Pemdes Lengkong, Cerme Gelar Gebyar Perayaan HUT Kemerdekaan, Pagi Jalan Sehat, Malam Fesyen Show

GRESIK,1minute.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia masih terasa di sejumlah desa di Kabupaten Gresik. Di antaranya, Desa Lengkong, Kecamatan Cerme.  Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan bahkan sebelum 17 Agustus. Pemdes Lengkong menggandeng Generasi (Gen) Z yang tergabung dalam Karang Taruna Surya Muda sebagai pelaksana kegiatan. Setiap akhir pekan ada kegiatan perlombaan 17 Agustusan. Ada kepruk bantal, kelereng, layang-layang hingga olahraga bola voli.

“Pemdes hanya support anggaran, adik-adik Karang Taruna yang melaksanakan kegiatannya,” ujar Kepala Desa Lengkong Roikhan usai mengikuti Senam dan Jalan Sehat pada Ahad, 31 Agustus 2025.

Di penghujung bulan Agustus 2025, masyarakat mendapatkan hiburan mulai pagi hingga malam hari. Ahad pagi, 31 Agustus 2025 Pemdes Lengkong melaksanakan Senam bareng dan Jalan Sehat. Ribuan warga tumplek-blek. Mulai anak-anak, dewasa hingga orang tua. Kaum adam dan emak-emak ikut merayakan hari kemerdekaan itu. Mereka senang dan gembira. Roikhan, Kepala Desa Lengkong pun berbaur bersama warga. 

MERIAH : Warga Desa Lengkong, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik mengikuti Jalan Sehat di puncak HUT ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Lengkong bersama Karang Taruna pada Ahad, 31 Agustus 2025 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Jalan sehat dengan start dan finish di depan Balai Desa yang mengelilingi perkampungan ini. Disampaikan Roikhan, warganya sangat antusias karena panitia menyediakan ratusan buah door prize, hasil gotong royong warga yang dikoordinir karang taruna setempat. Hadiah utamanya sepeda listrik, juga ada kulkas, dispenser, rice cooker, kipas angin, serta beberapa paket sembako berupa minyak dan beras.

Kegiatan Senam dan Jalan sehat ini juga untuk membuat guyub rukun antarwarga dan perangkat desa. “Malam ini, Badal Isya Gebyar HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya. Gebyar Hari Kemerdekaan ini akan diselenggarakan peragaan busana. “Kegiatan nanti malam sebagai puncak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya.

Desa Lengkong, salah satu desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Jumlah penduduk di desa yang hanya memiliki satu dusun sekitar 1.250 jiwa. Mata pencaharian masyarakat dewasa, mayoritas sebagai petani dan sebagian kecil petambak. Sedangkan, emak-emak selain sebagai ibu rumah juga menekuni kerajinan tenun. “Lebih separuh ibu-ibu disini menekuni kerajinan tenun,” terang Roikhan. Kerajinan menenun sarung adalah profesi turun temurun. (yad)

Pemdes Lengkong, Cerme Gelar Gebyar Perayaan HUT Kemerdekaan, Pagi Jalan Sehat, Malam Fesyen Show Selengkapnya

Meriah, Karangrejo Carnival 2025, Ajang Edukasi Budaya Lokal & Nusantara

GRESIK,1minute.id – Karangrejo Carnival 2025 menjadi puncak perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Karnaval budaya tingkat desa sangat meriah.  Peserta menjadikan ajang kali pertama ini menunjukkan kreativitas dalam memperkenalkan keanekaragaman budaya kepada masyarakat.

Tema mereka yang beraneka ragam. Mulai dari Roro Jonggrang yang lengkap dengan replika candi dengan diiringi peserta menggunakan pakaian layaknya kerajaan lengkap dengan mahkota.

Ada juga mengusung tema Giri Kedaton, Spirit Of Borneo, Gatot Kaca, Pacu Jalur, Burung Cendrawasih, Kambing Awassi, Kuda Putih Pangeran Diponegoro, Pakaian Adat Sumatera, Harimau Pajajaran.Bahkan, ada juga peserta yang mengangkat tiga tema sekaligus. Yakni Rumah adat Minang, Rumah adat Papua dan Rumah Adat Jawa. Semuanya menggunakan pakaian sesuai dengan tema masing-masing.

“Kami sangat mengapresiasi, karnaval tahun ini lebih meriah dan bervariatif. Banyak tema adat dan budaya yang diangkat,” kata Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi saat membuka kegiatan pada Sabtu 30 Agustus 2025.

Shofwan Hadi menyebut, tema peserta karnaval ini tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat. Juga bentuk pendidikan kepada generasi penerus, khususnya anak-anak. Mereka bisa belajar dan tahu bahwa di Indonesia bermacam-macam budaya.

“Karnaval budaya ini sangat mengedukasi, anak-anak bisa tahu mana pakaian adat Jawa, Papua, Sumatera dan budaya daerah lainnya. Kami berharap kedepan lebih meriah dan bervariatif lagi,” pungkasnya.

Pihaknya mengapresiasi, masyarakat setempat bersama TNI-Polri bersama-sama turut serta menjaga kondusifitas wilayah. Sehingga, kegiatan yang berlangsung hari ini berjalan sesuai yang diharapkan, aman dan Kondusif. 

Pj Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah Nur Ali mengatakan, karnaval budaya ini diikuti oleh 11 peserta. Semuanya mengangkat tema yang berbeda-beda. Mulai adat Jawa hingga Papua. “Tujuannya bukan sekadar karnaval, tapi lebih memperkenalkan keanekaragaman budaya kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus,” katanya.

Pihaknya berharap, kedepan generasi penerus akan lebih cinta tanah air. Terus melestarikan budaya serta saling mengormati antarsesama. Ia juga berterimakasih atas dukungan semua pihak. Mulai dari masyarakatnya, RT, RW dan pemuda karang taruna. “Terimakasih semuanya sudah ikut serta mensukseskan karnaval budaya ini. Semoga tahun depan semakin kompak dan lebih meriah,” pungkas Nur Ali. (yad)

Meriah, Karangrejo Carnival 2025, Ajang Edukasi Budaya Lokal & Nusantara Selengkapnya

Dekranasda Fest 2025 Bangkitkan Semangat Produktivitas UMKM Lokal

GRESIK,1minute.id – Dekranasda Fest kembali digelar. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, membuka membuka Dekranasda Fest 2025 di Icon Mall Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025. Ajang yang memadukan kekayaan budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM lokal. 

“Terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungannya. Kita bersama menyaksikan kreasi budaya khas Gresik, mulai dari tenun, batik, songkok, hingga produk-produk UMKM. Semoga acara ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Siapa lagi yang akan memperjuangkan kalau bukan kita sendiri. Sukses untuk Dekranasda, dan sukses untuk kebangkitan UMKM di Kabupaten Gresik,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Dekranasda Fest 2025 hasil kolaborasi bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan para pelaku UMKM lokal serta sejumlah perusahaan.

Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangkitkan semangat dan produktivitas para pelaku UMKM. “Kita bisa merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Mulai dari penjahit, pembuat songkok, perajin batik dan songket, hingga desainer dan model, semuanya terlibat aktif,” kata Ning Nurul, sapaan, Nurul Haromaini Ali. 

“Karya-karya yang ditampilkan mengangkat tema Gresik dana lahir dari potensi lokal. Ini menegaskan bahwa budaya Gresik tak hanya layak dilestarikan, tapi juga mampu bersaing,” imbuh Sarjana Komunikasi Unair Surabaya itu.

Selain pameran produk kerajinan, Dekranasda Fest 2025 juga dimeriahkan dengan sejumlah agenda menarik. Di antaranya, pelatihan membuat tas kekinian, lomba peragaan busana antar organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta istri anggota DPRD Gresik. (yad)

Dekranasda Fest 2025 Bangkitkan Semangat Produktivitas UMKM Lokal Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan 562 SK PPPK

GRESIK1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 562 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 di Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Rinciannya, PPPK tenaga teknis 418 orang ; tenaga guru 66 orang , dan tenaga kesehatan 78 orang. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa penyerahan SK bukanlah ujung jalan, melainkan awal perjalanan baru. “Dengan diterimanya SK PPPK ini, justru perjuangan dimulai. Integritas, dedikasi, dan profesionalisme adalah modal utama untuk menjawab harapan masyarakat,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif  di hadapan para penerima SK.

Ia juga menyinggung realitas yang selama ini menghantui tenaga honorer: kesejahteraan yang belum memadai, kontrak yang terbatas, hingga peluang karier yang tak selalu pasti. “Kami memahami betul keresahan itu. Kami, Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus memperjuangkan hak-hak Anda. Karena kesejahteraan adalah kunci agar pengabdian bisa berbuah optimal,” tegasnya.

Wabup Alif mengingatkan, status baru ini membawa amanah besar. Ia juga mengajak PPPK untuk tidak berhenti belajar. Dunia kerja birokrasi kini menuntut inovasi, digitalisasi, dan kecepatan pelayanan. “Masyarakat menaruh harapan pada Anda. Jadikan pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati. Di pundak Anda, ada masa depan layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan manusiawi,” pesannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menyebut penyerahan SK ini bukan sekadar administratif, melainkan bentuk kepastian hukum bagi mereka yang lolos seleksi. “Dengan pengangkatan ini, hak dan kewajiban para PPPK kini terjamin oleh regulasi. Mereka resmi menjadi bagian dari birokrasi yang akan menggerakkan roda pelayanan publik di Gresik,” jelasnya.

Seremoni penyerahan SK di halaman Kantor Bupati ini bukan hanya acara formalitas. Kegiatan itu menjadi simbol perubahan status sosial ribuan keluarga. Dari honorer yang sering dilupakan, menjadi aparatur negara yang diakui. Dari ketidakpastian menuju kepastian hukum dan penghidupan.

Hal ini diungkapkan juga oleh Atik Nurhayati, tenaga honorer Setda yang menerima SK PPPK. Atik menyandang status tenaga honorer sejak 2012. Setelah penantian selama 13 tahun ia menerima  SK PPPK bagai mimpi yang menjadi kenyataan.

“Alhamdulillah hari ini salah satu mimpi menjadi kenyataan. Terima kasih Pak Bupati, Pak Wabup, Pak Sekda dan seluruh jajaran di BKPSDM Kabupaten Gresik. Kami siap mengabdi dan memberikan yang terbaik,” ujarnya. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan 562 SK PPPK Selengkapnya

Driver Ojol Kota Santri dan Polres Gresik Gelar Salat Ghaib dan Doa bersama untuk Affan Kurniawan 

GRESIK,1minute.id – Ratusan anggota komunitas ojek online (ojol) di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik menggelar Salat Ghaib dan doa bersama di Masjid Al Aziz Mapolres Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Salat Ghaib dan doa bersama yang juga diikuti sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan anggota Polres Gresik ini untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan. Driver ojol berusia 21 tahun yang meninggal dunia dalam insiden di Jakarta pada Kamis malam, 28 April 2025.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Wakapolres Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik. Dalam sambutannya, AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan duka cita mendalam. “Kami mewakili jajaran Polres Gresik turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara kita, driver ojol Affan di Jakarta,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kasus ini telah menjadi perhatian serius Kapolri. Menurutnya, proses hukum tengah berjalan, termasuk tindakan tegas terhadap oknum anggota Brimob yang terlibat. “Personel yang diduga terlibat sudah diserahkan ke Divisi Propam Mabes Polri. Proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Kapolres juga menekankan bahwa kegiatan doa bersama ini bukan hanya bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial. Ia memastikan Polres Gresik berkomitmen menjaga keamanan dan melayani masyarakat, baik dalam penyampaian aspirasi maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah driver ojol mengapresiasi keterbukaan Polres Gresik yang telah memfasilitasi acara ini. Ia berharap sinergitas antara ojol dan kepolisian terus terjaga demi menciptakan keamanan di Gresik.

Hal senada diungkapkan Abdul Wahab, Korlap LSM Gepal Gresik. Ia menyampaikan duka cita sekaligus permohonan maaf atas aksi spontanitas yang sempat dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu. “Kami berharap insiden seperti di Jakarta tidak terjadi di Gresik. Kami juga berharap hubungan baik dengan Polres Gresik dapat terus terjalin,” ungkapnya. Ia turut menyuarakan harapan agar rekan-rekan mahasiswa dari PMII yang kini masih ditahan di Polda Metro Jaya dapat segera dibebaskan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, kegiatan ini menghadirkan pesan kuat: solidaritas, kepedulian, dan persaudaraan tetap menjadi pijakan utama dalam menghadapi setiap ujian. (yad)

Driver Ojol Kota Santri dan Polres Gresik Gelar Salat Ghaib dan Doa bersama untuk Affan Kurniawan  Selengkapnya

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun

GRESIK,1minute.id – DPRD Gresik menggelar rapat paripurna agenda Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) serta Pengambilan Keputusan terhadap Ranperda P-APBD 2025 pada Jumat, 29 Agustus 2025. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dibacakan oleh juru Bicara Banggar Faqih Usman. Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembahasan telah dilalui, mulai dari penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan hingga pembahasan mendetail di tingkat komisi. Hasilnya, disepakati perubahan postur APBD 2025.

“Pendapatan daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,86 triliun, atau bertambah Rp 15,4 miliar. Sedangkan belanja daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,94 triliun, atau naik Rp 102,3 miliar. Dengan demikian, terjadi defisit sebesar Rp 86,8 miliar,” papar Faqih.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, lanjutnya, digunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)  2024 sebesar Rp 89 miliar ditambah penerimaan pinjaman Rp 15 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan Rp 22 miliar. Sehingga jumlah pembiayaan neto tetap berimbang dan SiLPA menjadi nol.

Faqih juga menyampaikan sejumlah rekomendasi Banggar, antara lain, perlunya evaluasi ketat terhadap pendapatan daerah dari pajak dan retribusi agar mencapai target, serta optimalisasi belanja agar lebih tepat, cepat, efektif, dan efisien. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperhatikan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, menegaskan bahwa tambahan anggaran dalam P-APBD 2025 akan diarahkan untuk kebutuhan prioritas. “Di antaranya perbaikan sekolah rusak, peningkatan puskesmas menjadi standar rawat inap, serta menopang layanan kesehatan seperti UHC (Universal Health Coverage), obat-obatan, dan program kesehatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi kinerja DPRD dalam pembahasan perubahan APBD ini. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar melaksanakan program secara efektif dan produktif mengingat waktu pelaksanaan yang terbatas.

“Ranperda Perubahan APBD 2025 ini segera kami sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dilakukan evaluasi. Dengan begitu, bisa dipastikan kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku baik dari aspek teknis, materiil, maupun legalitas,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. Ia berharap Perubahan APBD 2025 menjadi instrumen fiskal yang aspiratif, adaptif, dan responsif untuk kemajuan Kabupaten Gresik. (yad)

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun Selengkapnya

Program Jumat Kreasi UPT SMP Negeri 2 Gresik Bekerjasama dengan TNI Berikan Pelatihan Kedisiplinan Berbaris Siswa

GRESIK,1minute.id – Dua anggota TNI mendatangi UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025. Mereka adalah Serka Herry, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Tlogopojok dan Serda Okta, Babinsa Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Sekitar pukul 06.30 WIB, dua anggota TNI itu sudah tiba di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Kedatangan dua anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0817/Gresik di sekolah yang memiliki tagline “Sekolah Juara, Cerdas Berkarakter Berakhlaq dan Peduli Lingkungan” ini bertujuan untuk memberikan pelatihan baris berbaris kepada para siswa.

Pelatihan Kedisiplinan Berbaris siswa di UPT SMP Negeri 2 Gresik bekerjasama dengan Kelurahan Kebungson dan Babinsa ini bagian dari Program Jumat Kreasi.

Peserta pelatihan adalah siswa kelas VII. “Untuk kelas delapan dan sembilan sudah pernah di latih ketarunaan oleh tim Kesiswaan SMK Mambaul Ulum Gresik,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Salim mengharapkan Program Kedisiplinan Berbaris ini bisa membentuk siswa disiplin , dan tanggungjawab. Selain itu, pelatihan kedisiplinan bisa membentuk kerja sama tim ; konsentrasi dan Fokus ; Kemandirian dan Percaya Diri dan kedisiplinan Waktu serta pengembangan karakter. “Semoga semuanya terlaksana sesuai harapan anak Spenda mampu mengaplikasikan di kehidupan nyata,” ujarnya. (yad)

Program Jumat Kreasi UPT SMP Negeri 2 Gresik Bekerjasama dengan TNI Berikan Pelatihan Kedisiplinan Berbaris Siswa Selengkapnya

Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Warga, Forkopimda Gresik Luncurkan 80 Kolam Budidaya Ikan Lele 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meluncurkan program kolam budidaya ikan lele serentak di 80 desa yang tersebar di 16 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik. 

Peluncuran program budidaya kolam lele dipusatkan di pekarangan Pangan Lestari Bhayangkari Cabang Gresik, Asrama Polisi Randuagung, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang melaunching Program kolaborasi empat pilar yakni Pemkab Gresik, Polres Gresik, Kodim 0817/Gresik dan PT Petrokimia Gresik. Seremonial ditandai dengan menebar ribuan bibit ikat lele di kolam berdiameter 3 meter itu. Tampak hadir kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob serta Penjabat Kepala Dinas Perikanan Gresik Arip Wicaksono. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program budidaya ikan lele tidak lepas dari peran Tiga Pilar Desa, yakni Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Kepala Desa yang bersinergi bersama Dinas Perikanan serta PT Petrokimia Gresik.

“Pada saat ini, sudah ada 80 kolam ikan yang siap ditebari benih lele, tersebar di 80 desa di wilayah Kabupaten Gresik. Angka ini merupakan bentuk semangat juang di Hari Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 ini,” ujar Gus Yani, sapaan akrab , Fandi Akhmad Yani.

Ia melanjutkan, budidaya lele bukan hanya aktivitas pertanian sederhana, tetapi juga solusi menjanjikan di tengah gejolak ekonomi global. Dengan biaya pemeliharaan relatif rendah dan pasar yang stabil, ikan lele dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat desa.

Harapan serupa disampaikan Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.  Menurutnya, program kolam lele ini mampu menjadi jawaban nyata atas tantangan ekonomi warga. “Kami berharap budidaya lele dapat memberikan manfaat berlapis, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan lokal, hingga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” tutur alumnus Akpol 2006 itu.

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal program hingga ke desa-desa agar berjalan optimal. Puncak acara ditandai dengan seremoni penebaran benih ikan lele secara simbolis ke dalam kolam yang telah disiapkan. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta terhubung melalui zoom meeting dengan jajaran Polsek di berbagai kecamatan, yang pada saat bersamaan juga melakukan penebaran benih lele di wilayah masing-masing. (yad)

Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Warga, Forkopimda Gresik Luncurkan 80 Kolam Budidaya Ikan Lele  Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Kegiatan Kontra Radikalisasi, Eks Napiter Bagikan Kisah Kelam di Irak

GRESIK,1minute.id – Polres Grssik berkolaborasi dengan Tim Sub Satuan Tugas Banops Humas Polri menggelar kegiatan kontra Radikalisasi di Ruang Rupatama SAR Sarja Arya Racana Polres Gresik pada  Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan yang mengusung tema “Terorisme Musuh Kita” ini menghadirkan Wildan, eks narapidana terorisme asal Pasuruan, Jawa Timur. Wildan, pernah terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal hingga ke Mosul, Irak. Di sana ia menjadi sniper sekaligus perakit bom sebuah jalan yang ia sebut sebagai “jalan kematian yang di poles dengan janji surga.”

Kegiatan kontraradikal ini, dihadiri antara lain, Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Waka Polres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta perwakilan tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hingga pengasuh pondok pesantren di Gresik.

Dalam sambutannya, Kompol Danu Anindhito menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini. “Radikalisme adalah ancaman nyata yang dapat merusak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi untuk deteksi dini,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial.

Sementara itu, Kombes Pol Erdi A. Chaniago menambahkan bahwa kaum muda merupakan sasaran empuk kelompok radikal. “Tujuan kami hadir di sini adalah untuk memberi peringatan. Aksi radikal sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Generasi muda, terutama santri, harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” katanya,  sembari menekankan betapa dunia digital kini menjadi medan baru penyebaran paham teror.

Wildan. Ia membuka kembali bab kelam hidupnya. Sejak 2010, ia terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal. Tahun 2013, perjalanannya bahkan membawanya jauh hingga ke Mosul, Irak. Di sana ia menjadi sniper sekaligus perakit bom sebuah jalan yang ia sebut sebagai “jalan kematian yang dipoles dengan janji surga.”

Namun pada 2014, ia memilih pulang. “Saya sadar, apa yang saya jalani bukanlah perjuangan, melainkan jalan yang menjerumuskan. Ekstremisme justru banyak menyasar anak muda dengan kondisi rapuh: broken home, haus pengakuan, atau salah dalam memilih pergaulan,” ungkapnya.

Wildan, tampil di sesi terakhir. Pada kesempatan itu, eks narapidana terorisme (nspiter) menceritakan perjalanan hidup hingga bergabung dengan kelompok radikal hingga menjadi barista, menulis buku, dan sering menjadi dosen tamu. Ia menceritakan tanda-tanda awal radikalisasi sering kali sederhana, antara lain, perubahan sikap, menjauh dari keluarga dan lingkungan, hingga munculnya anggapan bahwa semua orang yang berbeda adalah musuh. “Saat itu terjadi, segeralah waspada. Itu awal jebakan,” pesannya.

Kini, Wildan menjalani kehidupan berbeda. Ia bekerja sebagai barista, menulis buku, dan sering menjadi dosen tamu. Di berbagai forum, ia membagikan pengalamannya agar generasi muda tidak mengulang kesalahannya. “Data UNDP 2019 jelas menunjukkan, radikalisme banyak berakar dari keluarga bermasalah, pemahaman agama yang keliru, dan faktor sosial-ekonomi,” katanya, sembari menegaskan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mencegah radikalisasi.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kombespol Erdi A. Chaniago. “Hati-hati dengan akun-akun palsu. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan konten tanpa tahu asal-usulnya. Bijaklah dalam bermedsos,” tegasnya di hadapan para peserta yang didominasi kaum muda.

Kegiatan kontra radikal di Polres Gresik ini meninggalkan pesan, Bahwa melawan radikalisme bukan tugas aparat semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Kisah Wildan menjadi bukti nyata: siapa pun bisa terjerumus, tetapi siapa pun juga bisa bangkit dan memberi peringatan bagi yang lain. “Kelompok teroris hanya menunggu waktu yang tepat untuk bangkit. Karena itu, kewaspadaan kita bersama adalah kunci,” pungkasnya. (yad)

Polres Gresik Gelar Kegiatan Kontra Radikalisasi, Eks Napiter Bagikan Kisah Kelam di Irak Selengkapnya

Kejari Gresik Gelar Pasar Murah, 3 Ribu Paket Ludes Kurun Waktu 5 Jam

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri Gresik menggelar pasar murah di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Kamis, 28 Agustus 2025. Lebih dari 6 ton beras ludes terjual dalam waktu tidak lebih dari 5 jam.

Selain beras, pasar murah yang dibuka oleh Yanuar Utomo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik itu juga menjual 

minyak goreng, tepung, telur dan paket mie instan. Semua kebutuhan pokok itu dijual dengan harga kompetitif. Warga pun menyerbu kegiatan sosial untuk merayakan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia itu. Harla Korp Adhyaksa itu diperingati setiap 22 Juli. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo mengatakan, pasar murah ini dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan RI. Sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. “Ada 3000 paket sembako yang kami siapkan. Harga jualnya kami pastikan lebih murah. Beras 5 kg dijual Rp 50 ribu. Tapi setiap orang dibatasi hanya dua sak,” kata Yanuar Utomo pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Disebutkan, pasar murah ini bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti Bulog dan Wilmar. Kegiatan ini ingin untuk memudahkan masyarakat mendapatkan sembako dengan harga yang relatif murah.

“Pasar murah ini kami laksanakan sehari seja. Tapi kalau nanti stoknya masih ada, kemungkinan besok kami lanjutkan lagi,” imbuh mantan Kajari Kepulauan  Yanuar Utomo berharap, pasar murah ini dapat membantu masyarakat mendapatkan sembako murah. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bsgaimana respon masyarakat? Supriadi warga Bunder Asri, Kecamatan Kebomas mengaku senang atas pasar murah ini. Harga sangat murah dan jauh dari harga pasaran. Terutama harga beras 5 kilogram hanya Rp 50 ribu,  dipasaran harga bisa mencapai 65 ribu. “Alhamdulillah hari ini saya bisa dapat beras, minyak, gula dan telur sera mie isntan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya dengan wajah sumringah. (yad)

Kejari Gresik Gelar Pasar Murah, 3 Ribu Paket Ludes Kurun Waktu 5 Jam Selengkapnya