Pemkab Gresik Teken MoU dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM Penyediaan dan Pendistribusian Jaringan Gas Rumah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan gas rumah tangga.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman disaksikan oleh Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono dan Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta pada Kamis, 9 September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penandatanganan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran penyediaan dan pendistribusian gas bumi demi menjamin ketahanan energi nasional serta mewujudkan energi berkeadilan.

“Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah daerah berharap dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” ucap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Edi Hadisiswoyo, Kepala Bagian Pemerintahan Nurul Puspita Wardani, serta Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Gresik Dian Palupi Chrisdiani. 

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gresik dengan menyediakan akses energi yang lebih bersih dan murah. Pemkab Gresik berkomitmen untuk mendukung program ini demi kesejahteraan masyarakat.

Ia melanjutkan, nota kesepahaman ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas penggunaan gas bumi di sektor rumah tangga, yang sejalan dengan program pemerintah dalam menyediakan energi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, saya berharap masyarakat Gresik dapat menikmati manfaat dari akses energi yang lebih bersih, murah, dan ramah lingkungan. Apalagi bagi UMKM yang bergerak di bidang kuliner, tentu dari sisi ekonomi lebih hemat dan bisa meningkatkan produksinya,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan, bahwa MoU ini menjadi landasan penting untuk memperlancar proses pembangunan jaringan gas (jargas) di daerah. “Tujuan dilaksanakannya MoU hari ini adalah pertama, memastikan proses perizinan di daerah dapat dipermudah karena jaringan gas akan melewati jalan, rumah, dan fasilitas publik yang sudah ada,” ujar Laode Sulaeman.

Kedua, lanjutnya, MoU ini memperkuat koordinasi antara Ditjen Migas dengan pemerintah daerah agar proses implementasi tidak mengalami hambatan, termasuk saat jaringan ini nantinya akan dioperasikan oleh operator untuk melayani masyarakat. “Program pembangunan jargas ini adalah salah satu program prioritas Kementerian ESDM, dan akan terus dilanjutkan hingga mencapai target 1 juta sambungan rumah (SR) di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ditjen Migas Laode Sulaeman juga menyampaikan apresiasi atas dukungan para gubernur, bupati, dan wali kota yang hadir. Ia menargetkan tahun ini pembangunan total 115.264 SR di 15 kabupaten/kota yakni Kabupaten Gresik, KaKabupaten Sidoarjo, Kabupaten Wajo, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Oku Timur, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Kemudian, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kota Samarinda, Kota Bontang, serta Kota Jambi

“Mari kita bersama-sama mewujudkan pemanfaatan sumber daya gas bumi ini sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” tandasnya. (yad)

Pemkab Gresik Teken MoU dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM Penyediaan dan Pendistribusian Jaringan Gas Rumah Selengkapnya

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri, sebutan lain,  Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperpanjang diskon 80 persen untuk BPHTB waris dan hibah dari orang tua. 

Perpanjangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan itu berlaku sebulan, mulai hari ini, 18 September sampai 18 Oktober 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengumumkan langsung perpanjangan diskon 80 persen BPHTB waris dan hibah dari orang tua pada Rabu malam, 17 September 2025.

Sebelumnya, diskon alias insentif pajak 80 persem diberikan oleh Pemkab Gresik pada HUT ke-80 Republik Indonesia. Insentif berupa penghapusan denda dan diskon 80 persen pajak bumi dan bangunan (PBB). Insentif yang sama juga diperuntukkan untuk BPHTB waris dan hibah berlaku mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025.

Tingginya antusiasme serta kebutuhan masyarakat, Pemkab Gresik melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) memperpanjang masa pengajuan agar semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kategori waris dan hibah dari orang tua ke anak:

NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 80%

Rp1 miliar–Rp2 miliar : diskon 25%

Lebih dari Rp2 miliar : diskon 15%

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa kebijakan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. “Perpanjangan insentif pajak ini bukan hanya memberikan keringanan biaya, tetapi juga menjadi stimulus bagi warga untuk terus bergerak dan memperkuat perekonomian keluarga maupun daerah. Kami ingin memastikan masyarakat lebih ringan dalam memenuhi kewajiban perpajakan, khususnya terkait proses perolehan hak atas tanah dan bangunan yang berasal dari warisan maupun hibah,” kata Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif usai  Kolaboraya 9th International Conference of Postgraduate School (ICPS) 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 17  September 2025.

Konferensi internasional kolaborasi dengan Universitas Airlangga  Surabaya ini dihadiri ratusan mahasiswa master dan doktoral berbagai jurusan dari 17 negara.

Pemkab Gresik berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pondasi ekonomi daerah. (yad)

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah Selengkapnya

Ribuan PMR Jatim Ikuti Jumbara di Gresik, Bupati Gresik: PMI Terus Menyuarakan Nilai-nilai Kemanusiaan 

GRESIK,1minute.id – Palang Merah Indonesia genap berusia 80 tahun pada 17 September. PMI Gresik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Provinsi Jawa Timur di lapangan Wisma Achmad Yani pada Rabu, 17 Agustus 2025. 

Jumbara, bagian dari menyemarakkan HUT ke-80 PMI ini diikuti ribuan anggota PMR mulai Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, bersama Ketua PMI Jatim Imam Utomo dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Ketua PMI Gresik Ahmad Nadir. Jumbara dihelat selama 5 hari. 

Jumbara pun meriah. Apalagi diisi parade budaya dari PMR 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur yang menjadi daya tarik utama, menampilkan ragam tradisi daerah sekaligus mempererat persaudaraan antarrelawan muda.

Dalam parade budaya ini, PMR Gresik sendiri tampil dengan mengusung tema “Mari Kita Mengurangi Penyebaran Penyakit” sebagai ajakan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dan, dilanjutkan dengan penyerahan 50 paket sembako kepada masyarakat..

Wagub Jatim Elistianto Dardak menegaskan, bahwa ajang ini penting untuk membentuk kader PMR yang tangguh, berdaya saing, dan memiliki semangat kerelawanan yang tinggi.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, apresiasi mendalam kepada PMI Jawa Timur. Menurutnya, sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan PMI menjadi elemen penting dalam bidang kemanusiaan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih kepada PMI Provinsi Jawa Timur. Semoga PMI semakin menjadi lembaga yang terus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan hadir membantu masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua PMI Jatim Imam Utomo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya perayaan, melainkan sarana melahirkan kader PMR terbaik yang nantinya akan dikirim ke tingkat nasional.

“PMI lahir untuk terus mengabdi bagi kemanusiaan, dan tugas itu tidak akan pernah berhenti selama manusia masih membutuhkan uluran tangan,” jelas mantan Gubernur Jawa Timur itu. (yad)

Ribuan PMR Jatim Ikuti Jumbara di Gresik, Bupati Gresik: PMI Terus Menyuarakan Nilai-nilai Kemanusiaan  Selengkapnya

Malam ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bakal Buka Konferensi Internasional diikuti Postgraduate dari 17 Negara

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan membuka konferensi internasional, Kolaboraya The 9th  International Conference of Postgraduate School (ICPS) 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, Rabu, 17 September 2025.

Konferensi yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga Surabaya yang akan diikuti ratusan mahasiswa program pascasarjana dan doktoral berasal dari 17 negara. Mereka adalah mahasiswa Postgraduate dari semua jurusan. Mulai Human Resource Manajemen, hukum, kedokteran, ilmu kepolisian, data analitik dan lainnya.

Mereka antara lain berasal dari Singapura, Belanda, Yaman, Guinea, Libya, Myanmar, Rwanda, dan Afganistan. Kemudian, Mesir, Pakistan, Ghana, India, Sierra Leone, Kyrgyzstan, Nigeria, dan Tanzania. Dan, tuan rumah Indonesia.

Pada kesempatan itu, kandidat Doktor  Universitas Airlangga Surabaya akan memaparkan potensi dan keunggulan kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang mendunia, “Geopolitical Risk and Resilience on Developing for Better World: Indonesia Aman, Investasi Gresik Mendunia“.

Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah sebesar 125.675 hektar yang terbagi menjadi 18 Kecamatan, 26 Kelurahan dan 330 Desa di daratan dan kepulauan ini telah menjadi magnet bagi investor. Investasi yang masuk ke Gresik menunjukkan tren meningkat dalam lima tahun terakhir, mulai 2021 hingga 2025. Pada 2021 realisasi investasi mencapai Rp 16,76 triliun. Pada 2024 investasi tembus Rp 37,90 triliun. Pada semester pertama tahun 2025 realisasi investasi mencapai Rp 16,41 triliun. 

Tren positif itu menjadikanGresik berhasil meraih Investment Opportunity Award dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2024, sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen daerah dalam mendorong iklim investasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain industri, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga memaparkan perkembangan sektor ekonomi kreatif yang tumbuh sebesar 47 persen pada 2024. seiring berkembangnya produk kuliner, kriya, wastra, dan karya-karya kreatif lainnya.

Destinasi unggulan seperti wisata alam di Pulau Bawean, Pantai Delegan semakin dikenal luas, sementara wisata religi Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim menghubungkan generasi hari ini dengan sejarah penyebaran Islam di Jawa.

Gresik yang dikenal dengan sebutan Kota Santri, adalah salah penghasil kerajinan kopyah terbesar di Indonesia. Sebanyak  240 unit usaha perajin kopyah atau songkok dan 1.142 tenagakerja. Pada 27 Juni 2024, Pemkab Gresik melepas ekspor produk kopyah ke Brunei Darussalam.

Kolaborasi antar unsur seperti kebudayaan, ekonomi kreatif dan warisan budaya/cagar budaya yang dibalut dalam program rutin yang menyatukan musik, seni pertunjukan, seni rupa, hingga kuliner dalam satu wadah yaitu Cokro Ekraf Festival yang berlokasi pada Jalan Nasional terpendek yaitu H.O.S Cokroaminoto

Kolaborasi ekonomi kreatif melalui koperasi merah putih. Gresik telah membentuk 356 Koperasi dan melanjutkan dengan pendampingan rencana bisnis yang didampingi oleh 6 perguruan tinggi. Beberapa koperas telah beroperasi seperti koperasi merah putih pangkah wetan yang menjadi salah satu dari 80 percontohan nasional dari 82.000 koperasi yang terbentuk di Indonesia, Pangkah Kulon menjadi koperasi merah putih pertama di Indonesia yang siap ekspor. 

Konferensi terbesar kolaborasi antara Pemkab Gresik dengan Universitas Airlangga Surabaya akan dihadiri antara lain, Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Dr. Yenny Purnama, Sp. A(K). M.A.R.S. ;  Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Dato Rusman S.N ; Prof. Cedomir Nestorovic, ESSEC Business School, Singapore ; Prof. T.A. Esteban, TU Delft University Netherland.

Kemudian, Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. A.C. Romdhoni ; Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. H. Jusuf Irianto, yang menjadi promotor Fandi Akhmad Yani  dalam menempuh pendidikan S3 Sosiologi di FISIP Unair dan lainnya. 

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik Imam Basuki mengatakan, peserta konferensi internasional ada yang sudah hadir di Kantor Bupati. “Sudah ada peserta konferensi internasional yang datang,” kata Imam Basuki ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu sore, 17 September 2025. (yad)

Malam ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bakal Buka Konferensi Internasional diikuti Postgraduate dari 17 Negara Selengkapnya

Kafilah Berangkat ke Jember, Bupati Gresik : MTQ bukan Sekadar Lomba, tapi Menanamkan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 85 kafilah asal Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memberangkatkan kafilah terdiri dari 56 peserta, 9 pendamping, 12 pembina, dan 8 ofisial di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 11 September 2025.

Mereka akan berkompetisi di tujuh cabang lomba yakni, Tilawah Al-Qur’an (16 peserta), Hifzhil Qur’an (10 ), Tafsir Al-Qur’an (6 ), Fahmil Qur’an (6), Syarhil Qur’an (6 ), Khot Al-Qur’an (10), serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (2).

Acara pemberangkatan dihadiri Plt. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Muhammad Ali Faiq, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suprapto, Kepala Dinas PMD Abu Hassan, serta Koordinator Pembina Kafilah MTQ KH. Syaiful Munir.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa keikutsertaan kafilah Gresik dalam MTQ ini bukan sekadar rutinitas lomba, tetapi juga upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh cabang lomba dapat kami ikuti. Kita tidak ada kesulitan untuk memberangkatkan kafilah, karena Gresik memang gudangnya santri. Mudah-mudahan, ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi budaya yang diimplementasikan ke seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga mengingatkan kembali tentang Peraturan Bupati yang mewajibkan baca Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar. “Momentum MTQ ini menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen kita untuk terus memuliakan Al-Qur’an dalam setiap momen kehidupan. Semoga keberangkatan kafilah ini membawa berkah dan dapat meraih prestasi terbaik,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Wildan Faruqil Ahkam, salah satu kafilah menyampaikan rasa syukur bisa mengikuti MTQ yang akan berlangsung di Kabupaten Jember mulai 11 sampai 20 September 2025. “Sebelum lomba, saya menjalani pembinaan, latihan setiap hari, juga tirakat dan ikhtiar lahir batin. Target saya tentu ingin meraih juara, tapi lebih dari itu saya berharap mendapatkan berkah dari Al-Qur’an,” ucap Wildan yang akan berlaga di cabang Tilawah Al-Qur’an Anak-anak ini. (yad)

Kafilah Berangkat ke Jember, Bupati Gresik : MTQ bukan Sekadar Lomba, tapi Menanamkan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan  Selengkapnya

Bupati Gresik bersama Jemaah dan Warga Doa Bersama untuk Gresik Aman, Indonesia Damai di Masjid Jamik Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jemaah masjid dan warga Kota Santri melakukan doa bersama untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Jamik Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik pada Rabu, 3 September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampak hadir ditengah-tengah tokoh agama (toga) tokoh masyarakat (tomas) serta pimpinan partai politik. Doa bersama ini bertujuan mendoakan Gresik agar selalu damai, rukun, dan kondusif.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya, mengajak semua pihak untuk terus menjaga persaudaraan dan kondusivitas Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. “Alhamdulillah di Gresik, Forkopimda kompak. Mudah-mudahan kita bisa terus menjaga keamanan, agar masyarakat tetap tenang berkegiatan. Atas nama pemerintah, Saya berterima kasih kepada semua yang mau menahan diri, melihat kepentingan yang lebih besar, yakni Gresik yang aman dan damai,” kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dalam kesempatan itu juga, Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ricuh di sejumlah daerah pekan lalu. “Kita berdoa bersama untuk para korban. Semoga Allah mengampuni dan melindungi negeri ini. Gresik aman, Indonesia aman,” tambah magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik KH Mulyadi menyebut acara ini sebagai momen menyamakan rasa. “Alhamdulillah sore ini kita buktikan bahwa Gresik damai. NU merasa ikut bertanggung jawab, karena masyarakat Gresik adalah bagian dari kita semua,” ujar Kiai Mulyadi. 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Muhammad Thoha Mahsun mengapresiasi munculnya ajakan untuk menjaga ketenteraman dan kesejahteraan bersama. Sementara itu, KH Abdul Mu’is, pengurus LDII Gresik menambahkan rasa syukur atas suasana aman yang memungkinkan masyarakat beraktivitas tanpa gangguan. “Kerukunan dan kekompakan adalah simbol bahwa kita bisa menghadapi apa pun,” katanya.

Sementara, KH Zakaria Al Ansori, salah satu tokoh masyarakat, mengingatkan bahwa perbedaan suku dan pandangan jangan menjadi alasan perpecahan.

“Semoga doa yang kita panjatkan hari ini membawa kebaikan, menjadikan Indonesia sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafūr,” tuturnya.  Doa bersama dihelat badal Salat Ashar ini dilanjutkan dengan Salat Maghrib berjamaah ini berlangsung khidmat (yad)

Bupati Gresik bersama Jemaah dan Warga Doa Bersama untuk Gresik Aman, Indonesia Damai di Masjid Jamik Gresik  Selengkapnya

Kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT 2025 Diluncurkan, Pemkab Gresik Bangun 90 Rumah Layak Huni Gratis di Desa Campurejo 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meluncurkan program anyar. Namanya, Program Kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT Tahun 2025 Aspek Pertanahan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng bersama Bank Gresik dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Gresik. 

Program kolaborasi ini diluncurkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 3 September 2025. Ruang Mandala Bhakti Praja pun penuh sejak pagi. Sebab, masyarakat Desa Campurejo, Panceng yang mendapatkan manfaat program ini bisa mulai mengurus proses akta kepemilikan sertifikat hak milik rumah di lokasi acara. Puluhan petugas notaris, anggota IPPAT Gresik membuka meja pelayanan. Juga ada petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik. 

Program Kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) 2025 nyaris sama dengan program sebelumnya. Yakni, Revitalisasi Kawasan Integrasi di Bantaran atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik sebagai Kawasan Minapolitan.

Di program Kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng Aspek Pertanahan, pemerintah akan membangun sebanyak 90 unit rumah gratis. Namun, warga membeli lahan yang disediakan oleh pemerintah des setempat dengan fasilitas kredit bunga ringan dari Bank Gresik, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

FOTO BARENG : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (6 dari kiri) bersama Kakanwil BPN Jatim Asep Heri dalam program Kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT Tahun 2025 Aspek Pertanahan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 3 September 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi /1minute.id)

Sedangkan, IPPAT Gresik bertugas membantu proses jual beli hingga kepemilikan sertifikat hak milik (SHM). Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik memberikan support penuh kemudahan proses kepemilikan SHM. Dalam peluncuran program ini, dihadiri antara lain, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Asep Heri, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga merangkap Plt Direktur Utama Bank Gresik Edy Hadisiswoyo, Ketua Pengda IPPAT Gresik Raditya Eko Hartanto dan Kepala Kantor BPN Gresik Ralif Setiawan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT Tahun 2025 Aspek Pertanahan ini adalah program inovasi Pemkab Gresik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.  

“Ini program inovasi Pemkab Gresik. Hampir sama di kawasan Minapolitan Randuboto, Sidayu. Tapi, lokasi kita geser ke Desa Campurejo, Kecamatan Panceng,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 3 September 2025. 

Dalam program ini, pemerintah hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat MBR memiliki rumah layak huni. Selama ini, mereka menempati rumah tidak layak huni. Pemerintah melakukan relokasi ke lahan yang disediakan oleh pemerintah desa (pemdes) setempat. “Tapi, warga membeli dengan fasilitas kredit bunga rendah di Bank Gresik,” ujarnya. Untuk proses kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) dibantu oleh IPPAT Gresik. “Karena ini bukan komersial, Saya jawel IPPAT jadi sangat murah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Diatas  lahan yang telah dibeli oleh warga secara angsuran itu, pemerintah membangun rumah layak huni. “Pemerintah melalui DAK PPKT membangun rumah gratis,” katanya.  

Proses pembangunan 90 unit rumah layak huni membutuhkan waktu 4 sampai 5 bulan. “Nanti warga langsung dapat kunci baru, lahan baru dan rumah baru yang layak huni,” tegasnya. Ia pun meminta doa kepada warga agar proses pembangunan bisa lancar sesuai dengan rencana. “Doakan lancar. Sehingga bisa segera ditempati. Semoga rumah baru nanti berkah kesehatan dan kesejahteraan,” ujarnya. 

Mengapa pemerintah kabupaten (Pemkab) getol melakukan penanganan Permukiman Kumuh ? Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, program itu dilakukan karena memiliki banyak dampak positif bagi masyarakat. Ia menyebut, antara lain, rumah layak huni yang bersih dan sehat bisa mengurangi angka stunting. “Di rumah yang bersih dan sehat anak bisa tumbuh kembang dengan baik. Apalagi disini, mayoritas nelayan sehingga asupan sangat baik,” tegasnya. 

SAPA WARGA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa warga penerima manfaat program DAK PPKT Tahun 2025 Aspek Pertanahan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 3 September 2025 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Jawa Timur Asep Heri mengatakan, program kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT ini adalah wujud nyata komitmen negara hadir untuk mengurus rakyat. Istilah di BPN adalah Reforma Agraria. “Ini (program) luar biasa Gus Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red). ini tanahnya di sertifikatkan perekonomian disambungkan ke perbankan tujuan utamanya bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Asep yang juga mantan Kepala BPN Gresik ini. 

“Ini masyarakat tentunya berterima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran. Masyarakat rumahnya bagus, tanahnya walaupun masih mengangsir di fasilitasi oleh bank Gresik dan setelah itu disertifikatkan atas nama orang per orang dan hak milik  itu merupakan kehadiran negara dalam rangka berkolaborasi mengurus seluruh kepentingan dan kebutuhan masyarakat tujuannya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo menyatakan, program kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT ini, merupakan keberpihakan Pemkab Gresik dalam Penanganan Permukiman Kumuh Khusus bagi masyarakat MBR untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni,” katanya. Program ini patut mendapatkan apresiasi dan memperkuat sinergi dengan Bank Gresik, IPPAT Gresik, BPN Gresik dan Pemdes Campurejo.

Kehadiran warga penerima manfaat program ini untuk melakukan penandatanganan akta perjanjian bersama antara penerima DAK PPKT dengan Bank Gresik dan IPPAT Gresik. Sebelum acara berakhir, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan secara simbolis dua sertifikat kepada dua warga penerimaan manfaat program ini. 

Pada kesempatan itu, Bank Gresik juga memberikan door prize kepada warga secara di undian berupa tabungan senilai Rp 500 ribu. Azrifah, salah satu penerima manfaat mengaku sangat senang. “Semoga lebaran nanti bisa menempati rumah baru,” katanya semringah. (yad)

Kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT 2025 Diluncurkan, Pemkab Gresik Bangun 90 Rumah Layak Huni Gratis di Desa Campurejo  Selengkapnya

Dekranasda Fest 2025 Bangkitkan Semangat Produktivitas UMKM Lokal

GRESIK,1minute.id – Dekranasda Fest kembali digelar. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, membuka membuka Dekranasda Fest 2025 di Icon Mall Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025. Ajang yang memadukan kekayaan budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM lokal. 

“Terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungannya. Kita bersama menyaksikan kreasi budaya khas Gresik, mulai dari tenun, batik, songkok, hingga produk-produk UMKM. Semoga acara ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Siapa lagi yang akan memperjuangkan kalau bukan kita sendiri. Sukses untuk Dekranasda, dan sukses untuk kebangkitan UMKM di Kabupaten Gresik,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Dekranasda Fest 2025 hasil kolaborasi bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan para pelaku UMKM lokal serta sejumlah perusahaan.

Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangkitkan semangat dan produktivitas para pelaku UMKM. “Kita bisa merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Mulai dari penjahit, pembuat songkok, perajin batik dan songket, hingga desainer dan model, semuanya terlibat aktif,” kata Ning Nurul, sapaan, Nurul Haromaini Ali. 

“Karya-karya yang ditampilkan mengangkat tema Gresik dana lahir dari potensi lokal. Ini menegaskan bahwa budaya Gresik tak hanya layak dilestarikan, tapi juga mampu bersaing,” imbuh Sarjana Komunikasi Unair Surabaya itu.

Selain pameran produk kerajinan, Dekranasda Fest 2025 juga dimeriahkan dengan sejumlah agenda menarik. Di antaranya, pelatihan membuat tas kekinian, lomba peragaan busana antar organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta istri anggota DPRD Gresik. (yad)

Dekranasda Fest 2025 Bangkitkan Semangat Produktivitas UMKM Lokal Selengkapnya

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun

GRESIK,1minute.id – DPRD Gresik menggelar rapat paripurna agenda Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) serta Pengambilan Keputusan terhadap Ranperda P-APBD 2025 pada Jumat, 29 Agustus 2025. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dibacakan oleh juru Bicara Banggar Faqih Usman. Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembahasan telah dilalui, mulai dari penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan hingga pembahasan mendetail di tingkat komisi. Hasilnya, disepakati perubahan postur APBD 2025.

“Pendapatan daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,86 triliun, atau bertambah Rp 15,4 miliar. Sedangkan belanja daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,94 triliun, atau naik Rp 102,3 miliar. Dengan demikian, terjadi defisit sebesar Rp 86,8 miliar,” papar Faqih.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, lanjutnya, digunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)  2024 sebesar Rp 89 miliar ditambah penerimaan pinjaman Rp 15 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan Rp 22 miliar. Sehingga jumlah pembiayaan neto tetap berimbang dan SiLPA menjadi nol.

Faqih juga menyampaikan sejumlah rekomendasi Banggar, antara lain, perlunya evaluasi ketat terhadap pendapatan daerah dari pajak dan retribusi agar mencapai target, serta optimalisasi belanja agar lebih tepat, cepat, efektif, dan efisien. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperhatikan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, menegaskan bahwa tambahan anggaran dalam P-APBD 2025 akan diarahkan untuk kebutuhan prioritas. “Di antaranya perbaikan sekolah rusak, peningkatan puskesmas menjadi standar rawat inap, serta menopang layanan kesehatan seperti UHC (Universal Health Coverage), obat-obatan, dan program kesehatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi kinerja DPRD dalam pembahasan perubahan APBD ini. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar melaksanakan program secara efektif dan produktif mengingat waktu pelaksanaan yang terbatas.

“Ranperda Perubahan APBD 2025 ini segera kami sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dilakukan evaluasi. Dengan begitu, bisa dipastikan kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku baik dari aspek teknis, materiil, maupun legalitas,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. Ia berharap Perubahan APBD 2025 menjadi instrumen fiskal yang aspiratif, adaptif, dan responsif untuk kemajuan Kabupaten Gresik. (yad)

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun Selengkapnya

Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Warga, Forkopimda Gresik Luncurkan 80 Kolam Budidaya Ikan Lele 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meluncurkan program kolam budidaya ikan lele serentak di 80 desa yang tersebar di 16 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik. 

Peluncuran program budidaya kolam lele dipusatkan di pekarangan Pangan Lestari Bhayangkari Cabang Gresik, Asrama Polisi Randuagung, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang melaunching Program kolaborasi empat pilar yakni Pemkab Gresik, Polres Gresik, Kodim 0817/Gresik dan PT Petrokimia Gresik. Seremonial ditandai dengan menebar ribuan bibit ikat lele di kolam berdiameter 3 meter itu. Tampak hadir kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob serta Penjabat Kepala Dinas Perikanan Gresik Arip Wicaksono. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program budidaya ikan lele tidak lepas dari peran Tiga Pilar Desa, yakni Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Kepala Desa yang bersinergi bersama Dinas Perikanan serta PT Petrokimia Gresik.

“Pada saat ini, sudah ada 80 kolam ikan yang siap ditebari benih lele, tersebar di 80 desa di wilayah Kabupaten Gresik. Angka ini merupakan bentuk semangat juang di Hari Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 ini,” ujar Gus Yani, sapaan akrab , Fandi Akhmad Yani.

Ia melanjutkan, budidaya lele bukan hanya aktivitas pertanian sederhana, tetapi juga solusi menjanjikan di tengah gejolak ekonomi global. Dengan biaya pemeliharaan relatif rendah dan pasar yang stabil, ikan lele dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat desa.

Harapan serupa disampaikan Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.  Menurutnya, program kolam lele ini mampu menjadi jawaban nyata atas tantangan ekonomi warga. “Kami berharap budidaya lele dapat memberikan manfaat berlapis, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan lokal, hingga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” tutur alumnus Akpol 2006 itu.

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal program hingga ke desa-desa agar berjalan optimal. Puncak acara ditandai dengan seremoni penebaran benih ikan lele secara simbolis ke dalam kolam yang telah disiapkan. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta terhubung melalui zoom meeting dengan jajaran Polsek di berbagai kecamatan, yang pada saat bersamaan juga melakukan penebaran benih lele di wilayah masing-masing. (yad)

Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Warga, Forkopimda Gresik Luncurkan 80 Kolam Budidaya Ikan Lele  Selengkapnya