2.062 Rumah di 12 Desa, 2 Kecamatan Tergenangi Banjir Kali Lamong, Tren Air Surut

GRESIK,1minute.id – Bencana hidrometeorologi berupa banjir masih melanda di Gresik bagian selatan. Banjir Kali Lamong dan Kalimas. Air Kali Lamong muntah sejak Senin malam, 24 Februari 2025. Ada enam desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pada Selasa pagi, air dari hulu Kali Lamong yang berada di Mojokerto dan Lamongan itu, sudah merambah ke Kecamatan Benjeng. Ada lima desa yang terendam.

“Di bagian hulu, Kecamatan Balongpanggang mulai surut. Sekarang air memasuki kecamatan Benjeng dan Cerme,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBPD Gresik F.X.Driatmiko Herlambang dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu pagi, 26 Februari 2025.

Ia mengaku masih terus memantau perkembangan banjir Kali Lamong di Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng. Pihaknya, kata Miko, biasa disapa, telah menyiapkan puluhan gedhek (anyaman bambu). “Arusnya kuat, gedhek kami siapkan antisipasi ada tanggul yang jebol. Semoga tidak terjadi,” kata Miko melanjutkan.  

Berdasarkan data dari BPBD Gresik yang di dapat 1minute.id pada Rabu, 26 Februari 2025 pukul 09.00 WIB, di Kecamatan Balongpanggang sebanyak 7 desa yakni Desa Jombang Delik ; Desa Ngampel ; Desa Dapet ; Desa Sekarputih ; Desa Banjaragung ; Desa Wotansari dan Desa Karangsemanding kondisi air telah surut. 

Sedsngkan, di Kecamatan Benjeng terdapat sembilan desa yang terdampak banjir Kali Lamong. ” Tapi, trennya hari ini, air mulai surut. Semoga cepat surut,” ujar Camat Benjeng Nurul Fuad dikonfirmasi pada Rabu, 26 Februari 2025. “Alhamdulillah, Desa Puduttrate aman,” imbuh Fuad. 

Masih mengutip data BPBD Gresik sebanyak sembilan desa yang terdampak di Kecamatan Benjeng yaitu, Desa Lundo dan Desa Sedapurklagen genangan di rumah warga, fasilitas umum atau Fasum, Jalan Lingkungan dan Jalan Poros Desa atau JPD surut.

Sedangkan di Desa Deliksumber sebanyak 100 unit rumah tergenang , 800 meter jalan desa , 700 meter JPD tergenang. Kemudian, fasum masjid, ponkesdes, SDN Deliksumber, Pendapa Balai Desa & Balai dusun masih tergenang air Kali Lamong. “Ketinggian air genangan sekitar 20 – 40 sentimeter,” bunyi di laporan BPBD Gresik itu. 

Kondisi terparah dialami warga Desa Kedungrukem sebanyak 732 unit rumah yang tergenangi air. “Jalan Desa tergenang ketinggian antara 20 – 40 cm, sepanjang 3.500 meter. Beberapa fasum seperti masjid, pustu dan makam masih tergenangi air Kali Lamong”.

Desa Munggugianti sebanyak 700 unit rumah tergenang , jalan Desa tergenang sejauh 2000 meter dengan ketinggian air genangan 20 – 40 cm. Fasum tergenang yaitu masjid, TPQ, Pustu, makam umum.

Desa Bulurejo sebanyak 500 unit rumah terendam, areal persawahan seluas 25 Ha, Jalan Poros Desa ketinggian antara 10 – 30 cm sepanjang 500 meter dan jalan lingkungan dengan ketinggian 10 – 40 cm sepanjang 1500 meter. 

Berikutnya, Desa Kalipadang ada 30 unit rumah dan jalan kingkungan sepanjang 300 metet yang tergenangi air ketinggian 10 – 20 sentimeter, areal persawahan seluas 16 Ha serta Jalan Poros Desa  sepanjang 550 meter. Selanjutnya, Desa Sirnoboyo yaitu JPD sepanjang 200 meter 

tergenang 40 cm dan jalan lingkungan sepanjang 200 metet tergenang air ketinggian 60 cm.  Sembilan, Desa Klampok sebanyak 20 unit rumah ; SMK Al Hidayah Sn Nuriyah tergenang. “Ruas Jalan Raya Metatu – Benjeng ditutup,” begitu bunyi dalam laporan BPBD Gresik pukul 09.00 WIB.

Bagaimana di Kecamatan Cerme? “Alhamdulillah, Desa Tambakberas masih aman. Tapi, kolam penampungan air sudah penuh,” tegas Kepala Desa atau Kades Tambakberas Wahyudi pada Rabu pagi. 

Akan tetapi, di tiga desa lainnya, berdasarkan data BPBD Gresik yakni Desa Morowudi ; Desa Guranganyar dan Desa Dadapkuning air bah mulai menggenangi jalan lingkungan ketinggian air antara 5 sentimeter hingga 20 sentimeter. “SDN 58 Gresik tergenang setinggi 10 – 20 cm karena ada tanggul anak Kali Lamong jebol sepanjang lebih kurang 5 meter. 

Untuk diketahui bencana hidrometerologi Kabupaten Gresik didominasi oleh bencana banjir dengan tingkat risiko tinggi sebesar 74 persen atau sejumlah 40 dari 62 kejadian bencana pada tahun terakhir.

Banjir Kali Lamong menjadi banjir tahunan dimana Kali Lamong melintasi Gresik sepanjang 58 kilometer menyusuri Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Menganti, Kecamatan Kedamean, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, dan Kecamatan Kebomas dan menjadikan wilayah-wilayah tersebut menjadi daerah rawan Banjir Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai atau DAS lebih kurang 720 kilometer persegi dengan panjang alur lebih kurang 103 kilometer. 

Bagian hulu Kali Lamong terletak di daerah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Mojokerto, yang berawal dari Pegunungan Kendeng. Sedang bagian hilirnya berada di perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik atau Segoromadu, serta bermuara di Selat Madura. (yad)

2.062 Rumah di 12 Desa, 2 Kecamatan Tergenangi Banjir Kali Lamong, Tren Air Surut Selengkapnya

Kunjungi Korban Banjir Kali Lamong, Kapolres & Wabup Gresik Himbau Warga Jaga Anak-anak saat Bermain

GRESIK,1minute.id – Satri tergolek sakit di RS Wali Songo yang berlokasi di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang. Perempuan asal Desa Jombang Delik, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur nyaris terseret arus Kali Lamong pada Selasa malam, 24 Februari 2025.

Kabar yang dialami Satri itu sampai ke telinga Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka berdua pun menyempatkan mengunjugi Satri usai memantau perkembangan banjir Kali Lamong di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.  “Terima kasih pak kapolres dan pak Wabup,” ujarnya.

Kapolres Gresik AKBP Rovan mengimbau kepada warga, terutama untuk mengawasi anak-anaknya, agar tidak bermain di genangan air karena arus yang cukup deras dapat membahayakan keselamatan.

“Kami berharap banjir ini cepat selesai tidak ada korban lagi, himbauan untuk warga yang memiliki anak-anak kecil untuk menjaga, warga bisa koordinasi dengan kades, camat, danramil, polsek, kita satu komando, untuk menangani semua korban bencana yang ada,” ucap alumnus Akpol 2006 itu.

Ny Supiyati, salah satu warga yang terdampak banjir, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Kapolres dan jajaran pemerintah daerah. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Supiyati.

Di sisi lain, Wakil Bupati Gresik memastikan bahwa seluruh warga yang mengalami sakit akibat dampak banjir akan mendapatkan jaminan pengobatan melalui BPJS Kesehatan. Pemerintah daerah dan jajaran kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah tanggap darurat guna membantu masyarakat yang terdampak banjir, serta memastikan kondisi tetap terkendali. (yad)

Kunjungi Korban Banjir Kali Lamong, Kapolres & Wabup Gresik Himbau Warga Jaga Anak-anak saat Bermain Selengkapnya

Wabup Gresik Alif & Kapolres Gresik Rovan Kunjungi dan Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Air Kali Lamong mengalir jauh. Dampak banjir meluas. Bila Selasa malam masih enam desa di kecamatan Balongpanggang. Kini, air bah merambah enam desa lainnya di  Kecamatan Benjeng.

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif bersama Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu meninjau lokasi banjir akibat Kali Lamong meluap itu pada Selasa, 25 Maret 2025. Mereka menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak dan memastikan kondisi warga terdampak dalam keadaan aman dan sehat. 

Banjir akibat luapan Kali Lamong merendam enam desa di Kecamatan Balongpanggang dan empat desa di Kecamatan Benjeng. Serta empat desa di Kecamatan Driyorejo akibat Kali Surabaya meluap.

Wabup Asluchul Alif menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik, bersama TNI, Polri, dan relawan, telah turun langsung untuk meninjau lokasi dan melakukan penanganan darurat. “Kecamatan Balongpanggang memiliki delapan desa terdampak banjir, tetapi dua desa sudah surut, sehingga kini tersisa enam desa yang masih tergenang.

Sementara itu, di Kecamatan Benjeng terdapat empat desa yang terdampak, dan di Kecamatan Driyorejo juga ada empat desa yang terendam akibat meningkatnya debit air dari Kali Surabaya,” ujar dr Alif, sapaan akrabnya.

Selain menyalurkan bantuan, Wabup Alif juga menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera mendata lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat banjir. Pendataan ini dilakukan agar Pemkab Gresik dapat memberikan bantuan kepada para petani yang mengalami kerugian.

“Dinas Pertanian harus segera mendata jumlah lahan pertanian yang gagal panen, sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai. Namun, perlu dipastikan juga bahwa tidak semua sawah yang terkena banjir mengalami gagal panen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wabup Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum di Kecamatan Benjeng untuk mendistribusikan makanan ke wilayah terdampak.

“Di Kecamatan Balongpanggang juga ada dapur umum mandiri untuk mengantisipasi kekurangan pasokan makanan. Jika ada kebutuhan tambahan, Pemkab siap memberikan bantuan,” tambahnya.

Wabup juga mengimbau warga agar tetap waspada dan melarang anak-anak bermain di area banjir demi menghindari risiko kecelakaan. “Saya mengimbau kepada warga, terutama anak-anak, agar tidak bermain di air banjir guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita harus bersama-sama menjaga keselamatan,” pesannya.

Usai meninjau lokasi banjir, Wabup dan Kapolres Gresik mengunjungi Satri, 60, salah satu warga Dusun Karangmelati, Desa Jombang, yang sedang menjalani perawatan di RS Wali Songo, Kecamatan Balongpanggang. (yad)

Wabup Gresik Alif & Kapolres Gresik Rovan Kunjungi dan Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir Kali Lamong Selengkapnya

Emak-Emak PPK Dusun Jedong Buat Dapur Umur, Laily Dwi Astutik : Semoga Banjir Kali Lamong segera Surut

GRESIK,1minute.id – Banjir Kali Lamong terjadi bertahun-tahun. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik di masa periode pertama, Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik telah melakukan normalisasi Kali Lamong sepanjang 58 kilomter yang melintasi kabupaten Gresik. Normalisasi berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Bengawan Solo berupa pengerukan mulai Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme hingga Kecamatan Kebomas.

Pengerukan dilakukan oleh Pemkab Gresik setelah mendapatkan restu dari BBWS Bengawan Solo. Selain pengerukan, BBWS Bengawan Solo melakukan pembangunan tanggul di Desa Pandu , Jono, Tambakberas. Pada 2024, Pemkab Gresik telah merampungkan pembuatan retarding basin atau kolam penampungan air sementara di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Hitungan matematis, ikhtiar Pemkab Gresik itu bisa mengurangi dampak banjir Kali Lamong yang telah puluhan tahun terjadi di Gresik bagian Selatan itu.

Akan tetapi, tinggi curah hujan alias adanya anomali cuaca itu, Kali Lamong masih meluap pada Senin malam, 24 Februari 2025. Sebanyak enam desa di Kecamatan Balongpanggang terendam air antara 30 sentimeter hingga 60 sentimeter. Desa yang terendam itu , di antaranya Desa Sekarputih yang menjadi langganan banjir. 

Air bah yang datang tiba-tiba membuat warga setempat bergerak cepat. Misalnya, membuat Dapur Umum secara swadaya pada Selasa, 25 Februari 2025. Dapur umum diinisiasi oleh emak-emak yang tergabung di PKK desa setempat. Dapur Umum untuk memenuhi sarapan pagi warga yang kena dampak luapan sungai Kali Lamong.

Kepala Dusun Jedong, Desa Sekarputih, Kecamatan Balongpanggang Alim kepada media mengatakan bahwa banyak warga yang tidak menduga kalau banjir sampai setinggi ini. “Biasanya hanya di bagian Timur satu sampai lima warga. Dan ada sekitar 8 rumah yang pintunya jebol karena diterjang air,” kata Alim.

Antisipasi untuk warga sakit, Alim meminta bantuan perahu untuk stand by. “Perahu karet untuk antisipasi evakuasi bila ada warga yang sakit,” katanya.

Sementara itu, Laily Dwi Astutik kepada media mengatakan pembuatan Dapur Umum dilakukan untuk kemanusiaan. “Saya lakukan semata-mata kemanusiaan. Bagaimana kalau warga tidak bisa memasak karena rumahnya tergenang air,” ujar istri Kepala Dusun Jedong itu. Ia inisiatif mengajak warga yang rumahnya tidak kebanjiran untuk bergotong royong untuk memasak kan untuk sarapan pagi.

“Alhamdulilah sudah matang dan bisa dibagikan kepada warga menggunakan perahu karet milik BPBD,”.katanya. “Sekarang mulai masak untuk makan siang. Mudah mudahan segera surut,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang Siswadi mengatakan, gemangan air Kali Lamong berangsur surut. “Sudah mulai surut. Meski air ada yang menggenangi rumah warga,” kata Siswadi melalui pesat WhatApps pada Selasa, 25 Februari 2025. (yad)

Emak-Emak PPK Dusun Jedong Buat Dapur Umur, Laily Dwi Astutik : Semoga Banjir Kali Lamong segera Surut Selengkapnya

Hujan Sepanjang Malam, Kali Lamong Meluap, 6 Desa di Balongpanggang Terendam

GRESIK,1minute.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi membuat Kali Lamong meluap pada Senin malam, 24 Februari 2025. Air bah itu terus mengalir ke tempat yang lebih rendah. Akibatnya, enam desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terendam air. Enam Desa itu di antaranya, Desa Dapet genangan air terlihat di tiga 3 dusun ;  Desa Sekarputih menggenangi 2 dusun ; Desa Wotansari sebanyak  3 Dusun yang kebanjiran. 

Banjir Kali Lamong kali pertama di 2025. Berikutnya, Desa Banjaragung ada  2 Dusun yang terendam ;  Desa Karangsemanding sebanyak 2 Dusun ; dan, Desa Pucung air Kali Lamong menggenangi 3 Dusun. Ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 60 sentimeter.

Kepala Desa Dapet Siswadi, menceritakan pada Senin malam, sekitar pukul.21.00 WIB, pihaknya bersama perangkat kecamatan sedang melakukan rapat. Rapat dadakan itu, untuk mengantisipasi dampak dan langkah-langkah penyelamatan bila debit air Kali Lamong semakin tinggi. “Ini karena setelah rapat jam 21.00 WIB itu masih sebanyak 9 rumah di Dusun Sugiwaras, dan Kedungdowo 19 Rumah tapi setelah jam 22.00 air datang begitu derasnya,” cerita Siswadi kepada wartawan. 

Debit air yang sangat deras membuat air mengalir begitu cepat. “Otomatis warga ribut untuk menyelamatkan barangnya sehingga tidak ada orang yang tidur,” tuturnya. 

Siswadi juga menambahkan bahwa Banjir Kali ini luar biasa besarnya, sampai sampai air melintas ke sebelah selatan sehingga merusakkan infrastruktur jalan desa. “Alhamdulilah masyarakat selamat dan tidak ada korban jiwa tidak ada kerusakan, sementara hewan sapi dan kambing di evakuasi kedataran yang lebih tinggi,” terangnya.  

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBPD Gresik F.X.Driatmiko Herlambang mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan banjir. “Ini saya masih di Balongpanggang,” kata Miko-sapaannya pada Selasa, 25 Februari 2025. (yad)

Hujan Sepanjang Malam, Kali Lamong Meluap, 6 Desa di Balongpanggang Terendam Selengkapnya

Ngetap Bensin Motor, Ruko Ludes Terbakar di Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua peristiwa kebakaran terjadi di Gresik, Jawa Timur dalam dua hari terakhir, Jumat dan Sabtu, 7-8 Februari 2025. Kebakaran kali pertama 

terjadi di Jalan Kyai H.Syafii, Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Satu unit rumah dan toko atau ruko milik Moh. Zunaedy. Selain ruko, api juga melahap satu unit sepeda motor MegaPro milik lelaki asal Sumenep, Madura itu.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono, kebakaran yang terjadi pada Jumat, 7 Februari 2025 sekitar pukul 17.35 WIB itu, diduga dipicu korsleting listrik pada sepeda motor MegaPro.

Sore itu, korban sedang ngetap bahan bakar sepeda motor dengan mesin motor hidup. Saat itu, terjadi korsleting di mesin motor dan menimbulkan percikan api. Percikan api menyambar bahan bakar motor sehingga menimbulkan bara api kemudian membakar rumah dan toko tersebut. 

“Ada satu korban luka karena pecahan kaca bernama Galih Adi Candra, 33 tahun. Toko sebelah yg jadi korban terdampak, terkena pecahan kaca faktor Hawa panas dari rumah dan toko yg terbakar telah ditangani oleh Tim medis,” kata Suyono.

Sedangkan kebakaran kali kedua terjadi Jalan Satelit I, Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Sabtu, 8 Februari 2025 sekitar pukul 11.35 WIB. Sebanyak tiga warung (warung kopi, warung makan dan warung sembako) yang terbakar.

Menurut Kadis Damkarmat Gresik Suyono, penyebab kebakaran itu disinyalir dari korsleting listrik. “Belum diketahui, dari warung mana kali pertama yang terbakar kemudian merembet ke warung lainnya,” terang mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Ia pun berpesan kepada semua warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk mematikan peralatan yang menggunakan setrum ketika meninggalkan rumah. (yad)

Ngetap Bensin Motor, Ruko Ludes Terbakar di Gresik Selengkapnya

Diduga Korsleting Ruko dan Bengkel Motor di Gresik Ludes Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Musim hujan belum berakhir. Namun, musibah kebakaran masih terjadi. Pada Senin malam. 13 Januari 2025, rumah dan bengkel milik Kosin di Jalan Raya Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ludes terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran kali keenam di bulan Januari 2025. Akan tetapi, kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai ratusan juta. Karena seluruh bangunan dan perlengkapan bengkel tidak bisa terselamatkan. Dugaan awal kebakaran tersebut dipicu korsleting.

Menurut petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan atau Damkarmat Gresik sekitar pukul 23.21 WIB menerima laporan dari warga bernama Dimas yang melihat bara api di rumah toko atau ruko milik Kosin. Malam itu, pemilik diperkirakan telah lelap tidur..

Melihat bara api yang cepat membesar, saksi Dimas menggedor-gedor pintu ruko untuk membangunkan Kosin, pemilik ruko juga bengkel. Bara api membuat suasana dalam ruko menghangat. Teriakan sejumlah warga akhirnya membangunkan Kosim. Namun, api sudah sangat membesar. Kosin hanya bisa memandangi rumah dan bengkel di lahap lidah api.

Apalagi, upaya sejumlah warga untuk memadamkan amuk si jago merah tidak membuahkan hasil. “Kami mendapatkan laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 23.31 WIB. Kami kerahkan tiga unit mobil ke lokasi kebakaran,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Selasa dini hari, 14 Januari 2025.

Api yang mebakaran rumah dan bengkel sangat besar. Bara api berwarna merah seakan menerangi jalan raya nasional itu menjadi perhatian para pengendara. ” Sekitar pukul 02.30 WIB api bisa kami padamkan. Kami lakukan pembahasan untuk memastikan api benar-benar padam sebelum anggota balik kanan,” ujar Suyono. (yad)

Diduga Korsleting Ruko dan Bengkel Motor di Gresik Ludes Terbakar  Selengkapnya

Tabung Gas Ngowos Nyaris Bakar Warung Bebek di Gresik

GRESIK,1minute.id – Tabung gas elpiji di warung bebek Atlantik ngowos pada Minggu, 12 Januari 2025. Api menyeruak membakar regulator yang berada dalam warung berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu.

Ny Alifah, yang sedang memasak berusaha memadamkan api yang membakar regulator itu. Ia menyiramkan pasir ke tabung melon berukuran 3 kilogram itu. Tetapi, ikhtiar Alifah tidak berhasil memadamkan api tersebut. Sekitar pukul 16.10 WIB, ia dengan suara nderedek karena panik meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik.

Menurut Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono, sekitar pukul 16.10 WIB, pihaknya mendapatkan laporan terjadi kebakaran. Pelapor adalah Ny Alifah. “Ia melaporkan kejadian kebakaran karena upaya memadamkan api dengan menyiramkan pasir tidak bisa memadamkan api,” terang Suyono.

Petugas darmkarmat berjumlah tujuh personil meluncur dengan satu unit truk, kendaraan armada pemadam kecil Isuzu Grace 135 PS Renovasi. Petugas menggunakan alat pelindung diri atau APD berupa jaket anti api merangsek ke bangunan rumah tersebut. Petugas lalu menyemprotkan air dan mengevakuasi tabung elpiji melon berukuran 3 kilogram ke luar rumah. “Tabung elpiji yang ngowos itu lalu kami rendam dalam bak air,” katanya.

Penanganan cepat petugas Damkarmat Gresik membuat Ny Alifah lega. Ia pun berulangkali mengucapkan terima kasih. (yad)

Tabung Gas Ngowos Nyaris Bakar Warung Bebek di Gresik Selengkapnya

66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan

GRESIK,1minute.id – Angin lesus menerjang Desa Kepatang Lor dan Desa Glatik di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 66 rumah rusak akibat bencana angin puting beliung itu.

Kabar bencana itu pun sampai ketelingah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mendatangi lokasi korban bencana angin itu pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Kholidin, salah satu korban bencana angin ribut mengaku terharu disambangi Gus Yani sambil membawa bantuan kepada warga terdampak bencana angin itu.

Warga Desa Glatik berusia 38 tahun itu pun menyatakan terima kasih. 

“Terima kasih pak bupati. Dan mudah-mudahan bagi semua pihak yang membantu, diberikan rezeki yang lebih barokah oleh Allah SWT,” tutur Kholidin.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani datang dengan didampingi Kepala Satuan Pelaksana atau Satlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik Sukardi, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau CKPKP Ida Lailatussa’diyah dan Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi. Mereka disambut hangat masyarakat. 

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik kemudian meninjau langsung sejumlah rumah warga korban angin lesus. Gus Yani juga berdialog dengan para korban dan memberikan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, kasur lipat matras, terpal, lauk pauk dan biskuit. Hal ini untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa prihatin dengan musibah yang menimpa warga Desa Glatik dan Desa Ketapang Lor Kecamatan Ujungpangkah Gresik. Ia menyampaikan, bantuan ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan semangat dan dukungan langsung kepada masyarakat.

“Kami hadir langsung bersama dinas terkait, Muspika dan perangkat desa untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, termasuk keterlibatan Muspika Ujungpangkah dan perangkat desa dalam membantu perbaikan. “Setelah kejadian, masyarakat bersama-sama langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan. Menurutnya, intensitas curah hujan dan potensi bencana seperti puting beliung bisa saja masih terjadi di wilayah Gresik. 

“Kami berharap masyarakat Gresik, khususnya yang berada di daerah rawan, tetap siaga. Bila ada pepohonan besar di sekitar rumah, jangan ditebang namun dipangkas untuk mengurangi risiko,” pesan Gus Yani. (yad)

66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan Selengkapnya

Tim Damkar Gercep, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik : Pabrik yang Terbakar, Tidak Mengganggu Operasional dan Aktivitas Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Asap hitam itu membumbung tinggi. Dalam video amatir asap hitam itu berasal dari pabrik NPK PT Petrokimia Gresik. Kebakaran terjadi sekitar pukul.09.45 WIB. Tim tanggap darurat, pemadam kebakaran berhasil memadamkan amuk si jago di pabrik berlokasi di Jalan Gubernur Suryo, Keleruhan Tlogopojok, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur sekitar pukul 10.20 WIB atau selama 35 menitan.

Tidak korban dalam musibah kebakaran ini. Kini, penyebab terbakarnya pabrik NPK itu masih dilakukan penyelidikan.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo membenarkan kejadian kebakaran tersebut “Memang benar adanya (kebakaran, Red), namun langsung padam dalam hitungan menit. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, ini tidak mengganggu operasional, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar perusahaan,” ujar Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo pada Jumat, 13 Desember 2024.

Ia menjelaskan, asap mulai terlihat pada pukul 9.43 WIB dan padam pada pukul 10.20 WIB. Kecepatan ini tentunya hasil kinerja dari tim PMK Petrokimia Gresik yang dengan sigap bergerak untuk memadamkan api dengan mengerahkan dua mobil pemadam. Satu di antaranya adalah mobil Bronto Skylift.

“Teknologi yang dimiliki Bronto Skylift membantu tim PMK mempercepat pemadaman. Mobil ini cukup modern dan mumpuni untuk berbagai medan. Mobil Bronto Skylift mampu memadamkan api di ketinggian 32 meter,” terang Adit, sapaan akrab, Adityo Wibowo.

Ia juga mengungkapkan, keberhasilan pemadaman tersebut tidak lepas dari peran Srikandi Damkar (Pemadam Kebakaran) Petrokimia Gresik. Menurutnya Srikandi Damkar sangat berkontribusi dalam mempercepat proses pemadaman sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Lebih lanjut Adit juga kembali memastikan bahwa kebakaran ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan dalam menyediakan layanan solusi agroindustri. Operasional pabrik NPK berjalan seperti biasa.

“Stakeholder pertanian tidak perlu khawatir, kami memastikan kejadian ini tidak mengganggu tugas kami dalam rangka menyediakan pupuk untuk Indonesia,” tegasnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung pemadaman kebakaran ini. “Kami juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena kebakaran ini sudah kami atasi,” tutup Adit. (yad)

Tim Damkar Gercep, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik : Pabrik yang Terbakar, Tidak Mengganggu Operasional dan Aktivitas Masyarakat Selengkapnya