adiwiyata Mandiri memiliki tagline “Where Tomorrow’s Leaders Come Together” ini kali ketiga. Kali pertama pada 2023, mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk peresmian gedung Teater dan Musala. Hebat, kata Herawan, pembangunan infrastruktur di UPT SMP Negeri 4 Gresik tanpa anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Gresik. 

“Wujud kerjasama yang baik antara sekolah, wali murid, peran komite sekolah dan pihak ketiga yang berkenan membantu dalam pembangunan sehingga sarana dan prasarana sekolah dapat dipenuhi dengan baik. Jika sarpras baik, anak dapat dengan nyaman belajar di sekolah seperti di rumahnya sendiri. Dan inilah menjadi tolok ukur keberhasilan anak,” ujar Herawan. 

GELAR KARYA : Rumah Adat Minang, menggunakan bahan daur ulang dari kertas dan kardus karya siswa UPT SMP Negeri 4 Gresik meraihkan launching buku antologi tiga bahasa dan peresmian jembatan layang penghubung Musala ke ruang kelas UPT SMP Negeri 4 Gresik pada Rabu, 18 Juni 2025 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Ia memiliki harapan besar, capaian yang dilakukan oleh UPT SMP Negeri 4 Gresik bisa menjadi contoh bagi Kepala UPT lainnya. “Harapan saya, apa yang telah dilakukan oleh kepala UPT SMP Negeri 4 Gresik ini menjadi contoh bagi Kepala sekolah yang lain. Saya terima kasih karena SMPN 4 Gresik telah membantu menyediakan sarpras sekolah yang baik,” tegasnya. 

“Mudah-Mudahan SMP Negeri 4 Gresik bisa bertumbuh bersama menjadikan anak-anak didiknya baik, memiliki akhlak yang baik, dan mampu di terima semua sektor kehidupan,” ia melanjutkan. Peresmian jembatan layang ini dibarengi dengan launching 9 buku antologi karya siswa serta gelar karya. Sehingga, acara cukup meriah. Apalagi, wali murid bisa melihat langsung karya anaknya usai mengambil rapor sekolah. 

Kegiatan diawali dengan flashmob buku di halaman sekolah dan penampilan seni tari Damarkurung di Gedung Teater sekolah. Di Gedung itu, 9 buku antologi karya siswa dan 3 bahasa di pajang dan pameran miniatur rumah adat dan lainnya. Di both atau tenda di halaman sekolah juga dipamerkan karya siswa berupa miniatur rumah adat, miniatur jembatan dan batik ecoenzim. Semua karya siswa ini menggunakan bahan daur ulang dan ramah lingkungan..

Herawan mengatakan, ukuran keberhasilan sekolah adalah alumninya dan SMP Negeri 4 Greeik telah melahirkan alumni seorang bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Jadi luar biasa SMPN4Gresik ini. Jadi tidak melulu dari SMP Negeri 1 Gresik,” kata Herawan. Untuk di ketahui, Bupati Gresik periode 2010-2020, Sambari Halim Radianto adalah alumni SMP Negeri 1 Gresik. 

“Sebuah kebanggaan dilihat dari alumninya. Mudah-mudahan dengan semangat pak Arif (Kepala UPT SMP Negeri 4 Gresik,Red) memperbaiki infrastruktur, anak-anak dan para wali memiliki semangat yang sama, untuk memajukan SMP Negeri 4 Gresik,” harap Herawan. (yad)

Jembatan Layang UPT SMP Negeri 4 Gresik Resmi Dibuka, Herawan : Sarpras Baik Siswa Nyaman, Sekolah Lahirkan Alumni jadi Bupati Gresik  Selengkapnya

Pertama di Gresik, Siswa UPT SMP Negeri 4 Gresik Launching 9 Buku Antologi dalam Tiga Bahasa

GRESIK,1minute.id – Budaya literasi di UPT SMP Negeri 4 Gresik seakan tidak pernah padam. Tahun ini, sekolah berada di Jalan Proklamasi, Gresik melaunching sembilan buku antologi karya siswa. Buku di sesi ketiga atau tahun ketiga ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

“Buku antologi sesi ketiga karya siswa ini terbit dalam tiga bahasa,” kata Kepala UPT SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman dalam sambutannya  di acara launching buku dan peresmian jembatan layang penghubung Musala, Perpustakaan Agama dengan ruang kelas pada Rabu, 18 Juni 2025.

FLASHMOB : Siswa UPT SMP Negeri 4 Gresik di acara launching buku antologi 3 bahasa dan peresmian jembatan layang sekolah pada Rabu, 18 Juni 2025 (FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Acara tersebut dihadiri antara lain,  Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub, Kepala Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Gresik Beri Avita Prasetiya serta para wali murid siswa kelas VII dan VIII. 

Arif, sapaan, Arif Abd Rohman melanjutkan buku antologi ini semua hasil karya siswa. Mulai penulisan, editing hingga pembuatan cover ini terbit dalam tiga bahasa yakni Indonesia, Jawa dan Inggris.  Sembilan judul buku tersebut antara lain, Gresik dalam Cerita karya siswa kelas VII A, B dan C ; Jejak Langkah di Bumi Wali karya siswa kelas 7i, E dan F ; Wisata Gresik. Kemudian buku bahasa Jawa berjudul Gurit Jiwa Jawa karya siswa kelas VIII A dan D ; Milang Kori Endahing Tembung karya siswa Kelas VIII E dan H dan Nuladha Urip Mring Tembang Macapat. Sedangkan, buku antologi bahasa Inggris ditulis oleh siswa kelas IX yang tahun ini mereka telah lulus. 

MINIATUR DAUR ULANG : Sekdin Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma, Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub menyaksikan gelar karya siswa SMP Negeri 4 Gresik usai Launching buku antologi 3 bahasa dan peresmian Jembatan layang di UPT SMP Negeri 4 Gresik pada Rabu, 18 Juni 2025 (FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sekretaris Dinas Pendidikan atau Sekdin Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma memberikan apresiasi yang tinggi kepada sekolah dan siswa yang telah membuat karya luar biasa. “Saya sangat terimakasih kepada kepala sekolah , guru, wali murid dan siswa dengan keikhlasan bisa mewujudkan sekolah yang memiliki  banyak fasilitas yang luar biasa,” kata Herawan.

Selain launching buku antologi tiga bahasa, pada kesempatan itu juga dilaksanakan pameran atau gelar karya siswa di sekolah Adiwiyata Mandiri itu. Gelar karya di sekolah yang memiliki tagline “Where Tomorrow’s Leaders Come Together” semuanya menggunakan bahan daur ulang ramah lingkungan. Gelar karya yang dipamerkan adalah rumah adat di Indonesia menggunakan kertas dan kardus bekas; Jembatan menggunakan stik es krim dan batik ecoenzim.

Herawan mendoakan UPT SMP Negeri 4 Gresik bisa bertumbuh bersama menjadikan anak-anak didiknya baik, memiliki akhlak yang baik, dan mampu di terima semua sektor kehidupan. “Ukuran keberhasilan sekolah adalah alumninya dan SMP Negeri 4 Greeik telah melahirkan alumni seorang Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani,Red). Jadi luar biasa SMP Negeri 4 Gresik ini,” tegas Herawan. (yad)

Pertama di Gresik, Siswa UPT SMP Negeri 4 Gresik Launching 9 Buku Antologi dalam Tiga Bahasa Selengkapnya

Impresif, Capaian 100 Hari Kerja, Gus Yani-Dokter Alif, Realisasi ada Capai 530 Persen

GRESIK,1minute.id – Capaian mengesankan di 100 hari pertama, kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2025-2030.  Sembilan program atau Nawa Karsa prioritas yang telah ditetapkan oleh pasangan yang dilantik oleh Presiden Prabowo itu bisa selesai secara tuntas. 

Program Gresik Sehati (Pelayanan Kesehatan Integrasi), misalnya. Ada sepuluh  kegiatan dilaksanakan secara tuntas. Bahkan, ada yang teralisasi hingga 304 persen yakni Di program penguatan Posyandu, Polindes dan Puskesmas target melatih 450 kader bisa teralisasi 1.371 kader atau 350 persen. Sedangkan kegiatan pemanfaatan cek kesehatan gratis di puskesmas dari target 3.500 pasien teralisasi 8.741 pasien atau 250 persen. Lalu akreditasi utama dan launching rumah sakit Gresik Sehati. 

“Peluncuran RS Gresik Sehati sebagai jawaban kebutuhan layanan medis masyarakat wilayah selatan, dengan status akreditasi utama yang menandakan kualitas terjaga,” kata Plt Bupati Gresik Asluchul Alif dalam press release di 100 Hari Kerja Program Nawa Karsa di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 16 Juni 2025.

Dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Asisten Suprapto, melanjutkan program penambahan ruang rawat inap dari target 4 puskesmas teralisasi 5 puskesmas dan penambahan 19 dari target 15 tempat tidur atau 120 persen.  

“Dalam setahun kedepan nanti, target kami dari 32 puskesmas nanti hanya menyisakan 4 puskesmas bisa tidak melayani rawat inap karena keterbatasan lahan,” imbuhnya. Di program Gresik Cemerlang (Cerdas, Efisien, Menarik, Relevan dan Global), ada lima kegiatan pada 100 hari pertama. Antara lain, memberikan beasiswa mahasiswa produktif ditargetkan sebanyak 125 mahasiswa teralisasi 144 mahasiswa (115%). 

Sebanyak 100 anak berkebutuhan khusus kini memperoleh hak yang sama melalui program Hatiku Padamu (HTM). Komitmen pada kesetaraan juga ditegaskan melalui penempatan 129 guru pendamping disabilitas serta rehabilitasi enam SD dengan capaian realisasi mencapai 120 persen. Para guru swasta yang selama ini berjibaku tanpa kepastian kini mendapatkan insentif: 2.287 guru SD/MI dan 1.771 guru SMP/MTs telah menerima dukungan tersebut.

Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan teralisasi 120 persen. Kemudian, Nawa Karsa Gresik Gema Karya (Mamdiri dan Berkarya) ada enam kegiatan, antara lain, mewajibkan perusahaan mempekerjakan 60 persen tenaga kerja Gresik, pelatihan insentif bersertifikat BNSP dan penguatan penyerapan tenaga kerja lokal. 

Saat ini, 282 admin perusahaan aktif mencocokkan lowongan dengan tenaga kerja lokal. Lima pelatihan bersertifikat BNSP bagi warga miskin (DTKS) telah digelar, membuka jalan menuju keterampilan dan daya saing. Mini Job Fair di Gresik Selatan menawarkan 27 profesi, termasuk bagi lulusan SMA yang kesulitan masuk ke pasar kerja formal. 

Sedang program bela beli bagi usaha mikro telah  merealisasikan pembuatan 211 nomor induk berusaha (NIB),  pendaftaran 53 merek, serta fasilitasi sertifikasi mutu bagi 20 produk IKM—sebuah cara membangun ekonomi dari bawah, bukan sekadar dari atas.

Nawa Karsa Gresik Tuntas (Tanggap Unggul, Nyaman, Transparan, Akuntabel dan Sustainable), ada tujuh program kegiatan. Antara lain, warga tak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen. Karena Disdukcapil melakukan anjangsana dan jemput bola pemuktahiran data kependudukan dan menyediakan 20.000 kartu keluarga kini tersedia dalam format barcode, yang mempermudah akses ke berbagai layanan publik. 

Gresik Integrated Smart System (IOP) telah mengintegrasikan data dari 46 OPD, mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi duplikasi informasi. Di tingkat desa, sebanyak 660 perangkat desa telah dilatih melalui Program Desa SIAP, menghasilkan sembilan inovasi desa digital, mulai dari layanan pengaduan masyarakat hingga sistem arsip elektronik.

Lalu Nawa Karsa Gresik Seger (Sejahtera  Bahagia dan Berdikari) ada enam program kegiatan, antara lain,  bantuan sosial untuk nelayan yang tidak bisa melaut, Launching kebijakan larangan penggunaan cantrang,  dan bumi migran (peduli buruh migran).  Di sektor maritim, sebanyak 1.715 paket sembako dan 4,5 ton beras disalurkan untuk nelayan di enam wilayah. Ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk nyata keberpihakan. 

Pemerintah juga menegakkan larangan penggunaan cantrang demi menjaga keberlanjutan laut. Perlindungan buruh migran difokuskan melalui penyusunan dan peluncuran Perdes Migran Emas di 10 desa. Sebanyak 24.948 warga menerima bantuan sosial, dan PKH Inklusif menjangkau 991 lansia serta penyandang disabilitas—komitmen bahwa pemerintah tidak abai terhadap kelompok rentan.

Nawa Karsa Gresik Barokah ada tiga program kegiatan antara lain , bantuan hukum untuk masyarakatan miskin, dan pemuda Inspiratif Gresik. Masing-masing teralisasi 80 persen dan 125 persen.

“Semua hal ini penting, tapi kami harus berkonsentrasi pada hal-hal yang mengakar dan berdampak besar bagi masyarakat,” ujar Plt. Bupati Gresik Asluchul Alif.

Nawa Karsa, Pesona Gresik terdapat enam program kegiatan, antara lain, pengembangan dan revitalisasi ekowisata, penanaman pohon mangrove realisasi mencapai 530 persen. Bagaimana dengan Nawa Karsa, Gresik Agropolitan? Dalam 100 hari pertama ini, ada dua kegiatan untuk mendukung ketahanan pangan, petani terdampak banjir menerima 2.050 kilogram benih padi dan 8.200 kilogram pupuk NPK. Ekonomi hijau turut digerakkan melalui Pameran Nasional Giri Kedaton Bonsai, yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta dan menjadikan Gresik sebagai pusat seni bonsai nasional. 

Selanjutnya, Nawa Karsa, Gresik Mapan (Maju, Pintar dan Aman). Penanganan banjir banjir Kali Lamong tetap menjadi prioritas. Dokter Alif mengatakan, penanganan Kali Lamong tidak menghilangkan banjir Kali Lamong. “Pemerintah Kabupaten hanya berusaha maksimal mengurangi dampak yang dialami oleh warga,” katanya. 

Ia menyebut pada era kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, penanganan Kali Lamong sudah sangat luar biasa. Pembangunan tanggal, normalisasi Kali Lamong dan pembuatan retarding  basin atau kolam retensi. Kok tetap banjir ? Banjir Kali Lamong tidak bisa ditangani sendiri oleh Pemkab Gresik, karena hulu berada di Kabupaten tetangga. Selain itu, curah hujan.

” Iya, tapi durasi air surut sangat cepat,” katanya. Banjir yang melanda Kecamatan Balongpanggang, beberapa waktu lalu, diyakini warga paling besar. “Tapi, air bisa cepat surut,” ujarnya.  Pada tahun ini, imbuhnya, pihaknya akan melakukan pembebasan lahan untuk pembuatan kolam retensi. “Lahan kami yang sediakan,  nanti provinsi yang membangun kolam retensinya,” terang dokter Alif. Selain pembangunan kolam retensi, juga pembangunan tanggal parapet. (yad)

Impresif, Capaian 100 Hari Kerja, Gus Yani-Dokter Alif, Realisasi ada Capai 530 Persen Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik, Dishub Gresik & Perusahaan Angkutan Barang Deklarasi Zero ODOL

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menyelenggarakam Sosialisasi dan Deklarasi Indonesia menuju Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) di Rupatama SAR Polres Gresik pada Kamis, 12 Juni 2025. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menandai komitmen bersama dalam memerangi praktik kendaraan kelebihan dimensi dan muatan. Satlantas Polres Gresik bersinergi dengan berbagai pihak strategis. 

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini, perwakilan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Jasa Raharja Cabang Gresik, serta jajaran Satlantas Polres Gresik. Tak hanya itu, sebanyak 37 perusahaan industri dan angkutan barang di Kabupaten Gresik juga turut berpartisipasi, menunjukkan keseriusan semua pihak.

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu yang diwakili oleh Kasatlantas AKP Rizki Julianda

menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan pelaku industri untuk menyamakan persepsi. “Kegiatan ini adalah bagian dari upaya bersama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), serta menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang bebas dari kendaraan Over Dimension and Over Loading,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Khusaini, menambahkan bahwa dasar hukum larangan ODOL di Gresik sudah jelas. Perda No. 9 Tahun 2020 Pasal 134 poin 2 tentang Penyelenggaraan Perhubungan Darat secara tegas melarang praktik ini. “Sanksi administratif hingga pencabutan izin perusahaan bisa diberlakukan apabila masih ditemukan pelanggaran,” ujarnya,

Perwakilan dari BPTD Jawa Timur menyoroti dampak jangka panjang kendaraan ODOL yang tak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan dan jembatan. Perlunya pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar aturan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Korlantas Polri yang menguraikan sejumlah rencana aksi strategis yang akan diimplementasikan secara bertahap diantaranya; Pencanangan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan menuju Zero ODOL ;  Penyusunan Surat Keputusan Bersama (SKB) antarinstansi terkait untuk memperkuat landasan hukum dan koordinasi ;  Pemutakhiran data lapangan mengenai keberadaan kendaraan ODOL, untuk memastikan penanganan yang tepat sasaran ; Penyederhanaan mekanisme penegakan hukum di lapangan, guna efisiensi tindakan.

Berikutnya, Pembatasan ruang gerak kendaraan ODOL di area rawan seperti pelabuhan, kawasan industri, dan ruas tol, untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan ; Tiga tahap pelaksanaan kebijakan Zero ODOL: tahap sosialisasi (1–30 Juni), tahap peringatan (1–13 Juli), dan tahap penegakan hukum melalui Operasi Patuh (14–27 Juli 2025).

Puncak kegiatan ini ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama menuju Indonesia Zero ODOL. Kasat Lantas Polres Gresik, perwakilan instansi pemerintah, dan seluruh perwakilan perusahaan yang hadir secara simbolis mengukuhkan keseriusan mereka dalam memberantas praktik ODOL.

Dengan deklarasi ini, Kabupaten Gresik menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam gerakan nasional menuju Indonesia yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan dalam bidang transportasi darat. (yad)

Satlantas Polres Gresik, Dishub Gresik & Perusahaan Angkutan Barang Deklarasi Zero ODOL Selengkapnya

Wakil Ketua DPP HNSI bersama Anggota Komisi XI DPR RI Resmikan Kantor baru DPC HNSI Gresik 

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Cabang  Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Gresik, Jawa Timur boyongan ke kantor baru pada Kamis, 12 Juni 2025.

Kantor baru di Jalan Tanjungrejo RT 02/RW 13 Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik tersebut diresmikan oleh Wakil Ketua Umum DPP HNSI juga Dirjen Perikanan Tangkap pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman. Pembangunan dan peresmian kantor DPC. Kabupaten Gresik HNSI  Pangkah Wetan, Ujungpangkah, Gresik merupakan simbol komitmen dan sinergi pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dalam mendukung nelayan dan pengusaha perikanan

Hadir dalam peresmian tersebut, antara lain, anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor bersama Bupati Gresik periode 2010-2020 Sambari Halim Radianto, Kepala Dinas Perikanan Gresik, Sekretaris DPD HNSI Jawa Timur  Sutoyo Muslih, dan perwakilan perusahaan,  Perwakilan nelayan dari 35 Rukun Nelayan dari 7 kecamatan se-Kabupaten Gresik, serta Ketua DPC Kabupaten Jember, Lamongan, dan Sampang, Madura.

“Peresmian kantor tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat nelayan Gresik. HNSI merupakan organisasi profesi yang mewadahi perjuangan nelayan untuk mengadukan permasalahan dan mencari solusi yang terbaik, baik masalah konflik horisontal sesama nelayan maupun masalah vertikal yang berhubungan dengan kebijakan yang memberatkan nelayan,” ujar Ketua DPC HNSI Kabupaten Gresik Samaun dalam sambutannya.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR-RI Thoriq Majiddanor mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh pengurus DPC HNSI Gresik. Jiddan, sapaan akrab Thoriq Majiddanor,  berjanji akan membantu mendorong bank BUMN memberi permodalan kepada nelayan, agar nelayan tidak terjerat rentenir, tengkulak dan pinjaman online (Pinjol). “Semoga HNSI Kabupaten Gresik semakin lebih baik kedepannya, mampu memperjuangkan hak-hak dan kepentingan masyarakat nelayan,” kata Jiddan.

Sekretaris DPD HNSI Jawa Timur Sutoyo Muslih mengatakan HNSI menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antara nelayan dan pengusaha perikanan. 

Mereka dapat saling tukar menukar informasi tentang teknik penangkapan ikan yang efektf, penggunaan teknologi modern dalam kegiatan perikanan atau peluang pasar yang sedang berkembang. Lebih lanjut ia mengharapkan agar anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (Dapil) Gresik – Lamongan bisa menyalurkan program pokok pikiran (Pokir) dan jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) pada masyarakat nelayan. “Dengan adanya kolaborasi dan kerjasama diharapkan memberi manfaat yang bermuara pada kesejahteraan nelayan kita,” kata Sutoyo Muslih. (yad)

Wakil Ketua DPP HNSI bersama Anggota Komisi XI DPR RI Resmikan Kantor baru DPC HNSI Gresik  Selengkapnya

Curah Hujan Tinggi, Kali Lamong Meluap, Staf Dishub Gresik Terseret Arus

GRESIK,1minute.id – Kali Lamong kembali meluap. Penyebabnya, apalagi kalau bukan curah yang tinggi. Sebanyak 600 unit rumah di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng terendam air luapan Kali Lamong yang berasal dari hulu yakni Mojokerto dan Lamongan itu.

Luapan Kali Lamong untuk kali kesekian nyaris menimbulkan korban jiwa karena terseret arus di Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng pada Selasa, 10 Juni 2025. Korban selamat bernama Supriyadi, pegawai Dinas Perhubungan Gresik. Sedangkan sepeda motor tidak bisa diselamatkan.

Plt Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi Kepala Satlak Badan Penanggulan Bencana Daerah atau BPBD Gresik Sukardi meninjau langsung ke desa terdampak banjir Kali Lamong di Kecamatan Balongpanggang pada Senin malam, 9 Juni 2025. Dokter Alif, sapaan Asluchul Alif, menyalurkan bantuan dan meninjau langsung kebutuhan warga. Alif juga meninjau lokasi banjir mulai dari di wilayah Desa Dapet, Balongpanggang yang berbatasan langsung dengan Mojokerto.

Pada Senin, 9 Juni 2025 sekitar pukul 15.30 WIB, Kali Lamong meluap. Debit air deras sehingga air bah mengalir cepat ke sejumlah desa. Antara lain, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng sebanyak 600 unit rumah terendam air dengan ketinggian lutut orang dewasa. 

“Namun, yang paling parah dusun Ngablak (Desa Kedungrukem,Red) karena ketinggian air mencapai 60 Cm” kata Bayu, Kepala Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng pada wartawan. Ia pun menghimbau kepada seluruh warga, terutama yang memiliki anak tidak bermain air. “Tolong diawasi jangan diperbolekan main di air,” ujarnya. 

Plt Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, pemerintah daerah bersama stakeholder yang ada, bahu membahu untuk mempersiapkan segala hal masyarakat terdampak banjir.  “Mulai dari dapur umum, BPBD, menyiapkan perahu untuk warga yang butuh isolasi bantuan khusus, kemudian Dinkes tim medis sudah siap, ada kegawatdaruratan tenggalam atau yang lain, pemerintah mempersiapkan maksimal,” papar dokter Alif pada Senin malam, 9 Juni 2025.

Alif berpesan kepada warga yang terdampak banjir agar tidak selalu sering ke luar rumah. Mengingat arus deras banjir kali ini lebih deras dibanding sebelumnya.

“Harap warga hati-hati untuk tidak terlalu sering ke luar rumah, atau ke aliran air, karena aliran air sangat deras, BPBD memastikan bahwa ketinggian air lebih tinggi dari banjir sebelumnya, masyarakat waspada hati-hati tidak keluar rumah, anak-anak pengawasan orang tua jangan sampai bermain air di banjir,” imbuhnya.  (yad)

Curah Hujan Tinggi, Kali Lamong Meluap, Staf Dishub Gresik Terseret Arus Selengkapnya