Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Kopdeskel, Bupati Gresik : Kopdes Pusat Layanan Ekonomi, Harga Terjangkau 

GRESIK,1minute.id – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan kelembagaan 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025. Peluncuran dilakukan serentak oleh 38 Gubernur dan 514 Bupati/Wali Kota di Indonesia. Serta para Kepala Desa dan Lurah secara offline dan online.

Kabupaten Gresik, menjadi salah satu, kabupaten yang turut serta dalam peluncuran tersebut secara daring, dengan kegiatan dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai peluncuran mengatakan, peresmian kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto merupakan tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat. Sebuah inisiatif besar yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

“Prinsipnya kita berharap ada surat edaran atau MoU, agar Kopdeskel Merah Putih bisa bekerja sama dengan program strategis lainnya seperti MBG maupun Sekolah Rakyat. Selain itu, pentingnya persiapan model bisnis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta kerja sama dengan sejumlah pihak pada tahap operasional ini,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia melanjutkan, secara legalitas sebanyak 356 koperasi di Kabupaten Gresik sudah selesai pengesahannya. Sejak awal April 2025, pelaksanaan telah dilakukan secara serentak dan dibiayai melalui APBD Gresik. Selanjutnya, pengembangan bisnis koperasi menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

“Pengembangan bisnis kita sesuaikan potensi masing-masing, seperti daerah utara banyak potensi perikanan dan daerah selatan banyak pertanian. Kemudian untuk wilayah Bawean bisa juga sebagai holding untuk membeli transportasi laut. Artinya setiap wilayah mempunyai potensi sendiri,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia berharap, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan dapat menjadi pusat layanan ekonomi di desa. Menurutnya, nantinya koperasi ini akan mengelola dan menyalurkan kebutuhan dasar yang terjangkau warga.

“Mudah-mudahan koperasi desa/kelurahan dapat memutus rantai kebutuhan pokok sehari-hari warga dengan harga yang terjangkau. Selain itu, pupuk subsidi juga bisa diakses di Kopdeskel Merah Putih untuk pemenuhan pertanian,” tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk tahap awal di tahun 2025, Pemkab Gresik akan memberikan pendampingan kelembagaan, pelatihan manajemen koperasi, serta menyiapkan regulasi pendukung.

“Pemkab Gresik siap melakukan pendampingan maupun monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala untuk Kopdeskel, bekerja sama dengan universitas yang ada di Gresik. Kita butuh edaran atau MoU agar program ini bisa juga berkolaborasi dengan program strategis Presiden yang lain,” tandas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya mengatakan, konsep koperasi adalah konsep untuk yang lemah, dari lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Kekuatan seperti ini tidak disukai pemodal besar yang menganggapnya sebagai persaingan. Ada juga negara yang tidak suka dengan negara besar yang mau bangkit.

Prabowo Subianto mengibaratkan koperasi seperti lidi. Satu lidi menurutnya memang tidak berarti, namun jika ratusan lidi dijadikan satu maka akan menguatkan perekonomian. Menurut Prabowo, konsep koperasi adalah konsep orang lemah, konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah, konsep koperasi adalah konsep gotong royong.

“Pihak yang kuat tidak mau berurusan dengan koperasi. Mereka lebih memilih untuk membuat perusahaan. Menjadi anggota koperasi pun tidak mau. Kalau sudah kuat, sudah kaya, sudah punya akses ke mana-mana, yang dia bikin itu PT, dia bikin holding, incorporated dan lain-lain,” ujarnya.

Prabowo mengapresiasi semua tim yang terlibat dalam pembentukan Kopdeskel tersebut. Sebab menurutnya, jika memiliki motivasi yang kuat maka Kopdeskel bisa terwujud. “Semua bekerja sebagai satu tim, bergerak semuanya. Terima kasih, jadi ternyata kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang baik, dorongan yang kuat, motivasi yang kuat, bisa, yang tidak bisa jadi bisa, 80 ribu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa melalui koperasi tersebut, pemerintah dapat membangun gudang, apotek, dan gerai di tingkat desa, dengan misi utama menghadirkan obat-obatan generik, pupuk, dan sembako murah langsung ke tangan masyarakat.

“Obat-obat yang penting bagi rakyat kecil, rakyat yang ekonominya masih lemah. Mereka harus punya akses mendapatkan obat-obat penting dengan harga terjangkau,” tambahnya. (yad)

Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Kopdeskel, Bupati Gresik : Kopdes Pusat Layanan Ekonomi, Harga Terjangkau  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran

GRESIK,1minute.id – Tekad UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional sudah bulat. Sejumlah kegiatan dilakukan oleh sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil, Gresik pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan antara lain, penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menggelar penyuluhan Anti Narkoba dengan menghadirkan penyuluh dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik.

Seluruh siswa baru atau 764 siswa kelas VII yang masih memakai seragam sekolah dasar, masing-masing yakni merah-putih; hijau-putih dengan antusias mengikuti paparan tim konselor dari BNNK Gresik, antara lain, Etarina Agustin dan Astutik. “Jadilah pelajar yang penuh prestasi, berperilaku positif dan berkegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang tua,” kata Eterina Agustin, konselor Adiksi dari BNNK Gresik. 

“Hindari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, merokok, minuman keras dan narkoba. Hati hati dalam bergaul carilah teman yang baik dan benar sehingga kalian akan terhindar dari narkoba,” imbuhnya. 

Usai penyuluhan, sejumlah guru dipimpin langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melakukan studi tiru dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman alias MoU dengan SMK Negeri 2 Buduran Sidiarjo.

Menurut Mohammad Salim, penyuluhan anti narkoba untuk siswa baru, salah satu bentuk kegiatan ramah anak yang diterapkan oleh sekolah. “Tujuannya untuk menanamkan sedari dini bahaya narkoba kepada murid baru dalam mengawali tahun ajaran baru,” ujar Salim pada Senin, 21 Juli 2025.

Sedangkan, studi tiru ke SMK Negeri 2 Buduran, Sidoarjo yang dilakukan oleh guru dengan materi meliputi sekolah bebas bullying dan peduli terhadap keberlanjutan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan. “SMK Negeri 2 Bunderan berstatus SRA Provinsi dengan nilai A tentang peningkatan kualitas sekolah ramah anak secara pembelajaran dan layanan menuju Sekolah Aman, Nyaman dan Menyenangkan untuk murid,” terang Salim. 

Dalam studi tiru, para guru Spenda Gresik disambut oleh Kepaka SMK Negeri 2 Buduran Hj. Mariya Ernawati, Waka Kesiswaan, Humas dan Sarana Prasarana itu dilanjutkan dengan 

MoU. Seperti diberitakan sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional. Sepuluh sekolah itu antara lain, UPT SMP Negeri 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk jenjang SMP Negeri. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran Selengkapnya

Raimas Kalamunyeng Polres Gresik Gagalkan Balap Motor Liar, 4 Motor & 6 Pemuda Diamankan

GRESIK,1minute.id – Tim Raimas Kalamunyeng Polres Gresik  mengamankan enam pemuda yang diduga hendak melakukan aksi balap liar di Jalan Raya Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Minggu, 20 Juli 2025. 

Aksi cepat anak buah AKBP Rovan Richard Mahenu, Kapolres Gresik itu dilakukan setelah menerima laporan warga yang resah atas aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Kejadian bermula sekitar pukul 01.40 WIB, saat tim Raimas Kalamunyeng tengah melakukan patroli rutin dan mendapatkan informasi dari masyarakat terkait potensi balap liar. Sesampainya di lokasi, petugas menemukan sekelompok pemuda yang sedang mendorong sepeda motor dengan kondisi tidak sesuai spesifikasi standar.

Melihat gelagat mencurigakan, anggota Raimas segera melakukan pemeriksaan. Para pemuda sempat mencoba mengelabui petugas dengan menyembunyikan dua unit motor Honda Tiger hasil modifikasi dan memberikan keterangan palsu. Namun, upaya tersebut gagal setelah petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

Dua unit motor yang dimodifikasi ditemukan di tempat terpisah, satu tersimpan di semak-semak bahu jalan, dan satu lagi di bawah rerimbunan pohon sekitar 10 meter dari lokasi pertama. Total, empat sepeda motor diamankan, terdiri dari dua Honda Tiger berknalpot brong dan dua unit Vario matic tanpa pelat nomor.

Enam pemuda yang diamankan berasal dari wilayah Gresik dan Surabaya. Mereka berinisial ERF, IIP, PPR, EAS, MFL, dan MABP. Empat di antaranya masih di bawah umur.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Samapta Polres Gresik AKP Heri Nugroho mengatakan seluruh kendaraan yang diamankan akan diproses melalui sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). “Kendaraan kami amankan untuk proses Tipiring,” tegasnya.

Mengingat ada pelaku yang masih di bawah umur, pihak kepolisian juga akan memberikan tindakan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang. “Untuk anak-anak yang masih di bawah umur akan kami lakukan pembinaan lebih lanjut,” tambah AKP Heri. Saat ini, seluruh pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Gresik untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Polres Gresik mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Laporan bisa disampaikan melalui kantor polisi terdekat atau hotline Lapor Kapolres Gresik. “Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” pungkas AKP Heri. (yad)

Raimas Kalamunyeng Polres Gresik Gagalkan Balap Motor Liar, 4 Motor & 6 Pemuda Diamankan Selengkapnya

10 Sekolah di Gresik Mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. Lembaga pendidikan itu, antara lain, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

“Mohon doanya, kami bisa masuk Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025. Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini menghadirkan Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.

Pada 23 Septembet 2023, sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil,  Gresik ini telah mendeklarasikan menjadi sekolah ranah anak. Saat itu, deklarasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik periode 2020-2024 Aminatun Habibah. Seluruh siswa mulai kelas VII sampai IX ikut deklarasi. 

Sejak saat itu, sekolah yang memiliki kantin Halal dan menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang pertama di Gresik ini, menjadi salah satu sekolah ramah anak di Kabupaten Gresik. Setelah, hampir dua tahun, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik mengusulkan Spenda Gresik untuk naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional. “Semoga terwujud pelayanan dalam lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” katanya. (yad)

Berikut 10 lembaga pendidikan di Gresik yang mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional:

1. UPT SMP Negeri 1 Gresik

2. UPT SMP Negeri 2 Gresik

3. SMP Mambaul Ulum, Kebomas, Gresik 

4. MTs Negeri Gresik, Desa Metatu, Benjeng, Gresik 

5. MTs Assa’adah 1 Bungah, Gresik 

6. SD Muhammadiyah Manyar, Gresik 

7. MI Negeri 1 Gresik, Desa Kedungsekar, Benjeng, Gresik 

8. MI Assa’adah Bungah, Gresik

9. MA Negeri 1 Gresik, Bungah, Gresik 

10. MA Negeri 2 Gresik, Desa Metatu, Benjeng, Gresik

(Data Dinas KBPPPA Gresik)

10 Sekolah di Gresik Mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional Selengkapnya

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa SMA Sekolah Rakyat dijadwalkan memasuki asrama pada Rabu, 30 Juli 2025 mendatang. Mereka menempati gedung eks SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Gedung yang digunakan telah dilengkapi dengan 3 ruang kelas, 2 ruang asrama putra, 3 ruang asrama putri, asrama guru, 1 ruang guru dan tenaga pendidik, serta laboratorium penunjang pembelajaran lainnya. Setiap kelas terdiri dari 25 siswa. Para siswa berasal dari keluarga prasejahtera dan akan dibina secara intensif di lingkungan pendidikan berasrama. 

Untuk menunjang proses belajar-mengajar, telah disiapkan 17 guru dan 10 tenaga kependidikan yang akan mendampingi siswa secara penuh. Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjadi model percontohan nasional. “Sekolah Rakyat Kabupaten Gresik harus lebih baik dari kabupaten lain,” tegas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025.

Rekor diikuti antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh. Tekad Pemkab Gresik menjadikan Sekolah Rakyat menjadi percontohan sangat kuat. Bahkan, pemkab Gresik berencenakan “menyekolshkan” calon guru bagi siswa sekolah rakyat ke sekolah unggulan. Tujuan memperkaya wawasan dan menyiapkan kurikulum serta sistem pengelolaan sekolah yang unggul. 

“Seluruh guru Sekolah Rakyat untuk mengikuti studi banding ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi rujukan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inspiratif dan berkualitas di Kabupaten Gresik,” kata Fandi Akhmad Yani.  

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, Sekolah Rakyat, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Program Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sampai tanggal 30 Juli saja, tetapi kita harus terus mengawal program ini serta mendidik para siswa hingga sukses,” ujar dokter Alif, panggilan akrab Asluchul Alif. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gresik memperhatikan empat aspek utama, yaitu kebutuhan makan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. 

Selain kebutuhan siswa selama tinggal di asrama yang sepenuhnya ditanggung, keluarga siswa juga akan mendapatkan bantuan modal usaha guna mendukung kemandirian ekonomi mereka. “Fokus kita tidak hanya dari sisi bantuan sosial, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” imbuh Asluchul Alif. 

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, program ini juga didukung penuh oleh Kementerian Sosial, yang menyediakan seluruh kebutuhan siswa selama di asrama, termasuk laptop dan perlengkapan pribadi. “Siswa masuk asrama tanpa membawa barang apa pun karena semua sudah disediakan oleh Kementerian Sosial,” terang Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh.

Program Sekolah Rakyat juga sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pendidikan, dalam penyelesaian masalah kemiskinan.

Sebagai bagian dari pengembangan program, tahun depan Kementerian Sosial bersama Pemkab Gresik merencanakan pembangunan unit Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Melalui Sekolah Rakyat jenjang SMA dan pengembangannya ke jenjang SD dan SMP, Pemkab Gresik meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan inklusif serta penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (yad)

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional  Selengkapnya

Ganggu Kamtibmas, Polres Gresik Himbau Tak Gunakan Sound Horeg

GRESIK,1minute.id –  Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu mengimbau masyarakat Kabupaten Gresik untuk tidak menggunakan sound horeg dalam berbagai kegiatan masyarakat.

AKBP Rovan menegaskan bahwa penggunaan sound horeg secara berlebihan dapat merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban lingkungan, dan memicu potensi gangguan kamtibmas.

“Suara keras yang ditimbulkan sound horeg bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tapi juga bisa merusak sarana dan prasarana publik serta menimbulkan konflik antarwarga,” tegas AKBP Rovan pada Jumat,18 Juli 2025.

Kapolres mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam merayakan kegiatan tidak menggunakan perangkat audio berdaya tinggi di ruang publik. “Mari kita jaga bersama situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Gresik. Saling menghormati dan menjaga kenyamanan bersama adalah kunci utamanya,” pesan AKBP Rovan. (yad)

Ganggu Kamtibmas, Polres Gresik Himbau Tak Gunakan Sound Horeg Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan KBPPPA Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik dan Dinas KBPPPA Gresik menggelar  Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025. Sosialisasi di sekolah yang menyandang predikat Sekolah Ramah Anak (SRA) itu, menghadirkan pembicara antara lain, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.

Kegiatan ini diikuti 75 siswa kelas IX dan guru di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Sosialiasi yang dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik A. Syifaul Qulub dan Ketua PGRI Gresik Bari Afita. Dan, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim.

Pada kesempatan itu, Nurul Haromaini Ali menjlentrehkan panjang lebar bagaimana cara Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di sekolah. Ning Nurul, sapaan akrabnya, menerangkan mulai definisi dan bentuk, dampak, Hak-Hak Perempuan dan Anak, Tanda-tanda Kekerasan, Cara Melaporkan Kekerasan hingga Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. 

Penyampaian dengan bahasa “keibuan” yang lemah lembut, penuh kasih sayang, dan perhatian dan mudah dipahami itu membuat siswa antusias mengikuti acara yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIB itu. Nurul Haromaini Ali mengatakan, banyak bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Bentuk-bentuk kekerasan seperti fisik, emosional, seksual, dan penelantaran,” kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. 

FOTO BARENG : Pembicara dan peserta Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025 ( FOTO: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Ia berharap sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang anti kekerasan pada perempuan dan anak. “Mari kita bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan peduli terhadap kelompok rentan,” kata sarjana Ilmu Komunikasi Unair Surabaya ini.

Terpisah, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, sosialisasi ini diharapkan anak-anak mampu memilih teman dan hindari hal-hal negatif dan bermedia sosial dengan bijak,” kata Salim usai acara pada Jumat, 18 Juli 2025.

Pendidikan di keluarga, kata Salim, berperan penting dalam membentuk karakter anak, seperti nilai dan motivasi dari keluarga dapat pendidikan di keluarga sangat penting untuk membentuk anak menjadi pribadi yang baik, berpengetahuan, dan berkarakter.

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak menjadi sangat penting bagi Spenda Gresik karena sedang berjuang untuk mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. Di Gresik, kata Salim, ada sepuluh lembaga yang diusulkan mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. “Mohon doanya, kami bisa masuk Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional,” kata Salim. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan KBPPPA Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak  Selengkapnya

Mendagri Kukuhkan Pengurus APKASI Hasil Munas VI, Ini Amanah baru Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

GRESIK,1minute.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengukuhkan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta pada Kamis, 17 Juli 2025.

Pengurus baru hasil Munas VI APKASI yang digelar di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara secara aklamasi memilih duet Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi dan Bupati Minahasa Utara, Joune J. E. Ganda, sebagai Ketua dan Sekretaris APKASI periode 2025–2030. 

Dalam kepengurusan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad, mendapatkan amanah sebagai Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Imigran. Tugasnya, antara lain,  mengoordinasikan kebijakan Perlindungan Pekerja Migran sejalan dengan peran APKASI dalam mendukung program pemerintah pusat. 

Terpilihnya Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani  sebagai Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran tidak lepas dari kiprahnya dalam membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan. Gresik dianggap sebagai pelopor Desa Migran Emas ( Edukasi, Maju, Aman dan Sejahtera). Program itu dilaunching oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang juga Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding beberapa waktu lalu.

“Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah kabupaten dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, mengawal peran strategis menuju Indonesia emas 2045,” kata Fandi Akhmad Yani. 

Ia  berharap, seluruh jajaran pengurus APKASI masa bakti 2025-2030 bisa solid dan bersinergi dalam mewujudkan program program kerja yang berpihak pada kepentingan daerah. Menurutnya, APKASI merupakan organisasi yang mewadahi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah. 

“Terbentuknya dewan pengurus yang baru, Apkasi memiliki posisi strategis untuk berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera,” tegasnya.

Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya, atas kepercayaan yang telah diberikan. Pihaknya siap melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik baiknya. “Tentunya saya akan menjalankan kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab akan saya laksanakan dengan baik,” tandasnya

Sebagai kepala daerah, Gus Yani memiliki komitmen kuat terkait pekerja migran. Selain menetapkan lima Desa Migran Emas, Gus Yani juga akan membentuk Migran Center sebagai pusat layanan informasi dan pelatihan bagi calon PMI. Di tempat ini, para calon pekerja migran bisa mengakses informasi seputar pelatihan keterampilan, tes kesehatan, hingga proses sertifikasi sebelum berangkat ke luar negeri. (yad)

Mendagri Kukuhkan Pengurus APKASI Hasil Munas VI, Ini Amanah baru Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Selengkapnya

Hanya Petrokimia Gresik yang Peduli Abang Becak, Daconi Khotob : Semoga Menjadi Berkah

GRESIK,1minute.id – Jono semringah. Pengayuh becak asal Lamongan berusia 70 tahun itu tersenyum bahagia karena mendapatkan bingkisan dari Petrokimia Gresik pada Kamis, 17 Juli 2025. Bagi Jono, yang sudah mbecak sejak 1971 atau selama 54 tahun ini bingkisan dari perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bagaikan rezeki nomplok.

Bingkisan itu, antara lain, berupa uang Rp 200 ribu. Bagi Jono, abang becak yang biasa mangkal di Alun-alun Gresik ini uang tersebut cukup besar. “Sehari bawa pulang Rp 10 ribu sudah bagus. Saya pernah tiga hari tidak narik, makan dikasih orang,” cerita Jono usai acara Petrokimia Gresik Berbagi Berkah Abang Becak di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Kamis, 17 Juli 2025. Kegiatan sosial rangkaian HUT ke-53 Petrokimia Gresik yang dihadiri oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob ini membagikan sebanyak 530 bingkisan kepada abang becak.

“Hanya Petro (Petrokimia Gresik) yang perhatian kepada kami (abang becak),” katanya. Ia mengungkapkan mendapatkan  bingkisan setiap Petrokimia Gresik merayakan ulang tahun. Jupri, 72, warga Bandaran, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik sekali tiga uang dengan Jono, merasakan berkah setiap tahun. 

BERBAGI BERKAH : Jono, 70, abang becak yang biasa mangkal di Alun-alun Gresik (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Petrokimia Gresik menyadari bahwa keberadaan abang becak seringkali mendatangkan manfaat bagi karyawan dan keluarga. Abang becak memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, menjaga keberlangsungan ekonomi lokal, serta menjadi transportasi ramah lingkungan yang dekat dengan keseharian warga Gresik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat hubungan baik dengan abang becak dan masyarakat sekitar, sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap semangat, serta mendukung ekonomi kerakyatan di Gresik,” ujarnya.

Kegiatan berbagi bersama abang becak ini, tambah Daconi, rutin dijalankan Petrokimia Gresik dan merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap ulang tahun perusahaan. Tahun ini, setiap abang becak yang hadir menerima santunan uang sebesar Rp 200 ribu dan juga memperoleh souvenir dengan total santunan mencapai Rp 106 juta.

Daconi menyadari bahwa bantuan tersebut tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan abang becak. Kendati demikian, ia berharap kegiatan berbagi berkah ini dapat memberikan manfaat dan digunakan dengan baik, apalagi saat ini bertepatan dengan momen tahun ajaran baru sekolah sehingga bisa menunjang pendidikan anak-anak para abang becak.

Sebagai tulang punggung keluarga, para bapak ini harus bekerja keras menarik becak untuk menafkahi keluarganya. Kami bangga bisa berbagi semangat dan motivasi dengan abang becak yang merupakan pahlawan bagi keluarganya,” tandas Daconi.

Terakhir, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap kelancaran operasional perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Untuk itu, ia memastikan bahwa kegiatan ini akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

“Kelancaran perusahaan dalam menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia di usia lebih dari setengah abad ini juga tidak lepas dari doa dan dukungan abang becak. Ini sekaligus menjadi wujud terima kasih kami,” tandas Daconi. (yad) 

Hanya Petrokimia Gresik yang Peduli Abang Becak, Daconi Khotob : Semoga Menjadi Berkah Selengkapnya

Kejari Gresik Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Pilkada Rp 64 Miliar di KPU Gresik  

GRESIK,1minute.id – Pengembalian dana hibah sebesar Rp 7,8 miliar dari total anggaran Pilkada Gresik 2024 sebesar Rp 64 miliar menjadi pintu masuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk menyelisik dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik. 

Sebab, Pengembalian sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dilakukan tatkal korp Adhyaksa berkantor di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu melakukan penggumpulan bahan keterangan atau bisa disebut Pulbaket memanggil Ketua KPU, bendahara, dan sejumlah anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK).

“Dengan demikian, Kejaksaan telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp7 miliar,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dalam konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri pada Rabu, 16 Juli 2025.

Nana yang didampingi oleh Kepala Seksi Pidana khusus (Pidsus) Gresik Alifin Nurahmana Wanda dan Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Gresik melanjutkan, pengembalian uang tidak bisa menghapus pidana. Kejaksaan Negeri akan terus menyelisik perkara dugaan korupsi di institusi penyelenggara coblosan itu. “Kami akan terus melakukan pendalaman. Saat ini, masih tahap pulbaket,” tegas Nana Riana. 

Sumber 1minute.id menyebutkan sisa lebih anggaran sebesar Rp 7,8 juta itu awalnya tidak dilaporkan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) 2024. Sisa lebih baru dikembalikan setelah Kejaksaan melakukan pulbaket. 

Pada Pilkada 2024, KPU Gresik mendapatkan alokasi hibah anggaran dari Pemkab Gresik sebesar Rp 64 miliar (bukan Rp 67 miliar yang diberikan sebelumnya). Anggaran tersebut dicairkan tiga termin. Meski, anggaran cukup besar, tapi, partisipasi pemilih di pesta demokrasi itu tergolong minim. 

Data KPU Gresik, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan Gubernur Jatim sebesar 66,90 persen dan pemilihan bupati lebih sedikit lagi yakni 66,85 persen. Ada tengara minimnya partisipasi pemilih itu dikarenakan komisi kurang all out dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. 

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gresik Nanang Setiawan membenarkan KPU Gresik telah mengembalikan anggaran Pilkada Gresik sebesar Rp 7,8 miliar. “Pengembalian langsung ke rekening kas Umum Daerah,” kata Nanang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 17 Juli 2025. Komisi Pemilihan Umum, imbuhnya, mengembalikan sisa anggaran pada 30 April 2025. (yad)

Kejari Gresik Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Pilkada Rp 64 Miliar di KPU Gresik   Selengkapnya