Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik akan melakukan evaluasi penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Pada Senin, 17 November 2025,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin rapat koordinasi dan evaluasi BOSDA jenjang SMP Negeri dan Swasta di Aula UPT SMP Negeri 22 Gresik.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaporan serta memperbaiki skema penyaluran BOSDA agar lebih tepat sasaran. Dalam arahannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan, perlunya pembaruan skema pembagian BOSDA yang selama ini diberikan secara merata kepada seluruh sekolah.

“Skema BOSDA yang merata selama ini perlu kita evaluasi kembali, karena setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan dukungan lebih besar, ada yang kebutuhannya sudah mencukupi. Kami ingin penyaluran dana ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dihadapan seluruh perwakilan SMP Negeri dan swasta se-Kabupaten Gresik, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Negeri dan Swasta, para komite sekolah, serta bendahara BOS dari seluruh SMP se-Kabupaten Gresik itu.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola BOSDA secara lebih efektif dan berkeadilan. Selain itu juga menyampaikan kondisi fiskal Kabupaten Gresik yang akan terpengaruh akibat pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, dana pusat untuk Kabupaten Gresik dipangkas setengah triliun. Namun kami pastikan, belanja yang bersifat langsung untuk masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan,” tegasnya. 

Gus Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan di tengah besarnya alokasi dana BOSDA yang dikelola daerah. “Harapan kami mutu kualitas pendidikan yang terus berkembang. Mengingat anggaran BOSDA yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Rincian anggaran BOSDA disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik M.Syifaul Qulub, sebagai berikut:

– SMP Swasta & MTs: Rp 20.661.400.000 (242 lembaga)

– SMP Negeri: Rp 14.597.490.000 (35 sekolah)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menuturkan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar peninjauan ulang skema penyaluran agar tidak lagi bersifat merata, tetapi berbasis kebutuhan riil satuan pendidikan. (yad)

Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran  Selengkapnya

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Matematika Siswa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken MoU Sprix Inc., Jepang

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sprix Inc., perusahaan pendidikan asal Tokyo, Jepang pada Selasa, 11 November 2025.

Nota kesepahaman itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Manager Global Division Sprix Inc., Wataru Ueno di sela Pembukaan Gress of Champions Piala Bupati dan peluncuran gerakan Numerasi Nasional yang digelar Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Gressmall Gresik.

Gress of Champions Piala Bupati dan peluncuran gerakan Numerasi Nasional ini diikuti ratusan pelajar, mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga SMP sederajat ini dihadiri Director of Sprix Indonesia Koji Ueda, General Manager Gressmall Gresik Erich Pramono Bangun, Sekretaris Dinas Pendidikan Herawan Eka Kusuma, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik A. Syifaul Qulub serta Kepala Sekolah dan Guru. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan matematika, khususnya dalam mengasah kemampuan numerasi guru dan siswa di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pembelajaran matematika, dalam rangka meningkatkan kualitas dan mencetak generasi-generasi berprestasi di Kabupaten Gresik,” tutur Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani. 

Ia berharap, dengan adanya program ini, kemampuan numerasi akan meningkat secara signifikan, seiring dengan semakin banyaknya siswa yang dapat mengakses pembelajaran matematika dengan cara yang lebih efektif. “Pemkab Gresik terus mendorong dalam meningkatkan numerasi kita, ini bukan sekadar lomba tapi sebuah momentum. Ke depan kita asesmen kembali, kita terus dorong SDM kita agar muncul anak-anak hebat dari Gresik,” harapnya.

Fandi Akhmad Yani mengajak untuk memanfaatkan kolaborasi tersebut untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan numerasi yang baik, serta saling berbagi pengalaman dalam menerapkan teknologi pendidikan. “Mudah-mudahan kolaborasi ini membantu dalam mengembangkan kemampuan akademik anak-anak di Kabupaten Gresik, terutama pada jenjang pendidikan SD dan SMP,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto menambahkan, kegiatan ini merupakan inspirasi Bupati Gresik untuk mencetak pelajar-pelajar yang berprestasi. Untuk memajukan dunia pendidikan, Bupati Gresik konsisten menjadikan pengembangan SDM sebagai fokus utama, salah satunya kolaborasi dengan Sprix Inc., Jepang tentang matematika. “Kegiatan Gress of Champions ini diikuti pelajar SD dan SMP. Melalui gerakan Numerasi Nasional diharapkan ada kenaikan nilai numerasi yang signifikan di Kabupaten Gresik,” katanya. (yad)

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Matematika Siswa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken MoU Sprix Inc., Jepang Selengkapnya

Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan 3.022 SK Pengangkatan PPPK

GRESIK,1minute.id – Hari Pahlawan 2025 menjadi momen yang bakal sulit dilupakan oleh 3.022 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Sebab, di Peringatan Hari Pahlawan yang mengusung tema : “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” itu, mereka secara resmi menerima Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Pengangkatan  Penyerahan ribuan SK itu usai upacara Hari Pahlawan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 10 November 2025.

Dalam upacara itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menjadi inspektur upacara yang mayoritas peserta memakai kostum pejuang yang mengusung tema  “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” itu.

Inspektur Upacara yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membacakan sambutan dari Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, para Pahlawan mengajarkan kepada kita, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan, lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan. 

Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari Pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para Pahlawan, mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan, dan jalan perjuangan. 

“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa. Tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan, “ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya, yaitu setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Namun mereka justru kembali ke rakyat, untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Ketiga, Gus Yani melanjutkan, pandangan jauh kedepan, dimana para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk memakmurkan bangsa yang mereka cintai. Serta menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari ibadah, darah, dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.

“Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah modal besar bagi generasi saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya.

‎Lebih lanjut, Saifullah Yusuf mengatakan saat ini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat yang tetap sama. Yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.” tegasnya.

‎Diakhir sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mengajak untuk bersyukur dan berjanji, bahwa kemerdekaan tidak akan sia-sia, dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak.” pungkasnya. (yad)

Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan 3.022 SK Pengangkatan PPPK Selengkapnya

Dorong Produktivitas Perikanan Meningkat, Bupati Gresik Suarakan Subsidi Pupuk SP-36 untuk Petambak Dihadapan Komisi IV DPR RI 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi 20 persen. Alokasi nasional pun meningkat dari 5 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Bagaimana dengan pupuk SP-36 untuk perikanan? 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan aspirasi pemberian subsidi pupuk untuk sektor perikanan, khususnya pupuk SP-36 saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Rokhmin Dahuri yang memimpin rombongan komisi yang membidangi pertanian, kehutanan dan kelautan itu. Rokhmin adalah Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004. Dalam pertemuan itu, Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa kebutuhan akan subsidi pupuk menjadi kunci peningkatan produktivitas tambak.  Gresik yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung bandeng terbesar di Jawa Timur.

“Kalau subsidi pupuk, khususnya SP-36, bisa diberikan kembali mulai tahun 2026, Saya yakin produktivitas tambak bandeng kita akan meningkat tajam. Ini akan berpengaruh langsung pada kesejahteraan petambak dan ketahanan pangan nasional,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Berdasarkan data Dinas Perikanan Gresik  nilai produksi perikanan tangkap mencapai Rp 229,5 miliar pada 2022, meningkat menjadi Rp 266,2 miliar pada 2023, dan tetap stabil sebesar Rp 264,6 miliar pada 2024. Hingga September 2025, tren produksi tetap positif. 

Dari sisi volume, produksi perikanan tangkap laut Gresik tercatat meningkat dari 7.875 ton pada 2021 menjadi 11.744 ton pada 2022, dan mencapai 8.374 ton pada 2024. Sementara itu, pada sektor budidaya, Gresik menunjukkan keunggulan signifikan pada komoditas bandeng. Tahun 2023, produksi bandeng Gresik menyumbang 55,87% dari total produksi bandeng Jawa Timur dan 11,71% dari skala nasional. Tahun 2024, kontribusinya tetap tinggi yakni 55,37% untuk Jawa Timur dan 11,4% pada tingkat nasional.

Khusus di Kampung Bandeng Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, produksi terus meningkat selama tiga tahun terakhir dan menjadi percontohan pengembangan Techno Park Minapolitan — kawasan riset dan inovasi budidaya berbasis teknologi yang memperkuat posisi Gresik sebagai sentra bandeng nasional.

Selain subsidi pupuk SP-36 untuk petambak, mantan Ketua DPRD Gresik itu, 

menyampaikan pentingnya payung hukum di wilayah pesisir. Hal ini lantaran potensi sumber pendapatan dari wilayah tersebut sangatlah tinggi. Di Kabupaten Gresik misalnya, ia mengungkapkan perlunya ada payung hukum terkait desalinasi air laut untuk kebutuhan industri.

Selain itu, ia memaparkan terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) baru di pesisir Kecamatan Ujungpangkah. SPBN sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi nelayan. Ia mencontohkan SPBN Campurejo, Kecamatan Panceng beroperasi sejak 2022. Gresik Migas, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai operatornya. 

SPBN Campurejo mencatat omzet hingga 14 kiloliter per hari dan membantu menekan biaya operasional nelayan secara signifikan. Pada 2026, SPBN serupa akan dibangun di Kecamatan Ujungpangkah untuk memperluas jangkauan layanan.

“SPBN ini menjadi napas baru bagi nelayan kita. Persoalan BBM yang dulu sulit, kini sudah terjawab. Pemerintah hadir untuk memastikan nelayan tidak lagi bekerja dalam tekanan biaya tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rokhmin Dahuri menilai Kabupaten Gresik memiliki posisi strategis untuk menjadi model pembangunan agro-maritim berkelanjutan di Indonesia. Dengan kombinasi kekuatan industri, perikanan, dan sumber daya manusia yang kompeten, Gresik disebut memiliki “modal dasar pembangunan” yang lengkap untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi penta-helix yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Hal ini untuk memperkuat daya saing daerah di tengah tantangan global. “Dengan tata kelola yang baik dan kolaborasi yang solid, Gresik bisa menjadi contoh kabupaten pesisir modern yang memadukan industrialisasi dengan keberlanjutan sumber daya laut,” ujarnya. (yad)

Dorong Produktivitas Perikanan Meningkat, Bupati Gresik Suarakan Subsidi Pupuk SP-36 untuk Petambak Dihadapan Komisi IV DPR RI  Selengkapnya

Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Bupati Gresik Dorong Kopdes Merah Putih Hadir Perkuat Ekosistem Pertanian 

GRESIK,1minute.id – Harga pupuk bersubsidi turun 20 persen. Perunanan harga pupuk produksi PT Pupuk Indonesia, salah satu perusahaan plat merah itu membawa angin segar bagi petani Indonesia, antara lain, petani di Kabupaten Gresik. 

Kebijakan ini menjadi dukungan bagi sektor pertanian, untuk bangkit di tengah tantangan biaya produksi yang kian ini tinggi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya, langkah PT. Pupuk Indonesia yang tidak hanya menurunkan harga, tetapi juga memangkas rantai regulasi pembelian pupuk akan sangat bermanfaat bagi petani.

“Apresiasi kami sampaikan kepada PT. Pupuk Indonesia atas implementasi diskon pupuk. Selain potongan harga 20 persen, kini pembelian juga lebih mudah. Ini program yang sangat bermanfaat, baik bagi petani di Gresik maupun secara nasional,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Rembuk Tani bersama Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di Kecamatan Balongpanggang pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Turunnya harga pupuk ini sangat berarti bagi petani di tengah naiknya biaya produksi. Selain itu, program ini juga sesuai dengan momentum atas program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. “Dengan harga eceran tertinggi (HET) gabah yang sudah diatur dan pupuk yang kini lebih terjangkau, mudah-mudahan petani kita bisa bangkit dan sejahtera,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia pun mengajak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk turut ambil bagian dalam memperkuat ekosistem pertanian di tingkat bawah. “Koperasi Merah Putih harus bisa mencari peluang dan hadir memudahkan petani kita, baik di sektor distribusi pupuk maupun gabah. Kolaborasi seperti ini akan memperkuat kemandirian pertanian Gresik,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, bahwa Pemkab Gresik terus memperkuat ekosistem pertanian. Hal ini dilakukan dengan dukungan infrastruktur penyimpanan hasil panen. “Keberadaan gudang Bulog seluas lima hektare di Balongpanggang akan memperkuat rantai pasok dan menjaga stabilitas harga gabah petani,” jelas dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan, bahwa penurunan harga pupuk bersubsidi ini diikuti peningkatan alokasi nasional dari 5 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Sistem distribusi juga kini lebih sederhana agar pupuk dapat tersalurkan lebih cepat dan tepat sasaran. 

“Kami berkomitmen memastikan kebutuhan pupuk petani di seluruh wilayah, termasuk Gresik, terpenuhi dengan baik,” ujar mantan Dirut Petrokimia Gresik ini. 

Kabupaten Gresik mendapatkan julukan sebagai Kota Industri. Kabupaten yang memiliki luas wilayah 1.191,25 kilometer persegi (km²) ini juga merupakan salah satu daerah penopang pangan di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Pertanian Jawa Timur, Gresik masuk dalam lima besar daerah dengan luas tanam padi dan produktivitas tertinggi di wilayah utara Jawa Timur. Produktivitas padi di Gresik pada 2024 tercatat mencapai rata-rata 6,2 ton per hektare, dengan kontribusi signifikan dari kecamatan Benjeng, Cerme dan Balongpanggang.

Selain komoditas padi, sektor hortikultura dan perikanan darat juga tumbuh pesat. Produksi cabai merah dan bawang merah dari wilayah selatan Gresik meningkat lebih dari 15 persen dalam dua tahun terakhir, sementara hasil perikanan air tawar dari kawasan Dukun dan Sidayu ikut menguatkan ketahanan pangan lokal. (yad)

Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Bupati Gresik Dorong Kopdes Merah Putih Hadir Perkuat Ekosistem Pertanian  Selengkapnya

Fandi Akhmad Yani ; Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda Tangguh, Cintah Tanah Air

GRESIK,1minute.id – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil melantik  Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Pelantikan Mabincab, Kwarcab dan LPK Gerakan Pramuka masa bakti 2025-2030 yang bertepatan Hari Sumpah Pemuda ini berlangsung khidmat. Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda Gresik.

“Kita ingin melahirkan generasi emas, bukan generasi cemas. Tantangan di depan menjadi tanggung jawab kita bersama. Saya berharap Gerakan Pramuka mampu membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan punya keberanian,” ujar Fandi Akhmad Yani yang juga Bupati Gresik ini.

Ia mengaitkan semangat organisasi kepanduan, pramuka dengan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo. Menurutnya, program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga pergerakan ekonomi dari tingkat bawah.

“Niat besar dan mulia dalam MBG ini harus kita jaga bersama. Dari perbaikan gizi akan tumbuh anak-anak muda yang sehat, kuat, dan hebat. Inilah investasi masa depan bangsa, yang nantinya bisa didorong lebih lanjut oleh Pramuka,” tambah Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mengajak seluruh jajaran Pramuka di Gresik untuk menjadi motor penggerak perubahan, sekaligus wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan mencintai tanah air. “Anak-anak muda dengan karakter kuat dan integritas tinggi akan membawa Gresik dan Indonesia menjadi lebih maju. Pramuka harus hadir di barisan terdepan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus Pramuka kali ini memiliki makna mendalam karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

“Sembilan puluh tujuh tahun silam, para pemuda berkumpul dalam kesederhanaan, namun membawa cita-cita besar. Dari Sumpah Pemuda, bangsa ini belajar bahwa kekuatan sejati bukan pada jumlah, tetapi pada persatuan dan semangat berbuat baik bersama. Di bawah bendera Gerakan Pramuka, semangat itu harus terus kita hidupkan,” kata Arum Sabil.

Ia menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan ikrar pengabdian. “Ketika kakak-kakak dilantik, sejatinya bukan menerima jabatan, melainkan menerima amanah dari masa depan bangsa,” ujarnya. Sebagai informasi, Andhy Hendro Wijaya pada kesempatan ini dikukuhkan sebagai ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gresik. Andhy yang juga Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik ini akan menahkodai gerakan Pramuka Gresik, hingga tahun 2030 mendatang. (yad)

Fandi Akhmad Yani ; Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda Tangguh, Cintah Tanah Air Selengkapnya

Wujudkan Mimpi MBR Memiliki Rumah Bersubsidi, Pemkab Gresik Bebaskan BPHTB

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik secara resmi mengumumkan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pengumuman itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Acara sosialisasi dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) Didyk Choiroel.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, pelaku UMKM, buruh, guru, nelayan, pengemudi ojek online, hingga asosiasi pengembang perumahan. Kehadiran lintas profesi ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap program pembiayaan yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa Pemkab Gresik berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya dalam kepemilikan rumah.

“Banyak masyarakat kita yang ingin punya rumah, tapi terkendala biaya di awal, terutama BPHTB. Karena itu, Pemkab Gresik mengambil langkah tegas untuk menggratiskan BPHTB sebesar 5 persen bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Harapannya, ini bisa meringankan beban mereka dan semakin banyak warga Gresik yang bisa punya rumah sendiri,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan, kebijakan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat. “Program FLPP dari pemerintah pusat ini sangat baik, dan kami ingin memastikan masyarakat Gresik bisa ikut merasakan manfaatnya. Jadi, kami dukung penuh dengan kebijakan pembebasan BPHTB supaya akses rumah bersubsidi makin terbuka luas,” tambahnya.

Program FLPP sendiri merupakan pembiayaan perumahan dari pemerintah pusat dengan bunga tetap 5 persen selama 20 tahun. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.

Kebijakan pembebasan BPHTB ini tertuang dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 2 Tahun 2025, yang secara resmi menghapus beban BPHTB sebesar 5 persen yang sebelumnya menjadi tanggungan masyarakat. Dengan kebijakan ini, warga MBR dapat memiliki rumah bersubsidi tanpa terbebani biaya tambahan.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyoroti pentingnya tanggung jawab moral pengembang dalam menjaga kualitas perumahan bersubsidi.

“Kami berharap para pengembang perumahan dapat jujur dalam membangun rumah yang layak huni, bukan sekadar mengejar keuntungan. Kualitas hunian adalah hak dasar masyarakat yang harus dijaga,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal KemenPKP Didyk Choiroel memberikan apresiasi atas langkah progresif Pemkab Gresik yang dinilai selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo terus didorong. Tahun ini pemerintah menargetkan 350.000 unit, meningkat dari 220.000 unit tahun sebelumnya. Jawa Timur, termasuk Gresik, menjadi salah satu wilayah dengan serapan FLPP yang masih rendah dan kami berharap ke depan angka tersebut dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.

Didyk juga mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas dan ketersediaan rumah subsidi melalui laman resmi sikumbang.kemenperin.go.id.

Melalui kebijakan pembebasan BPHTB ini, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program perumahan nasional. Langkah ini tidak lain untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak dan terjangkau. (yad)

Wujudkan Mimpi MBR Memiliki Rumah Bersubsidi, Pemkab Gresik Bebaskan BPHTB Selengkapnya

Pemkab Gresik dan PCNU Gresik Teken Kerjasama Pemenuhan Hak Anak Pekerja Migran di Negeri Jiran, Malaysia 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani nota kerja sama tentang sinergi pemenuhan hak anak pekerja migran. Kerjasama ini menandai era baru peran organisasi kemasyaratan (ormas) keagamaan dan pemerintahan dalam menanggapi isu sosial lintas negara. 

“Sinergi ini bukan sekadar program administratif, tetapi juga ikhtiar kemanusiaan kita bersama. Untuk memastikan anak-anak Gresik yang lahir jauh dari tanah leluhurnya agar tetap mendapat hak dasar sebagai manusia dan warga negara,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sarasehan  puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Kabupaten Gresik pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Sarasehan diinisiasi oleh pengurus PCNU Gresik ini, selain dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi serta tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Warga Gresik banyak yang menjadi pekerja migran. “Pemerintah daerah memiliki kewajiban moral sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar keluarganya,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyebut kantong delapan kantong pekerja migran di Kota Santri ini. Delapan kantong pekerja migran itu, yakni, Kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu, Dukun, Panceng, dan Ujungpangkah.  Kemudian, Kecamatan Sangkapura, dan Tambak di Pulau Bawean. Dari wilayah-wilayah tersebut, ada ribuan warga Gresik yang merantau ke Malaysia untuk bekerja, dan banyak di antara mereka membangun keluarga di negeri jiran dengan pernikahan siri.

“Dari pernikahan siri inilah, lahir persoalan baru, dan dipastikan si buah hati ini semua tidak mempunyai dokumen identitas yang legal. Pemerintah Kabupaten Gresik menyoroti hal ini dengan keprihatinan yang sangat mendalam,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia menambahkan, ketiadaan identitas tersebut membuat anak-anak ini hidup dalam bayang-bayang tanpa jaminan hak dasar. Anak itu tidak akan mungkin bisa sekolah, tidak ada sekolah di Malaysia yang bisa menerima apabila anak tersebut tidak memiliki dokumen identitas lengkap.

“Selain itu, mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan, jaminan sosial, atau hak kewarganegaraan apa pun. Ini miris sekali jika dibiarkan,” jelas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Berdasarkan data yang dikumpulkan pemerintah daerah, sedikitnya ada 4 ribu anak dari pekerja migran asal Gresik yang kini sedang di identifikasi. Data tersebut tengah dipilah terlebih dahulu untuk mengetahui mana anak hasil pernikahan sesama warga Gresik dan mana yang berasal dari pernikahan lintas daerah.

Pemkab Gresik juga menegaskan, solusi utama adalah memulangkan anak-anak tersebut ke tanah air. “Ketika usia 0–17 tahun berada di Malaysia tanpa status identitas, maka anak tersebut dinyatakan tidak memiliki identitas kewarganegaraan apa pun,” tegasnya.

Untuk itu, Pemkab Gresik mengajak lembaga-lembaga pendidikan di bawah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Ma’arif NU, maupun pesantren di bawah naungan PCNU Gresik saling bersinergi membantu.

“Yang penting bisa dibawa pulang dulu. Kalau mau sekolah negeri, nanti bisa melalui dinas. Kalau mau mondok, bisa dititipkan ke lembaga pendidikan di bawah RMI atau Ma’arif,” pungkasnya.

Pada rangkaian resepsi dan sarasehan HSN tersebut juga ada penganugerahan sebagai Bupati Santri yang ditandai dengan pengalungan sorban oleh Katib Syuriah PCNU Gresik KH Abdul Malik kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Selain itu, untuk menjawab tantangan industri di Kabupaten Gresik, PCNU juga meluncurkan lembaga pelatihan kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik LKKNU serta Festival Santri X oleh PC LP Ma’arif NU.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Halaqah Kepesantrenan yang disampaikan oleh Ketua RMI Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hodri Arief sekaligus sebagai narasumber. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. (yad)

Pemkab Gresik dan PCNU Gresik Teken Kerjasama Pemenuhan Hak Anak Pekerja Migran di Negeri Jiran, Malaysia  Selengkapnya

Peringati Hari Santri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Berikan Reward Kafilah MTQ 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan reward sebesar Rp 813 juta kepada para kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Gresik yang berhasil menjadi Juara Umum MTQ Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 di Kabupaten Jember beberapa waktu lalu.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di sela Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu,22 Oktober 2025. Reward diberikan kepada para pembina dan peserta berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan perjuangan mereka mengharumkan nama Gresik di tingkat provinsi.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi para kafilah, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Gresik. Terima kasih atas semangat, perjuangan, dan istikamah dalam membawa Gresik menjadi juara umum,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Reward sebesar Rp 813 juta, rinciannya  terdiri atas pembina sebanyak 12 orang, masing-masing menerima Rp 32,5 juta ;  juara 1 sebanyak 6 orang, masing-masing menerima Rp 32,5 juta; juara 2 sebanyak 9 orang, masing-masing menerima Rp12 juta; juara 3 sebanyak 7 orang, masing-masing menerima Rp 6 juta. Kemudian, juara harapan sebanyak 10 orang, masing-masing menerima Rp 3 juta serta kafilah sebanyak 24 orang, masing-masing menerima Rp 2 juta. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa,  penghargaan ini merupakan wujud komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung tumbuhnya generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak. “Para kafilah ini menjadi inspirasi bagi santri-santri lain agar terus berjuang menorehkan prestasi dan menjaga kemuliaan Alquran,” tambahnya.

Sementara itu, Apel Peringatan Hari Santri Nasional di kantor Bupati Gresik berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, yang menyebabkan 67 santri meninggal dunia.

“Kami turut berduka cita terhadap 67 santri yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya. Ia mengingatkan bahwa perjuangan santri tidak berhenti di masa lalu. Saat ini memang tidak lagi berperang melawan penjajah dengan bambu runcing, tetapi melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Disampaikan juga bahwa santri hari ini harus menjadi pelaku sejarah baru.

Dengan tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” Bupati mengajak para santri untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kontribusi ini tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga sains, teknologi, dan moralitas.

Peringatan Hari Santri di Gresik turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir jajaran Forkopimda, serta berbagai organisasi dan lembaga keagamaan. Di antaranya GP Ansor, Kokam, Senkom, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda LDII, IPNU/IPPNU, Muslimat, Fatayat, Nasyiatul Aisyiyah, dan PC Pergunu Kabupaten Gresik. (yad)

Peringati Hari Santri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Berikan Reward Kafilah MTQ  Selengkapnya

Puncak HKG PKK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Program PKK mulai Penurunan Stunting hingga Program Jaketku 

GRESIK,1minute.id – Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Kabupaten Gresik digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Acara itu antara lain dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari serta para kader PKK se-Kabupaten Gresik. 

Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas dedikasi para kader PKK yang telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat, terutama dalam upaya menekan angka stunting di daerah. Ia menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi sosial.

“Harapan kita bersama, Kabupaten Gresik dapat menjadi daerah yang bebas dari stunting. Peran PKK sangat besar dalam mendukung program pemerintah melalui edukasi gizi, pola asuh, dan pemberdayaan keluarga. Terima kasih atas semangat para kader yang terus berkhidmat untuk masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Selain membantu Pemkab Gresik dalam percepatan penuntasan program stunting, TP PKK yang diketuai oleh Nurul Haromaini Ali juga mendorong program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku) Gresik. Menurut Fandi Akhmad Yani, program ini merupakan wujud kepedulian PKK terhadap pendidikan masyarakat, khususnya untuk mengentaskan kasus putus sekolah di masyarakat.

“Program Jaketku merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan membuka kembali akses pendidikan, kita tidak hanya menghapus angka putus sekolah tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Yani menegaskan, pentingnya semangat kolaborasi dan konsistensi kader PKK di seluruh jenjang agar terus menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga.

“PKK harus terus menjadi gerakan yang menghadirkan solusi bagi masyarakat. Setiap langkah dan program yang kita jalankan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Mudah-mudahan PKK Kabupaten Gresik mampu terus berperan aktif, berkarya, serta menjadi perempuan yang bermartabat di Kabupaten Gresik,” tutur ibu dua anak itu. 

Pada kesempatan itu, penyerahan penghargaan kepada desa dan kelurahan berprestasi dalam berbagai kategori kegiatan PKK. Serta, penyerahan piagam kepada Ketua TP PKK Desa Kisik, Kecamatan Bungah, berhasil meraih penghargaan Inovasi Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 ini, serangkaian kegiatan telah dilaksanakan yakni Lomba Desa, Lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Lomba BUMDes, Lomba Penyuluhan, hingga Lomba Vlog 10 Program Pokok PKK. Seluruh kegiatan tersebut menjadi ajang kreativitas kader PKK sekaligus wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. (yad)

Puncak HKG PKK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Program PKK mulai Penurunan Stunting hingga Program Jaketku  Selengkapnya