Jelang PTM, BIN dan Dinkes Surabaya Gelar Vaksinasi Siswa SD Katolik Santo Vincentius

SURABAYA,1minute.id – Dorongan dari wali murid yang berharap siswa masuk sekolah untuk belajar tatap muka (PTM) berlangsung didalam kelas seperti sedia kala, demikian diungkap Kepala SDK  Santo Vincentius, Kukuh seusai siswanya mendapat vaksin pada Rabu, 2 Februari 2022

“Selama ini para orang tua merasa agak kesulitan dalam mengawasi  belajar anak anaknya dengan sistim daring, pasalnya anak anak cenderung kurang semangat dalam mengerjakan tugas, bahkan sering para orang tua yang dipaksa untuk mengerjakan tugas yang diberikan para guru lewat belajar jarak jauh,”terang Kukuh. 

Gayung bersambut, ketika anak anak bisa di vaksin sebagai salah satu syarat untuk pembelajaran tatap muka 100 persen, maka sekolah yang berada di Jl Tidar  no 113, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Surabaya langsung mengajukan diri. 

Kepala Puskesmas Sawahan Grace  yang ikut terjun ke lokasi merasa senang, dan dalam kesempatan tersebut berhasil memvaksin 180 siswa-siswi. “Kami beserta tim termasuk dari BIN yang turun di SDK Santo Vincentius ikut bangga, ternyata anak anak begitu dijelaskan betapa pentingnya vaksinasi untuk kekebalan masing masing individu dan juga kelompok masyarakat, serentak anak anak bersedia ikut, ini perlu diapresiasi,”ujar Grece. (yad)

Jelang PTM, BIN dan Dinkes Surabaya Gelar Vaksinasi Siswa SD Katolik Santo Vincentius Selengkapnya

Bupati Datang Suasana Desa Sumurber Cair, Bakal Undang Pihak Bertikai ke Kantor Bupati 

GRESIK,1minute.id – Konflik berkepanjangan antarwarga di Desa Sumurber, Kecamatan Panceng mulai diurai oleh Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani datang langsung untuk menyelesaikan di Balai desa setempat pada Rabu, 2 Februari 2022.
M

Sebelumnya, puluhan warga desa setempat mendatangi Mapolsek Panceng. Mereka mendesak tiga warga desa yakni Syaiful Arif, Basir dan Nasihin tidak di proses hukum. Sebab, ketiga warga tersebut dianggap telah membela kepentingan warga setempat. Ketiga warga tersebut berurusan dengan aparat kepolisian atas laporan Suhud, warga setempat. 

Bahkan, untuk membela Syaiful Arif dkk itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama ormas Keagamaan dan organisasi kepemudaan Desa Sumurber membuat pernyataan sikap. Pernyataan sikap berisi 5 poin itu dibacakan oleh Ketua BPD Sumurber Muhammad Natiq dihadapan Bupati Fandi Akhmad Yani, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Suyono, dua anggota DPRD Gresik Suberi dan Fauzi. Serta forum pimpinan Kecamatan Panceng. 

Lima poin itu, bunyinya : Menyikapi aksi massa yang terjadi di Balai Desa Sumurber pada hari Sabtu, 22 Januari 2022 terhadap Suhud.Kami menyatakan sikap sebagai berikut:1. Mengecam keras tindakan saudara Suhud yang melakukan penodaan terhadap simbol kenegaraan tingkat desa dan tindakan-tindakan mengganggu pelayanan publik dan ketentraman masyarakat.2. Mendorong dilakukannya musyawarah mufakat dengan azas kekeluargaan dalam penyelesaian persoalan-persoalan kemasyarakatan3. Menolak dengan tegas dilakukannya penanganan terhadap 3 (tiga) orang terlapor yaitu; saudara Syaiful Arif, Basir dan Nasihin yang telah membela kepentingan masyarakat, dan selama ini pihak kepolisian cenderung diam dan melakukan pembiaran terhadap pelaku (Suhud) yang telah menghina, menodai, dan merendahkan kehormatan simbol Negara yang ada di desa kami4. Pihak kepolisian diharapkan bisa adil dan bijaksana dalam menyikapi persoalan yang terjadi di desa kami5. Mendorong seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat.Demikian pernyataan sikap kami.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta kepada masyarakat tetap tenang dan tidak emosional. Sebab, tidak ada keberkahan dalam pertikaian. Sebab, program pemerintah bisa berjalan bila kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) stabil. “Tadi, Saya kesini melewati jalan yang rusak. Program perbaikan infrasruktur bisa berjalan bila tidak ada saling curiga,”katanya.

Ia berharap pertikaian yang sudah menahun antarwarga bisa diselesaikan secara Musyawarahkan. Ia berjanji warga yang selama ini bertikai akan diundang ke Pemkab Gresik. “Saya akan mengundangnya sendiri. Berupaya tidak ada tukang gosok di Sumurber.Mudah-mudahan an tidak pertikaian lagi,”katanya disambut tepuk sorak warga yang memadati Balai desa setempat itu.

Ia meminta problem yang terjadi bisa diselesaikan melalui jalur Musyawarah. “Kita niatkan damai,”tegasnya dan lagi-lagi me mendapatkan aplaus masyarakat. Terkait rencana pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 47 desa tersebar 18 Kecamatan bisa berjalan lancar. Satu dari 47 desa yang bersiap untuk Pilkades itu adalah Desa Sumurber.

MASSA : Warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng mendatangi Mapolsek Panceng meminta 3 warga tidak di proses hukum pada Rabu, 2 Februari 2022

Gus Yani meminta kepada panitia Pilkades bisa menjadi momentum pemersatu warga. “Jangan sampai Pilkades sebagai moment pemecah bela,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani mengingatkan. Semua warga diperbolehkan mencalonkan diri. “Asal sesuai dengan aturan yang ada,”ujar Bupati berusia 36 tahun itu. Mengapa? Sebab, Drsa Sumurber memiliki potensi luar biasa,  “Masyarakat berkualitas , banyak orang Santri,”tegasnya.

Untuk diketahui, seorang warga diduga berinisial Shd melabur Balai desa dengan teletong sapi.  Ulah Shd menimbulkan emosi massa. Syaiful dkk emosi kemudian melakukan aksi balasan melabur oknum warga itu dengan teletong sapi. Diduga kuat saat melabur teletong ada unsur kekerasan fisik. Lelaki berinisial Shd kemudian melapor ke Polsek Panceng. 

Kapolsek Panceng AKP Didik H., menyatakan setelah pemeriksaan awal, pihaknya melimpah perkara tersebut ke Polres Gresik. “Perkara sudah kami limpahkan ke Polres tiga hari lalu,”ujar AKP Didik usai acara di Balai Desa Sumurber pada Rabu, 2 Februari 2022. (yad)

Bupati Datang Suasana Desa Sumurber Cair, Bakal Undang Pihak Bertikai ke Kantor Bupati  Selengkapnya

Ekspor Perdana ke Singapura dan Malaysia, Bupati Sebut Jeruk Nipis Kebonagung Bisa Meningkatkan Imunitas dan Vitalitas 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana jeruk nipis (Citrus aurantifolia) ke Malaysia dan Singapura pada Rabu, 2 Februari 2022. Jeruk nipis petani asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Ekspor jeruk dilakukan oleh Koperasi Super Lime Kebonagung ini hasil kolaborasi dengan Kantor Bea Cukai, Dinas Diskoperindag, Dinas Pertanian, Asosiasi Gading Emas serta KBRI Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. 

Ekspor jeruk nipis yang diangkut 6 mobil pikap dilakukan langsung oleh koperasi kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Terobosan baru ini mendapatkan apresiasi dari Bupati Fandi Akhmad Yani.

Fandi Akhmad Yani mengatakan jeruk nipis Kebonagung ini bisa meningkatkan Imunitas di masa pandemi dan vitalitas. Sebab, jeruk ini mengandung vitamin C sangat tinggi. “Branding (meningkatkan imunitas dan vitalitas) ini harus diangkat untuk mengangkat hasil perkebunan jeruk nipis di Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah ini,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutanya. 

Beberapa hasil kajian menyebut manfaat jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang kaya manfaat.  Herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan.

Desa Kebonagung memiliki potensi jeruk nipis besar. Lahan kebun jeruk nipis seluas 450 hektare. Jeruk nipis bisa di panen setiap bulan. Rata-rata hasil panennya 2 ton sampai 3 ton per hektare per bulan.  Dengan kapasitas yang besar itu, imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, perlu adanya strategi pengembangan. Diantaranya, pemasarannya harus diperluas. Selain pasar lokal juga pasar ekspor. “Untuk memperluas pangsa pasar,  pengurus koperasi harus lebih banyak bekerja di luar,”ujarnya. 

Gus Yani menganalogikan, pengurus koperasi memiliki mental seperti sopir angkutan umum yang terus mencari penumpang. “Artinya pengurus koperasi harus rajin memasarkan. Mencari pangsa pasar baru. Fokus pengembangan pasar Sedangkan petani fokus menanam, menjaga kualitas jeruk nipis,”ujarnya. 

Di akhir sambutan Gus Yani mengajak bergerak bersama UMKM Gresik untuk terus semangat menembus pasar luar negeri dan mudah mudahan Koperasi Super Lime ini menjadikan Kebonagung menjadi Desa Devisa atas Produk Perkebunan.

Kasi Kepabeanan dan Cukai V KPP Bea Cukai Gresik Eko Rudi Hartono, menambahkan koperasi yang sudah dibentuk oleh Pemdes Kebonagung diharapkan berani melakukan ekspor sendiri. “Bea Cukai, Diskoperindag dengan Asosiasi Gading Emas akan selalu siap berkolaborasi untuk meningkatkan Ekspor Jeruk Nipis hasil perkebunan Desa Kebonagung,”tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Kebonagung Lubis Farisman menceritakan nasib petani jeruk nipis di desanya pada 2020. Ia menyebut diawal pandemi Covid-19 kondisi pertanian di Kebonagung sangat memprihatinkan. “Harga jeruk nipis terendah.  Harga jeruk nipis hanya Rp 700 per kilogram,”terangnya. (yad)

Ekspor Perdana ke Singapura dan Malaysia, Bupati Sebut Jeruk Nipis Kebonagung Bisa Meningkatkan Imunitas dan Vitalitas  Selengkapnya

Wisata Heritage Kampung Pecinan Gresik, Klenteng Tertua di Jawa yang Kesohor Ciamsi

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bakal menjadikan Kampung Pecinan menjadi destinasi wisata di Gresik. Kampung Pecinan berlokasi di Jalan Setiabudi, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan Gresik telah dilakukan revitalisasi oleh Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK PKP) Gresik. 

Revitalisasi dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), salah satu Program Nawa Karsa, Gresik Lestari akan dilanjutkan tahun ini. Ada tujuh ruas jalan yang bakal di sulap menjadi kawasan yang lebih ciamik. Tujuh ruas jalan itu adalah Jalan Basuki Rahmat ; AKS Tubun; Agus Salim ; KH Zubair ; Malik Ibrahim dan Setiabudi.

Mengapa Kampung Pecinan? Kampung ini terdapat bangunan rumah lawas peninggalan Kolonial Belanda. Di kampung itu juga terdapat tempat ibadat warga Tionghoa. Tempat Ibadat itu adalah Klenteng Kim Hin Kiong. Prasasti yang ditempel di klenteng alias Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) tertulis berdiri 1 Agustus 1153 Masehi. Kini, telah berumur 869 tahun. 

Artinya lebih tua dari lahirnya Kota Gresik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 38/1974 , Hari Jadi Kota Gresik pada 9 Maret 1487 dan Hari Pemkab Gresik pada 27 Februari 1974. Tahun ini, Hari Jadi ke-535 Kota Gresik dan HUT ke-48 Pemkab Gresik. 

Infrastruktur jalan di kampung Pecinan sudah tertata lebih elok. Enak dipandang mata. Eksterior seperti penerangan jalan umum (PJU)-nya berornamen khas Tionghoa. Kabel listrik tidak semrawut karena di bawah tanah. 

Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tedjo memberikan apresiasi langkah Pemkab Gresik melakukan revitalisasi Kampung Pecinan itu. “Kalau memang telah menjadi kebijakan Pemerintah, kami dari Klenteng Kim Hin Kiong sangat mendukung,”kata Budi Prasetyo Tedjo usai ritual Sembayang menyabut Tahun Baru Imlek pada Selasa dini hari, 1 Februari 2022.

Budi berharap, penetapan Klenteng Kim Hin Kiong sebagai kawasan heritage akan menjadikan Klenteng lebih ramai. Lebih banyak orang yang bersembayang di Klenteng ini. Meski selama umat Tionghoa yang melakukan ritual sembayang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari Tangerang, Jakarta, Bekasi atau Semarang, Jawa Tengah dan lainnya. Warga Tionghoa dari luar Gresik kalau pergi ke Surabaya pasti mampir sembayang di Klenteng ini.

“Klenteng ini tertua di Jawa,”tegas Budi didampingi sejumlah orang pengurus TITD Kim Hin Kiong itu.
Selain Klenteng tertua di Jawa, lanjutnya, Klenteng Kim Hin Kiong ini juga sangat dikenal dengan memiliki obat paling mujarab alias Ciamsi bagi pemeluk Tri Dharma (Buddha, Taoisem, dan Konfusius). Masih menurut Budi,  ciamsi obat dan ciamsi mengenai nasib.

“(Ciamsi) sangat-sangat cocok,”tegasnya. Terkait revitalisasi yang telah dilakukan Dinas CK PKP Gresik,  Budi mengaku sangat senang. Sebab, revitalisasi yang dilakukan membuat suasana kampung Pecinan semakin bagus.”Penataan sangat senang, bagus sekali. Lebih rapih, lebih bersih dan lebih cerah, Terutama malam hari,”tegasnya. 

Klenteng Kim Hin Kiong juga menjadi saksi dari toleransi beragama yang ada di Gresik. Meski berada di daerah mayoritas pemeluk agama Islam, tapi umat Tionghoa  dan warga sekitar bisa saling menghormati. (yad)

Wisata Heritage Kampung Pecinan Gresik, Klenteng Tertua di Jawa yang Kesohor Ciamsi Selengkapnya

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik

GRESIK,1minute.id – Perayaan tahun baru Imlek 2573 Kongzili dirayakan secara sederhana oleh warga Tionghoa di Gresik. Pandemi Covid-19 belum berakhir membuat perayaan pergantian tahun tanpa ada pertunjukan seni Barongsai dan kembang api. 
Selama dua tahun ini umat Konghucu  merayakan Imlek hanya melakukan sembayang dan doa bersama di Kelenteng Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik. 

Puluhan umat Tri Dharma mulai berdatangan sejak pukul 22.00. Mereka berasal dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sekitar Jawa Timur lainnya. Sembayang dan doa bersama  dilakukan mulai pukul 12.00 malam. Selama 45 menit sembayang yang dipimpin oleh Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong Edi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong) itu berlangsung secara khidmat. 

“Ada tiga dari 9 altar yang menjadi tempat sembayang,”kata Edi Prasetyo Tedjo usai sembayang. Tiga altar yang wajib disembayangi dalam perayaan Imlek ini adalah Altar Thian Kong ,(Tuhan Yang Maha Kuasa) Altar Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Laut dan Dewa Bumi.

Selain itu, dia juga mendoakan kepada umat Tionghoa yang telah memberikan donasi untuk TITD Kim Hin Kiong. Sumbangan diantaranya lampu lampion. Jumlah lampion berjumlah ratusan. Sehingga Klenteng berlokasi di Kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik itu terasa semarak.

“Tadi satu per satu nama penyumbang kami laporkan dan di doakan. Bagi yang belum menyumbang juga di doakan yang sama,”katanya.  Umat yang mengajukan untuk menyumbang lampion ini cukup banyak sehingga pengurus Klenteng yang berdiri pada 1 Agustus 1153 Masehi atau 869 tahun ini terpaksa menolaknya.

“Klenteng sudah penuh lampion,”ujarnya. Dia menyebutkan lampion memiliki filosofi tentang menerangi diri sendiri , hidup sejahtera dan rukun damai.
Edy Prasetyo Tedjo menegaskan dalam sembayang umat berdoa pada tahun ke depan hidup semakin rukun dan damai. Dengan rukun dan damai bisa lebih sejahtera. “Kami juga berdoa pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Gresik dan NKRI,”tegasnya. Usai sembayang umat Tionghoa bersilaturahmi dan saling.  

SILATURAHMI: Anggota Formagam bersilaturahmi dengan pengurus Klenteng Kim Hin Kiong pada Senin malam, 31 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya sembayang bersama, anggotaForum Masyarakat Cinta Keberagaman  (Formagam) melakukan silaturahmi ke pengurus Klenteng. Formagam terdiri dari berbagai agama dan organisasi kepemudaan. Antara lain, Ansor,  Banser dan Gusdurian.

Gusdurian merupakan kelompok yang beranggotakan individu, komunitas, atau lembaga yang sama-sama memiliki pemikiran untuk meneruskan perjuangan Gus Dur. Fokus gerakan ini ialah pada isu-isu tertentu. Di antaranya ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, kearifan tradisi.

Mereka datang bersama Ketua Formagam Djoko Pratomo ditemui ketua TITD Kim Hin Kiong Edy Prasetyo Tedjo. Pertemuan terasa gayeng. Seperti kerukunan antarumat beragama yang sudah lama terjalin rukun dan damai di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (yad)

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik Selengkapnya

Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD 

GRESIK,1minute.id – Dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Ahmad Nurhamim dan Nur Saidah menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) nomor 7 tahun 2021 tentang Desa Wisata. Sosper tahap pertama tahun 2022 itu dihelat di salah satu kafe di Kecamatan Cerme pada Minggu malam, 30 Januari 2022.

Dalam pemaparannya, Ahmad Nurhamim menjelaskan prinsip diselenggarakannya Desa Wisata. Menurut Anha-sapaan-Ahmad Nurhamim, ada tiga prinsip yakni pemberdayaan masyarakat, potensi dan pengembangan budaya dan kearifan lokal serta kelestarian alam dan perlindungan lingkungan hidup.

Prinsip pemberdayaan masyarakat tersebut diharapkan melalui pengembangan Desa Wisata bisa meningkatkan nilai tambah di desa khususnya ekonomi masyarakat. “Wajib hukumnya, melalui perda ini bisa terwujud Desa Wisata yang berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat,”tegas Ketua DPD Partai Golkar itu optimis.

Di kesempatan yang sama Nur Saidah juga menjelaskan maksud dengan adanya perda Desa Wisata ini. Menurut Nur Saidah, Perda Desa Wisata adalah memberikan pedoman bagi penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan kepariwisataan berbasis kawasan pedesaan agar sesuai perencanaan pembangunan Daerah.

Legislator dari Partai Gerindra juga menekankan bahwa tujuan utama dari pengembangan Desa Wisata adalah peningkatan  pendapatan asli daerah (PAD)”Tentunya tujuan akhirnya adalah Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sehingga nantinya desa bisa mandiri,” pungkasnya. Sosper Tahap I/2022 digelar serentak oleh 50 anggota DPRD Gresik di berbagai tempat selama Januari-Februari 2022. (yad)

Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD  Selengkapnya

Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini

GRESIK,1minute.id – Ratusan pedagang Pasar Sidayu membuka lapak di Alun-alun Sidayu pada Senin, 31 Januari 2022. Mereka berjualan di tempat penampungan sementara pascabencana kebakaran pada Minggu, 30 Januari 2022. Suasana tempat penampungan ratusan pedagang riuh. Maklum, sedang pasaran, Pahing. Momentum yang paling di tunggu oleh pedagang di pasar berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu. 

“Untuk sementara, sesusi arahan pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun. Sehingga, perekonomian tetap jalan,”kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro,  Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono pada 31 Januari 2022.

Pihaknya telah memasang tenda untuk para pedagang. “Dan, hari ini (Senin, Red) bertepatan dengan Pasaran Pahing semua pedagang sudah berjualan di tempat penampungan sementara,”tegasnya. Terkait revitalisasi Pasar Sidayu yang dibangun masa Kolonial Belanda pada 1881 Masehi itu, Diskoperindag akan segera diwujudkan. “Tahun ini, revitalisasi akan dilakukan,”tegasnya. 

Berapa kerugian yang dialami 259 pedagang yang kiosnya ludes di lahap amuk si jago merah, Agus Budiono, mengestimasikan cukup besar. “Estimasi kerugian pedagang sekitar Rp 5,1 miliar,”tegasnya. 

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Gresik M. Syahrul Munir menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengajukan penggunaan biaya tidak terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2022.

BTT, imbuhnya, bisa diajukan oleh pemerintah daerah dalam keadaan darurat termasuk keperluan mendesak, termasuk recovery atau renovasi pasar yang terbakar. “Pemerintah bisa ambil dana untuk recovery kebakaran dari pos Biaya Tak Terduga atau BTT. Kemudian, sosialisasi call center kebakaran menjadi sangat penting untuk antisipasi di kemudian hari mengingat Damkar sudah menjadi Dinas sendiri,” ujar Syahrul pada Senin, 31 Januari 2022.

Bantuan tak terduga, sambungnya, bisa diajukan pemerintah daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gresik. Kemudian hasil evaluasi penggunaan dana akan disampaikan kepada DPRD Gresik. “Domainnya ada di DPPKAD, mereka lebih faham teknis penggunaan BTT,” terang Syahrul. 

Seperti diberitakan sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Polisi masih menyelidiki penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau ke lokasi kebakaran. 

Bupati berusia 36 tahun langsung memutuskan merelokasi pedagang di tempat penampungan sementara di Alun-alun Sidayu yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian kebakaran. Relokasi itu dilakukan agar perekonomian masyarakat tetap jalan.

Selain merelokasi, Bupati Fandi Akhmad Yani juga menjanjikan secepatnya melakukan revitalisasi Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis yang konon  dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makannya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini Selengkapnya

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 257 dari 527 kios hangus terbakar. Kebakaran hebat di pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik itu diduga akibat korsleting listrik.  

Kebakaran menjelang Salat Subuh ini menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung meninjau lokasi kebakaran pasar yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda itu. Pasar Sidayu berada di sisi utara Alun-alun Sidayu itu mulai buka Badal Subuh hingga pukul 12.00. Pada, hari pasaran yakni Pahing, pasar buka sampai pukul 15.00.

Selama 3 jam, Bupati Fandi Akhmad Yani berada ditengah-tengah pedagang yang terkena musibah kebakaran itu. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang pagi memakai baju koko warna putih dan berkopiyah mendengarkan keluhan pedagang setempat. Sesekali Bupati 36 tahun itu memeluk pedagang untuk menenangkan mereka. 

PASAR DARURAT: Sejumlah pedagang mulai berjualan di Alun-alun Sidayu karena tempat jualan mereka di Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian memutuskan aktifitas pedagang pasar tidak boleh terhenti. Untuk sementara, pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun Sidayu. Pemkab akan mendirikan tenda untuk para pedagang berjualan di Alun-alun. Revitalisasi Pasar Sidayu akan dilakukan secepatnya.

“Secepatnya kita akan koordinasikan dengan DPRD dan pihak terkait. Mohon doanya agar pemulihan pasar ini dapat kita lakukan secepatnya,”kata Gus Yani. Dalam pengamatan 1minute.id,  amuk si jago merah terjadi pukul 04.00. Pasar masih tutup. Tiba-tiba api menyembul ke angkasa. Dalam hitungan menit api membesar dan meluluhlantakkan 259 dari 527 kios yang ada. 

Sekitar pukul 07.00, petugas Damkar Gresik berhasil menguasai amuk si jago merah. Pembasahan hingga pukul 13.00 masih terus dilakukan. Meski, terbakar pedagang masih bersyukur. Sebab, tidak semua barang dagangan ludes. Bahkan, sebagian barang dagangan belum dikirim. “Kami baru kulakukan. Tapi, barang akan dikirim besok (Senin Pahing,Red),”kata seorang pedagang. 

Pahing adalah hari pasaran di Pasar Sidayu. Biasanya, banyak pembeli. Saking banyaknya calon pembeli jam operasional pasar buka hingga badal Asar. “Hari biasa, jam 9-an sudah sepi,”kata Maskur, warga setempat ditemui 1minute.id pada Minggu, 30 Januari 2022. (yad)

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu  Selengkapnya

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Ratusan kios ludes terbakar. Ratusan kios dahulunya tempat parkir kendaraan pengunjung pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Pasar Sidayu memiliki memiliki historis cukup panjang. Sebab, pasar yang berlokasi disisi utara Alun-alun Sidayu itu dibangun pada masa Kolonial Belanda. Saat itu, Sidayu masih menjadi kadipaten dengan seorang pemimpin yang juga tokoh agama bernama Raden Adipati Suryo Diningrat (pada versi lain dikenal juga dengan Suryo Adiningrat), putra Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo dinobatkan menjadi Bupati di Sidayu dengan gelar Kanjeng Sepuh Sidayu pada 1817 Masehi.

Kanjeng Sepuh lahir pada 1784 Masehi. Pada masa kekuasaannya, Kanjeng Sepuh dikenal sebagai sosok yang berani dalam menentang diskriminasi yang dilakukan Belanda terhadap pribumi. Selain pemimpin yang berani, Kanjeng Sepuh juga dikenal sebagai pemuka agama. Makam Kanjeng Sepuh berada di dalam Kompleks Masjid Jamik Sidayu atau sisi barat Alun-alun Sidayu. Jaraknya tidak lebih dari 1 kilometer Pasar Sidayu. 

Menurut Kepala Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu Sujari, Pasar Mriyunan ini dibangun sejak pemerintah Kanjeng Sepuh. “Zaman kolonial Belanda,”katanya ditemui 1minute.id di lokasi Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022. Pasar Sidayu dahulu berbentuk huruf U. “Bagian kios yang terbakar itu, dulunya tempat parkir,”imbuh Sujari.

KOKOH : Konstruksi bangunan Pasar Sidayu masih terlihat kokoh. Pasar Sidayu yang ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ini dibangun pada zaman Kolonial Belanda (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Purnomo, salah satu setempat setali tiga uang dengan Sujari. Ia mengatakan berdirinya Pasar Sidayuberbarengan dengan Pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya pada Minggu, 30 Januari 2022.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, bekas bangunan memiliki konstruksi sangat kokoh. Tiang penyangga dari cor. Sedangkan atap berbahan kayu jati. Pada 2007, Pemkab Gresik menambah ratusan kios baru. Kios di bangun belakang gerbang pintu masuk bergaya Kolonial Belanda.  Bangunan baru berkonstruksi tiang baja dan tanpa penyekat. Kios baru tidak tersentuh api. Selamat. 

Selain bangunan baru, ada penambahan lapak atau kios di dalam area pasar. Akibatnya, parkir kendaraan pedagang atau pengunjung pasar berada di luar pasar. Dekat Alun-alun Sidayu. (yad)

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir Selengkapnya

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Gresik masih terus melakukan pembasahan pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebagian kios di Pasar Sidayu yang terbakar masih terlihat api dan asap. 

Hampir separoh kios di pasar tradisional berlokasi Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu ludes dilahap si jago merah. Berdasarkan data UPT Pasar Sidayu jumlah kios berjumlah 527 uni. Sebanyak 259 kios hangus menjadi arang. Ratusan kios yang ludes terbakar itu sebagian menempati bagian bangunan kuno.

Menurut polisi kali pertama yang mengetahui pasar tradisional Sidayu terbakar adalah Ainul Wafa. Pagi itu, sekitar pukul 04.00 lelaki 40 tahun hendak Salat Subuh. Ainul Wafa melihat nyala api sudah membakar atap salah satu kios. Tiupan angin pagi membuat api cepat membesar. Apalagi bangunan kios semi permanen, papan dan kayu.

PEMBASAHAN: Petugas Pemadam kebakaran Dinas Damkar Gresik melakukan pembasahan di Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Api terus membesar dan meluluhlantakkan ratusan kios. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran di pasar yang bangunan utamanya berarsitektur Kolonial Belanda itu. Menurut Purnomo, Pasar Sidayu berdirinya berbarengan dengan pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya. 

Dalam pengamatan 1minute.id, asap masih terlihat menyembul di tumpukan barang dagangan yang hangus terbakar. Petugas mobil tangki membawa air masih hilir mudik menyuplai air hingga pukul 11.50 WIB. Sejumlah pedagang pasar terlihat ada yang mengais sisa barang di kios yang terbakar. 

Seperti diberitakan Pasar tradisional Sidayu ludes terbakar tadi pagi, Minggu,30 Januari 2022. Puluhan kios terbakar. Aparat masih menyelidiki kebakaran pasar di musim hujan itu. Kebakaran ratusan kios pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik itu terbakar pukul 04.00 WIB. (yad)

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu  Selengkapnya