Gudang Produksi Kalender Bahan Plastik di Gresik Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id -Kebakaran pabrik kembali terjadi di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Dini hari tadi, Sabtu, 5 Oktober 2024, gudang produksi kalender bahan plastik, PT Royal Oriental Raplastex hangus terbakar. 

Dugaan awal penyebab gudang berlokasi di Jalan Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu terbakar karena korsleting. Petugas kebakaran dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik membutuhkan waktu selama 4 jam untuk menjinakkan amuk si jago merah itu.

Kebakaran gubang produksi kalender bahan plastik, PT Royal Oriental Raplastex diketahui sekitar pukul 01.53 WIB. Prisdianto, petugas keamanan gudang  mengatakan bahwa api tiba-tiba membesar disertai kepulan asap tebal dan menyebar ke seluruh bagian gudang. “Saat itu, tidak ada aktivitas di dalam gudang,” terang Prisdianto kepada petugas Damkarmat Gresik pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

Hembusan angin pagi membuat lidah api cepat membesar. Petugas keamanan gudang  berlokasi di Krikilan, Driyorejo, Gresik meminta bantuan melalui call center 112 Gresik. Petugas Damkarmat Gresik Pos Krikilan berjumlah 5 orang dengan kekuatan satu unit mobil damkar dan satu unit mobil suplai air menuju tempat kejadian kebakaran alias TKK. 

Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono mengatakan, dalam proses pemadaman kebakaran, pihaknya mendapatkan bantuan damkar dari Garudafood, Agrindo, dan Inti Dragon Suryatama Mojokerto. Bantuan atau kolaborasi dengan sejumlah pemadam kebakaran memudahkan proses pemadaman. “Butuh waktu hampir 4 jam,” kata Suyono yang mantan Asistem bidang pemerintahan Sekretariatan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. 

Suyono, mengimbau kepada seluruh perusahaan di wilayah Gresik untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan sistem keamanan kebakaran di tempat kerja selalu berfungsi dengan baik. Ia menekankan pentingnya memeriksa instalasi listrik secara rutin guna mencegah terjadinya hubungan arus pendek yang dapat memicu kebakaran.

“Kami mengimbau agar setiap perusahaan memastikan alat pemadam kebakaran tersedia dan mudah diakses, Hal ini sangat penting untuk meminimalisir dampak jika kebakaran terjadi,” tegas Suyono yang mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Gresik. Dalam catatan Damkarmat Gresik, kebakaran gudang pabrik yang memproduksi kalender bahan plastik adalah kali ke-14 pada 5 Oktober 2024 ini. Artinya, rata-rata 3 kejadian kebakaran setiap harinya. Mayoritas media yang terbakar adalah ilalang. (yad)

Gudang Produksi Kalender Bahan Plastik di Gresik Ludes Terbakar Selengkapnya

20 Jam Api yang Menghanguskan pabrik Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo, Satu Petugas Alami Luka Bakar

GRESIK,1minute.id – Petugas pemadam kebakaran Gresik akhirnya bisa menjinakkan api yang menghanguskan pabrik daur ulang plastik,  PT Langgeng Jaya Plastindo pada Jumat, 13 September 2024. 

Petugas Damkar membutuhkan waktu hampir 24 jam. Perusahaan daur ulang plastik berlokasi di Jalan Raya Kedamean,  Kecamatan Kedamean,  Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu diketahui terbakar pada Kamis, 12 September 2024 pukul 11.00 WIB.  

Kejadian kebakaran mengakibatkan seorang petugas Damkar dari Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik dilarikan ke rumah sakit karena terbakar. Korban bernama Dalil. 

“Iya benar ada anggota kami yang terluka bakar di bagian kakinya. Kaki melepuh,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono dikonfirmasi 1minute.id pada Jumat, 13 September 2024. 

Kebakaran hebat pabrik daur ulang plastik diduga dari terbakarnya alang-alang yang berada di dekat pabrik.  Tiupan angin membuat lidah api membesar dan “menjilat” bangunan pabrik yang ada di bagian belakang. Api cepat membesar karena material yang tersulut api adalah tumpukan plastik. 

Asap hitam menyembul ke angkasa. Saking tingginya sehingga asap terlihat di Kota Surabaya. Untuk memadamkan api ini,  Damkarmat Gresik menggerahkan kekuatan penuh. Tiga dari empat posko damkar dikerahkan. Tiga posko damkar itu dari pos pusat di kota,  pos Menganti dan Driyorejo. “Kami juga dibantu damkar dan perusahaan Garuda Food,” terang mantan Asisten bidang pemerintahan Setkab Gresik itu. 

Butuh waktu 20 jam untuk memadamkan amuk si jago merah. Lamanya proses pemadaman karena media yang terbakar adalah plastik yang mencapai ribuan kubik. “Selain itu,  area yang terbakar sangat luas mencapai 1,1 hektar,” jelas Suyono yang mantan Camat Gresik itu. 

Kobaran api membuat separoh bangunan pabrik ambruk karena tidak menahan bara api. “Untungnya bangunan pabrik tidak satu bangunan. Sehingga kami bisa menyelamatkan bangunan yang ada di depan,” jelasnya. Pada Jumat sekitar pukul 09.10 WIB api bisa padam. “Saat ini masih proses pembahasan yang dilakukan oleh petugas damkar pos Menganti,” tegasnya. (yad) 

20 Jam Api yang Menghanguskan pabrik Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo, Satu Petugas Alami Luka Bakar Selengkapnya

Pabrik Daur Ulang Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo Gresik Terbakar, Asap Terlihat dari Langit Surabaya


GRESIK,1minute.id – Pabrik daur ulang plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo terbakar pada Kamis, 12 September 2024. Asap hitam membumbung tinggi ke angkasa hingga terlihat di Kota Surabaya pukul 16.45 WIB.

Sesekali terlihat kilatan api. Informasi yang dihimpun kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Bara api kali pertama terlihat di area lahan kosong di dekat pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu.

Tiupan angin membuat lidah api semakin besar kemudian menjilat salah satu di bagian pabrik pengolahan plastik itu. Tumpukan plastik bekas yang bakal di daur ulang terbakar. Material plastik yang terbakar itu menimbulkan asap hitam mengular ke angkasa hingga terlihat di langit Surabaya.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Gresik, Kota Surabaya dan sekitarnya berusaha memadamkam amuk si jago merah. Akan tetapi, hingga pukul 17.00 WIB atau 6 jam bara api belum bisa padam.

Kapolsek Kedamean Iptu Suhari mengatakan, petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya memadamkan api. “Awal kebakaran dari rumput alang-alang di samping pabrik yang terbakar kemudian percikan api merembet ke pabrik,” kata Suhari. (yad)

Pabrik Daur Ulang Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo Gresik Terbakar, Asap Terlihat dari Langit Surabaya Selengkapnya

Korsleting Listrik 3 Warung Terbakar, Bakar Sampah Gudang Mebel di Doudo, Panceng, Gresik Ludes

GRESIK,1minute.id – Dua kejadian kebakaran mewarnai kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Sabtu, 10 Agustus 2024. Kebakaran itu mengakibatkan seorang korban luka bakar. 

Kebakaran kali pertama terjadi di Jalan Kaot Darmo Sugondo, Desa Indro, Kecamatan Kebomas. Ada tiga warung yakni warung kopi milik Ny Seh ; warkop plus jualan bensin eceran miliki Rosid dan warung mi ayam milik Sugiono yang hangus menjadi abu.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu, 10 Agustus 2024 sekitar pukul 00.30 WIB diduga dipicu konsleting listrik. Percikan api itu kemudian membakar tiga warung dengan bangunan semi permanen yang berjajar itu. Api cepat membesar karena diantara warung kopi dan penjual mi ayam itu juga melayani penjualan bensin eceran. 

Tidak ada korban dalam kejadian kebakaran itu karena saat musibah itu terjadi sedang tidak ada pembeli. Kebakaran kali kedua selang 1 jam dari kebakaran kali pertama ini terjadi di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Kebakaran gudang kayu mebel milik Lubis Aziz, 40 tahun. 

Penyebab kebakaran diduga pembakaran sampah yang tidak ditunggu. Kondisi kemarau membuat daerah sekitar kering sehingga mudah terbakar. Dalam kebakaran ini, diduga ada seorang warga yang menjadi korban yang terbakar. Belum diketahui identitas korban tersebut. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono mengatakan kejadian dua kebakaran bisa ditangani anggota. “Untuk kebakaran di Kebomas diduga dipicu konsleting kami koordinasi dengan PLN. Untuk yang di Desa Doude karena orang membakar sampah lalu merembet ke gudang mebel,” kata Suyono. (yad)

Korsleting Listrik 3 Warung Terbakar, Bakar Sampah Gudang Mebel di Doudo, Panceng, Gresik Ludes Selengkapnya

Hutan Bambu di Kampung Sawo, Gresik Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Hutan bambu di kampung Sawo di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik terbakar pada Jumat, 9 Agustus 2024. Kebakaran yang diduga berawal pembakaran sampah itu sempat menimbulkan kepanikan warga setempat. 

Beruntung, petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik cepat tiba di tempat kejadian kebakaran atau TKK. Menurut cerita warga kebakaran hutan bambu terjadi pada Jumat, 9 Agustus 2024 sekitar pukul 10.05 WIB. 

Pagi itu, mayoritas penghuni laki-laki di kampung Sawo Jalan Mayjend Sungkono, Kebomas sedang bekerja. Tiba-tiba api muncul dari tumpukan daun kering bambu. Tidak diketahui siapa yang membakar sampah daun itu. Tiupan angin membuat lidah api cepat membesar dan mengarah ke rumah warga setempat. 

Farah, salah satu warga Kampung Sawo pun panik. Ia pun berteriak kebakaran…kebakaran…kebakaran.  Teriak itu bagaikan suara kentongan tanda bahaya membuat warga semburat keluar rumah. Sejumlah warga memcoba memadamkan amuk api dengan menyiram air menggunakan ember. Sebagain lagi, meminta bantuan Damkar Gresik melalui sambungan telepon call center 112.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono mengatakan, pihaknya mengerahkan 7 personel dengan mengendarai satu unit mobil Damkar dan satu unit mobil sumpai air. “Kami butuh waktu hampir 1 jam untuk memadamkan api,” kata Suyono pada Jumat, 9 Agustus 2024. 

Ia melanjutkan tidak korban dalam kebakaran itu. “Api bisa kami padamkan bersama  warga sebelum merembet ke rumah warga,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Suyono menghimbau kepada semua warga di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi, saat ini musim kemarau sehingga rawan menimbulkan kebakaran. (yad)

Hutan Bambu di Kampung Sawo, Gresik Terbakar  Selengkapnya

Pabrik Produksi Kasur Busa di Gresik Terbakar, Asap Hitam Terlihat hingga Radius 5 Kilometer 

GRESIK,1minute.id – Pabrik produksi kasur busa di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ludes terbakar pada Kamis, 11 Juli 2024. 

Asap hitam membumbung tinggi hingga terlihat hibgga radius 5 kilometer. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang penyebabnya masih dalam penyelidikan oleh kepolisian itu. Kerugian ditaksir sekitar Rp 4 miliar.

Kebakaran hebat UD Victory itu terjadi di tengah ratusan pekerja sedang beraktivitas. Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah pekerja di ruang produksi kasur busa sedang aibuk. 

Tiba-tiba suhu udara dalam ruangan itu menghangat. Dalam hitung detik menjadi panas. Hawa panas yang berupa bara api itu muncul dari sebuah ventilasi di ruang produksi. Spontan, para pekerja berteriak histeris. “Kebakaran…kebakaran…kebakaran”. 

Para pekerja semburat keluar dari ruang produksi. Sebagai lainnya mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadaman ringan atau APAR. Api tidak padam. Bahkan, semakin membesar.  Karena dalam ruang itu banyak bahan untuk membuat kasur busa yang mudah terbakar sehingga pekerja kewalahan. 

“Kami mendapatkan laporan kebakaran itu sekitar pukul 09.30 WIB,” kata Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Kamis, 11 Juli 2024. Bahan untuk membuat kasur busa yang mudah terbakar membuat amuk si jago merah cepat membesar. 

Warga sekitar pabrik pembuatan kasur busa di Dusun Randu Pukah, Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo panik. Apalagi asap hitam sangat tebal. Tim Damkar Pemkab Gresik pos Krikilan, Driyorejo dengan mengendarai dua unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK).

Langkah pertama petugas Damkar Gresik lakukan adalah melokalisir api tidak merembet ke tempat lain. “Size up (lokasir) api agar tidak merembet dan masyarakat tidak panik,” ujar mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. 

Meskipun petugas dari Damkar Gresik, Damkar Kota Surabaya, Damkar sejumlah perusahaan sekitar lokasi kejadian telah melokalisir api tidak merembet ke tempat lainnya, namun tetap kesulitan memadamkan amuk si jago merah itu. Karena bahan busa dan lainnya yang mudah terbakar. Sekitar pukul 14.50 WIB, api bisa dipadamkan. “Kami butuh waktu 5 jam lebih memadamkan kebakaran pabrik produksi kasur busa ini,” katanya. (yad)

Pabrik Produksi Kasur Busa di Gresik Terbakar, Asap Hitam Terlihat hingga Radius 5 Kilometer  Selengkapnya

Lagi, TPA Ngipik Gresik Terbakar

GRESIK,1minute.id – Kebakaran hebat terjadi di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Ngipik pada Kamis malam, 20 Juni 2024. Api yang berkobar membakar puluhan bahkan ratusan meter kubik sampah menjadikan langit di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan / Kabupaten Gresik berwarna merah.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran kali kedua di kurun waktu sepekan terakhir ini. Kebakaran kali pertama terjadi pada Selasa, 18 Juni 2024 terjadi pukul 04.20 WIB. Petugas membutuhkan waktu 7 jam untuk menjinakkan si jago merah tersebut. Karena sampah yang terbakar luas. Sekitar separoh lapangan bola.

“Untuk kebakaran tadi malam (Kamis) terjadi di lokasi yang berbeda. Tumpukan sampah kering dan basah,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Jumat, 21 Juni 2024.

Informasi yang dihimpun, amuk si jago merah terjadi mulai pukul 20.30 WIB. Lokasinya di sebelah timur TPA Ngipik. Tempat itu, terdapat tumpukan sampah kering dan basah. “Awal petugas TPA yang mencoba memadamkan sendiri. Tapi, tiupan angin membuat api semakin membesar,” kata Suyono. 

Karena bara api semakin membesar, imbuhnya, pihak TPA Ngipik meminta bantuan dari Damkar Gresik. “Kami menerima laporannya sekitar pukul 23.50 WIB,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu.

TPA Ngipik ini berada dalam kawasan industri di Jalan Prof Moh Yamin, Gresik ini adalah TPA terbesar di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sampah berasal dari rumah tangga. Saban hari di perkirakan 250 meter kubik sampai 300 meter kubik sampah yang di buang ke TPA Ngipik. 

Kini tumpukan sampah itu sudah menyerupai bukit yang menjulang ke angkasa. Upaya Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk melakukan pengolahan sampah. Selain itu, juga membangun tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean untuk menampung sampah rumah wargq di Gresik Selatan, Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo.

Terik matahari membuat sampah mudah terbakar. Petugas Damkar membutuhkan waktu lebih 4 jam untuk memadamkan api. Sebab, petugas harus membongkar bagian bawah untuk memastikan api sudah padam. ” Personil baru tarik tadi pagi pukul 04.00 WIB,” ujarnya. Ia berpesan kepada warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk tidak membakar sampah sembarangan. “Karena saat ini kondisi kemarau,” tegasnya. (yad)

Lagi, TPA Ngipik Gresik Terbakar Selengkapnya

Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik

GRESIK,1minute.id – Tubuh Khoirul tiba-tiba ambruk. Pekerja borongan itu tidak sadarkan tatkala sedang memasang baliho reklame salah satu produk rokok depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Rabu malam, 14 Juni 2024.

Diduga kuat lelaki yang tinggal di Jalan Dinoyo, Surabaya itu pingsan karena kelelahan setelah memanjat papan reklame berada di depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu.  

Ali Machfud, warga Simumulyo Baru, Surabaya, rekan kerja  Khoirul pun panik. Ali Machfud yang gemetaran itu kemudian meminta bantuan kepada petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik. “Pelapor menghubungi call center 112 Gresik,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Kamis, 20 Juni 2024.

Menurut Suyono, pada Rabu malam, sekitar pukul 21.34 WIB, korban Khoirul dan rekannya, Ali Machfud mendapatkan pekerjaan pemasangan reklame di depan Masjid Achmad Dahlan di sekitar Terminal Bunder, Gresik. Mereka memanjat papan reklame setinggi kurang lebih 3 meter. Ketika berada diatas papan reklame milik perusahaan reklame dengan produk rokok itu korban Khoirul semaput.

“Mungkin kelelahan,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Kabar ada pekerja borongan pingsan, imbuhnya, sebanyak tujuh personel rescue Damkarmat menuju ke lokasi kejadian. Petugas membawa truk sky walker dan peralatan lainnya. 

Butuh waktu kurang lebih 35 menit untuk mengevakuasi korban yang berada di atas papan reklame itu. Ketika proses evakuasi, tim kesehatan dengan mobil ambulans stanby di bagian bawah. Setelah korban berhasil di evakuasi kemudian dilakukan pemeriksaan dan langsung dibawah menuju rumah sakit. “Alhamdulillah, korban bisa terselamatkan,” tegas Suyono lega. (yad)

Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik Selengkapnya

Siang Hunting, Sore Buka Lapak Daging Kurban, Fenomena Idul Kurban di Kali Tutup Gresik

GRESIK,1minute.id – Suasana Kali Tutup di Jalan KH Hasyim Asy’Ari, Gresik riuh pada Senin, 17 Juni 2024. Ratusan warga silih berganti memasuki kawasan samping timur Pasar Kota Gresik itu. 

Mereka sengaja datang pasar untuk membeli daging kurban kepada para “penjual” daging dadakan itu. Semakin sore, suasana Kali Tutup semakin riuh. Karena penjual daging kurban terus bertambah. Mereka berjualan secara berpencar di sepanjang Kali Tutup itu.

Harga daging kurban tentu lebih murah dibandingkan dengan harga daging di pedagang pasar. Pasalnya, penjual daging kurban yang dipasarkan di kawasan Kali Tutup itu didapatkan oleh para penjual dengan cara melakukan hunting di sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban yang di setiap Musala atau Langgar dan Masjid. 

Beberapa ada orang bisa mendapatkan lebih dari 2 kilogram daging, bahkan ada mendapatkan 5 kilogram karena campuran jerohan seperti babat atau usus. Ada juga mendapatkan balungan atau kaki kambing maupun kaki sapi. Idul Adha atau Idul Kurban menjadi berkah warga kurang beruntung secara ekonomi. 

“Kalau kami makan, seminggu belum tentu habis. Mending saya jual untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya,” ujar seorang ibu penjual daging kurban pada Senin sore, 17 Juni 2024.

Harga daging kurban tanpa lemak bisa laku seharga Rp 65 ribu sampai Rp 75 ribu per kilogram. Bahkan, ada menjual balungan sapi seharga Rp 10 ribu. “Balungan sepuluh ribuan,” kata penjual sambil menenteng tas kresek.

Penjual daging kurban di sepanjang Kali Tutup ini sudah menjadi fenomena tahunan. Sehingga, konsumen sangat menantikannya. Para konsumen ini diantaranya pedagang pentol dan warung makan. (yad)

Siang Hunting, Sore Buka Lapak Daging Kurban, Fenomena Idul Kurban di Kali Tutup Gresik Selengkapnya

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik

GRESIK,1minute.id – Seekor sapi kurban ngamuk pada Minggu, 16 Juni 2024. Tali yang mengikat sapi jenis limousin warna coklat itu pun terputus. Sapi itu pun kabur dan berhenti setelah tercebur sebuah parit Dusun Jegong di Jalan Ibrahim Zahir, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Puluhan warga setempat mencoba melakukan evakuasi sapi yang memiliki berat diatas 500 kilogram itu. Akan tetapi, sapi mberot alias berontak membuat warga sekitar kesulitan melakukan evakuasi sapi nahas tersebut .

“Ada seorang warga bernama pak Budi yang meminta bantuan kami (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan),” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Minggu, 16 Juni 2024.

Sekitar pukul 13.35 WIB permintaan bantuan dari warga diterima oleh petugas. Dalam hitungan menit, tujuh petugas meluncur ke lokasi kejadian. Butuh waktu hampir 60 menit petugas melakukan evakuasi dengan dibantu oleh warga setempat. “Sekitar pukul 14.15 WIB evakuasi selesai,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik Selengkapnya