Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin

Warga Desa Dampaan, Kecamatan Cerme ketika memakamkan warga pada Selasa, 16 Maret 2021 ( foto : istimewa)

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin sulit dikendalikan. Debit air yang tinggi membuat tanggul di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme jebol pada Selasa, 16  Maret 2021.

Akibatnya, banjir Kali Lamong semakin meluas di Kecamatan Cerme. Pada Senin malam, ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani me datangi warga air bah masih merendam 12 desa di Kecamatan Cerme. Tadi pagi, Selasa, 16 Maret 2021, desa terdampak banjir tahunan berasal dari kabupaten tetangga itu bertambah empat desa. 

Empat desa susulan yang diduga imbas dari jebolnya tanggul di Desa Tambakberas itu adalah Dampaan ; Padeg ; Cerme Kidul dan Semampir. Ketinggian air di dalam rumah warga di empat desa antara 20 cm – 40 cm. 

Berdasarkan data yang dihimpun 1minute.id di Kecamatan Cerme, ada rumah 2.036 unit , sawah 404 hektar , dan tambak 771 hektar. Selain, ribuan infrastruktur jalan yang terendam air, bagai sebuah telaga dadakan. Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang harus di tanggung akibat banjir kiriman itu.

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada tanggul di Desa Tambakberas yang jebol karena tekanan volume air yang sangat kuat. “Iya benar, ada tanggul yang jebol di Desa Tambakberas,”kata Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu. 

Tanggul yang jebol cukup panjang. Lebih dari 3 meteran. Air bah itu menerobos begitu deras. Jebolnya tanggul di Desa Tambakberas ini semakin penderitaan masyarakat. Apalagi, banjir Kali Lamong sudah bertahun-tahun dialami masyarakat di kawasan Gresik Selatan.

Sementara itu, warga Desa Dampaan harus kerja ekstra untuk memakamkan Tasmin. Kakek 82 tahun meninggal pada Senin, 15 Maret 2021 pukul 23.00. Area pemakaman terendam air bah. Masyarakat lalu membangun tanggul setinggi 50 centimeter untuk menahan air agar tidak masuk liang lahat. Tasmin di makamkan tadi siang. (*)

Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin Selengkapnya

Surut Semalam, Kali Lamong Meluap Lagi, Ratusan Rumah Terendam

GRESIK,1minute.id – “Air (banjir) datang lagi,”kata Sutrisno, warga Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu malam, 11 Januari 2021.

Nada bicara lelaki 59 tahun itu terasa lirih. Sedih dan prihatin. Sebab, banjir luapan Kali Lamong itu hampir tiga minggu. Sempat surut sehari,  air bah kiriman itu kembali menggenangi desa dan ratusan rumah warga setempat.

Data Posko Bencana Alam di Kecamatan Cerme pukul 12.00 hari ini, Senin 11 Januari 2021 ada delapan desa yang kembali kebanjiran. Delapan desa itu, adalah Jono,  Tambak Beras, Dungus dan Banjarsari. Kemudian,  Desa Iker-ikergeger,  Guranganyar, Morowudi serta Pandu.

Ratusan rumah tergenangi banjir setinggi 25-40 centimeter. Banjir susulan untuk kali ketiga periode Desember 2020 hingga 11 Januari 2021 ini diperkirakan akan semakin besar.

Karena curah hujan berdasarkan perkiraan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Surabaya masih cukup tinggi hingga akhir Januari 2021.

Masyarakat berada di aliran Kali Lamong tidak bisa banjir kiriman itu. Apalagi, sejumlah tanggul di daerah aliran Kali Lamong panjangnya puluhan kilometer yang ambrol dan belum sempat mendapatkan perbaikan.

“Berdasarkan pantauan kami, saat ini banjir Kali Lamong menggenangi delapan desa,”kata Camat Cerme Suyono, Senin 11 Januari 2021. (*)

Surut Semalam, Kali Lamong Meluap Lagi, Ratusan Rumah Terendam Selengkapnya

Berangsur Surut, Warga Tetap Waswas Banjir Susulan

GRESIK,1minute.id – Banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme berangsur surut. Siang hari ini menyisakan tujuh desa yang masih tergenangi air bah Kali Lamong itu.

Tujuh desa itu, Guranganyar ; Iker-ikergeger; Pandu dan Jono. Berikutnya, Desa Tambak Beras ; Banjarsari dan Dungus. Sudah dua pekan lebih air bah kiriman itu menggenangi tujuh desa itu.

Desa Tambak Beras dan Jono, kondisinya paling parah. Sebab, banjir telah menggenangi ratusan rumah warga di dua desa itu. Di Desa Tambak Beras ada 300 somah atawa rumah. Sedangkan, Jono ada 160 rumah.

Banyaknya rumah yang kemasukkan air bah itu karena sejumlah tanggul jebol di Desa Jono. Pemerintah belum bisa melakukan perbaikan karena air Kali Lamong belum surut.

“Untuk perbaikan tanggul menunggu air surut,”kata Camat Cerme Suyono, Rabu 6 Januari 2021. Sejumlah alat berat sudah digeser ke desa.

Meski air mulai surut. Namun, masyarakat di sekitar daerah aliran Kali Lamong masih dilanda waswas. Sebab, berdasarkan perkiraan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Surabaya curah hujan masih tinggi. Terutama di bagian hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Merujuk perkiraan BMKG itu, hampir setiap hari wilayah Mojokerto turun hujan selama sepekan kedepan. (*)

Berangsur Surut, Warga Tetap Waswas Banjir Susulan Selengkapnya

Mengais Rezeki dari Luberan Tambak akibat Luapan Kali Lamong

GRESIK, 1minute.id – Dua pekan ratusan hektare tambak di sejumlah desa di tiga kecamatan di Gresik Selatan meluap.

Sejauh mata memandang hampar tambak terlihat tanpa batas. Hilang karena terendam banjir Kali Lamong. Petambak menangis. Karena ikan dan udang yang mereka peliharaan hanyut.

Ratusan bahkan miliaran rupiah investasi yang mereka tanam ikut melayang. Disisi lain, para penggemar memancing alias mancing maniak dari sejumlah kabupaten / kota di Jatim beradu nasib.

Diantaranya, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan dan penggemar memancing asal Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik mengais rezeki dengan melempar kail di aliran Kali Lamong itu.

“Lumayan bisa mendapatkan 4 kilogram,”kata Zubaidi, pemancing asal Lamongan ditemui di aliran Kali Lamong di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, Senin 4 Januari 2021.

Butuh waktu 3-4 jam, lelaki 31 tahun itu bisa membawa pulang aneka jenis ikan seperti mujair dan bandeng. “Untuk konsumsi sendiri,”dalihnya.

Sejak dua pekan ini, puluhan hektare tambak tenggelam akibat luapan Kali Lamong. Berdasarkan data Satgas Bencana Alam Kecamatan Cerme pada Senin malam, 4 Januari 2020 ada sepuluh desa yang terendam Kali Lamong. Luas area tambak yang terendam banjir tahunan itu seluas 1.149 hektare.

Area tambak yang paling luas terendam banjir itu di Desa Tambak Beras seluas 400 hektare ; Banjarsari ( 250 ha) ; Jono (150 ha) ; Iker-iketgeger (104 ha) dan Semampir ( 90 ha).

Berikutnya, Desa Pandu (80 ha) ; Guranganyar (40 ha) ; Morowudi (25 ha) dan Dungus (10 ha). Untuk Desa Sukoanyar tidak tambak yang terendam banjir Kali Lamong (*)

Mengais Rezeki dari Luberan Tambak akibat Luapan Kali Lamong Selengkapnya

Jalan Kampung Terendam, Warga Tambak Beras Jalan Kaki Pergi-Pulang ke Rumah

Search

SUASANA Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu 3 Januari 2021. Air bah Kali Lomong sudah ada sejak Selasa 29 Desember 2020. Belum ada tanda-tanda surut.

Jalan Kampung Terendam, Warga Tambak Beras Jalan Kaki Pergi-Pulang ke Rumah Selengkapnya

625 Rumah di Empat Desa Masih Terendam Banjir Kali Lamong, JPD bagai Danau


GRESIK,1minute.id – Ratusan rumah di empat desa di Kecamatan Cerme masih terendam banjir Kali Lamong, Sabtu 2 Januari 2021.

Ratusan rumah yang terendam air bah itu di Desa Tambak Beras ada 300 unit rumah ; Jono 170 rumah dan Guranganyar 150 rumah dan Cerme Kidul 5 unit rumah. Total 625 rumah yang masih terendam air setinggi antara 10 – 55 centimeter.  Sudah hampir seminggu rumah ratusan warga itu tergenangi air banjir. 

Selain rumah, banjir Kali Lomong ini juga membuat jalan poros desa (JPD) bagai telaga dadakan. Di Desa Tambak Beras, panjangnya mencapai 2,5 kilometer. 

Evakausi warga Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme yang sakit menggunakan kendaraan bermotor Kamis 31 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Jalan kampung pun ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Roda dua maupun roda empat. “Kasih warga kalau tidak ditutup,”ujar Sudarsomo, Sabtu 2 Januari 2021.

Dibandingkan sehari sebelumnya, ketinggian air menyusut. Desa yang terganangi semakin berkurang. Berdasarkan data di Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme sekitar pukul 12.00 masih sembilan desa yang terdampak luapan Kali Lamong.

Sembilan desa itu adalah Sukoanyar,  Iker-ikergeger, Guranganyar dan Morowudi. Kemudian, Desa Pandu,  Jono,  Tambak Beras, Cerme Kidul dan Banjarsari.  (*)

625 Rumah di Empat Desa Masih Terendam Banjir Kali Lamong, JPD bagai Danau Selengkapnya

Banjir Kali Lamong Menggenangi 4.547 Hektare Sawah, Dinas Pertanian Belum Berdampak Produksi Padi di Gresik

TERENDAM : Area pertanian di Desa Mungungianti, Kecamatan Benjeng, Minggu lalu ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)
GRESIK,1minute.id –  Banjir Kali Lamong membuat ribuan petani kelimpungan. Padi yang mereka tanam terancam puso.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Gresik mencatat lahan pertanian yang terendam banjir tahun itu seluas 4.547 hektare. 

Ribuan hektare lahan pertanian itu tersebar di 42 Desa di lima kecamatan yakni Balongpanggang ; Benjeng ; Cerme ; Menganti dan Kedamean. Potensi kerugian di Gresik Selatan itu mencapai miliaran rupiah. 

Tanaman padi yang tergenangi air bah luapan Kali Lamong itu, varietas Ciherang,  Impari dan IR-46 yang usia tanamnya antara 30 hari – 35 hari. 

Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro mengatakan pihaknya sudah berupaya membantu akan tetapi masih belum maksimal.  “Kami hanya bisa berupaya membantu para petani dengan mengganti benih padi pada mereka,”ujar Eko Anindito Putro kepada wartawan , Kamis 24 Desember 2020.

“Selain bantuan benih kami juga memberikan bantuan menguras air di sawah dengan mesin pompa,”imbuhnya.   Eko menyebut tetap mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya selalu mengkordinasikan dengan sejumlah pihak terkait.

Apakah bencana alam dan non alam seperti pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap produksi padi di Kota Santri, ini. Eko mengaku tidak terlalu mempengaruhi hasil panen. “Sejauh ini tidak berdampak terhadap produksi padi,”katanya. 

Eko menyebut tetap mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya selalu mengkordinasikan dengan sejumlah pihak terkait.

Sementara banjir hingga pandemi Covid-19 tidak terlalu mempengaruhi hasil panen. “Sejauh ini tidak berdampak terhadap produksi padi,”katanya. 

Adapun lima Kecamatan tersebut adalah, Benjeng terdapat 13 Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 1.863 hektare dengan kondisi padi tergenang air banjir sebanyak 611 hektar. Sementara, padi potensi mengalami puso (rusak) seluas 17,6 hektar, dengan kerugian mencapai Rp 2.245.001.300.

Kecamatan Balongpanggang terdapat enam Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 713 hektar dengan kondisi padi tergenang air banjir seluas 257 hektar. Sementara padi mengalami puso (rusak) nihil, dengan kerugian mencapai Rp 333.136.250.

Kecamatan Cerme terdapat 17 Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 1.442 hektare dengan kondisi padi tergenang air banjir sebanyak 790 hektare. Sementara padi mengalami puso (rusak) seluas 250 hektar, dengan kerugian mencapai Rp 3.000.300.250.

Kecamatan Kedamean terdapat satu Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 78 hektar dengan kondisi padi tergenang air banjir seluas 20 hektare. Sementara padi mengalami puso (rusak) nihil dengan kerugian mencapai Rp 72.590.000.

Kecamatan Menganti terdapat lima Desa yang memiliki lahan persawahan seluas 451 hektar dengan kondisi padi tergenang air banjir sebanyak 85 hektar. Sementara padi mengalami puso (rusak) nihil dengan kerugian mencapai Rp 175.512.250 (*)

Banjir Kali Lamong Menggenangi 4.547 Hektare Sawah, Dinas Pertanian Belum Berdampak Produksi Padi di Gresik Selengkapnya