Kasus Sembuh Meningkat Drastis, Jangan Kendur Prokes


GRESIK,1minute.id – Kabar baik dari Satgas Covid-19 Gresik. Kasus sembuh coronavirus disease 2019 mencapai 67 kasus pada Jumat, 12 Februari 2021. Jumlah kasus sembuh rekor baru kurun waktu tiga bulan terakhir. Selama kurun waktu tiga bulan itu, bila di rata-rata kurang 20 kasus sembuh.

Meskipun begitu, masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Gresik tidak boleh lengah. Sebab, kasus konfirmasi juga bertambah 16 kasus terakumulasi menjadi 4.972 kasus. Jumlah meninggal juga bertambah dua menjadi 332 kasus sejak pandemi pada Maret 2020. 

Masih bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 ini, petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Pol PP Gresik tidak mengendurkan menggelar operasi yustisi di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala Mikro. 

Bahkan, hari libur nasional aparat menggelar operasi yustisi PPKM skala Mikro di sepanjang Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik dipimpin Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto. 

Sasaran dari operasi yustisi adalah masyarakat dan pengguna jalan roda dua dan empat yang melintas di sepanjang jalan Raya DR Wahidin Sudirohusodo yang tidak menggunakan masker.  Petugas memberikan himbauan yang humanis kepada masyarakat dan para pengendara untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyantomengatakan Operasi Yustisi disamping penegakan disiplin prokes juga memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai wabah Covid-19. Pagebluk corona sampai saat ini belum berakhir.

Selain itu. memberikan sosialisasi tentang Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran corona virus Disease 2019 yang berlaku pada 09-22 Februari 2021.

“Operasi yustisi ini akan terus dilakukan bersama instansi terkait, dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran covid 19 serta dalam rangka pengawasan PPKM utamanya di wilayah Kabupaten Gresik,”kata AKP Yanto Mulyanto. (*)

Kasus Sembuh Meningkat Drastis, Jangan Kendur Prokes Selengkapnya

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek


GRESIK,1minute.id – Suasana Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong masih lengang pada Kamis malam, 11 Februari 2021. Hanya terlihat beberapa pengurus kelenteng berlokasi di kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik itu.

Satu, dua orang  atau satu keluarga umat tridharma yakni Budha, Tao dan Konghucu itu terlihat datang bergantian untuk sembayang menjelang perayaan tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 masehi. Kondisi itu berbeda tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi coronavirus yang belum berujung menjadi penyebab umat yang mendewakan, Dewi Samudera atau Yang Mulai (Y.M.) Mazhu Thian Shang Sing Boo tidak menyelenggarakan sembayang menyambut tahun baru Imlek bersama-sama. 

Ketua TITD Kim Him Kiong Budi Prasetyo Tejo mengatakan, Imlek tahun ini difokuskan pada ritual-ritual minta do’a. Antara lain, ritual penutup tahun, tanda terimakasih kepada kaisar langit, yang akan diadakan pada Kamis malam, pukul 23.00. 

“Hanya lima orang pengurus inti yang sembayang menyambut Imlek,”kata Budi Prasetyo Tejo pada Kamis, 11 Februari 2021. Dalam sembayang itu akan berdoa tolak bala, dijauhkan mara bahaya, bencana banjir, gunung meletus juga berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Sedangkan, pengurus dan umat sembayang sendiri-sendiri. “Kami sudah imbau kepada para jemaat agar melakukan sembayang pada besok Jumat secara bergiliran. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada perkumpulan orang dalam jumlah besar,”katanya. (*)

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek Selengkapnya

Rumah Guru Madrasah Digerayangi Maling, Uang dan Perhiasan Raib


GRESIK,1minute.id – Rumah guru madrasah di Jalan Poros Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik disatroni pencuri. Fitri, guru berusia 32 tahun itu menyadari rumahnya diobok-obok penjahat sekitar pukul 10.00 pada Rabu, 10 Februari 2021.

Pelaku menggasak uang korban sekitar Rp 6 juta dan sejumlah perhiasan. Maling spesialis pembobol rumah itu leluasa mengacak-acak isi rumah guru madrasah di kecamatan Manyar itu karena kosong.

Diduga pelaku telah “menggambar” aktivitas penghuni rumah terlebih dahulu. Informasi yang dihimpun setiap pagi rumah keluarga Fitri itu kosong. Suami Fitri, Yudi , 50, keluar rumah untuk bekerja. Sedangkan, Fitri ada kegiatan di sekolah.

Rumah berlokasi di Jalan Poros Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik itu kosong. Kondisi kampung juga lengang. Nah, Rabu lalu, 10 Februari 2021 sekitar pukul 10.00 Fitri pulang. Jendela rumah terbuka. Fitri masih belum curiga. Perempuan 36 tahun sok begitu melihat dalam rumahnya.

Isi lemari kayu kamarnya , seperti baju dan lainnya berserakan di lantai kamar. Fitri baru ngeh rumahnya disatroni penjahat. “Uang saya sejumlah Rp 6 juta dan sejumlah perhiasan hilang di bawa kabur pelaku,”katanya.  

Sementara Kapolsek Manyar Iptu Bimasakti membenarkan kejadian tersebut dan sudah mengirim anggotanya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Leran Kecamatan Manyar. “Anggota saya sudah turun, Mohon waktu dan masih lidik,”katanya kepada wartawan. (*)

Rumah Guru Madrasah Digerayangi Maling, Uang dan Perhiasan Raib Selengkapnya

Kejari Gresik Naikkan Status Camat Duduksampeyan sebagai Tersangka

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan negeri (Kejari) Gresik kembali melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada Camat Duduksampeyan, Gresik Suropadi.
Surat pemanggilan kali kedua ini status Suropadi meningkat menjadi tersangka.

Mantan Camat Tambak, Pulau Bawean itu disangka melakukan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan Duduksampeyan kurun waktu tiga tahun yakni 2017, 2018 dan 2019.

Berdasarkan hasil audit inspektorat Kabupaten Gresik nilai kerugian negara sekitar Rp 1 miliar. Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo mengatakan, surat pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka telah kami dikirimkan,”ujar Kasi Pidsus Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo pada Kamis, 11 Februari 2021.

Pemeriksaan Suropadi sebagai tersangka akan dilakukan Senin, 15 Februari 2021 nanti. Dimas meminta Suropadi koorporatif memenuhi panggilan pemeriksaan. “Pemanggilan sebelumnya (Rabu) mangkir. Sampai jam kerja pukul 16.00 tidak datang,”tegas Dimas.

Apakah nasib Suropadi akan bernasib sama dengan Mat Ja’i, Kepala Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik setelah menjalani pemeriksaan langsung ditahan oleh penyidik Seksi Pidsus Kejari Gresik kita tunggu pada Senin, 15 Februari 2021 nanti.

Seperti diberitakan, Seksi Pidana Khusus Kejari Gresik melanjutkan proses penyelidikan dugaan korupsi anggaran di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Kejaksaan memanggil Suropadi, Camat Duduksampeyan, Gresik untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu, 10 Februari 2021. Namun, Suropadi tidak memenuhi panggilan tersebut.

Penyelidikan dugaan korupsi kembali dilakukan setelah kejaksaan menerima hasil audit kerugian negera dari Inspektorat Kabupaten Gresik senilai Rp 1 miliar. (*)

Kejari Gresik Naikkan Status Camat Duduksampeyan sebagai Tersangka Selengkapnya

Diduga Korupsi ADD, Kejari Gresik Tahan Kades Dooro


GRESIK,1minute.id – Mat Ja’i,  Kepala Desa Dooro,  Kecamatan Cerme, Gresik dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Gresik di Jalan Raya Banjarsari,  Kecamatan Cerme, Gresik pada Kamis, 11 Februari 2021.

Mat Ja’i diduda melakukan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) periode 2015, 2016 dan 2017. Berdasarkan audit inspektorat Pemkab Gresik kurun waktu tiga tahun itu, terdapat kerugian negara senilai Rp 253 juta. Tersangka Mat Ja’i telah menggembalikan kerugian negara senilai Rp 210 juta. Pengembalian kerugian negara itu tidak menghapus unsur pidana yang diduga telah dilakukan oleh tersangka. 

Mat Ja’i, kades dua periode ini adalah kades kali pertama ditahan oleh seksi pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada 2021. Sekitar pukul 10.00 Mat Ja’i tiba di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memenuhi pemeriksaan sebagai tersangka.

Selama 5 jam kades dua periode menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Seksi Pidsus Gresik. Sekitar pukul 14.00, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik keluar dari kantor korp Adyaksa di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Setelah tim nakes pulang, petugas kejaksaan menyiapkan ropi warna oranye bertuliskan tahanan kejaksaan. Indikasi tersangka dugaan korupsi ADD kurun waktu 3 tahun, mulai 2015 hingga 2017 itu akan menjalani penahanan semakin kuat.  Apalagi, mobil tahanan kejaksaan sudah disiapkan di depan kantor. 

Sekitar pukul 15.00, tersangka Mat Ja’i digiring petugas kejaksaan menuju mobil tahanan. Tangan terborgol  akan tetapi ditutupi oleh rompi warna oranye. 
Humas Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah mengatakan, tersangka berinisial MJ (Mat Ja’i) diduga melakukan tindak pidana korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) pada 2016 sampai 2017. 

“Dari hasil audit yang dikeluarkan oleh inspektorat kabupaten Gresik negara mengalami kerugian sebesar 253 juta,”terang Dimaz didampingi Kasi Pidsus Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo usai pemeriksaan.

Dimaz yang juga Kasi Intel Kejari Gresik itu menambahkan, sebelumnya tersangka ini pernah mengembalikan uang diduga hasil korupsi. Saat itu,  proses penyelidikan. “Kurang lebihnya uang yang dikembalikan sebesar Rp 210 juta,”tegasnya. 

Dugaan korupsi ADD Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik ini mulai ditelisik sejak Maret 2020. Tim Pidsus Kejari Gresik sempat melakukan cek fisik pembangunan waduk dan filterisasi air bersih pada 14 Mei 2020 lalu. 

Pada waktu itu, tim pidsus fokus pada pembuatan waduk dan filterisasi air bersih, yang menggunakan anggaran dana desa. Proses pembuatan waduk dan filterisasi air sendiri dilakukan dengan menggunakan anggaran dana desa. (*)

Diduga Korupsi ADD, Kejari Gresik Tahan Kades Dooro Selengkapnya

Berbagi Nasi Bungkus Saban Hari untuk Masyarakat Terdampak Covid-19


GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kabupaten Gresik memasuki hari ketiga, Kamis 11 Februari 2021.
Satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Gresik semakin aktif menggelar kegiatan sosial.

Membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Bertajuk “Tiada Hari tanpa Berbagi”.  Baksos dipusatkan di Sub Terminal Bunder di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) dipimpin Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto dan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik Ipda Yonandha Adi Yuliansyah itu menyasar para pekerja informal dimulai pukul 07.30.

Pekerja informal itu diantaranya, pemulung , pengayuh becak dan petugas kebersihan atau pasukan kuning yang ditemui di sekitar subterminal yang berlokasi dalam kompleks perumahan di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, sesuai tema “Tiada Hari Tanpa Berbagi”, kegiatan baksos membagikan nasi bungkus ini untuk masyarakat yang terdampak coronavirus disease 2019 (Covid-19) dilakukan setiap hari. Lokasi pembagian secara mobile. 

“Baksos hari ini kami bagikan untuk pemulung, pengayuh becak dan petugas kebersihan di sekitar subterminal Bunder,”kata AKP Yanto pada Kamis, 11 Februari 2021. Selain membagikan nasi bungkus, tambahnya, baksos ini menyosialisasikan protokol kesehatan. Saat ini, Gresik sedang menerapkan PPKM berskala Mikro.

“Memberikan himbauan terkait protokol kesehatan Covid-19 dengan pola hidup bersih dan sehat  (PHBS) dengan 5-M,”ujarnya. 5-M adalah Selalu menggunakan masker pada saat beraktifitas dan keluar rumah, Selalu mencuci tangan , Selalu jaga jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi mobilitas apabila tidak sangat penting. “Himbauan untuk semua orang yang kami temui di lokasi,”katanya. (*)

Berbagi Nasi Bungkus Saban Hari untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 Selengkapnya

Mako Baru, Harapan Baru menjadi Polresta, Pelayanan Sesuai Transformasi menuju Polri Presisi

GRESIK,1minute.id –  Markas Komando (Mako) Polres Gresik secara resmi beroperasi pada Rabu, 10 Februari 2021. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afianta yang meresmikan mako berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo. Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas itu.

Seremonial peresmian gedung baru hasil hibah dari Pemkab Gresik itu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Selain Kapolda Jatim hadir dalam acara itu Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo beserta jajaran. 

Kemudian, Plt. Bupati Gresik Moh Qosim, Bupati-Wakil Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, serta jajaran Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat penting lainnya.

Sejumlah perwira aktif dan purnawirawan yang pernah menjabat Kapolres Gresik menjadi saksi kemegahan gedung yang pembangunannya menelan anggaran Rp 33, 9 miliar itu diantaranya, Kombes Pol Adex Yudiswan dan Komjen Pol (Purn) Saud Usman Nasution.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. mengapresiasi sinergitas antara Pemkab dan Polres Gresik didukung jajaran Forkopimda. Dengan sinergitas tersebut, kondusifitas kamtibmas selama ini dapat terus terjaga. Disamping itu, gedung baru Polres Gresik dapat berdiri gagah seperti saat ini.

“Kedepan kami berharap, dengan adanya gedung baru ini maka pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan motto Kapolri ‘Polri Presisi’ dengan 16 program nanti bisa berjalan,”kata Irjen Nico Afinta. 
Selain itu, jenderal dua bintang berharap nanti anggota Polres Gresik seperti gedung baru ini. “Memiliki hati yang bersih, hati yang besar dan hati yang kuat  di dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat,”imbuh Irjen Nico Afinta itu.

Mako Polres Gresik baru di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo , Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Nico menyebut, Polres Gresik juga sudah layak untuk naik kelas menjadi tipe A atau menjadi Polresta. Dari pertimbangan luas wilayah, jumlah penduduk dan kondisi kamtibmas Polres Gresik sudah seharusnya menjadi tipe A. Pihaknya pun sudah memasukan wacana ini menjadi salah satu agenda ke depan.

“Hal ini akan kita ajukan ke Mabes Polri dan mudah-mudahan bisa disetujui. Karena dengan tipologi yang meningkat, akan ada penambahan anggaran, penambahan anggota, jumlah Polsek maupun jumlah bhabinkamtibmas yang bertujuan untuk melayani masyarakat,”katanya.

Sebelumnya, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, gedung baru Polres Gresik ini merupakan hasil pembangunan tahap pertama dana hibah dari Pemkab Gresik. Dengan luas lebih dari 1.000 meter persegi, bangunan futuristik ini menelan anggaran Rp 33,9 miliar. 

Kapolres AKBP Arief  menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak. Ia mengakui tanpa sinergitas yang kuat antar semua elemen, gedung yang sangat strategis ini tidak akan bisa segera terbangun dan bisa dioperasinalkan.

“Tahap dua akan direncanakan tahun ini. Yakni pembangunan masjid dan rumah tahanan di sebelah kiri bangunan utama yang akan menelan Rp 8 miliar,” ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

Ditambahahkan Arief dengan peresmian fasilitas baru ini, mantan Kapolres Ponorogo itu berharap pihaknya secara internal dapat meningkatkan kinerja semakin lebih baik. Utamanya dalam mendukung 16 program Kapolri dalam mewujudkan Polri Presisi.

“Ketika pembangunan Mako Polres Gresik 100 persen selesai, semoga membawa peningkatan terhadap kinerja kepolisian dalam melayani masyarakat dan tentunya semakin lebih baik lagi,”kata Arief Fitrianto. 

Sementara itu, Plt Bupati Gresik Moh. Qosim mengapresiasi kinerja Polres Gresik jajaran. Selama ini banyak prestasi yang sudah diraih, sehingga hadiah Mako Polres baru ini merupakan hal yang sudah semestinya untuk meningkatkan 

“Selamat menempati mapolres yang baru kepada Pak Kapolres AKBP Arief Fitrianto dan jajaran. Semoga kemudahan selalu menyertai dalam meningkatkan kinerja melayani masyarakat,”kata Qosim. Wakil Bupati (Wabup) dua periode ini menaruh harapan Polres Gresik bisa segera menjadi polres tipe A. Mengingat, Kota Pudak merupakan wilayah penyangga ibukota Jawa Timur, Surabaya. (*)

Mako Baru, Harapan Baru menjadi Polresta, Pelayanan Sesuai Transformasi menuju Polri Presisi Selengkapnya

SIG Dukung Program Plasma BUMN untuk Indonesia,


GRESIK,1minute.id – Donor plasma convalesen dikalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlanjut. Kini, giliran PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendukung program Plasma BUMN untuk Indonesia yang diinisiasi Kementerian BUMN. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang telah dicanangkan pemerintah dengan tujuan mendorong masyarakat penyintas Covid-19 untuk menyelamatkan penderita Covid-19 yang masih dalam perawatan.

Program Plasma BUMN untuk Indonesia digelar secara serentak di 15 provinsi di Indonesia disaksikan secara online di 34 provinsi dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Palang Merah Indonesia Pusat Jusuf Kalla di Jakarta pada Senin, 8 Februari 2021. 

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, SIG turut berpartisipasi untuk mendukung pemerintah mempercepat penanggulangan penyebaran dan dampak pandemi Covid-19. Donor plasma konvalesen menjadi salah satu alternatif dan harapan bagi mereka yang terjangkit.

“Di lingkungan SIG Group, ada empat karyawan yang memenuhi syarat untuk dapat melakukan donor plasmanya. Empat karyawan tersebut adalah dua orang karyawan Semen Padang, Sumatera Barat serta dua orang karyawan dari Semen Tonasa, Sulawesi Selatan,”ungkap Hendi Prio Santoso.

Lebih lanjut Hendi Prio Santoso menyampaikan, selain di lingkungan SIG Group, SIG juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan Donor Plasma Konvalesen di Wilayah Jawa Tengah. SIG sebagai koordinator satgas BUMN di Jawa Tengah bekerjasama dengan PMI Semarang, turut menyeleksi para calon pendonor yang berasal dari BUMN di Jawa Tengah. 

Ada 5 orang yang mendaftarkan diri, setelah dilakukan screening ada 2 pendonor yang memenuhi syarat untuk dapat melakukan donor plasmanya. “Kami mengapresiasi pendonor yang telah berpartisipasi dalam gerakan donor Plasma Konvalesen,”ujarnya.

Kegiatan ini sebagai wujud implementasi core value BUMN AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). “Semoga dengan dukungan ini bisa menyelematkan saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” ungkap Hendi Prio Santoso. (*)

SIG Dukung Program Plasma BUMN untuk Indonesia, Selengkapnya

Kejaksaan Siapkan Mobil Ambulan, Camat Duduksampeyan Mangkir


GRESIK,1minute.id – Mobil ambulan Dinkes terparkir di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Rabu, 10 Februari 2021.  Empat orang tenaga kesehatan diantara Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali kemudian turun dan masuk kantor Korp Adhyaksa berlokasi di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri,  Kecamatan Kebomas itu. 

Kedatangan tim nakes itu atas permintaan dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik. Pasalnya, penyidik Pidsus merencanakan melakukan pemeriksaan Suropadi.

Pemeriksaan Camat Duduksampeyan itu terkait perkara dugaan korupsi APBD tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019. Berdasarkan hasil audit keuangan dilakukan oleh inspektorat Pemkab Gresik sekitar Rp 1 miliar.  Berdasarkan undangan pemanggilan dari penyidik Pidsus Kejari Gresik pemeriksaan Suropadi dijadwalkan pukul 09.00. Hingga berita ini ditulis pukul 15.00, Suropadi tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Tim nakes Dinkes Gresik balik kanan. 

“Kami dimintai tolong memeriksa kesehatan seseorang tapi orang tersebut tidak hadir,”kata Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali. Korp Adhyaksa menyayangkan sikap  Suropadi mangkir dari pemeriksaan. Tim penyidik Pidsus menganggap Suropadi tidak kooperatif. Pasalnya,  kasus yang hampir setahun ini akan terus menjadi tanggungan dari Kejaksaan.

Humas Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata A., saat menggelar jumpa pers mengatakan,  bahwa hari ini seksi Tindak Pidana Khusus telah melakukan kegiatan lanjutan penanganan dugaan tindak pidana korupsi anggaran di Kecamatan Duduksampean selama  3 tahun, dari tahun 2017-2019.

“Kami telah melakukan panggilan kepada Camat Duduksampean, Suropadi secara patut pada hari ini untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.  Akan tetapi, beliaunya sampai pukul 13.00 tidak memenuhi panggilan tanpa alasan yang jelas,”tegas Kasi intel Dimaz Admaji yang didampingi Kasi Pidsus Dimas Adji Wibowo. 

Ditambahkna Dimaz,  pihaknya meminta agar Suropadi tidak menghambat proses penegakan korupsi di Kabupaten Gresik dengan cara kooperatif ketika keteranganya dibutuhkan oleh penyidik. “Kita tunggu hari ini sampai batas jam kerja. Jika tidak datang,  maka kami akan melakukan pemanggilan kembali secara patut Senin depan (3 hari kerja terhitung mulai hari ini),”terangnya. 

Ditambahkan,  saat ini tim penyidik telah mengantongi hasil audit dari inspektorat Kabupaten Gresik. Dari anggaran kegiatan selama 3 tahun total kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 1 miliar. 

“Hasil kerugian negara tersebut kami dapatkan dari hasil penghitungan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Gresik. Kami berharap, Camat Duduksampenyan kooperatif dan datang memenuhi panggilan penyidik,”tegas Kasipidsus Dymas Adji Wibowo. 

Terpisah, Camat Suropadi dikonfirmasi selulernya mengaku sedang sakit. “Saya sedang sakit. Tapi, untuk pemanggilan berikutnya Saya akan hadir,”kata Suropadi.  (*)

Kejaksaan Siapkan Mobil Ambulan, Camat Duduksampeyan Mangkir Selengkapnya

Siang Ini, KA Komuter Beroperasi dari Stasiun Indro, Tiket KA Ludes


GRESIK,1minute.id – Keinginan masyarakat menikmati transportasi moda kereta api ke Surabaya atau Sidoarjo segera teralisasi. PT Kereta Api Indonesia akan meraktivasi jalur KA di Stasiun Indro hari ini, Rabu10 Februari 2021.Kereta berangkat pukul 12.40.

Hingga pukul 10.06 tiket kereta sudah sebanyak 186 tiket ludes. Rinciannya, 184 tiket dari Stasiun Indro dan 2 penumpang dari Stasiun Kandangan, Surabaya. Tiket kereta komuter itu hanya Rp 5 ribu per penumpang. 

Karena perjalanan lokal, calon penumpang tidak diperlukan membawa surat keterangan (suket) bebas virus berasal dari Wuhan Tiongkok itu. 
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat baik,”kata Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto pada Rabu, 10 Februari 2021.

Antusiasme masyarakat ini karena baru kali pertama ada kereta penumpang berangkat dari Stasiun Indro. “Sak umur-umur baru sekarang ini ada kereta penumpang,”kata Yunita Wahyuni ditemui antri di loket pembelian tiket di Stasiun Indro pada Rabu, 10 Februari 2021.

Perempuan 31 tahun tinggal di sekitar Stasiun Indro di Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik. Selama puluhan tahun itu, Stasiun Indro mengalami pasang surut. Pada 2006-an jalur KA Stasiun Indro beroperasi untuk mengangkut barang. Diantaranya, distribusi semen.

Pada 2018, Stasiun Indro kembali reaktivasi tapi untuk transportasi logistik, kontainer. Tapi hanya seumur jagung. Tias menambahkan kondisi itulah yang membuat dirinya penasaran. Dia bersama keluarga dan tetangga memesan tiket go show di Stasiun Indro. Meski, kereta komuter dengan empat gerbong itu sekali berangkat.

“Saya sudah pesan angkutan kota. Karena bersama anak-anak,”katanya. Yahya Sultono alias Oyek, beda lainnya. Lelaki tinggal di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik memesan 10 tiket go show. “Nanti, pulangnya saya telah sewa minibus,”katanya.

KA Komuter tujuan Sidoarjo menuju Stasiun Indro berangkat dari Stasiun Sidoarjo pada pukul 10.00 dan tiba di Stasiun Indro pukul 12.11. Selanjutnya, KA Komuter berangkat dari stasiun Indro menuju stasiun Sidoarjo berangkat dari Stasiun Indro pukul 12.40 dan tiba di Stasiun Sidoarjo jam 14.40. 

Rangkaian KA Komuter ini terdiri dari 4 gerbong kereta jenis kereta rel diesel ini, mampu mengangkut sebanyak 186 penumpang sesuai dengan penerapan protokol kesehatan. KA Komuter ini beroperasi tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat. Para penumpang harus mematuhi persyaratan yang telah ditentukan. 

Persyaratan prokes diantaranya wajib mengunakan masker, membawa hand sanitizer, tidak boleh berbicara di dalam kereta dan melakukan cuci tangan di tempat yang telah disediakan di stasiun. Kemudian menjaga jarak, penumpang dalam kondisi sehat dan tidak terdapat gejala influenza, batuk, demam dan sesak nafas.

Proses boarding dilakukan secara mandiri disaksikan oleh petugas boarding dan menunjukkan tiket dan identitas yang sah, kecuali tiket go show yang tidak tertera data penumpang. (*)

Siang Ini, KA Komuter Beroperasi dari Stasiun Indro, Tiket KA Ludes Selengkapnya