Pemerintah Desa Laban, Menganti Gelar Polling PBB, Warga Antusias Bayar Pajak

Begini Antusiasme masyarakat di program Polling PBB di Pendapa Balai Desa Laban mensukseskan Program Pemkab Gresik Berikan Stumulan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik menggelar Polling PBB pada Rabu, 27 Agustus 2025. Antusiasme masyarakat pun luar biasa. Pasal, ada diskon 80 persen bagi masyarakat serta tanpa denda bagi masyarakat yang menunggak pajak bumi dan bangunan (PBB).

Saking antusiasnya masyarakat mengikuti Polling PBB ini berlangsung selama 10 jam. Mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 19.30 WIB. Keluarga Darsono, misalnya. Ia baru ngeh menunggak pembayaran PBB selama 15 tahun. Ia seharusnya membayar PBB sebesar Rp 1,23 juta lebih. Karena ada program diskon 80 persen, ia “hanya” membayar Rp 260 ribu.

“Saya mbayar mburine nambahi titik tok. Alhamdulillah. Terima kasih pak Bupati. Semoga tahun depan ada diskon lagi,” katanya ditemui di Balai Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Polling PBB merupakan kegiatan pendataan sekaligus verifikasi yang dilakukan oleh perangkat desa atau kelurahan. Tujuannya ialah mengetahui kondisi terkini pembayaran PBB oleh masyarakat, yang meliputi siapa saja yang sudah melunasi, siapa yang belum lunas, serta perubahan data objek pajak, seperti rumah tinggal, atau bangunan.

ANTUSIASME WARGA: Petugas dari BPPKAD dan Pemdes Laban, Kecamatan Menganti dalam Polling PBB atau jemput bola bayar PBB dengan diskon 80 persen di Balai Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 27 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Penjabat Kepala Desa (Kades) Laban Hadi Purwanto, tujuan dilaksanakannya polling Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) adalah untuk meningkatkan pelayanan pembayaran PBB. Petugas mendatangi langsung wajib pajak, mempermudah proses pembayaran, mengoptimalkan perolehan pendapatan daerah, dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

“”Kami inisiatif melakukan jemput bola karena ada program dari pak Bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) diskon Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen,” kata Penjabat  Kepala Desa (Kades) Laban Hadi Purwanto pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Dengan adanya polling PBB, imbuhnya, wajib pajak dapat lebih terbantu untuk melakukan pembayaran PBB karena lokasinya lebih mudah di akses. Bila sebelumnya, warga harus datang ke kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik di Kompleks Kantor Bupati Gresik. “Polling PBB dengan jemput bola ini, masyarakat bisa membayar langsung di kantor desa,” ungkap Hadi yang juga Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kecamatan Menganti itu.

Ia berharap kegiatan ini dapat terlaksana secara optimal dalam peningkatan Pendapatan Daerah. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perolehan pendapatan dari sektor PBB, yang berguna dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembiayaan pembangunan daerah,” ujarnya. 

Pelayanan yang mudah dan informatif diharapkan dapat meningkatkan antusiasme warga untuk membayar PBB, sekaligus memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya pajak untuk pembangunan di daerah.

Masyarakat mengucapkan sangat berterima kasih kepada Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atas program pemberian diskon 80% untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Seperti diketahui, pada Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik memberikan stimulan berupa diskon Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen.

Selain, PBB P2 diskon yang sama, sampai 80 persen untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Program diskon pajak ini berlaku sebulan, mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025. (yad)

Pemerintah Desa Laban, Menganti Gelar Polling PBB, Warga Antusias Bayar Pajak Selengkapnya

Ini Nama-nama Kepala Desa yang Dapat Bonus Tambahan 2 Tahun Masa Jabatan yang Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan kembali 14 kepala desa pada Senin, 25 Agustus 2025. Perpanjangan masa jabatan selama 2 tahun itu dilakukan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. 

Abdul Halim, mantan Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah tidak termasuk dalam daftar kades yang akan menerima “bonus” tambahan 2 tahun masa jabatan itu. 

“Jadikan tambahan masa jabatan ini sebagai amal jariyah,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Ajakan, Fandi Akhmad Yani, kepada kepala desa yang mendapatkan perpanjangan 2 tahun bukan tanpa alasan. Sebab, 14 kepala desa yang dikukuhkan kembali itu ada yang telah menjabat selama 3 periode. Apa pula yang menjabat dua periode.

Dengan masa jabatan yang hampir 18 tahun itu, seharusnya digunakan untuk melakukan pengabdian dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Selain juga memprioritaskan program prioritas Presiden kedelapan Prabowo Subianto. 

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto antara lain, program Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat. Program lainnya, pembangunan infrastruktur dan penuntasan stunting.

Terkait dipendingnya pengukuhan kembali Kades “miliarder” Sekapuk Abdul Halim, Fandi Akhmad Yani mengatakan, masih ada persoalan yang harus diselesaikan. “Kita menjaga keamanan, kondusifitas wilayah tersebut,” katanya usai acara kepada wartawan. Gus Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan. 

Sebelumnya, Abu Hassan mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal bina Pemerintahan Desa kepada Gubernur dan Bupati/Wali Kota Nomor 100.3/4179/SJ Tanggal 31 Juli 2025 Perihal Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa disebutkan Kepala Desa yang berakhir masa jabatannya terhitung sejak tanggal 1 November 2023 sampai dengan 31 Januari 2024, serta belum dilakukan pemilihan Kepala Desa berdasarkan Undang – Undang 6 Tahun 2024, dapat diperpanjang masa jabatannya. 

Sebanyak 19 desa yang kosong. Rinciannya, 15 desa memenuhi persyaratan karena habis masa jabatan pada rentang 1 November 2023 sampai dengan 31 Januari 2024. Sebanyak 2 kepala desa meninggal dunia dan 2 kades mengundurkan diri. “Dari 15 Kepala Desa yang memenuhi persyaratan, berdasarkan SE Mendagri tersebut pengukuhan kembali antara lain memprioritaskan menjaga kondusifitas wilayah sehingga 14 kepala desa yang dikukuhkan kembali,” papar Abu Hassan. 

Berikut ini, nama kepala desa yang mendapatkan bonus tambahan 2 tahun masa jabatannya;  

Suliswati dan Handoko, Kepala Desa Boteng dan Menganti, Kecamatan Menganti. Lalu, Syafi’i, Kepala Desa Bunderan, dan Sujari, Kades Mrijunan, Kecamatan Sidayu. Selanjutnya, Eko Supangkat, Kades Tulung, Kecamatan Kedamean; Edy Suparno, Kades Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom; Khamid, Kades Sidorejo, Kecamatan Bungah. 

Kemudian, Muhammad Hita Wajdi, Kades Tebuwung, Kecamatan Dukun ; Inam dan Fatahualim, masing-masing Kades Ketapanglor dan Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah. (yad)

Ini Nama-nama Kepala Desa yang Dapat Bonus Tambahan 2 Tahun Masa Jabatan yang Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  Selengkapnya

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Ribuan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanan Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) semringah. Pasalnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengikuti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IGTKI PGRI di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) mengumumkan telah mengalokasi anggaran tahun 2025 insentif senilai Rp 7 miliar bagi guru IGTKI yang non-sertifikasi.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengatakan insentif guru IGTKI PGRI itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap guru sebagai ujung tombak pendidikan. 

“Tadi Kadispendik (Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto,Red) sudah ngomong ke Saya bahwa tahun 2025 ini, terdapat anggaran 7 miliar yang kita anggarkan untuk insentif guru IGTKI non sertifikasi. Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujarnya pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Gus Yani hadir di acara itu bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali melanjutkan usulannya untuk terus menaikkan insentif para guru non sertifikasi setiap dua tahun sekali. Ia menilai guru TK, maupun PAUD benar benar punya peranan lebih dalam mengendalikan anak didiknya.

“Guru juga menjadikan sekolah rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak anak. Dua tahun sekali dinaikkan tapi dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” imbuh  mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di tempat sama, Ketua IGTKI PGRI Kabupaten Gresik Ma’rifah menambahkan, HUT ke-75 IGTKI PGRI mengusung tema “Guru TK bermartabat anak Indonesia hebat mendukung wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK”, merupakan wadah penting dalam meningkatkan kemampuan kompetensi dan menciptakan generasi cerdas, inovatif dan berakhlak. 

“IGTKI PGRI mendukung penuh wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak. Selain itu, untuk mengangkat kearifan lokal budaya Gresik akan ada tari sinopsis siwalan nan indah yang akan dibawakan oleh 1.000 guru TK se Kabupaten Gresik,” ungkapnya. (yad)

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan Selengkapnya

Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen. Diskon yang berlaku selama sebulan, mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025, bagai hadiah bagi masyarakat Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Selain PBB, Pemkab Gresik juga memberikan diskon yang sama, sampai 80 persen untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, stimulan Pemkab Gresik untuk PBB-P2 dan BPHTB sudah diberlakukan sejak 2023. Namun, stimulan yang diberikan tidak sebesar tahun 2025. Pada 2023 itu, stimulan untuk Niaga sebesar 50 persen, sedangkan  untuk masyarakat sebesar 30 persen. 

Akan tetapi, “kehadiran” Pemkab Gresik dalam pemberian stimulan tidak familier di masyarakat berpenduduk 1,3 juta ini ditengarai kurang sosialisasi. “Nah, di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kami berikan lagi stimulan yang lebih besar hingga 80 persen,” ujarnya usai Resepse Kenegaraan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Berikut skema stimulan yang diberikan Pemkab Gresik kepada masyarakat Gresik yang berlaku mulai 17 Agustus hingga 17 September 2025 ;

Diskon PBB-P2

• Ketetapan hingga Rp 1 juta : diskon 80%

• Rp. 1 juta–Rp. 5 juta : diskon 50%

• Rp. 5 juta–Rp. 10 juta : diskon 30%

• Rp. 10 juta–Rp. 15 juta : diskon 20%

• lebih dari Rp 15 juta pengurangan dapat diberikan berdasarkan permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

Diskon BPHTB

Jual beli, tukar-menukar, akta pembagian hak bersama, putusan hakim, penggabungan usaha, pemekaran, hadiah, PTSL, dan hibah selain dari orang tua ke anak:

• NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 40%

• Rp 1 miliar – Rp 2 miliar : diskon 10%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 5%

Waris dan hibah orang tua ke anak: 

• NPOP ≤ Rp 1 miliar : diskon 80%

• Rp 1 miliar–Rp 2 miliar : diskon 25%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 15%. (yad)

Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik  Selengkapnya

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Di HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon Pajak Bumi  Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen.

Wajib pajak tidak perlu mengajukan  permohonan sebab stimulan yang diberikan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani- Asluchul Alif ini sudah tersistem. Selain diskon PBB P-2, Pemkab Gresik juga membebaskan denda pajak daerah itu. Program diskon pajak ini berlaku sebulan, mulai 17 Agustus sampai September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebenarnya stimulan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P-2) sudah diberlakukan sejak 2023 lalu. “Akan tetapi, stimulan ini belum falimier di masyarakat,” kata Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani usai acara Resepsi Kenegaraan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Gus Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Andhi H. Wijaya melanjutkan, dalam kurun selama 20 tahun terakhir atau dua dekade Pemkab Gresik Gresik tidak menaikkan pajak daerah, antara lain, PBB P2. “Pada 2023, Pemkab Gresik menaikkan pajak untuk niaga sebesar 50 persen dan masyarakat sebesar 30 persen,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

“Akan tetapi, saat itu juga mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) memberikan stimulan terkait diskon pajak tersebut. Tetapi kan, perbup belum falimiler di masyarakat karena kurang sosialisasi,” ujar Mantan Ketua DPRD Gresik itu. Nah, di momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Gresik kembali memberikan stimulan berupa diskon pajak daerah hingga 80 persen. 

“Stimulan diskon PBB P2 dan NOP (Nomor Objek Pajak) hingga 80 persen berdasarkan Perbup tahun 2023,” tegasnya. Diskon PBB P2 tidak gebyah uyah alias pukul rata. Pemkab Gresik memberikan sejumlah kriteria. “Mudah-mudahan ini untuk masyarakat Gresik silakan dimanfaatkan Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat Gresik,” kata Gus Yani. 

Ia menjlentrehkan, untuk PBB P2 sebesar Rp 0 hingga Rp 1 juta diskon 80 persen. “Dari jumlah penduduk total 98,31 persen wajib pajak. Masyarakat bisa dapat diskon 80 persen,” tegasnya. Kemudian, PBB P2 sebesar Rp 1 juta – Rp 5 juta diskon 50 persen ; PBB P2 sebesar Rp 5 juta – Rp 10 juta diskon 30 persen dan PBB P2 Lebih dari Rp 10 juta – 15 juta diskon 20 persen.

“Waris hibah dari orang tua kepada anak atau hibah wasiat juga mendapatkan diskon 80 persen,” katanya.  Kreterianya,  Nilai Objek Pajak (NOP) antara Rp 0 sampai Rp 1 miliar diskon sampai 80. ” NOP antara Rp 1 Miliar sampai Rp 2 Miliar diskon 25 persen dan NOP diatas Rp 2 Miliar diskon sebesar 15 persen,” urai suami Nurul Haromaini Ali itu. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, stimulan berupa diskon pajak daerah ini juga diberikan kepada masyarakat yang menunggak bayar pajak antara 2023 hingga 2024. “Kami membebaskan denda pajak. Jadi, ayo segera bayar pajak,” tegasnya. (yad)

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen  Selengkapnya

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Wujud komitmen itu, antara lain,  melakukan kegiatan Penguatan Komitmen dan Asistensi Pelaksanaan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Selama dua hari, 6 dan 7 Agustus 2025 seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat mendapat gemblengan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur. 

Kegiatan itu, dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini menekankan pentingnya penguatan SPIP dalam konteks pengelolaan keuangan daerah yang bernilai besar setiap tahunnya. Data diperoleh 1minute.id menyebutkan Pendapatan Daerah (PD) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2025 sebesar Rp 3,8 Triliun tepatnya Rp 3.848.347.186.713, 60

“Kita ini setiap tahun mengelola keuangan daerah dengan jumlah yang sangat besar. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan bahwa tata kelola yang dijalankan benar, transparan, dan akuntabel,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, SPIP bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan bentuk komitmen nyata dalam membangun pemerintahan yang bersih dan responsif. Keberhasilan SPIP, terintegrasi, ia melanjutkan, sangat bergantung pada kolaborasi lintas perangkat daerah dan pendampingan intensif dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal harus menjadi budaya kerja di setiap level pemerintahan. Ini bukan hanya tugas Inspektorat, tapi tanggung jawab kita bersama,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa SPIP merupakan fondasi yang menopang akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Tata kelola yang baik tidak bisa dilepaskan dari sistem pengendalian internal yang kuat. SPIP adalah instrumen untuk mencapai tujuan organisasi dengan mengurangi risiko penyimpangan,” ujar Washil dihadapan seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari APIP Inspektorat. 

Narasumber dalam kegiatan ini, diantaranya, Abul Chair  dari BPKP Perwakilan Jawa Timur yang juga akan melakukan asistensi dan evaluasi terhadap pelaksanaan penilaian mandiri. Kegiatan asistensi tahun 2025 ini diarahkan untuk mendorong peningkatan nilai-nilai tersebut, sekaligus memperkuat indeks efektivitas pengendalian korupsi dan kapabilitas APIP.

Untuk diketahui, SPIP yang diterapkan secara profesional dan berkelanjutan juga menjadi bagian dari strategi Gresik dalam berbagai hal. Di antaranya mendukung capaian good and clean governance dan kualitas pelayanan publik, dan memenuhi data dukung Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK. Disamping itu, SPIP juga mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, serta Meningkatkan capaian Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemkab Gresik.

“SPIP tidak hanya untuk memenuhi indikator semata. Ia harus memberikan manfaat nyata berupa tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan mampu mendeteksi risiko sejak dini,” tegas Washil. (yad)

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel Selengkapnya

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka kemudian meninjau ruang kelas, kamar asrama, ruang guru hingga ruang makan siswa. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan Mensos dan Wamensos ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan inisiatif pendidikan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, program ini bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dari keluarga desil 1.

“Meski persiapannya hanya dilakukan dalam waktu enam bulan, namun kami yakin program ini akan sukses. Pemkab Gresik telah melakukan pendekatan bonding antara guru, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait, mengingat banyak tenaga pendidik yang baru pertama kali bergabung SRMA,” terang magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia menjelaskan pemilihan Sidayu didasari pertimbangan efektivitas. Sebelumnya, fasilitas di wilayah tersebut dinilai kurang optimal karena berdekatan dengan SMP Negeri lain. Kemudian dilakukan pengelompokan, siswa SMPN 30 Gresik diarahkan ke SMPN 6 Gresik, sehingga fasilitas di SMPN 30 bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. 

“Informasi ini kami sampaikan ke Kementerian Sosial, dan alhamdulillah mendapat respon positif. Mudah mudahan SRMA 37 Gresik menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Mensos Syaifullah Yusuf  menyampaikan, SRMA 37 Gresik merupakan salah satu dari banyak Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu diperlukan persiapan matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal. 

Salah satu aspek krusial dalam persiapan ini adalah survei lahan. Kementerian menargetkan lahan minimal 5 hektar untuk setiap sekolah, dengan rekomendasi ideal 6 hektar agar dapat menampung hingga 1.000 siswa serta fasilitas asrama dan perumahan guru “Lahan yang luas sangat penting untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus Ipul, sapaan, Syaifullah Yusuf. 

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan, memuliakan wong cilik, serta memberikan harapan kepada warga miskin dan miskin ekstrem.” Anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak lain,” ujarnya. 

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045 dari anak-anak kurang mampu. Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, lanjut gus Ipul, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik. Sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat ada tiga kunci gagasan Presiden Prabowo, yakni pertama memuliakan wong cilik atau memuliakan kaum dhuafa yang kurang beruntung dan belum tercover proses pembangunan.

Kedua, kata Mensos, menjangkau yang belum terjangkau dengan banyaknya saudara yang belum dan tidak sekolah serta berpotensi putus sekolah. Diperkirakan anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 3 juta anak lebih tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

“Karena itu, Sekolah Rakyat dapat menjangkau yang belum terjangkau bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” ujar Mensos Syaifullah Yusuf.

Pihaknya juga mengatakan kunci ketiga Sekolah Rakyat, yakni memungkinkan yang tidak mungkin karena banyak anak putus harapan, karena tak menyadari orang tuanya tak mampu menyekolahkan anaknya. Dengan Sekolah Rakyat tentu memberikan harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik.

“Untuk itu, memungkinkan yang tidak mungkin bagi anak-anak bisa diterima di Sekolah Rakyat,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Syaifullah Yusuf menyempatkan berdialog langsung dengan guru, siswa, serta wali asrama Sekolah Rakyat.

Dalam forum terbuka ini, para siswa dan guru diberi kesempatan menyampaikan cerita dan harapan mereka. SRMA 37 Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin pada Senin, 4 Agustus 2025. Peresmian menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRMA 37 Gresik Boarding School. 

Gus Ipul menambahkan, untuk mengetahui fisik dan mental siswa akan diadakan rutin cek kesehatan gratis. Selain itu ada pemberdayaan untuk orang tua siswa seperti modal usaha atau kursus usaha hingga tempat tinggal melalui program bedah rumah. “Program seperti Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan  Selengkapnya

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki 

GRESIK,1minute.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik bersama BAZNAS Pusat dan Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membagikan secara simbolis kepada mustahik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bantuan yang bisa diberikan bisa mengangkat derajat mustahik menjadi muzzaki.

Mustahik adalah kelompok orang yang berhak menerima zakat karena kondisi ekonomi dan sosial mereka yang membutuhkan  bantuan.  Sedangkan, muzakki adalah orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari Baznas RI dan Baznas Jawa Timur untuk Kabupaten Gresik. Tapi perhatian ini harus kita balas dengan upaya bersama. Jangan ada lagi pola pikir mau menjadi mustahik terus-menerus. Kita harus tumbuh, berubah, dan kelak menjadi muzakki,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Hadir dalam kegiatan pendistribusian bantuan ini antara lain, Pimpinan BAZNAS RI Kolonel (Purn.) Nur Chamdani, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jatim Muhammad Zakki, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.

Pemerintah Kabupaten Gresik, Ia melanjutkan, juga sedang menyiapkan skema distribusi bantuan langsung tunai (BLT) melalui sistem uang digital. Melalui sistem ini, penggunaan dana akan bisa dipantau, apakah betul digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau justru untuk konsumsi berisiko bahkan judi online.

“Kalau ditemukan penyalahgunaan, bantuannya akan kami evaluasi. Bahkan bisa dihentikan di periode berikutnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Dalam kegiatan yang berlabel Pendistrubusian Program Gresik Cerdas “1000 Beasiswa Pelajar” meliputi Mahasiswa, Bantuan Perbaikan Rumah, Bantuan Alat Kerja dan Bantuan Ternak ini, Baznas Gresik fokus pada tiga sektor utama yakni pendidikan, ekonomi dan sosial.  

Di bidang pendidikan, disalurkan beasiswa pendidikan dasar hingga menengah kepada 720 siswa sekolah dasar, 320 siswa sekolah menengah pertama, dan 100 siswa sekolah menengah atas. Total 1.140 siswa tersebut menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola BAZNAS Gresik.

Untuk jenjang perguruan tinggi, BAZNAS Gresik juga menyalurkan beasiswa kepada 145 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Gresik dan 63 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di luar daerah.

Selain itu, BAZNAS Gresik juga menyalurkan bantuan alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil, dengan total nilai Rp 763 juta. Program bantuan ekonomi produktif ini, tak lain bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup mustahik.

Sedangkan, bantuan BAZNAS Jawa Timur berupa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp 100 juta dan program peternakan sebesar Rp 75 juta. 

BAZNAS Pusatmenyalurkan program khusus ke wilayah selatan Gresik berupa: Microfinance berbasis desa, Microfinance berbasis masjid, Balai Ternak, BAZNAS Auto, hingga Z-Mart. Keseluruhan bantuan yang diberikan BAZNAS RI tersebut mencapai Rp1,86 miliar.

Ketua BAZNAS Gresik M. Mujib, menegaskan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan dengan transparansi berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan BAZNAS Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah. “Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, BAZNAS Gresik mendapat penghargaan dari BAZNAS RI,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan BAZNAS  mendapat sambutan positif oleh masyarakat. Nurhayati Rosdiana, salah satu mahasiswi Institut Al-Azhar Menganti penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya dapat Rp1,5 juta per semester untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ini sangat membantu, tapi masih banyak teman saya yang belum dapat. Semoga penerimanya bisa ditambah,” ujar mahasiswi asal Driyorejo itu. (yad)

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki  Selengkapnya

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak revitalisasi pembangunan Pasar Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta pihak rekanan atau kontraktor untuk dapat melaksanakan pekerjaan pembangunan UPT Pasar Sidayu sesuai dengan standar, berkualitas dan tepat waktu. Sesuai dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan.

Selain memastikan aspek teknis pembangunan, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga berharap keberadaan UPT Pasar Sidayu atau Pasar Pahing memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi para pedagang. Sekaligus menyediakan fasilitas berbelanja yang nyaman dan aman bagi masyarakat. 

“UPT Pasar Sidayu siap jadi pasar berkelas, dimana para pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan masyarakat senang belanja ke sini karena nyaman, bagus dan harganya juga tetap terjangkau,” ujar Gus Yani usai meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. 

Ia mengatakan proses pembangunan ini melibatkan kolaborasi pemerintah, badan usaha, warga pedagang, para pembeli, aparat setempat dan warga masyarakat sekitar. Pembangunan Pasar Sidayu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Selain meningkatkan geliat ekonomi juga menciptakan pasar yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi semua penggunanya, ” tandasnya. 

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Mu’anan menambahkan, eevitalisasi pasar Sidayu sudah mencapai 1,6 persen. “Alhamdulillah pembangunan/revitalisasi pasar Sidayu sesuai sesuai jadwal/time schedule. Pembangunan yang dimulai 10 Juli 2025 progresnya sudah mencapai 1,6 persen,” ungkapnya.

“Total stan yang dibangun dari DAK Fisik APBN 2025 sejumlah 413 stan dari total 538 stan. Semoga kedepan dilancarkan sampai dengan selesai kontrak pembangunan tanggal 15 Desember 2025,” ia melanjutkan. 

Seperti diberitakan, pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar. Kerugian Ditaksir miliaran rupiah.

Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis tinggi. Konon dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makamnya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu Selengkapnya

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik resmi di mulai hari ini, Senin, 4 Agustus 2025. Seluruh siswa, sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel) diantar oleh orang tua, kepala desa tempat tinggal siswa masing-masing. Serta didampingi Camat. Para orang membawa bekal baju ganti untuk anak mereka. 

Siswa SRMA 37 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik yang telah dilakukan revitalisasi. Mulai ruang kelas, guru, kantin, laboratorium hingga asrama. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin menyambut kedatangan siswa di depan gerbang sekolah berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

SRMA adalah program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus rantai kemiskinan. SRMA berkonsep boarding school. Siswa menginap di asrama gratis. Semua kebutuhan mereka seperti, makan sehari 3 kali, seragam sekolah,  pelengkapan sekolah hingga laptop disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. 

Siswa yang bisa sekolah di SRMA ini, berasal dari desil 1dan 2 atau kelompok rumah tangga miskin dan rentan miskin. Dengan pendidikan yang mereka tempuh diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan sekolah ini dalam waktu enam bulan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, antara lain, Ruang Guru untuk penguatan akademik siswa, terutama dalam bidang Matematika dan Bahasa Inggris.

Selain, dua bidang studi tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani berharap siswa juga bisa mahir di bahasa arab. Sehingga kelak, mereka bisa melanjutkan kuliah di universitas ternama, Al Azhar, Kairo, antara lain. “Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa tembus universitas ternama, baik nasional maupun internasional,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

LAUNCHING: (kiri-kanan) Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin dan Kepala SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta dalam acara launching SRMA 37 Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia pun menitipkan pesan kepada orang tua siswa agar tidak sering menjenguk anak mereka agar memberi ruang kemandirian. “Jangan satu minggu sekali dijenguk. Bagaimana kalau tiga bulan sekali. Biarkan mereka tumbuh mandiri di sekolah ini,” kata Gus Yani. 

Ia pun memberikan motivasi kepada semua siswa untuk mengejar cita-cita dari sekolah rakyat. “Wujudkan cita-cita mulai dari sini,” haramnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani juga  menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden karena Gresik ditunjuk untuk bisa mengimplementasikan Sekolah Rakyat. Kami melihat Sekolah Rakyat ini merupakan cara efektif untuk memuliakan masyarakat prasejahtera. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan pada keluarga prasejahtera,” ujar Bupati Yani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin mengatakan, sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan memuliakan wong cilik. Selain itu, hadirnya sekolah rakyat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. “Sekolah rakyat ini dengan respon yang luar biasa dari Pak Bupati Gresik anak-anak yang tadinya tidak mampu atau tidak bisa mendapatkan akses pembentukan hari ini bisa terjadi ini luar biasa,” katanya. 

SRMA 37 Gresik diharapkan mewujudkan mimpi anak-anak bisa terwujud. Saat menyapa siswa di kelas mereka, siswa mulai berani mengungkapkan cita-cita. Mereka ada bercita-cita menjadi arsitektur, guru, polisi , tentara hingga pengusaha muda. “Tiga lagi, Saya akan menjemput adik-adik yang luar biasa ini,” tegasnya. 

Agus Zainal Arifin pun memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan komitmen pendidikan inklusif. “Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga keberpihakan sosial yang nyata,” ungkapnya.

Seluruh infrastruktur penunjang pendidikan dan asrama telah siap ditempati. Gedung, sarana belajar, kamar asrama, fasilitas MCK, hingga dapur umum disiapkan dalam waktu enam bulan, dengan pengawasan langsung dari Pemkab Gresik. Tidak hanya itu, para siswa akan mendapatkan dukungan penuh fasilitas dan bantuan dari Kementerian Sosial, sebagai bagian dari jaminan kesejahteraan pendidikan.

Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa para guru akan menjalani proses matrikulasi selama 2-3 bulan. Ini untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif.

“Selama masa awal, siswa akan mengikuti program pengenalan yang menyenangkan dengan tema seperti perundungan dan anti intoleransi, agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama,” jelas Rangga.

Selama dua minggu ke depan, siswa SRMA 37 Gresik akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Masa MPLS ini diharapkan seluruh siswa berjumlah 75 anak terbagi dalam tiga rombongan belajar bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru dan yang lainnya.  

Sementara itu, Saadah, salah satu orang tua siswa bersyukur anaknya bisa masuk SRMA 37 Gresik. “Saya sangat senang. Sekolah bagus. Dan, semua biaya pendidikan juga gratis,” ujar orang tua dari siswa bernama Novita asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini. (yad)

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah Selengkapnya