Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir. 

Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.

Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung. 

Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.

KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 
Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan  Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.

Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.

“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.

Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021.  Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.

Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.

Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.

“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.

Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya. 

Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.

Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.

Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS  Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.

Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.

Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.

Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM.
“Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.

Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik Selengkapnya

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu lagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) berdiri di Gresik. Lembaga anyar itu bernama Gresik Ekologi dan Observasi (GEO).

LSM yang dipimpin oleh Johar Ismanto ini berfokus dengan misi  lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta melakukan penelitian uji kualitas polusi udara.

Menurut Johar Ismanto, Gresik dikenal sebagai kota industri. Ribuan pabrik berskala kecil hingga besar menjalankan operasi di Gresik. “Kami tidak menolak industrialisasi. Tapi, industri yang harus ramah lingkungan,”ujar Jhon Oi-sapaan-Johar Ismanto pada Rabu, 24 Maret 2021.

Pria 41 tahun ini, selama ini kerap terlibat aksi demonstrasi bersama sejumlah aktivis di Gresik ketika melihat ada ketimpangan sosial, maupun lingkungan di Gresik.

“Kami di GEO akan lebih banyak kajian dengan melibatkan akademisi melakukan penelitian uji kualitas polusi udara,”tegas Jhon Oi. (*)

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik Selengkapnya

Dr Eko Resmi Dilantik sebagai Rektor UMG

GRESIK,1minute.id – Tongkat pimpinan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berganti dari Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S. kepada Dr. Eko Budi Leksono, S.T., M.T.

Prosesi pelantik Rektor baru di Hall Sang Pencerah UMG di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru ini diantaranya dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur  Saad Ibrahim, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ketua Aisyiyah, serta Ketua Nasyiatul Aisyiyah. 

Sedangkan, tamu yang hadir secara virtual adalah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. Masa pagebluk coronavirus disease 2019 (Covid-19) belum berakhir membuat pelantikan rektor dilakukan dengan protokol kesehatan dan dilakukan secara daring dan luring serta disiarkan melalui channel youtube.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan terpilihnya pemimpin baru, pimpinan daerah Gresik dapat meneruskan kerjasama yang baik dengan Universitas Muhammadiyah Gresik sehingga dapat terus berkontribusi kepada masyarakat. “Selamat kepada Dr Eko “kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap agar kedepannya, baik Rektor terpilih maupun Rektor yang telah menyelesaikan masa jabatan dapat terus bekerja bersama dan berkesinambungan untuk membangun Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi lebih baik. 

Menurutnya, regulasi organisasi merupakan suatu proses yang akan berjalan terus menerus, sehingga diharapkan pemimpin yang lama ikhlas melepaskan dan pemimpin yang diamanahkan juga ikhlas dalam mengemban tugas baru. 

“Kepada Rektor terpilih untuk terus membangun jaringan yang kuat, baik secara internal maupun eksternal. Hubungan yang baik secara internal akan memperkuat pembangunan dan kemajuan kampus,”kata Headar. 

Sebelum mengakhiri sambutan, menyampaikanselamat kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik masa jabatan 2021-2025. Selain itu, Haedar juga menyampaikan terimakasih kepada Prof. Budi yang telah melaksanakan amanah selama satu periode. 

“Selamat menunaikan amanah, ciptakan rasa saling bersaudara di seluruh civitas, InsyaAllah berkah dan rahmat Allah akan melimpah pada kita semua,”tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lincolin Arsyad menyampaikan keputusan Dr. Eko Budi Leksono, S.T., M.T., diberi amanah untuk menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik masa jabatan 2021-2025. Dr. Eko menggantikan Rektor masa jabatan sebelumnya yakni Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S. (*)

Dr Eko Resmi Dilantik sebagai Rektor UMG Selengkapnya

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi memdadak (sidak) di tiga kantor pelayanan publik  di Kecamatan Dukun, Gresik pada Rabu, 24 Maret 2021.

Kantor pelayanan administrasi kependudukan, Puskesmas Mentaras dan Kantor Desa Mojopetung. Sidak ini untuk memastikan pelaksanaan program “Lahir Pulang Bawa Akta”. Program ini di launching pada Senin, 22 Maret 2021.

Program kalaborasi antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Setiap ibu yang baru melahirkan, ketika pulang sudah membawa akta kelahiran bagi si buah hatinya di 21 rumah sakit dan 32 puskesmas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Nah, tadi pagi sekitar pukuln07.45 Wabup Gresik Aminatun Habibah mendatangi ruang layanan administrasi pencatatan kependudukan di Kantor Kecamatan Dukun. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah celingukan ke kanan dan kiri.

Bu Min mencari petugas layanan tapi tidak menemukan petugas dari disdukcapil. “Tadi cuma ada pegawai kecamatan yang sifatnya diperbantukan. Seharusnya pegawai Disdukcapil tetap standby sesuai jam kerja. Sehingga masyarakat yang ingin mengurus KK, KTP atau catatan sipil lainnya bisa terlayani dengan baik,”ujar Bu Min pada Rabu, 24 Maret 2021. 

Bu Min pun menyayangkan atas ketidakhadiran pegawai Disdukcapil di ruang layanan tersebut. Apalagi, layanan administrasi kependudukan di Kecamatan Dukun ini satu-satunya kecamatan di wilayah Pantura yang memiliki support cetak e-KTP.

“Apapun alasannya, jangan sampai pegawai yang bertugas melayani cetak e-KTP maupun catatan sipil lainnya meninggalkan tempat saat jam kerja. Kasihan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang ternyata tidak terlayani,” ungkapnya.

Berikutnya, Bu Min menuju kantor  UPT Puskesmas Mentaras. Bu Min mendengar adanya keluhan masyarakat terkait kurang ramahnya petugas resepsionis terhadap pasien. Tak hanya itu, dia juga menemukan adanya data yang tidak sinkron terkait jumlah kasus stunting atau kekurangan gizi anak.

“Waktu saya tanya data kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Mentaras, Kepala UPT-nya bilang cuma ada 7. Yakni 5 di Desa Lowayu dan 2 di Tirem. Setelah saya cek lagi ternyata data yang tercatat ada 172 kasus,” ucapnya.

Dia pun menghimbau agar pelayanan di UPT Puskesmas Mentaras lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan tetap bersikap ramah kepada masyarakat atau pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

“Tadi kami juga mampir ke Kantor Desa Mojopetung. Ternyata layanan di ruang Polindesnya tidak ada petugas medis satupun. Harusnya ada yang standby di situ,” imbuh perempuan berhijab itu. (*)

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya Selengkapnya

Abdul Muis Zuhri dan Fajar Yulianto, Terpilih Aklamasi sebagai Ketua dan Sekretaris LDII Gresik

GRESIK,1minute.id – KH. Abdul Muis Zuhri, terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Dearah Lembaga Dakwah Indonesia (LDII) Gresik  pada Rabu, 24 Maret 2021.

Musda bertemakan Penguatan Organisasi yang Berintegritas, Profesional, Religius Mendukung Nawa Karsa menuju Gresik Baru di Gedung LDII di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Musda dihadiri Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrozi Konawi, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, perwakilan Kodim 0817 Gresik dan perwakilan ormas. Sedangkan, peserta Musda dilakukan secara virtual.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada kesempatan itu memberikan pencerahan tentang Nawa Karsa Gresik Baru. Diakui oleh Gus Yani bahwa program kerja yang dicanangkan sudah sesuai dengan Program Nasional Presiden Jokowi Nawacita dan Program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Nawa Bhakti.

Nawakarsa Gresik Baru, terang Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, bersisi 9 prioritas tematik yaitu, Gresik Akas, Gresik Seger, Gresik Mapan dan Gresik Agropolitan. Berikutnya, Gresik Karya, Gresik Cerdas, Gresik Sehat, Gresik Barokah dan Gresik Lestari.

“Kami memohon kepada semua jamaah LDII Gresik untuk mendukung, mendoakan dan memperjuangkan program Nawa Karsa Gresik Baru bisa terwujud di Gresik,”kata Gus Yani. 

Gus Yani memint kepada para tokoh dan pemimpin memohon agar senantiasa mendampingi dan memberi penguatan kepada masyarakat. “Dimasa pandemi ini masyarakat butuh pendampingan dari kita dan pemerintah,”imbuhnya.

Terkait Musda VII LDII Gresik, Gus Yani berharap sukses dan melahirkan pemimpin baru yang hebat.

Ketua dua periode LDII Gresik Abdul Muiz Zuhri dalam sambutannya mengatakan bahwa, pihaknya mengangkat tema dalam Musda kali ini yaitu penguatan organisasi yang berintegritas, professional, religious mendukung Nawa Karsa menuju Gresik Baru.

“Tema ini kami ambil agar, kami dan seluruh jamaah LDII Gresik mendukung dan mensukseskan Pemerintahan Bupati Gus Yani dan Ning Min menuju Gresik Baru. Kami melihat program 99 hari yang telah dicanangkan serta progresnya sangat luar biasa,”katanya.

Tentang kepemimpinan Abdul Muiz selama dua periode, Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrozi Konawi menilainya sangat sukses. Bahkan di tingkat Jawa Timur, LDII Gresik berada di urutan pertama. “Tingkat kesuksesan itu terbukti dari kehadiran seluruh undangan saat ini. Nilai plus dapat dirasakan pada sinergitas secara vertikal maupun horizontal,”katanya.

Sementara itu, musda berjalan khidmat ini, secara aklamasi memilih Abdul Muis Zuhri dan Andi Fajar Yulianto, sebagai Ketua dan Sekretaris DPD LDII Gresik periode 2021-2026. (*)

Abdul Muis Zuhri dan Fajar Yulianto, Terpilih Aklamasi sebagai Ketua dan Sekretaris LDII Gresik Selengkapnya

Normalisasi Kali Lamong, Dimulai dari Desa Jono hingga Tambakberas, Bupati Siap Ngebut

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berusaha ngebut menuntaskan normalisasi Kali Lamong. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sudah siap masuk persneling lima. Harapan bisa menuntaskan banjir dan mengurangi penderitaan masyarakat berada di aliran Kali Lamong itu.

Dalam pertemuan dengan Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto di ruang Putri Mijil Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021, Bupati Fandi Akhmad Yani meminta pembagian tugas dalam normalisasi Kali Lamong ini. 

“Saya sudah ngomong ke BBWS. Kalau kesini jangan hanya rapat terus, tapi ya MoU agar kami bisa segera bergerak menurunkan alat berat guna melakukan normalisasi Kali Lamong,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai pertemua di ruang Putri Mijil kantor Bupati pada Selasa, 23 Maret 2021.

Sayangnya, keinginan Pemkab Gresik dalam pengerjaan percepatan normalisasi Kali Lamong itu terbentur aturan dan kewenangan pemerintah pusat daerah. Pemkab hanya diberi pembebasan lahan. 

Berdasarkan studi BBWS sejak 2012, normalisasi Kali Lamong ini membutuhkan pembebasan lahan seluas 149 hektar dengan estimasi anggaran Rp 600 miliar. Berdasarkan hasil studi land acquisition and resetlement action plant (LARAP) 2020,  lahan yang harus dibebaskan semakin luas, menjadi 280 hektar dengan estimasi biaya Rp 800 miliar.

Panjang Kali Lamong yang berada di Gresik sekitar 68 kilometer. Dari Kecamatan Balongpanggang hingga Kebomas. Gus Yani -panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani  menambahkan, akibat meluapnya Kali Lamong saat musim hujan. Tidak hanya terjadi pada induknya. Tapi juga anak sungai Kali Lamong.

“Dalam studi LARAP estimasi penanganan Kali Lamong memakan waktu sampai lima tahun. Meski begitu, saya tetap yakin dengan estimasi anggaran Rp 800 miliar bisa diselesaikan dalam waktu 3,5 tahun. Mudah-mudahan bisa, kita harus penuh strategi,”katanya.

Skuel paparan BBWS di Ruang Putri Cempo di Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam paparan tim BBWS , rencana pekerjaan akan dimulai April 2021. Pekerjaan dimulai dari Desa Jono sampai Tambakberas, Kecamatan Cerme ìsepanjang 1,8 kilometer. Menurut studi tersebut, normalisasi akan dilakukan dari wilayah hilir. Dengan jenis penanganan pembuatan tanggul. Baik tanggul tanah maupun tanggul parapet. Tinggi tanggul antara 3,9 meter hingga 4 meter. 

Berdasarkan data di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kementerian PUTR, pagu normalisasi Kali Lamong untuk pengendalian banjir Kali Lamong Rp 96 miliar ini. Lelang diikuti 223 peserta. PT Marinda Utamakarya Subur, sebagai pemenang tender dengan penawaran sebesar Rp 72 miliar tepatnya Rp 72.000.000.762,80

Sementara itu, Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto menyatakan, sebetulnya pihaknya siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong asalkan lahannya sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan 2021 sebesar Rp 98 miliar ini bisa terserap sepenuhnya. 

“Kalau lahan siap, dananya bisa terserap semua. Kita tinggal mengikuti daerah saja, untuk dananya siap,”katanya. (*)

Normalisasi Kali Lamong, Dimulai dari Desa Jono hingga Tambakberas, Bupati Siap Ngebut Selengkapnya

Ada Jalan Rusak, Foto lalu Share, Bupati Gresik Minta DPUTR Responsif


GRESIK,1minute.id – Program aplikasi layanan pengaduan pengguna jalan (Apalan) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 23 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi tekad DPUTR untuk mendekatkan dengan masyarakat melalui program perbaikan jalan secara cepat itu. “Ada laporan jalan rusak harua responsif. Saya tidak mau hanya sekadar launching,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani usai launching di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas pada Selasa, 23 Maret 2021.

Launching Apalan ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Gus Yani meminta petugas unit reaksi cepat (URC) Perbaikan Jalan ini tersebar di sejumlah zona. Utara, Selatan dan Tengah atau perkotaan.

“Sehingga ketika ada aduan masyarakat semakin cepat ditanggapi. Kami tidak menginginkan ada warga yang menjadi korban kecelakaan karena jalan rusak,”tegas Bupati Gresik termuda itu.

Alumnus Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini menjanjikan akan menggelontor anggaran tambahan bila tim URC DPUTR sregep dan tanggap terhadap pengaduan masyarakat. “Pokok e nek jalane halus nanti anggaran ditambah,”kata Gus Yani.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi program Apalan ini. Sebab, kondisi jalan yang baik bisa mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. “Dan, Satlantas melalui Dikyasa akan terus berkoodinasi sehingga setiap perbaikan jalan bisa ikut mengatur lalu lintasnya,”kata alumnus Akpol 2001 ini didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji mengatakan, saat ini sudah ada enam unit yang siap melakukan perbaikan jalan secara cepat di Gresik. 

Setiap unit beranggotakan tujuh orang beserta peralatannya. Anggaran URC perbaikan jalan secara darurat sekitar Rp 25 miliar. Meski dianggap kurang karena mereka harus mengcover 517 kilometer jalan kabupaten Gresik. “Kita akan optimalkan kerja mereka,”katanya.

Lalu bagaimana cara masyarakat melapor terkait jalan rusak, berdasarkan panduan URC DPUTR Gresik cukup sederhana. Jalan rusak di foto menyertakan lokasinya kemudian uplaod ke aplikasi Apalan atau WhatsApp di nomor 0812 3334 4500. (*)

Ada Jalan Rusak, Foto lalu Share, Bupati Gresik Minta DPUTR Responsif Selengkapnya

Bupati Gresik Minta Manajemen PDAM Gandeng Pihak Ketiga untuk Perbaikan Pipa Uzur

GRESIK,1minute.id – Hari Air Sedunia berlalu. Masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih sambat air bersih. Air mampet,  kalau mengalir pun keruh. Kondisi ini tentu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin. Ngelus dada.

Sebab, kabupaten berpenduduk 1,3 jiwa ini sejatinya mendapatkan alokasi dari SPAM Umbulan 1.000 liter per detik (lpd). PDAM Giri Tirta baru memgambil 300 ldp dari kuota 1.000 ldp itu. Celakanya lagi pasokan 300 ldp itu tidak bisa dimanfaatkan maksimal untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup masyarakat. Dalih manajemen bermacam-macam. Pipa bocor, pipa usang dan seterusnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang belum genap sebulan menjabat orang nomor satu itu kebanjiran laporan dari masyarakat. Semuanya mengeluh tentang pelayanan PDAM Giri Tirta.

Usai menghadiri peresmian SPAM Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 22 Maret 2021, Bupati Gresik termuda itu meminta manajemen PDAM Giri Tirta untuk menggandeng pihak ketiga mengatasi problem pipanisasi uzur itu.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, hingga saat ini dari total 1.000 liter per detik air yang disiapkan oleh SPAM Umbulan, PDAM Giri Tirta baru mampu menerima suplai air 300 liter per detik untuk kebutuhan 30 ribu pelanggan di wilayah perkotaan. Kecamatan Gresik, Kebomas dan sekitarnya.

“Jaringan pipa di wilayah perkotaan tak siap karena usia rata-rata di atas 30 tahun, sehingga banyak sudah keropos dan bocor. Kalau dipaksakan dihantam dengan tekanan air 1.000 liter per detik dari SPAM Umbulan, maka dipastikan pipa rusak dan pecah, sehingga air akan terbuang cuma-cuma,”terang Gus Yani kepada wartawan pada Senin, 22 Maret 2021.

Jaringan pipa yang sudah uzur karena usia pipa sudah puluhan tahun, sehingga mudah bocor dan mengganggu distribusi air di wilayah perkotaan selama ini. Apalagi jika dipaksakan 1.000 liter per detik.

Proyek peremajaan pipa dan infrastruktur PDAM di wilayah perkotaan, seperti Kecamatan Kebomas, Gresik dan sekitarnya harus segera dibenahi. Manajemen PDAM Giri Tirta mengajukan usulan peremajaan pipa yang sudah berkarat dan berusia di atas 30 tahun  itu menyentuh angka Rp 400 miliar.

Anggaran ratusan miliar itu, akan membebani APBD Gresik. “Saya minta PDAM bisa kerja sama dengan pihak ketiga, agar tidak membebani APBD Gresik,”kata Gus Yani.

Kerjasamanya, berbentuk kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KBPU) bisa dengan model BOT (Build Operate Transfer). Dan, model kerjasama BOT itu pernah dilakukan oleh manajemem PDAM Giri Tirta sebelumnya selama puluhan tahun. 

“Saya kira banyak perusahaan pihak ketiga yang mau diajak kerja sama seperti itu,”katanya.
Bupati milenial ini berharap peremajaan pipanisasi di wilayah perkotaan cepat tuntas, sehingga distribusi air dari SPAM Umbulan Pasuruan sebanyak 1.000 liter per detik cepat terealisasi seperti harapan Presiden Joko Widodo.

“Untuk itu, saya minta PDAM inovatif, cari terobosan gandeng pihak ketiga untuk kerja sama dalam peremajaan pipa dan infrastruktur pendukung di wilayah perkotaan agar tak membebani APBD,”tegasnya lagi.

Perbaikan layanan dan penyediaan air bersih PDAM juga merupakan salah satu program prioritas di Nawa Karsa Pemerintahan Gresik Baru. “Tidak ada lagi keluhan masalah air di masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo meresmikan SPAM Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan pada Senin, 22 Maret 2021.

SPAM Umbulan ini bisa mendistribusikan air sebesar 4.000 liter per detik untuk sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jatim. Salah satunya, adalah Kabupaten Gresik yang mendapat jatah sebanyak 1.000 liter per detik. Hanya saja, Gresik masih belum bisa memaksimalkan 300 liter per detik. (*)

Bupati Gresik Minta Manajemen PDAM Gandeng Pihak Ketiga untuk Perbaikan Pipa Uzur Selengkapnya

Diduga Cemburu, Mantan Disekap dan Dianiaya

GRESIK,1minute.id – Sebuah pesan WhatsApps masuk ke gawai milik Nikmatul Tahqiro pada Kamis, 18 Maret 2021 sekitar pukul 13.00. Isi pesan disertai sejumlah foto berasal Miftakhul Khoir. Isi pesan apalagi disertai foto itu menyentakkan Nikmatul Tahqiro. 

Isi pesan itu tentang kondisi Yanda Elvariani Suyanto Putri. Berdarah-darah di bagian pelipis. Baju dan celana juga terdapat bercak darah. Yanda, 21, asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Gresik berada dalam sebuah kamar. Yanda adalah diduga kekasih Miftkhul Khoir. 

Dua orang sahabat itu kemudian bergegas melapor ke Polsek Benjeng. Sebab, mereka khawatir keselamatan Yanda. Laporan masyarakat itu membuat sejumlah polisi menelisiknya.  Dalam laporan itu, disebutkan korban Yanda  dirumah Azrul Ahmaludin.

Hasil penyelidikan polisi menemukan lokasi korban Yanda. Lokasi kejadian ada di rumah Azrul di Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng. 
Sejumlah polisi kemudian menggerebek rumah Azrul itu. Saat digerebek, korban disekap dalam sebuah kamar. Sedangkan, Azrul sedang tertidur dalam kamar lainnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Benjeng AKP Lukman Sholeh Hadi dikonfirmasi membenarkan kejadian dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap korban Yanda diduga dilakukan oleh Azrul. 20, warga Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng itu.

“Dugaan awal, diduga persoalan asmara. Cemburu,”kata Lukman dikonfirmasi gawainya pada Selasa, 23 Maret 2021. (*)

Diduga Cemburu, Mantan Disekap dan Dianiaya Selengkapnya

Hari ini, Bupati Gresik Bertemu BBWS Bahas Penanganan Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tancap gas dalam melakukan penanganan banjir luapan Kali Lamong di Gresik Selatan.

Hari ini, Selasa, 23 Maret 2021, Orang nomor satu di Gresik itu, akan bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di kantor Bupati Gresik.

Pertemuan tersebut menindaklanjuti  pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Lamong. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani akan didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Bappeda dan Dinas Pertanahan.

“Iya, bersama BBWS terkait Kali Lamong,”kata Kepala Dinas PUTR Gresikq Gunawan Setiaji pada Selasa, 22 Maret 2021. Penanganan banjir Kali Lamong, salah satu program 99 hari kerja Nawa Karsa.

Sebelumnya, orang nomor satu di Gresik meninjau lokasi banjir dan menyalurkan bantusn kepada masyarakat terdampak Kali Lamong pada Senin malam, 15 Maret 2021. 

Menurut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, ada dua acara akan dilakukan menangani banjir Kali Lamong yang terjadi setiap tahun itu. Yakni, penanganan jangka panjang dan pendek.

“Untuk jangka panjang kami telah menyiapkan pembebasan jangka panjang. Tahun ini kami awali progres pembebasan lahan. Anggarannya telah digedok oleh DPRD sebesar 50 miliar. Penentuan lokasinya sudah disiapkan, di mana apabila sudah ada yang siap akan segera dibebaskan,”katanya pada Selasa, 16 Maret 2021. 

Sedangkan, program jangka pendek, tambahnya, menunggu Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Pemerintah Daerah dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dalam Mou ini ada pemberian kewenangan untuk menormalisasi sedimentasi Kali Lamong.

“Kami butuh MoU ini agar tidak disalahkan di kemudian hari. Setelah ada MoU kami tandatangani, kami akan mengerahkan alat berat untuk segera menormalisasi Kali Lamong,”terangnya. (*)

Hari ini, Bupati Gresik Bertemu BBWS Bahas Penanganan Kali Lamong Selengkapnya