Gercep Serta Huda , Stroke Ny Jumani Bisa Tertangani Cepat 

GRESIK,1minute.id – Kondisi kesehatan Ny Jumani drop pada Minggu, 17 Juli 2022.  Penyakit stroke yang Ibu dua anak berusia 60 tahun  itu kambuh. Kabar stroke Jumani kambuh itu sampai ke telinga Serda Huda. Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0817/10 Benjeng itu bergegas menuju rumah Ny Jumani di Dusun Medangan, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Serda Huda langsung berkoordinasi dengan Pipit, bidan Desa setempat untuk membawa Ny Jumani yang tidak berdaya di tempat tidurnya. Serda Huda membopong Ny Jumani masuk ke ambulans. Sejurus kemudian Ny Jumani tiba di puskesmas untuk mendapatkan pertolongan awal. Ny Jumani, selama ini tinggal bersama anak wedoknya bernama Risty. 

Saat penyakit stroke kambuh, Risty tidak berada di rumah. Kerja. Risty adalah tulang punggung ekonomi keluarga Ny Jumani. Sehingga, Ny Jumani kerap di rumah sendirian. Sebab, suami dan anak perjaka Ny Jumani memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Keduanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Malang. 

Kondisi kesehatan Ny Jumani itu menjadi perhatian Serda Huda. Karena itulah, ketika ia mendengar Ny Jumani sakit, Serda Huda gerak cepat (gercep) menolong. “Setiap waktu saya siap membantu untuk mengatasi kesulitan warga, itu merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Babinsa yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan,” Serda Huda. Semoga penyakit Ny Jumani cepat sembuh. (yad)

Gercep Serta Huda , Stroke Ny Jumani Bisa Tertangani Cepat  Selengkapnya

Mencegah PMK Meluas Babinsa dan Petugas Gabungan di Driyorejo Perketat Perbatasan 

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 H kurang hitungan jari. Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Idul Adha pada Ahad, 10 Juli 2022. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Gresik belum berakhir.  

Untuk mencegah persebaran wabah PMK di wilayah hukum Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, petugas gabungan TNI-Polri memperketat penjaga setiap perbatasan Gresik. Diantaranya, dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri dan petugas UPT Dinas Pertanian (Dispertan) Driyorejo melakukan pemeriksaan setiap truk pengangkut hewan. Hewan kurban dari luar Gresik. Di perbatasan Driyorejo-Krian-Mojokerto.

Penjaga dilakukan di Simpang empat Legundi di Kecamatan Driyorejo pada Selasa, 5 Juli 2022. Kegiatan penyekatan dengan tujuan untuk memastikan tidak adanya truk yang akan masuk maupun keluar Gresik dengan membawa hewan ternak, dikarenakan kondisi Gresik masih tergolong zona merah penyakit PMK.

Dilokasi tersebut nampak Serda Sugeng, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0817/01 Driyorejo saat mendampingi petugas Polsek Driyorejo yang dipimpin oleh Kompol Zunaedi dan lain ketika memberhentikan beberapa truk yang tertutup terpal, yang diindikasi akan mengirim hewan ternak masuk ke Gresik. Bagaimana hasilnya? Petugas gabungan lega. 

“Sejauh ini beberapa truk yang diberhentikan petugas dan dilakukan pengecekan tidak ada yang megirimkan hewan ternak misalnya, sapi, kambing maupun kerbau, jadi truk tersebut kami persilahkan untuk melanjutkan jalan,”kata Serda Sugeng pada Selasa, 5 Juli 2022.

“Tetapi kalau sampai ada yang mengangkut hewan ternak, akan kami pastikan kondisi kesehatan hewan ternak tersebut, dan sopir harus bisa menunjukkan surat kesehatan hewan yang dibawa minimal dari dokter hewan,”imbuhnya. 

Serda Sugeng menambahkan upaya penyekatan dilakukan agar tidak ada hewan ternak yang tepapar PMK masuk ke Kabupaten Gresik. Kasus hewan terpapar PMK di Gresik cukup tinggi dan tembus diangka 4.000 ekor. “Mayoritas semuanya adalah sapi, jadi kami ingin menekan penyebaran PMK agar tidak semakin larut dan peternak di Gresik dapat menjual hasil ternaknya dalam kondisi sehat dan tidak terpapar,”sambungnya. (yad)

Mencegah PMK Meluas Babinsa dan Petugas Gabungan di Driyorejo Perketat Perbatasan  Selengkapnya

Kodim 0817/Gresik Kerahkan Babinsa, Pantau dan Sosialisasi untuk Antisipasi Penyebaran PMK di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0817/Gresik mengerahkan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk ikut melakukan pemantauan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gresik. Selain memantau ternak, anggota Babinsa juga melakukan sosialisasi kepada para peternak untuk menjaga kebersihan kandang. Tujuan, mencegah terjadinya penyebaran PMK. 

Serda Abu Amar, diantaranya. Babinsa Koramil 0817/17 Kecamatan Kebomas menyambangi peternakan milik Imam di Dusun Jetak, Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 2 Juli 2022. Imam memiliki 2 ekor sapi dan 150 ekor kambing. Kondisi hewan ternak milik Imam terlihat sehat. Kandang juga bersih.

Serda Abu Amar tetap menghimbau agar peternak selalu menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan ternak yang bergizi, sehingga bebas dari penyakit. Terutama penyakit mulut dan kuku.

“Walaupun kondisi hewan dan kandang selalu bersih kami tetap ingatkan para peternak, apabila mendapati hewan ternaknya bergejala PMK,”kata Serda Abu Amar. Ia menyebut gejala PMK pada hewan diantaranya demam, stres dan nafsu makan menuru. Serta liur berlebihan. “Bila ada gejala itu, segera melaporkan ke petugas agar segera mendapat penanganan ,”ujarnya.

Sementara itu, peternak Imam mengatakan, wabah PMK yang belum berkesudahan membuat ekstra hati-hati melakukan perawatan ternak. Selain memberikan makanan yang sehat. Kebersihan kandang juga mendapatkan perhatian. “Mulai dengan memberikan makanan yang sehat, kebersihan kandang serta kami juga berikan vitamin, karena kami sudah mengetahui dari berbagai berita bahwa Gresik sudah banyak hewan yang terpapar penyakit PMK, jadi kami mengantisipasinya dengan baik,”katanya. (yad)

Kodim 0817/Gresik Kerahkan Babinsa, Pantau dan Sosialisasi untuk Antisipasi Penyebaran PMK di Gresik  Selengkapnya

Harga Meroket, Bhabinkamtibmas Polsek Manyar Bagikan Bibit Cabai ke Warga

GRESIK,1minute.id – Harga cabai semakin pedas. Kini, mencapai Rp 100 ribu per kilogram di tingkat pedagang. Bhabinkamtibmas Polsek Manyar Bripka Hadi Supriyanto punya solusinya. Ia mengajak masyarakat untuk menanam tanaman cabai di rumahnya. Medianya, polybag. 

Hadi Supriyanto telah menyiapkan bibit cabai. Dan, telah dibagikan kepada masyarakat di Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang menjadi wilayah hukum dalam pengamanan kamtibmas. 

Benih cabai yang dibagikan usianya sekitar satu bulan. Bripka Hadi membawanya ke desa menggunakan sepeda motor dinas dengan keranjang dibagian jok belakang.

Ia tidak sendiri, didampingi mitra kerjanya Serda Triyanto Babinsa dari Koramil 0817/06 Manyar dan perangkat desa setempat sengaja mendatangi warga dari rumah ke rumah memberikan bibit cabai.

“Bu, ini bibit cabai bisa ditanam di pot atau di pekarangan rumah. Dua atau tiga bulan kedepan Insya Allah bisa dipanen untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jadi ibu tidak perlu susah-susah beli cabai,”terang Hadi pada Kamis, 16 Juni 2022.

Rukhaniyah, salah satu penerima bantuan bibit cabai itu. Ibu satu anak berusia 33 tahun yang awalnya kaget karena didatangi aparat penegak hukum (APH) di tokonya berubah semringah. Bukan kertas tilang yang diterimanya. Sebab, Polres Gresik sedang menggelar operasi Patuh Semeru 2022. Melainkan bibit cabai yang diberikan oleh Bripka Hadi Supriyanto. 

“Alhamdulillah Pak Polisi Pak TNI saya kira ada apa. Terima kasih telah memberi saya bibit cabai sehingga nanti saya bisa panen cabai.” ucapnya. Selain Rukhaniyah yang istri driver ojek online, Bripka Hadi Supriyanto memberikan kepada tujuh warga lainnya. Semuanya, warga Desa Tebalo.

Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan bentuk kepedulian Bhabinkamtibmas.

“Mensikapi harga cabai yang melambung akhir-akhir ini, Bhabinkamtibmas Polsek Manyar sengaja memberikan bibit cabai untuk warga desa binaan. Hari ini Bripka Hadi Supriyanto bersama Babinsa mengantarkan bibit cabai didepan rumah warga Desa Tebalo,”kata AKP Windu.

Hal ini dilakukan sambung Windu, untuk mengurangi beban masyarakat mencukupi kebutuhan keluarga. Menurut mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu,  dengan masyarakat menanam sendiri cabai dirumah tidak lagi terbebani dengan naiknya harga cabai dipasaran.

“Upaya itu dinilai sangat tepat ditengah kondisi harga cabai yang tinggi. Minimal dapat mencukupi kebutuhan cabai bagi keluarga sendiri,”pungkasnya. (yad)

Harga Meroket, Bhabinkamtibmas Polsek Manyar Bagikan Bibit Cabai ke Warga Selengkapnya

Tracer Covid-19 Dibekali Aplikasi SiLacak, Deteksi Dini Persebaran Virus Corona

GRESIK,1minute.id – Para tracer Covid-19 kini dibekali aplikasi Silacak. Aplikasi pencatatan secara digital data kontak erat pasien Covid-19 yang memberikan kemudahan pelacakan yang nantinya akan dilakukan bidan desa, babinsa dan babinkamtibmas.

Penggunaan aplikasi sistem informasi pelacakan (Silacak) milik Kementerian Kesehatan itu mulai dibumikan kepada petugas pelacak kontak erat pasien terpapar corona virus disease 2019 kepada bidan desa, babinsa dan babinkamtibmas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Rabu,4 Agustus 2021.

Pengenalan aplikasi itu di pusatkan  di ruang Mandala Bhakti Praja kantor Bupati Gresik itu dihadiri para Danramil, Kapolsek jajaran wilayah hukum Gresik dan Kepala Puskesmas. Pematerinya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail yang membuka babak baru untuk deteksi dini pencegahan persebaran Covid-19 itu. 
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sambutannya menyampaikan, dalam situasi penanganan Pandemi Covid-19 ini perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Seperti yang dilakukan saat ini, Pemkab Gresik bersama dengan jajaran TNI-Polri melalui bidan desa, babinsa dan babinkamtibmas akan bersama-sama melakukan tracing terhadap penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

“Dengan kolaborasi bersama jajaran TNI-Polri ini merupakan upaya untuk mengatasi dan menekan angka penyebaran Covid-19. Ini juga menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Ia mengatakan, dengan kemudahan melakukan tracing terhadap penyebaran Covid-19, maka akan mempermudah juga penanganan dilapangan. “Dengan adanya tracer tersebut akan memudahkan petugas di lapangan dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga dapat dengan segera ditangani,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Secara teknis, aplikasi ini memudahkan pelacakan yang dulunya tercatat secara manual. Karena daerah penyebaran Covid-19 sangat luas, maka pelacakan menggunakan pendekatan 15 orang kontak erat pertama. Begitu kontak terdekat pertama diidentifikasi, hasilnya akan dilaporkan melalui sistem aplikasi Silacak.

Server SiLacak langsung terhubung ke pusat. Sehingga data tracing dapat langsung dimonitor oleh Kemenkes. Nantinya petugas tracing memegang akun SiLacak. Mereka dari Babinsa dan Babinkamtibmas. (yad)

Tracer Covid-19 Dibekali Aplikasi SiLacak, Deteksi Dini Persebaran Virus Corona Selengkapnya