Bupati Luwu Timur Studi Tiru Kampung Bandeng Desa Pangkah Wetan, Gresik

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif menerima kunjungan kerja Bupati Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan Irwan Bachri Syam. Kunjungan Bupati Luwu Timur beserta rombongan ini bertujuan untuk melakukan studi tiru mempelajari dan memperluas model budidaya ikan bandeng dan olahan yang sukses dilakukan di Gresik.

Dalam pertemuan dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengungkapkan ketertarikannya pada keberhasilan Kabupaten Gresik hingga dicanangkan sebagai kampung bandeng oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Di Kabupaten Luwu Timur ada 12.000 hektare tambak yang tersebar di empat kecamatan yang dikelola masyarakat. Maka setelah ini kami beserta rombongan ke lapangan untuk melihat bagaimana pengembangan budidaya dan produksi bandeng di Gresik di atas rata-rata,” ungkapnya.

Ia pun berencana menduplikasi keberhasilan pembudidaya ikan bandeng di Gresik ini dalam program desa unggul, maju dan sejahtera. “Kami beserta rombongan akan mendalami seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan tambak, pembibitan, pemeliharaan, pemberian pakan dan pupuk, hingga teknik pembesaran ikan bandeng dari tahap nener sampai siap konsumsi maupun olahannya,” ujarnya. 

Irwan Bachri Syam menjlentrehkan produksi ikan bandeng dari Luwu Timur. “Ikan Bandeng kita kirim ke Makassar masih dalam mentahan. Mudah-mudahan setelah studi tiru ini kita akan memperluas dan mengembangkan budidaya dan meningkatkan produksi ikan bandeng di sana,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan program pembangunan desa unggul juara tahun 2025 di Kabupaten Gresik sebagai lokus pengembangan perikanan komoditas bandeng.

“Potensi Kabupaten Gresik luas lahan budidaya sejumlah 28.653,26 hektare yang terdiri dari tambak payau 15.601,26 hektare, tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya ikan sejumlah 20.279 orang, terdiri dari pemilik tambak 15.728 orang dan Pandega 4.550 orang,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Yani mengungkapkan, konsep kampung perikanan budidaya merupakan kawasan terintegrasi dari hulu (teknologi budidaya) sampai hilir (pengolahan dan pemasaran). Bertujuan meningkatkan produksi ikan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha. “Produksi perikanan budidaya Kabupaten Gresik tahun 2024 sebesar 155.972 ton dengan nilai produksi Rp 3.286.479.000. Dengan produksi ikan bandeng sebagai komoditas unggulan yaitu sebesar 90.416 ton,” ungkapnya.

Dikatakan, ikan bandeng telah menjadi simbol identitas Kabupaten Gresik yang mencerminkan kekayaan sumber daya perikanan dan kehidupan masyarakat pesisirnya. Kabupaten Gresik sebagai produsen ikan bandeng di Indonesia mulai dari gelondongan atau benih sampai dengan ukuran konsumsi. Selain berkembangnya perikanan budidaya, diikuti pula dengan berkembangnya usaha pengolahan dan pemasaran ikan bandeng yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan.

“Produk olahan ikan bandeng berupa otak-otak bandeng, mi bandeng, bandeng asap, bandeng presto, kerupuk bandeng, bandeng tanpa duri, abon tulang bandeng, stik bandeng, dimsum bandeng, bakso bandeng serta produk olahan lainnya. Setelah sesi diskusi, Bupati Luwu Timur beserta rombongan melakukan kunjungan lapangan ke kampung budidaya ikan bandeng Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah. (yad)

Bupati Luwu Timur Studi Tiru Kampung Bandeng Desa Pangkah Wetan, Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate

GRESIK,1minute.id –  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertambah. SPPG baru itu bernama SPPG Hibrid. Lokasinya di lingkungan Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (PPNU) Trate di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan SPPG Hibrid, hasil kolaborasi antara Pemkab Gresik, Yayasan PPNU Trate, dan CSR PT Petrokimia Gresik yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 20 Oktober 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada PT Petrokimia Gresik yang telah berperan aktif dalam pembangunan dapur gizi hibrid di Gresik. “Hari ini adalah hari yang kita tunggu bersama. Terima kasih kepada PT Petrokimia Gresik yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap program prioritas Presiden melalui CSR-nya,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

“Kehadiran dapur hibrid ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” lanjut Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Ia menjelaskan bahwa makna hibrid dalam SPPG ini bukan sekadar nama, melainkan filosofi dari kolaborasi lintas sektor dan inovasi tata kelola. “SPPG Hibrid hadir sebagai bentuk transformasi kantin sekolah menjadi dapur gizi. Dapur ini dibangun di dalam lingkungan pendidikan, tanpa menghapus peran kantin yang sudah ada. Justru ditingkatkan menjadi ruang penyedia gizi yang terintegrasi,” jelasnya.

Menurutnya, model ini memperpendek rantai penyediaan makanan bergizi sehingga anak-anak mendapatkan asupan sehat langsung di tempat belajar. Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dibanding kuantitas dalam penyediaan makanan.

“SPPG jangan hanya berorientasi pada jumlah. Fokus kita adalah pada kualitas gizi. Pastikan setiap menu yang disajikan benar-benar sehat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak-anak. Kepala desa dan Lurah bisa ikut menjadi mitra dalam pendampingan, sementara puskesmas harus rutin melakukan pengawasan agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Kepada pengelola dapur SPPG yang berasal dari pegawai kantin sekolah, Bupati Yani juga menitip pesan, yakni untuk selalu menjaga kebersihan dan standar sanitasi. “Kualitas makanan yang baik hanya bisa dihasilkan dari dapur yang bersih dan tertib,” tambahnya.

Ia juga berharap adanya sinergi antara SPPG dan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga kebutuhan bahan baku dan logistik dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan PPNU Trate Elvi Wahyudi menjelaskan, SPPG Dapur Hibrid dibangun melalui pendampingan Pemkab Gresik dan dukungan CSR dari PT Petrokimia Gresik dengan nilai investasi sekitar Rp 1,3 miliar. Pembangunan dilakukan sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan memanfaatkan fasilitas kantin sekolah yang disulap menjadi dapur gizi terstandar.

“SPPG Dapur Hibrid ini melayani 3.059 murid di lingkungan Yayasan PPNU Trate, terdiri dari MINU Trate Putra (576 murid), MINU Trate Putri (641 murid), SDNU 1 Trate (707 murid), SDNU 2 Trate (53 murid), MTs NU Trate (404 murid), dan SMK NU Trate (678 murid),” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, dapur ini telah memperoleh sertifikat air higienis dan sanitasi dari Dinas Lingkungan Hidup, sertifikat penjamah makanan dari Dinas Kesehatan, serta sertifikat laik higiene dan sanitasi dari Dinas Kesehatan  Gresik. “Semua standar kami penuhi agar makanan yang dihasilkan tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi,” pungkasnya. (yad)

Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate Selengkapnya

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa, 14 Oktober 2025. MoU itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur.

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik untuk memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan bahwa inti dari MoU ini adalah memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.

“Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa terhenti. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, MoU ini sekaligus menandai komitmen Pemkab Gresik untuk menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang melindungi anak pekerja migran. “Alhamdulillah MoU ini bisa terlaksana. Semoga menjadi awal kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Gresik, tapi juga dapat diperluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perlindungan anak pekerja migran bukan hanya soal administrasi kependudukan, melainkan juga strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Dengan identitas yang sah, anak-anak dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak, sekaligus kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka. 

“Kita sedang memastikan tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dari peradaban hanya karena masalah identitas,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia menyebutkan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran, dan pemerintah daerah memiliki kewajiban moral sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar warganya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, menyambut baik langkah Pemkab Gresik yang disebutnya sebagai terobosan penting dari pemerintah daerah. Menurutnya, inisiatif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain karena banyak anak pekerja migran di Malaysia yang belum tersentuh akses pendidikan.

Ia mengungkapkan, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia cukup beragam. Di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Serawak), kerja sama dengan pemerintah sudah terjalin sehingga memungkinkan hadirnya guru dan fasilitas pendidikan. Sementara di Semenanjung Malaysia, dukungan lebih banyak lahir dari masyarakat melalui sanggar belajar.

“Awalnya hanya ada tiga sanggar, sekarang sudah berkembang menjadi 78 sanggar belajar dengan lebih dari 2.600 murid. Itu semua hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan partisipasi perguruan tinggi,” jelas Hermono.

Hermono menegaskan bahwa kunci perlindungan pekerja migran memang berada di pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan UU Nomor 18 Tahun 2017. Karena itu, langkah Pemkab Gresik disebutnya sebagai model yang harus diperluas. “Apa yang dilakukan Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani) adalah pionir. Kita tidak ingin ada satu generasi yang tersingkirkan hanya karena mereka adalah anak pekerja migran. MoU ini harus menjadi contoh agar lebih banyak kepala daerah peduli dan berkomitmen,” pungkasnya. (yad)

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia Selengkapnya

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berpotensi kehilangan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 571 miliar pada 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pemangkasan TKD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dilakukan oleh pemerintah pusat kepada semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Nah, wacana yang berkembang TKD ke Pemkab Gresik dipangkas sebesar Rp 571 miliar. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Harapan kami, pemangkasan anggaran TKD itu bisa dievaluasi kembali. Meski demikian Pemerintah Kabupaten Gresik sudah ada persiapan, yakni merasionalisasi kembali belanja. Belanja yang berkaitan langsung dengan masyarakat itu menjadi poin utama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani usai meresmikan Musala di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Dikatakan, anggaran belanja Pemkab yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur dan kesehatan, akan tetap dikawal. “Infrastruktur akan kami evaluasi mana yang benar-benar bisa mengungkit ekonomi masyarakat. Begitu juga dengan target Universal Health Coverage (UHC) tetap kami kawal agar masyarakat bisa merasakan manfaat nyata,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sebaliknya, belanja yang bersifat umum dan seremonial akan dievaluasi. Pemerataan infrastruktur tetap berjalan, namun lebih selektif berdasarkan manfaat yang dihasilkan. “Kami pastikan pembangunan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat tidak akan terhenti.” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Gresik juga memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup potensi kekurangan akibat pemangkasan. Optimalisasi pajak daerah, pengelolaan aset dan inovasi pelayanan publik disiapkan agar pembangunan dan pelayanan masyarakat terus berlanjut.

“Rasionalisasi bukan berarti memangkas hak masyarakat, tetapi memastikan setiap rupiah dipakai untuk program yang berdampak nyata bagi warga Gresik,” pungkas mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas  Selengkapnya

Pemkab Gresik Siapkan Rumah untuk Keluarga Naufal, Atlet Gimnastik Nasional yang Meninggal di Rusia

GRESIK,1minute.id – Jenazah Naufal Takdir Al Bari, atlet gimnastik nasional asal Gresik yang meninggal di Rusia dimakamkan Tempat Pemakaman Islam (TPI) Tlogopojok, Gresik pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko bersama ratusan warga turut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir Naufal di Tempat Pemakaman Islam (TPI) Tlogopojok, Kelurahan Tlogopojok, Gresik sekitar 5 kilometer dari rumah duka.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, bahwa kepergian Naufal bukan sekadar kehilangan untuk Gresik, melainkan bagi Jawa Timur dan Indonesia. “Naufal punya cita-cita membahagiakan ibunya. Insya Allah Pemkab Gresik akan membantu mewujudkan cita-cita tersebut,” ujarnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut bahwa almarhum adalah kebanggaan daerah. “Dedikasinya mengharumkan nama bangsa sekaligus daerah. Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh masyarakat Gresik, kami ikut berduka cita. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sebagai bentuk perhatian, Pemkab Gresik bersama BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan bantuan sebesar Rp 268,4 juta kepada keluarga almarhum. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan rumah keluarga Naufal agar kondisi tempat tinggal menjadi lebih layak dan terjamin.

“Pemkab Gresik hadir bukan hanya dalam suka, tetapi juga dalam duka. Rumah bagi keluarga Naufal akan kami siapkan sebagai bentuk penghormatan akan cita-cita Naufal,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

“Cita-cita Naufal akan kami teruskan melalui langkah nyata. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap atlet asal Gresik mendapat perlindungan dan dukungan yang baik,” pungkas Bupati Yani. Selain itu, Pemkab Gresik berkomitmen memperkuat pola pembinaan atlet di daerah. Pemerintah akan memastikan perlindungan kesehatan, jaminan sosial, dan dukungan pembinaan bagi para atlet.

Keluarga Naufal, diwakili oleh Ketua Umum PB Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, lembaga, serta masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan moral, dan bantuan.

“Kami sangat menghargai kepedulian dan dukungan ini. Naufal adalah harapan bangsa. Ia diproyeksikan untuk berlaga di Kejuaraan Dunia, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Semoga semangatnya tetap hidup dan memotivasi kita semua,” ujar Ita Juliati. (yad)

Pemkab Gresik Siapkan Rumah untuk Keluarga Naufal, Atlet Gimnastik Nasional yang Meninggal di Rusia Selengkapnya

Gubernur, Bupati dan Ratusan Warga Antarkan Jenazah Naufal, Atlet Gimnastik asal Gresik yang Meninggal di Rusia ke TPI Tlogopojok 

GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti atlet gimnastik Indonesia. Naufal Takdir Al Bari, atlet gimnastik nasional asal Gresik ini meninggal di Rumah Sakit G. A. Zakharyin, Penza, Rusia pada Kamis, 25 September 2025, setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari akibat cedera dalam latihan pemusatan menjelang Kejuaraan Dunia Artistik 2025 dan SEA Games 2025.

Jenazah Naufal tiba di rumah duka di Jalan KH Kholil, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Jumat, 3 Oktober 2025. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko bersama ratusan warga turut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir Naufal di Tempat Pemakaman Islam (TPI) Tlogopojok, Kelurahan Tlogopojok, Gresik sekitar 5 kilometer dari rumah duka.

Wajah mereka berkaca-kaca seakan ikut merasakan duka yang mendalam yang dialami keluarga Naufal. Beberapa atlet gimnastik juga tidak bisa membendung air mata. Naufal, adalah atlet gimnastik nasional yang mengharumkan nama Gresik dan Jawa Timur bahkan Indonesia. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, bahwa kepergian Naufal bukan sekadar kehilangan untuk Gresik, melainkan bagi Jawa Timur dan Indonesia. “Naufal punya cita-cita membahagiakan ibunya. Insya Allah Pemkab Gresik akan membantu mewujudkan cita-cita tersebut,” ujarnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut bahwa almarhum adalah kebanggaan daerah. “Dedikasinya mengharumkan nama bangsa sekaligus daerah. Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh masyarakat Gresik, kami ikut berduka cita. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sebagai bentuk perhatian, Pemkab Gresik bersama BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan bantuan sebesar Rp 268,4 juta kepada keluarga almarhum. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan rumah keluarga Naufal agar kondisi tempat tinggal menjadi lebih layak dan terjamin.

“Pemkab Gresik hadir bukan hanya dalam suka, tetapi juga dalam duka. Rumah bagi keluarga Naufal akan kami siapkan sebagai bentuk penghormatan akan cita-cita Naufal,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

“Cita-cita Naufal akan kami teruskan melalui langkah nyata. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap atlet asal Gresik mendapat perlindungan dan dukungan yang baik,” pungkas Bupati Yani. Selain itu, Pemkab Gresik berkomitmen memperkuat pola pembinaan atlet di daerah. Pemerintah akan memastikan perlindungan kesehatan, jaminan sosial, dan dukungan pembinaan bagi para atlet.

Keluarga Naufal, diwakili oleh Ketua Umum PB Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, lembaga, serta masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan moral, dan bantuan.

“Kami sangat menghargai kepedulian dan dukungan ini. Naufal adalah harapan bangsa. Ia diproyeksikan untuk berlaga di Kejuaraan Dunia, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Semoga semangatnya tetap hidup dan memotivasi kita semua,” ujar Ita Juliati. (yad)

Gubernur, Bupati dan Ratusan Warga Antarkan Jenazah Naufal, Atlet Gimnastik asal Gresik yang Meninggal di Rusia ke TPI Tlogopojok  Selengkapnya

Bupati Gresik Minta Disnaker Gresik Kawal Serapan Tenaga Kerja Lokal di JIIPE

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat atas keluhan warga untuk bisa bekerja di kawasan Java Integrated Industrial and Port (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani memerintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik menjajagi sert memastikan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya tenaga non-skill. Sebanyak 22 lowongan kerja non skill tersedia. Pihak perusahaan pun berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja dari ring satu perusahaan.

Selain, Bupati Fandi Akhmad Yani yang menemui perwakilan warga di kantor Dinas Tenaga Kerja Gresik di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu mmenginstruksikan agar Disnaker tidak hanya memantau perusahaan di kawasan JIIPE, tetapi juga perusahaan lain di seluruh Kabupaten Gresik. Setiap perusahaan diminta melaporkan kebutuhan tenaga kerja, baik skill maupun non-skill, kepada Disnaker untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat Gresik.

Kepala Disnaker Gresik Zainul Arifin menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah kontraktor yang sedang dan akan beroperasi di kawasan JIIPE. Hasilnya, terdapat kebutuhan tenaga kerja baik skill maupun non-skill yang dapat segera diisi oleh warga Gresik. “Kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak kontraktor di kawasan JIIPE. Dari hasil itu, ada beberapa kebutuhan tenaga kerja yang terbuka, baik untuk skill seperti operator maupun non-skill seperti helper. Kesempatan ini kami dorong agar benar-benar diprioritaskan untuk warga Gresik,” ujar Zainul Arifin. 

Untuk tenaga skill, ia melanjutkan, kebutuhan yang tersedia, antara lain operator wheel loader, foreman, operator forklift, dan operator crane. Sedangkan untuk tenaga non-skill, terdapat kebutuhan dari lima perusahaan konstruksi dengan total 22 lowongan. “Sejumlah perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk menyerap tenaga kerja warga lokal,” ujar mantan Camat Manyar itu. 

Zainul menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut pemerintah atas aspirasi masyarakat. “Ini bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Sesuai arahan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani,Red), kami sudah turun langsung dan memastikan kebutuhan tenaga kerja tersedia untuk masyarakat Gresik,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pihaknya  juga akan terus mendampingi proses perekrutan agar benar-benar transparan dan memberi peluang besar bagi warga lokal. “Kami akan kawal sampai tuntas. Harapan kami, warga Gresik bisa segera terserap di industri, baik untuk tenaga skill maupun non-skill,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Gresik berharap keluhan warga dapat segera terjawab dan semakin banyak masyarakat yang terserap di industri strategis tersebut. (yad)

Bupati Gresik Minta Disnaker Gresik Kawal Serapan Tenaga Kerja Lokal di JIIPE Selengkapnya

Buka Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik, Bupati Gresik Ingatkan Transformasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Rabu, 24 September 2025.

Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik ini dihadiri, antara lain, Wakil Majelis Pembimbing Cabang juga Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan  Waka Bina Muda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Endang Sulistyowati, serta Forkopimda. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya peran strategis Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda. Tantangan kedepan bagi generasi Gen-Z, seperti derasnya arus informasi digital yang tidak terkendali. Pramuka dinilai harus hadir sebagai bagian dari solusi nyata di tengah masyarakat.

“Transformasi digital saat ini menyasar ke segala usia, disini pendidikan karakter dibutuhkan, Pramuka seperti busur panah yang harus bisa memberikan dampak buat mindset anak muda. Membangun sebuah daerah tidak hanya Infrastruktur saja tetapi juga membangun SDM, dan pembangunan karakter,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menekankan pentingnya Pramuka dalam pembentukan karakter. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang terarah. Ia pun mendorong pengurus Pramuka untuk sejalan dan mendukung pemerintah daerah dalam upaya pembangunan berkelanjutan. “Muscab kali ini dapat menghasilkan program-program yang inovatif dan kolaboratif. Termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai unsur, baik TNI, POLRI, sekolah, madrasah, organisasi kebudayaan, dunia usaha, dan lembaga pemerintah,” katanya. (yad)

Buka Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik, Bupati Gresik Ingatkan Transformasi Digital Selengkapnya

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina pada Senin, 22 September 2025. Masyarakat menyambut positif ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam meningkatkan layanan kesehatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih modern, cepat, nyaman dan profesional. Sehingga masyarakat Gresik dapat merasakan manfaat langsung dari kemajuan di bidang kesehatan.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani melanjutkan, gedung baru ini diharapkan adanya peningkatan cakupan rawat jalan yang semakin profesional. Begitu juga dengan kualitas dan pelayanan, begitu juga SDM nya harus baik agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini bertujuan untuk mempercepat penanganan penyakit, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan efisiensi pelayanan medis,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Dikatakan, pembangunan gedung baru ini merupakan satu inovasi yang tidak mudah ditengah isu efisiensi secara nasional. Di mana tidak mudah dalam membangun infrastruktur baik jalan maupun kesehatan. Tapi kita lihat salah satu prioritas yang lebih utama dari masyarakat yaitu layanan kesehatan. 

Pihaknya, akan terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal di bidang kesehatan medis kepada masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Gresik juga akan terus memperbaiki manajemen administrasi layanan kesehatan. “Kehadiran gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu RSUD Ibnu Sina siap memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi bagi masyarakat Kabupaten Gresik, ” tandasnya didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Di tempat sama, Direktur Utama (Dirut) RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni, dalam laporannya menyampaikan, latar belakang pembangunan gedung baru ini mempercepat pelayanan kepada masyarakat, agar lebih mudah baik dan terjangkau. 

Selain itu, dr Soni menjlentrehkan dengan adanya gedung baru ini diharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, sesuai yang diharapkan. Ia juga berharap naiknya kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Ibnu Sina. 

“Pembangunan ini merupakan salah satu proyek strategis Pemkab Gresik, dibangun di lahan 1.200 meter persegi dengan anggaran Rp 64,8 milliar. Bangunan ini diwujudkan dalam 2 tahap dengan 7 lantai. Terdapat juga gedung perkantoran, pendidikan dan pelatihan, sebagai salah satu peningkatan SDM,” pungkasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga membagikan paket hampers kepada keluarga pasien. (yad)

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien Selengkapnya

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur resmi ditutup pada Sabtu malam, 19 September 2025. Kabupaten Gresik meraih juara umum. Kafilah Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik memperoleh 132 poin.

Poin itu mengungguli Kabupaten Sidoarjo (113 poin) dan tuan rumah Jember (97 poin). Dalam perhelatan yang diikuti 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini, Gresik tampil dengan kekuatan 85 orang yang terdiri dari 56 peserta utama, 12 pembina, 7 pendamping, dan 10 official. Mereka turun di berbagai cabang, mulai dari Tilawah, Hifzh, Tafsir, Fahm, Syarhil, Khath, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Gresik adalah gudang hafiz di Jawa Timur. “Alhamdulillah, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras peserta, pembina, dan doa masyarakat Gresik. Juara umum ini bukan hanya soal piala, melainkan bukti bahwa Gresik tetap menjadi gudang kafilah Qur’ani di Jawa Timur,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang hadir di acara penutupan tersebut. 

Raihan juara umum tahun ini melanjutkan tradisi panjang Gresik dalam ajang MTQ Jawa Timur. Kali terakhir, kafilah Gresik merebut juara umum pada 2017. Sebelumnya, 2013 dan 2025.  Pada 2021, prestasi kafilah Gresik sempat turun ke posisi empat dan 2023 raih prestasi perseorangan. Setelah satu windu, Kabupaten Gresik sukses menjadi juara umum. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan, prestasi ini akan menjadi dorongan bagi Pemkab Gresik untuk terus memperluas pembinaan Qur’ani sejak dini. “Kami ingin generasi muda Gresik tumbuh dengan cinta Al-Qur’an dan siap berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. (yad)

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember Selengkapnya