Dana Desa Turun, Wabup Gresik Minta Desa Kreatif Kelola BUMDes dan Aset

GRESIK, 1minute.id – BPKP Perwakilan Jawa Timur menggelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2026 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Oktober 2026.

Workshop dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Kegiatan ini menjadi ikhtiar mendorong tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel.

Ketua Panitia Sigit Sulistiyo Hadi mengatakan, workshop bertujuan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa agar berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Peserta terdiri dari camat, kepala desa, perangkat desa, serta SKPD terkait seperti Inspektorat, BPPKAD, Bappeda, DPUTR, DCKPKP, dan Diskopumperindag.

Wabup Alif menyoroti penurunan alokasi Dana Desa pada 2026. Di Gresik, penyaluran Dana Desa telah mencapai 100 persen senilai Rp 108.375.764.000. Sementara ADD stabil di kisaran Rp 172 miliar dan bagi hasil pajak meningkat menjadi Rp 147 miliar.

“Meskipun Dana Desa 2026 turun dengan penyaluran sudah 100 persen senilai Rp108,37 miliar, kita bersyukur ADD tetap stabil dan bagi hasil pajak justru meningkat menjadi Rp147 miliar,” ujar dokter Alif.

Per 8 Oktober 2026, pendapatan APBDes tercatat Rp 330 miliar dan belanja Rp 267 miliar. Realisasi masih berpotensi berubah hingga akhir tahun.

Alif menegaskan, kondisi tersebut menuntut desa lebih kreatif menggali pendapatan asli desa. “Dengan berkurangnya dana transfer, desa harus mampu mengandalkan kreativitas dalam mengelola potensi, aset, dan BUMDes. Kemandirian desa perlu terus diperkuat,” tegasnya.

Untuk transparansi, seluruh desa di Gresik telah menggunakan Siskeudes. Hingga 8 Oktober 2026, transaksi nontunai melalui Siskeudes CMS Link tercatat 17.460 transaksi dengan tingkat keberhasilan 99,9 persen.

Gresik telah mencapai status 100 persen desa mandiri berdasarkan indeks desa. Capaian itu perlu diimbangi penguatan ekonomi.

Salah satu contoh adalah BUMDesa Cipta Sejahtera Desa Yosowilangun yang meraih Terbaik I Lomba BUM Desa Tingkat Jatim 2025 dan Juara II Tingkat Nasional.

“Status 100 persen desa mandiri harus diimbangi penguatan ekonomi. Keberhasilan BUMDesa Yosowilangun harus menjadi inspirasi desa lain,” ujarnya.

Yosowilangun juga ditetapkan sebagai calon percontohan desa antikorupsi pertama dari Gresik berdasarkan penilaian KPK dan Inspektorat Jatim pada 27 Juli 2026.

Workshop menghadirkan materi strategis tentang pengawasan DPR RI terhadap UU Desa, akselerasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, mekanisme penyaluran Dana Desa dari Kanwil DJPb Jatim, serta pengawalan akuntabilitas oleh BPKP. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dana Desa Turun, Wabup Gresik Minta Desa Kreatif Kelola BUMDes dan Aset Selengkapnya

Gus Yani di HUT ke-81 Jatim: TPP PNS Tetap Full, PPPK Paruh Waktu Dapat THR Tahun Depan

GRESIK,1minute.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Timur genap berusia 81 tahun. Pemkab Gresik menggelar upacara peringatan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Oktober 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertindak sebagai pembina upacara. Upacara diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik. Dalam kesempatan itu, Gus Yani – sapaan akrabnya – menyerahkan secara simbolis SK perpanjangan masa kerja bagi PPPK paruh waktu.

Bupati membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Tema tersebut menegaskan tekad meningkatkan daya saing, memperluas kesempatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya melalui sembilan program Nawa Bhakti Satya 2025-2029.

Dalam sambutan itu dipaparkan capaian Jatim: tingkat kemiskinan Maret 2026 sebesar 9,06 persen, pengangguran terbuka Mei 2026 sebesar 3,42 persen, kemantapan jalan provinsi Semester I/2026 mencapai 87,83 persen, dan cakupan jaminan kesehatan masyarakat hingga September 2026 mencapai 96,12 persen.

Ekonomi Jatim Semester I/2026 tumbuh 5,84 persen, melampaui nasional 5,45 persen. Realisasi investasi Rp 72,7 triliun dengan penyerapan 135.651 tenaga kerja.

Usai membacakan sambutan gubernur, Gus Yani menegaskan komitmen Pemkab Gresik menjaga kesejahteraan ASN di tengah efisiensi anggaran.
“Di tengah isu efisiensi anggaran dan pemotongan TKK, Pemkab Gresik tetap berupaya memenuhi hak-hak ASN. Khusus bagi PNS, TPP tetap diberikan secara penuh tanpa pemotongan,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Untuk PPPK, Gus Yani menjanjikan tambahan penghasilan berupa THR pada tahun depan.
“Tahun depan, kami rencanakan tambahan penghasilan bagi PPPK paruh waktu dialokasikan sebagai THR. Tahun berikutnya mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi lewat gaji ke-13 dan ke-14, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan peningkatan kinerja,” jelasnya.

Ia meminta seluruh ASN meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. “Saya minta seluruh ASN bekerja dengan baik, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik. Bekerjalah dengan ikhlas dan profesional, karena tantangan masyarakat ke depan semakin beragam,” tegasnya.

Gus Yani juga mengingatkan soal disiplin. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi pegawai bermasalah.

“Saya tidak ingin mendengar lagi ada PPPK yang bermasalah, baik persoalan hukum maupun pelanggaran lainnya. Kesempatan mengabdi harus dijaga dengan kinerja dan integritas,” tandasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gus Yani di HUT ke-81 Jatim: TPP PNS Tetap Full, PPPK Paruh Waktu Dapat THR Tahun Depan Selengkapnya

9,1 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Gresik, Negara Selamatkan Rp 6,85 Miliar

GRESIK, 1minute.id – Kantor Bea dan Cukai Gresik musnahkan 9.116.492 batang rokok ilegal dan 45 liter minuman beralkohol (MMEA). Barang sitaan senilai Rp 13,61 miliar itu dimusnahkan di PT Tri Surya Plastik, Lawang, Malang pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Gresik, Raden Muhamad Agus Ekawidjaja, mengatakan pemusnahan ini komitmen Bea Cukai menekan peredaran barang kena cukai ilegal.

“Melalui penindakan yang konsisten, kami berharap peredaran rokok ilegal dapat ditekan sehingga pasar diisi oleh produk yang legal dan penerimaan negara dapat dioptimalkan,” ujar Agus.

Barang tersebut merupakan hasil penindakan yang pelakunya tidak diketahui identitasnya. Statusnya kemudian menjadi Barang yang Dikuasai Negara (BDN) dan Barang Milik Negara (BMMN). Pemusnahan sudah mengantongi persetujuan Menteri Keuangan melalui Surat Nomor S-363/MK/KN/2026 tertanggal 13 Agustus 2026.

Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari penindakan ini mencapai Rp 6,85 miliar. “Pemusnahan dilakukan agar barang hasil penindakan benar-benar tidak dapat digunakan atau diedarkan kembali. Ini sekaligus melindungi masyarakat dan menciptakan persaingan usaha yang sehat,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN Jatim, Arik Haryono, menyebut sepanjang 2026 Kemenkeu Satu Jatim telah melakukan ribuan penindakan dengan sitaan ratusan juta batang rokok ilegal.

“Ini wujud peran negara melindungi masyarakat sekaligus mengamankan penerimaan negara,” ujar Arik. Bea Cukai Gresik menegaskan pengawasan peredaran rokok ilegal akan terus diperketat di wilayah kerjanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

9,1 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Gresik, Negara Selamatkan Rp 6,85 Miliar Selengkapnya

Gus Yani Bersama Baznas Gelontorkan Rp 2,79 Miliar untuk Pendidikan dan Usaha Warga Gresik

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Jatim, dan Baznas RI menyalurkan bantuan pendidikan dan pemberdayaan senilai Rp 2,79 miliar. Penyaluran dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis, 8 Oktober 2026.

Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga program utama, yakni Gresik Cerdas, Gresik Peduli, dan Gresik Berdaya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi sinergi Baznas yang terus hadir membantu masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada ASN Gresik yang telah menunaikan zakat melalui Baznas.

“Saya atas nama Pemkab Gresik berterima kasih kepada Baznas Gresik, Baznas Jatim, dan Baznas RI. Kami mohon arahan dan bimbingan. Kami juga terus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Rincian Bantuan:

1. Baznas Gresik (Rp 673 Juta):

– Beasiswa untuk 996 siswa dan mahasiswa (560 SD/MI, 200 SMP/MTs, 75 SMA/SMK/MA, 77 beasiswa mahasiswa internal, 84 eksternal)

– 1 kursi roda, 2 bantuan Z-Tea (rombong, modal, dan alat usaha), serta subsidi listrik untuk 50 veteran.

2. Baznas Jatim (Rp 138,4 Juta): 

– Beasiswa SKSS 6 mahasiswa Rp 10,2 juta

– Perbaikan 5 rumah tidak layak huni Rp 100 juta

– 6 rombong dorong Rp 21 juta

– Bantuan air bersih Rp 7,2 juta.

3. Baznas RI (Rp 1,978 Miliar): 

– 50 Z-Mart untuk toko kelontong Rp 400 juta

– 3 Z-Auto untuk bengkel Rp 60 juta

– Balai Ternak untuk 20 peternak Rp 518,194 juta

– Baznas Microfinance Desa (BMD) Rp 1 miliar.

“Pemerintah hadir melalui Baznas agar anak-anak Gresik semakin semangat belajar dan bisa meraih cita-citanya. Jangan sampai ada anak Gresik yang tidak bisa sekolah atau kuliah karena ekonomi,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani juga menyoroti inovasi Program Z-Tea untuk disabilitas sebagai terobosan baru pemberdayaan.

Sementara itu, Ketua Baznas Jatim Muhammad Ghofirin menyebut kegiatan di Gresik luar biasa dan berharap sinergi semakin kuat.

Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi, H. Syarifudin, menambahkan, keberhasilan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan. Ia menyebut Baznas menyiapkan program baru yang selaras dengan program prioritas daerah pada 2027.

“Indikator dampak itu penting, bukan sekadar banyaknya dana masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Bersama Baznas Gelontorkan Rp 2,79 Miliar untuk Pendidikan dan Usaha Warga Gresik Selengkapnya

Mensos Syaifullah Yusuf Apresiasi Pemkab Gresik dalam Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat bagi Keluarga Prasejahtera

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Fandi Akhmad Yani atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam melakukan penjangkauan aktif untuk memenuhi kuota siswa-siswi Sekolah Rakyat. Hal ini disampaikan Mensos Saifullah Yusuf saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu pada Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, proses rekrutmen calon murid Sekolah Rakyat menggunakan pola penjangkauan terhadap keluarga miskin. Pihaknya menegaskan tidak ada praktik titip-titipan atau percaloan dalam proses rekrutmen calon murid Sekolah Rakyat. “Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, atau kepala desa,” tegas Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf. 

Gus Ipul menjelaskan, untuk tahun ajaran baru di Kabupaten Gresik tercatat sebanyak 405 siswa resmi memulai aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Permanen. Distribusi peserta didik terbagi secara merata ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 90 siswa Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk 75 SRMA dan 60 siswa titipan dari Lamongan.

“Terima kasih Bupati Gresik, meskipun pembangunan SRT belum rampung 100% namun sudah bisa ditempati dan memenuhi kuota di masing-masing jenjang. Sebelum memasuki kegiatan belajar-mengajar secara penuh, seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di sekolah berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, ia melanjutkan, untuk MPLS di Sekolah Rakyat  tahun ajaran 2026/2027 ini ada Program Taruna Bhakti Akademi Militer TNI dan Akademi Kepolisian yang ditempatkan di Sekolah Rakyat. Lebih dari 1.000 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) terpilih mengikuti program tersebut. Sebanyak lima taruna ditempatkan di setiap titik Sekolah Rakyat untuk melaksanakan pendampingan selama lima hari.

“Penempatan taruna Akademi TNI dan Akpol melalui Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” tegasnya.

Ia menambahkan, konsep Sekolah Rakyat menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Target sasaran Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar mereka mendapatkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan. Program ini bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sekolah Rakyat dimulai sejak 2025 dengan beroperasinya sekolah rintisan di 166 lokasi dengan sekitar 15.000 siswa baik jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekarang, anak-anak yang dahulu putus harapan kini Sekolah Rakyat menjawab mereka dalam meraih impian dan cita-citanya,” tutup Gus Ipul.

MPLS siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik dimulai Jumat, 31 Juli 2026 hingga 21 Agustus 2026. Sekolah berasrama gratis menempati lahan seluas  6,5 hektare. Sebanyak 19 dari 26 gedung atau fasilitas telah berdiri. Fasilitas itu, antara lain, ruang kelas, gedung asrama, aula berkapasitas 1000 tempat duduk , laboratorium, perpustaan, masjid hingga lapangaa sepak bola. 

Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan jika keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Sekolah Rakyat ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung. Termasuk mereka dari keluarga miskin ekstrem, untuk belajar dan berpeluang menjadi orang sukses di masa depan. Ini adalah mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas beroperasinya gedung permanen tersebut. Menurut Gus Yani, sapaan akrab bupati, Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan program prioritas hasil kolaborasi nyata dengan pemerintah pusat guna memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas.

“Alhamdulillah ada 405 siswa dengan rincian dari SD, SMP, SMA masing-masing 90 juga ada 75 siswa SRMA yang sudah berjalan satu tahun serta 60 anak dari Kabupaten Lamongan. Melalui sekolah berasrama gratis ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat. Kami memadukan kurikulum standar nasional dengan kearifan lokal yang religius agar para siswa siap menghadapi masa depan,” ujar Gus Yani di sela-sela peninjauan lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr. Ummi Khoiroh. Selain meninjau fasilitas Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare, juga mengajak berdialog langsung dengan para siswa.

Turut mendampingi kunjungan kerja Mensos RI Saifullah Yusuf, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik Rangga Pratama, Pendamping Keluarga Harapan (PKH), serta TAGANA jajaran Dinas Sosial Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mensos Syaifullah Yusuf Apresiasi Pemkab Gresik dalam Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat bagi Keluarga Prasejahtera Selengkapnya

Relawan Kecamatan Kedamean Deklarasi Dukungan ke Gus Yani. Ini Alasannya!

GRESIK,1minute.id – Dukungan kepada Fandi Akhmad Yani terus mengalir. Kali ini, dukungan kepada inkumben datang dari para relawan di Kecamatan Kedamean. Mengenakan kaos berwarna hitam dan bertuliskan bolone Gus’e, para relawan ini meminta Gus Yani menjadi Bupati dua periode.

Sebelumnya, dukungan serupa berasal dari relawan di Kecamatan Manyar, Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Duduksampeyan serta Ujung Pangkah. Dukungan relawan Kecamatan Kedamean karena mereka menganggap kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani ateu Gus Yani dalam kurun waktu 3,5 tahun telah memberikan kemajuan di wilayah mereka.

Antara lain, pembangunan rumah sakit Gresik Sehati dan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST d Desa Belahanrejo.
“Dari total 15 Desa di Kecamatan Kedamean, ini semua relawan hadir dari masing-masing Desa. Kami sepakat Gus Yani harus dua periode karena di periode yang sekarang cuma 3,5 tahun sehingga perlu diberikan kesempatan lagi,” kata Ketua Relawan Gus Yani Kecamatan Kedamean Uman pada Jumat, 26 Juli 2024.

Dijelaskan Uman, saat awal menjabat Gus Yani sudah dihadapkan dengan penanganan Covid-19 dalam kurun dua tahun. Sehingga masa jabatan Gus Yani 3,5 tahun ini dinilai Uman relatif singkat hanya 1,5 tahun. Oleh karena itu, mantan anggota DPRD Gresik ini menganggap Gus Yani bisa berbuat lebih banyak di periode kedua.

“Kita harus punya cara pandang yang fair ya, dari masa jabatan 3,5 tahun, sementara hampir dua tahun untuk penanganan Covid-19, ada refocusing anggaran juga, berarti masa efektifnya membangun ya cuma 1,5 tahun, kan begitu kalkulasinya,” jelas Uman. 

Meski menganggap masa efektifnya hanya 1,5 tahun, Uman tak menampik jika Gus Yani sudah banyak melakukan pembangunan signifikan lebih-lebih di Kecamatan Kedamean. Di antaranya di Desa Slempit, telah diresmikan Gus Yani Rumah Sakit Gresik Sehati dengan kapasitas 100 kamar. 

Rumah Sakit Gresik Sehati berdiri di lahan seluas 11.570 meter persegi dengan luas bangunan 8.500 meter persegi. Rumah Sakit Gresik Sehati ini merupakan wujud nyata Nawa Karsa Bupati Gus Yani dan Wakil Bupati Bu Min. Berdirinya rumah sakit ini merupakan bentuk komitmen Gus Yani dalam memberikan pelayanan kesehatan. 

“Selain itu, ada juga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo yang telah diresmikan. Apalagi menggunakan mesin Refused Derived Fuel (RDF) yang bisa menghasilkan 8 ton olahan setiap harinya. Itu kan ide cemerlang Gus Yani menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Gresik,” bebernya. 

Sementara relawan lainnya, Darmaji mengungkapkan alasannya mendukung kembali ke Gus Yani karena Gresik Selatan mendapatkan perhatian lebih dari Pemkab Gresik. Darmaji menyebut, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Kedamean banyak dilakukan pembangunan hingga bisa dinikmati masyarakat. 

Misalnya jalan Sidoraharjo-Kesamben Kulon sudah direkonstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik untuk penunjang pertanian. Lalu pembangunan jembatan Sidoraharjo sebagai akses ke Rumah Sakit Gresik Sehati dan Exit Tol Kedamean, jalan ke TPST Belahanrejo dan beberapa ruas jalan lainnya. 

“Sejauh ini Gus Yani sudah membangun secara signifikan, kita akui memang belum tuntas makanya Gus Yani butuh diberikan kesempatan lagi untuk melanjutkan apa yang sudah dibangun ini. Jadi kami akan mendukung dan memangkan Gus Yani kembali, agar bisa memberikan perhatiannya lagi,”pungkas Darmaji. (yad)

Relawan Kecamatan Kedamean Deklarasi Dukungan ke Gus Yani. Ini Alasannya! Selengkapnya

SIG Bekali UMKM Cara Berjualan Menggunakan Platform Digital


GRESIK,1minute.id – Puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan di Pujasera Wisma A Yani, Gresik menjalani pelatihan.

Pelatihan untuk meningkatkan UMKM itu digelar PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG-Mandiri bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Gresik.

Selama 3 hari, mulai Senin hingga Rabu, 21-23 Maret 2021 mendapatkan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Warung Legend, Gresik.

Pelatihan meliputi tatacara pelayanan kepada pelanggan, pengemasan produk, pembukuan sederhana, pengelolaan keuangan, pemantapan rohani serta cara berjualan dengan menggunakan platform digital.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan peningkatan SDM bagi UMKM ini sangat penting. Sebab, saat ini teknologi terus berkembang, sehingga UMKM harus ikut berinovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

UMKM binaan SIG juga diharapkan dapat terus berinovasi, mulai dalam hal pelayanan, kemasan, tempat dan penyajiannya. “Para pelaku UMKM dilatih untuk bisa menembus ke pasar modern, kemudian go digital, sehingga mampu menangkap peluang penjualan yang lebih luas,”kata Edy Saraya.

Selain memberikan pelatihan, SIG juga melakukan renovasi lokasi penjualan di Pujasera Wisma A. Yani menjadi tempat yang kekinian. Harapannya, dengan penataan ini, bisa meningkatkan kenyamanan bagi pelanggan dan meningkatkan jumlah pengunjung, sehingga dapat menambah pendapatan bagi UMKM.

“Kami ingin pujasera ini menjadi ikon kuliner Kota Gresik, disini pembeli dapat makan maupun bertemu dengan kolega dengan suasana yang nyaman,”imbuh Edy Saraya.

Pelatihan peningkatan SDM untuk UMKM ini disambut baik oleh pedagang. Salah satunya, Siti Mariyani, pemilik usaha warung pecel. “Pelatihan ini dapat menambah wawasan bagi saya dan teman-teman, terutama untuk cara berjualan secara online. Semoga pelanggan kami dapat bertambah sehingga dapat menambah pendapatan,”ujarnya. (*)

SIG Bekali UMKM Cara Berjualan Menggunakan Platform Digital Selengkapnya

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi

GRESIK,1minute.id – Keindahan Pulau Gili Noko di Pulau Bawean sudah begitu kesehor. Pantainya berpasir putih. Biota lautnya ciamik bagi penggemar snorkeling. Para traveler akan semakin dimanjakan bila ke pulau berjuluk “Surga Tersembunyi” itu. 

Pasalnya, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah akan menggratiskan perahu penyeberangan ke Surga Tersembunyi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean itu. Gili Noko, masuk dalam program 99 hari kerjanya. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Dimulai dengan launching perahu penyeberangan gratis ke Pulau Gili Noko pada April 2021.

BENING : Air laut yang jernih biota laut dinikmati wisatawan dengan mata telanjang ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. 

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiawan mengatakan, wisatawan hendak Gili Noko harus menyeberangi lautan dengan perahu berkapasitas diatas 20 – 30 orang. Untuk penyeberangan selama 45 menit, kata Nanang, wisatawan harus merogoh kocek sewa perahu penyeberangan antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu pergi-pulang (PP).

HAMPARAN PASIR PUTIH menambah elok Gili Noko di Pulau Bawean (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Kapal penyeberangan Gili Noko akan digratiskan mulai April nanti,”kata Nanang pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Pulau dan Pantai Gili Noko terletak di sebelah barat Pulau Gili itu sendiri. Pantai ini menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dengan hamparan pasir putih nan indah.

Sama halnya Pulau Noko Selayar, Pulau Noko Gili berupa hamparan pasir putih yang membentang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter. Letaknya bersebelahan dengan Pulau Gili Timur.

Akses menuju Gili Noko dapat menggunakan perahu jika air pasang dan berjalan dari Pulau Gili jika air surut. Menyusuri hamparan pasir putih yang mempesona. Saking jernihnya air wisatawan juga bisa melihat biota laut dengan mata telanjang. (*)

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi Selengkapnya

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah

GRESIK,1minute.id – Selama 12 tahun Fatkhur Rohman menjabat Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Namun, bapak dua anak berusia 44 tahun itu mengaku belum memiliki rumah untuk keluarga.

Sejak 2008 dilantik sebagai kepala desa, Fatkhur-panggilan akrabnya-memilih tinggal di rumah dinas kepala desa. Lokasi rumah dinas, kepala desa dua periode itu tidak jauh dari balai desa. “Jaraknya sekitar 50-an meter dari balai desa,”kata Fatkhur pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kesederhaan gaya kepemimpinan, gelem  melayani dan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu menjadikan lelaki bertubuh ramping itu disukai warganya.

“Saya hanya ingin menjalankan amanah sesuai aturan. Konsekuensinya ya tidak punya apa-apa,”katanya. Meski, Fatkhur memiliki peluang bisa hidup lebih tercukupi. Namun, Fatkhur tidak mau mencederai amanah yang diembannya.

Selama 12 tahun atau dua periode mengabdi, banyak kemajuan terasa di desa, hasil bedhol  Desa Tepen, Kecamatan Gresik itu.  Apalagi, Fatkhur seorang pekerja keras dan ulet. 

Eduwisata Mangrove Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu destinasi masyarakat dan pelajar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Dia bersama masyarakat mengubah kawasan hilir Kali Lamong yang berbatasan dengan Surabaya kumuh tumpukan sampah menjadi tempat rindang dengan tanaman mangrove.

Kawasan bau sampah itu kini berubah menjadi kawasan eduwisata. “Dulu abrasi luar biasa. Sampah berserakan. Sekarang sudah bisa teratasi karena adanya tanaman mangrove ini. Eduwisata ditangani BUMDes,”ujar Fatkhur suatu hari. 

Kepedulian lingkungan itu membuat Fatkhur  risih bila melihat sampah berserakan. Dia pun membersihkan sendiri sampah tercecer itu. 
Kastowo, petugas angkut sampah menceritakan setiap pagi dan sore, kades Fatkhur ikut menyapu halaman balai desa. “Nyapu dewe nek onok sampah keleleran,”kata Kastowo. (*)

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah Selengkapnya

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri


GRESIK,1minute.id – Talenta muda berbakat asal Kota Santri bermunculan. Diantaranya, Mohamad Hanif Sirajuddin. Prestasi yang telah diukir siswa kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 1 Gresik seakan menjadi oasis bagi pencinta bola di Gresik.

Dengan postur tubuh yang ideal, tinggi 180 centimeter dan berat badan 70 kilogram membuat Hanif , ketika berdiri di bawah mistar gawang sulit ditembus lawan. Anak semata wayang dari pasangan suami-istri, Mohamad Sahari dan Tuti Supriyatin itu pun akhirnya dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga Mandiri pada 2016 dan 2017.

Prestasi yang diraih remaja kelahiran 9 Desember 2003 ini, tidak secara instan. Menurut ayahanda Hanif, Mohamad Sahri, Hanif belajar sepak bola sejak masih duduk di kelas IV SDN 1 Gresik. “Saat itu masih berumur 10 tahun,”ujar Sahari kepada 1minute.id pada Kamis, 25 Maret 2021.

Hanif bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) Petrokimia Gresik. Memasuki usia 16 tahun, Hanif terus mengasah bakatnya di elit Pro Academy Persela pada 2019.  “Sekarang Hanif gabung di Academi Arema U-18,”kata Sahari.

Ia berharap sepak bola di Gresik bangkit. Sebab, memiliki banyak talenta yang bisa membangkitkan kejayaan olah raga yang paling banyak digemari masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Harapannya sepak bola di Gresik bangkit dan lebih maju. Sehingga mengangkat prestasi Gresik dalam bidang olah raga khususnya sepak bola,”katanya. (*)

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri Selengkapnya