Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa

GRESIK,1minute.id –  Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sudah menjadi gaya hidup  di SMA Negeri 1 Gresik. Pada tahun ini gerakan satu kelas satu buku ini memasuki tahun kesepuluh.

Gerakan Literasi Sekolah Generasi kesepuluh alias GLS Gen-10 mengusung tema : Menguatkan Budaya Literasi Sekolah dengan Semangat “Perintis” (Pelajar Responsif, Inovatif,  Nasionalis, Terampil, Inspiratif dan Solutif) dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir di Aula lantai 2 SMA Negeri 1 Gresik pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Pembukaan GLS Gen-10 lebih meriah. Seluruh wali kelas dan siswa kelas X yang berjumlah 431 siswa (12 rombongan belajar/rombel) tumplek blek di Aula. Dalam pembukaan itu, ratusan siswa  melakukan deklarasi dan tanda tangan komitmen bersama untuk menuntaskan tugas tepat waktu. 

Usai deklarasi, sebanyak 12 wali kelas melakukan senam literasi. Suasana Aula pun riuh karena dukungan dari siswa. Partisipasi wali kelas untuk GLS Gen-10 ini kali pertama. Sehingga GLS Gen-10 nanti bisa menghasilkan 12 buku antologi karya siswa, dan satu buku karya guru.

Usai seremonial pembukaan GLS Gen-10,  siswa kelas X tergabung dalam 12 rombel itu dibagi empat kelas untuk mendapatkan materi penulisan dari empat narasumber yakni Jaenuri, Ketua pelaksana GLS Gen-10 untuk penulisan Esai ; Kuswanto, Kosnsultan Pengembangan Masyarakat dan Pendidikan Populer untuk penulisan Cerpen ; Kris Adji A.W, pemilik Mataseger untuk penulisan Puisi dan Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id untuk penulisan Artikel. 

Sisea dan Guru Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Generasi (Gen) 10 SMA Negeri 1 Gresik melakukan foto bareng bersama narasumber usai Pembukaan GLS Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik di Aula Sekolah pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Foto : SMA Negeri 1 Gresik untuk 1minute.id)

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir mengatakan, SMA Negeri telah menjadi sekolah literasi yang pertama di Kabupaten Gresik. “Tahun ini memasuki tahun kesepuluh. Ini menjadi brand Sekolah,” kata Tohir dalam sambutannya pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Gerakan Literasi Sekolah akan terus dikembangkan. Sebab, sekolah berkeinginan menjadikan Literasi sebagai budaya dan gaya hidup di SMA Negeri 1 Gresik. “Orang yang literet itu tidak suka mengumpat. Bahkan, sedang marah pun tidak menggunakan bahasa yang kasar. Karena kosakata sangat banyak,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, seorang literet tidak mudah termakan informasi yang menyesatkan atau hoaks. Literet adalah seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik, yaitu kemampuan membaca, menulis dan memahami informasi. 

Ia pun berharap seluruh siswa bisa membuat karya tulis. “Karya yang dicetak dan dibukukan. Ini menjadi legasi,” tegas Tohir. Seorang guru mengungkapkan, bahwa sekolah telah menerapkan budaya membaca bagi seluruh siswa di SMA Negeri 1 Gresik. “Tradisi, 15 menit sebelum pembelajaran baca buku,” ungkap seorang guru. (yad)

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa Selengkapnya

SIG Wujudkan Mimpi Ratusan Jiwa Warga Nikmati Air Bersih di Tuban

GRESIK,1minute.id –  Ratusan jiwa warga Dusun Bulu dan Dusun Mah Beser di Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur semringah. Sebab, mimpi mereka selama puluhan tahun bisa menikmati air bersih bisa teralisasi. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) yang mewujudkan mimpi warga tersebut dengan membangun tandon air berkapasitas 12 ribu liter.

Pembangunan itu sebagai wujud komitmen SIG untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.  SIG membangun sarana dan prasarana air bersih berupa tandon air atas berkapasitas 12.000 liter dan tandon air bawah dengan kapasitas 8.000 liter, serta pipanisasi sepanjang 2 km yang dilengkapi sistem distribusi air ke rumah-rumah warga. Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di dua dusun yang selama ini mengalami krisis air bersih.

Kepala Desa Tuwiri Kulon Dasmiyati, menyampaikan apresiasi atas kontribusi SIG yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Berkat bantuan SIG, kini warganya dapat menikmati kemudahan akses air bersih yang tersalurkan langsung ke rumah.

“Kami, atas nama pemerintah desa dan masyarakat Tuwiri Kulon, menyampaikan terima kasih kepada SIG yang tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga mitra pembangunan desa yang aktif mendampingi masyarakat,” ujar Dasmiyati.

Dasmiyati mengaku sebelumnya warga harus membeli air bersih hingga 4 tangki dengan kapasitas 5.000 liter setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari dan untuk minuman ternak. Biaya yang dikeluarkan pun cukup membebani. “Kini, dengan adanya sumur bor, serta bantuan tandon air dan jaringan pipa dari SIG, warga cukup membayar iuran bulanan yang jauh lebih murah. Saat ini sudah ada 94 kepala keluarga yang merasakan manfaat dari program ini,” kata Dasmiyati.

Menurut Dasmiyati, pengadaan sarana dan prasarana air bersih ini dijalankan melalui skema pembiayaan bersama. Pengeboran sumur didanai Dana Desa (DD), sementara sistem pipanisasi hingga ke rumah warga difasilitasi program TJSL dari SIG. Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) mengelola fasilitas air bersih ini sehingga operasional dan keberlanjutannya dapat terjaga.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Rasidan, 77, warga Dusun Bulu. Dia menyampaikan rasa syukur atas fasilitas air bersih yang kini mengalir langsung ke rumah warga. “Dulu kami harus beli air, mahal. Tapi sekarang sudah mengalir ke rumah dan biayanya ringan. Terima kasih kepada SIG dan pemerintah desa yang telah memperjuangkan ini untuk warga,” ungkap Rasidan.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, SIG senantiasa menjalankan program TJSL secara terukur dan berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan masyarakat. Pendekatan ini menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjangkau masyarakat dan menciptakan dampak jangka panjang.

“SIG tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut membangun kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Akses terhadap air bersih adalah kebutuhan dasar yang menjadi prioritas dalam mendukung kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan warga. Harapannya, infrastruktur air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan secara optimal, tetapi juga dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk keberlangsungan generasi berikutnya,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

SIG Wujudkan Mimpi Ratusan Jiwa Warga Nikmati Air Bersih di Tuban Selengkapnya

Karyawati Goes to Zona Tameng Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan di Malang

GRESIK,1minute.id – Karyawati Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun ke lapangan untuk memberdayakan petani perempuan sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Peran aktif insan perempuan Petrokimia Gresik bagian Program bertajuk “Karyawati Goes to Zona Tameng” dan menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 Petrokimia Gresik ini direalisasikan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik sebagai motor penggerak terwujudnya swasembada pangan nasional senantiasa mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki perusahaan. Tidak hanya melalui penyediaan pupuk berkualitas dan penyaluran pupuk bersubsidi, dukungan tersebut saat ini diberikan melalui peran aktif karyawati dalam pemberdayaan petani perempuan.

“Petrokimia Gresik melalui Karyawati Goes to Zona Tameng berupaya memperkuat peran perempuan dalam industri pertanian, sehingga mampu berkontribusi bagi kesejahteraan dan swasembada pangan nasional. Program ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan yang ditarget tahun 2028,” tandas Daconi pada Minggu, 20 Agustus 2025.

Sebanyak 21 karyawati memberikan pendampingan, edukasi dan inspirasi bagi petani perempuan binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tawangargo Smart-Eco Farming Village (Tameng) di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Para karyawati berupaya menguatkan peran perempuan dengan memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, izin edar, dan pengemasan produk.

Dalam kegiatan ini karyawati juga mengikuti panen bersama. Selain itu juga membangun customer intimacy, serta menggali tantangan-tantangan yang dihadapi petani perempuan untuk dirumuskan solusi-solusinya. 

Sementara itu, Ketua HUT Ke-53 Petrokimia Gresik Chandra Budiman menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT perusahaan. Kegiatan ini akan memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan melalui sesi materi yang dibawakan oleh para relawan pengajar. Dalam sesi tersebut, para petani perempuan akan memperoleh informasi tentang pertanian dan pengelolaan hasil pertanian.

“Petani perempuan juga diperkenalkan dengan ide pengolahan hasil tani untuk tanaman cabai menjadi produk bernilai tambah, guna meningkatkan nilai jual dan meminimalisasi hasil panen yang terbuang. Selain itu, para relawan pengajar juga akan membagikan wawasan mengenai budidaya ikan lele dan nila, serta memperkenalkan produk Petrofish yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dalam budidaya,” ujarnya. (yad)

Karyawati Goes to Zona Tameng Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan di Malang Selengkapnya

Lagi, Kabupaten Gresik Raih Kabupaten Layak Anak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2025. KLA kategori Nindya. Selangkah lagi, KLA Utama. 

Penghargaan berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)  tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono didampingi Wakil Menteri PPPA Veronica Tan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di Auditorium KH. M Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat pada Jumat, 8 Agustus 2025.

penghargaan KLA kategori Nindya yang merupakan pengakuan atas komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan. Dan, Kabupaten Gresik telah memenuhi sebagian besar indikator yang ditetapkan dalam evaluasi KLA oleh Kemen-PPPA. 

Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya predikat tersebut. “Penghargaan ini adalah hasil dari kolaborasi semua pihak, baik perangkat daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas yang peduli terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik berusaha maksimal memenuhi hak-hak anak dan perlindungan anak melalui lima klaster KLA. Meskipun masih ada beberapa hal yang harus didorong untuk lebih ditingkatkan seperti pemenuhan sarana dan prasarana yang ramah anak maupun perlindungan terhadap anak.

“Harapan ke depan dengan capaian dan peringkat KLA ini menjadi motivasi dan semangat bersama empat pilar KLA, berkomitmen untuk lebih meningkatkan kembali upaya-upaya pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Ia juga berharap kedepan Kabupaten Gresik dapat meraih predikat utama. Yang terpenting, lanjutnya, adalah dengan adanya kabupaten layak anak ini dapat dirasakan manfaatnya untuk anak-anak Kabupaten Gresik secara nyata. “Ini menjadi komitmen pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka memenuhi hak-hak anak dan melindungi anak-anak dari kekerasan dan diskriminasi demi tumbuh kembang yang lebih baik,” harapnya. (yad)

Lagi, Kabupaten Gresik Raih Kabupaten Layak Anak  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan 

GRESIK,1minute.id – Profesi nelayan penuh tantangan. Penghasilan juga pasang surut. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nelayanku Sehat” berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

Program ini direalisasikan dengan pemberian pengetahuan tanggap darurat dan basic life support serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk para nelayan yang ada di sekitar perusahaan.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, keselamatan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar agar setiap kepala keluarga nelayan bisa bekerja optimal. Mengingat risiko nelayan saat melaut tidak bisa diremehkan.

“Jangankan pergi melaut, untuk kegiatan ringan saja kita sudah pasti kesulitan jika dalam kondisi sakit. Melalui program ini, kami berharap para nelayan bisa melaut dengan optimal, hasil melimpah, dan pulang dengan selamat untuk kesejahteraan anggota,” tandas Daconi.

“Nelayanku Sehat” ini diikuti oleh sekitar 100 nelayan yang tergabung dalam lima kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. Mereka tampak antusias mengikuti pembekalan pengetahuan tanggap darurat di laut dari para penyuluh.

Setelah itu, ratusan nelayan tersebut mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang disiapkan perusahaan. Dalam program ini, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Grha Husada.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dana dengan total nilai Rp100 juta untuk mendukung perbaikan lima balai nelayan. Selain itu, perusahaan juga memberikan Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety jacket dan pelampung, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) jinjing untuk di kapal, serta kotak P3K untuk di balai nelayan.

“Petrokimia Gresik rutin dan secara kontinu memberikan bantuan untuk nelayan di sekitar perusahaan, khususnya di Kelurahan Lumpur yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Bantuan tersebut bentuknya beragam sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok nelayan,” ujarnya.

Terakhir, Daconi menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan nelayan kepada Petrokimia Gresik sehingga operasionalnya lancar dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional, sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

“Kontribusi untuk nelayan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih kami terhadap nelayan. Kami berharap dukungan nelayan terus diberikan, dan kami berkomitmen semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusinya untuk masyarakat, termasuk nelayan,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan  Selengkapnya

Fonomena Sturgeon Moon di Langit Gresik yang Indah Malam ini

GRESIK,1minute.id – Langit Indonesia termasuk Kabupaten Gresik terasa sangat indah pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025. Bulan terlihat lebih besar dari biasanya.  Fonomena alam ciptaan sang Khaliq berwarna oranye. 

Ya, bulan purnama malam ini berbeda yang dikenal dengan nama Fonomena “Sturgeon Moon”.  Nama “Sturgeon” berasal dari ikan purba yang dahulu banyak ditangkap di Danau Besar saat bulan ini muncul.

Dilansir dari laman Live Science dari Tirto.id, waktu terbaik untuk menyaksikan bulan purnama terbit adalah tepat setelah matahari terbenam. Antara pukul 17.30 WIB sampai 18.30 WIB bergantung lokasi masing-masing. Wartawan  1minute.id  mengambil foto karya Sang Khaliq, Sturgeon Moon, Sabtu, 9 Agustus 2025 pukul 18.46 WIB. Saat azan Isya berkumandang di Masjid Baitul Islah di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sturgeon Moon diambil menggunakan karena handphone. 

Masih melansir dari Live Science, tradisi masyarakat adat Amerika Utara, bulan ini juga disebut sebagai Wild Rice Moon, Green Corn Moon, atau Grain Moon. Selain nilai astronomis, Sturgeon Moon juga kaya makna kultural. 

Untuk menyaksikan keindahan Sturgeon Moon, arahkan pandangan ke timur, sesaat setelah matahari terbenam, dari lokasi terbuka atau tempat tinggi tanpa halangan. Bulan tampak lebih besar dari biasanya karena efek ilusi optik saat berada dekat cakrawala. Sturgeon Moon juga akan berada di rasi bintang Aquarius dan bisa tampak kemerahan karena kabut atmosfer musim panas. (yad)

Fonomena Sturgeon Moon di Langit Gresik yang Indah Malam ini Selengkapnya

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Gresik. Pesisir pantai mulai Kelurahan Lumpur hingga Kelurahan Kroman. Aksi peduli lingkungan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Asluchul Alif semangat nasionalisme yang tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi nyata. “Semangat nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi konkret seperti menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sebelumnya, ia membagikan bendera merah putih secara simbolis kepada  peserta kegiatan kegiatan Jumat bersih tersebut. Peserta kegiatan peduli lingkungan ini antara lain kelompok masyarakat nelayan, termasuk ASN Pemkab Gresik, warga sekitar pelabuhan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik menyiapkan  10 ribu bendera merah putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat simbolis. Namun menjadi upaya memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menjadikannya budaya yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi budaya masyarakat Gresik, terutama di wilayah pesisir. Dampaknya sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut serta pantai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dalam merayakan HUT RI tidak perlu menciptakan timbunan sampah berlebihan. Hal ini disampaikannya saat melihat tumpukan sampah yang cukup besar di lokasi kegiatan. “Dalam sejam pelaksanaan aksi ini, telah terkumpul 628 kg sampah. Kami berharap warga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga lingkungan dan tidak menimbulkan sampah,” tambah Sri Subaidah. (yad)

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram  Selengkapnya

Hari Pertama, Gerakan Pangan Murah yang Digelar Polres Gresik dan Pemkab Gresik,  1.615 Kilogram Beras Ludes dalam 3 Jam

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi menggelar Gerakan Pangan Murah. Aksi nyata untuk membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok ini diawali di Kecamatan Gresik pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Pasar murah pun diserbu oleh warga. Sebab, harga bahan pokok, antara lain, beras, minyak goreng, tepung dan lainnya lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Beras, misalnya, dijual seharga Rp 11.500 per kilogram atau Rp 57.500 per kemasan 5 kilogram. Untuk pemerataan, pembelian dibatasi maksimal dua karung atau 10 kilogram per orang.

Hari pertama Gerakan Pangan Murah ini dipusatkan di Pendapa Kecamatan Gresik berlokasi di Jalan Usman Sadar, Gresik sebanyak 323 sak beras, setara 1.615 kilogram, ludes terjual hanya dalam beberapa jam. Minyak goreng dan tepung pun ikut habis diserbu pembeli.

Pangan murah ini akan berlangsung hingga Jumat, 15 Agustus 2025 yang tersebar di enam titik, yakni :

11 Agustus: Pasar Sidayu

12 Agustus: Pasar Petikan Driyorejo

13 Agustus: Pendapa Kecamatan Balongpanggang

14 Agustus: Pasar Giri Kebomas

15 Agustus: Pendapa Kecamatan Manyar.

Selain itu, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pokok di seluruh Polsek jajaran Polres Gresik. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjaga daya beli tetap stabil.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan aman, terutama bagi warga yang membutuhkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Pantauan 1minute.id  Gerakan Pangan Murah tertib. Ada dua meja untuk melayani masyarakat. Meja pertama untuk pembelian minyak goreng, tepung dan lainnya. Sedangkan, meja lainnya untuk pembelian beras.

Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro dan anggotanya terlihat berulang kali ikut membantu membawakan barang belanjaan warga hingga tempat parkir karena mayoritas pembeli emak-emak lanjut usia. Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko pun demikian. “Untuk pembelian beras dibatasi. Tapi, untuk pembelian tepung, minyak goreng tidak dibatasi,” kata Jelesvie. (yad)

Hari Pertama, Gerakan Pangan Murah yang Digelar Polres Gresik dan Pemkab Gresik,  1.615 Kilogram Beras Ludes dalam 3 Jam Selengkapnya

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Wujud komitmen itu, antara lain,  melakukan kegiatan Penguatan Komitmen dan Asistensi Pelaksanaan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Selama dua hari, 6 dan 7 Agustus 2025 seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat mendapat gemblengan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur. 

Kegiatan itu, dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini menekankan pentingnya penguatan SPIP dalam konteks pengelolaan keuangan daerah yang bernilai besar setiap tahunnya. Data diperoleh 1minute.id menyebutkan Pendapatan Daerah (PD) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2025 sebesar Rp 3,8 Triliun tepatnya Rp 3.848.347.186.713, 60

“Kita ini setiap tahun mengelola keuangan daerah dengan jumlah yang sangat besar. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan bahwa tata kelola yang dijalankan benar, transparan, dan akuntabel,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, SPIP bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan bentuk komitmen nyata dalam membangun pemerintahan yang bersih dan responsif. Keberhasilan SPIP, terintegrasi, ia melanjutkan, sangat bergantung pada kolaborasi lintas perangkat daerah dan pendampingan intensif dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal harus menjadi budaya kerja di setiap level pemerintahan. Ini bukan hanya tugas Inspektorat, tapi tanggung jawab kita bersama,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa SPIP merupakan fondasi yang menopang akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Tata kelola yang baik tidak bisa dilepaskan dari sistem pengendalian internal yang kuat. SPIP adalah instrumen untuk mencapai tujuan organisasi dengan mengurangi risiko penyimpangan,” ujar Washil dihadapan seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari APIP Inspektorat. 

Narasumber dalam kegiatan ini, diantaranya, Abul Chair  dari BPKP Perwakilan Jawa Timur yang juga akan melakukan asistensi dan evaluasi terhadap pelaksanaan penilaian mandiri. Kegiatan asistensi tahun 2025 ini diarahkan untuk mendorong peningkatan nilai-nilai tersebut, sekaligus memperkuat indeks efektivitas pengendalian korupsi dan kapabilitas APIP.

Untuk diketahui, SPIP yang diterapkan secara profesional dan berkelanjutan juga menjadi bagian dari strategi Gresik dalam berbagai hal. Di antaranya mendukung capaian good and clean governance dan kualitas pelayanan publik, dan memenuhi data dukung Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK. Disamping itu, SPIP juga mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, serta Meningkatkan capaian Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemkab Gresik.

“SPIP tidak hanya untuk memenuhi indikator semata. Ia harus memberikan manfaat nyata berupa tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan mampu mendeteksi risiko sejak dini,” tegas Washil. (yad)

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel Selengkapnya

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi percontohan Desa Cantik alias Desa Cinta Statistik di Kabupaten Gresik. 

Program Desa Cantik ini dinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Desa yang dipimpin oleh Supriyadi, pelaksana tugas  ini, menjadi wakil Kabupaten Gresik diajang Nasional.  Leran, satu-satunya Desa Cantik di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Sosialisasi Hasil Akhir Pembinaan Desa Cinta Statistik, Pendataan Lengkap Pekerja Pekerja Rentan Desa Leran dilakukan pada Jumat lali, 25 Juli 2025. Sosialisasi dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Bunyamin Najmi. 

Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Zainul Arifin, dan Camat Manyar Hendriawan Susilo serta Tim Agen Statistik Pemerintah Desa Leran.

Desa Leran, salah satu desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Desa Leran, memiliki sejarah penting sebagai tempat penyebaran agama Islam pertama kali di Gresik. Situs Makam Siti Fatimah binti Maimun atau Makam Panjang, sebagai tetengernya.

Siti Fatimah, putri raja Malaka adalah penyebar agama Islam perempuan tertua di Indonesia. Beliau wafat pada 1082 Masehi. Saat itu Siti Fatimah atau Dewi Retno Swari masih remaja. Usia baru 18 tahun. 

AGEN DESA CANTIK : Desa Leran, Kecamatan Manyar mewakili Kabupaten Gresik dalam Ajang Desa Cantik Nasional 2025. (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kini, perkembangan Kabupaten Gresik sebagai Kota Industri, letak geografis Desa Leran sangat penting karena berada di dekat Industri besar, antara lain, PT Smelting, Petrokimia Gresik, Kawasan Industri Maspion, dan Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) diantaranya, tempat beroperasinya PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Banyak warga urban yang memilih untuk bermukim di Desa Leran. Sebagai Desa Cantik yang memiliki filosofi akan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya. Desa bukan hanya sebagai tempat tinggal penduduk, tetapi juga menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan.  

Plt Kepala Desa Leran Supriyadi mengungkapkan, pemerintah desa telah memiliki agen statistik. Tugas agen statistik yang berjumlah 20 orang (9 orang perangkat desa dan sisanya, relawan) ini mirip petugas sensus penduduk. Mereka mendatangi rumah warga untuk melakukan pendataan.

Tim Agen Statistik dari pemerintah desa Leran antara lain, Mahmudi, Sekretaris Desa ; Mahmuda, Kasi Kesejahteraan Rakyat serta Elin Indahsari, Kaur TU dan Umum, Mohammad Hadi Yanto, Kepala Dusun Leran. Mereka dibantu oleh ralawan desa setempat. 

“Semua warga di data, termasuk warga pendatang yang kos maupun kontrak,” kata Supriyadi ditemui pada Kamis, 7 Agustus 2025. Selain mendata identitas, juga data tentang pekerjaan. “Berdasarkan data agen Statistik, warga yang ber-KTP semuanya memiliki pekerjaan alias tidak ada pengangguran disini (Desa Leran),” kata Supriyadi yang juga Kepala Seksi Perencanan Program Kecamatan Manyar itu.

“Tidak pengangguran karena warga yang ber-KTP mengaku bekerja wiraswasta,” imbuhnya. Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) merupakan program strategis dalam meningkatkan literasi statistik di tingkat desa, Desa Cantik di Leran 2025, fokus memperkuat basis data perlindungan sosial, terutama untuk kelompok pekerja rentan. 

Pekerja wiraswasta ini masuk kategori pekerja rentan. Sebab, mereka tidak memiliki penghasilan tetap. Ia mencontohkan, profesi nelayan, ojek dan UMKM. “Di Desa Leran ini, yang masuk pekerja rentan dan belum tercover BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 133 orang,” katanya. 

Supriyadi pun meminta doa dan dukungan kepada masyarakat Desa Leran agar bisa mempersembahkan hasil yang terbaik bagi Kabupaten Gresik di ajang lomba Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat tersebut.

Pada 2023 Desa Leran meraih juara pertama Desa Digital dalam Nawa Karsa Award Kabupaten Gresik. Pada 2024, Desa Leran meraih penghargaan sebagai Badan Publik Desa Informatif Terbaik dalam KI (Keterbukaan Informasi) Award Jawa Timur. Prestasi itu, menjadikan Desa Leran menjadi Duta Kabupaten Gresik untuk ajang serupa jenjang Nasional pada 2025.  “Tahun ini, ada dua lomba Nasional. Mohon doa dan restunya,” kata Supriyadi. (yad)

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025 Selengkapnya