Bupati Terpukau Keindahan Selayar


GRESIK, 1minute.id – Wisata Bahari Selayar (WBS) baru setahun dibuka sebagai destinasi wisata untuk umum. Akan tetapi, destinasi berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu sudah memikat perhatian masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja hari kedua di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan mengunjungi destinasi peraih juara ketiga pada Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 itu. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat terpesona melihat keindahan alam anugerah ilahi itu. Air laut bening, sebuah bukit nan hijau menjulang, berpasir putih. “Ini sungguh luar biasa,”kata Gus Yani pada Rabu, 9 Juni 2021. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu optimistis mewujudkan gagasan work ftom Bawean (WfB) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergilir akan memiliki multiplayer effect yang luar biasa untuk mengembangkan potensi pariwisata dan perekonomian di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat Pemerintahan Gresik itu.

Setelah mengajak para OPD bisa bekerja dari Bawean, tambahnya, giliran pelajar berkunjung. “Disini potensi wisatanya tidak kalah dengan daerah lain, akan kita maksimalkan dari pengunjung lokal. Nanti Kepala OPD bisa kerja dan monitor layanan di kepulauan,”kata Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyatakan potensi pariwisata di Pulau Bawean sangat besar. “Selain Pantai Selayar, ada Gili Noko ada juga Mangrove Hijau Daun dan banyak lagi wisatanya. Tentu akan kita dukung potensi ini,” ujarnya.

Mewujudkan kemajuan sektor wisata, tambahnya, dirinya bakal berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan terkait transportasi perintis jalur darat maupun laut. “Intinya untuk memajukan wisata di Bawean ini harus berkolaborasi, baik pokdarwis, kepala desa serta pihak terkait, utamanya Dishub yang akan mewujudkan transportasinya,”tegasnya.(yad)

Bupati Terpukau Keindahan Selayar Selengkapnya

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis

GRESIK,1minute.id – Pemerataan layanan kesehatan di Pulau Bawean dibenahi oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Salah satunya, dokter spesialis di RSUD Umar Mas’ud Sangkapura.

Saat ini, ada lima dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit berlokasi di kepulauan terluar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Mereka telah mendapatkan kenaikan insentif 100 persen. Pemberian insentif lebih kepada dokter spesialis serta para medis yang bertugas di Pulau Bawean ini merupakan program prioritas 99 hari kerja setelah dilantik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, seluruh pelayanan baik kesehatan maupun lainnya harus merata baik di wilayah daratan maupun kepulauan. “Khusus sektor di bidang kesehatan program Bapake (bayi lahir pulang bawa akte) harus berjalan. Sekarang insentif bagi para dokter spesialis naik hingga 100 persen dan insentif paramedis juga naik,”katanya usai mengunjungi RSUD Umar Mas’ud Sangkapura pada Rabu, 9 Juni 2021. 

MENYAPA PASIEN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk pasien dan menyerahkan program bayi lahir pulang bawa akta (Bapake) di RSUD Umar Mas’ud Pulau Bawean pada Rabu,9 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ini menerangkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis merupakan jangka pendek meningkatkan pelayanan kesehatan di Bawean.
Untuk jangka panjang, tambahnya, ke depan pemerintah daerah juga bakal mendorong putra-putri asal Bawean untuk diberikan beasiswa kuliah kedokteran spesialis.

“Nanti ketika sudah kami beri beasiswa, mereka harus mengabdi disini menjadi dokter disini,”tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali menambahkan untuk memberikan layanan kesehatan warga kepulauan, dirinya juga bakal berkolaborasi dengan membuat program Terjang Ombak.

“Nah, Terjang Ombak ini akan kita kolaborasikan bersinergi dengan baik untuk pelayanan kesehatan warga kepulauan di Bawean ini,”tambahnya. Ghozali menambahkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis di RS Umar Mas’ud ini membuat para dokter antre untuk bisa mengabdi disini.

Untuk saat ini, baru ada lima dokter spesialis yang merupakan program dari Kemenkes RI dan Pemprov Jatim. “Alhamdulillah, sekarang sudah antri karena insentifnya naik. Semoga dibarengi dengan layanan kesehatan yang bagus,” tambahnya. (yad)

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis Selengkapnya

Dua Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Cerme Lockdown


GRESIK,1minute.id – Puskesmas Cerme, Gresik lockdown pada Rabu, 9 Juni 2021. Penyebabnya, ada dua tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas berlokasi di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik. Petugas melakukan penyemprotan desinfekta tiga kali sehari.

Informasi yang dihimpun tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Cerme, Gresik itu diduga terpapar setelah menerima tamu dari kabupaten Bangkalan, Madura. Saat itu, nakes tersebut belum merasakan tanda-tanda telah terpapar. 

Sehari pascamenerima tamu, petugas nakes itu kemudian menggelar rapat internal  puskesmas. Saat itu mulai menunjukkan gejala. Hasil test swab PCR diketahui positif. Kepala Puskesmas Cerme dr Sukardi melakukan upaya testing, tracing (penelusuran kontak erat) dan treatment (perawatan).

Hasil 3T itu diketahui ada dua nakes di Puskesmas Cerme yang positif terpapar. “Hasil 3T diketahui Selasa sore,”kata sumber. Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan adanya dua nakes di Puskesmas Cerme terpapar corona virus disease 2019. “Hari ini (Rabu), puskesmas tutup sementara. Kemungkinan, besok (Kamis) melayani masyarakat,”kata Suyono dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 9 Juni 2021. (yad)

Dua Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Cerme Lockdown Selengkapnya

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka


GRESIK,1minute.id – Polisi masih menyelidiki penyebab tangki metanol PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia yang meledak dan mengakibatkan lima orang pekerja meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka pada Selasa, 8 Juni 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kecelakaan kerja di PT CAS Indonesia di Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik. “Masih kami lakukan penyelidikan,”kata AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 9 Juni 2021.

Saat ini, imbuh alumnus Akpol 2001 itu, tim laboratorium forensil Mabes Polri Cabang Polda Jatim masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab. Karena tim labfor masih melakukan penyelidikan,”imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu.

Untuk diketahui, masyarakat Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas dikagetkan suara ledakan sekitar pukul 15.00 pada Selasa, 8 Juni 2021. Belakangan diketahui ledakan itu berasal pekerjaan tangki metanol diduga milik PT CAS Indonesia. Siang itu, sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan bagian sensor di atas tangki metanol.

UCAPAN DUKA : Salah satu korban ledakan tangki PT CAS Indonesia (foto : ist)

Tidak diketahui tiba-tiba tangki meledak. Tangki yang cukup besar itu terguling. Sebanyak 5 pekerja dilaporkan meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka. Lima korban meninggal dunia yakni, Muhammad Burhanudin Al Ansori, 22, dan Ibnu Attoilah, 21. Keduanya berasal dari Kabupaten Trenggalek. Saat ini jenazah kedua korban berada di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Semen Gresik.

Kemudian Septianingrum Devi Putri, 26, warga Kabupaten Kediri, Muhammad Andik, 33, warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas Gresik dan Johanes Saputro, 22, warga Kabupaten Lamongan. Ketiga jenazah berada di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sementara dua korban yang luka berat yakni, Nur Kholik, 35, warga Kelurahan Sukorame Gresik dan Ali , 25. Kedua korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan dirawat di RS Semen Gresik. (yad))

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka Selengkapnya

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Lawatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berkah masyarakat Pulau Bawean. Sebab, kedatangan dua pucuk pimpinan di Kota Giri ini juga membagikan bantuan tunai non pangan (BPNT) kepada 2.850 penerima manfaat dan 1.542 bantuan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Penyerahan secara simbolis dilakukan disela acara Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi dengan ulama, kiai dan tokoh masyarakat di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam. 

Dalam rembuk akur itu berbagai masukan muncul dari masyarakat Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius mendengarkan masukkan dan menjawab tuntas pertanyaan masyarakat.

Rosyid, antara lain. Ia menyoroti maraknya perahu trawl (pukat harimau) yang masih marak di perairan Pulau Bawean. Mereka nelayan dari luar  Bawean. Saking getolnya, nelayan Bawean untuk menjaga ekosistem biota laut sempat menimbulkan perselisihan dengan nelayan luar Bawean. 

“Kami berharap pemerintah untuk menerbitkan perda larangan pengunaan perahu trawl,”kata Rosyid. Selain perahu trawl , Rosyid menyoroti tentang sampah yang masih berserakan di pantai dan pelabuhan Bawean. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menjawab semua pertanyaan masyarakat itu dengan taktis. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan perahu trawl akan dilakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.
Sedangkan, persoalan sampah, Gus Yani, berharap masyarakat ikut partisipasi dalam menjaga lingkungan. “Pemerintah segera menyiapkan tempat pengolahan sampat terpadu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean Selengkapnya

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean


GRESIK,1minute.id – Ide anyar bermunculan ketika Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melakukan kunjungan kerja di hari pertama ke Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ketika melaunching transportasi umum dan perahu penyeberangan ke Gili Noko gratis di Dermaga Pelabuhan Sangkapura  muncul gagasan mendorong pelajar Kota Santri melakukan studi tour ke Pulau Bawean. Pulau yang memiliki banyak keberagaman budaya dan keindahan alamnya ini. 

Ide anyar lainnya, mewacanakan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik melakukan Work form Bawean (WfB) bergilir. Gagasan itu menvuat dalam Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi bersama ulama, kiai dan tokoh agama di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam, 8 Juni 2021.

Semua ide itu muaranya untuk mengungkit pariwisata, pemerataan ekonomi dan pelayanan pemerintah di Gresik dan  dan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, ada tiga hal utama yang dibutuhkan masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu. Tiga persoalan itu adalah transportasi, kesehatan dan pendidikan. 
Kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan Work from Bawean (WfB) untuk mengetahui dan memecahkan persoalan yang ada di Pulau Bawean.

OPD perlu melakukan WfB secara bergilir. Disamping itu, kebijakan di daratan harus bisa dilakukan di kepulauan Bawean.  Ia mencontohkan persoalan penerangan, Dinas Perhubungan perlu dibenahi jalur lingkar Bawean. Kemudian terkait sekolah, Dispendik apa yang perlu dibenahi segera diselesaikan. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sudah rampung, tinggal di launching. 

“Sehingga kita tahu persoalan yang belum terselesaikan di bawah, Bupati tidak bisa dikantor terus, seperti saat ini bertemu kiai tokoh masyarakat rembuk akur terus berjalan. Kita bisa urai persoalan yang belum terselesaikan. Memberikan keadilan di daratan dan di Pulau Bawean,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani mengakui gagasan WfB muncul bermula dari gagasan Menko Maririm Luhut Binsar Pandjaitan karena kondisi pariwista di Bali lumpuh. Para pengusaha di bidang pariwisata terdampak, seperti hotel dan lain sebagainya. 

“Usulan ini cocok, kunker digilir, ada sistem, ada regulasi bagian tugas pemerintah. Sebagai regulasi, maka butuh satu treatmen manajemen mudah-mudahan pulang kita bawa ciptakan pemerintahan yang adil dan merata,” paparnya. (yad)

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean Selengkapnya

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meletakkan batu pertama pembangunan masjid Assholihien di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. 

Peletakan batu pertama dalam rangkaian kunjungann kerja bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini diawali dengan tradisi budaya, tari Pencak Pendekar Bawean. 

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yanii mengatakan peresmian masjid Assholihien menjadi amal baik. “Semoga penuh keberkahan mudah-mudahan kita bisa merasakan sebagai manusia bermanfaat. Karena manusia meninggalkan,”harap Gus Yani. 

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Taufiqullah A. Ahmady mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan masjid ini untuk pengembangan pendidikan. Dia mengungkapkan, Gresik sebagai pusat sekolah unggulan secara nasional akan ditularkan di Pulau Bawean. 

“Keinginan kita mendirikan sekolah unggulan di Gresik kita tularkan ke Sangkapura,”kata  Taufiqullah. Ia berharap peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini menuju awal kelancaran pembangunan gedung ini. 

“Mudah-mudahan peletakan batu pertama menjadi mudah menuju kelancaran gedung mendukung kegiatan pendidikan di lingkungan kita,” terangnya. (yad) 

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Selengkapnya

Kenalkan Eksotis Pulau Bawean, Muncul Gagasan Studi Tur ke Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melaunching angkutan umum perintis di Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ada dua angkutan yang diperuntukan kepada masyarakat Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean. Dua unit kendaraan itu berjenis minibus Damri yang beroperasi Sangkapura – Tambak. Kemudian, transportasi penyeberangan ke Gili Noko.

Ini bentuk komitmen pemerintah bahwa kebijakan dan pelayanan tidak tersentralisasi pada wilayah daratan saja. Tapi, merata sampai ke Pulau Bawean. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, transportasi tersebut untuk mempermudah aktifitas masyarakat di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat pemeritahan kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan dua kendaraan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Bawean. Sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,”ujar Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja kali pertama di Pulau Bawean pada Selasa,8 Juni 2021. Rencananya kunjungan kerja ini selama 3 hari.

Gus Yani menyebut, Pulau Bawean memiliki alam yang indah dan mempesona. Tidak kalah dari destinasi wisata di Kota/kabupaten lain di Indonesia. Sebagai anak muda, keindahan pulau Bawean harus dikenalkan kepada seluruh masyarakat.

PENCAK SILAT : Kesenian tradisional pencak silat ini ditampilkan untuk menyambut tamu istimewa, Bupati-Wabup, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah di Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Tadi ada usulan yang cukup bagus, siswa di Gresik kalau studi tour tidak perlu ke tempat lain. Cukup di Pulau Bawean,”katanya. “Harus diawali oleh masyarakatnya sendiri. Memperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat di penjuru Indonesia sampai mancanegara. Pulau Bawean sangat istimewa, makanya, harus dijaga dan dirawat dengan baik. Melalui inovasi dan kreatifitas,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan, launching angkutan umum perintis Sangkapuran – Tambak ini untuk memenuhi transportasi masyarakat Bawean.

Trasnportasi ini akan beroperasi selama 30 hari kedepan. Setiap hari dua kendaraan yang beroperasi keliling Pulau Putri tersebut. “Untuk transportasi penyeberangan Gili Noko juga PP setiap hari yang berlangsung selama 30 hari juga,”ujar Nanang.

Pihaknya berharap, keberadaan transportasi ini dapat memudahkan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari. Juga, meningkatkan perekonomian warga Bawean. (yad)

Kenalkan Eksotis Pulau Bawean, Muncul Gagasan Studi Tur ke Pulau Bawean Selengkapnya

Nakes Naik Pikap Ajak Masyarakat untuk Vaksin


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona belum ada tanda-tanda berakhir. Setiap hari selalu ada penambahan kasus dan sembuh baru. Sinergitas semua elemen masyarakat diperlukan untuk menghambar persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Seperti yang dilakukan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Puskesman Alun-alun Gresik pada Senin, 7 Juni 2021. Nakes Puskesmas Alun-alun Gresik bersama anggota Koramil, Polsek dan Trantib Kecamatan Gresik naik mobil pikap menggunakan pengeras suara mengajak masyarakat untuk vaksinasi.

Mereka tidak hanya membawa pengeras suara. Juga membentangkan bener, poster yang isinya mengajak masyarakat untuk vaksinasi. Serta atribut menyerupai suntik vaksin. Mereka keliling Kota Gresik, berangkat dan finish dari Puskesmas Alun-alun Gresik. Kemudian keliling menuju  Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman – Kapten Dulasim –  Amak Kasim – Harun Thohir dan Pelabuhan Gresik.

Neneng Rahayu, salah satu nakes Puskesmas Alun Alun Gresik mengatakan kegiatan bersama 3 pilar  untuk sosialisasi vaksin Covid- 19. “Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mau berbondong bondon vaksin ke Balai Desa, Balai Kelurahan, maupun ke Puskesmas terdekat,”ujar perempuan 40 tahun yang juga koordinator aksi sosialisasi vaksinasi Covid-19 pada Senin, 7 Juni 2021.

Neneng melanjutkan, ia dan temannya terpanggil  turun langsung  untuk menepis kabar hoax yang beredar di masyarakat mengenai vaksin agar masyarakat percaya akan manfaat untuk mencegah penularan Covid-19. “Kendalanya memang seperti itu, karena itu kita harus terjun langsung ke lapangan sosialisasi, karena banyak masyarakat yang masih galau terkait vaksinasi atau pun efek dari vaksinasi itu seperti apa,” terangnya. (yad)

Nakes Naik Pikap Ajak Masyarakat untuk Vaksin Selengkapnya

Geledah Blok Narapidana, Ditemukan Gawai, Charger, Botol Kaca


GRESIK,1minute.id – Narapidana penghuni Blok D di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gresik kelabakan pada Senin, 7 Juni 2021. Sebab, petugas keamanan rutan berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari,  Kecamatan Cerme, Gresik melakukan penggeledahan barang bawaan warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan. 

Dalam instagram @rutangresik disebutkan pengeledahan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan ( Ka.KPR) Kelas II B Zulfikar Dyabir itu untuk pencegahan dini masuk barang terlarang di rutan. Penggeledahan itu dilakukan rutin merujuk arahan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM. 

Penggeledan barang bawaan binaan ini difokuskan di Blok D. Yakni, D 1, 2, 3 dan D 4 atas. Blok D ini khusus untuk narapidana terbelit perkara hukum antara lain, narkoba, curanmor dan lainnya.

GELEDAH BAWAAN NAPI : Petugas keamanan rutan melakukan penggeledahan barang bawaan narapida di Rutan Kelas II B Gresik dan menemukan 9 ponsel , charger dan barang terlarang lainnya (foto : ist)

Penggeledahan ini guna meminimalisir barang-barang yang dilarang masuk atau lebih tepatnya Zero Halinar (Handphone, Pungli, Narkoba). Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan sembilan unit telepon genggam, charger, botol kaca dan lainnya.

Diketahui, larangan menggunakan alat elektronik berupa handphone diatur dalam  Pasal 4 huruf J Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi setiap narapidana dilarang memiliki, membawa dan atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya. 

Adapun sanksi yang dapat dijatuhkan terhadap setiap Narapidana yang diketahui memiliki, membawa, dan/atau menggunakan handphone diatur dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi narapidana dan tahanan dijatuhi hukuman Disiplin tingkat berat jika melakukan pelanggaran. 

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Gresik Anis Handoyo ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan kabar kegiatan penggeledahan barang bawaan anak binaannya. “Mungkin ada, Saya tidak monitor tadi saya ada di Surabaya,”kata Anis pada 1minute.id pada Senin, 7 Juni 2021. (yad)

Geledah Blok Narapidana, Ditemukan Gawai, Charger, Botol Kaca Selengkapnya