1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana 

GRESIK,1minute.id – Hariyono, Kepala Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik semringah.  Pria 57 tahun bahagia karena telah lulus setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada Rabu, 23 Juli 2025, Hariyono di wisuda di atrium Gressmall Gresik.

Hariyono tidak sendirian. Ia bersama 1.664 wisudawan lainnya telah mengantongi ijazah. Ribuan wisudawan itu adalah peserta program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah alias JAKETKU. Program ini diluncurkan oleh Pemkab Gresik sejak 2022 lalu. Ribuan wisudawan program Jaketku itu, rinciannya, paket A (setarah Sekolah Dasar/SD) 40 wisudawan, paket B (setara SMP) 311 orang g dan paket C (setara SMA) sebanyak 1.313 wisudawan. Mereka mengikuti pendidikan di sebelas pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kegiatan wisuda yang dirangkai, Apresiasi Program JAKETKU 2025, tersebut mengusung tema “Meretas Ketertinggalan, Menuju Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera” sekaligus soft launching “JAKETKU BERCERITA” tentang kaledioskop perjalanan meretas pendidikan yang terputus. 

Hariyono, alumnus PKBM di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, tempat ia mengabdi sebagai Kepala Desa. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi semangat Hariyono dalam menimba ilmu, disela kesibukan sebagai Kepala Desa. “Semangat Pak Hariyono patut di contoh dan merupakan inspirasi bagi yang lain. Usia tak membatasi orang untuk terus belajar, semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Program Jaketku, salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang diluncurkan pada 2022. Program ini membuka jalur pendidikan alternatif bagi warga yang putus sekolah, baik anak-anak maupun orang dewasa. “Kami ingin agar putus sekolah tidak berdampak buruk bagi masa depan anak-anak Gresik, sekarang program ini terus berkembang. Bahkan kini ada Jaketku Plus yang memuat pelatihan wirausaha untuk 15 pengrajin, dan kita juga akan bekerja sama dengan Universitas Gresik dan Disnaker untuk program beasiswa sarjana,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Prosesi wisuda berbeda dengan wisuda pada umumnya. Wisudawan Program Jaketku ini, tidak memakai toga dan baju wisuda. Wisudawan hanya memakai setelah baju putih dan bawah hitam. Meski begitu prosesi wisuda tetap khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian menyerahkan ijazah secara simbolis kepada perwakilan wisudawan. Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani tidak lupa memberikan motivasi kepada para wisudawan untuk tidak lelah terus belajar. 

Untuk wisudawan Paket C, ijazah diserahkan kepada Hariyono untuk diteruskan kepada wisudawan lainnya. Usai acara itu dilanjutkan dengan acara  Apresiasi JAKETKU dan Soft Launching “JAKETKU BERCERITA”

Sementara itu, Hariyono mengaku terharu dan bangga. Menurutnya, Ijazah Paket C diakui oleh pemerintah dan memiliki fungsi serta kegunaan yang sama dengan ijazah SMA formal. “Sebagai kepala desa, menyelesaikan kejar paket C memiliki makna yang dalam. Di antaranya, menjadi contoh bagi masyarakat, meningkatkan kredibilitas, serta motivasi untuk melanjutkan pendidikan,” kata bapak tiga anak itu penuh semangat.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gresik yang telah menginisiasi program tersebut. Dirinya, berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. “Jika ada rezeki lebih, dan diberikan kesempatan oleh Allah SWT, Saya memiliki tekad untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semoga program ini menjadi contoh untuk daerah lain,” pungkasnya. (yad)

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana  Selengkapnya

Beri Avita Prasetiya, Ketua PGRI Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Dorong PGRI Mentranformasi Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik memiliki nakhoda baru. Ia adalah Beri Avita Prasetiya. Beri, sapaan akrab Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik ini terpilih melalui Konferensi Kabupaten (Konkab) XXIII PGRI Kabupaten Gresik pada Juni 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik pengurus PGRI Gresik periode 2025-2030 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 23 Juli 2025. Kegiatan itu tak hanya menjadi momen penguatan organisasi profesi guru, tetapi juga ruang bersama untuk menegaskan komitmen kolektif bahwa pendidikan Gresik harus terus bergerak maju, lebih merata, dan bermakna.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan harapannya agar PGRI tetap menjadi kekuatan moral dan profesional yang konsisten memperjuangkan nasib guru, sekaligus terus memperhatikan mutu pendidikan di Gresik. “Tahun 2026, anggaran pendidikan kita hampir menyentuh angka Rp 1,26 triliun. Tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kualitas lulusan siswa-siswi kita,” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ratusan pasang mata mayoritas adalah guru se-Kabupaten Gresik menyaksikan prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat itu. Mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan membagi pengalaman tatkala mengunjungi SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada Selasa, 22 Juli 2025.

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengaku terkesan dengan sistem pendidikan yang berjalan di sana. “Sekolah ini hanya menerima 200 murid setiap tahun, dan seluruhnya berasal dari keluarga desil 1. Hebatnya, 98 persen lulusannya diterima di universitas terbaik nasional dan internasional. Ini yang juga harus menjadi target kita,” ujar Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Ia  juga menyampaikan bahwa pada 30 Juli 2025 mendatang, Gresik akan meluncurkan Sekolah Rakyat sebagai wujud komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan. “Kita bisa menata pendidikan yang lebih baik jika semua pihak kompak. Jangan lagi ada cerita bahwa kualitas pendidikan anak-anak Gresik tertinggal. Mari kita perbaiki bersama, demi menyongsong Generasi Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gresik terpilih Beri Avita Prasetiya, menegaskan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi rumah besar bagi guru di seluruh Indonesia, termasuk di Gresik.

“Mulai dari tingkat ranting hingga nasional, PGRI hadir sebagai tempat menyalurkan aspirasi, mengasah kompetensi, dan memperkuat solidaritas antarguru. Kepada seluruh pengurus yang hari ini dilantik, saya mengajak untuk membangun PGRI Gresik yang lebih bermartabat melalui semangat kebersamaan,” ujar Beri yang juga Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik itu.

Acara yang dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Djoko Adi Walujo, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik juga disertai dengan pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten Gresik, yakni Nurul Haromaini Ali Ahmad Yani. Selama lima tahun ke depan, Ning Nurul akan mengemban amanah dalam memberikan dukungan moral, motivasi, dan keteladanan bagi para guru.(yad)

Beri Avita Prasetiya, Ketua PGRI Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Dorong PGRI Mentranformasi Pendidikan  Selengkapnya

Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik beriktiar mewujudkan ekosistem Sekolah Rakyat yang mumpuni. Untuk mewujudkan tekad itu, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif “menyekolahkan” kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama Sekolah Rakyat Gresik ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik direncanakan mulai masuk asrama pada akhir Juli 2025. Sebelum proses pembelajaran dimulai, Pemkab Gresik  melakukan studi tiru untuk menerapkan konsep pendidikan CT Arsa Foundation itu.

Gus Yani-dokter Alif, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif ikut mendampingi para guru Sekolah Rakyat ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo itu pada Selasa, 22 Juli 2025. SMA Unggulan CT Arsa Foundation adalah sekolah inklusif berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan semua biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, konsep pendidikan CT Arsa sangat relevan untuk diterapkan di Sekolah Rakyat Gresik melalui pendidikan yang berkualitas dan terstruktur.“Sebagai persiapan, kami ajak kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama untuk melihat langsung bagaimana CT Arsa Foundation telah berjalan sejak tahun 2018. Satu angkatan diisi 200 siswa dari keluarga kurang mampu, dan setelah lulus mereka banyak yang diterima di universitas terbaik nasional maupun luar negeri, dengan beasiswa penuh. Hal ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Diketahui, Kabupaten Gresik menjadi daerah pertama yang melakukan benchmarking ke CT Arsa Foundation dalam upaya memberikan pendidikan berkualitas bagi Sekolah Rakyat Gresik.

“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat Gresik dapat melaksanakan dan mengimplementasikan program prioritas presiden, yaitu memutus rantai kemiskinan keluarga mereka melalui pendidikan terbaik dan berkualitas. Ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua saat berkunjung ke CT Arsa Foundation,” katanya. 

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung proses belajar-mengajar, fasilitas laboratorium, asrama, hingga sarana makan bersama. Pendekatan yang holistik ini diharapkan dapat diterapkan di Gresik.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Unggulan CT Arsa Foundation Usdiyanto mengapresiasi dan optimistis langkah Pemkab Gresik untuk menciptakan pendidikan berkualitas di Sekolah Rakyat Gresik.  “Luar biasa perhatian Bupati, Wakil Bupati seluruh jajaran kekuatan luar biasa, tidak banyak sekolah mendapatkan perhatian begitu serius dan secepatnya, saya optimis dukungan Bupati, Wabup seluruh jajaran sekolah Rakyat di Gresik akan sukses,” puji Usdiyanto.

Seperti diberitakan, Sekolah Rakyat di Gresik akan mulai masuk asrama pada 30 Juli 2025. Sebanyak 75 murid akan belajar sekolah berasrama di sekolah rakyat Gresik.Pemkab Gresik memanfaatkan bangunan sekolah eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik untuk Sekolah Rakyat Gresik. Fasilitas asrama, kamar, lingkungan sekolah sudah siap. Tahun depan akan dibangunkan sekolah rakyat Gresik di bumi perkemahan Raci Tengah Sidayu. Sudah ada masjid dan asrama tahun depan. (yad)

Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation Selengkapnya

Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Kopdeskel, Bupati Gresik : Kopdes Pusat Layanan Ekonomi, Harga Terjangkau 

GRESIK,1minute.id – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan kelembagaan 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025. Peluncuran dilakukan serentak oleh 38 Gubernur dan 514 Bupati/Wali Kota di Indonesia. Serta para Kepala Desa dan Lurah secara offline dan online.

Kabupaten Gresik, menjadi salah satu, kabupaten yang turut serta dalam peluncuran tersebut secara daring, dengan kegiatan dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai peluncuran mengatakan, peresmian kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto merupakan tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat. Sebuah inisiatif besar yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

“Prinsipnya kita berharap ada surat edaran atau MoU, agar Kopdeskel Merah Putih bisa bekerja sama dengan program strategis lainnya seperti MBG maupun Sekolah Rakyat. Selain itu, pentingnya persiapan model bisnis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta kerja sama dengan sejumlah pihak pada tahap operasional ini,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia melanjutkan, secara legalitas sebanyak 356 koperasi di Kabupaten Gresik sudah selesai pengesahannya. Sejak awal April 2025, pelaksanaan telah dilakukan secara serentak dan dibiayai melalui APBD Gresik. Selanjutnya, pengembangan bisnis koperasi menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

“Pengembangan bisnis kita sesuaikan potensi masing-masing, seperti daerah utara banyak potensi perikanan dan daerah selatan banyak pertanian. Kemudian untuk wilayah Bawean bisa juga sebagai holding untuk membeli transportasi laut. Artinya setiap wilayah mempunyai potensi sendiri,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia berharap, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan dapat menjadi pusat layanan ekonomi di desa. Menurutnya, nantinya koperasi ini akan mengelola dan menyalurkan kebutuhan dasar yang terjangkau warga.

“Mudah-mudahan koperasi desa/kelurahan dapat memutus rantai kebutuhan pokok sehari-hari warga dengan harga yang terjangkau. Selain itu, pupuk subsidi juga bisa diakses di Kopdeskel Merah Putih untuk pemenuhan pertanian,” tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk tahap awal di tahun 2025, Pemkab Gresik akan memberikan pendampingan kelembagaan, pelatihan manajemen koperasi, serta menyiapkan regulasi pendukung.

“Pemkab Gresik siap melakukan pendampingan maupun monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala untuk Kopdeskel, bekerja sama dengan universitas yang ada di Gresik. Kita butuh edaran atau MoU agar program ini bisa juga berkolaborasi dengan program strategis Presiden yang lain,” tandas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya mengatakan, konsep koperasi adalah konsep untuk yang lemah, dari lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Kekuatan seperti ini tidak disukai pemodal besar yang menganggapnya sebagai persaingan. Ada juga negara yang tidak suka dengan negara besar yang mau bangkit.

Prabowo Subianto mengibaratkan koperasi seperti lidi. Satu lidi menurutnya memang tidak berarti, namun jika ratusan lidi dijadikan satu maka akan menguatkan perekonomian. Menurut Prabowo, konsep koperasi adalah konsep orang lemah, konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah, konsep koperasi adalah konsep gotong royong.

“Pihak yang kuat tidak mau berurusan dengan koperasi. Mereka lebih memilih untuk membuat perusahaan. Menjadi anggota koperasi pun tidak mau. Kalau sudah kuat, sudah kaya, sudah punya akses ke mana-mana, yang dia bikin itu PT, dia bikin holding, incorporated dan lain-lain,” ujarnya.

Prabowo mengapresiasi semua tim yang terlibat dalam pembentukan Kopdeskel tersebut. Sebab menurutnya, jika memiliki motivasi yang kuat maka Kopdeskel bisa terwujud. “Semua bekerja sebagai satu tim, bergerak semuanya. Terima kasih, jadi ternyata kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang baik, dorongan yang kuat, motivasi yang kuat, bisa, yang tidak bisa jadi bisa, 80 ribu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa melalui koperasi tersebut, pemerintah dapat membangun gudang, apotek, dan gerai di tingkat desa, dengan misi utama menghadirkan obat-obatan generik, pupuk, dan sembako murah langsung ke tangan masyarakat.

“Obat-obat yang penting bagi rakyat kecil, rakyat yang ekonominya masih lemah. Mereka harus punya akses mendapatkan obat-obat penting dengan harga terjangkau,” tambahnya. (yad)

Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Kopdeskel, Bupati Gresik : Kopdes Pusat Layanan Ekonomi, Harga Terjangkau  Selengkapnya

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa SMA Sekolah Rakyat dijadwalkan memasuki asrama pada Rabu, 30 Juli 2025 mendatang. Mereka menempati gedung eks SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Gedung yang digunakan telah dilengkapi dengan 3 ruang kelas, 2 ruang asrama putra, 3 ruang asrama putri, asrama guru, 1 ruang guru dan tenaga pendidik, serta laboratorium penunjang pembelajaran lainnya. Setiap kelas terdiri dari 25 siswa. Para siswa berasal dari keluarga prasejahtera dan akan dibina secara intensif di lingkungan pendidikan berasrama. 

Untuk menunjang proses belajar-mengajar, telah disiapkan 17 guru dan 10 tenaga kependidikan yang akan mendampingi siswa secara penuh. Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjadi model percontohan nasional. “Sekolah Rakyat Kabupaten Gresik harus lebih baik dari kabupaten lain,” tegas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025.

Rekor diikuti antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh. Tekad Pemkab Gresik menjadikan Sekolah Rakyat menjadi percontohan sangat kuat. Bahkan, pemkab Gresik berencenakan “menyekolshkan” calon guru bagi siswa sekolah rakyat ke sekolah unggulan. Tujuan memperkaya wawasan dan menyiapkan kurikulum serta sistem pengelolaan sekolah yang unggul. 

“Seluruh guru Sekolah Rakyat untuk mengikuti studi banding ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi rujukan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inspiratif dan berkualitas di Kabupaten Gresik,” kata Fandi Akhmad Yani.  

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, Sekolah Rakyat, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Program Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sampai tanggal 30 Juli saja, tetapi kita harus terus mengawal program ini serta mendidik para siswa hingga sukses,” ujar dokter Alif, panggilan akrab Asluchul Alif. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gresik memperhatikan empat aspek utama, yaitu kebutuhan makan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. 

Selain kebutuhan siswa selama tinggal di asrama yang sepenuhnya ditanggung, keluarga siswa juga akan mendapatkan bantuan modal usaha guna mendukung kemandirian ekonomi mereka. “Fokus kita tidak hanya dari sisi bantuan sosial, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” imbuh Asluchul Alif. 

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, program ini juga didukung penuh oleh Kementerian Sosial, yang menyediakan seluruh kebutuhan siswa selama di asrama, termasuk laptop dan perlengkapan pribadi. “Siswa masuk asrama tanpa membawa barang apa pun karena semua sudah disediakan oleh Kementerian Sosial,” terang Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh.

Program Sekolah Rakyat juga sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pendidikan, dalam penyelesaian masalah kemiskinan.

Sebagai bagian dari pengembangan program, tahun depan Kementerian Sosial bersama Pemkab Gresik merencanakan pembangunan unit Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Melalui Sekolah Rakyat jenjang SMA dan pengembangannya ke jenjang SD dan SMP, Pemkab Gresik meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan inklusif serta penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (yad)

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional  Selengkapnya

Mendagri Kukuhkan Pengurus APKASI Hasil Munas VI, Ini Amanah baru Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

GRESIK,1minute.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengukuhkan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta pada Kamis, 17 Juli 2025.

Pengurus baru hasil Munas VI APKASI yang digelar di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara secara aklamasi memilih duet Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi dan Bupati Minahasa Utara, Joune J. E. Ganda, sebagai Ketua dan Sekretaris APKASI periode 2025–2030. 

Dalam kepengurusan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad, mendapatkan amanah sebagai Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Imigran. Tugasnya, antara lain,  mengoordinasikan kebijakan Perlindungan Pekerja Migran sejalan dengan peran APKASI dalam mendukung program pemerintah pusat. 

Terpilihnya Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani  sebagai Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran tidak lepas dari kiprahnya dalam membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan. Gresik dianggap sebagai pelopor Desa Migran Emas ( Edukasi, Maju, Aman dan Sejahtera). Program itu dilaunching oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang juga Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding beberapa waktu lalu.

“Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah kabupaten dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, mengawal peran strategis menuju Indonesia emas 2045,” kata Fandi Akhmad Yani. 

Ia  berharap, seluruh jajaran pengurus APKASI masa bakti 2025-2030 bisa solid dan bersinergi dalam mewujudkan program program kerja yang berpihak pada kepentingan daerah. Menurutnya, APKASI merupakan organisasi yang mewadahi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah. 

“Terbentuknya dewan pengurus yang baru, Apkasi memiliki posisi strategis untuk berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera,” tegasnya.

Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya, atas kepercayaan yang telah diberikan. Pihaknya siap melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik baiknya. “Tentunya saya akan menjalankan kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab akan saya laksanakan dengan baik,” tandasnya

Sebagai kepala daerah, Gus Yani memiliki komitmen kuat terkait pekerja migran. Selain menetapkan lima Desa Migran Emas, Gus Yani juga akan membentuk Migran Center sebagai pusat layanan informasi dan pelatihan bagi calon PMI. Di tempat ini, para calon pekerja migran bisa mengakses informasi seputar pelatihan keterampilan, tes kesehatan, hingga proses sertifikasi sebelum berangkat ke luar negeri. (yad)

Mendagri Kukuhkan Pengurus APKASI Hasil Munas VI, Ini Amanah baru Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Selengkapnya

Respon Warga Positif, Pemkab Gresik Siapkan Notifikasi Progres Penanganan Layanan Lapor GUS ke Pelapor

GRESIK,1minute.id – Lapor GUS, layanan pengaduan masyarakat berbasis WhatsApp yang diluncurkan Pemkab Gresik mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ratusan warga mengadu melalui nomor  0812-3225-4001 itu. Program anyar itu dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad pada Senin, 14 Juli 2025.

Pengaduan warga, antara lain terkait infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga persoalan sosial di lingkungan sekitar. Operator Gresik Urus Segera (GUS) menindaklanjuti laporan itu kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Memang belum semua pengaduan masyarakat ditindaklanjuti. Sebab, operator harus melakukan verifikasi dan klasifikasi untuk validitas laporan.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan, membenarkan tingginya volume laporan sejak hari pertama peluncuran Lapor GUS. Ini menjadi indikator kuat bahwa kanal ini dibutuhkan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Laporan yang kami terima sangat beragam, mulai dari kondisi jalan rusak, pelayanan di puskesmas, hingga persoalan sosial di tingkat desa. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Lapor GUS benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujar Johar. Menurutnya, peluncuran Lapor GUS bukanlah akhir dari proses, melainkan justru awal dari pekerjaan besar untuk memastikan sistem berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami sedang menyiapkan penguatan sistem back-end agar lebih adaptif dan andal. Termasuk rencana integrasi dengan sistem pengaduan nasional SP4N-LAPOR,” jelasnya. Tidak sampai hanya disitu, Pemkab akan menambahkan fitur pendukung, seperti respon otomatis berbasis kategori laporan dan notifikasi progres penanganan yang dikirim melalui WhatsApp ke pelapor.

Fitur ini dirancang untuk memastikan masyarakat tidak hanya menyampaikan laporan, tetapi juga dapat memantau sejauh mana laporan tersebut ditindaklanjuti. “Kami ingin pelapor merasa didengar dan dilibatkan dalam setiap proses penanganan. Dengan adanya notifikasi, masyarakat bisa mengetahui progres laporan mereka secara langsung,” imbuh Johar.

Dengan semangat transparansi dan keterbukaan, Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan kanal Lapor GUS secara aktif, bertanggung jawab, dan beretika. Setiap aspirasi, kritik, dan saran yang masuk akan menjadi bahan penting bagi perbaikan kualitas layanan publik di Gresik. (yad)

Respon Warga Positif, Pemkab Gresik Siapkan Notifikasi Progres Penanganan Layanan Lapor GUS ke Pelapor Selengkapnya

414 ASN Gresik Naik Pangkat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Semua ASN Punya Kesempatan Sama, Asal Kompeten & Berintegritas 

GRESIK,1minute.id – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Gresik berkumpul di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 15 Juli 2025. Wajah mereka terlihat semringah. Senyum terukir menghiasi bibir mereka. 

Ya, mereka patut bahagia. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Gresik tentang Kenaikan Pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 2025. Jumlahnya 414 ASN.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan ASN dengan didampingi Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menegaskan, bahwa kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan disiplin kerja ASN. Seluruh ASN memiliki kesempatan yang sama untuk naik jabatan, asalkan mampu menunjukkan kompetensi dan integritas.

“Meng-‘upgrade’ diri adalah kewajiban bagi ASN. Saya tegaskan kepada Kepala BKPSDM, dalam kenaikan jabatan ASN yang kita lihat adalah manajemen talentanya. Jadi yang naik ini adalah mereka yang punya kemampuan, bukan yang kenal siapa,” tegas Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemkab Gresik mendorong sistem meritokrasi dalam pengembangan karier ASN. Fandi Akhmad Yani pun menepis praktik-praktik non-profesional dalam promosi jabatan dan menekankan pentingnya kinerja sebagai tolok ukur.

“Semua ASN punya kesempatan untuk menempati jabatan. Tidak perlu kenal Pak Bupati, tidak perlu cari tahu rumahnya Pak Bupati. Tapi panjenengan juga jangan terpengaruh dengan orang-orang yang menjanjikan ini-itu. Itu jelas bohong. Panjenengan harus bekerja, kemampuan di-upgrade, dan fokus.” tambah magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia juga menekankan bahwa jabatan yang diperoleh bukan karena kedekatan dengan siapa pun, tetapi hasil dari kerja keras yang terukur dalam sistem yang objektif dan transparan. Bupati berharap kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi ASN untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar administrasi rutin. Ini adalah momen refleksi dan motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Disiplin adalah kunci, dan hasil kerja panjenengan pasti akan terlihat dalam sistem yang telah kita bangun,” tuturnya. Ia pun mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Gresik untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan bekerja dengan hati demi kemajuan Gresik dan kepuasan masyarakat.

Sebanyak 414 PNS menerima SK kenaikan pangkat pada periode ini. Mereka berasal dari berbagai organisasi èqperangkat daerah dan telah melalui proses penilaian kinerja, kepatuhan terhadap administrasi, serta disiplin kerja sesuai ketentuan yang berlaku. (yad)

414 ASN Gresik Naik Pangkat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Semua ASN Punya Kesempatan Sama, Asal Kompeten & Berintegritas  Selengkapnya

Lapor GUS, Layanan Pengaduan Berbasis WhatsApp di Pemkab Gresik, Catat Nomornya 

GRESIK,1minute.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik meluncurkan program anyar pada Senin, 14 Juli 2025. Program baru itu berlabel “Lapor Gus”. Layanan pengaduan masyarakat berbasis WhatsApp. Nomornya, 0812 3225 4001. Semua jenis layanan yang ada di pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bisa diadukan melalui nomor tersebut. Jadi simpan nomor tersebut ke smartphone Anda semua.

Apalagi, Pemkab Gresik menjamin laporan yang valid akan ditindaklanjutinya. Bahkan, pekerjaan migran Indonesia (PMI) alias TKI asal Gresik bisa memanfaatkan layanan gratis tersebut. Sebab, nomor tersebut terintegrasi dengan semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Gresik ini. Dan, identitas pelapor pun dilindungi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak warga Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk menfaatkan layanan pengaduan masyarakat itu secara bijak. “Kami ingin membangun satu kanal komunikasi tanpa sekat antara masyarakat dengan pemerintah. Tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga kecamatan hingga desa. ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di pusat layanan (call center) 112 di Kantor Bupati Gresik pada Senin, 14 Juli 2025.

Gus Yani didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Asisten Bidang Administrasi Umum Nuri Mardiana dan Plt Kepala Diskominfo Gresik Johar Gunawan,  melanjutkan program layanan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Gresik. “Melalui Lapor Gus, masyarakat bisa menyampaikan keluhan, aspirasi, atau masukan secara langsung dan cepat,” katanya. 

Ia juga meminta kepada insan media untuk menyebarluaskan program layanan masyarakat ini hingga ke seluruh desa. 360 desa, dan 11 kelurahan. Saat ini,  hampir seluruh warga Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa  memiliki gawai. “Masyarakat tinggal memberikan informasi, bisa juga menanyakan informasi, menyampaikan langsung fakta kejadian yang harus segera bisa kita urus, segera bisa kita tindaklanjuti, kita follow up,” katanya. 

Ia berharap layanan masyarakat, Lapor GUS ini, bisa memberikan manfaat yang besar dan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Gresik yang lebih baik untuk masyarakat semuanya. “Mari kita tumbuhkan gaya menyampaikan keluhan dengan santun, menyampaikan aspirasi dengan cerdas, membangun Gresik dengan semangat gotong royong digital. Semoga kehadiran lapor GUS Ini bisa memberikan manfaat yang besar dan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Gresik yang lebih baik untuk masyarakat semuanya,” ujarnya. 

Ditempat sama, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan menjelaskan, bahwa Lapor GUS melengkapi saluran aduan yang sudah dimiliki Pemkab Gresik sebelumnya, seperti aplikasi LAPOR dan call center 112. “Lapor GUS memberikan ruang interaksi langsung dari masyarakat kepada Pemkab Gresik. Kanal ini memperkuat sistem pengaduan publik yang selama ini sudah berjalan,” ungkapnya.

Lapor GUS dirancang sebagai kanal pengaduan yang sederhana, mudah digunakan, dan langsung terkoneksi dengan sistem kerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Tidak hanya untuk menampung keluhan, kanal ini juga diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan masukan konstruktif.

Sebagai bagian dari implementasi semangat Nawa Karsa, Lapor GUS menjadi langkah konkret memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, terbuka, dan responsif. Pemkab Gresik berharap budaya pengaduan tidak lagi dianggap negatif, melainkan menjadi alat perbaikan pelayanan publik yang berkelanjutan. (yad)

Lapor GUS, Layanan Pengaduan Berbasis WhatsApp di Pemkab Gresik, Catat Nomornya  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat

GRESIK,1minute.id – Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto akan meresmikan 100 Sekolah Rakyat, antara lain, Kabupaten Gresik pada akhir Juli 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menandatangani perjanjian pinjam pakai aset dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025.

Penandatanganan ini bagian dari kerja sama Kemensos dengan 43 institusi mitra, dalam mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas nasional Sekolah Rakyat. Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan akses pendidikan setara dan inklusif. Khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir dan menandatangani perjanjian pinjam pakai lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pendirian Sekolah Rakyat. Lahan ini berlokasi di eks gedung UPT SMPN 30  Sidayu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik kesepakatan ini. Juga siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat. Ini sebagai bagian dari strategi mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah. “Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat ini. Di Gresik, pembangunan infrastruktur sekolah telah menunjukkan progres signifikan. Kami targetkan pada akhir Juli mendatang, bangunan sekolah sudah siap digunakan. Selanjutnya tahun ajaran 2025/2026 bisa segera dimulai,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan, penandatanganan pinjam pakai lahan ini merupakan bukti nyata dari komitmen luar biasa bupati terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

“Dengan penandatanganan pinjam pakai lahan bekas gedung UPT SMPN 30 Sidayu ini menunjukkan bahwa ada komitmen yang luar biasa dari bapak bupati. Khususnya dalam melaksanakan Program Sekolah Rakyat ini di Gresik. Karena bapak bupati menginginkan adanya perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat Gresik, terutama akses pendidikan bagi anak-anak,” pungkasnya.

Pemkab Gresik sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada para orang tua dan calon siswa, untuk memastikan pemahaman dan partisipasi publik terhadap program ini. Sosialisasi tersebut menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar inisiatif pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen transformasi sosial yang penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan inklusif, Pemkab Gresik berkomitmen menjadikan Sekolah Rakyat sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya. Upaya itu melalui pendidikan berkualitas dan penuh keberpihakan terhadap yang membutuhkan. 

Konsep Sekolah Rakyat yang bakal Luncurkan oleh Presiden Prabowo menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia , pendidikan, tempat tinggal atau asrama dan makan tiga kali sehari. Biaya pendidikan ditanggung oleh negara. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat Selengkapnya