Jaksa Menolak Permohonan Penangguhan Penahanan Tersangka, Perkara ini Warning bagi OPD

GRESIK,1minute.id – Camat Duduksampeyan Suropadi telah dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) Gresik di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. 
Mantan Camat Cerme dan Tambak, Pulau Bawean itu diduga melakukan penyalagunaan keuangan di kecamatan Duduksampeyan kurun waktu tiga tahun.

Yakni, 2017, 2018 dan 2019. Berdasarkan audit dari Inspektorat Kabupaten Gresik kerugian negara sekitar Rp 1.041.108.960.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo mengatakan, pemeriksaan terduga tindak pidana korupsi yang membelit Suropadi, Camat Duduksampeyan membutuhkan waktu hampir 10 bulan. 

Kerja keras yang dilakukan tim akhirnya membuahkan hasil,  dengan menetapkan Camat Suropadi sebagai tersangka dan melakukan penahanan.  “Kasus ini sebagai bentuk peringatan untuk semua pejabat, baik Kades, Camat, Kepala OPD maupun penyelenggara negara,  agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran,” tegas Dimas kepada wartawan pada Senin, 15 Februari 2021.

Terpisah,  Kuasa hukum tersangka Fajar Yulianto menegaskan bahwa klien kami hadir memenuhi panggilan penyidik dengan sangat kooperatif, walaupun panggilan pertama sempat menunda. 

“Kami selaku kuasa hukum telah menggunakan hak tersangka berdasarkan KUHAP untuk mengajukan surat permohonan untuk tidak ditahan serta penangguhan penahanan. Akan tetapi permohanan tersebut tidak dikabulkan, ” tegasnya.

Masih menurut Fajar, pihaknya sangat menghormati proses hukum. Akan tetapi, dalam perkara ini kami berpegang azas praduga tak bersalah. Terkait materi tindak pidana korupsi yang disangkahkan, tim akan siap dan yakin akan mematahkan dakwaan jaksa dalam sidang nanti. 

“Ada yg patut disayangkan dalam proses pemeriksaan kali ini, klien kami belum dilakukan pemeriksaan terhadap pokok materi sama sekali sebagai kapasitas tersangka. Hari ini, tersangka hanya di kasih enam pertanyaan.  Itupun terkait masalah data aset yang dimiliki tersangka,” tegas pemilik LBH Fajar Trilaksana. (*)

Jaksa Menolak Permohonan Penangguhan Penahanan Tersangka, Perkara ini Warning bagi OPD Selengkapnya

Suropadi, Camat Duduksampeyan Menyusul Kades Dooro ke Rutan Gresik, Diduga Korupsi Rp 1 Miliar

GRESIK,1minute.id – Camat Duduksampeyan, Gresik Suropadi menyusul Kades Dooro, Kecamatan Cerme Mat Ja’i. Penyidik seksi pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penahanan terhadap mantan Camat Cerme dan Tambak, Pulau Bawean.

Penyidik Pidsus Kejari Gresik sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap Suropadi sebagai tersangka. Suropadi yang datang ke kantor Korp Adyaksa memakai baju dinas hari berwarna keki dan memakai topi warna merah itu didampingi pengacaranya, Fajar Trilaksana Yulianto dan Idham Kholid menjalaji pemeriksaan selama 4 jam.

Suropadi datang pukul 09.00. Sekitar pukul 10.45 tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik melakukan tes kesehatan. “Tadi juga menjalani rapid test antigen dan hasilnya negatif,”ujar Idham Kholid ditemui saat rehat siang di kantor kejaksaan negeri (Kejari) Gresik pada Senin, 15 Februari 2021.

Dalam pemeriksaan sebagai tersangka itu, Suropadi dicecar enam terkait dugaan penyalagunaan keuangan di Kecamatan Duduksampeyan kurun waktu 2017, 2018 dan 2019.  Penyidik seksi Pidsus Kejari Gresik kemudian memutuskan melakukan penahanan terhadap Suropadi.

Humas Kejaksaan Negeri Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah, penyidik seksi pidana khusus (Pidsus) Gresik melanjutkann penyidikan dugaan korupsi penyalagumaan anggaran keuangan di kecamatan Duduksampeyan kurum waktu 2017, 2018 dan 2019.

“Pemanggilan pertama tersangka tidak hadir,”ujar Dimaz yang juga Kasi Intel Kejari Gresik itu didampingi Kasi Pidsus Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo pada Senin, 15 Februari 2021.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik ditemukan kerugian uang negara sebesar Rp 1 miliar lebih. “Tersangka dilakukan penahanan,”ujar Dimaz.

Sementara itu, kuasa hukum Suropadi, Fajar Trilaksana Yulianto mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. “Permohonan penangguhan penahanan klien tidak dikabulkan kejaksaan,”ujar Fajar. (*)

Suropadi, Camat Duduksampeyan Menyusul Kades Dooro ke Rutan Gresik, Diduga Korupsi Rp 1 Miliar Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya

Asyik Nimbang SS, Rumah Digerebek Polisi, Pengedar Jaringan Oknum Pelajar Gresik Diringkus

GRESIK,1minute.id – Satu per satu, anggota jaringan pengedar sabu-sabu melibatkan pelajar Gresik diringkus. Setelah Catur Agung Purnawan alias Nyamuk diringkus. Kali ini, giliran Budi Santoso alias Patek.

Pemuda 28 tahun ini pemasok barang haram kepada Nyamuk dan pelajar Gresik berinisial AA, 17 tahun. 
Tersangka Budi, tetangga Nyamuk di Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Budi dan Nyamuk menjadikan para milenial dan pelajar Gresik sasaran memasarkan sabu-sabu.

Pelajar berinisial AA, 17, diantaranya. Pelajar kecanduan hingga mengedarkan barang haram itu adalah fonomena gunung es. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi membenarkan penangkapan Budi Santoso, pengesar SS asal Sidoarjo itu. “Tersangka ditangkap anggota Reskoba dirumahnya,”kata Kapolres Arief Fitrianto pada Minggu, 14 Februari 2021.

Alumnus Akpol 2001 itu menambahkah, Budi Santoso adalah bandar narkoba dari Catur Agung Purnawan alias Nyamuk. “Tersangka BS (Budi Santoso) digerebek dirumahnya ketika menimbang sabu-sabu,”imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu.

Anak buah Kasatreskoba Polres Gresik AKP Hari Kusnanto menyita 14 poket sabu-sabu. Barang haram itu siap diedarkan untuk milineal atau pelajar menghabiskan malam mingguan. Beruntung polisi menggagalkan rencana jahat Budi Santoso itu. Budi kini ditahan di rutan Polres Gresik.

Seperti diberitakan, anak buah AKP Hari Kusnanto menangkap seorang pelajar berinisial AA, 17 di Gresik. Dalam penangkapan itu muncul nama Catur Agung Purnawan alias Nyamuk, juri parkir berpenampilan perlente. Kerap swafoto berlatar mobil. Dan, gonta-ganti. Nyamuk dibekuk di area Angkringan di Balongbendo, Sidoarjo.  Nyamuk bernyanyi mendapatkan sabu-sabu dari Budi Santoso , tetangga di Kenangsen, Balongbendo, Sidoarjo. (*)

Asyik Nimbang SS, Rumah Digerebek Polisi, Pengedar Jaringan Oknum Pelajar Gresik Diringkus Selengkapnya

Dua Anggota Komplotan Curanmor Dibekuk di Gresik dan Wonogiri


GRESIK,1minute.id – Dua pelaku curanmor dibekuk anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Driyorejo dan Polres Gresik. Dua pelaku satu komplotan itu ditangkap di tempat berbeda.

Tersangka Armiana Nur Syarifudin, 21, dicokok dirumahnya Kompleks Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Sedangkan, Sandi, 24, ditangkap di Bulurejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. 

Polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam nomor polisi (nopol) W 6117 DI. Motor matik itu milik M.Roziq, 40, warga Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

“Kedua pelaku curanmor kami tangkap tidak lebih dari sehari,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin pada Sabtu, 13 Februari 2021. Tersangka berinisial ANS (Armiana Nur Syarifudin) dibekuk pada Jumat, 12 Februari 2021 pukul 11.30.

Sedangkan, tersangka berinisial S (Sandi), tambah alumnus Akpol 2001 itu, disergap Jumat tengah malam. “Tersangka S ditangkap ditempat persembunyiannya di Wonogiri, Jateng,”terang mantan Kapolres Ponorogo itu.

Sementara itu, kejadian pencurian sepeda motor (curanmor) Honda Beat nopol W 6117 DI terjadi Kamis malam, 11 Februari 2021. Motor matik kelir hitam milik M. Roziq, 40, di parkir teras rumah Suwaji, orang tua korban di Desa Cangkir, Driyorejo, Gresik.

Pelaku yang sudah mengincar motor itu dalam hitungan menit bisa membawa kabur. “Korban masuk rumah hanya sebentar,”kata polisi. Kurniana Fajriyah, 17, adik korban saat itu tidak jauh dari TKP melihat dua laki-laki tak dikenal membawa lari motor kakaknya kearah barat. Sontak berteriak maling-maling! 

Masa mencoba mengejarnya tapi kehilangan jejak. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Driyorejo. Iptu Suhari, Kanitreskrim Polsek Driyorejo melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan anggota reserse mobile (resmob) Satreskrim Polres Gresik. Dan, mereka berhasil mengungkap dan menangkap kedua pelaku. Dan, mengamankan barang bukti motor.

“Kedua pelaku curanmor sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan kedalam penjara, dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,”tegas Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin. (*)

Dua Anggota Komplotan Curanmor Dibekuk di Gresik dan Wonogiri Selengkapnya

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani terus blusukan ke desa-desa. Menyerap aspirasi pagi hari disela Ngowes Berdesa. Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi Bupati yang bakal dilantik 17 Februari 2021 itu.

Bupati kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun ini ngowes dari Desa Sumari menuju Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani menyusuri jalan poros desa.

Kondisi jalan rusak, berlubang dan tergenangi air hujan. Rombongan ngowes harus ekstrahati-hati agar terhindar dari jeglongan jalan rusak. Suami Nurul Haromaini ini sesakali turun untuk menyapa masyarakatan.

Memasuki Desa Gredek, mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat, melongok aktivìtas pengelolaan bank sampah yang sebulannya menghasilkan Rp 9 juta itu. Gowes Berdesa finish di tanggul telaga Desa Gredek.

Saat itulah puncak gowes. Gus Yani mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah hingga jalan rusak.  Diantaranya JPD antara di Sumari ada SMK Negeri. Sehingga jadi jalur alternatif.

“Jalannya itu rusak Pak Bupati. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah,”ujar Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar. Menyikapi itu, Bupati termuda, kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun itu menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektivitas antarkecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal. 

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduksampeyan, Benjeng dan Cerme,”ujarnya.Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun pedukuhan yang rusak.

“Kayak saat ini jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” katanya.Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah terpadu (TPST).

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,”katanya. Ditambahkan, bila pihaknya, punya konsep membangun TPA di kecamatan. Atau terkoneksi beberapa kecamatan. Sehingga, sampah tidak lagi terkonsentrasi di TPA Ngipik yang lahannya sewa. (*)

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST Selengkapnya

Bidik Pelajar menjadi Sasaran ”Gigitan” Nyamuk

GRESIK, 1minute.id – Sosok Catur Agung Purnawan terlihat perlente. Doyan berswafoto di depan mobil pribadi. Mobil pun gonta-ganti. Sejumlah teman-temannya menjuluki pemuda 28 tahun itu dengan panggilan ”Nyamuk”. Sebab, pemuda asal Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo itu sukannya, mencelok kesana- kesini. Menggigit semua orang. Dan, sasaran gigitan Nyamuk adalah pelajar untuk mengonsumsi narkoba.

Beruntung Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gresik cepat menangkap Nyamuk, pengedar narkoba itu sehingga belum banyak pelajar yang telah diracuni sabu-sabu oleh tersangka Nyamuk.Indentitas Catur Agung Purnawan alias Nyamuk mencuat setelah anak buah AKP Hery Kusnanto, Kasatreskoba Polres Gresik menangkap pelajar berinisial AA, 17. Anak dibawah umur itu mengaku mendapatkan kristal bening dari Nyamuk. Akan tetapi, Nyamuk diubek-ubek di sejumlah tempat parkir di Gresik dikabarkan telah pulang.

Polisi lalu bergerak menuju Balongbendo, Sidoarjo, tempat Nyamuk biasa mangkal sekitar angkringan Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Dugaan polisi benar, Nyamuk sedang mencari mangsa dengan menjual sabu-sabu paket hemat (pahe) seharga antara Rp 300 ribu hingga ke atas.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan penangkapan pengedar SS asal Sidoarjo itu berawal dari tertangkap seorang anak dibawah umur berinisial AA, 17, asal Gresik. Dia mengaku mendapatkan barang dari pemuda berinisial CA (Catur Agung Purnawan) alias Nyamuk. ”Anggota lalu bergerak meringkus jaringan pengedar narkoba antarkota, tukang parkir nyambi jualan sabu,”kata AKBP Arief pada Sabtu, 13 Februari 2020.

”Dari tangan CA, anggota berhasil menemukan satu plastik klip diduga narkotika dengan berat timbang ± 0,26 gram bruto,”imbuh alumnus Akpol 2001. Mantan Kapolres Ponorogo itu menegaskan anggotanya akan terus mengejar jaringan pengedar SS antarkota yang merekrut pelajar sebagai kaki tangannya. Tersangka CA dijerat denganPasal 114 ayat (1) UU 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling sedikit empat tahun penjara. (*)

Bidik Pelajar menjadi Sasaran ”Gigitan” Nyamuk Selengkapnya

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional

GRESIK,1minute.id – Ratusan jamaah salat Jumat di masjid  KH Ahmad Dahlan menikmati makan siang bersama. Mereka makan nasi dalam kemasan kotak dengan lauk daging dan telur setelah salat Jumat. Jamaah masjid berlokasi di dekat Terminal Bunder itu begitu lahap menyantap nasi yang disediakan oleh tim Pola Pertolongan Allah (PPA) Gresik itu.

Sebenarnya, aksi sosial dengan label Gerakan Jumat Berkah (GJB) itu sudah lama dilakukan oleh anggota PPA Gresik. Akan tetapi, jumlah nasi kotak dalam aksi berbagi kebahagian itu terbatas. Sekitar 250 nasi kotak. Ratusan nasi kotak itu dibagikan kepada pekerja yang ada di jalanan. 

Diantaranya, petugas kebersihan,  pengepul sampah, pekerja proyek dan jamaah salat Jumat. Sehingga tidak semua jamaah salat Jumat di masjid KH Ahmad Dahlan itu menikmati nasi badal salat.

Nah, Jumat hari ini, 12 Februari 2021, mereka menambah dua kali lipat dari Jumat sebelumnya menjadi 500 nasi kotak. Untuk keperluan itu, tim PPA Gresik itu memasak daging 27 kilogram  dan telur 31 kilogram. Mereka memasak sendiri di rumah salah satu anggotanya di kawasan Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik.

Sejak pagi tim PPA Gresik itu memasak untuk mempersiapkan Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN)  bertemakan “Mengantarkan Kebaikan” yang menjadi program PPA Pusat. 

“Menghantarkan Kebahagiaan, menjadi sebuah spirit dari gerakan ini. Bukan tanpa alasan melainkan karena memasukan kebahagiaan di hati seseorang adalah salah satu amalan yang utama,”kata Founder PPA Rendy Reza dalam rilis yang diterima 1minute.id dari tim PPA Gresik pada Jumat, 12 Februari 2021.

PPA ini adalah penggagas komunitas Employee of Allah (EOA) yang menjadi penggerak acara ini. Mereka membagikan makanan siap saji, kebutuhan dapur dan sehari-hari (sembako), buah-buahan, uang tunai, logam mulia, terapi gratis dan lain sebagainya. Inti kegiatan tersebut, menghantarkan kebahagiaan kepada banyak orang.

GJB mendapat respon yang positif dari masyarakat, khususnya para pemetik manfaat. Untuk meningkatkan manfaat dan menyebarkan gerakan ini, terhitung mulai 12 Februari dijadikan gerakan nasional, Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN).

Saat peluncuran hari ini, GJBN dilakukan di 105 kota/Kabupaten, dimana masing-masing tempat melaksanakannya di 2-5 titik. Masing-masing titik akan membagikan 50-400 paket yang dibutuhkan oleh para pencari nafkah di jalanan. Kaum duafa, anak yatim piatu, penghafal Al Quran, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), warga lapas, mualaf dan lainnya. Penerima manfaat GJBN ini diperkirakan lebih dari seratus ribu paket.

Ketua Panitia Sonny Abikim mengatakan GJBN dilakukan serentak di 105 kabupaten/kota di Indonesia. “Akan terus kami gulirkan sehingga gerakan ini semakin meluas dan bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Kami ingin mengajak sebanyak mungkin orang terlibat dalam kegiatan ini,”ujar Sonny Abikim.

Sony menambahkan selain dengan doa yang rutin kami lantunkan, juga ingin berkontribusi untuk Indonesia dengan aksi nyata. “Dan saya yakin, gerakan ini akan semakin membesar dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Indonesia. Saya mengajak siapapun untuk ikut menghantarkan kebaikan kepada banyak orang di negeri yang kita cintai ini,”ujarnya. (*)

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional Selengkapnya

Kasus Sembuh Meningkat Drastis, Jangan Kendur Prokes


GRESIK,1minute.id – Kabar baik dari Satgas Covid-19 Gresik. Kasus sembuh coronavirus disease 2019 mencapai 67 kasus pada Jumat, 12 Februari 2021. Jumlah kasus sembuh rekor baru kurun waktu tiga bulan terakhir. Selama kurun waktu tiga bulan itu, bila di rata-rata kurang 20 kasus sembuh.

Meskipun begitu, masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Gresik tidak boleh lengah. Sebab, kasus konfirmasi juga bertambah 16 kasus terakumulasi menjadi 4.972 kasus. Jumlah meninggal juga bertambah dua menjadi 332 kasus sejak pandemi pada Maret 2020. 

Masih bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 ini, petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Pol PP Gresik tidak mengendurkan menggelar operasi yustisi di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala Mikro. 

Bahkan, hari libur nasional aparat menggelar operasi yustisi PPKM skala Mikro di sepanjang Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik dipimpin Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto. 

Sasaran dari operasi yustisi adalah masyarakat dan pengguna jalan roda dua dan empat yang melintas di sepanjang jalan Raya DR Wahidin Sudirohusodo yang tidak menggunakan masker.  Petugas memberikan himbauan yang humanis kepada masyarakat dan para pengendara untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyantomengatakan Operasi Yustisi disamping penegakan disiplin prokes juga memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai wabah Covid-19. Pagebluk corona sampai saat ini belum berakhir.

Selain itu. memberikan sosialisasi tentang Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran corona virus Disease 2019 yang berlaku pada 09-22 Februari 2021.

“Operasi yustisi ini akan terus dilakukan bersama instansi terkait, dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran covid 19 serta dalam rangka pengawasan PPKM utamanya di wilayah Kabupaten Gresik,”kata AKP Yanto Mulyanto. (*)

Kasus Sembuh Meningkat Drastis, Jangan Kendur Prokes Selengkapnya

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek


GRESIK,1minute.id – Suasana Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong masih lengang pada Kamis malam, 11 Februari 2021. Hanya terlihat beberapa pengurus kelenteng berlokasi di kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik itu.

Satu, dua orang  atau satu keluarga umat tridharma yakni Budha, Tao dan Konghucu itu terlihat datang bergantian untuk sembayang menjelang perayaan tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 masehi. Kondisi itu berbeda tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi coronavirus yang belum berujung menjadi penyebab umat yang mendewakan, Dewi Samudera atau Yang Mulai (Y.M.) Mazhu Thian Shang Sing Boo tidak menyelenggarakan sembayang menyambut tahun baru Imlek bersama-sama. 

Ketua TITD Kim Him Kiong Budi Prasetyo Tejo mengatakan, Imlek tahun ini difokuskan pada ritual-ritual minta do’a. Antara lain, ritual penutup tahun, tanda terimakasih kepada kaisar langit, yang akan diadakan pada Kamis malam, pukul 23.00. 

“Hanya lima orang pengurus inti yang sembayang menyambut Imlek,”kata Budi Prasetyo Tejo pada Kamis, 11 Februari 2021. Dalam sembayang itu akan berdoa tolak bala, dijauhkan mara bahaya, bencana banjir, gunung meletus juga berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Sedangkan, pengurus dan umat sembayang sendiri-sendiri. “Kami sudah imbau kepada para jemaat agar melakukan sembayang pada besok Jumat secara bergiliran. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada perkumpulan orang dalam jumlah besar,”katanya. (*)

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek Selengkapnya