Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban, 11 Pelaku Dibekuk

GRESIK, 1minute.id – Satreskrim Polres Gresik meringkus 11 tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Belasan pelaku itu hasil pengungkapan 7 kasus selama sebulan, September hingga 29 Oktober 2026.

Selain tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk motor hasil kejahatan. Empat unit sepeda motor berhasil dikembalikan langsung kepada pemiliknya.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polres Gresik dalam menjaga kamtibmas dan menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Pengungkapan ini komitmen kami menekan curanmor. Empat motor kami kembalikan kepada korban sebagai bentuk kepastian hukum,” ujar AKBP Ramadhan Nasution di Mapolres Gresik pada Kamis, 29 Oktober 2026

Berdasarkan penyelidikan, para pelaku beraksi dengan berkeliling mencari motor yang tidak menggunakan kunci ganda atau pengaman tambahan. Setelah menemukan sasaran, pelaku merusak rumah kunci menggunakan kunci palsu atau kunci T.

“Modus tersangka berkeliling mencari kendaraan yang tidak kunci ganda,” tegas Kapolres.

Kasus tersebut terungkap di wilayah hukum Polres Gresik, yakni Kecamatan Menganti, Bungah, Panceng, Manyar, Dukun, Driyorejo, dan Gresik.

Kapolres mengimbau masyarakat lebih waspada dan tidak memberi celah pelaku. Pastikan motor terkunci saat parkir, gunakan kunci pengaman tambahan, parkir di tempat aman dan mudah diawasi, serta jangan tinggalkan kunci kontak meski sebentar.

Identitas Tersangka:

M.R. warga Morokrembangan, Krembangan, Surabaya; A.L.F. warga Abar-Abir, Bungah, Gresik; N.A. warga Abar-Abir, Bungah, Gresik; A.M. warga Paciran, Lamongan; S.T.C. warga Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya.

Kemudian, M.N.K. warga Pakis, Sawahan, Surabaya; D.R.J. warga Karanggeneng, Lamongan; F.A.W. warga Wiyung, Surabaya; S.D.C. warga Sawahan, Surabaya; M.S. warga Cablikan, Reban, Batang, Jateng; dan A.S. anak berkonflik dengan hukum (ABH) asal Jateng.

Pengungkapan ini disambut haru korban. Samsuri, Budi Santoso, Munawar, dan Linsy Putri mengucapkan terima kasih karena motor mereka kembali ditemukan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Gresik dan seluruh jajaran. Saya mengapresiasi kerja keras polisi karena sepeda motor saya akhirnya ditemukan,” ungkap Linsy Putri.

Para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman 7 tahun penjara atau denda kategori V. Masyarakat yang mengetahui tindak kriminalitas dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau Lapor Cak Rama di 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Curian ke Korban, 11 Pelaku Dibekuk Selengkapnya

God’s Fingerprint, Karya Kaligrafi Riyanto Bikin Pencinta Seni Surabaya Terpukau di Pameran Sastra Rupa Gresik

GRESIK, 1minute.id – Puluhan seniman Gresik menggelar pameran bertajuk Sastra Rupa di Sualoka Hub, Loteng Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Gresik.

Pameran digelar selama sebulan, 24 Oktober – 24 November 2026. Seniman yang ambil bagian di antaranya Aam Artbro, Aly Wafa, Ahmad Fery, Aris Daboel, Kak Komang, Joko Iwan, Sahlul Fahmi, Rachmad Bazuki, Rezzo Masduki, dan Muhammad Riyanto.

Setiap karya dilengkapi puisi bebas karya penyair Dewi Musdalifah. Seperti karya Joko Iwan, lukisan abstrak dengan pusaran ombak dan kapal yang seakan masuk pusaran. Karya berukuran 150 x 115 cm dengan media Acrylic on Canvas (AOC) ini dilengkapi puisi berjudul Tangkul. Bertaut mengarak ombak // Menyuar sinar bulan // Gemintang di pucuk laut //…

Sementara karya Muhammad Riyanto, kaligrafi berjudul God’s Fingerprint mendapat apresiasi dari Made Agus Sumantra, pegiat seni asal Surabaya yang membuka pameran dengan puisi berjudul PULANG. Aku pulang ke semesta, kembali ke danau hijau // tangan mawar, mata matahari // rambut melati, tubuh pohon jati //…

“Ada dua karya di ekshibisi Sastra dan Rupa ini. Judul karya saya, Alif City dan God’s Fingerprint,” kata Riyanto kepada 1minute.id pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Kaligrafi God’s Fingerprint berbeda dari karya lainnya. Saat 1minute.id menyambangi lokasi pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, suasana lengang. Semua karya tertempel rata di tembok. Namun, kaligrafi berukuran 130 x 130 cm ini tampil beda, seperti kertas lipat yang belum sempurna. Melengkung di empat sudut. Di bagian tengah mirip alat fingerprint dengan angka 99.

Makna God’s Fingerprint

Riyanto membagikan narasi karyanya:

Manusia menciptakan chip, Tuhan menciptakan manusia. Dari perbandingan itulah lahir karya berjudul God’s Fingerprint, sebuah perenungan visual tentang jejak Sang Pencipta dalam tatanan semesta.

Manusia yang sesungguhnya merupakan bagian kecil dari keseluruhan jejak penciptaan itu, divisualkan dalam bentuk sidik jari raksasa yang tersusun dari papan sirkuit dengan garis-garis berwarna.

Seperti sidik jari manusia, karya ini memiliki pola unik yang tidak pernah sama pada setiap individu, tapi tetap berada dalam satu sistem yang saling terhubung. Jika diamati lebih dalam, ini bukan sidik jari manusia biasa, melainkan sidik jari Ilahi.

Setiap lekuk dan alurnya diisi oleh chip-chip kecil bertuliskan prinsip-prinsip ketuhanan, menandakan bahwa dalam setiap kehidupan selalu berlaku hukum Ilahi yang bekerja.

Latar papan sirkuit menegaskan analogi bahwa semesta adalah sistem besar yang dirancang dengan kode, jalur, dan fungsi yang utuh. Warna-warni pada jalur itu melambangkan keberagaman manusia dan peristiwa.

“Ya, God’s Fingerprint adalah pengingat bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari desain besar,” ujar Riyanto.

Tentang Alif City

Kaligrafi Alif City : Pelukis kaligrafi Muhammad Riyanto (kanan) bersama Made Agus Sumantra, pegiat seni asal Surabaya saat pembukaan pameran Sastra Rupa di Sualoka Hub, Loteng Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Gresik. (Foto : Riyanto untuk Chusnul Cahyadi/1minute.id )

Sedangkan kaligrafi Alif City, pelukis berusia 52 tahun ini menjelaskan tentang goresan tangannya.

Menurutnya, Alif City adalah gambaran kota kecil yang modern, dengan teknologi terkini, informasi yang mudah diakses, dan fasilitas yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebuah kota yang menyatukan kehidupan individu dan sosial dalam kebersamaan, kerja sama, dan toleransi.

“Teknologi menjadi sarana untuk membangun kemajuan, menyebarkan informasi religi, dan memperkuat nilai-nilai keislaman. Media sosial tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga jalan untuk berbagi ilmu, kebaikan, dan kesadaran akan kehadiran Allah,” katanya.

Di Alif City, kemajuan berjalan berdampingan dengan iman. Perbedaan dihormati, kepedulian dijaga, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup tenang bersama keluarga.

“Alif City tentang Teknologi, Iman, dan Kehidupan,” pungkasnya.

Riyanto, pelukis kaligrafi aliran surealisme asal Kota Santri Gresik, Jawa Timur, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca, pamannya juga pelukis. Ia mengikuti jejak keluarganya dan aktif berpameran sejak 1991. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

God’s Fingerprint, Karya Kaligrafi Riyanto Bikin Pencinta Seni Surabaya Terpukau di Pameran Sastra Rupa Gresik Selengkapnya

Edy Hadisiswoyo Dilantik Jadi Pj Sekda Gresik, Gus Yani: Jaga Soliditas

GRESIK, 1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani resmi melantik Edy Hadisiswoyo sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Gresik pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pelantikan dilaksanakan di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik. 

Edy yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Perekonomian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik menggantikan Achmad Washil Miftachul Rachman yang memasuki masa purna tugas.

Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Gresik Nomor 800.1.3.3/253/437.73/M/2026, setelah mendapat persetujuan Gubernur Jawa Timur melalui surat tertanggal 23 Oktober 2026. Masa tugas berlaku sejak dilantik hingga paling lama tiga bulan atau sampai dilantiknya Sekda definitif.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu berpesan agar Pj Sekda baru dapat menjaga kekompakan birokrasi. “Tantangan ke depan kita hadapi bersama-sama. Saya harap bisa kompak, solid, dan sabar. Insyaallah diberikan kemudahan oleh Allah,” ujar Gus Yani.

Pada kesempatan itu, Gus Yani juga menyampaikan apresiasi kepada Achmad Washil atas pengabdian selama 5 tahun 1 bulan sebagai Sekda Gresik.

Gus Yani juga menyinggung program prioritas, yakni penguatan beasiswa pendidikan. Pemkab Gresik telah menganggarkan Rp 7 miliar pada APBD 2027 untuk subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp 2,5 juta per semester dan uang saku Rp 1 juta per semester. Ia berharap program tersebut dapat disinergikan dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang akan dibahas dalam Musrenbang CSR November 2026.

Sementara itu, Edy Hadisiswoyo menyampaikan terima kasih atas amanah tersebut dan memohon arahan dari Forkopimda serta seluruh kepala OPD.

“Bagaimana visi misi Bupati kita wujudkan bersama-sama dengan seluruh OPD. Saya harap bisa saling koordinasi, saling menjaga, dan bisa ada sebuah kekompakan,” kata Edy.

Pelantikan ini diharapkan menjaga keberlangsungan roda pemerintahan sembari menyiapkan pengisian jabatan Sekda definitif sesuai aturan yang berlaku. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Edy Hadisiswoyo Dilantik Jadi Pj Sekda Gresik, Gus Yani: Jaga Soliditas Selengkapnya

356 Koperasi Merah Putih di Gresik Sudah Berbadan Hukum, 259 Gerai Rampung

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Kamis, 22 Oktober 2026.

Rakor ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian pembangunan gerai, memastikan kesiapan operasional, serta menyusun tindak lanjut yang terukur.

Rakor dihadiri Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Gresik.

Berdasarkan data, Kabupaten Gresik memiliki 356 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum, terdiri dari 330 koperasi desa dan 26 koperasi kelurahan.

Perkembangan pembangunan per 19 Oktober 2026, sebanyak 259 gerai selesai dibangun, 6 gerai dalam pengerjaan, dan 91 gerai belum dibangun. Capaian ini meningkat dibanding data per 14 September 2026 yang mencatat 256 gerai selesai.

Untuk memastikan kesiapan operasional, sebanyak 190 KDKMP ditetapkan sebagai sasaran verifikasi dan validasi. Penetapan mengacu pada data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES) serta rekomendasi lokasi siap verifikasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Wakil Bupati dr. Asluchul Alif mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, rakor ini menjadi momentum menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar program strategis nasional berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.

“Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Koperasi Merah Putih merupakan instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa dan kelurahan, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Di Gresik, 356 koperasi sudah berbadan hukum,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia menegaskan, 356 koperasi berbadan hukum adalah modal awal. Namun keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah koperasi dan bangunan gerai, melainkan kemampuan beroperasi optimal, menjalankan usaha produktif, dan memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Wabup Alif juga menyoroti peran manajer Koperasi Merah Putih sebagai penggerak utama operasional. Manajer dituntut profesional, mampu mengidentifikasi potensi ekonomi wilayah, menyusun strategi usaha, membangun kemitraan, serta mengelola bisnis secara terencana dan akuntabel.

Selain profesionalisme manajer, sinergi antara manajer, pengurus, dan pengawas menjadi faktor penting untuk memastikan tata kelola berjalan baik.

“Harapannya masing-masing pihak menjalankan tugas dan kewenangannya secara proporsional, sekaligus mendorong inovasi dan pengembangan usaha yang memberi nilai tambah,” ujar Wabup Alif.

Melalui rakor ini, Pemkab mendorong percepatan operasionalisasi lewat penyelesaian pembangunan gerai, verifikasi dan validasi kesiapan lokasi, serta penguatan tata kelola dan pengelolaan usaha.

Ke depan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Gresik, meningkatkan kesejahteraan, menjadi wadah pengembangan produk unggulan desa/kelurahan, memperluas akses pasar UMKM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

356 Koperasi Merah Putih di Gresik Sudah Berbadan Hukum, 259 Gerai Rampung Selengkapnya

Wabup Gresik Luncurkan GEMMA KIA, Dorong Optimalisasi Buku Kesehatan Ibu Anak

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meluncurkan program GEMMA KIA di Hotel Aston Gresik, Kamis, 22 Oktober 2026.

Program ini diluncurkan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersamaan dengan seminar yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua Pokja Bunda PAUD, kepala OPD terkait, kepala puskesmas se-Kabupaten Gresik, kader kesehatan, Bunda PAUD, guru PAUD, dan perwakilan organisasi profesi.

GEMMA KIA atau Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asluchul Alif menegaskan komitmen Pemkab meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Ia menyebut angka kematian ibu pada 2026 masih meningkat dibanding 2025, sementara prevalensi stunting belum menunjukkan penurunan signifikan.

“Upaya ini membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh pihak agar hasilnya semakin optimal,” ujar dokter Alif, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 98 persen ibu hamil di Gresik telah memiliki Buku KIA yang dibagikan gratis melalui puskesmas. Capaian itu harus diimbangi dengan pemanfaatan optimal oleh ibu hamil, ibu balita, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan.

“Buku KIA bukan sekadar buku yang harus dimiliki, tetapi menjadi panduan penting untuk memahami kondisi kesehatan ibu dan anak, mengenali tanda bahaya, serta memantau tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Menurutnya, Buku KIA memuat edukasi sekaligus menjadi sarana pencatatan. Ibu hamil dan ibu balita perlu membaca, memahami, dan mengisi informasi terkait kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Suami dan keluarga juga harus dilibatkan.

Keterlibatan kader kesehatan dan guru PAUD dinilai penting untuk memperkuat edukasi dan pemantauan. Keduanya diharapkan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam pendampingan, pencatatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak.

“Melalui GEMMA KIA, kader kesehatan, guru PAUD, dan tenaga kesehatan harus memperkuat kolaborasi. Pendampingan dan edukasi berkelanjutan sangat penting,” tegasnya.

Pengisian Buku KIA yang konsisten dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan dan risiko gangguan kesehatan anak, sehingga penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.

Untuk mendukung kegawatdaruratan, Pemkab Gresik juga menyediakan layanan panggilan darurat 112, termasuk untuk kondisi darurat ibu dan anak.

“Saya berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang diterapkan konsisten di masyarakat. Tujuannya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menyampaikan tren kematian ibu dan bayi belum menunjukkan penurunan signifikan. Hingga Oktober 2026, kematian ibu tercatat 16 kasus, meningkat dari 11 kasus pada 2025.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius. Diperlukan penguatan pencegahan melalui keterlibatan seluruh pihak,” ujarnya.

Kepemilikan Buku KIA di Gresik memang sudah 98 persen, namun pengisian dan pemanfaatannya belum optimal.

“Buku KIA bukan sekadar catatan, tetapi instrumen penting untuk memantau kondisi ibu dan anak, mengenali tanda bahaya sejak dini, serta mendukung pengambilan keputusan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Melalui GEMMA KIA, Dinkes mengajak komitmen bersama memastikan Buku KIA diisi lengkap dan dimanfaatkan berkelanjutan. Kegiatannya meliputi komitmen pengisian lengkap oleh ibu hamil, ibu balita, kader, guru PAUD, dan nakes, pemberian notifikasi tanda bahaya kehamilan dan nifas oleh kader, penyampaian nomor panggilan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta pemberian penandaan Anak Pra Sekolah (APRAS) Paripurna.

“Keberhasilan GEMMA KIA tidak hanya diukur dari tingginya kepemilikan, tetapi dari kelengkapan pengisian dan pemanfaatan sehari-hari,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Luncurkan GEMMA KIA, Dorong Optimalisasi Buku Kesehatan Ibu Anak Selengkapnya

Membanggakan! SMPN 2 Gresik Satu-satunya di Gresik Lolos 30 Sekolah Energi Berdikari Pertamina se-Indonesia

GRESIK, 1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik atau SPENDAGRES terpilih sebagai Sekolah Energi Berdikari (SEB). Satu-satunya di Kota Santri, Kabupaten Gresik. Satu dari 30 sekolah di Indonesia.

Capaian ini membanggakan dunia pendidikan. Bagi civitas UPT SMP Negeri 2 Gresik, terpilih sebagai SEB yang diinisiasi Pertamina merupakan sebuah kepercayaan sekaligus kesempatan untuk memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program ini sejalan dengan semangat SPENDAGRES untuk tidak hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan, mampu berpikir kritis dan kreatif, serta memiliki keterampilan menghadapi tantangan masa depan.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, tim Universitas Pertamina hadir langsung ke sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil Gresik untuk kunjungan awal dan pengenalan program SEB. Kegiatan tersebut dihadiri dosen Universitas Pertamina, Bob Adyari dan Zahra Akbari A.

Rombongan disambut langsung Kepala SPENDAGRES, Mohammad Salim.

Menurut Salim, Sekolah Energi Berdikari merupakan program yang diarahkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, kepedulian, dan aksi nyata generasi muda di bidang lingkungan, energi, teknologi, serta keberlanjutan.

Melalui program ini, pembelajaran tidak berhenti pada teori di dalam kelas. “Siswa akan diajak mengamati, mencoba, mengolah, menciptakan, dan menerapkan solusi secara langsung di lingkungan sekolah,” kata Salim.

Program SEB dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari asesmen berbasis kondisi sekolah, sosialisasi SEB, pembentukan komunitas lingkungan (KCL), edukasi STEM, implementasi infrastruktur teknologi, pelatihan guru, proyek inovasi murid di bidang lingkungan, monitoring, hingga evaluasi.

Salah satu daya tarik utama adalah implementasi infrastruktur teknologi lingkungan. “SPENDAGRES berkesempatan mengembangkan berbagai inovasi, di antaranya panel surya atau PLTS, coding lingkungan, laboratorium kimia lingkungan, smart eco garden, smart water, biopori, smart waste bin, serta smart eco school untuk mendukung penghematan energi, khususnya penggunaan cahaya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menariknya, program ini juga memberikan kesempatan bagi satu murid untuk menjadi Green Warrior. Murid terpilih akan mendapatkan pembinaan sekaligus berkesempatan memperoleh beasiswa. Kehadiran Green Warrior diharapkan menjadi penggerak dan teladan dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.

“Dari sekolah, untuk bumi. Dari ide sederhana, menjadi aksi nyata. UPT SMP Negeri 2 Gresik siap menjadi bagian dari generasi yang belajar, bergerak, dan berdampak untuk murid,” tegas Salim. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Membanggakan! SMPN 2 Gresik Satu-satunya di Gresik Lolos 30 Sekolah Energi Berdikari Pertamina se-Indonesia Selengkapnya

Warga Berburu Sembako Berkualitas dan Murah di  Gerakan Pangan Murah Pemkab Gresik

GRESIK, 1minute.id – Dinas Pertanian Kabupaten Gresik kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Rabu, 21 Oktober 2026. 

Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di tingkat masyarakat. Harga juga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang akhir tahun.

Komoditas pangan strategis yang paling dibutuhkan masyarakat, antara lain, Mulai beras SPHP (Bulog), beras premium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging ayam beku, hingga beraneka produk olahan pangan beku.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil, menegaskan bahwa GPM merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mendekatkan akses pangan pokok kepada masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen.

​”Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu upaya Pemkab Gresik untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Washil. 

“Selain itu, kegiatan ini mendukung pengendalian inflasi daerah serta memperkuat daya beli masyarakat,” ia melanjutkan. 

Antusiasme masyarakat tinggi. Bahkan, datang sebelum GPM dibuka. Harapannya bisa mendapatkan sembako berkualitas, dan tidak merogoh kocek terlalu dalam. 

Aryanti, misalnya. Perempuan 40 tahun memborong sekarung beras SPHP kemasan 5 kg, minyak goreng, gula, bawang putih, hingga cabai rawit.

​”Kalau harga di sini jelas lebih murah daripada di pasar. Lumayan sekali selisihnya. Pasar murah seperti ini sangat membantu masyarakat kecil, saya berharap kegiatan ini sering-sering diadakan,” kata Aryanti yang diamini warga lainnya. 

​Melalui penyelenggaraan GPM secara berkala, Pemkab Gresik berharap ketahanan pangan daerah makin solid, ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, dan beban ekonomi masyarakat dapat terkurangi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Warga Berburu Sembako Berkualitas dan Murah di  Gerakan Pangan Murah Pemkab Gresik Selengkapnya

Ibadah Paling Mulia, Gus Yani Beri Penghargaan Pendonor Darah 50 Kali

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik memberikan penghargaan dan Lencana Donor Darah Sukarela (DDS) 50 kali.

Piagam penghargaan sebagai ungkapan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi para pendonor dalam membantu sesama itu diserahkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, disaksikan Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir, di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Kamis, 15 Oktober 2026.

Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani menyambut baik dan mengapresiasi dedikasi para pendonor darah sukarela. Menurutnya, aksi donor darah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama yang memberikan manfaat besar bagi kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.

“Ini adalah ibadah paling mulia karena dapat memberikan dampak positif bagi sesama yang membutuhkan, terutama untuk kesehatan,” katanya.

“Aksinya tidak pernah terlihat, tetapi mereka rutin mendonorkan darahnya. Darah yang didonorkan itu kemudian didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan perlu terus ditingkatkan seiring perubahan pola hidup. Upaya membangun masyarakat yang sehat harus berjalan beriringan dengan penguatan kepedulian sosial.

“Kita terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. Harapannya, semangat donor darah dan kepedulian untuk membantu sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendonor darah sukarela yang telah berkontribusi membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat.

Ia menegaskan, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan orang lain. Setiap darah yang didonorkan menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan, bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendonor yang telah dengan sukarela menyumbangkan darahnya. Setetes darah yang kita berikan mungkin sederhana bagi kita, tetapi dapat menjadi harapan dan bahkan menyelamatkan nyawa bagi saudara kita yang membutuhkan,” ujar Nadlir.

Pemberian penghargaan dan lencana kepada pendonor darah 50 kali ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat solidaritas dan kemanusiaan di Kabupaten Gresik. Dedikasi para pendonor diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara sukarela.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Gresik, PMI, dan masyarakat, ketersediaan stok darah di Kabupaten Gresik diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan darah bagi pasien dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Ibadah Paling Mulia, Gus Yani Beri Penghargaan Pendonor Darah 50 Kali Selengkapnya

Bos Family Bakery Bagi Kiat Sukses Bisnis di SMPN 1 Gresik

GRESIK, 1minute.id – UPT SMP Negeri 1 Gresik (Spensa) menghadirkan program ORASI (Orang Tua Sumber Inspirasi). Narasumbernya Moh. Tajuddin, CEO Family Bakery yang juga Kepala Rekam Medik Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini dipusatkan di halaman sekolah, Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Para siswa belajar langsung dari perjalanan, pengalaman, dan kisah inspiratif tokoh yang telah berkarya di bidangnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan murid dapat memperluas wawasan, menumbuhkan semangat belajar, membangun motivasi, serta berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan yang gemilang,” kata Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya.

Ia berpesan agar seluruh siswa serius menyimak kisah inspiratif dari salah satu wali murid yang sukses tersebut.

Dalam kesempatan itu, Tajuddin membagikan kiat sukses membangun usaha Family Bakery. Menurutnya, kesuksesan itu merupakan perpaduan antara strategi bisnis cerdas, kekuatan spiritual, dan restu orang tua.

“Saat ini, Family Bakery telah memiliki empat cabang di Gresik, Surabaya, dan Lamongan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kesuksesan sangat dipengaruhi oleh pola pikir. Pola pikir itu bukan sekadar soal angka, melainkan menekankan tiga hal penting. Pertama, Solusi Nyata: menyediakan roti sehat dan halal untuk keluarga. Kedua, Dampak Positif: memberdayakan warga sekitar Gresik. Ketiga, Keberkahan: usaha yang membawa ketenangan jiwa.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dua sayap kesuksesan, yakni Ikhtiar Bumi dan Ikhtiar Langit.

Ikhtiar Bumi diwujudkan melalui inovasi resep, pelayanan prima, dan strategi pemasaran. Hal yang perlu diperhatikan adalah integritas tinggi dengan kualitas bahan baku tanpa kompromi, semangat belajar dengan terus mengevaluasi resep dan tren pasar, serta niat kebaikan untuk melayani pelanggan bak keluarga sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Cendekiawan Muslim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik tersebut.

Sementara Ikhtiar Langit mengandalkan kekuatan spiritual, doa, dan sedekah. Karena hasil akhir mutlak milik Sang Maha Pemberi Rezeki.

Ia pun membagikan tips sukses: mengawali pagi dengan salat Duha sebelum membuka toko, sedekah rutin melalui program Jumat Berkah untuk melapangkan jalan, dan mengutamakan keberkahan di atas segalanya.

“Resep seenak apa pun, bisnis akan sulit mengembang tanpa ragi restu orang tua. Rida Ilahi terletak pada rida orang tua,” tandas Kaji Tajuddin, sapaan akrab Moh. Tajuddin.

Di akhir kegiatan, ia membeberkan formula pengusaha paripurna: Cerdas Akal dengan strategi tajam dan kualitas terjaga, Bersih Spiritual dengan ibadah konsisten dan sedekah rutin, serta Berbakti dengan memuliakan ayah dan ibu. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bos Family Bakery Bagi Kiat Sukses Bisnis di SMPN 1 Gresik Selengkapnya

Gerak Cepat Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Ringkus DC Pinjol Ilegal di Lampung

GRESIK, 1minute.id – Komitmen Quick Wins Kapolri soal pemberantasan pinjol ilegal dibuktikan Polres Gresik. Seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) abal-abal berinisial S (29) ditangkap di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Lampung.

S ditangkap atas kasus pemerasan melalui media elektronik dengan ancaman penyebaran data pribadi. Satu rekan S berinisial A kini ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Viral beberapa hari lalu ada korban datang ke Polsek Manyar saat kami kunjungan, langsung kami tindaklanjuti. Alhamdulillah bisa terungkap dalam waktu singkat, uang sudah dikembalikan ke korban,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution di Mapolres Gresik, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ramadhan menegaskan, pengungkapan ini merupakan atensi 100 hari kerja Quick Wins Kapolri dalam penanganan penipuan digital dan pinjol ilegal. “Kami berkomitmen akan serius menangani laporan serupa,” kata alumnus Akpol 2006 itu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo menjelaskan, tersangka ditangkap di lokasi saat melancarkan aksinya. “Saat penangkapan ada yang melarikan diri, kami tetapkan DPO,” ujar Prasetyo.

Peras Korban Pakai Foto Vulgar Edit KTP

Kasus ini terbongkar berkat keberanian korban berinisial BPS, warga Kecamatan Manyar. Pada 22 September 2026, BPS mendapat teror WhatsApp dari beberapa nomor yang mengaku DC pinjol.

Awalnya BPS ditagih Rp 1,6 juta dari aplikasi Pinjam Amanah yang belum jatuh tempo. Karena takut, ia membayar lunas.

Tak berhenti, pelaku kembali menagih Rp 2,9 juta mengatasnamakan aplikasi Dana Dompet. Padahal BPS tak pernah meminjam di aplikasi tersebut. Pelaku memberi waktu 10 menit dan mengancam menyebar data pribadi.

Karena takut, BPS transfer Rp 2,9 juta via virtual account. Pelaku kembali meminta Rp 3,4 juta lewat VA berbeda. Korban menolak.

Pelaku kemudian mengirim gambar editan: foto korban masuk daftar DPO lengkap dengan foto KTP, serta foto KTP korban yang digabungkan dengan konten pornografi. Ketakutan, BPS melapor ke Polres Gresik. Polisi menyita dua unit handphone milik tersangka.

Bermodus Kelompok, Raup Rp 60 Juta Per Bulan

Hasil penyidikan, S mengaku bekerja dalam kelompok terorganisir. Ada peran pemberi perintah, penagih, hingga pemeras. Data korban berupa foto KTP dan wajah didapat dari AG (DPO).

“Data diduga diperoleh dari sebuah situs berbahasa Mandarin yang memuat data nasabah sejumlah aplikasi pinjol ilegal,” ungkap Prasetyo.

S mengaku beraksi sejak Desember 2025 dengan target 5 orang per hari dan meraup Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per bulan. Polisi masih mengembangkan kasus untuk membongkar aliran dana dan sumber data pribadi. Atas perbuatannya, tersangka terancam 6 tahun penjara dan/atau denda kategori V.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengembalikan utuh uang Rp 2,9 juta milik korban. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres dan jajaran Polres Gresik yang cepat dan sigap menangani kasus ini. Uang sudah saya terima utuh,” ucap BPS.

Polres Gresik mengimbau warga tidak panik jika mendapat tagihan dari nomor tak dikenal. Cek tagihan hanya lewat aplikasi resmi, pastikan pinjol legal dan terdaftar di OJK. Jangan asal memberikan foto KTP dan wajah.

Jika diteror, jangan hapus bukti percakapan dan segera lapor ke 110 atau Lapor Cak Rama 081188002006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gerak Cepat Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Ringkus DC Pinjol Ilegal di Lampung Selengkapnya