GRESIK,1minute.id – Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda blusukan ke Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik pada Sabtu malam, 3 April 2021. Kedatangan Sekretaris DPC PPP Gresik itu untuk melakukan penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya itu.
Anggota Fraksi PPP DPRD Gresik ini ingin mengetahui aspirasi lapisan grassroot itu secara langsung. Dalam pertemuan agenda Reses masa sidang pertama pada 2021 ini, Huda mendapatkan banyak masukan dari konstituen di daerah pemilihan (Dapil) VIII yang meliputi kecamatan Sidayu, Bungah dan Manyar itu.
Di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, misalnya. Masyarakat mengeluhkan tidak transparan pemerintahan desa setempat dalam penggunaan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).
Selain itu, lelaki murah senyum itu disambati jalan macet, kesulitan mencari kerja hingga sengketa tanah pemakaman. Anggota DPRD Gresik tiga periode itu terlihat begitu serius dan mencatat keluhan masyarakat itu.
Bagaimana tanggapan anggota legislator dari partai berlambang Kakbah itu? Khoirul Huda mengatakan, terkait tidak transparan pemerintah desa dalam penggunaan DD dan ADD, meminta pemerintah desa harus menyampaikan ke masyarakat melalui papan data di kantor desa.
“Sehingga, masyarakat bisa mengetahui program dan pengalokasi anggarannya,”kata Huda. Terkait masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, Sekretaris DPC PPP Gresik itu mengatakan DPRD lagi berproses membuat peraturan daerah (Perda) mengatur ketenagakerjaan di Gresik.
“Dan juga meminta dinas tenaga kerja menegur perusahaan agar menyampaikan lowongan kerja melalui Gresikpedia,”jelasnya. Bagaimana dengan kondisi jalan macet? Huda menjanjikan untuk segera berkoordinasi dengan dinas perhubungan (Dishub) Gresik.
“Kita segera koordinasi dengan Dishub, meminta pengaturan pengguna jalan khususnya jam kerja untuk kendaraan besar,”ujarnya. Berikutnya, tentang sengketa tanah pemakaman, Khoirul Huda mengatakan secepatnya melakukan koordinasi dengan dinas pertanahan Gresik. Jawaban itu membuat masyarakat terasa lega. (yad)
GRESIK,1minute.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno siap mempromosikan destinasi wisata di Gresik. Wisata religi , minat khusus hingga sentra tanaman hias tropis di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik.
Sandiaga Uni berjanji akan mendatangi dan mempromosika sejumlah destinasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.
“Syaratnya cuma satu, ada nasi krawunya,”kata Sandiaga Uno saat acara Bincang Tokoh secara virtual yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik di Gresik di Hotel AstonInn di Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021.
Bincang Tokoh, puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.
Sandiaga Uno menambahkan ada dua destinasi wisata religi di Gresik, yakni Makam Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri, hal ini membuktikan wilayah Gresik memiliki pasar pariwisata religi yang patut dikembangkan.
Selain itu, sebagai Kota Santri, Sandiaga menilai Gresik dapat mengembangkan wisata halal. “Gresik memiliki potensi pariwisata besar yaitu makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri. Ini bisa dikembangkan sebagai wisata religi dan wisata halal,” katanya.
Selain pariwisata religi, Sandi Uno-yang dikenal dengan sebutan – Mas Menteri ini pun menyebut beberapa potensi wisata Gresik lain, di antaranya Bukit Jamur, Bukit Gosari, dan Pantai Gili Niko di Pulau Bawean.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang berbicara langsung kepada Sandiaga menjelaskan di Gresik juga ada wisata tanaman hias tropis. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mengatakan destinasi baru di launching bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
“Ini merupakan terobosan terbaru di tengah suhu Kabupaten Gresik yang terbilang panas. Oleh karena itu, kami minta Kemenparekraf mendukung dan membantu mempromosikan ini,”kata Bu Min.
Mendengar hal itu, Sandiaga menekankan perlunya pemerintah daerah untuk mendukung pariwisata yang dikelola dan dikembnagkan oleh tiap desa.
Menurut Sandiaga, saat ini ada peningkatan desa yang dikembangkan menjadi pariwisata, pada 2020, tercatat ada 16 desa wisata dan 2021 ada peningkatan yakni 26 desa wisata. “Ini yang harus didukung terus oleh pemerintah daerah, yakni munculnya desa-desa wisata,”kata Sandiaga.
Selain Bincang Tokoh, PWI Gresik memberikan penghargaan kepada lima tokoh yang dianggap memiliki jasa untuk membumikan Kota Santri itu bertajuk Giri Pancasuar Award (GPA).
Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir (foto : chusnul cahyadi)
Terpisah, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengapresiasi Bincang Tokoh dan GPA. Ketua DPC PKB Gresik ini berjanji akan mensupport gelaran yang dihelat PWI Gresik ini. Penganugerahan, imbuh Abdul Qodir, telah memacu masyarakat termotivasi dan motivasi melakukan hal yang positif. “Kalau bisa tahun depan kategorinya di tambah,”saran Qodir. (*)
GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM).
Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir.
Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.
Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung.
Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.
KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)
Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.
Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.
“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.
Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021. Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.
Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.
Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.
“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.
Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya.
Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)
Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.
Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.
Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.
Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.
Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.
Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM. “Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.
Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.
Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)
GRESIK,1minute.id– Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Gresik 2022. Musrenbang kali pertama ini, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani memproyeksikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) naik Rp 200 miliar menjadi Rp 3,63 triliun pada 2022.
Musrenbang virtual pada Rabu, 17 Maret 2021 itu, belanja wajib menyedot anggaran paling besar, berkisar 60 persen atau sekitar Rp 2,1 triliun. Belanja wajib antara lain untuk gaji aparat negeri sipil (ASN) di Pemkab Gresik.
Secara umum, kerangka pendanaan kebutuhan dasar untuk urusan pendidikan sekitar 23,53 persen, kesehatan sekitar 16,26 persen dan infrastruktur sekitar 12,75 persen.
“Kerangka pendanaan indikatif ini masih dapat berubah seiring dengan penyelarasan usulan partisipatif, politis, inisiatif strategis lainnya secara insklusuf sesuai kebutuhan masyarakat,”kata Gus Yani.
“Untuk penajaman tiap program akan dilaksanakan desk rencana kerja. Agar sesuai dan mendukung Nawakarsa,” imbuhnya. Musrenbang ini, Gus Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, dan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.
Kemudian, Pj Sekretaris daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini, Ketua Dharma Wanita , Ketua GOW serta perwakilan dari stakeholder ini digelar di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.
Menurut Gus Yani, perencanaan pembangunan menuju Gresik Baru beranjak dari visi misi dan mempertimbangkan isu strategis pembangunan berskala global, regional dan nasional. Tema pembangunan Gresik 2022 yaitu, percepatan transformasi ekonomi insklusif dan pemulihan sosial menuju Gresik Baru, yang dijabarkan dalam 9 prioritas tematik.
Yaitu, Gresik Akas, Gresik Seger, Gresik Mapan, Gresik Agropolitan, Gresik Karya, Gresik Cerdas, Gresik Sehat, Gresik Barokah dan Gresik Lestari. “Melalui pengarustamaan Nawakarsa, kami akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Gresik.
“Kami sudah mempersiapkan dengan pembangunan jalan, pembebasan lahan untuk tanggul dan retarding basin (kolam retensi untuk menampung air sementara) untuk penaggulangan banjir Kali Lamong,”katanya.
Seiain itu, juga menyiapkan program Gresik membangun dusun (Gerbang Dusun), Kartu Gotani, rintisan usaha start-up, ekowisata dan berbagai program prioritas yang lain.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi menegaskan 9 prioritas tematik yaitu, Gresik Akas, Gresik Seger, Gresik Mapan, Gresik Agropolitan, Gresik Karya, Gresik Cerdas, Gresik Sehat, Gresik Barokah dan Gresik Lestari menghasilkan 63 output kunci yang sudah dialokasikan pada masing-masing OPD untuk pelaksanaannya. (*)
GRESIK,1minute.id – Proyek perbaikan akses jalan ke Mengarai terancam molor. Pasalnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji baru ngeh pejabat pembuat komitmen (PPK) mengalami kesulitan mengupload dokumen lelang. Dokumen lelang itu semestinya mulai di unggah melalui aplikasi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) akhir Februari 2021.
Akan tetapi, sampai Jumat, 12 Maret 2021 belum bisa diunggah. Akibat, PPK kesulitan mengunggah dokumen lelang proyek pavingisasi jalan menuju Pulau Eksotis di Kecamatan Bungah sepanjang 2 kilometer itu pun molor dari perencanaan.
Sebab, DPUTR Gresik rencananya akan mengupload dokumen lelang pada Senin lusa, 15 Maret 2021. Lelang pekerjaan dilakukan karena DPUTR Gresik mengalokasi anggaran perbaikan jalan kabupaten itu sebesar Rp 1 miliar.
Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji mengaku baru mendapatkan laporan dari anak buahnya terkait kerusakan sistem aplikasi itu beberapa hari lalu. Pasca Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak pada Kamis, 11 Maret 2021.
Belum diketahui secara pasti penyebab adanya kebuntuan komunikasi antara kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dengan para stafnya.
Akan tetapi, Gunawan mengaku siap disemprot Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani karena terlambat memberikan kabar molornya proses lelang perbaikan jalan Mengare itu. “Saya salah, saya tanggungjawab karena tidak lapor ke Bupati. Masalah teknis baru saya tahu kemarin. Padahal ada paketnya,”katanya.
Gunawan mengatakan, proyek perbaikan jalan Mengare, salah satu prioritas program kerja 99 hari Nawa Karsa. “Proses lelang ada kendala akun yang dipakai PPK (pejabat pembuat komitmen) untuk mengupload dokumen. Kami menunggu dijawab pusat menunggu,”kata Gunawan dikonfirmasi pada Jumat, 12 Maret 2021.
Proses lelang butuh waktu sebulan. Bila proses lelang lancar, perbaikan jalan menjadi akses masyarakat di tiga desa yakni Tanjung Widoro, Kramat dan Watuagung, Kecamatan Bungah itu bisa mulai dikerjakan medio April 2021. “Nanti paving dibongkar, lapisan diganti, paving yang rusak diganti dengan mutu dan kualitas sama dan yang diperlukan,”terang Gunawan.
Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sidak Jalan Mengare pada hari libur, Isra Mikroj pada Kamis, 11 Maret 2021. Gus Yani -sapaan-Fandi Akhmad Yani, naik sepeda angin hingga tiga kali melintas di jalan kabupaten itu mulai pukul 05.30.
Gus Yani seakan ikut merasakan susahnya masyarakat ketika melintasi jalan rusak itu. Ia pun merasa bersalah. Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 itu pun meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas.
“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki),”kata Gus Yani kepada warga yang melintas pada Kamis, 11 Maret 2021.
Akses jalan itu satu-satu bagi masyarakat di tiga desa beraktivitas di luar desa itu bertahun-tahun rusak. Belum tersentuh perbaikan. Kalau pun ada perbaikan tambal sulam ala kadarnya. Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut.
Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan. Paving yang mengelupas hanya diuruk dengan pasir dan batu (sirtu).
Terkait tidak ada alat berat di sepanjang jalan Mengare itu, Gunawan menceritakan kronologinya. Menurutnya, dia sudah melaporkan bahwa ada alat berat untuk membenahi jalan menuju Mengare yang rusak karena paving-paving tidak beraturan.
Menurutnya, pada Jumat pekan lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana datang ke Mengare dalam waktu dekat. Dia bersama Pj Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno meninjau dan mengirim alat berat URC untuk persiapan menguruk sedikit jalan yang rusak. Seperti memberi urukan pasir kepada paving yang rusak.
Saat itu juga, ada kegiatan Bupati bersama Forkopimda untuk ziarah dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Gresik. “Disana ternyata ada permasalahan sampah saat mau ziarah. Terpaksa mesin yang dibawa ke Mengare, kami tarik kembali untuk membersihkan sampah.
Kemudian, akan kembali ke Mengare. Bannya meletus, kemarin sudah mobilisasi kesana. Besok kembali lagi,”kata Gunawan. (*)
GRESIK,1minute.id- Tiga menteri kabinet Indonesia Maju melakukan panen raya padi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat, 12 Maret 2021.
Tiga menteri itu adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka secara simbolis memamen padi dengan menggunakan mesin panen padi alias traktor dampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Bahkan, Mentan SYL mengoperatori traktor sendiri didampingi Mendag Muhammad Lutfi dan Wabup Gresik Aminantun Habibah. Sedanhkan, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jatim Khofifah menumpang traktor lainnya.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, luas area lahan pertanian di Gresik mencapain37.941,4 hektar. Sedangkan, luas tegalan 23.763,2 hektar. “Hasil panen rata-rata di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan gabah kering panen 6,6 ton per hektar,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.
Pada kesempatan itu, Bu Min mengeluarkan uneg-uneg terkait alokasi pupuk subsidi bagi petani Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Alokasi pupuk subsidi selama ini hanya mencover 37 persen kebutuhan petani,”ujar Bu Min.
Dia berharap Menteri Pertanian SYL menambah alokasi pupuk subsidi mengingat pabrik penghasil pupuk, PT Petrokimia Gresik berlokasi di Gresik. Selain persoalan pupuk bersubsidi, Wakil Bupati yang berpasangan dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menyentil harga jeruk nipis yang kian anjlok di pasaran.
PANEN RAYA :Men BUMN Erick Thohir bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa naik trantor untuk panen raya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat, 13 Maret 2021. Sedangkan Mentan SYL menjadi operator traktor bersama Mendag Muhammad Lutfi dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Gresik memiliki potensi penghasil jeruk nipis sebanyak 600 ton. Jeruk nipis itu sudah disertikasi sebagai varietas unggul. “Saat ini Pak, harga jeruk nipis sangat murah, yaitu Rp 600 per kilogram. Mohon bantuan solusi dari Pak Menteri untuk hal ini,”kata Bu Min.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, di era modern ini meminta kepada petani untuk menjual gabah secara gelondongan alias tanpa proses. Mengelola pertanian harus dimulai dari hulu. Kemudian, pascapanennya.
“Makin sedikit kerugian atau kehilangan makin bagus, oleh karena itu cara cara terampil dan mekanisasi menjadi pilihan kita untuk hari ini dan esok,”kata Mentan SYL.
Dia menambahkan, proses berikutnya adalah proses kemasan dan mengolahnya. Kemudian sesudah itu marketplace-nya. “Sepanjang ini bisa mampu dikoperasikan dengan baik, maka hasilnya juga pasti akan tinggi,”sambungnya.
Mentan SYL juga mengingatkan untuk mulai memikirkan mengenai persediaan air “Musim ini agak ekstrim, persediaan air harus bisa dipikirkan mulai dari sekarang,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id – Sebuah video beredar di laman sosial media, instagram. Video kiriman dari sahabat 1minute.id berdurasi 3 menit, 7 detik itu berupa rencana aksi dari organisasi perangkat daerah (OPD) Gresik.
Video tu berjudul Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik yang tahun ini bakal merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik itu.
HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari. Sedangkan, Hari Jadi Kota Gresik dirayakan setiap 9 Maret. Pemkab Gresik biasanya mengabungkan dua perayaan itu pada 9 Maret. Video itu dibuat pada 2019. “Kemungkinan baru bisa direalisasikan tahun ini,”ujar seorang staf di lingkungan Pemkab Gresik yang enggan disebutkan identitasnya itu.
GARLING : Gardu Suling di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Minggu,7 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Dalam video rencana itu, wajah Gresik Kota Lama (GKL) akan di make over lebih elok. Enak di padang mata atawa eye cathing. Mirip kota modern. Tidak ada kabel listrik, telepon semrawut, pedestrian atau trotoar jalan untuk pejalan kaki lebar, bersih dan di keramik. Serta, rindang.
Di dalam video itu, kekhasan kawasan Gresik Kota Lama (GKL) dengan bangunan cagar budaya, kampung dan tempat religi tetap dipertahankan. Bila teralisasi tahun ini, kawasan GKL ini menjadi daya tarik destinasi bagi wisatawan ini menjadi kado istimewa bagi pemerintahan Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.
Revitalisasi itu rencananya dibiayai oleh pemerintah pusat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik Hermanto T.H. Sianturi membenarkan video rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau itu digagas Pemkab Gresik.
“Rencana detailnya di Pak Washil,”kata Herman ditemui disela acara Gerakan Sang Mantan Menjadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan) di Pendapa Bupati pada Selasa, 2 Maret 2021.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Miftachul Rochman mengatakan, dalam skala kawasan yang ada di kota lama ada 7 jalan yakni Jalah Syeh Maulana Malik Ibrahim, Jalan Agus Salim Jalan KH Zubair, Jalan Kramatlangon, AKS Tubun, Jalan Setiabugi sama lanjutan untuk yang Basuki Rahmat.
Integrasi dengan Jalan Basuki Rahmat, kata Washil, konsepnya bagian bawah terkait dengan saluran yang selama ini sering banjir karena dimensinya kecil. Kedua banyak sedimentasi itu akan diperbaiki secara keseluruhan.
“Kalau itu sudah diperbaiki sekalian saja karena anggaran dari pusat itu cukup besar utilitas yang bagian atas itu turun ke bawah. Semua sesuai dengan koridor untuk wilayah perkotaan,”kata Washil ditemui disela memantau longsor di Bukit Putri Cempo pada Kamis, 4 Maret 2021.
Untuk utilitas, tambahnya, kalau bisa dibawah semua sehingga penataan kota itu jadi lebih baik. “Nanti aja penghijauan yang tumbuh baik disesuaikan dengan kondisi yang ada. Nah itu tujuannya cuman itu aja dengan konsep seperti itu diharapkan untuk wilayah wilayah tersebut itu bebas dari banjir kemudian penataan pedestrian sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan,”harapnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap Gresik Baru bisa terwujud di masa pemerintahan duet Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.
Sebab, Kabupaten yang akan memperingati Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik tahun ini memiliki potensi luar biasa. Sektor UMKM maupun Industri dengan berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar.
Gresik Baru akan bisa terwujud bila pembangunan yang dilakukan Pemkab Gresik selaras dengan visi-misi Nawa Cita, Nawa Bhakti dan Nawa Karsa. Hal itu diungkapkan Gubernur Khofifah ketika memberikan sambutan di rapat paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati Gresik di ruang Paripurna DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021.
Sertijab dari Plh Bupati Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan protokol kesehatan. Rapat Paripurna yang dihadiri Gubernur Khofifah dipimpin Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.
Dalam pidatonya 60 menit lebih itu, Gubernur Khofifah menyampaikan beberpa hal, terutama terkait percepatan pemulihan ekonomi nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk bisa diimplementasikan Pemerintahan baru di Kabupaten Gresik menyelerasakan dengan Visi-Misi Bupati.
“Mari kita selaraskan Nawa Cita, Nawa Bhakti dan Nawa Karsa dalam pembangunan Gresik ke depan, Gresik Baru,”ujar Khofifah. Rapat Paripurna Sertijab Bupati ini dihadari Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Aradowanti itu, Gubernur Khofifah mengingatkan saat ini menjelang musyarawah rencana pembangunan (Musrenbang).
“Ini sudah akan Musrenbang, selalu kami tekankan komplementaritas program pembangunan Daerah dan Pusat,”imbuh mantan Menteri Sosial itu.
Dalam hierarki kewenangan kekuasaan negara, Khofifah, lanjut Khofifah, sesungguhnya Presiden adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara, kemudian diserahkan sebagian kepada Gubernur dan Bupati-Walikota. “Oleh karena itu Program kita harus inline (selaras) ada RPJMN, RPJMD Provinsi, RPJMD Kabupaten Kota,”jelasnya.
Khofifah kemudian menjelentrehkan beberapa arahan presiden untuk diimplementasikan pada level daerah. Antara lain, Pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul, pekerja keras, dan bertalenta global.
“Kemudian pembangunan infrastruktur, yang disampaikan Pak Bupati tadi soal SPAM, yang saat ini sudah tersedia sumber airnya dari SPAM Umbulan baru 300 liter per detik masuk ke Gresik, saya harap ada percepatan hingga 2000 liter per detik,”kata Khofifah.
Terkait peningkatan infrastruktur, Gubernur Jatim ini, menyoroti soal kali Lamong. Menurutnya dana normalisasi kali Lamong sejak dulu sudah ada, ketika disiapkan budget 1,04 triliun rupiah terjadi perbedaan cara pandang. Menteri PUPR saat itu menginginkan dibuat tanggul, namun ada yang mengatakan sungai cukup dikeruk.
“Hal-hal seperti ini yang harus kita cocokkan dengan PUPR, melalui 11 UPT-nya, kalau tidak seperti ini maka akan menjadi banjir tahunan,”ujar Khofifah.
Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memasuki ruang rapat Paripurna agenda Sertijab Bupati dari Plh Bupati Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu,6 Maret 2021 ( foto : ist)
Birokrasi
Terkait Birokrasi, Khofifah mewanti-wanti kepada duet Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan penyenderhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi. “Transformasi ekonomi ini antara lain proses digitalisasi sistem,”terangnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengatakan, pesan Gubernur Khofifah akan menjadi suplemen yang sangat berguna menguatkan program visi dan misi yang diusungnya, Nawa Karsa. Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen menjalankan program yang selaras dengan arahan pemerintah pusat.
“Pesan ibu Gubernur tadi terkait Penyederhanaan birokrasi, normalisasi kali Lamong, penyediaan air minum bersih itu semua program yang kami usung, sehingga akan selaras dengan arahan pemerintah pusat,”kata Gus Yani usai acara sertijab didampingi Wabup Bu Min – sapaan – Aminatun Habibah di kantor DPRD Gresik.
Dalam menjalankan roda pemerintahannya, Yani menekankan kolaborasi, dan akan mempertahankan dan melanjutkan apa yang sudah baik tinggalan pemerintahan Sambari -Qosim. Akan tetapi, akan melakukan langkah kebijakan yang dianggap lebih baik.
“Jadi pasti dalam mewujudkan Nawa Karsa akan ada hal-hal baru yang akan kita tempuh, untuk meningkatkan UMKM, kesehatan dan ketahanan sosial, mewujudkan Gresik Baru. Gresik Baru untuk semua,”tegasnya..
Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menegaskan DPRD Gresik yang dipimpinnya siap membantu mewujudkan Visi-Misi Pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani.
” Dalam program legislasi saat ini sedang digodok perda kredit lunak, perda perikanan dan pertanian, serta UMKM, itu semua dalam rangka percepatan pembangunan yang menunjang program kerja Bupati dan Wakil Bupati terpilih,”katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim dan Mujib Ridwan dalam konfrensi pers setali tiga uang dengan Abdul Qodir. DPRD Gresik, kata Nurhamim, telah menyiapkan dua regulasi untuk menyukseskan visi-misi Nawa Karsa, Gus Yani dan Bu Min. Dua regulasi itu adalah peraturan daerah (Perda) Pemberian Kredit Lunan untuk UMKM. Dan, satu lagi, tambahnya, menggagas atau perhatian sektor pertanian dan perikanan. (*)
GRESIK,1minute.id – Kali Lamong kembali meluap. Curah hujan tinggi membuat air bah membanjiri empat desa di Kecamatan Cerme pada Sabtu, 6 Maret 2021. Data Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme, empat desa terdampak banjir luapan Kali Lamong itu adalah Desa Dungus, Morowudi, Betiting dan Dadapkuning.
Di Desa Dungus menggenangi 50 rumah dengan ketinggian antara 10-20 centimeter. Selain rumah, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu merendam sawah seluas 30 hektare, tambak seluas 20 ha serta jalan poros desa (JPD) sepanjang 650 meter dengan ketinggian air 50 cm serta jalan lingkungan sepanjang 250 m dengan ketinggian air 30 cm.
Sedangkan, di Desa Morowudi, air menggenangi sawah seluas 50 ha, tambak seluas 25 ha serta jalan raya sepanjang 250 m dengan ketinggian air 3 cm. Di Desa Betiting air menggenangi sawah seluas 20 ha dan tambak seluas 10 ha. Kemudian, di Desa Dadapkuning. sawah seluas 10 ha dan JPD sepanjang 100 m dengan ketinggian air 15 cm.
“Air mulai datang siang hari,”kata Rahman, warga Desa Dungus,”katanya pada Sabtu, 6 Maret 2021. Camat Cerme Suyono ketika dikonfirmasi mengatakan, sebagian besar banjir Kali Lamong masih menggenangi area sawah, tambak dan jalan poros desa. “Hanya di Desa Dungus ada sekitar 50-an unit rumah yang tergenangi banjir. Ketinggian airnya antara 10-20 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan ini ketika dikonfirnasi melalui WhatsApp pada Sabtu, 6 Maret 2021.
Penyelesaian banjir Kali Lamong di Gresik Selatan berasal dari kabupaten tetangga yang bertahun-tahun ini menjadi prioritas masa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah yang baru dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021.
“Kali Lamong akan tetap menjadi prioritas dalam masa bakti kami, Gresik Baru,”kata Gus Yani usai acara serah terima jabatan (sertijab) dari Plh Bupati Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021. (*)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah sepakat menolak pengadaan mobil dinas baru. Pagebluk coronavirus disease 2019 belum berakhir sehingga pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati tidak diperlukan.
Masih banyak masyarakat Gresik yang terdampak pandemi Covid-19. Ditambah lagi, angka pengangguran dan kemiskinan di Gresik masih tinggi.
Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah memilih memakai mobil Toyota Innova kelir putih untuk menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Bupati yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021.
“Kami berdua sudah sepakat untuk menolak mobil dinas baru. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat menghemat anggaran kita,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di halaman kantor DPRD Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan mobil dinas yang lama ketika menghadiri Sertijab Bupati yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sejak dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya pada Jumat, 26 Februari 2021 lalu, Gus Yani masih menggunakan mobil dinas lama yang digunakan mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, yaitu Toyota Fortuner rakitan 2016 itu.
Begitu juga dengan Aminatun Habibah yang menggunakan bekas mobil dinas mantan Wabup Gresik Moh Qosim. Kondisi mobil dinas lama yang digunakan selama masa pemerintahan Sambari – Qosim itu adalah mobil dinas Toyota Fortuner Vrz Tetradrive warna putih itu masih layak dipakai.
Kondisi mobil masih prima, perawatan servis rutin dan belum ada kerusakaan yang berarti sehingga tidak terlalu penting baginya untuk pengadaan mobil dinas baru.
Sikap Gus Yani dan Bu Min yang menolak mobil dinas baru itu, menghemat anggaran sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembelian mobil dinas baru. Dengan rincian, satu mobil dinas baru Toyota New Fortuner Vrz 4×4 2.4 SRZ A/T DSL terbaru dengan harga sekitar Rp 700 jutaan untuk Bupati dan Wakil Bupati. “Pakai ini saja, efisiensi anggaran,” tutupnya. (*)