Jalan Raya Manyar mulai Exit Tol hingga Jembatan Manyar akan Dilebarkan

GRESIK,1minute.id – Problem perkotaan berupa kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Manyar, Gresik menjadi perhatian pemerintah kabupaten Gresik. Rencananya, jalan nasional di pantai utara Gresik itu akan dilakukan pelebaran sepanjang 3,1 kilometer.

Mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Rencana pelebaran jalan Deandles itu  terungkap rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Ruang Graita Eka Praja (GEP) di Kantor Bupati pada Rabu, 5 Mei 2021.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan jangka pendek Pemkab sudah berinisiatif memasang water barrier mulai depan gerbang masuk Kawasab Industri Maspion (KIM) hingga tugu Manyar. Sedangkan, dalam jangka panjang, akan membuat kajian pelebaran jalan sepanjang 3,1 kilometer.

“Sudah punya satu konsep kedepan, hari ini mulai hasil rapat tersebut mengerucut kita siapkan perencanaan kajian karena semua dilandasi kajian tersebut,”terang Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 5 Mei 2021. 

Saat ini, pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer untuk pelebaran jalan nasional di Gresik bagian Utara (Pantura) itu. Untuk kebutuhan secara pastinya dilakukan studi kelayakan (feasibility study) diestimasikan selesai sebelum Agustus 2021.

“Kembali lagi kita harus dasari dengan perencanaan sebelum Agustus sudah selesai, bulan Agustus sudah masuk Musrenbangnas,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sedangkan untuk jangka pendek rapat koordinasi akan berkelanjutan mencari solusi bagaimana mengurangi kemacetan tersebut. Karena Jalan Raya Pantura Manyar itu melintasi kawasan industri Maspion dan lainnya. “Kita harus rekyaasa lalu lintas jalan raya manyar tidak sampai macet begitu parah,” terangnya. 

Sementara, Kepala Bidang Keterpaduan Infrastruktur Jalan pada BBPJN Oktaviano Dewo Satriyo Purbo pada pembahasan usulan 2022 pelebaran jalan satu kilo dulu.  “Mungkin kita pembahasan pelebaran satu kilo dahulu mulai dari Exit Tol Manyar sampai Jembatan Manyar,”kata dia. 

Pihaknya meminta untuk mengurangi kemacetan di Manyar. Maka kendaraan besar yang akan masuk keluar Kawasan Industri Maspion akan diatur kembali. Jika kendaraan masuk di pintu timur maspion, maka pintu keluar sisi barat, taman di bahu jalan dijadikan jalur lambat. 

Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Muspika Manyar akan segera bertemu dengan seluruh perusahaan yang akan dilintasi pelebaran jalan. (yad)

Jalan Raya Manyar mulai Exit Tol hingga Jembatan Manyar akan Dilebarkan Selengkapnya

Ratusan Aparat Siap Amankan Idul Fitri Tanpa Mudik

GRESIK,1minute.id– Operasi Ketupat Semeru (OKS) dimula Kamis besok, 6 Mei 2021. OKS digelar selama 12 hari hinvga 17 Mei 2021. Untuk memastikan kesiapan OKS itu, Polres Gresik menggelar Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Gresik pada Rabu, 5 Mei 2021.

Apel dipimpin Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi. Wakil Bupati Aminatun Habibah mengatakan, gelar pasukan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan akhir dalam rangka pengamanan perayaan hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Menjelang lebaran pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik terkait kenaikan COVID-19 sebesar 20.03 persen. Kegiatan Ops Ketupat Semeru 2021 harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan menyiapkan mental dan fisik, lakukan deteksi dini, antisipasi sedini mungkin, terutama kewaspadaan terhadap gangguan kamtibmas dengan kerja sama sinergi. “Ops Ketupat Semeru laksanakan tugas sebagai ibadah,”ujar Bu Min-panggilan-Wabup Aminatun Habibah.

Dalam Ops Ketupat Semeru ini, melibatkan TNI. Polri dan Pol PP. Juga melibatkan Dishub,Banser, Senkom, Pemuda Muhammadiyah, Saka Bhayangkara, Kokam dan Rapi Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief fitrianto mengatakan, kita pastikan hari ini, semua pasukan telah siap dalam melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2021 dan dukungan masyarakat sangat kami butuhkan, untuk mewujudkan kabupaten Gresik aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

“Sebenarnya tujuan utama dalam gelaran pasukan ini juga untuk melakukan penyekatan terkait himbauan larangan Pemerintah pusat bahwa Mudik Lebaran ini dilarang. Berikutnya guna mengantisipasi pendisiplinan protokoler kesehatan kepada masyarakat,”kata alumnus Akpol 2001 ini. (yad)

Ratusan Aparat Siap Amankan Idul Fitri Tanpa Mudik Selengkapnya

Sanggring Kolak Ayam, Warisan Budaya Takbenda Indonesia

GRESIK,1minute.id – Suhariyanto beberapa kali terlihat menuangkan piring berisi suwiran ayam bercampur rempah ke dalam wadah ember pada Senin, 4 Mei 2021. Bersama sejumlah panitia lainnya, ia menunggu masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik di teras masjid Sunan Dalem untuk mengambil jatah Sanggring Kolak Ayam sebelum salat Asar.

“Tahun ini lebih santai karena tadi hanya memasak sekitar 250-300-an porsi,”ujarnya ditemui 1minute.id pada Senin, 4 Mei 2021. 

Untuk keperluan itu, panitia Sanggring Kolak Ayam memotong  115 ekor ayam dan memasak 1 kuintal bawang daun ; 480 kilogram gula merah, 20 kilogram jinten bubuk dan 460 butir kelapa.

Pandemi COVID-19 yang belum ada tanda-tanda berakhir, membuat tradisi Kolak Ayam setiap 23 Ramadan dan telah memasuki tahun ke-496 itu dilakukan secara sederhana karena dikhususkan untuk masyarakat desa setempat. “Kalau sebelum pandemi, panitia menyediakan 3 ribuan porsi untuk warga dan masyarakat umum,”katanya. 

Takmir masjid Sunan Dalem H. Moh Ali Hasan dalam sambutannya menjelang buka puasa, mengakui pihaknya terpaksa menolak permohonan beberapa warga untuk bisa mengikuti acara inti di masjid.

Hal ini terpaksa dilakukannya demi mendukung ikhtiar pemerintah menekan penyebaran virus corona. 

Sanggring Kolak Ayam, tradisi masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 8 Oktober 2019.

Seperti diberitakan 1minute.id , Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara.

Tradisi ini berasal dari  suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan  dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini. 

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem. 

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun.

Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid.

Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Search
Sanggring Kolak Ayam, Warisan Budaya Takbenda Indonesia Selengkapnya

SIG Bukukan Laba Kuartal I-2021 sebesar Rp 450,36 Miliar

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan laba Rp 450,36 miliar atau 0 87 persen pada kuartal I- 2021.
Kinerja keuangan konsolidasian kuartal I-2021 sebagai berikut:

Pendapatan tercatat sebesar Rp 8,08 triliun, turun 5,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp8,58 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 5,77 triliun turun 1,80 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp 5,88 triliun.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 450,36 miliar naik 0,87 persen dibandingkan pada 2020 sebesar Rp446,46 miliar. 

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, pada kuartal I tahun 2021 pendapatan SIG mengalami penurunan sebesar 5,87 persen. Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan domestik terutama penjualan semen curah.

Realisasi anggaran infrastruktur pemerintah pada kuartal I-2021 belum berdampak pada permintaan semen curah.  Meskipun volume penjualan domestik lebih rendah, Perseroan mampu meningkatkan penjualan regional sebesar 58,1 persen menjadi 2,37 juta ton pada kuartal I-2021. Peningkatan volume penjualan regional ini menghasilkan peningkatan total volume penjualan sebesar 2,1 persen YoY.

“Peningkatan penjualan regional merupakan upaya Perseroan untuk memastikan utilisasi fasilitas produksi tetap terjaga serta memperkuat posisi SIG sebagai industri bahan bangunan terbesar di Asia Tenggara,”kata Hendi Prio Santoso.

Beban Pokok Pendapatan pada kuartal I-2021 tercatat Rp 5,77 triliun atau turun 1,80 persen YoY. Perseroan secara konsisten terus menjalankan inisiatif efisiensi, seperti menjaga konsumsi bahan bakar, energi, bahan baku, serta meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dan limbah dari industri lain. (yad)

SIG Bukukan Laba Kuartal I-2021 sebesar Rp 450,36 Miliar Selengkapnya

Sarung Tenun Wedani Cerme Masuk Pasar Dubai

GRESIK,1minute.id – Ramadan menjadi berkah pengerajin sarung tenun di Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Gresik. Permintaan sarung di negara-negara Islam meningkat. Sarung Tenun Wedani kembali di ekapor. 

Menandai ekspor kali kedua mulai Januari hingga Mei 2021 ini, disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir dan Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai  Gresik Bier Budy Kismulyanto, ekspor sarung Wedani ini untuk kali kedua. “Ekspor kali pertama awal Januari 2021 kami fasilitasi ke negara timur tengah,”kata Bier pada Senin, 4 Mei 2021. 

Ekspor kali kedua ini tujuan Dubai, Jeddah, Brunai Darussalam, Ethiophia dan Uni Emirat Arab.

“Kami berharap ekspor  kali ini akan semakin membuka pasar ekspor baru dan sarung Wedani Cerme Gresik semakin di kenal di manca negara,”harap Bier yang saat itu mendampingi Wabup Aminatun Habibah, Nurul Haromaini dan Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono.

Wakil Bupati Aminatun Habibah menambahkan, sejak masa pandemi ini perekonomian masyarakat sempat terpuruk. Ia memuju terobosan yang dilakukan UMKM sarung Desa Wedani.

“Kami tahu, kualitas sarung produksi masyarakat Wedani ini sangat berkualitas bagus. Saya sudah melihat proses pembuatannya. Hasilnya sungguh sangat luar biasa ”puji Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

CEO PT Kakean Primanda Indonesia Achmad Nur Hasyim Hamada menyatakan pada zaman dulu Gresik sudah terkenal dengan hasil tenun songket. Padahal kalau bisa membuat tenun songket hasilnya lebih menguntungkan secara ekonomis karena harganya bisa mencapai puluhan juta.  

“Hasil tenun songket Gresik kami temukan pada museum di Belanda dan tertulis pada sejarah tenun dan tekstil. Tapi sejak seratus tahun terakhir songket Gresik sudah tidak ada lagi. Kami berharap para pengrajin tenun di Gresik untuk menguri-uri kembali agar tenun songket Gresik bisa berjaya lagi,”katanya. (yad)

Sarung Tenun Wedani Cerme Masuk Pasar Dubai Selengkapnya

Ramah Lingkungan, Green Surfactant Petrokimia Gresik Diminati Industri Migas


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik  melakukan penjualan perdana Green Surfactant sebanyak 7.000 liter kepada KSO Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap di Sarolangun, Provinsi Jambi pada Selasa, 4 Mei 2021. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan Green Surfactant produksi Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini merupakan satu-satunya produk surfaktan dalam negeri.

Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak / lemak) sehingga dapat menyatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Selain digunakan untuk bidang farmasi dan industri pembersih seperti detergen, surfaktan juga digunakan untuk keperluan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

“Green Surfactant merupakan terobosan penting yang dapat mendukung industri minyak dan gas (migas) di tanah air agar semakin efisien dan ramah lingkungan,”ujar Dwi Satriyo.

Secara teknis, surfaktan akan diinjeksikan ke dalam bumi. Minyak bumi yang masih menempel di bebatuan akan terlepas dan lebih mudah disedot dengan pompa.

Sehingga surfaktan ini mampu meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi.

“Pengeboran minyak suatu saat akan turun produktivitasnya, meskipun cadangan yang ada di dalam sumur masih banyak. Ini terjadi karena minyak menempel pada bebatuan atau lainnya. Dengan menggunakan Green Surfactant akan ada biliunan barel minyak yang awalnya ditinggal karena susah disedot sekarang bisa dioptamilasisasi,”ujarnya.

Green Surfactant akan menggantikan penggunaan surfaktan berbasis hydrocarbon yang umum digunakan industri migas di Indonesia. Dimana surfaktan berbasis hydrocarbon ini harus diimpor dari luar negeri dengan harga yang lebih mahal dan fluktuatif karena dipengaruhi harga Crude Oil dunia.

“Oleh karena itu, Green Surfactant memiliki potensi pasar yang besar mengingat harganya lebih kompetitif dan lebih ramah lingkungan. Di sisi lain sumur migas di Indonesia juga sangat banyak,”kata Dwi Satriyo.

Sementara itu, dalam hal pemasaran, Petrokimia Gresik mendapat dukungan marketing and technical assistance dari Komunitas Migas Indonesia (KMI). Setelah pengiriman ke KSO Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap, selanjutnya Petrokimia Gresik akan melakukan pengiriman Green Surfactant dengan volume 3.500 liter ke Sumur Kawengan Cepu, Provinsi Jawa Tengah.

“Ini menjadi bukti Green Surfactant produksi Petrokimia Gresik sangat diminati industri migas di tanah air,”tandasnya.

Saat ini kapasitas produksi Green Surfactant Petrokimia Gresik mencapai 600 kiloliter (kL) per tahun. Melihat potensi pasar yang masih sangat terbuka lebar, Dwi Satriyo berharap ke depan produksi Green Surfactant dapat ditingkatkan tidak lagi sekadar mini plant, tetapi dalam skala yang lebih besar lagi.

Terakhir, Dwi Satriyo menyatakan hadirnya produk Green Surfactant ini juga menjadi bentuk dukungan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini terhadap target produksi crude oil 1 juta barrel per hari yang dicanangkan oleh pemerintah melalui SKK Migas.

“Selain itu, kerja sama ini juga menjadi salah satu wujud dan peran bersama dalam membangun kemandirian bangsa serta dalam rangka mengurangi ketergantungan impor bahan baku dan bahan penolong, salah satunya Surfaktan,” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Ramah Lingkungan, Green Surfactant Petrokimia Gresik Diminati Industri Migas Selengkapnya

Teken Pakta Antinarkoba, bila Terbukti Gunakan Narkoba Siap di PDTH


GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengingatkan anggotanya tentang bahaya narkoba. Jika ada anggota Polres Gresik yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sanksinya sangat berat.

“Jika terbukti menyalahgunakan narkoba kami tidak akan segan-segan secara tegas melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PDTH) kepada anggota yang menyalahgunakan narkoba,”tegas alumnus Akpol 2001 dalam Apel Komitmen Antinarkoba di Mapolres Gresik pada Selasa, 4 Mei 2021.

Apel dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan pejabat utama ini, Kapolres Arief Fitrianto mengatakan komitmen bersama mengingatkan kembali bahaya narkoba, seluruh anggota membuat pernyataan di atas materai bahwa mereka sanggup menjauhi narkoba. 

Bila anggota masih mencoba menyalahgunakan narkoba, mereka sanggup diberhentikan dari dinas kepolisian sanggup diproses secara hukum. Komitmen ini mengingatkan bahaya narkoba dan sanksi hukum diterima oleh seluruh personel jika terbukti melanggar. 

“Harapannya kegiatan ini kita bisa memberikan kesadaran anggota kita jangan sekali-sekali mencoba bahaya narkoba. Karena bahaya narkoba selain merugikan diri sendiri juga merugikan keluarga dan institusi. Kalau berani melanggar sanggup memecat diri sendiri dari institusi Polri,”katanya dengan nada serius.

Mantan Kapolres Ponorogo itu berpesan menyadarkan dan kembali menyegarkan komitmen memerangi narkoba. Karena bahaya narkoba ini bisa menyentuh lapisan masyarakat termasuk Polri. (yad)

Teken Pakta Antinarkoba, bila Terbukti Gunakan Narkoba Siap di PDTH Selengkapnya

Mudik Dilarang, Lebaran Dirumah Saja

GRESIK,1minute.id –  Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta seluruh pemerintah daerah untuk melarang warganya untuk mudik, termasuk mudik lokal antar kota dalam provinsi.

Doni menjelaskan, mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain pada momen Hari Raya Idul Fitri atau lebaran akan sangat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

“Mudik lokal pun kita harapkan tetap dilarang, jangan dibiarkan terjadi mudik lokal, kalau terjadi mudik lokal artinya ada silaturahmi, ada salam-salaman, ada cipika-cipiki, artinya bisa terjadi proses penularan satu sama lain,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 pada Minggu, 2 Mei 2021 mengutip dari suara.com.

Sementara itu, di ruang Aula Sarja Arya Racana Polres Gresik digelar rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat Semeru pada Senin, 3 Mei 2021. Rakor ini dipimpin Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Asisten I Setkab Gresik Tursilowanto Hariogi. 

Rakor membahas kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H serta  larangan mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengingatkan anggota yang tugas di lapangan harus bersikap tegas namun tetap humanis. Selain itu, mantan Kapolres Ponorogo itu, tidak lupa mengingatkan anggota untuk menjaga dan melakukan pengecekan kesehatanys. 

“Tugas pokok Polres maupun Polsek jajaran Gresik dibantu TNI dan instansi terkait untuk melaksanakan himbauan larangan mudik lebaran kepada masyarakat demi terjaminnya rasa aman bagi masyarakat,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Ia melanjutkan Operasi Ketupat Semeru 2021 tidak bisa dilaksanakan satu instansi sendiri. Harus ada kerjasama dan sinergitas, gotong royong serta terus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat terkait larangan mudik dan kedisplinan mematuhi Protokol kesehatan (prokes) dalam melaksanakan ibadah ramadan dan Idul Fitri. (yad)

Mudik Dilarang, Lebaran Dirumah Saja Selengkapnya

Gepal Siap Aksi ke Gedung Merah Putih, Tanyakan Kasus Giri Tirta

GRESIK,1minute.id – Aktivis gerakan penolak lupa (Gepal) Gresik kembali turun jalan pada Senin, 3 Mei 2021. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan perkara dugaan korupsi di  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta. 

Hampir sebulan lembaga antirasuah itu melakukan penyelidikan dugaan korupsi  proyek pipanisasi senilai Rp 133 miliar. Proyek pipanisasi itu dikerjakan oleh PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) pada 2012.

“Usut tuntas indikasi korupsi di Giri Tirta, informasikan hasil penyelidikan oleh KPK dan tetapkan siapa tersangka kasus dugaan korupsi di Perumda Giri Tirta,”kata Syafiudin daru Gepal pada Senin, 3 Mei 2021.

Gerakan Penolak Lupa, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Gresik yang konsern terhadap ketimpangan sosial dan korupsi di Kota Santri.
Massa yang turun ke jalan ini membawa beberapa spanduk, bernada mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas.

KPK sudah mendatangi kantor dan meminta keterangan manajemen Perumda Giri Tirta. Juga, mantan Dirut perusahaan yang dulunya bernama peruahasaan daerah air minum (PDAM) ini.
Penyidik juga memintai keterangan dari manajemen PT DBT dan PT DAL.

“Ada apa dengan KPK atas kasus PDAM di Gresik yang sampai saat ini belum ada penetapan tersangka?”kata Syafiudin dengan nada tanya. Aksi di dua lokasi itu, tidak ada satupun perwakilan DPRD Gresik maupun Giri Tirta yang menemui mereka.

Pihaknya akan melakukan aksi serupa jika kinerja KPK lambat dalam penyelidikan kasus ini. “Kalau perlu kami akan aksi ke Jakarta,”tegasnya. 

Untuk diketahui, KPK mulai menelisik dugaan korupsi dalam proyek pipanisasi air di Gresik. Proyek kerja sama investasi dengan dua perusahaan swasta senilai Rp133 miliar. 

PT DBT berupa kerja sama sistem Build Operate Transfer (BOT) pembangunan proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo, dan PT DAL berupa ROT (Rehabilitation Operating Transfer) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo pada 2012. Proyek kerjasama itu ditengarai merugikan puluhan miliar. (yad)

Gepal Siap Aksi ke Gedung Merah Putih, Tanyakan Kasus Giri Tirta Selengkapnya

Masuk Zona Oranye, Ops Yustisi Masif Dilakukan Satgas Covid-19

GRESIK,1minute.id – Satgas Covid-19 Gresik mengintensifkan melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatanOperasi yustisi dilakukan di jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru pada Minggu, 2 Mei 2021.

Operasi yustisi skala besar ini melibatkan puluhan petugas dari Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik itu dipimpin Ipda Heriyanto.

Ops Yustisi ini untuk menyosialisasikan instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 03/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran corona virus Disease 2019.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan operasi yustisi ini akan terus dilakukan bersama instansi terkait, dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 serta dalam rangka pengawasan PPKM utamanya di wilayah Kabupaten Gresik.
“Ops Yustisi akan semakin kita intensifkan bersama petugas gabungan,”kata alumnus Akpol 2001.

Sementara itu, update data COVID-19 per 2 Mei 2021 terdapat penambahan 3 kasus baru terakumulasi menjadi 5.545 kasus dan sembuh bertambah 1 kasus menjadi 5.139 kasus. Meninggal dunia 353 kasus. (yad)

Masuk Zona Oranye, Ops Yustisi Masif Dilakukan Satgas Covid-19 Selengkapnya