Peziarah ke Makam Putri Campa Mulai Mengalir

Gerbang masuk makam Putri Campa di bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Rabu 27 Juli 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK, 1minute.id—Makam Putri Campa mulai ramai dikunjungi para peziarah. Meski akses masuk menuju makam putri asal Kamboja (kini bernama Vietnam) berada di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas itu masih cukup sulit di jangkau.

Akibat longsor yang diduga disebabkan banyaknya pembangunan kafe dengan menebangi pohon tidak menyurutkan niat masyarakat untuk ngalap berkah. Juri kunci Putri Campa Akhmad Syaifudin mengatakan, peziarah mulai ramai ke makam Putri Campa. Setiap hari, tambah lelaki 49 tahun, selalu ada rombongan peziarah yang datang untuk ngalap berkah. “Rombongan kecil. Biasanya naik mobil MPV,”kata Akhmad ditemui Rabu 27 Juli 2020.

Juru Kunci Makam Putri Campa Akhmad Saifudin di depan makam Putri Campa, Rabu 27 Juli 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada malam Jumat, tambahnya, peziarah cukup banyak. Kondisi pandemi peziarah yang masuk secara bergiliran. “Mereka ada datang dari Jakarta, Surabaya bahkan luar Jawa,”jelas bapak empat anak itu. Akan tetapi, tambah Akhmad juri kunci Makam Putri Campa itu kunjungan peziarah turun drastis bila dibandingkan sebelum pandemi korona. Dalam pengamatan Jawa Pos, untuk menuju makam saudagar kaya dari Vietnam ini, peziarah melewati jalan setapak. Lebarnya sekitar 1 meter. Jalan alternatif berkonstruksi paving. Jalan tersebut dibangun masyarakat sekitar setelah jalan utama mengalami longsor.

Longsor bertahun-tahun dan belum diperbaiki. Kondisi saat ini, jalan longsor di Bukit Campa hanya ditutupi terpal plastik warna biru.  Makam Putri Campa memiliki arsitektur menarik. Cukup makam khas Campa dengan ornamen hias serta pewarnaan cerah. Pohon tumbuh rindang sehingga semilir angin semakin menyegarkan suasana. (*)

Peziarah ke Makam Putri Campa Mulai Mengalir Selengkapnya

Incar Kebutuhan Hunian untuk Milenial, Golden East Bangun Rumah Dua Lantai

Komisaris Keluarga Sejahtera Grup, Thoriq Majiddanor ketika melaunching perumahan Golden East Kebomas di AstonInn Gresik , Senin 29 Juni 2020 ( foto : 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id –Prospek kebutuhan rumah untuk kalangan milenial terus meningkat di Gresik. Ditengah pandemi korona.  Pada Senin 29 Juni 2020 properti Keluarga Sejahtera Grup melauncing hunian baru kaum milineal bernama Golden East Kebomas. Rumah berkonsep minimalis dua lantai di tengah perkotaan. 

Komisaris Keluarga Sejahtera Group Thoriq Majiddanor mengatakan, Golden East Kebomas, rumah premium di tengah perkotaan. Rumah dua lantai berlokasi di Jalan Kyai Syafii, Kebomas berdiri diatas lahan seluas 9 hektare. Ada seribu unit rumah yang bakal di bangun oleh pengembang yang asli anak Gresik ini.  ”Untuk tahap awal ini, kami melaunching 200 dari 1.000 unit nantinya,”ujar Jidan-sapaan- Thoriq Majiddanor, pada Senin, 29 Juni 2020. Jidan optimistis, Golden East Kebomas bisa merebut hati para milenial di Gresik maupun Surabaya sekitarnya. Pegawai aparatur sipil negara atau pegawai BUMN dan swasta.

”Dibandingkan pengembang perumahan lainnya, fasilitas kami akan lebih lengkap. Selain itu harga paling murah,”ujarnya.  Perumahan yang bakal dibangun ini dilengkapi club house.  Harga rumah dua lantai di dalam perkotaan ini dibanderol sekitar Rp 400 jutaan.  ”Cocok untuk para milenial,”tegasnya. Optimistis Jidan bukan tanpa alasan. Sebab, sebelumnya, dia membangun perumahan Golden East Menganti banyak diminati masyarakat.  ”Kalau di Menganti, sudah hampir 90 persen terjual,”katanya. (*)

Incar Kebutuhan Hunian untuk Milenial, Golden East Bangun Rumah Dua Lantai Selengkapnya

Penambang Pasir di Laut Bawean

GELIAT pembangunan di Pulau Bawean. Membuat penambangan pasir di lautan pulau berjarak 80 mil laut dari kabupaten Gresik menggeliat. Sebab, untuk mendatangkan salah satu material untuk pembangunan membutuhkan biaya tinggi. Saat ini, penambangan pasir di pulau yang eksotis biota laut ini tidak ada larangan.

Karena penambangan di laut lepas. Seperti, salah satu penambang pasir di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura ini. Dia harus berjalan di tengah laut, lalu menyelam dan membawa hasil penambangan ke daratan.  Kapolsek Sangkapura AKP Rachmad dikonfirmasi akan mempelajari dulu aturan hukumannya.  ”Yang pasti, bila untuk kepentingan usaha atau pembangunan infrastruktur yang dibiayai negara ya tidak diperbolehkan,”tegas Rachmad dikonfirmasi selulernya pada Minggu, 2 Februari 2020. (*)

Penambang Pasir di Laut Bawean Selengkapnya