Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya!

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Awarding, Screening, dan Bincang Film di Aula Kantor MUI Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Pemberian penghargaan yang  diselenggarakan oleh Komisi Seni, Budaya Islam, dan Remaja MUI Gresik kepada  peserta Festival Film Pendek MUI Gresik. Festival Film kali pertama para sineas muda di Indonesia dengan tema Sinergi Dakwah & Seni” dalam Mengembangkan dan Melestarikan Kearifan Lokal. Lomba dimulai 10 Agustus sampai 10 November 2025. 

Setelah proses panjang, dewan juri memutuskan dan menetapkan juara  pertama yakni Irama Lama yang Kembali – Mochammad Mauludin Habibulloh – Sinergi Risalah ; Juara kedua Hadza min Fadli Robbi – Lailatul Khumairoh – SMK Al Hadi dan juara ketiga Suwung (Sunyi yang berbicara) – Verga Sahara Pramestal – Komunitas Kreatif Kedungrukem.

Wakil Ketua Umum MUI Gresik Prof. Abdul Chalik menyampaikan bahwa kesenian merupakan sesuatu yang lintas batas bahkan lintas etnis. “Ud’u ila sabili robbika bil hikmati wal mau’idhotil hasanah. Bahwa berdakwah itu harus dengan hikmah, sehingga bisa diterima masyarakat, dan kesenian menjadi salah satu jalan hikmahnya,” kata Prof. Chalik.

Ia melanjutkan, bahwa dakwah dengan seni sudah dipraktikkan oleh para wali dalam masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, dan terbukti dapat diterima masyarakat dengan baik hingga saat ini. “Terakhir, kami juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik, terlebih juga kepada Komisi Seni, yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja Hj. Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik 2025 ini. “Alhamdulillah, pada gelaran pertama Festival Film MUI Gresik ini, diikuti 40 peserta, yang terdiri dari 10 peserta dari Gresik dan 30 peserta dari seluruh Indonesia,” katanya.

Bu Uyun, sapaan akrabnya, juga menyampaikan selamat kepada para pemenang, dan berharap festival ini menjadi awal nyata generasi muda mensyiarkan dakwah dengan film. “Selamat kepada para pemenang, dan untuk yang belum berkesempatan menjadi juara jangan patah arah, dan mari tetap menggairahkan dakwah Islam melalui seni, yang salah satunya dengan film,” ujarnya.

Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menutup kegiatan tersebut dengan kesan dan pesan sekaligus Doa Berkah. “Luar biasa, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seluruh Film yang ditayangkan penuh pesan moral dan menjadi media dakwah. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua,” ucap Kiai Rofiq sapaan akrabnya. (yad)

Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya! Selengkapnya

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik bersama Dinas Kesehatan Gresik menggelar Lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Lomba KKR diikuti pelajar dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas  sederajat se-Kabupaten Gresik untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. HKN yang diperingati setiap 12 November, memasuki 61 tahun ini mengusung tema besar “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

Kader KKR adalah peserta didik yang dipilih untuk membantu meningkatkan kesehatan di lingkungan sekolah dan sekitarnya, dengan menjadi promotor, motivator, dan pelaksana upaya kesehatan. 

Seperti di ketahui, KKR dilatih untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kesehatan, seperti penyuluhan, konseling sebaya, serta pemecahan masalah kesehatan pada teman sebayanya, keluarga, dan lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mengembangkan generasi muda yang peduli dan berperilaku hidup sehat. 

Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik dr. Titin Ekowati mengatakan bahwa peran IIDI dalam lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) ini untuk mendukung penuh giat dalam rangka memperingati hari kesehatan Nasional ke-61. Peran lainnya, dikarenakan anggota IIDI juga ada yang ahli dalam bidang nutrisi, sehingga masing-masing anggota berperan juga sebagai juri.

“Kebetulan anggota IIDI juga ada yang seorang dokter, ahli nutrisi, mereka sebagai juri UKS dan juri untuk presentasi anak-anak,” ucap Titin yang juga Ketua Biro Hukum, Pembinaan, dan Pembelaan Anggota (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik ini. 

Lomba KKR ini, ia melanjutkan IIDI berkolaborasi dengan Dinkes Gresik agar berjalan dengan baik, sehingga bisa menjadi kader kesehatan yang benar-benar kompeten di masa depan. Jadi KKR ini adalah mewujudkan generasi muda yang bisa menolong diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar dalam menanamkan hidup sehat. Mereka agen perubahan untuk generasi yang sehat dan lebih baik.

“Peran kami mensupport anak-anak yang sudah di tunjuk sebagai kader kesehatan remaja di daerahnya di 18 kecamatan yang mengikuti lomba. Namun, lomba kali ini yang datang 14 kecamatan, dikarenakan 2 kecamatan di wilayah Bawean tak bisa hadir terkendala cuaca,” terang Titin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menerangkan pada lomba ini, para kader kesehatan menjalani berbagai macam ujian pengetahuan tentang kesehatan, mulai dari tes tulis, wawancara dan presentasi yang semuanya berkaitan dengan kesehatan.

“Pada tahap awal lomba, dilakukan tes tulis pengetahuan kesehatan untuk semua peserta, yang kemudian naik ke tahap berikutnya yakni tes wawancara, setelah itu tahap terakhir yakni para kader mengikuti tahap presentasi. Hingga KKR mana yang di nilai layak menjadi juara oleh juri,” katanya. 

Selain itu, Khusnah menambahkan tugas dan peran utama KKR yakni menjadi promotor kesehatan, menjadi penggerak dan motivator dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekolah. “Kader KKR bisa memberi penyuluhan, memberikan informasi tentang kebersihan, gizi, bahaya narkoba, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Juga bisa menjadi konseling sebaya, membantu teman-temannya untuk menghadapi masalah kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, dan memberikan rujukan ke pelayanan kesehatan jika diperlukan,” ucapnya. 

Setelah melalui serangkaian kegiatan, panitia Lomba KKR hasil kolaborasi IIDI Gresik dan Dinkes Gresik ini menetapkan KKR Kecamatan Panceng menjadi juara 1 tingkat SD/MI dengan skor 154,6, tingkat SMP/MTs diraih Kecamatan Benjeng dengan skor 140,5 dan tingkat SMA/MA di raih Kecamatan Cerme yang mengumpulkan skor 142. (yad)

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja  Selengkapnya

Ratusan Peserta Tunjukkan Aksi Terbaik di Kompetisi Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025

GRESIK,1minute.id –  Ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Gresik mengikuti Lomba Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025 di Gelanggang Olahraga (GOR) Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Sabtu, 22 November 2025. 

Lapangan Indoor berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik sesak peserta dan orang tua serta guru. UMKM pun menuai berkah karena dagangan mereka laris manis. Kompetisi marching band ini dibuka oleh Kapala Bagian SDM Polres Gresik Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto. Tampak hadir pejabat utama Polres Gresik diantaranya, Kabag Logistik Polres Gresik AKP Windu Priyo.

Dalam amanatnya, Kompol Syabain menegaskan bahwa kejuaraan marching band tidak hanya sekadar perlombaan seni dan musik, tetapi juga merupakan wahana yang sarat dengan nilai pembentukan karakter. “Marching Band adalah simbol disiplin, kerja sama, kreativitas, sportivitas, dan semangat juang. Nilai-nilai ini sejalan dengan tugas Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama Polres Gresik dengan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Gresik diharapkan dapat menciptakan ruang positif bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat, memupuk kreativitas, dan menyalurkan energi ke arah yang produktif. “Kami percaya, generasi yang kreatif dan berkarakter adalah pondasi bagi masa depan Kabupaten Gresik yang aman, maju, dan berprestasi,” imbuhnya.

Kompol Syabain pun mengingatkan kepada dewan juri kompetisi untuk fair play, menjaga objektivitas dan integritas dalam proses penilaian. Sedangkan, kepada peserta, perwira satu melati di pundak itu, berpesan agar menjadikan ajang ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga sebagai pengalaman membentuk mental dan kedisiplinan.

“Kemenangan terbesar adalah kegigihan, keberanian, dan disiplin dalam setiap proses latihan yang telah kalian jalani,” tuturnya. Kompetisi pun berlangsung seru. Peserta TK/KB Muslimat NU 29 Mahkota Gresik, diantaranya. (yad)

Ratusan Peserta Tunjukkan Aksi Terbaik di Kompetisi Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025 Selengkapnya

5 Hari Ops Zebra Semeru, Satlantas Polres Gresik Lakukan 1.450 Penindakan, Dominasi Tilang ETLE Mobile dan Statis

GRESIK, 1minute.id – Operasi Zebra Semeru 2025 memasuki hari kelima pada Jumat, 21 November 2035. Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik melakukan penindakan sebanyak 1.450 penindakan. Jumlah itu dimungkinkan terus bertambah karena Ops Zebra Semeru 2025 dilakukan hingga 30 November 2025.

Penindakan teguran simpati dan tilang. Tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile mendominasi. Jumlah 539 penindakan. ETLE Incar yang beroperasi secara mobile digencarka untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Gresik.

Pada Jumat, 21 November 2025, personel Satlantas mengerahkan unit ETLE Incar di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan Kecamatan Manyar dan Kecamatan Bungah. Dua wilayah tersebut dikenal memiliki tingkat mobilitas yang tinggi serta kerap menjadi lokasi terjadinya pelanggaran, sehingga menjadi fokus utama dalam operasi hari ini.

Hasilnya, tercatat 75 pelanggaran terdeteksi oleh kamera ETLE Incar mobile. Pelanggaran didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, melanggar marka jalan, hingga tidak melengkapi surat-surat kendaraan. Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya patroli elektronik di lapangan.

“Di samping penindakan, kami terus mengedukasi masyarakat. Keselamatan adalah yang utama, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kuncinya,” ungkap Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin saat memberikan arahan kepada personel di lokasi.

Tingginya kontribusi ETLE pada sistem penindakan menunjukkan bahwa tilang berbasis elektronik semakin memberikan efek jera kepada pelanggar, sekaligus mengurangi interaksi langsung petugas dengan masyarakat dalam proses penindakan.

Dengan semakin intensifnya Operasi Zebra Semeru 2025, Polres Gresik mengajak seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas. Kepatuhan bukan semata untuk menghindari sanksi, namun demi keamanan diri sendiri dan keselamatan bersama.

Sejak digelar pada 17 hingga 20 November 2025, efektivitas Operasi Zebra Semeru 2025 terlihat dari tingginya angka penindakan yang tercatat. Sistem tilang elektronik, baik statis maupun mobile, menjadi ujung tombak pengawasan pelanggaran lalu lintas.

Rekapitulasi Penindakan:

* Tilang ETLE Statis: 239

* Tilang ETLE Mobile: 539

* Tilang Manual: 7

* Teguran Simpatik: 665

Total: 1.450 penindakan

Pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor, dengan rincian jenis kendaraan:

Sepeda Motor: 1.234

Mobil Sedan : 138

Minibus : 55

Truk : 10

Mobil jip : 1

Pickup : 1 (yad)

5 Hari Ops Zebra Semeru, Satlantas Polres Gresik Lakukan 1.450 Penindakan, Dominasi Tilang ETLE Mobile dan Statis Selengkapnya

Memperkuat Data Tunggal Sosial, Ekonomi Nasional, Pemkab Gresik Teken MoU dengan BPS 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghadiri kegiatan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) terkait penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data serta informasi statistik dalam rangka pembangunan daerah. 

Acara yang berlangsung di Ballroom Mirama, Hotel Grand Mercure, Kota Malang pada Kamis, 20 November 2025 ini, dihadiri antara lain, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.

Pemkab Gresik diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih. Ada tiga agenda dalam acara yang dihadiri oleh 37 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Tiga agenda itu, yaitu penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPS RI ;  penandatanganan Nota Kesepakatan antara 37 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan BPS Kabupaten/Kota ;  serta peluncuran Aplikasi Singasari, platform integrasi data yang dikembangkan BPS RI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi landasan penting bagi penguatan pengelolaan data daerah, khususnya dalam program prioritas pengentasan kemiskinan dan penyusunan kebijakan berbasis data.

“MoU ini memungkinkan data-data di Kabupaten Gresik untuk dikolaborasikan dan dianalisis bersama BPS, terutama terkait data kemiskinan dan indikator pendukung lainnya. Dengan integrasi data dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, kebijakan pembangunan akan lebih akurat, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BP Gresik Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa kerja sama ini memperkuat implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis perencanaan daerah.

“Ini pertama kalinya DTSEN menjadi data tunggal sosial ekonomi nasional yang digunakan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gresik. Data ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui secara periodik bersama Pemerintah Daerah, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk perankingan dan evaluasi pembangunan daerah,” ujarnya.

MoU ini juga mencakup dukungan terhadap penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, pemutakhiran dan pemadanan data sektoral, penguatan statistik sektoral daerah, peningkatan kapasitas SDM pengelola data, serta integrasi perencanaan berbasis statistik. (yad)

Memperkuat Data Tunggal Sosial, Ekonomi Nasional, Pemkab Gresik Teken MoU dengan BPS  Selengkapnya

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka acara penganugerahan bagi pendonor darah sukarela sebanyak 50 kali dan 75 kali di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Kamis, 20 November 2025.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendonor sukarela yang selama puluhan tahun menjaga ketersediaan darah untuk masyarakat. Selain memberikan anugerah kepada para pendonor, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga  menyerahkan penghargaan prestasi Pasukan Palang Merah Remaja (PMR) pada Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) X Provinsi Jawa Timur 2025.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang nyata bagi pendonornya. “Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih bagi semua pendonor, bahkan yang sudah 50 kali, 75 kali donor. Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa donor darah ini juga membuat badan sehat,” ujarnya.

Sedangkan, kepada para anggota PMR yang hadir, ia berpesan agar terus menjaga semangat dalam PMI. “Adik-adik PMR, teruslah bersemangat. Mudah-mudahan kalian bisa terus ikut berjuang di PMI,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di hadapan jajaran PMI dan para relawan, magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu, memberikan dorongan khusus kepada PMI  Gresik untuk terus bergerak maju pada tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa tahun depan akan terjadi penyesuaian besaran dana hibah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), namun ia berharap PMI tetap bisa menjaga kinerjanya dan memperkuat profesionalisme.

“Tahun depan ada penyesuaian anggaran akibat pemotongan TKD. Tetapi saya berharap PMI tetap kuat, tetap tumbuh, tetap melayani. Kita hadapi bersama, dan pemerintah daerah akan tetap mendukung semampunya,” tegasnya.

Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir menjelaskan, bahwa kegiatan apresiasi ini merupakan penghargaan bagi mereka yang telah berulang kali berdonor dan menjadi tulang punggung ketersediaan darah di Gresik. “Ini bentuk penghargaan kepada mereka yang selalu berdonor untuk kemanusiaan di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Nadlir juga menyampaikan rencana besar PMI Gresik yang pada tahun mendatang ditargetkan sudah memenuhi Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sehingga pengelolaan darah bisa dilakukan secara mandiri dan berdampak lebih luas bagi masyarakat. Ia turut menyampaikan kebanggaan atas capaian kontingen PMR Gresik pada Jumbara PMI Jawa Timur, di mana Gresik berhasil meraih peringkat 4, sebuah pencapaian membanggakan mengingat ini adalah keikutsertaan pertama di ajang tersebut.

Prestasi itu hadir melalui rangkaian kontribusi para anggota PMR. Di antara mereka, Jauharotun Nazilah berhasil meraih peringkat utama. Natta Andromeda Devaranandha keluar sebagai juara pertama bidang kepemimpinan tingkat mula. sementara Muhammad Kaysi Asyfaq Jazmiy meraih peringkat dua simulasi pertolongan pertama tingkat mula.

Di jenjang yang lebih tinggi, Aisyah Rasika Allyandra meraih peringkat dua bidang pertolongan pertama tingkat madya, dan Musmita meraih peringkat dua bidang donor darah siswa tingkat madya. Kreativitas PMR Gresik juga diakui melalui prestasi Gadiza Ananda Septiana yang memperoleh peringkat tiga bidang media sosial.

Selain itu, Tsania Mei Naura Albaity berhasil masuk enam besar bidang sanitasi kesehatan tingkat wira, dan Muchammad Tajuddin, meraih peringkat empat pada bidang wahana kepalangmerahan.

Testimoni juga diberikan oleh Sumanto, pendonor asal Kedanyang yang telah mendonorkan darahnya 75 kali sejak 1981. Dalam testimoninya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan hidup. “Ayo kita donorkan darah kita. Selain menyehatkan, ini juga perbuatan mulia,” ujarnya. (yad)

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan  Selengkapnya

Kolaboraya Komisi VII DPR RI, Himbara dan Pemkab Gresik Gelar KUR Expo 2025, UMKM Bisa Ajukan KUR Rp 100 Juta Tanpa Jaminan 

GRESIK,1minute.id – KUR Expo 2025 dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Jawa Timur. Ratusan pengusaha Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), diantaranya, “Rombongan” Mbak Nila memenuhi gedung atap berarsitektur mirip keong itu.

Mereka terlihat semringah. Sebab, kegiatan kolaboraya antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Akademisi dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), antara lain, BRI, BNI dan Mandiri serta Komisi VII DPR RI bertujuan memberikan akses kemudahan UMKM mendapatkan kredit perbankan anggota Himbara hingga Rp 100 juta tanpa agunan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Bagi UMKM kredit tersebut sebuah oase. Apalagi, perbankan siap untuk mempercepat proses pencarian kredit dalam dua hari kerja. Biasanya, persetujuan kredit butuh waktu 7 hari kerja. 

Dalam KUR Expo 2025 ini, ada sejumlah kegiatan, pelayanan perbankan, juga pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dilakukan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik. Stan-stan itu “diserbu” oleh para entreneuer yang mayoritas kaum hawa itu.

Ada juga, talk show mengusung tema “Kolaboraya untuk UMKM Gresik Berdaulat!”. Narasumbernya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti. Nila adalah anggota DPR RI dari PDI-Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim X yakni Kabupaten Gresik dan Lamongan yang menginisiasi kegiatan tersebut. 

Nila arek Gresik asli ini tergabung dalam komisi VII yang membidangi Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Sarana Publikasi. Talk show yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).Gresik Darmawan berlangsung seru karena antusiasme peserta. 

Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan menyatakan, pinjaman untuk UMK tanpa jaminan akan bisa menjadi penggerak ekonomi di Gresik. “Kemudahan proses KUR ini sebagai upaya UMKM bisa lebih maju dan bertahan di tengah kondisi global sekarang,” kata Darmawan dalam sambutannya pada Minggu, 16 November 2025.

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyampaikan komitmen untuk terus mengupayakan UMKM bertumbuh sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan pengusaha UMKM dan mendongkrak pertubuhan perekonomian Gresik serta menurunkan angka pengangguran. Ia mencontohkan, bantuan ratusan rombong untuk para UMKM yang telah dilakukan. “Ternyata disini banyak Rombongan Mbak Nila,” ujarnya sambil tersenyum. 

Ia berharap, para UMKM di Gresik bisa memanfaatkan kemudahan untuk mendapatkan KUR tanpa jaminan ini. “Permodalan itu ditujukan untuk menjadi stimulus pengembangan usaha para pelaku UMKM. Jangan sampai mereka mengembangkan usaha dengan pinjaman online atau pinjaman berbunga besar,” ujar Nila di acara Talk Show Kolaboraya untuk UMKM Gresik Berdaulat!

Dalam kesempatan tersebut, Ia menegaskan, setiap produk lokal membawa cerita dan setiap cerita pantas dipentaskan hingga panggung nasional. “Ayo melangkah berkolaboraya, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—bela, beli, bagi untuk nyala lilin UMKM Gresik menjadi mercusuar yang menopang kesejahteraan bersama,” katanya.

Perkembangan UMKM di Gresik 2020-2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Dengan prediksi peningkatan signifikan hingga 2025. Sektor unggulan terlihat pada sektor makanan olahan, kerajinan tangan, dan fasyen, yang terus berinovasi dan menarik minat pasar luas. Selain itu, UMKM juga berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja, menyerap banyak tenaga kerja lokal dan mengurangi angka pengangguran di Gresik.

Permodalan menjadi jantung pertumbuhan UMKM. Tanpa pembiayaan yang memadai, potensi UMKM sulit terealisasi. “Semoga pinjaman KUR ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi para pelaku UMKM,” pungkasnya. (yad)

Kolaboraya Komisi VII DPR RI, Himbara dan Pemkab Gresik Gelar KUR Expo 2025, UMKM Bisa Ajukan KUR Rp 100 Juta Tanpa Jaminan  Selengkapnya

Optimalisasi GCG dan Jamin Kelancaran Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Gandeng Kejari Gresik 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. MoU yang ditandatangani oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus bersama Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Yanuar Utomo, di Gresik, baru-baru ini.

MoU ini untuk mendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang semakin baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka semakin memperlancar penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.

Johanes menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kejari Gresik terhadap kinerja Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik bersama Kejari Gresik telah menjalin kerja sama sejak tahun 2014, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman tahun 2016, 2019, 2022 dan dilanjutkan melalui penandatanganan kali ini.

“Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya adalah Kejaksaan Negeri Gresik,” ujar Johanes.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik perlu terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. Kejaksaan Negeri Gresik melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) selama ini berperan penting dalam memberikan dukungan hukum kepada perusahaan, baik dalam bentuk bantuan hukum, pertimbangan hukum, maupun pendampingan dalam penyelesaian permasalahan di bidang perdata dan tata usaha negara.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan kolaborasi di bidang hukum sekaligus mendukung upaya preventif perusahaan dalam memitigasi risiko hukum dan potensi sengketa,” tandasnya.

Selain itu, Kejari juga memberikan pembekalan materi kepada para pejabat Grade I bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kewaspadaan pejabat dalam pengambilan keputusan yang memiliki implikasi hukum. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi hukum perusahaan dan mendorong budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi.

“Kami berharap sinergi antara Petrokimia Gresik dan Kejaksaan Negeri Gresik tidak hanya berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman ini, tetapi terus berkembang menjadi kerja sama yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi korporasi, para pemangku kepentingan, serta pada akhirnya memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Johanes. (yad)

Optimalisasi GCG dan Jamin Kelancaran Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Gandeng Kejari Gresik  Selengkapnya

Jabatan Strategis di Polres Gresik Diisi Wajah-wajah baru, Berikut nama-namanya !

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sebelas perwira mulai pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu), Ajun Komisari Polisi (AKP) hingga Komisaris Polisi (Kompol).

Pejabat baru itu menempati posisi strategis. Ada Kapolsek, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim), Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) hingga Waka Polres Gresik diisi wajah-wajah baru. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Sertijab berlangsung khidmat. Rotasi jabatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor ST/1277/X/KEP./2025 serta SPRIN Kapolres Gresik Nomor SPRIN/1261/X/KEP./2025 mengenai pengukuhan, pemberhentian, dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polda Jawa Timur.

Berikut nama-nama wajah baru yang menempati posisi strategis di Polres Gresik yakni : 

1. Wakapolres Gresik: Kompol Shabda Purusha Putra menggantikan Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro

2. Kasat Lantas: AKP Nur Arifin menggantikan AKP Rizki Julianda Putera Buna

3. Kasat Reskrim: AKP Arya Widjaya menggantikan AKP Abid Uais Al-Qarni

4. Kasat Samapta: AKP Satriyono menggantikan AKP Heri Nugroho

5. Kasat Polairud: AKP I Nyoman Ardita menggantikan Iptu Arifin

Penyegaran jabatan juga dilakukan di enam Polsek wilayah Gresik:

1. Kapolsek Manyar: Iptu Muhammad Gifari Syarifuddin menggantikan AKP Dante Anan Irawanto

2. Kapolsek Panceng: AKP Khoirul Alam menggantikan Iptu Nasuka

3. Kapolsek Sidayu: Iptu Suharto menggantikan AKP Khoirul Alam

4. Kapolsek Gresik Kota: Iptu Muhammad Kevin Ramadhan menggantikan Iptu Suharto

5. Kapolsek Menganti: AKP Arif Rahman menggantikan AKP Moch. Dawud

6. Kapolsek Wringinanom: Iptu Ahmad Fahri menggantikan Iptu Sutamat

Rotasi ini diharapkan mampu menghadirkan energi baru serta memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban di masing-masing wilayah hukum Polres Gresik.

AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan mengembangkan kompetensi personel sekaligus memperkuat kinerja institusi.

“Mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi, dengan semangat pengabdian. Setiap pejabat memiliki peran penting dalam menguatkan kinerja Polres Gresik ke depan,” tegas AKBP Rovan Richard Mahenu.

Kapolres juga meminta para pejabat baru untuk segera melakukan penyesuaian, memahami karakteristik wilayah tugas, serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat maupun instansi terkait.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada para pejabat lama yang dinilai telah memberikan dedikasi selama bertugas di Polres Gresik. “Semoga pengalaman di Gresik menjadi bekal berharga untuk penugasan selanjutnya,” ujarnya. (yad)

Jabatan Strategis di Polres Gresik Diisi Wajah-wajah baru, Berikut nama-namanya ! Selengkapnya

Diduga Pelaku TPKS ABK, Kakek 75 Tahun Ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik kembali mengamankan pelaku dugaan kekerasan seksual pada perempuan. Kali ini, kakek berusia 75 tahun asal Kecamatan Ujungpangkah yang digiring ke rumah tahanan Polres Gresik.

Sebelumnya, ayah melakukan rudapaksa kepada anaknya selama 4 tahun, sejak anak masih di bangku sekolah menengah pertama pada 2021. Sedangkan, kejadian di Ujungpangkah ini, korbannya, anak berkebutuhan khusus berusia 20 tahun. Dugaan kekerasan seksual terjadi di rumah kakek berinisial S itu. Pelaku dan korban bertetanga. 

Kronologi Kejadian, pada Selasa, 28 Oktober 2025 sekitar pukul 10.00 WIB korban bermain ke rumah pelaku. Bukan kali pertama korban yang ABK bermain ke rumah pelaku berinisial S, 75 tahun itu. Sebab, korban dan pelaku adalah bertetanga. Saat kejadian yang memilukan itu terjadi, rumah kakek S dalam kondisi sepi. Entah setan apa yang merasuki pikiran lelaki lanjut usia itu. Pelaku memberi uang Rp 2.000 kepada korban agar korban menurutinya.

Orang tua korban melihat anak gadisnya keluar dari kamar pelaku pun curiga. Apalagi selama dua hari pascakejadian, kondisi anak juga berbeda. Pada 30 Oktober 2025, orang tua korban melaporkan kejadian ke Polres Gresik dengan Nomor LP/B/278/X/2025/SPKT/POLRES GRESIK/POLDA JATIM, terkait dugaan pelanggaran Pasal 6C Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Berdasarkan laporan itu, tim yang dipimpin oleh Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso melakukan serangkaian penyelidik dan penyidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti kemudian melakukan penangkapan terhadap terduga pelakunya, berinisial S, 75 tahun pada Jumat, 14 November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah warung kopi di Kecamatan Ujungpangkah.

“Pelaku memanfaatkan kerentanan korban sebagai ABK yang dianggap tidak mampu melawan,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz pada Selasa, 18 November 2025. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu buah kaos lengan pendek warna abu-abu, satu buah rok warna biru, satu pasang sandal warna merah.

Tersangka dijerat dengan Pasal 6C UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp300 juta. Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ABK yang lebih rentan menjadi korban.

Mengajarkan batasan tubuh kepada anak, agar berani menolak sentuhan yang tidak pantas.Waspada terhadap perubahan perilaku anak, seperti ketakutan, menarik diri, atau perubahan emosi. “Segera melapor ke kepolisian “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006 apabila melihat atau mengalami tindak pidana apa pun,” tutupnya. (yad)

Diduga Pelaku TPKS ABK, Kakek 75 Tahun Ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya