Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kesepakatan bersama ini terkait Penanganan Perkara di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo di di Kantor Bupati Gresik. Kejaksaan Negeri Gresik melalui Bidang Perdata dan TUN akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lain kepada Pemkab Gresik, baik secara litigasi maupun non-litigasi.

Fokus utama kerja sama ini adalah memaksimalkan upaya pengembalian aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau perorangan tanpa dasar hukum yang sah.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Yanuar Utomo menyampaikan bahwa pengembalian aset merupakan prioritas utama Kejari di bidang Perdata dan TUN. “Kami akan memaksimalkan fungsi kejaksaan untuk mengembalikan aset-aset Pemkab Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau masyarakat. Ini adalah bentuk pengamanan terhadap kekayaan negara agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar mantan Kajari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk nyata komitmen dalam membangun pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami sangat terbuka untuk didampingi oleh Kejaksaan Negeri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum. Terlebih terkait aset, ini menyangkut keberlanjutan pembangunan dan tanggung jawab negara,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat struktural Pemkab Gresik, serta pejabat Kejari Gresik yang turut memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kerja sama lintas kelembagaan tersebut.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Gresik berharap setiap langkah hukum yang diambil pemerintah daerah dapat berjalan secara legal, terukur, dan tuntas, sehingga berbagai potensi pendapatan dari aset daerah dapat dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat Gresik. (yad)

Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah Selengkapnya

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi

GRESIK,1minute.id – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Gresik dijadwalkan dimulai awal Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa gedung Sekolah Rakyat (SR) Gresik telah memenuhi standar dan siap beroperasi. 

“Pengecekan kelengkapan ini penting untuk memastikan semua fasilitas dan kebutuhan siswa telah siap sebelum mereka menempati asrama. Ini menjadi bagian dari persiapan untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat meninjau progres renovasi gedung eks UPT SMPN 30 Gresik yang bakal digunakan untuk SR Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 29 Juli 2025. 

Ia menyatakan bahwa kesiapan fisik bangunan SR tersebut sangat layak dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, seluruh fasilitas telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pembagian ruang kelas dan asrama bagi siswa laki-laki dan perempuan demi meningkatkan kenyamanan.

“Dari ruang kelas, semua komponen seperti bangku, meja, papan tulis, dan kipas angin sudah lengkap. Selain itu, asrama putra maupun putri masing-masing telah dilengkapi fasilitas tempat tidur, kamar mandi, toilet, serta jemuran dalam kondisi baik dan bersih,” terangnya.

Selain aspek akademik, mantan Ketua DPRD Gresik itu, juga menyiapkan kegiatan non-akademik untuk siswa Sekolah Rakyat. Ini dilakukan guna memberikan pendidikan yang lebih holistik bagi siswa, termasuk pengembangan keterampilan hidup dan karakter, agar dapat mencetak lulusan yang unggul dan bertalenta.

“Untuk menunjang itu semua, Pemkab Gresik nantinya juga menyediakan bimbingan belajar (bimbel) bahasa asing, matematika, atau pelajaran lainnya. Selain itu, kami akan melibatkan guru ngaji setempat untuk mendorong anak-anak menjadi tahfidz Al-Qur’an, juga pelatih olahraga bagi siswa yang bercita-cita masuk TNI dan Polri, hingga menyediakan kelas seni dan musik,” beber magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia melanjutkan, saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik siap menampung 75 siswa kelas X SMA dalam tiga rombongan belajar (rombel), khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1. Pemkab Gresik, ujarnya, akan terus mengawal Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan dan kepercayaan kepada Pemkab Gresik. Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas,” tandasnya. Dalam peninjauan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi  Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

 Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, Plt Kepala Dinas Kominfo Johar Gunawan, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Forkopimcam Sidayu, serta Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik. (yad)

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi Selengkapnya

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN 

GRESIK,1minute.id –  Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kick off dan Pembekalan Peserta Penilaian Kompetensi ASN dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa manajemen talenta bukan hanya soal menempatkan orang di tempat yang tepat, tapi soal mengidentifikasi potensi terbaik dari setiap ASN, dan memastikan mereka bisa berkembang dalam jalur karier yang selaras dengan kapasitasnya. “Penilaian kompetensi ini akan menjadi fondasi awal dalam mengenali kekuatan dan potensi ASN. Kita ingin menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif dan inovatif,” tegas Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, melalui pendekatan sistem merit, hasil dari kegiatan ini akan digunakan untuk menyusun talent pool ASN sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan SDM secara objektif dan terukur. Ia pun berpesan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik untuk terus fokus pada pengembangan keterampilan diri. Selain itu, BKPSDM Gresik juga diharapkan bisa melakukan pendampingan ASN Gresik terkait pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. “Kita betul-betul butuh SDM yang terus meng-upgrade diri,” tegas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam paparannya menjelaskan secara rinci urgensi pelaksanaan penilaian kompetensi, khususnya bagi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. “Assessment ini bukan sekadar prosedur, tapi alat bantu penting dalam memastikan kecocokan antara pekerjaan dan orang yang mendudukinya. Kita harus menghindari ‘salah posisi’ dalam birokrasi,” ujar dokter Alif, sapaan Asluchul Alif. 

Sebagai informasi, Pemkab Gresik telah menandatangani Komitmen Bersama dengan Kepala BKN RI dalam pengembangan aplikasi Manajemen Talenta. Hingga 2024, telah dilakukan penilaian terhadap 1.977 ASN. Pada 2025 ini akan menyasar 800 ASN (pelaksana, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan) dan 30 JPT. Jumlah tersebut menyisakan 6.494 ASN di Gresik yang masih belum mengikuti assessment dan akan menjadi target pembinaan selanjutnya.

Penilaian JPT akan menggunakan metode assessment center yang meliputi berbagai instrumen seperti wawancara berbasis perilaku, LGD (Leaderless Group Discussion), tes psikologi, hingga proposal dan presentasi bidang. Hasilnya akan dikategorikan dalam tiga tingkat: optimal, cukup optimal, dan kurang optimal berdasarkan perbandingan nilai capaian dengan standar jabatan (job person match).

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta hari ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). (yad)

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN  Selengkapnya

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana 

GRESIK,1minute.id – Hariyono, Kepala Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik semringah.  Pria 57 tahun bahagia karena telah lulus setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada Rabu, 23 Juli 2025, Hariyono di wisuda di atrium Gressmall Gresik.

Hariyono tidak sendirian. Ia bersama 1.664 wisudawan lainnya telah mengantongi ijazah. Ribuan wisudawan itu adalah peserta program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah alias JAKETKU. Program ini diluncurkan oleh Pemkab Gresik sejak 2022 lalu. Ribuan wisudawan program Jaketku itu, rinciannya, paket A (setarah Sekolah Dasar/SD) 40 wisudawan, paket B (setara SMP) 311 orang g dan paket C (setara SMA) sebanyak 1.313 wisudawan. Mereka mengikuti pendidikan di sebelas pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kegiatan wisuda yang dirangkai, Apresiasi Program JAKETKU 2025, tersebut mengusung tema “Meretas Ketertinggalan, Menuju Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera” sekaligus soft launching “JAKETKU BERCERITA” tentang kaledioskop perjalanan meretas pendidikan yang terputus. 

Hariyono, alumnus PKBM di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, tempat ia mengabdi sebagai Kepala Desa. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi semangat Hariyono dalam menimba ilmu, disela kesibukan sebagai Kepala Desa. “Semangat Pak Hariyono patut di contoh dan merupakan inspirasi bagi yang lain. Usia tak membatasi orang untuk terus belajar, semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Program Jaketku, salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang diluncurkan pada 2022. Program ini membuka jalur pendidikan alternatif bagi warga yang putus sekolah, baik anak-anak maupun orang dewasa. “Kami ingin agar putus sekolah tidak berdampak buruk bagi masa depan anak-anak Gresik, sekarang program ini terus berkembang. Bahkan kini ada Jaketku Plus yang memuat pelatihan wirausaha untuk 15 pengrajin, dan kita juga akan bekerja sama dengan Universitas Gresik dan Disnaker untuk program beasiswa sarjana,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Prosesi wisuda berbeda dengan wisuda pada umumnya. Wisudawan Program Jaketku ini, tidak memakai toga dan baju wisuda. Wisudawan hanya memakai setelah baju putih dan bawah hitam. Meski begitu prosesi wisuda tetap khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian menyerahkan ijazah secara simbolis kepada perwakilan wisudawan. Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani tidak lupa memberikan motivasi kepada para wisudawan untuk tidak lelah terus belajar. 

Untuk wisudawan Paket C, ijazah diserahkan kepada Hariyono untuk diteruskan kepada wisudawan lainnya. Usai acara itu dilanjutkan dengan acara  Apresiasi JAKETKU dan Soft Launching “JAKETKU BERCERITA”

Sementara itu, Hariyono mengaku terharu dan bangga. Menurutnya, Ijazah Paket C diakui oleh pemerintah dan memiliki fungsi serta kegunaan yang sama dengan ijazah SMA formal. “Sebagai kepala desa, menyelesaikan kejar paket C memiliki makna yang dalam. Di antaranya, menjadi contoh bagi masyarakat, meningkatkan kredibilitas, serta motivasi untuk melanjutkan pendidikan,” kata bapak tiga anak itu penuh semangat.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gresik yang telah menginisiasi program tersebut. Dirinya, berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. “Jika ada rezeki lebih, dan diberikan kesempatan oleh Allah SWT, Saya memiliki tekad untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semoga program ini menjadi contoh untuk daerah lain,” pungkasnya. (yad)

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana  Selengkapnya

Beri Avita Prasetiya, Ketua PGRI Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Dorong PGRI Mentranformasi Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik memiliki nakhoda baru. Ia adalah Beri Avita Prasetiya. Beri, sapaan akrab Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik ini terpilih melalui Konferensi Kabupaten (Konkab) XXIII PGRI Kabupaten Gresik pada Juni 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik pengurus PGRI Gresik periode 2025-2030 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 23 Juli 2025. Kegiatan itu tak hanya menjadi momen penguatan organisasi profesi guru, tetapi juga ruang bersama untuk menegaskan komitmen kolektif bahwa pendidikan Gresik harus terus bergerak maju, lebih merata, dan bermakna.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan harapannya agar PGRI tetap menjadi kekuatan moral dan profesional yang konsisten memperjuangkan nasib guru, sekaligus terus memperhatikan mutu pendidikan di Gresik. “Tahun 2026, anggaran pendidikan kita hampir menyentuh angka Rp 1,26 triliun. Tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kualitas lulusan siswa-siswi kita,” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ratusan pasang mata mayoritas adalah guru se-Kabupaten Gresik menyaksikan prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat itu. Mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan membagi pengalaman tatkala mengunjungi SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada Selasa, 22 Juli 2025.

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengaku terkesan dengan sistem pendidikan yang berjalan di sana. “Sekolah ini hanya menerima 200 murid setiap tahun, dan seluruhnya berasal dari keluarga desil 1. Hebatnya, 98 persen lulusannya diterima di universitas terbaik nasional dan internasional. Ini yang juga harus menjadi target kita,” ujar Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Ia  juga menyampaikan bahwa pada 30 Juli 2025 mendatang, Gresik akan meluncurkan Sekolah Rakyat sebagai wujud komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan. “Kita bisa menata pendidikan yang lebih baik jika semua pihak kompak. Jangan lagi ada cerita bahwa kualitas pendidikan anak-anak Gresik tertinggal. Mari kita perbaiki bersama, demi menyongsong Generasi Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gresik terpilih Beri Avita Prasetiya, menegaskan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi rumah besar bagi guru di seluruh Indonesia, termasuk di Gresik.

“Mulai dari tingkat ranting hingga nasional, PGRI hadir sebagai tempat menyalurkan aspirasi, mengasah kompetensi, dan memperkuat solidaritas antarguru. Kepada seluruh pengurus yang hari ini dilantik, saya mengajak untuk membangun PGRI Gresik yang lebih bermartabat melalui semangat kebersamaan,” ujar Beri yang juga Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik itu.

Acara yang dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Djoko Adi Walujo, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik juga disertai dengan pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten Gresik, yakni Nurul Haromaini Ali Ahmad Yani. Selama lima tahun ke depan, Ning Nurul akan mengemban amanah dalam memberikan dukungan moral, motivasi, dan keteladanan bagi para guru.(yad)

Beri Avita Prasetiya, Ketua PGRI Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Dorong PGRI Mentranformasi Pendidikan  Selengkapnya

Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik beriktiar mewujudkan ekosistem Sekolah Rakyat yang mumpuni. Untuk mewujudkan tekad itu, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif “menyekolahkan” kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama Sekolah Rakyat Gresik ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik direncanakan mulai masuk asrama pada akhir Juli 2025. Sebelum proses pembelajaran dimulai, Pemkab Gresik  melakukan studi tiru untuk menerapkan konsep pendidikan CT Arsa Foundation itu.

Gus Yani-dokter Alif, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif ikut mendampingi para guru Sekolah Rakyat ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo itu pada Selasa, 22 Juli 2025. SMA Unggulan CT Arsa Foundation adalah sekolah inklusif berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan semua biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, konsep pendidikan CT Arsa sangat relevan untuk diterapkan di Sekolah Rakyat Gresik melalui pendidikan yang berkualitas dan terstruktur.“Sebagai persiapan, kami ajak kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama untuk melihat langsung bagaimana CT Arsa Foundation telah berjalan sejak tahun 2018. Satu angkatan diisi 200 siswa dari keluarga kurang mampu, dan setelah lulus mereka banyak yang diterima di universitas terbaik nasional maupun luar negeri, dengan beasiswa penuh. Hal ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Diketahui, Kabupaten Gresik menjadi daerah pertama yang melakukan benchmarking ke CT Arsa Foundation dalam upaya memberikan pendidikan berkualitas bagi Sekolah Rakyat Gresik.

“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat Gresik dapat melaksanakan dan mengimplementasikan program prioritas presiden, yaitu memutus rantai kemiskinan keluarga mereka melalui pendidikan terbaik dan berkualitas. Ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua saat berkunjung ke CT Arsa Foundation,” katanya. 

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung proses belajar-mengajar, fasilitas laboratorium, asrama, hingga sarana makan bersama. Pendekatan yang holistik ini diharapkan dapat diterapkan di Gresik.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Unggulan CT Arsa Foundation Usdiyanto mengapresiasi dan optimistis langkah Pemkab Gresik untuk menciptakan pendidikan berkualitas di Sekolah Rakyat Gresik.  “Luar biasa perhatian Bupati, Wakil Bupati seluruh jajaran kekuatan luar biasa, tidak banyak sekolah mendapatkan perhatian begitu serius dan secepatnya, saya optimis dukungan Bupati, Wabup seluruh jajaran sekolah Rakyat di Gresik akan sukses,” puji Usdiyanto.

Seperti diberitakan, Sekolah Rakyat di Gresik akan mulai masuk asrama pada 30 Juli 2025. Sebanyak 75 murid akan belajar sekolah berasrama di sekolah rakyat Gresik.Pemkab Gresik memanfaatkan bangunan sekolah eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik untuk Sekolah Rakyat Gresik. Fasilitas asrama, kamar, lingkungan sekolah sudah siap. Tahun depan akan dibangunkan sekolah rakyat Gresik di bumi perkemahan Raci Tengah Sidayu. Sudah ada masjid dan asrama tahun depan. (yad)

Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation Selengkapnya

Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Kopdeskel, Bupati Gresik : Kopdes Pusat Layanan Ekonomi, Harga Terjangkau 

GRESIK,1minute.id – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan kelembagaan 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025. Peluncuran dilakukan serentak oleh 38 Gubernur dan 514 Bupati/Wali Kota di Indonesia. Serta para Kepala Desa dan Lurah secara offline dan online.

Kabupaten Gresik, menjadi salah satu, kabupaten yang turut serta dalam peluncuran tersebut secara daring, dengan kegiatan dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai peluncuran mengatakan, peresmian kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto merupakan tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat. Sebuah inisiatif besar yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

“Prinsipnya kita berharap ada surat edaran atau MoU, agar Kopdeskel Merah Putih bisa bekerja sama dengan program strategis lainnya seperti MBG maupun Sekolah Rakyat. Selain itu, pentingnya persiapan model bisnis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta kerja sama dengan sejumlah pihak pada tahap operasional ini,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia melanjutkan, secara legalitas sebanyak 356 koperasi di Kabupaten Gresik sudah selesai pengesahannya. Sejak awal April 2025, pelaksanaan telah dilakukan secara serentak dan dibiayai melalui APBD Gresik. Selanjutnya, pengembangan bisnis koperasi menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

“Pengembangan bisnis kita sesuaikan potensi masing-masing, seperti daerah utara banyak potensi perikanan dan daerah selatan banyak pertanian. Kemudian untuk wilayah Bawean bisa juga sebagai holding untuk membeli transportasi laut. Artinya setiap wilayah mempunyai potensi sendiri,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia berharap, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan dapat menjadi pusat layanan ekonomi di desa. Menurutnya, nantinya koperasi ini akan mengelola dan menyalurkan kebutuhan dasar yang terjangkau warga.

“Mudah-mudahan koperasi desa/kelurahan dapat memutus rantai kebutuhan pokok sehari-hari warga dengan harga yang terjangkau. Selain itu, pupuk subsidi juga bisa diakses di Kopdeskel Merah Putih untuk pemenuhan pertanian,” tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk tahap awal di tahun 2025, Pemkab Gresik akan memberikan pendampingan kelembagaan, pelatihan manajemen koperasi, serta menyiapkan regulasi pendukung.

“Pemkab Gresik siap melakukan pendampingan maupun monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala untuk Kopdeskel, bekerja sama dengan universitas yang ada di Gresik. Kita butuh edaran atau MoU agar program ini bisa juga berkolaborasi dengan program strategis Presiden yang lain,” tandas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya mengatakan, konsep koperasi adalah konsep untuk yang lemah, dari lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Kekuatan seperti ini tidak disukai pemodal besar yang menganggapnya sebagai persaingan. Ada juga negara yang tidak suka dengan negara besar yang mau bangkit.

Prabowo Subianto mengibaratkan koperasi seperti lidi. Satu lidi menurutnya memang tidak berarti, namun jika ratusan lidi dijadikan satu maka akan menguatkan perekonomian. Menurut Prabowo, konsep koperasi adalah konsep orang lemah, konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah, konsep koperasi adalah konsep gotong royong.

“Pihak yang kuat tidak mau berurusan dengan koperasi. Mereka lebih memilih untuk membuat perusahaan. Menjadi anggota koperasi pun tidak mau. Kalau sudah kuat, sudah kaya, sudah punya akses ke mana-mana, yang dia bikin itu PT, dia bikin holding, incorporated dan lain-lain,” ujarnya.

Prabowo mengapresiasi semua tim yang terlibat dalam pembentukan Kopdeskel tersebut. Sebab menurutnya, jika memiliki motivasi yang kuat maka Kopdeskel bisa terwujud. “Semua bekerja sebagai satu tim, bergerak semuanya. Terima kasih, jadi ternyata kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang baik, dorongan yang kuat, motivasi yang kuat, bisa, yang tidak bisa jadi bisa, 80 ribu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa melalui koperasi tersebut, pemerintah dapat membangun gudang, apotek, dan gerai di tingkat desa, dengan misi utama menghadirkan obat-obatan generik, pupuk, dan sembako murah langsung ke tangan masyarakat.

“Obat-obat yang penting bagi rakyat kecil, rakyat yang ekonominya masih lemah. Mereka harus punya akses mendapatkan obat-obat penting dengan harga terjangkau,” tambahnya. (yad)

Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Kopdeskel, Bupati Gresik : Kopdes Pusat Layanan Ekonomi, Harga Terjangkau  Selengkapnya

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa SMA Sekolah Rakyat dijadwalkan memasuki asrama pada Rabu, 30 Juli 2025 mendatang. Mereka menempati gedung eks SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Gedung yang digunakan telah dilengkapi dengan 3 ruang kelas, 2 ruang asrama putra, 3 ruang asrama putri, asrama guru, 1 ruang guru dan tenaga pendidik, serta laboratorium penunjang pembelajaran lainnya. Setiap kelas terdiri dari 25 siswa. Para siswa berasal dari keluarga prasejahtera dan akan dibina secara intensif di lingkungan pendidikan berasrama. 

Untuk menunjang proses belajar-mengajar, telah disiapkan 17 guru dan 10 tenaga kependidikan yang akan mendampingi siswa secara penuh. Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjadi model percontohan nasional. “Sekolah Rakyat Kabupaten Gresik harus lebih baik dari kabupaten lain,” tegas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025.

Rekor diikuti antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh. Tekad Pemkab Gresik menjadikan Sekolah Rakyat menjadi percontohan sangat kuat. Bahkan, pemkab Gresik berencenakan “menyekolshkan” calon guru bagi siswa sekolah rakyat ke sekolah unggulan. Tujuan memperkaya wawasan dan menyiapkan kurikulum serta sistem pengelolaan sekolah yang unggul. 

“Seluruh guru Sekolah Rakyat untuk mengikuti studi banding ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi rujukan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inspiratif dan berkualitas di Kabupaten Gresik,” kata Fandi Akhmad Yani.  

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, Sekolah Rakyat, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Program Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sampai tanggal 30 Juli saja, tetapi kita harus terus mengawal program ini serta mendidik para siswa hingga sukses,” ujar dokter Alif, panggilan akrab Asluchul Alif. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gresik memperhatikan empat aspek utama, yaitu kebutuhan makan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. 

Selain kebutuhan siswa selama tinggal di asrama yang sepenuhnya ditanggung, keluarga siswa juga akan mendapatkan bantuan modal usaha guna mendukung kemandirian ekonomi mereka. “Fokus kita tidak hanya dari sisi bantuan sosial, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” imbuh Asluchul Alif. 

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, program ini juga didukung penuh oleh Kementerian Sosial, yang menyediakan seluruh kebutuhan siswa selama di asrama, termasuk laptop dan perlengkapan pribadi. “Siswa masuk asrama tanpa membawa barang apa pun karena semua sudah disediakan oleh Kementerian Sosial,” terang Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh.

Program Sekolah Rakyat juga sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pendidikan, dalam penyelesaian masalah kemiskinan.

Sebagai bagian dari pengembangan program, tahun depan Kementerian Sosial bersama Pemkab Gresik merencanakan pembangunan unit Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Melalui Sekolah Rakyat jenjang SMA dan pengembangannya ke jenjang SD dan SMP, Pemkab Gresik meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan inklusif serta penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (yad)

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional  Selengkapnya

Mendagri Kukuhkan Pengurus APKASI Hasil Munas VI, Ini Amanah baru Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

GRESIK,1minute.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengukuhkan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta pada Kamis, 17 Juli 2025.

Pengurus baru hasil Munas VI APKASI yang digelar di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara secara aklamasi memilih duet Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi dan Bupati Minahasa Utara, Joune J. E. Ganda, sebagai Ketua dan Sekretaris APKASI periode 2025–2030. 

Dalam kepengurusan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad, mendapatkan amanah sebagai Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Imigran. Tugasnya, antara lain,  mengoordinasikan kebijakan Perlindungan Pekerja Migran sejalan dengan peran APKASI dalam mendukung program pemerintah pusat. 

Terpilihnya Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani  sebagai Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran tidak lepas dari kiprahnya dalam membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan. Gresik dianggap sebagai pelopor Desa Migran Emas ( Edukasi, Maju, Aman dan Sejahtera). Program itu dilaunching oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang juga Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding beberapa waktu lalu.

“Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah kabupaten dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, mengawal peran strategis menuju Indonesia emas 2045,” kata Fandi Akhmad Yani. 

Ia  berharap, seluruh jajaran pengurus APKASI masa bakti 2025-2030 bisa solid dan bersinergi dalam mewujudkan program program kerja yang berpihak pada kepentingan daerah. Menurutnya, APKASI merupakan organisasi yang mewadahi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah. 

“Terbentuknya dewan pengurus yang baru, Apkasi memiliki posisi strategis untuk berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera,” tegasnya.

Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya, atas kepercayaan yang telah diberikan. Pihaknya siap melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik baiknya. “Tentunya saya akan menjalankan kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab akan saya laksanakan dengan baik,” tandasnya

Sebagai kepala daerah, Gus Yani memiliki komitmen kuat terkait pekerja migran. Selain menetapkan lima Desa Migran Emas, Gus Yani juga akan membentuk Migran Center sebagai pusat layanan informasi dan pelatihan bagi calon PMI. Di tempat ini, para calon pekerja migran bisa mengakses informasi seputar pelatihan keterampilan, tes kesehatan, hingga proses sertifikasi sebelum berangkat ke luar negeri. (yad)

Mendagri Kukuhkan Pengurus APKASI Hasil Munas VI, Ini Amanah baru Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Selengkapnya

Respon Warga Positif, Pemkab Gresik Siapkan Notifikasi Progres Penanganan Layanan Lapor GUS ke Pelapor

GRESIK,1minute.id – Lapor GUS, layanan pengaduan masyarakat berbasis WhatsApp yang diluncurkan Pemkab Gresik mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ratusan warga mengadu melalui nomor  0812-3225-4001 itu. Program anyar itu dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad pada Senin, 14 Juli 2025.

Pengaduan warga, antara lain terkait infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga persoalan sosial di lingkungan sekitar. Operator Gresik Urus Segera (GUS) menindaklanjuti laporan itu kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Memang belum semua pengaduan masyarakat ditindaklanjuti. Sebab, operator harus melakukan verifikasi dan klasifikasi untuk validitas laporan.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan, membenarkan tingginya volume laporan sejak hari pertama peluncuran Lapor GUS. Ini menjadi indikator kuat bahwa kanal ini dibutuhkan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Laporan yang kami terima sangat beragam, mulai dari kondisi jalan rusak, pelayanan di puskesmas, hingga persoalan sosial di tingkat desa. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Lapor GUS benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujar Johar. Menurutnya, peluncuran Lapor GUS bukanlah akhir dari proses, melainkan justru awal dari pekerjaan besar untuk memastikan sistem berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami sedang menyiapkan penguatan sistem back-end agar lebih adaptif dan andal. Termasuk rencana integrasi dengan sistem pengaduan nasional SP4N-LAPOR,” jelasnya. Tidak sampai hanya disitu, Pemkab akan menambahkan fitur pendukung, seperti respon otomatis berbasis kategori laporan dan notifikasi progres penanganan yang dikirim melalui WhatsApp ke pelapor.

Fitur ini dirancang untuk memastikan masyarakat tidak hanya menyampaikan laporan, tetapi juga dapat memantau sejauh mana laporan tersebut ditindaklanjuti. “Kami ingin pelapor merasa didengar dan dilibatkan dalam setiap proses penanganan. Dengan adanya notifikasi, masyarakat bisa mengetahui progres laporan mereka secara langsung,” imbuh Johar.

Dengan semangat transparansi dan keterbukaan, Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan kanal Lapor GUS secara aktif, bertanggung jawab, dan beretika. Setiap aspirasi, kritik, dan saran yang masuk akan menjadi bahan penting bagi perbaikan kualitas layanan publik di Gresik. (yad)

Respon Warga Positif, Pemkab Gresik Siapkan Notifikasi Progres Penanganan Layanan Lapor GUS ke Pelapor Selengkapnya