NGO KPS2K Gelar Seminar, Bappeda Masukkan 19 Isu Strategis GEDSI di RPJMD Gresik 2025-2029, Pembangunan di Gresik Semakin Inklusif

GRESIK,1minute.id – Kelompok Perempuan dan Sumber -Sumber Kehidupan (KPS2K) Gresik menggelar Seminar di Universitas Gresik (Unigres) pada Kamis, 11 Desember 2025.  Seminar yang gelar oleh organisasi non-pemerintah alias NGO ini mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Pembangunan inklusif : Menautkan Peran Multipihak untuk Mendorong Pembangunan yang Mengarusutamakan GEDSI”.

Ada empat narasumber yang hadir, yakni DR Rian Pramana Suwanda, dan Dinik dari akademisi Universitas Gresik ; Hufan Nur Dhianto, Bappeda Gresik serta Eli Setyowati, Sekolah Perempuan Akar Rumput dengan moderator Iva Hasanah dihadiri seratusan peserta.

Eli Setyowati tampil kali pertama. Aktivis Sekolah Perempuan Akar Rumput ini, menceritakan bagaimana dirinya berjuang agar program pemerintah di tingkat desa yang berpihak kepada kaum perempuan, lansia, disabilitas dan lainnya. Ia bertekad akan mengusulkan program yang berpihak pada kaum rentan di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). “Kenapa sih tanya musrenbang. Sampeyan mau jadi seksi konsumsi. Tapi,sudah ada bagian konsumsi,” cerita Eli.

Bagi Eli, anggapan kaum perempuan tidak layak untuk ikut ngomong dalam kegiatan musrenbang adalah perlakuan diskriminasi. Ia pun bergeming hingga akhir bisa urun rembuk. “Sekarang Saya diangkat sebagai anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata perempuan asal Kecamatan Wringinanom itu. Eli tidak sendirian. Banyak kaum rentan yang bisa berpartisipasi dalam ikut menyuarakan aspirasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin membuka lebar suara masyarakat. Sebab, Pembangunan Gresik semakin inklusif.  Hufan Nur Dhianto mengatakan, ada 19 isu strategis yang mengarusutama GEDSI dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gresik Tahun 2025-2030. “RPJMD 2025-2029 sudah ditetapkan dalam Perda nomor 3/2025,” kata Hufan, Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik ini. 19 isu tentang GEDSI itu tercantum dalam visi dan misi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Visinya “Mewujudkan Gresik Baru yang Lebih Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan Berlandaskan Akhlakul Karimah”.

Sementara itu, Rian Pramana Suwanda mengatakan, perencanaan pembangunan berperspektif GEDSI tidak cukup hanya ditulis. Sebab, perspektif GEDSI telah ditetapkan sebagai salah satu indeks kinerja di pemerintahan. “Bila kinerja ASN dibawah indeks kinerja. Otomatis tidak mendapatkan tunjangan kinerja. Pun, Kepala Pemerintahan,” ujar Rian Pramana Suwanda.  

Ia menegaskan, Pembangunan berperspektif GEDSI yang masuk indeks kinerja ini bukan untuk gagah-gagahan. Sebab, baru Pemkab Gresik yang menerapkan indeks kinerja perspektif GEDSI ini. “Hanya Pemkab Gresik yang menerapkan GEDSI sebagai indeks kinerja,” tegas Rian yang juga Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik ini.

Untuk diketahui GEDSI adalah singkatan dari Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial), yaitu pendekatan pembangunan yang memastikan semua kelompok, terutama yang rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok terpinggirkan lainnya, dapat berpartisipasi penuh, mengakses manfaat, dan tidak tertinggal dalam pembangunan, kebijakan, serta layanan publik, dengan mencegah diskriminasi dan ketidakadilan. 

Pendekatan ini mengintegrasikan isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial secara bersamaan untuk mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip. Sehingga, “Tidak Ada Seorang Pun yang Tertinggal” (No One Left Behind) dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemerintah belajar mendengar, Masyarakat berperan aktif. (yad)

NGO KPS2K Gelar Seminar, Bappeda Masukkan 19 Isu Strategis GEDSI di RPJMD Gresik 2025-2029, Pembangunan di Gresik Semakin Inklusif Selengkapnya

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman membuka Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025. DNA inovasi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  ditengah cekaknya Dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari Pemerintah Pusat yang mencapai lebih Rp 0,5 triliun. 

Ginofest yang berlangsung dua hari, mulai Jumat dan Sabtu, 5-6 Desember 2025 yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas, Inovasi Tanpa Henti untuk Gresik Mandiri”. Tema itu untuk menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk terus mendorong budaya inovasi di tengah berbagai tantangan, termasuk penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menegaskan pentingnya Ginofest  sebagai katalisator pertumbuhan ekosistem inovasi di daerah. ” Ginofest bukan sekadar event pameran dan kompetisi, tetapi merupakan wadah untuk membangun sinergi dan jejaring kolaborasi. Saya berharap seluruh inovasi yang ditampilkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat diadopsi, dikembangkan, dan direplikasi sehingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekda Washil dalam sambutannya. 

Ia melanjutkan bahwa semangat berinovasi tidak boleh terhambat oleh keterbatasan anggaran. “Meski terjadi penyesuaian dan pemotongan anggaran dari pusat, perangkat daerah tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dinas CiptaKarya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP).Gresik ini.

Koordinator Bidang Investasi dan Inovasi pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Himawan Esty Bagio, turut menekankan pentingnya inovasi sebagai barometer kemajuan daerah. “Saat ini inovasi menjadi tanda bahwa sebuah daerah itu maju. Hampir semua daerah menjadikan inovasi sebagai ukuran keberhasilan kinerja suatu OPD,” ujarnya.

Sejalan dengan dorongan tersebut,  Ginofest 2025 menghadirkan 26 stan pameran yang menampilkan inovasi dari seluruh jenjang pendidikan hingga perangkat daerah. Stan tersebut terdiri dari 5 SD/MI, 4 SMP, 4 SMA/SMK/MAN, 4 universitas, 5 perangkat daerah serta 4 stan juara Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo menyampaikan bahwa Ginofest dirancang sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan. “Festival ini kami desain tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. (yad)

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah Selengkapnya

Bupati Gresik :  CSR 2025 Fokus Percepatan, Pengentasan Kemiskinan Manfaatkan Potensi SDA 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 55 perusahaan mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Mereka dapat penghargaan karena Corporate Social Responsibility atau CSR dianggap berdampak baik bagi percepatan pembangunan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik tahun ini.

Apresiasi yang diberikan oleh Pemkab Gresik kepada puluhan perusahaan itu, diantaranya, mendapatkan insentif dan kemudahan dalam penanaman modal bagi perusahaan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas partisipasi perusahaan yang telah memberikan kontribusi terbaik untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Gresik.

“Tumbuhnya banyak CSR di Kabupaten Gresik menjadi keunggulan dan kekuatan untuk memajukan berbagai aspek pembangunan. Namun, perlu upaya percepatan dan penyelarasan program CSR perusahaan dengan tujuan yang ingin dicapai,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 18 Desember 2024.

Ratusan perwakilan perusahaan yang b9eroperasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ada industri smelter, pengolahan kelapa sawit, makanan hingga bidang kesehatan. Kehadiran perwakilan perusahaan itu, selain untuk ajang CSR Award 2024, juga mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang CSR 2025.

Dua hajatan itu dihelat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Gresik ini mengusung tema “CSR Innovation Program for Sustainable Development Growth”.

Gus Yani melanjutkan setiap perusahaan dapat memfokuskan CSR-nya pada satu atau dua bidang. Sehingga penyusunan strategi pembangunan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Fokus utama Musrenbang CSR 2025 adalah percepatan dan pengentasan kemiskinan daerah melalui tanggung jawab sosial perusahaan, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Gresik, seperti potensi perikanan dan pertanian,” jelasnya. (yad)

Bupati Gresik :  CSR 2025 Fokus Percepatan, Pengentasan Kemiskinan Manfaatkan Potensi SDA  Selengkapnya

Ginofest 2022, Pocil SD Mugeb Kenalkan Bunga Telang yang Memiliki 7 Khasiat untuk Kesehatan 

GRESIK,1minute.id – Gresik Inovasi Festival (Ginofest) 2022 menjadi semangat baru generasi Z maupun organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik. Banyak inovasi karya para peserta kegiatan yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik itu.

Inovasi pelayanan, pengguna teknologi hingga minuman yang memanfaatkan tanaman pekarangan rumah.  Misalnya, Blue Tea Pocil. Teh warna biru, temuan anggota polisi cilik (Pocil) SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru (Mugeb) ini cukup menyita perhatian pengunjung Ginofest 2022 di Atrium Icon Mall itu. Teh warna biru itu diklaim mengandung 7 khasiat  kesehatan. 

Apa bahan membuat Blue Tea? Menurut Talitha Aqila Wisaksono dan Dinar, bahan membuat Teh warna biru adalah Bunga Telang. Kembang Telang atau Clitoria ternatea adalah tanaman dari famili Fabaceae dan umumnya ditemukan di seluruh negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Indonesia, India, dan Sri Lanka. 

Ciri khas bunga telang atau kembang telang adalah memiliki kelopak berwarna biru cerah dan telah digunakan sebagai bahan dalam minuman teh herbal di seluruh wilayah selama berabad-abad serta digunakan untuk memasak.Manfaat bunga telang bisa didapatkan dengan menyeduhnya dan meminum teh bunga telang. 

BLUE TEA POCIL: Dua siswa SD Mugeb Thalita dan Dinar kenalkan Khasiat Bunga Telang di acara Ginofest 2022

Menurut Aqila-sapaan-Talitha Aqila Wisaksono, untuk pembuatan cukup mudah. Daun Telang dikeringkan lalu direbus. Air rebus akan berwarna biru.  Untuk menambah khasiat, Blue Tea ini bisa dicampur dengan cengkeh, kayu manis dan lemon. “Cengkeh, Kayu manis dan lemon menjadikan rasa Blue Tea terasa beda dan lebih menyehatkan,”kata Aqila yang juga Komandan Peleton (Danton) Pocil SD Mugeb ini.  Tim Pocil SD Mugeb ini menjadi duta Polres Gresik dalam ajang tingkat Polda Jatim pekan depan. 

Lalu apa khasiat Blue Tea Pocil itu. Ada tujuh khasiat. “Diantaranya mencegah obesitas,”kata Aqila diamini oleh Dinar, yang keduanya kelas VI. Tujuh khasiat itu adalah Mencegah obesitas ; Menstabilkan gula dalam darah ; Menjaga kesehatan kulit ; Baik untuk kesehatan saluran pencernaan ; Mengurangi peradangan dan anti kanker; Menjaga fungsi penglihatan dan daya ingat serta kaya antioksidan.

Ginofest 2022 ini mengusung tema “Kembangkan Kreatifitas Tanpa Batas” tersebut digelar di atrium Iconmall Gresik diikuti 27 peserta mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gresik Komik (Kolaborasi Milenial Kreatif) yang merupakan bagian dari Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik ke-5 yaitu Gema Karya (Gresik Mandiri dan Berkarya).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi dalam peningkatan daya saing daerah adalah inovasi. Tingkat kesejahteraan akan semakin tinggi jika daya saing daerahnya juga tinggi.

“Kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat baik dari kalangan pelajar, komunitas, untuk mengembangkan keterampilannya. Sehingga tercipta keunggulan inovasi dan kreatifitas dalam kemajuan perekonomian serta daya saing daerah,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

Ginofest 2022, Pocil SD Mugeb Kenalkan Bunga Telang yang Memiliki 7 Khasiat untuk Kesehatan  Selengkapnya

Bappeda Gelar Ginofest 2022, Bupati Gresik : Pasien Cukup Dirumah Mobile Rehab Medik yang Datang

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik menggelar Gresik Inovasi Festival  (Ginofest) 2022 di Atrium Icon Mall pada Jumat, 21 Oktober 2022. Ajang adu Inovasi terbesar tahun ini yang diselenggarakan oleh Bappeda itu mengusung tema “Kembangkan Kreatifitas tanpa Batas” ini di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Peserta Ginovest 2022  ini mulai dari siswa sekolah dasar hingga perguruan dan organisasi perangkat daerah (OPD) digelar selama 3 hari dan berakhir Minggu, 23 Oktober 2022. Inovasi karya siswa beraneka ragam. Tentu sesuai dengan tingkatan sekolahnya. Sedangkan, OPD dalam bentuk Inovasi pelayanan. Ada tiga OPD yang tampil diantaranya, RSUD Ibnu Sina Gresik dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Gresik. 

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik, misalnya. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ini meluncurkan pelayanan baru, yakni Mobile Klinik Rehabilitasi Medik. Masyarakat kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang butuh perawatan dokter cukup hubungi Gresik Akas 112. “Mobil rekam medik yang datang rumah. Jadi, pasien cukup di rumah,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Inovasi layanan pasien ini, imbuhnya, adalah terobosan baru bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus mendapatkan apresiasi. Lalu pelayanan medis apa yang akan dilayani oleh Mobile Klinik Rehabilitasi Medik ini? Masih menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, adalah pelayanan gangguan perkembangan anak ; kelemahan otot dan saraf ;  nyeri setelah operasi stroke serta nyeri kepala, otot dan sendi. 

Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni mengatakan, pelayanan medik yang non gawat kedaruratan sehingga pasien harus mendaftar lewat Gresik Akas 112 lalu minta nomor telepon RSUD Ibnu Sina Gresik. “Layanan mobile medik ini dilakukan pada jam kerja,”ujar dr Soni ditemui di lokasi acara tersebut.  Layanan diberikan mulai Senin hingga Kamis atau tiga hari. 

Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan layanan mobile medik cukup besar. “Saat ini, layanan untuk hari Senin sampai Kamis sudah penuh,”katanya.  Dalam mobile medik,  terdapat tenaga medis dan paramedis. “Bahkan, ada dokter spesialis yang ikut sesuai dengan layanan yang dibutuhkan masyarakat yang sudah mendaftar,”katanya. 

Gus Yani meminta kepada Bappeda untuk memanfaatkan hasil inovasi dari peserta. “Hasil inovasi siswa harus kita rangkul. Agar bisa bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat secara langsung,”katanya dalam sambutannya. (yad)

Bappeda Gelar Ginofest 2022, Bupati Gresik : Pasien Cukup Dirumah Mobile Rehab Medik yang Datang Selengkapnya