Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting

“Butuh Komitmen TPPS dan Stakeholder Dalam Penurunan Stunting”

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membuka rapat koordinasi (Rakor) penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) semester 1/2023. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik ini digelar di Hotel Aston Inn Gresik pada Senin, 26 Juni 2023.

“Kebutuhan SDM yang handal tersebut tentu akan sulit dipenuhi apabila banyak dari anak-anak penerus bangsa yang mengalami stunting,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Dikatakan, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi balita stunting di Jawa Timur mencapai 19,2% pada 2022. Kabupaten Gresik telah berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,7% dari semula sebesar 23% pada 2021.

“Hal ini menjadi sebuah prestasi Kabupaten Gresik untuk terus semangat hingga mencapai target prevalensi stunting di 2024 sebesar 10%,” kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting terintegrasi di Gresik dalam rakor

penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menghadirkan narasumber dari tim INEY (Investing in Nutrition and Early) Direktorat Jenderal Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri Bagus Affandri. 

Ia berharap konsistensi dan komitmen TPPS dengan stakeholder terkait dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Gresik. Kegiatan terkait percepatan penurunan stunting haruslah dituangkan dalam pelaporan TPPS yang sesuai dari kabupaten, kecamatan hingga desa. “Saya harapkan rapat koordinasi ini akan menjadi konsistensi dan komitmen kita bersama untuk dapat menurunkan stunting di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati dalam laporannya menerangkan, TPPS ada organisasi percepatan penurunan stunting yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan Perbup No 09 tentang percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Gresik bahwa Kepala Desa/Lurah melalui Camat menyampaikan laporan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting kepada bupati melalui koordinator TPPS paling sedikit 3 bulan sekali atau sewaktu waktu apabila diperlukan. “Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena kita yakini bahwa desa/kelurahan memiliki peran paling vital dalam menurunkan angka stunting,” pungkasnya. (yad)

Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting Selengkapnya

Wakil Bupati Gresik Ajak Ansor Promosikan Wisata Religi Kanjeng Sepuh dan Kota Tua Sidayu

GRESIK,1minute.id – Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Gresik Abdul Rokhim melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sidayu pada Ahad, 25 Juni 2023.

Pelantikan PAC Ansor Sidayu masa khidmat 2023-2025 dibawah komando Ikhsan Minarso ini dipusatkan di Aula Soerjodiningrat UPT SMP Negeri 6 Gresik. Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Anggota DPRD Gresik Mustajab, Bendahara Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jatim Muhammad Muslih Muandar, Rais Syuriah MWCNU Sidayu KH Ma’ruf, pengurus IPNU, IPPNU, dan Fatayat.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam sambutannya mengucapkan, selamat kepada pengurus GP Ansor Sidayu yang telah dilantik bisa melaksanakan amanah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Serta mampu mengemban amanat organisasi dengan sebaik mungkin, demi kemajuan GP Ansor Kecamatan Sidayu.

“Kecamatan Sidayu meninggalkan bukti-bukti sejarah kebesaran sebagai bekas sebuah Kadipaten. “ungkap Bu Min sapaan akrab wabup.

Menurut Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah, Sidayu merupakan Kota tua, jejak sejarah Kabupaten Gresik tertapak jelas di bekas Kadipaten Sedayu yang kini menjadi Kecamatan Sidayu. Berbagai peninggalan masih membekas sebagai ikon sebuah kadipaten di zaman penjajahan Belanda.

“Meski hanya sebuah kecamatan, Sidayu memiliki alun-alun yang cukup luas dan bangunan-bangunan tua yang cukup megah. Sidayu dulu merupakan kota tua yang pernah jaya,” terang wabup perempuan berlatar pendidik itu. 

Ia mengajak kepada pengurus GP Ansor Sidayu yang baru untuk menjalankan roda organisasi peran Ansor juga harus mengenalkan Sidayu ini sebagai tujuan wisata religi selain Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim.

“Wilayah Sidayu merupakan peninggalan budaya dan sejarah dari Kanjeng Sepuh yang juga menjadi rujukan sejarah Kabupaten Gresik,” pungkasnya. 

Di tempat sama, Ketua PC GP Ansor Gresik Abdul Rokhim mengajak para pengurus yang baru dilantik untuk segera tancap gas untuk membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sesuai dengan tema “Transformasi Kepemimpinan Menuju Tatanan Organisasi yang Mandiri dan Bermanfaat”.

“Mari bergerak bersama mewujudkan visi misi GP Ansor baik dari sisi kontek kepemudaan, kegamaaan dan kebangsaan,” tegas Kasdul-begitu panggilan akrab-Abdul Rokhim dalam sambutannya. 

Ia berharap, kepengurusan GP Ansor dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, sehingga kontribusi yang diberikan diharapkan dapat mendukung kemajuan daerah untuk kesejahteraan masyarakat. “Tantangan kita saat ini dan kedepan luar biasa, terus bersinergi dengan pemerintah, aparat, serta sowan ke para kiai dan ulama untuk meminta saran masukan dan doa agar kita tidak salah melangkah, “tuturnya.

Ia juga mengingatkan pada saat ini sedang digalakkan secara serntak nasional dalam rangka aktivasi kartu tanda anggota (KTA) Ansor. “Saya berharap kepengurusan KTA GP Ansor terus digenjot. Mari memaksimalkan dalam pendataan anggota ini sejalan dengan arahan Pimpinan Pusat Ansor,” tandasnya. (yad)

Wakil Bupati Gresik Ajak Ansor Promosikan Wisata Religi Kanjeng Sepuh dan Kota Tua Sidayu Selengkapnya

78 Atlet Gresik Berangkat ke Porseni MTs Jatim, Ketua Kontingen Targetkan Masuk Tiga Besar

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 78 atlet asal Kabupaten Gresik mengikuti Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Jawa Timur di Jombang. Mereka akan berlaga di 33 cabang olahraga. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang memberangkatkan puluhan atlet di Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 23 Juni 2023.

Porseni MTs Jawa Timur 2023 berlangsung mulai 24 hingga 26 Juni 2023 ini mengusung mengusung tagline “Menumbuh kembangkan sikap kreatif, profesional dan sportif dalam mewujudkan madrasah mandiri dan berprestasi”.

Aminatun Habibah memberikan wejangan kepada puluhan atlet yang berasal dari sejumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah mengingatkan kepada mereka untuk menjauhkan ambisi menjadi juara satu. 

Namun, Bu Min buru-buru melanjutkan para atlet harus mampu menunjukkan permainan terbaiknya di medan laga. Sebab kalau berambisi, kata Wabup perempuan berlatar pendidik itu, konsentrasi bertanding akan terganggu dan menyebabkan permainan menjadi tidak karuan.

“Jangan terlalu berambisi untuk menjadi juara satu. Namun tunjukkan skill terbaik bahwa kalian (para atlet) mampu berlaga dengan baik. Namun tanamkan pada jiwa kalian bahwa kalian bermental juara,” kata Bu Min. 

Ia melanjutkan, materi yang diberikan oleh para pelatih selama ini adalah tolok ukur untuk mengasah skill sesuai keahlian masing-masing. Selebihnya, kembali lagi pada atlet yang berlaga.

“Kalian (para atlet) adalah anak-anak terpilih yang berlaga di Porseni. Harumkan nama baik Kabupaten Gresik dikancah Provinsi. Semangat dan junjung tinggi sportifitas dan jangan lupa berdoa agar diberikan kesehatan dan kelancaran bertanding,” imbuh Bu Min.

Sementara itu, Ketua Kontingen Gresik Pamuji menjelaskan, bahwa 78 atlet yang berlaga merupakan hasil seleksi dari 163 Madrasah. Ia menargetkan bahwa kontingen Gresik mampu menduduki 3 besar.

“Tahun lalu kita berhasil diposisi 5 besar. Tahun ini kami menargetkan agar berada di posisi 3 besar. Kami mohon doa dan dukungannya kepada masyarakat termasuk Pemerintah Kabupaten Gresik,” katanya. (yad)

78 Atlet Gresik Berangkat ke Porseni MTs Jatim, Ketua Kontingen Targetkan Masuk Tiga Besar Selengkapnya

Keris Pusaka Gresik Mulai Sunan Giri, Kanjeng Sepuh dan Poesponegoro Dipamerkan 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik menggelar Pameran Keris Pusaka Gresik di GNI Gresik pada Jumat, 23 Juni 2023.

Ada puluhan Keris Pusaka Gresik, koleksi Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” yang dipamerkan selama 3 hari, mulai Jumat, 23 Juni 2023 ini. Pameran Keris Pusaka Gresik, milik Kanjeng Sunan Giri, Kanjeng Sepuh dan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poesponegoro, Bupati Gresik pertama ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Menurut Aminatun Habibah, Kabupaten Gresik kaya akan peninggalan zaman dulu yang mempunyai nilai historis. Baik berupa budaya maupun kesenian yang hingga saat ini terus dilestarikan oleh masyarakat. “Seperti pelaksanaan malem slawe, pasar bandeng dan kolak ayam Gumeno di tiap bulan Ramadan. Termasuk pusaka keris yang menjadi salah satu peninggalan masa lampau juga ada di Gresik,” kata Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik.

PEMERAN KERIS: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah ketika melihat pameran Keris Pusaka Gresik di Gedung Nasional Indonesia Gresik pada Jumat, 23 Juni 2023 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah  memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya gelaran pameran Keris Pusaka Gresik. Sebab, pameran keris ini memiliki substansi yakni memperkenalkan sejarah pusaka keris yang digunakan di masa lampau kepada masyarakat Gresik.

“Tidak banyak masyarakat yang tahu akan sejarah masa lampau, khususnya para generasi muda. Maka melalui pameran ini, masyarakat akan lebih kenal dengan sejarah dan perjuangan para pendahulu,” harap Wabup perempuan berlatar pendidik itu.

Ia berharap, melalui pameran keris ini menjadi pemikat dan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Gresik. Terlebih, menjadi salah satu wisata edukasi dengan adanya museum Sunan Giri. “Kita kenalkan museum Sunan Giri sebagai salah satu destinasi wisata edukasi bagi wisatawan yang berkunjung di Gresik,” katanya. 

Keris merupakan salah satu warisan budaya yang sangat populer, khususnya di Pulau Jawa. Selain sebagai pelengkap aksesori dan warisan budaya, masyarakat Indonesia juga mempercayai keris sebagai senjata sekaligus sebuah benda yang memiliki kekuatan supranatural. UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Serikat Bangsa-Bangsa) juga telah menetapkan bahwa keris sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) yang dimiliki oleh Indonesia. Oleh sebab itu, keris merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.

Pameran Keris Pusaka Gresik ini, bertujuan nguri-nguri budaya. Sejumlah keris bernilai historis tinggi di pajang dalam pameran kali pertama di tahun ini tersebut. Diantaranya, Keris Kalam Munyeng, peninggalan Sunan Giri, salah satu Wali Sanga yang juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri bergelar Prabu Satmata itu. Keris Empu Kriendoehadji milik Kanjeng Sepuh. 

Kanjeng Sepuh adalah Adipati ke-8 di Kabupaten Sidayu di masa Kerajaan Mataram. Kanjeng Sepuh dianggap sebagai aulia dan pemimpin besar Kadipaten Sedayu yang layak mendapatkan penghormatan. Kanjeng Sepuh tersohor lantaran beliau adalah seorang bupati yang ulama atau ulama yang menjadi seorang bupati (Rojo Pandito). Beliau sangat dicintai masyarakatnya karena beliau sangat memperhatikan nasib rakyat yang dipimpinnya terutama kawula alit. Kecintaan itu hingga kini tidak luntur.

“Koleksi keris pusaka peninggalan Kanjeng Sepuh ini jumlahnya puluhan. Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik, Red) berencana membuat museum di Sidayu,” kata Bu Min. 

Sementara itu, Kepala Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali mengatakan, kegiatan ini melibatkan seluruh lintas sektor. Diantaranya para budayawan dan seluruh organisasi dibawah Disparekrafbudpora.

“Kami harap seluruh yang terlibat untuk dapat mengajak dan memromosikan kepada masyarakat yang lain untuk berkunjung ke pameran ini,” katanya. (yad)

Keris Pusaka Gresik Mulai Sunan Giri, Kanjeng Sepuh dan Poesponegoro Dipamerkan  Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Kualitas Pendidikan Baik, Selesaikan Problem Kemiskinan dan Pengangguran

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 336 kepala sekolah dan 21 pengawas RA, MI, MTs, dan MA wilayah Gresik Selatan berkumpul di Aula Mandala, MAN 2 Gresik pada Senin, 19 Juni 2023. Mereka mengikuti pembinaan berasal dari Kecamatan Benjeng, Duduksampeyan, Cerme, Balongpanggang, Menganti, Kedamean Wringinanom, dan Driyorejo ini terkait pelayanan pendidikan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Aminatun Habibah mengungkapkan kualitas pelayanan pendidikan akan mempengaruhi kepuasan masyarakat dan hasil dari pendidikan itu sendiri. Dalam institusi pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) yakni

Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) utamanya, kualitas pendidikan erat kaitannya dalam menghasilkan generasi berakhlakul karimah.

Dalam kesempatan ini, Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah juga memberikan apresiasi upaya yang sudah dilakukan ekosistem pendidikan di Kabupaten Gresik. Ini terlihat dari naiknya beberapa indikator kualitas pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, di antaranya adalah indeks pendidikan, indeks ketahanan keluarga dan indeks pembangunan manusia.

“Ini menunjukkan bahwa panjengan semua bersungguh-sungguh dalam mewujudkan SDM unggul di Kabupaten Gresik,” tegas Wabup Aminatun Habibah. 

Peningkatan indikator kualitas di bidang pendidikan ini bagi Wabup, merupakan modal dasar dalam usaha besar bagi penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran di Kabupaten Gresik. Sebagaimana yang diketahui, angka kemiskinan di Kabupaten Gresik saat ini 11,06 %, dan angka pengangguran terbuka ada di angka 7,8%. Dua indikator ini terbilang turun dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Saya dan pak bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) meyakini bahwa dua permasalahan tersebut (kemiskinan dan pengangguran), bisa diselesaikan lewat bidang pendidikan. Oleh karenanya saya meminta kepada panjenengan semua untuk mau membantu Pemkab Gresik, dengan cara mencerdaskan anak-anak kita,” terangnya.

Terkait kepuasan pelayanan oleh masyarakat, ia menghimbau ekosistem pendidikan di Kabupaten Gresik untuk terus menjalin komunikasi dua arah dengan wali murid. Cara ini, diyakini akan meminimalisir kesalahpahaman yang bisa saja terjadi antara pihak sekolah dan wali murid.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M Ersat, menyampaikan bahwa kepuasan pelayanan masyarakat terkait pendidikan juga menjadi perhatian dari Kemenag. Ini ditindaklanjuti dengan berbagai edaran, yang ditujukan kepada lembaga pendidikan dibawah Kemenag.

Ersat juga memberikan apresiasi terhadap berbagai peningkatan indeks bidang yang dicapai oleh Kabupaten Gresik. Namun, harapannya capaian tersebut bisa terus ditingkatkan pada tahun yang akan datang. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Kualitas Pendidikan Baik, Selesaikan Problem Kemiskinan dan Pengangguran Selengkapnya

Ketua DPD RI Optimistis Otonomi Desa Bisa Mensejahterakan Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik menggelar sarasehan bersama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Ahad,18 Juni 2023.

Sarasehan ini mengusung tema “Otonomi Desa Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”.

Dalam sambutannya, Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti mengatakan, tema ini memiliki dua pekerjaan besar. Pertama bagaimana melaksanakan otonomi desa, dan yang kedua bagaimana dengan otonomi tersebut terwujud kemakmuran desa atau kesejahteraan rakyat di desa.

“Seberapa otonomi desa memberi manfaat dalam pelaksanaannya, dan seberapa besar dampak dari otonomi tersebut mampu membuat warga desa sejahtera,” katanya.

Menurut dirinya, desa harus menjadi kekuatan ekonomi, bukan hanya untuk mencegah urbanisasi. Tetapi lebih dari itu karena sumber daya alam dan sumber ketahanan pangan nasional sejatinya berada di desa. Pemerintah pusat berencana untuk terus menaikkan angka dana desa hingga Rp 400 triliun pada 2025. 

“Persoalan berikutnya adalah menjawab pertanyaan, bagaimana desa bisa bangkit dan menjadi kekuatan ekonomi dengan stimulus dana desa tersebut,” ungkap LaNyalla.

Dikatakan, yang paling utama adalah orientasi dari pemangku kebijakan di desa. Baik itu kepala desa, maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan seluruh stakeholder lainnya.

“Harus ada satu orientasi, yakni mewujudkan kesejahteraan desa, kemajuan desa dan menentukan potensi unggulan yang harus digali dan diwujudkan untuk menjadi kekuatan ekonomi, “bebernya.

Mantan Ketua Kadin Jatim itu menjelaskan, seperti diamanatkan oleh UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, yang memberikan keleluasaan luar biasa kepada desa untuk menjadi desa mandiri. Pemerintah pusat melalui Kementrian dalam negeri memiliki tanggung jawab mendorong terwujudnya hal tersebut melalui 5 program yang harus diberikan kepada desa.

Ke 5 program tersebut adalah, lanjut LaNyalla, pertama pengembangan kapasitas aparatur desa, kedua manajemen pemerintah desa, ketiga perencanaan pembangunan desa, keempat pengelolaan keuangan desa dan kelima penyusunan peraturan desa.

“Lima program tersebut harus diakses oleh desa di Kementrian Dalam Negeri. Karena hal itu menjadi amanat dari UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, “imbuhnya.

DPD RI Mendorong optimalisasi BUMDes, sebab keberadaan BUMDes telah diatur dalam peraturan pemerintah dan sudah efektif berlaku. Pendirian BUMDes sangat penting bagi kemandirian ekonomi desa. Sebab BUMDes mendorong kontribusi keuangan desa dari hasil usaha mereka.

“Apabila BUMDes menjadi besar, tentu berperan sebagai kekuatan ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan. Pada akhirnya desa sebagai kekuatan ekonomi benar-benar terwujud, “pungkasnya.

Sementara, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam sambutannya menyampaikan, di Kabupaten ada 330 Desa dengan 26 Kelurahan. Adanya otonomi Desa menjadi suatu keniscayaan, akan tetapi aturan dalam penggunaan dana desa masih harus terus diberlakukan mana yang bisa dikolaborasikan untuk meningkatkan PAD nya.

“Desa memang langsung menyentuh ke masyarakat. Pemkab Gresik menggelontorkan APBD untuk kebutuhan desa hampir 30 persen. Disamping itu Pemkab mendorong Pemdes untuk memberikan tunjangan kepada perangkatnya juga kepada RT/RW nya dengan BPJS, “terang wabup.

Selain itu, wabup minta agar pemerintahan desa (Pemdes) dan kelurahan bisa berperan aktif dalam merealisasikan Sustainable Development Goals (SDGs). Di dalamnya mencakup kondisi masyarakat dengan beberapa parameter masing-masing, tanpa adanya kemiskinan, tanpa adanya kelaparan, terlayani dengan baik kesehatan dan pendidikan berkualitas.

“Pembangunan desa berbasis SDGs merupakan skenario pembangunan desa yang penyusunan program dan kegiatannya diarahkan untuk pencapaian target tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, “tandasnya.

Sebelumnya, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim mengatakan, sarasehan ini merupakan tanggung jawab Kepala Desa, secara otonomi kita masih terbelenggu dengan regulasi yang diberikan pemerintah. Pengelolaan anggaran juga diatur dalam regulasi tersebut.

“Saya mengusulkan bahwa UU Desa yang masuk ke Prolegnas tersebut untuk kemandirian ekonomi desa tentunya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Nurul Yatim.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin, Kepala Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Jatim Roni Suharso, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan.(yad)

Ketua DPD RI Optimistis Otonomi Desa Bisa Mensejahterakan Masyarakat  Selengkapnya

RSI Nyai Ageng Pinatih Semakin Intensif Jalin Kerjasama BPJS Kesehatan dan Puskesmas 

GRESIK,1minute.id –  Rumah Sakit Islam (RSI) Nyai Ageng Pinatih Gresik berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik menggelar In House Training, dalam upaya peningkatan kualitas pelayanannya. Tema Komunikasi Efektif dan Pelayanan Prima. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang hadir bersama Kadinkes Gresik dr. Malahatul Khusnah, menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan RSI Nyai Agemg Pinatih. Menurutnya, dengan semakin banyak rumah sakit yang mumpuni di Kabupaten Gresik, maka akan memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan.

“Yang tidak boleh dilupakan adalah memastikan diberikannya pelayanan yang prima kepada masyarakat. Ini tidak bisa dianggap remeh, karena saat ini kualitas pelayanan juga menjadi suatu tolak ukur,” tegas Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah pada Jumat, 9 Juni 2023.

Ia menyampaikan tentang program Universal Health Coverage (UHC) yang sudah berjalan di Kabupaten Gresik. Dengan adanya UHC, masyarakat bisa mengakses seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Gresik. “Dan ini menjadi peluang bagi rekan-rekan disini. Dengan adanya In House training ini, bisa menjadi suatu nilai lebih,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Umum RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik dr. Abdul Rokhim mengungkapkan, upaya peningkatan tidak hanya dilakukan melalui In House Training saja. Melainkan juga akan dilakukan peningkatan sarana prasarana dan kelengkapan dokter spesialis.

“Selain itu, kita juga akan terus menjalin kerja sama baik dengan BPJS dan Puskesmas/klinik di Kabupaten Gresik. Kita punya ratusan bed yang siap untuk digunakan dalam melayani kesehatan masyarakat,” terangnya. (yad)

RSI Nyai Ageng Pinatih Semakin Intensif Jalin Kerjasama BPJS Kesehatan dan Puskesmas  Selengkapnya

2.123 Calon Jemaah Haji Dari Gresik, Kloter Terakhir 21 Juni

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 110 calon jemaah haji (CJH) asal Gresik berangkat ke tanah suci, Makkah. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang memberangkatkan rombongan CJH itu dari Pondok Pesantren Al Ishlah Bungah pada Kamis, 8 Juni 2023.

Wabup Gresik Aminatun Habibah berpesan kepada ratusan tamu Allah SWT itu menjaga kesehatannya. Pasalnya, kondisi cuaca di Arab Saudi dengan Indonesia cukup jauh berbeda. Sehingga akan mempengaruhi kondisi tubuh masyarakat Indonesia. Istirahat yang cukup ketika di asrama nanti. Sehingga ketika berangkat berada dalam kondisi yang prima.

“Saya hanya berpesan agar semua jamaah dapat menjaga kesehatannya. Sehingga dapat berangkat dengan lancar, dan pulang dengan sehat dan membawa berkah,” pesan Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Untuk diketahui tahun ini, jumlah CJH asal Kabupaten Gresik sebanyak  2.123 orang. Ribuan jemaah itu berangkat mulai 26 Mei hingga 21 Juni 2023. 

Seusai memberangkatkan ratusan jemaah haji, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan acara pemberian santunan kepada 60 lanjut usia (lansia) di Pendapa Kecamatan Bungah. Bantuan dari Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras di Pati.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat Gresik. Kita akan usahakan terus agar panjenengan sedoyo (kalian) dapat menerima bantuan. Baik itu lewat CSR nya perusahaan atau yang lain,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. (yad)

2.123 Calon Jemaah Haji Dari Gresik, Kloter Terakhir 21 Juni Selengkapnya

Wabup Gresik : Pemkab Komitmen Wujudkan Nawa Karsa Gresik Segar, Kabupaten Ramah Lansia 

GRESIK,1minute.id – Suasana Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik terasa berbeda pada Rabu, 31 Mei 2023. Pagi itu terlihat ratusan orang lanjut usia (lansia)  berkumpul dan aktivitas bersama di gedung berarsitektur mirip rumah keong berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu.

Ada yang mengikuti senam lansia. Ada juga sedang memeriksakan kesehatan mereka. Wajah mereka yang usianya rata-rata sudah berkepala 6 itu terlihat bugar. Trengginas. Kehadiran ratusan lansia itu untuk memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2023 yang digagas oleh Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. Tahun ini, HLUN ke-27 itu mengusung tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat”.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan, bahwa peringatan ini sebagai refleksi untuk terus menjaga kesehatan, kebugaran serta tetap produktif di tengah-tengah masyarakat. “Banyak dari para lansia yang masih produktif dan mempunyai keahlian tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan,” kata Wabup Aminatun Habibah yang juga ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) itu.

Wabup perempuan berlatar pendidik itu kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam mewujudkan Nawa Karsa yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Mandiri). Agar langkah percepatan perwujudan Kabupaten Gresik ramah Lansia dapat dijadikan sebagai agenda dalam pembangunan. 

Sejumlah program yang berpihak kepada lansia telah diluncurkan. Program itu, antara lain penguatan kelembagaan karang taruna, Posyandu Lansia, pemberian Bansos PKH inklusif serta pemberian alat bantu mobilitas berupa kursi roda, tongkat, dan alat bantu dengar. 

Wabup berharap, lansia bukan lagi menjadi obyek pembangunan, melainkan sebagai subyek penyelenggaraan pembangunan melalui program-program pemberdayaan yang mengarah pada peningkatan kemandirian.

“Saya harap para generasi penerus dapat mengambil hakikat pembangunan dan pemberdayaan bagia lansia. Karena kedua generasi ini tidak dapat dipisahkan dari sebuah struktur dan kultur sosial,” kata mantan Kepala SMK Asa’adah Bungah, Gresik itu. 

Bu Min juga berpesan agar warga Gresik untuk tidak menyia-nyiakan lansia, terlebih lansia itu adalah orang tuanya sendiri. “Saya harap tidak ada warga Gresik yang menelantarkan orang tuanya yang sudah lansia. Kalau bisa penuhi hak-hak mereka,” pesannya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Sosial Gresik Umi Khoiroh dalam laporannya menyampaikan, proses penuaan penduduk kini sudah menjadi masalah dunia yang tidak dapat dihindari, sehingga perlu disikapi dengan tepat. Di Kabupaten Gresik proporsi jumlah lansia mencapai 11,74% atau setara dengan 156.565 jiwa pada  2022. 

“Pertambahan jumlah lansia memberikan implikasi pada perlu adanya penyesuaian struktur dan pelayanan, agar terjangkau dan inklusif bagi lanjut usia,” pungkasnya. Dalam kesempatan itu juga dilakukan  penyerahan secara simbolis rombong berkah dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PT. Petrokimia Gresik, serta penyerahan kursi roda dari Pertamina. (yad)

Wabup Gresik : Pemkab Komitmen Wujudkan Nawa Karsa Gresik Segar, Kabupaten Ramah Lansia  Selengkapnya

Antisipasi Fonomena El Nino, Wabup Gresik :  Waspada Sektor Pertanian Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengingatkan ancaman kekeringan akibat El Nino. Iklim ekstrim itu, kata Aminatun Habibah diperkirakan menyebabkan penurunan produksi dan ketersediaan pangan sebesar 20-30 %.

“Dalam tiga tahun kedepan kita diperkirakan akan memasuki El Nino. Ini tentunya menjadi tantangan bagi sektor pertanian, mengingat masih banyaknya lahan pertanian Gresik yang sifatnya tadah hujan,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rokor) Pengawasan Ketahanan Pangan di Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 30 Mei 2023. Rakor diinisiasi oleh Kementerian Pertanian ini mengundang beberapa kepala daerah di Jawa, Forkopimda, dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

Wabup Aminatun Habibah saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro. Kabupaten Gresik, satu dari 85 Kabupaten/Kota di Jawa yang mengikuti kegiatan tersebut. 

Dalam rakor tersebut, isu ketahanan pangan menjadi salah satu yang mengemuka ditengah perubahan iklim dan perubahan fungsi lahan. Karenanya, diperlukan sinergi antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH), kementerian terkait, pemerintah daerah dan APDESI

Sinergi ini dilakukan guna menghilangkan keragu-raguan dalam pelaksanaan program pertanian, dan optimalisasi dana desa untuk mendukung ketahanan pangan. El Nino adalah fenomena alam yang dapat menjadi tantangan besar karena dapat mengganggu pola cuaca yang berdampak pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Sebab, fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di

Samudera Pasifik bagian tengah ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Untuk diketahui, Sektor pertanian memberikan sumbangsih cukup besar pada negara. Di antaranya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi, dimana sektor pertanian secara konsisten menjadi kontributor utama kedua bagi PDB nasional. Selain itu, sektor pertanian juga mencatatkan prestasi swasembada beras pada 2019-2021. Produksi beras  2022 mengalami peningkatan sebesar 31,54 juta ton, meningkat 0,59% dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Jan S Maringka qmengatakan komitmen pemerintahan hingga ke tingkat desa sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim.

“Tantangan ketahanan pangan ke depan selain alih fungsi lahan yang belum dapat diatasi secara maksimal, dihadapkan pula dengan ancaman kekeringan dan El Nino, yang mesti dihadapi secara bersama sama untuk mengantisipasi permasalahan tersebut,” ungkapnya. (yad)

Antisipasi Fonomena El Nino, Wabup Gresik :  Waspada Sektor Pertanian Gresik  Selengkapnya