Komisi II DPRD Gresik Dorong Pemkab Gresik untuk Memberikan Perhatian Khusus Sektor Perikanan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik salah satu penghasil bandeng terbesar di Jatim. Pada 2020, hasil panen Ikan Bandeng mencapai  87.199.779 kilogram atau 87,1 ribu ton per tahun. Meskipun hasil panen ikan bandeng tetap tinggi. Namun, persoalan yang dihadapi para petambak ikan masih cukup besar. Harga pakan kerap tidak terkendali dan kelangkaan pupuk ketika awal mengisi bandeng budidaya.

Potensi besar di sektor perikanan, antara lain di Wilayah Kecamatan Manyar yakni Desa Betoyo Guci, BetoyoKauman, Sumberejo, Tanggulrejo, Gumeno, dan sekitarnya. Selain sektor perikanan, petumbuhan sektor industri juga sangat pesat. Kondisi tersebut tentu akan sangat berpengaruh pada sektor perikanan, sehingga pemerintah harus memberikan perhatian khusus terhadap para petani tambak.

Faktanya, kalangan petani tambak di Kabupaten Gresik saat ini justru dibuat waswas dengan adanya kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan RI) mencabut alokasi pupuk subsidi di bidang perikanan. Padahal, petani tambak juga membutuhkan pupuk subsidi untuk meningkatkan produktivitas perikanan. Jika petani tambak hanya memakai pupuk non subsidi, hasil keuntungan tidak begitu memuaskan akibat selisih harga yang terlampau tinggi.

Sekretaris Komisi II DPRD Gresik M Syahrul Munir mengatakan, jika kondisi itu tidak segera diatasi oleh pemerintah, maka pihaknya khawatir lambat laun para petani tambak akan putus asa. Akibatnya, petani tambak  pada akhirnya menjual lahannya, karena biaya operasional tidak berbanding lurus dengan penghasilan yang mereka dapatkan.

”Saya juga turut prihatin jika fasilitas dan sarana prasana perikanan di Gresik, khususnya di kawasan perikanan budidaya seperti Betoyo Guci ini . Saya khawatir petani tambak lelah menjadi petani dan lebih senang menjual tambaknya untuk dijadikan pabrik atau gudang,” ujar Syahrul saat menanggapi beberapa keluhan petani tambak dalam Musyawarah Desa (Musdes) di Desa Betoyo Guci, Kecamatan Manyar, Sabtu malam, 29 Januari 2022.

SOSIALISASI : Sekretaris Komisi II DPRD Gresik M Syahrul Munir ketika sosialisasi kepada masyarakat di Desa Betoyo, Guci, Kecamatan Manyar (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Politisi muda asal PKB ini, mengajak masyarakat untuk sama-sama berfikir kemudian bersikap bahwa wilayah perikanan di Kabupaten Gresik harus dipertahankan agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan industri.
”Tentu masyarakat harus bersiap diri,”tegasnya.

Syahrul,produksi perikanan di Kabupaten Gresik mencapai sekitar ribuan bahkan jutaan pertahun. Namun, hasil produksi itu dinilai murni dari kreativitas para petambak, sebab hingga saat ini pemerintah belum punya support sistem yang baik bagi keberlangsungan para petambak.

”Perencanaan pembangunan berkelanjutan belum terlihat keberpihakannya kepada sektor perikanan,”tuturnya. Pemerintah, lanjutnya, juga belum memiliki pusat penelitian perikanan untuk menjaga kualitas air dan kualitas ikan di Kabupaten Gresik. Maka tak heran bila jaringan irigasi dan drainase bertabrakan sehingga kualitas air semakin lama semakin tercemar oleh limbah. (yad)

Komisi II DPRD Gresik Dorong Pemkab Gresik untuk Memberikan Perhatian Khusus Sektor Perikanan Selengkapnya

Komitmen Dukung Kebijakan Pemerintah, Wilmar Gelar Bazar Migor Satu Harga

GRESIK,1minute.id – PT Wilmar Nabati Indonesia menggelar bazar atau melakukan operasi pasar minyak goreng satu harga. Bazar digelar oleh perusahaan pengolahan minyak sawit itu sebagai komitmen mendukung kebijakan pemerintah menetapkan harga minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter.

Bazar migor kemasan ini digelar di halaman perusahaan di Jalan Kapt Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Masyarakat menyambut antusiasme. Alhasil kurang dari 2 jam, 1.000 liter minyak goreng yang disediakan oleh perusahaan ludes.

Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes mengatakan, kegiatan operasi pasar ini digelar sebagai bentuk dukungan PT WINA pada pemerintah yang telah menerapkan kebijakan minyak goreng satu harga. “Meskipun saat ini harga bahan baku mengalami kenaikan namun kami tetap mendukung dan mengamankan kebijakan pemerintah,”ujar Ridwan.

Pada operasi pasar kali ini, PT WINA telah menyiapkan sedikitnya 1.000 liter minyak goreng yang terbagi kedalam dua merek yakni Sania dan Fortune. Disebutkan, untuk minyak goreng Sania bisa dibeli oleh masyarakat dengan harga Rp 14.000 per liter sedangkan untuk merk Fortune kemasan ekonomis dijual Rp 13.500 per liter.

“Kegiatan operasi pasar ini akan terus kami lakukan, baik di lingkungan sekitar perusahaan maupun di desa-desa bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun provinsi,” imbuhnya. Ridwan berharap melalui operasi pasar ini fenomena panic bunying yang saat ini tengah terjadi bisa segera normal. Sehingga masyarakat tidak perlu membeli minyak goreng dalam jumlah banyak yang justru akan membuat warga lain tidak kebagian.

“Dalam melakukan operasi pasar ini sama sekali tidak mempengaruhi supply kami ke pasar ritel,”jelasnya.
Ditempat yang sama, General Affair PT Wilmar Nabati Indonesia Andy Mahmud menambahkan, demi tertibnya kegiatan bazar minyak goreng satu harga ini setiap warga hanya boleh membeli dua liter minyak goreng. Selain itu pembeli juga diwajibkan membawa KTP untuk di data identitasnya.”Kami melakukan screaning kepada pembeli agar tidak ada yang membeli lebih. Sehingga semua bisa kebagian,” kata Andy.

Disamping itu pihaknya juga melakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi setiap pembeli yang datang. Diantaranya mengecek suhu tubuh, menyemprotkan hand sanitizer, mengatur tempat duduk agar berjarak dan mewajibkan penggunaan masker.
“Wilmar tidak akan berhenti disini saja, bersama pemerintah kami akan terus keliling dan mengurai permasalahan tingginya harga minyak goreng,” tandasnya. (yad)

Komitmen Dukung Kebijakan Pemerintah, Wilmar Gelar Bazar Migor Satu Harga Selengkapnya

BNNK Ajak Media Bersinergi Perangi Penyalahgunaan Narkotika di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemberantasan penyalagunaan narkoba gencar dilakukan oleh BNNK Gresik maupun Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Gresik. Tapi, jumlah pencandu narkoba tren naik. Data Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik maupun Satreskoba Polres sama-sama naik. 

Ngelus dada. Prihatin. Apalagi kuantitas peredaran narkoba juga meningkat. BNNK Gresik kali terakhir mengamankan barang bukti (BB) 150 gram. Barang dikirim lewat paket pos. Sedangkan, Satreskoba Polres pada 2020 mengungkapkan 103 kasus. Pada 2021 meningkat menjadi 121 kasus dengan 153 tersangka. 

Nah, guna perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Gresik BNNK Gresik mengajak semua pihak untuk bersinergi. Seluruh komponen stakeholder dan masyarakat memiliki peranan masing-masing untuk meminimalisir peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto dalam acara Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media mengatakan untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba yang diselenggarakan BNNK Gresik pada 3 Februari 2022. Menurutnya, pers memiliki peranan penting dalam upaya pemberantasan barang haram di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

“Bagaimana berita yang disajikan oleh media bisa mengedukasi masyarakat, memberikan sosialisasi sehingga harapannya dapat meminimalisir peredaran narkoba di Kota Santri. Peranan ini yang harus didorong, mari bersama – sama berantas narkoba,”ujarnya.
Workshop menghadirkan empat narasumber yakni Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Irwan Tjatur Prambudi, Kepala Bakesbangpol Gresik Nanang Setiawan dan Bachtiar dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik. 

Supriyanto melanjutkan narkoba memiliki efek buruk bagi generasi muda Indonesia. Di mana bisa menimbulkan efek ketergantungan. Mayoritas pengguna yang tertangkap kepolisian mengaku mengkonsumsi narkoba untuk doping atau menambah energi. “Mirisnya, rata-rata adalah generasi muda bahkan pelajar,”katanya. 

Oleh karenanya, semua komponen diajak untuk bersama-sama melawan ancaman narkoba. Ini bukan tentang tanggung jawab BNN dan Polri, tapi seluruh stakeholder dan masyarakat. Bagaimana mengawasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar kemudian melapor untuk ditindaklanjuti.

Pihaknya optimis, ketika sinergitas terbangun secara kuat, peredaran narkoba akan bisa diminimalisir. Sekarang ini yang menjadi faktor besar adalah Gresik menjadi wilayah penyangga ibukota Jawa Timur. Pengedar dan pengguna narkoba dengan mudah seliweran.

Sementara, Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Irwan Tjatur Prambudi menuturkan  persoalan narkoba di Gresik semakin tahun semakin naik tidak malah turun mulai dari pengedar dan pemakai. Dimana ada permintaan tinggi pemakai juga banyak. Indikator peningkatan peredaran narkoba adalah kasus narkoba semakin naik. “Pada 2020 terdapat 103 kasus dan tahun lalu, 2021 menjadi 121 kasus yang terungkap,” ungkapnya. 

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan DPRD Gresik melalui hak inisiatif telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) 11/2020 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika dan Prekursor Narkotika. “Perda sudah disahkan,”tegasnya.(yad)

BNNK Ajak Media Bersinergi Perangi Penyalahgunaan Narkotika di Gresik  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Terapkan Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi Menggunakan Aplikasi Digital 

GRESIK, 1minute.id – Jelang musim tanam April – September 2022, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus meningkatkan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.
Pengawasan dilakukan melalui penerapan sejumlah sistem dan aplikasi digital seperti Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

Direktur Operasi & Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyatakan sistem aplikasi digital ini dibangun untuk memperkuat pengawasan di seluruh jaringan distribusi yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik. Mulai dari pabrik (Lini I) sampai dengan gudang di tingkat Provinsi (Lini II), selanjutnya ke gudang di tingkat Kabupaten (Lini III), kemudian diteruskan ke gudang distributor di tingkat kecamatan, hingga distributor mengirimkan ke kios-kios resmi di tingkat desa (Lini IV).

“Kami ingin memastikan proses distribusi di seluruh lini yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik berjalan dengan baik dan sesuai prosedur,”tegas Digna.
Hal ini sejalan dengan program holding Pupuk Indonesia yang saat ini tengah meningkatkan digitalisasi proses distribusi pupuk bersubsidi melalui Distribution Planning and Control System (DPCS). Selain itu, Pupuk Indonesia juga sedang melakukan uji coba penebusan pupuk secara online menggunakan aplikasi Retail Management System (RMS).

Lebih lanjut Digna menjelaskan, WMS merupakan aplikasi digital berbasis mobile apps dan web untuk pengelolaan pergudangan di Gudang Lini 1 Petrokimia Gresik. WMS dilengkapi hardware berupa tablet, monopod dan action cam, sehingga seluruh kegiatan di gudang bisa terpantau dan tersistem dengan baik. Selain itu, WMS juga memiliki fitur yang terhubung langsung dengan Google Maps dan terintegrasi dengan Sistem Scheduling Truck Online (SISTRO) Petrokimia Gresik yang secara otomatis akan melakukan manajemen antrean truk untuk meminimalisir terjadinya penumpukan antrean. 

“Seluruh aktivitas dan data truk yang mengangkut pupuk akan terekam di aplikasi WMS, baik sebelum maupun sesudah proses pemuatan,” imbuh Digna.
Untuk memastikan data yang di input sesuai dengan kondisi riil di lapangan, petugas gudang wajib melampirkan foto kondisi truk. Kemudian serah terima antara petugas dan driver dilakukan setelah proses pemuatan selesai dan ditandai dengan berita acara yang dilengkapi digital signature. Setelah pengambilan pupuk selesai, data akan langsung terkoneksi dengan System Application and Product in Data Processing (SAP) Pupuk Indonesia.

“Dengan demikian, kita bisa meng-capture kondisi stok secara real time di seluruh area dari lini I sampai lini IV, baik indoor maupun outdoor (dalam perjalanan),”ujar Digna. 

Tidak hanya di area pergudangan, digitalisasi pengawasan distribusi juga diterapkan di pelabuhan melalui sistem Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport). Petroport memiliki fungsi pengawasan, pencatatan dan pelaporan, serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems), sehingga dapat menghilangkan potensi demurrage atau denda akibat keterlambatan proses bongkar muat.

“Dengan digitalisasi sistem yang terintegrasi, diharapkan dapat meminimalisir potensi penyimpangan dalam jaringan distribusi Petrokimia Gresik. Sehingga proses distribusi pupuk bersubsidi semakin efektif dan efisien, baik secara waktu maupun biaya,” tandas Digna.

Terakhir, Digna menambahkan pengawasan terhadap penyaluran sampai dengan penggunaan pupuk bersubsidi di setiap daerah dilakukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdiri dari unsur-unsur dinas terkait dan aparat penegak hukum. KP3 ini mempunyai hak untuk merekomendasikan pencabutan ijin distributor melalui dinas daerah yang membawahi perdagangan apabila terbukti melakukan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi. 

“Secara prinsip Petrokimia Gresik siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan pemerintah, yaitu memproduksi pupuk sesuai penugasan dan memastikan distribusinya sampai ke kios resmi (lini IV). Kami juga tidak akan segan menindak tegas distributor apabila terbukti melakukan pelanggaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi sesuai rekomendasi KP3 dan dinas setempat,”tutup Digna. (yad)

Petrokimia Gresik Terapkan Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi Menggunakan Aplikasi Digital  Selengkapnya

BPKB Menilai Tata Kelola dan Sistem Pengendalian Internal Pemkab Gresik Baik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) meraih penghargaan atas capaian kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) level 3 serta Sosialisasi Penyusunan Daftar Penilaian Resiko di Lingkungan Pemkab Gresik dari BPKP.

Penghargaan itu oleh Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur Alexander Rubi Setyoadi kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 3 Februari 2022. Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Inspektorat Setkab Gresik Edy Hadisiswoyo.

Bu Min berharap capaian kualitas APIP di organisasi perangkat daerah (OPD) Inspektorat bisa terus ditingkatkan guna memberikan konsultasi pada tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian internal di Pemkab Gresik.  “Jangan berpuas diri, terus tingkatkan karena semakin baik kualitas APIP dalam lembaga inspektorat mudah – mudahan diikuti juga dengan kebaikan pelaksanaa program – program dari seluruh OPD,”katanya.

Bu Min melanjutkan, APIP level 3 itu bukan sekadar pemenuhan dokumen atau infrastruktur namun substansinya kepada implementasi Key Proses Area secara berkelanjutan dan berulang. “Key Proses berulang hingga menjadi budaya kerja dan berkomitmen mengawal tata kelola pemerintahan daerah menuju pemerintahan yang baik dan bersih,”tegas Wabup pertama perempuan di Kabupaten Gresik itu.

Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur Alexander Rubi Setyoadi menjelaskan, pengelolaan keuangan Pemkab Gresik telah akuntabel dan implementasi sistem pengendalian internal sudah memadai, sehingga pihaknya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemkab Gresik. 

“Kualitas ini menunjukkan bahwa pengendalian internal yang dibangun dan peran APIP Kabupaten Gresik telah mampu mendorong pencapaian indikator tata kelola pemerintahan yang optimal dan sistem pengendalian internal yang memadai,”jelasnya. 

Ia melanjutkan, pengawasan internal efektif apabila lingkungan pemerintahan di daerah melakukan pengendalian berjalan baik. “Impelemtasi kopabilitas APIP yang optimal akan mampu mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, manajemen resiko dan pengendalian yang memadai serta mendorong pencapaian organisasi pemerintah daerah terutama dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang prima,”katanya. (yad)

BPKB Menilai Tata Kelola dan Sistem Pengendalian Internal Pemkab Gresik Baik  Selengkapnya

Jelang PTM, BIN dan Dinkes Surabaya Gelar Vaksinasi Siswa SD Katolik Santo Vincentius

SURABAYA,1minute.id – Dorongan dari wali murid yang berharap siswa masuk sekolah untuk belajar tatap muka (PTM) berlangsung didalam kelas seperti sedia kala, demikian diungkap Kepala SDK  Santo Vincentius, Kukuh seusai siswanya mendapat vaksin pada Rabu, 2 Februari 2022

“Selama ini para orang tua merasa agak kesulitan dalam mengawasi  belajar anak anaknya dengan sistim daring, pasalnya anak anak cenderung kurang semangat dalam mengerjakan tugas, bahkan sering para orang tua yang dipaksa untuk mengerjakan tugas yang diberikan para guru lewat belajar jarak jauh,”terang Kukuh. 

Gayung bersambut, ketika anak anak bisa di vaksin sebagai salah satu syarat untuk pembelajaran tatap muka 100 persen, maka sekolah yang berada di Jl Tidar  no 113, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Surabaya langsung mengajukan diri. 

Kepala Puskesmas Sawahan Grace  yang ikut terjun ke lokasi merasa senang, dan dalam kesempatan tersebut berhasil memvaksin 180 siswa-siswi. “Kami beserta tim termasuk dari BIN yang turun di SDK Santo Vincentius ikut bangga, ternyata anak anak begitu dijelaskan betapa pentingnya vaksinasi untuk kekebalan masing masing individu dan juga kelompok masyarakat, serentak anak anak bersedia ikut, ini perlu diapresiasi,”ujar Grece. (yad)

Jelang PTM, BIN dan Dinkes Surabaya Gelar Vaksinasi Siswa SD Katolik Santo Vincentius Selengkapnya

Bupati Datang Suasana Desa Sumurber Cair, Bakal Undang Pihak Bertikai ke Kantor Bupati 

GRESIK,1minute.id – Konflik berkepanjangan antarwarga di Desa Sumurber, Kecamatan Panceng mulai diurai oleh Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani datang langsung untuk menyelesaikan di Balai desa setempat pada Rabu, 2 Februari 2022.
M

Sebelumnya, puluhan warga desa setempat mendatangi Mapolsek Panceng. Mereka mendesak tiga warga desa yakni Syaiful Arif, Basir dan Nasihin tidak di proses hukum. Sebab, ketiga warga tersebut dianggap telah membela kepentingan warga setempat. Ketiga warga tersebut berurusan dengan aparat kepolisian atas laporan Suhud, warga setempat. 

Bahkan, untuk membela Syaiful Arif dkk itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama ormas Keagamaan dan organisasi kepemudaan Desa Sumurber membuat pernyataan sikap. Pernyataan sikap berisi 5 poin itu dibacakan oleh Ketua BPD Sumurber Muhammad Natiq dihadapan Bupati Fandi Akhmad Yani, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Suyono, dua anggota DPRD Gresik Suberi dan Fauzi. Serta forum pimpinan Kecamatan Panceng. 

Lima poin itu, bunyinya : Menyikapi aksi massa yang terjadi di Balai Desa Sumurber pada hari Sabtu, 22 Januari 2022 terhadap Suhud.Kami menyatakan sikap sebagai berikut:1. Mengecam keras tindakan saudara Suhud yang melakukan penodaan terhadap simbol kenegaraan tingkat desa dan tindakan-tindakan mengganggu pelayanan publik dan ketentraman masyarakat.2. Mendorong dilakukannya musyawarah mufakat dengan azas kekeluargaan dalam penyelesaian persoalan-persoalan kemasyarakatan3. Menolak dengan tegas dilakukannya penanganan terhadap 3 (tiga) orang terlapor yaitu; saudara Syaiful Arif, Basir dan Nasihin yang telah membela kepentingan masyarakat, dan selama ini pihak kepolisian cenderung diam dan melakukan pembiaran terhadap pelaku (Suhud) yang telah menghina, menodai, dan merendahkan kehormatan simbol Negara yang ada di desa kami4. Pihak kepolisian diharapkan bisa adil dan bijaksana dalam menyikapi persoalan yang terjadi di desa kami5. Mendorong seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat.Demikian pernyataan sikap kami.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta kepada masyarakat tetap tenang dan tidak emosional. Sebab, tidak ada keberkahan dalam pertikaian. Sebab, program pemerintah bisa berjalan bila kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) stabil. “Tadi, Saya kesini melewati jalan yang rusak. Program perbaikan infrasruktur bisa berjalan bila tidak ada saling curiga,”katanya.

Ia berharap pertikaian yang sudah menahun antarwarga bisa diselesaikan secara Musyawarahkan. Ia berjanji warga yang selama ini bertikai akan diundang ke Pemkab Gresik. “Saya akan mengundangnya sendiri. Berupaya tidak ada tukang gosok di Sumurber.Mudah-mudahan an tidak pertikaian lagi,”katanya disambut tepuk sorak warga yang memadati Balai desa setempat itu.

Ia meminta problem yang terjadi bisa diselesaikan melalui jalur Musyawarah. “Kita niatkan damai,”tegasnya dan lagi-lagi me mendapatkan aplaus masyarakat. Terkait rencana pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 47 desa tersebar 18 Kecamatan bisa berjalan lancar. Satu dari 47 desa yang bersiap untuk Pilkades itu adalah Desa Sumurber.

MASSA : Warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng mendatangi Mapolsek Panceng meminta 3 warga tidak di proses hukum pada Rabu, 2 Februari 2022

Gus Yani meminta kepada panitia Pilkades bisa menjadi momentum pemersatu warga. “Jangan sampai Pilkades sebagai moment pemecah bela,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani mengingatkan. Semua warga diperbolehkan mencalonkan diri. “Asal sesuai dengan aturan yang ada,”ujar Bupati berusia 36 tahun itu. Mengapa? Sebab, Drsa Sumurber memiliki potensi luar biasa,  “Masyarakat berkualitas , banyak orang Santri,”tegasnya.

Untuk diketahui, seorang warga diduga berinisial Shd melabur Balai desa dengan teletong sapi.  Ulah Shd menimbulkan emosi massa. Syaiful dkk emosi kemudian melakukan aksi balasan melabur oknum warga itu dengan teletong sapi. Diduga kuat saat melabur teletong ada unsur kekerasan fisik. Lelaki berinisial Shd kemudian melapor ke Polsek Panceng. 

Kapolsek Panceng AKP Didik H., menyatakan setelah pemeriksaan awal, pihaknya melimpah perkara tersebut ke Polres Gresik. “Perkara sudah kami limpahkan ke Polres tiga hari lalu,”ujar AKP Didik usai acara di Balai Desa Sumurber pada Rabu, 2 Februari 2022. (yad)

Bupati Datang Suasana Desa Sumurber Cair, Bakal Undang Pihak Bertikai ke Kantor Bupati  Selengkapnya

Ekspor Perdana ke Singapura dan Malaysia, Bupati Sebut Jeruk Nipis Kebonagung Bisa Meningkatkan Imunitas dan Vitalitas 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana jeruk nipis (Citrus aurantifolia) ke Malaysia dan Singapura pada Rabu, 2 Februari 2022. Jeruk nipis petani asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Ekspor jeruk dilakukan oleh Koperasi Super Lime Kebonagung ini hasil kolaborasi dengan Kantor Bea Cukai, Dinas Diskoperindag, Dinas Pertanian, Asosiasi Gading Emas serta KBRI Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. 

Ekspor jeruk nipis yang diangkut 6 mobil pikap dilakukan langsung oleh koperasi kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Terobosan baru ini mendapatkan apresiasi dari Bupati Fandi Akhmad Yani.

Fandi Akhmad Yani mengatakan jeruk nipis Kebonagung ini bisa meningkatkan Imunitas di masa pandemi dan vitalitas. Sebab, jeruk ini mengandung vitamin C sangat tinggi. “Branding (meningkatkan imunitas dan vitalitas) ini harus diangkat untuk mengangkat hasil perkebunan jeruk nipis di Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah ini,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutanya. 

Beberapa hasil kajian menyebut manfaat jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang kaya manfaat.  Herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan.

Desa Kebonagung memiliki potensi jeruk nipis besar. Lahan kebun jeruk nipis seluas 450 hektare. Jeruk nipis bisa di panen setiap bulan. Rata-rata hasil panennya 2 ton sampai 3 ton per hektare per bulan.  Dengan kapasitas yang besar itu, imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, perlu adanya strategi pengembangan. Diantaranya, pemasarannya harus diperluas. Selain pasar lokal juga pasar ekspor. “Untuk memperluas pangsa pasar,  pengurus koperasi harus lebih banyak bekerja di luar,”ujarnya. 

Gus Yani menganalogikan, pengurus koperasi memiliki mental seperti sopir angkutan umum yang terus mencari penumpang. “Artinya pengurus koperasi harus rajin memasarkan. Mencari pangsa pasar baru. Fokus pengembangan pasar Sedangkan petani fokus menanam, menjaga kualitas jeruk nipis,”ujarnya. 

Di akhir sambutan Gus Yani mengajak bergerak bersama UMKM Gresik untuk terus semangat menembus pasar luar negeri dan mudah mudahan Koperasi Super Lime ini menjadikan Kebonagung menjadi Desa Devisa atas Produk Perkebunan.

Kasi Kepabeanan dan Cukai V KPP Bea Cukai Gresik Eko Rudi Hartono, menambahkan koperasi yang sudah dibentuk oleh Pemdes Kebonagung diharapkan berani melakukan ekspor sendiri. “Bea Cukai, Diskoperindag dengan Asosiasi Gading Emas akan selalu siap berkolaborasi untuk meningkatkan Ekspor Jeruk Nipis hasil perkebunan Desa Kebonagung,”tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Kebonagung Lubis Farisman menceritakan nasib petani jeruk nipis di desanya pada 2020. Ia menyebut diawal pandemi Covid-19 kondisi pertanian di Kebonagung sangat memprihatinkan. “Harga jeruk nipis terendah.  Harga jeruk nipis hanya Rp 700 per kilogram,”terangnya. (yad)

Ekspor Perdana ke Singapura dan Malaysia, Bupati Sebut Jeruk Nipis Kebonagung Bisa Meningkatkan Imunitas dan Vitalitas  Selengkapnya

Wisata Heritage Kampung Pecinan Gresik, Klenteng Tertua di Jawa yang Kesohor Ciamsi

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bakal menjadikan Kampung Pecinan menjadi destinasi wisata di Gresik. Kampung Pecinan berlokasi di Jalan Setiabudi, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan Gresik telah dilakukan revitalisasi oleh Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK PKP) Gresik. 

Revitalisasi dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), salah satu Program Nawa Karsa, Gresik Lestari akan dilanjutkan tahun ini. Ada tujuh ruas jalan yang bakal di sulap menjadi kawasan yang lebih ciamik. Tujuh ruas jalan itu adalah Jalan Basuki Rahmat ; AKS Tubun; Agus Salim ; KH Zubair ; Malik Ibrahim dan Setiabudi.

Mengapa Kampung Pecinan? Kampung ini terdapat bangunan rumah lawas peninggalan Kolonial Belanda. Di kampung itu juga terdapat tempat ibadat warga Tionghoa. Tempat Ibadat itu adalah Klenteng Kim Hin Kiong. Prasasti yang ditempel di klenteng alias Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) tertulis berdiri 1 Agustus 1153 Masehi. Kini, telah berumur 869 tahun. 

Artinya lebih tua dari lahirnya Kota Gresik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 38/1974 , Hari Jadi Kota Gresik pada 9 Maret 1487 dan Hari Pemkab Gresik pada 27 Februari 1974. Tahun ini, Hari Jadi ke-535 Kota Gresik dan HUT ke-48 Pemkab Gresik. 

Infrastruktur jalan di kampung Pecinan sudah tertata lebih elok. Enak dipandang mata. Eksterior seperti penerangan jalan umum (PJU)-nya berornamen khas Tionghoa. Kabel listrik tidak semrawut karena di bawah tanah. 

Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tedjo memberikan apresiasi langkah Pemkab Gresik melakukan revitalisasi Kampung Pecinan itu. “Kalau memang telah menjadi kebijakan Pemerintah, kami dari Klenteng Kim Hin Kiong sangat mendukung,”kata Budi Prasetyo Tedjo usai ritual Sembayang menyabut Tahun Baru Imlek pada Selasa dini hari, 1 Februari 2022.

Budi berharap, penetapan Klenteng Kim Hin Kiong sebagai kawasan heritage akan menjadikan Klenteng lebih ramai. Lebih banyak orang yang bersembayang di Klenteng ini. Meski selama umat Tionghoa yang melakukan ritual sembayang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari Tangerang, Jakarta, Bekasi atau Semarang, Jawa Tengah dan lainnya. Warga Tionghoa dari luar Gresik kalau pergi ke Surabaya pasti mampir sembayang di Klenteng ini.

“Klenteng ini tertua di Jawa,”tegas Budi didampingi sejumlah orang pengurus TITD Kim Hin Kiong itu.
Selain Klenteng tertua di Jawa, lanjutnya, Klenteng Kim Hin Kiong ini juga sangat dikenal dengan memiliki obat paling mujarab alias Ciamsi bagi pemeluk Tri Dharma (Buddha, Taoisem, dan Konfusius). Masih menurut Budi,  ciamsi obat dan ciamsi mengenai nasib.

“(Ciamsi) sangat-sangat cocok,”tegasnya. Terkait revitalisasi yang telah dilakukan Dinas CK PKP Gresik,  Budi mengaku sangat senang. Sebab, revitalisasi yang dilakukan membuat suasana kampung Pecinan semakin bagus.”Penataan sangat senang, bagus sekali. Lebih rapih, lebih bersih dan lebih cerah, Terutama malam hari,”tegasnya. 

Klenteng Kim Hin Kiong juga menjadi saksi dari toleransi beragama yang ada di Gresik. Meski berada di daerah mayoritas pemeluk agama Islam, tapi umat Tionghoa  dan warga sekitar bisa saling menghormati. (yad)

Wisata Heritage Kampung Pecinan Gresik, Klenteng Tertua di Jawa yang Kesohor Ciamsi Selengkapnya

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik

GRESIK,1minute.id – Perayaan tahun baru Imlek 2573 Kongzili dirayakan secara sederhana oleh warga Tionghoa di Gresik. Pandemi Covid-19 belum berakhir membuat perayaan pergantian tahun tanpa ada pertunjukan seni Barongsai dan kembang api. 
Selama dua tahun ini umat Konghucu  merayakan Imlek hanya melakukan sembayang dan doa bersama di Kelenteng Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik. 

Puluhan umat Tri Dharma mulai berdatangan sejak pukul 22.00. Mereka berasal dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sekitar Jawa Timur lainnya. Sembayang dan doa bersama  dilakukan mulai pukul 12.00 malam. Selama 45 menit sembayang yang dipimpin oleh Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong Edi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong) itu berlangsung secara khidmat. 

“Ada tiga dari 9 altar yang menjadi tempat sembayang,”kata Edi Prasetyo Tedjo usai sembayang. Tiga altar yang wajib disembayangi dalam perayaan Imlek ini adalah Altar Thian Kong ,(Tuhan Yang Maha Kuasa) Altar Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Laut dan Dewa Bumi.

Selain itu, dia juga mendoakan kepada umat Tionghoa yang telah memberikan donasi untuk TITD Kim Hin Kiong. Sumbangan diantaranya lampu lampion. Jumlah lampion berjumlah ratusan. Sehingga Klenteng berlokasi di Kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik itu terasa semarak.

“Tadi satu per satu nama penyumbang kami laporkan dan di doakan. Bagi yang belum menyumbang juga di doakan yang sama,”katanya.  Umat yang mengajukan untuk menyumbang lampion ini cukup banyak sehingga pengurus Klenteng yang berdiri pada 1 Agustus 1153 Masehi atau 869 tahun ini terpaksa menolaknya.

“Klenteng sudah penuh lampion,”ujarnya. Dia menyebutkan lampion memiliki filosofi tentang menerangi diri sendiri , hidup sejahtera dan rukun damai.
Edy Prasetyo Tedjo menegaskan dalam sembayang umat berdoa pada tahun ke depan hidup semakin rukun dan damai. Dengan rukun dan damai bisa lebih sejahtera. “Kami juga berdoa pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Gresik dan NKRI,”tegasnya. Usai sembayang umat Tionghoa bersilaturahmi dan saling.  

SILATURAHMI: Anggota Formagam bersilaturahmi dengan pengurus Klenteng Kim Hin Kiong pada Senin malam, 31 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya sembayang bersama, anggotaForum Masyarakat Cinta Keberagaman  (Formagam) melakukan silaturahmi ke pengurus Klenteng. Formagam terdiri dari berbagai agama dan organisasi kepemudaan. Antara lain, Ansor,  Banser dan Gusdurian.

Gusdurian merupakan kelompok yang beranggotakan individu, komunitas, atau lembaga yang sama-sama memiliki pemikiran untuk meneruskan perjuangan Gus Dur. Fokus gerakan ini ialah pada isu-isu tertentu. Di antaranya ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, kearifan tradisi.

Mereka datang bersama Ketua Formagam Djoko Pratomo ditemui ketua TITD Kim Hin Kiong Edy Prasetyo Tedjo. Pertemuan terasa gayeng. Seperti kerukunan antarumat beragama yang sudah lama terjalin rukun dan damai di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (yad)

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik Selengkapnya