GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, segera menerbitkan peraturan bupati (Perbup) terkait pelaksanaan pertemuan tatap muka (PTM). Persiapan PTM itu sering menurun status Kota Santri menjadi zona oranye di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.
“Hari ini akan saya konsultasikan dengan Pak Bupati terkait perlunya kembali menerbitkan surat edaran PTM, mengingat turunnya status penyebaran Covid-19,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-37 PWI Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.
Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengatakan terbitnya perbup atau surat edaran juga akan dibarengi dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar. “Untuk hari ini, pelaksanaan vaksinasi pelajar digelar di tempat saya dibantu TNI juga, yakni di Pondok Pesantren Qomarudin sehingga nantinya ketika terbit aturan bupati, pelaksanaan PTM bisa segera dilakukan,” katanya.
Ia mengatakan, penerbitan aturan baru PTM perlu dilakukan karena aturan lama yang tertuang dalam Perbup Gresik Nomor 50/2020 yang ditetapkan pada 3 Desember 2020 kurang sesuai dengan kondisi saat ini. Perbup itu tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa transisi menuju tatanan Normal Baru pada kondisi Covid-19 di Gresik.
Dalam aturan baru itu, kata Bu Min, nantinya akan tetap mengacu pada aturan yang telah ditentukan Satgas Covid-19 yakni dengan protokol kesehatan yang ketat, disertai jumlah kehadiran siswa maksimal 50 persen. “Pak bupati juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah terkait aturan baru itu, dan diharapkan secepatnya bisa dikeluarkan aturan itu sebagai panduan PTM nantinya,” katanya.
Sebelumnya, tren perkembangan Covid-19 di Gresik tercatat terus menurun. Data Dinkes Gresik per Senin, 23 Agustus 2021 mencatat Bed Occupancy ratio (BOR) rumah sakit sudah berada di angka 16,27 persen atau hanya 88 pasien. Dan kasus aktif menyisakan 490 orang. (yad)
GRESIK,1minute.id – Vaksinasi merambah kampus. Ribuan mahasiswa di Universitas Qomarudin, Bungah mengikuti vaksinasi yang digagas oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021.
Serbuan vaksin di kampus di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik bagian percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri ini. Vaksinasi sebanyak 2 ribu mahasiswa akan berakhir Rabu, 25 Agustus 2021 nanti.
Ketua PC IKA PMII Gresik Aminatun Habibah menjelaskan, percepatan vaksinasi terus dilakukan supaya segera membentuk herd immunity sesuai target pemerintah 70 persen paling lambat akhir tahun ini. Sampai saat ini target tersebut belum tercapai. Data Dinkes Gresik menyebutkan warga yang telah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua baru mencapai 40-an persen. IKA-PMII turut serta berkolaborasi dengan pemerintah melakukan vaksinasi.
“Semoga usaha kita dalam membentuk herd immunity segera tercapai. Sehingga masyarakat gresik bisa terhindar dari pandemi Covid-19,” kata Aminatun Habibah yang juga Wakil Bupati Gresik itu. Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengapresiasi antusiasme mahasiswa untuk vaksinasi. Selain warga Gresik, ada juga yang berasal dari Lamongan dan Surabaya. “Alhamdulillah, gresik sudah masuk zona oranye. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Semoga kasus Covid-19 terus menurun hingga menjadi zona kuning,”harap Bu Min.
Meski sudah dilakukan vaksin, protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, jangan sampai menciptakan kerumunan. “Kami juga berikan sembako, obat-obatan dan hand sanitizer kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19,” imbuhnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tren Covid-19 menurun. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan coronavirus disease 2019 di Gresik tersisa 16,27 persen atau hanya 88 orang. Namun, partisipasi masyarakat dan perusahaan membantu Pemkab Gresik dalam penanganan Covid-19 terus mengalir.
Diantaranya, PT Pembangkitan Jawa-Bali UP Gresik. Perusahaan pelat merah berlokasi Jalan Harun Thohir, Gresik melalui dana Corporate Social Responbility (CSR) memberikan bantuan 5 unit tabung oksigen medis. Tabung Oksigen medis warna putih masing-masing berukuran 6 meter kubik (m³) itu diserahkan oleh General Manager PJB UP Gresik Sidik Wiyono kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Rumah Dinas Wabup di Jalan Basuki Rahmat pada Senin, 23 Agustus 2021.
Wabup Aminatun Habibah menyatakan tabung oksigen ini akan ditempatkan di Posko darurat yang ada di lima wilayah kerja (Wilker) Gresik. “Adanya sinergi antara Pemerintah dengan swasta ini merupakan bentuk gotong royong agar kita segera keluar dari pandemi. Dalam penanganan pandemi Covid-19, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerjasama yang intens dengan semua pihak agar pandemi segera bisa diatasi,”katanya.
Ia melanjutkan, saat ini sudah tidak direkomendasikan pasien Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Namun Posko Covid yang ada di tiap wilayah eks wilayah Kerja Pembantu Bupati Gresik ini tetap menyiapkan tabung oksigen untuk melayani masyarakat refill ke tabung kecil.
Sebab, ada beberapa kriteria pasien yang masih diperbolehkan isoman dengan pengawasan ketat tenaga medis. Misalnya, pasien lansia berumur diatas 65 tahun, anak dibawah 12 tahun, ibu hamil dan menyusui serta pasien berkebutuhan khusus. “Tabung Oksigen ini akan ditempatkan di Posko darurat yang ada,”kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Budaya literasi masih terjaga di SD Iradah Full Day Education di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berujung saat ini. Sebanyak seratus siswa di sekolah berlokasi di Kompleks Perumahan Graha Bunder Asri (GBA) di Kecamatan Kebomas, Gresik itu berkirim surat kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Seratus surat itu sebuah buku yang berjudul “Surat Kecil Untuk Gus Yani”. Isinya sebuah harapan dan doa siswa kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Penasaran seperti apa isi buku “Surat Kecil untuk Gus Yani ” itu. Simak ya…, karya Nasywa Khailila Nauthaputri, kelas IV SD Irada.
PENULIS CILIK: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Nasywa Khailila Nauthaputri, sisw kelas IV SD Irada, salah satu penulis buku Surat Kecil untuk Gus Yani (Foto : Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)
“... Pak Bupati yang terhormat. Media sosial selalu mengabarkan bahwa kasus Covid ini semakin meningkat dari waktu ke waktu. Itu sebab, kegiatan belajar di sekolah dan momen bertemu guru juga teman-teman kembali tertunda. Seragam yang memulai kekecilan tanpa pernah terpakai lagi. Bahkan tahun ini saya naik kelas tampa masuk kelas. Dampak pandemi memang luar biasa. Pak Bupati yang baik, rasanya baru kemarin Bunda saya bilang, “jangan main HP terus, nak. Ayo berangkat sekolah”. Dulu anak-anak tidak boleh main HP, tapi disuruh belajar dan pergi sekolah. Akan tetapi sekarang berbanding terbalik. Anak-anak tidak boleh pergi sekolah, tetapi belajar dirumah menggunakan HP. Bertemu teman atau guru juga melalui HP.Bahkan, saya diajak silaturrahmi dengan nenek di Jakarta juga dengan HP. Dampak pandemi menang luar biasa ya, Pak! Tapi ini semua adalah hikmah Allah SWT dalam bentuk yang berbeda. Kita semua merasakan dampaknya, tidak terkecuali. Pak Bupati yang baik, semoga bapak selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT, dan semoga bapak bisa menjadi pemimpin yang amanah dan selalu di hati rakyat. Dan, sebagai pelajar, tugas saya adalah belajar sungguh-sungguh, baik belajar dunia dan akhirat. Dan, hikmah yang saya dapat dari pandemi adalah hidup ini bukan soal panjang dan pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga pandemi segera berakhir dan semoga kota Gresik menjadi lebih baik. Tetap semangat bapak Bupati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Membantu mereka yang membutuhkan, teruslah menjadi orang baik dan dikagumi masyarakat. Semoga Bapak sehat selalu. Amin ya robbal alami…”
Sementara itu, penyerahan Buku ini disampaikan melalui Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.
Mereka diundang dalam rangka rangkaian Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut pada Kamis, 19 Agustus 2021.
Didampingi oleh Kepala Sekolah SD Iradah Shobirin, salah satu siswanya bernama Nasywa Khalilah Nauthaputri. Ia siswa kelas IV yang merupakan salah satu penulis surat kecil untuk Gus Yani menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu.
“Insya Allah nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati. Salam Bapak Bupati untuk semua masyarakat sekolah SD Iradah dan mohon maaf Bapak Bupati tidak bisa hadir kali ini karena ada undangan Presiden di Madiun,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.
Bu Min Wabup smengapresiasi upaya para guru SD Iradah yang dapat mendidik dan memotivasi anak didiknya sehingga bisa membuat karya literasi. “Saya berharap prestasi ini bisa menular kepada sekolah yang lain sehingga nantinya seluruh sekolah yang ada di Gresik ini bisa berprestasi juga,”kata Bu Min.
“Kepada Kepala Sekolah dan para guru yang masih tampak sangat muda-muda dan enerjik ini saya sampaikan banyak terima kasih. Saya bangga kepada anda sebagai pendidik yang kreatif bisa mengantarkan anak didik menuju masa depan,”imbuhnya.
Selain Launching buku, SD Iradah Gresik juga memberikan santunan yatim piatu yang dikumpulkan dari para orang tua murid dan guru. Panitia berhasil mengumpulan dana sebesar Rp 91,56 juta.
Menurut Kepala SD Iradah Shobirin, kegiatan santuanan yatim piatu ini rutin dilangsungkan setiap tahun baru Islam, Muharram. Tahun ini, ada 225 yatim piatu yang bisa kami santuni termasuk kepada yatim piatu anak didik SD Iradah Sendiri. “Selama berlangsunya pandemi ini saja, ada 5 anak yatim dan piatu baru yang orang tuanya meninggal dunia terpapar Covid-19,”kata Shobirin. Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan Gresik telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi anak yatim piatu akibat Covid-19. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah blusukan ke Desa Kesamben, Kecamatan Driyorejo pada Kamis, 19 Agustus 2021. Wabup perempuan pertama di Kota Santri itu ke desa itu untuk membagikan sembako kepada masyarakat terdampak corona virus disease 2021.
Diantaranya, ke rumah mbah Juan dan nenek Amanah. Keduanya, lanjut usia (lansia). Usianya 70 tahun. Mereka tinggal sejumlah. Keduanya, lumpuh. Bahkan, nenek Amanah mengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah seperti menahan air matanya setelah melihat kondisi kesehatan mbah Jaun yang hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Badan kakek 70 tahun itu terlihat kurus. Bu Min yang didampingi Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr Mukhibatul Husna, Camat Driyorejo Narto dan tim pendamping program keluarga harapan (PKH) setempat. “Ini kulo Bu Min (Wabup Gresik), Mbah. Semoga bantuan ini semooga bisa mencukupi keperluan sehari- hari,”ujar Bu Min. Mbah Jaun mengucapkan terima kasih. “Alhamdulillah, kulo maturnuwun Bu,”ucap Mbah Jaun lirih nyaris tidak terdengar.
Selain memberikan bantuan kepada Mbah Jaun. Bu Min menyerahkan bantuan kepada nenek Amanah. Bantuan dari tim PKH Driyorejo itu diserahkan kepada cucu Mbah Juan dan Amanah. “Semoga bermanfaat nggih mbah, Saya doakan semoga lekas sembuh dan bantuan ini bisa bermanfaat,”imbuh Bu Min.
Bu Min menyatakan pemberian bantuan kepada Mbah Jaun dan Mbah Amanah ini merupakan salah satu program dari Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Program bantuan sosial keluarga harapan yang digawangi oleh Dinas Sosial ini menyasar kelompok masyarakat lanjut usia, 70 tahun ke atas. “Tujuan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup para lansia,”kata Bu Min. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wabah Covid-19 telah merengut kebahagiaan banyak orang. Termasuk anak-anak. Masa kebahagiaan bersama dengan orang yang mereka sayangi terasa begitu cepat berakhir. Mereka menjadi yatim bahkan yatim piatu.
Sebab, orang tuanya meninggal. Fathrur, diantaranya. Bocah kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Dalam dua hari, bocah menggemaskan itu harus berpisah dengan bapak, ibu dan adik yang ada dalam kandungan. Mereka meninggal karena terpapar coronavirus disease 2019.
Fathrur tidak sendirian. Diduga masih banyak anak yang menjadi yatim dan piatu. Sebuah fenomena gunung es. Pemerintah pun harus hadir untuk membangkitkan semangat mereka. Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Senin, 9 Agustus 2021.
Bu Min, sapaan akrabnya, mengumpulkan 25 anak yatim dan piatu di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Mereka dihadirkan untuk mendapatkan bantuan. Bantuan dari Bu Min, juga berasal dari sejumlah pihak. Antara lain, UPT Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur dan UPT Perlindungan Rehabilitasi Social Marsudi Putra (PRSMP) Surabaya yang memprakrasai kegiatan itu.
Pada kesempatan itu, Bu Min memotivasi mereka untuk tetap semangat dan rajin belajar. Pemkab Gresik telah menyiapkan beasiswa untuk membiayai sekolah anak-anak semua. “Teruslah belajar bahkan harus lebih semangat. Pemerintah telah menyiapkan beasiswa untuk membiayai sekolah anak-anak semua,”kata Wabup.
Selain rajin belajar, Bu Min juga mengingatkan mereka untuk mematuhi protokol kesehatan. Sering mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan tidak bergerombol. “Doakan Covid-19 bisa segera berakhir,”kata Bu Min.
Ia menceritakan, tentang anak-anaknya dulu yang sejak kecil sudah ditinggal bapaknya. “Suami saya dulu meninggal saat anak-anak saya masih kecil. Alhamdulullah, saat ini pendidikannya juga sudah selesai bahkan sudah lulus S2. Makanya, anak-anak harus tetap semangat belajar agar kelak mendapat kesuksesan.” Kata Bu Min.
Sementara itu, Kepala UPT PRSMP Surabaya Pitono mengatakan bahwa pihaknya membawa beberapa orang instruktur untuk memberikan bantuan layanan psikososial. “Layanan kami tidak hanya kepada anak yang hadir disini, tapi anak-anak yang belum sempat hadir akan kami datangi rumahnya,”kata Pitono.
Plt Kepala Dinas Sosial Mukhibatul Khusnah mengakui bahwa tidak semuanya anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat covid ini bisa hadir disini. “Jumlahnya belum terinput semuanya, saat ini tengah proses. Pemerintah Kabupaten Gresik tengah menyiapkan paket bantuan untuk meringankan beban anak-anak tersebut sehingga masa depan anak-anak ini bisa lebih terjamin,”tandas dr Mukhibatul Khusnah yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Gresik itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Genderang perang percepatan vaksinasi ditabuh oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 2 Agustus 2021. Ratusan relawan tenaga (nakes) Gresik Tangguh diapelkan di halaman Kantor Bupati Gresik. Apel pagi yang juga diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik itu dipimpin oleh Bupati Fandi Akhmad Yani.
Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, tren kasus baru coronovirus disease 2019 (Covid-19) cenderung menurun. Keterisian rumah sakit dan puskesmas dibawah 70 persen. “Ketika tren menurun ini, saat yang tepat untuk melakukan percepatan vaksinasi,”kata Gus Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah.
Apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh ini dihadiri oleh Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti berbeda. Meski, tanpa pengibaran bendera, pemimpin apel membacakaan teks Pancasila sehingga apel terasa lebih heroik.
SIMBOLIS : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Gresik Aminatun Habibah memakaikan jaket relawan dalam Apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 2 Agustus 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Gus Yani menegaskan, ratusan relawan itu dipersiapkan untuk serbuan vaksinasi di sejumlah tempat di Kota Santri. Awalnya, vaksinasi center dibuka Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Kini, tempat vaksinasi diperluas. Yakni, akan dilakukan di dua destinasi wisata di Gresik Utara. Yakni Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk ; Wisata Gogosari (Wagos) di Desa Gosari. Keduanya di Kecamatan Ujungpangkah. Kemudian, Wisata Indah Pasir Putih Delegan (Wisid) di Desa Delegan, Kecamatan Panceng. Serta di Gresik Selatan dipusatkan di Destinasi Lontar Sewu di Desa Randegansari, Kecamatan Menganti.
Vaksinasi center tersebar merata yakni Gresik Kota, Utara dan Selatan ini mengadopsi sistem di WEP yaitu menggunakan sistem pendaftaran online. Sedangkan, serbuan vaksinasi ke desa-desa atawa Vaksinasi Goes to Village pendaftaran secara offline. Di Pulau Bawean, berjarak 180 mil laut di pusat Kota Gresik, serbuan vaksinasi dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dari Kesatuan Angkatan Laut diwakili Komando Armada II mulai Rabu hingga Sabtu, 28-31 Juli 2021. Selama empat hari itu, 10.500 warga Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean telah mendapatkan dosis pertama vaksin merek Sinovac itu.
“Nakes sudah siap. Ketika gelontoran vaksin diperkirakan pada Agustus dan September 2021 mendapatkan distribusi vaksin sangat besar. Kita bisa langsung melakukan serbuan vaksinasi di Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ratusan relawan nakes yang terlibat dalam serbuan vaksinasi ini, imbuhnya, Pemkab Gresik optimistis target capaian herd community alias kekebalan kelompok bisa cepat teralisasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.
Ia menambahkan pemerintah pusat menargetkan akhir Desember 2021, sudah terbentuk herd community (kekebalan kelompok). Herd community akan terbentuk bila mayoritas penduduk atau sekitar 70 persen telah mendapatkan vaksinasi. “Pemkab Gresik sudah siap untuk membentuk herd community dengan partisipasi ratusan relawan nakes yang telah terlatih ini,”katanya.
DIALOG FORKOPIMDA : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua PN Gresik Wiwin Arodawanti, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 2 Agustus 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Terpisah, Koordinator relawan nakes Gresik Tangguh dr Singgih Widi Pratomo mengatakan,para relawan ini memang terpusat untuk lima tempat vaksinasi. Namun demikian, beberapa tempat lain juga akan melaksanakan vaksinasi ini. Sesuai informasi dari Dinas Kesehatan Gresik. Bila nanti ada droping besar vaksin, 32 Puskesmas, 76 klinik swasta serta 5 tempat pusat vaksin juga akan melaksanakan vaksinasi.
“Untuk tenaga vaksinator sudah siap, tempat vaksin juga sudah siap, tinggal menunggu vaksinnya saja,” tandas Singgih. Masih menurut Singgih, animo masyarakat untuk vaksinasi sangat tinggi. Namun, karena kekurangtahuan masyarakat tentang vaksinasi belum maksimal. Akibatnya, ketika dilakukan skrening cukup banyak yang gagal. Dia mencontohkan, warga memiliki penyakit penyerta (kormobid). “Kegagalan ikut vaksinasi karena gagal sekrening kesehatan ini diperkirakan mencapai 10 persen,”kata Singgih. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tidak kata terlambat untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Kaum hawa di Kota Santri pun mau berpangku tangan. Emak-emak itu mendirikan dapur umum di rumah dinas Bupati pada Jumat, 30 Juli 2021.
Ada dua tenda yang akan digunakan untuk memasak. Dalam tenda itu, semua kebutuhan memasak. Seperti kompor, wajan besar dan perkakas lainnya. Untuk mengawali beroperasinya dapur umum untuk masyarakat terdampak corona virus disease 2019 (Covid-19) itu, Bupati dan istri, Fandi Akhmad Yani – Nurul Haromaini serta Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ikut sibuk. Memasak , menggoreng lauk. Menu masakan malam itu nasi campur.
Ada daging, telur, dan sayur. Ada juga susu. Usai menggoreng Gus Yani – sapaan akrab – Bupati Fandi Akhmad Yani menyemangati para relawan yang bekerja untuk membantu sesama warga yang terdampak pandemi Covid-19. “Tidak ada kata terlambat dalam membantu sesama,”kata Gus Yani.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, bantuan dari dapur umum ini akan disalurkan malam hari. Pagi hari, imbuhnya, ada bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kemudian Posko Darurat yang tersebar di empat titik wilayah daratan Gresik dan satu di Pulau Bawean juga menyalurkan bantuan makanan, vitamin.
Jadi warga Gresik yang terdampak pandemi Covid-19 menerima bantuan makanan. Awal dibuka hari ini, ada 150 nasi kotak dari dapur umum disebar ke wilayah perkotaan. “Kedepan, setiap hari ada hampir 100 nasi kotak, diantar malam hari. Nanti akan digilir, besok di kecamatan mana besoknya ganti dikecamatan mana. Kami sebar merata,”kata Bu Min-panggilan-Wabup Aminatun Habibah.
Selain para relawan, ada ahli gizi yang memantau setiap masakan di dapur umum rumah Bupati Gresik. Kemudian Pramuka juga dilibatkan dalam mendistribusikan makanan kepada warga. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gresik kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) 2020. Keputusan ini didapat saat acara penghargaan Kabupaten Kota Layak Anak 2021 bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) di Jakarta. Penghargaan tersebut akan diserahterimakan pada minggu kedua September 2021.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai mengikuti upacara penganugerahan secara virtual di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 29 Juli 2021. Serta, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik Adi Yumanto beserta segenap Pejabat terkait.
Wabup Aminatun Habibah mengatakan penghargaan KLA bisa diraih Pemkab Gresik karena adanya partisipasi dan dukungan semua pihak.
“Terimakasih kepada para Gugus Tugas KLA dan semua stakeholder yang selama ini telah bersinergi dan mendukung mewujudkan Gresik sebagai Kabupaten Layak Anak. Saya bersama Gus Yani Bupati dan Kita semua, siap mendukung program nasional yaitu mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030,”kata Bu Min-sapaan-Wakil Bupati Aminatun Habibah.
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga saat menyampaikan sambutan mengajak kabupaten /kota untuk menyukseskan program Idola 2030. Capaian sebagai KLA, karena Kota Santri-sebutan Lain–kabupaten Gresik sudah memenuhi 24 indikator yang mencerminkan lima klaster hak anak.
Yakni pemenuhan hak sipil dan kebebasan hak anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan perlindungan khusus.
Kedepan Pemkab memperbanyak pembangunan tempat bermain yang ramah anak.Dinas KBPPPA akan bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dan, Dinas Pendidikan akan memperbanyak Resource Center paling tidak ada satu disetiap wilayah eks-wilayah kerja (Wilker) Pembantu Bupati.
“Sukses KLA ini tidak murni tugas KBPPPA, tapi harus bersinergi dengan banyak OPD dan berbagai elemen yang ada untuk merealisasikan Idola 2030,” tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas KBPPPA Gresik dr Ady Yumanto telah menyiapkan inovasi serta pengembangan untuk memastikan anak-anak terlindungi, dan terpenuhi hak-haknya. “Bersama PKK kami akan lebih aktif lagi untuk memastikan tumbuh kembang anak,”tegasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelontor beras bagi warga terdampak Covid-19. Penyaluran bantuan untuk jaring pengaman sosial di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ini sebanyak 86.553 ton beras.
Program Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 itu diserahkan simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di pendapa Kecamatan Kebomas pada Selasa, 27 Juli 2021.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pandemi Covid-19 berat. Semua terdampak. Baik usaha kecil maupun besar. “Mulai penjual gorengan maupun yang besar,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.
Pemberian bantuan 86.553 ton beras ini sebagai bentuk pemerintah hadir. Rinciannya, 47.765 ton beras untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan 38.886 ton beras untuk bantuan sosial tunai (BST). Plus 3 ton beras dari Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Gresik. “Mari selalu berdoa agar kondisi segera selesai,” imbuhnya.
Bupati lebih jauh menyatakan bahwa bantuan sebanyak 86 ribu ton lebih itu akan tersebar di 18 kecamatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Insya Allah 86 ton akan tersebar di Kabupaten Gresik. Semoga sedikit bantuan ini bisa membantu masyarakat,” tegasnya.
PENERIMA MANFAAT : Warga penerima manfaat ketika pulang sambil membawa beras premium program pemerintah di kantor Kecamatan Kebomas, Gresik pada Selasa, 27 Juli 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Gus Yani meminta kepada masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan (prokes). “Mari dari diri kita sendiri yang menjadi pelopor kesehatan,” pungkasnya.
Gus Yani melanjutkan Pemkab Gresik telah melakukan upaya maksimal untuk membantu masyarakat terdampak. Di antaranya, melalui Posko Darurat Covid-19 Gresik, dengan ada sejumlah badan dan lembaga amil zakat (BSZ/LAZ) yang mem-back up.
“Insya Allah BAZ dan LAZ sudah berjuang selama 3 minggu mengelola posko darurat untuk warga yang sedang isolasi mandiri (isoman), termasuk kebutuhan hazmat dan multivitamin. Hampir semua masyarakat kenal posko darurat,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 ini dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Asisten I Tursulowanto Harijogi, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara Nur Juliansa Rahman, Kepala Dinas Sosial Sentot Supriyohadi, Kadisparbud Gresik Agustin Halomoan Sinaga, Camat Kebomas Miftahul Huda, Sekcam Kebomas Zainul Arifin, Camat Gresik Purwanto, Camat Manyar Nadlelah, Ketua Posko Darurat Covid-19 Gresik Zainal Abidin, dan Koordinator Pendamping PKH Lestari Widodo.
Sementara itu, Wabup Aminatun Habibah mengaku senang karena pemerintah bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Beras sudah ada. Tinggal pembagiannya. Untuk itu, saya minta pendamping PKH (pendamping keluarga harapan) segera menyalurkan,”ujarnya.
Wabup Bu Min meminta pendamping PKH agar bisa memilah penerima bantuan karena yang terdampak Covid-19 cukup banyak. “Semoga bantuan terus mengalir,”harapnya.
Ia juga meminta agar para pedagang kopi dan PKL yang terdampak juga diperhatikan, karena terdampak PPKM. Termasuk pekerja seni, para penceramah. “Sekarang boleh ngopi cuma 20 menit,”katanya.
Diungkapkan, bahwa akan ada tambahan bantuan dari Korpri. Selain itu, bupati dan wabup juga akan memberikan gajinya untuk warga terdampak Covid-19. “Insya Allah dengan jalan kebersamaan, kesulitan bisa disanggah bersama-sama,” jelasnya. “Kami minta camat, lurah, kades, dan lainnya bekerja sama,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Gresik Sentot Supriyohadi menambahkan, total bantuan sebanyak 86.553 dari Kemensos tersebut merupakan tambahan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) dengan masing-masing mendapatkan tambahan 10 kilogram.
Ia menjelaskan perinciannya, yakni untuk program keluarga harapan (PKH) sebanyak 47.765 orang dan bantuan sosial tunai (BST) sebanyak 38.688 orang.”Jadi, bantuan ini dari cadangan beras pemerintah (CBP),”tegasnya. (yad)