Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen. Diskon yang berlaku selama sebulan, mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025, bagai hadiah bagi masyarakat Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Selain PBB, Pemkab Gresik juga memberikan diskon yang sama, sampai 80 persen untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, stimulan Pemkab Gresik untuk PBB-P2 dan BPHTB sudah diberlakukan sejak 2023. Namun, stimulan yang diberikan tidak sebesar tahun 2025. Pada 2023 itu, stimulan untuk Niaga sebesar 50 persen, sedangkan  untuk masyarakat sebesar 30 persen. 

Akan tetapi, “kehadiran” Pemkab Gresik dalam pemberian stimulan tidak familier di masyarakat berpenduduk 1,3 juta ini ditengarai kurang sosialisasi. “Nah, di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kami berikan lagi stimulan yang lebih besar hingga 80 persen,” ujarnya usai Resepse Kenegaraan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Berikut skema stimulan yang diberikan Pemkab Gresik kepada masyarakat Gresik yang berlaku mulai 17 Agustus hingga 17 September 2025 ;

Diskon PBB-P2

• Ketetapan hingga Rp 1 juta : diskon 80%

• Rp. 1 juta–Rp. 5 juta : diskon 50%

• Rp. 5 juta–Rp. 10 juta : diskon 30%

• Rp. 10 juta–Rp. 15 juta : diskon 20%

• lebih dari Rp 15 juta pengurangan dapat diberikan berdasarkan permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

Diskon BPHTB

Jual beli, tukar-menukar, akta pembagian hak bersama, putusan hakim, penggabungan usaha, pemekaran, hadiah, PTSL, dan hibah selain dari orang tua ke anak:

• NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 40%

• Rp 1 miliar – Rp 2 miliar : diskon 10%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 5%

Waris dan hibah orang tua ke anak: 

• NPOP ≤ Rp 1 miliar : diskon 80%

• Rp 1 miliar–Rp 2 miliar : diskon 25%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 15%. (yad)

Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik  Selengkapnya

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Di HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon Pajak Bumi  Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen.

Wajib pajak tidak perlu mengajukan  permohonan sebab stimulan yang diberikan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani- Asluchul Alif ini sudah tersistem. Selain diskon PBB P-2, Pemkab Gresik juga membebaskan denda pajak daerah itu. Program diskon pajak ini berlaku sebulan, mulai 17 Agustus sampai September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebenarnya stimulan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P-2) sudah diberlakukan sejak 2023 lalu. “Akan tetapi, stimulan ini belum falimier di masyarakat,” kata Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani usai acara Resepsi Kenegaraan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Gus Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Andhi H. Wijaya melanjutkan, dalam kurun selama 20 tahun terakhir atau dua dekade Pemkab Gresik Gresik tidak menaikkan pajak daerah, antara lain, PBB P2. “Pada 2023, Pemkab Gresik menaikkan pajak untuk niaga sebesar 50 persen dan masyarakat sebesar 30 persen,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

“Akan tetapi, saat itu juga mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) memberikan stimulan terkait diskon pajak tersebut. Tetapi kan, perbup belum falimiler di masyarakat karena kurang sosialisasi,” ujar Mantan Ketua DPRD Gresik itu. Nah, di momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Gresik kembali memberikan stimulan berupa diskon pajak daerah hingga 80 persen. 

“Stimulan diskon PBB P2 dan NOP (Nomor Objek Pajak) hingga 80 persen berdasarkan Perbup tahun 2023,” tegasnya. Diskon PBB P2 tidak gebyah uyah alias pukul rata. Pemkab Gresik memberikan sejumlah kriteria. “Mudah-mudahan ini untuk masyarakat Gresik silakan dimanfaatkan Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat Gresik,” kata Gus Yani. 

Ia menjlentrehkan, untuk PBB P2 sebesar Rp 0 hingga Rp 1 juta diskon 80 persen. “Dari jumlah penduduk total 98,31 persen wajib pajak. Masyarakat bisa dapat diskon 80 persen,” tegasnya. Kemudian, PBB P2 sebesar Rp 1 juta – Rp 5 juta diskon 50 persen ; PBB P2 sebesar Rp 5 juta – Rp 10 juta diskon 30 persen dan PBB P2 Lebih dari Rp 10 juta – 15 juta diskon 20 persen.

“Waris hibah dari orang tua kepada anak atau hibah wasiat juga mendapatkan diskon 80 persen,” katanya.  Kreterianya,  Nilai Objek Pajak (NOP) antara Rp 0 sampai Rp 1 miliar diskon sampai 80. ” NOP antara Rp 1 Miliar sampai Rp 2 Miliar diskon 25 persen dan NOP diatas Rp 2 Miliar diskon sebesar 15 persen,” urai suami Nurul Haromaini Ali itu. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, stimulan berupa diskon pajak daerah ini juga diberikan kepada masyarakat yang menunggak bayar pajak antara 2023 hingga 2024. “Kami membebaskan denda pajak. Jadi, ayo segera bayar pajak,” tegasnya. (yad)

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen  Selengkapnya

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Wujud komitmen itu, antara lain,  melakukan kegiatan Penguatan Komitmen dan Asistensi Pelaksanaan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Selama dua hari, 6 dan 7 Agustus 2025 seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat mendapat gemblengan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur. 

Kegiatan itu, dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini menekankan pentingnya penguatan SPIP dalam konteks pengelolaan keuangan daerah yang bernilai besar setiap tahunnya. Data diperoleh 1minute.id menyebutkan Pendapatan Daerah (PD) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2025 sebesar Rp 3,8 Triliun tepatnya Rp 3.848.347.186.713, 60

“Kita ini setiap tahun mengelola keuangan daerah dengan jumlah yang sangat besar. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan bahwa tata kelola yang dijalankan benar, transparan, dan akuntabel,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, SPIP bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan bentuk komitmen nyata dalam membangun pemerintahan yang bersih dan responsif. Keberhasilan SPIP, terintegrasi, ia melanjutkan, sangat bergantung pada kolaborasi lintas perangkat daerah dan pendampingan intensif dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal harus menjadi budaya kerja di setiap level pemerintahan. Ini bukan hanya tugas Inspektorat, tapi tanggung jawab kita bersama,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa SPIP merupakan fondasi yang menopang akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Tata kelola yang baik tidak bisa dilepaskan dari sistem pengendalian internal yang kuat. SPIP adalah instrumen untuk mencapai tujuan organisasi dengan mengurangi risiko penyimpangan,” ujar Washil dihadapan seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari APIP Inspektorat. 

Narasumber dalam kegiatan ini, diantaranya, Abul Chair  dari BPKP Perwakilan Jawa Timur yang juga akan melakukan asistensi dan evaluasi terhadap pelaksanaan penilaian mandiri. Kegiatan asistensi tahun 2025 ini diarahkan untuk mendorong peningkatan nilai-nilai tersebut, sekaligus memperkuat indeks efektivitas pengendalian korupsi dan kapabilitas APIP.

Untuk diketahui, SPIP yang diterapkan secara profesional dan berkelanjutan juga menjadi bagian dari strategi Gresik dalam berbagai hal. Di antaranya mendukung capaian good and clean governance dan kualitas pelayanan publik, dan memenuhi data dukung Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK. Disamping itu, SPIP juga mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, serta Meningkatkan capaian Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemkab Gresik.

“SPIP tidak hanya untuk memenuhi indikator semata. Ia harus memberikan manfaat nyata berupa tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan mampu mendeteksi risiko sejak dini,” tegas Washil. (yad)

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel Selengkapnya

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka kemudian meninjau ruang kelas, kamar asrama, ruang guru hingga ruang makan siswa. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan Mensos dan Wamensos ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan inisiatif pendidikan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, program ini bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dari keluarga desil 1.

“Meski persiapannya hanya dilakukan dalam waktu enam bulan, namun kami yakin program ini akan sukses. Pemkab Gresik telah melakukan pendekatan bonding antara guru, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait, mengingat banyak tenaga pendidik yang baru pertama kali bergabung SRMA,” terang magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia menjelaskan pemilihan Sidayu didasari pertimbangan efektivitas. Sebelumnya, fasilitas di wilayah tersebut dinilai kurang optimal karena berdekatan dengan SMP Negeri lain. Kemudian dilakukan pengelompokan, siswa SMPN 30 Gresik diarahkan ke SMPN 6 Gresik, sehingga fasilitas di SMPN 30 bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. 

“Informasi ini kami sampaikan ke Kementerian Sosial, dan alhamdulillah mendapat respon positif. Mudah mudahan SRMA 37 Gresik menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Mensos Syaifullah Yusuf  menyampaikan, SRMA 37 Gresik merupakan salah satu dari banyak Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu diperlukan persiapan matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal. 

Salah satu aspek krusial dalam persiapan ini adalah survei lahan. Kementerian menargetkan lahan minimal 5 hektar untuk setiap sekolah, dengan rekomendasi ideal 6 hektar agar dapat menampung hingga 1.000 siswa serta fasilitas asrama dan perumahan guru “Lahan yang luas sangat penting untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus Ipul, sapaan, Syaifullah Yusuf. 

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan, memuliakan wong cilik, serta memberikan harapan kepada warga miskin dan miskin ekstrem.” Anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak lain,” ujarnya. 

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045 dari anak-anak kurang mampu. Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, lanjut gus Ipul, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik. Sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat ada tiga kunci gagasan Presiden Prabowo, yakni pertama memuliakan wong cilik atau memuliakan kaum dhuafa yang kurang beruntung dan belum tercover proses pembangunan.

Kedua, kata Mensos, menjangkau yang belum terjangkau dengan banyaknya saudara yang belum dan tidak sekolah serta berpotensi putus sekolah. Diperkirakan anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 3 juta anak lebih tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

“Karena itu, Sekolah Rakyat dapat menjangkau yang belum terjangkau bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” ujar Mensos Syaifullah Yusuf.

Pihaknya juga mengatakan kunci ketiga Sekolah Rakyat, yakni memungkinkan yang tidak mungkin karena banyak anak putus harapan, karena tak menyadari orang tuanya tak mampu menyekolahkan anaknya. Dengan Sekolah Rakyat tentu memberikan harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik.

“Untuk itu, memungkinkan yang tidak mungkin bagi anak-anak bisa diterima di Sekolah Rakyat,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Syaifullah Yusuf menyempatkan berdialog langsung dengan guru, siswa, serta wali asrama Sekolah Rakyat.

Dalam forum terbuka ini, para siswa dan guru diberi kesempatan menyampaikan cerita dan harapan mereka. SRMA 37 Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin pada Senin, 4 Agustus 2025. Peresmian menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRMA 37 Gresik Boarding School. 

Gus Ipul menambahkan, untuk mengetahui fisik dan mental siswa akan diadakan rutin cek kesehatan gratis. Selain itu ada pemberdayaan untuk orang tua siswa seperti modal usaha atau kursus usaha hingga tempat tinggal melalui program bedah rumah. “Program seperti Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan  Selengkapnya

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki 

GRESIK,1minute.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik bersama BAZNAS Pusat dan Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membagikan secara simbolis kepada mustahik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bantuan yang bisa diberikan bisa mengangkat derajat mustahik menjadi muzzaki.

Mustahik adalah kelompok orang yang berhak menerima zakat karena kondisi ekonomi dan sosial mereka yang membutuhkan  bantuan.  Sedangkan, muzakki adalah orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari Baznas RI dan Baznas Jawa Timur untuk Kabupaten Gresik. Tapi perhatian ini harus kita balas dengan upaya bersama. Jangan ada lagi pola pikir mau menjadi mustahik terus-menerus. Kita harus tumbuh, berubah, dan kelak menjadi muzakki,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Hadir dalam kegiatan pendistribusian bantuan ini antara lain, Pimpinan BAZNAS RI Kolonel (Purn.) Nur Chamdani, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jatim Muhammad Zakki, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.

Pemerintah Kabupaten Gresik, Ia melanjutkan, juga sedang menyiapkan skema distribusi bantuan langsung tunai (BLT) melalui sistem uang digital. Melalui sistem ini, penggunaan dana akan bisa dipantau, apakah betul digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau justru untuk konsumsi berisiko bahkan judi online.

“Kalau ditemukan penyalahgunaan, bantuannya akan kami evaluasi. Bahkan bisa dihentikan di periode berikutnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Dalam kegiatan yang berlabel Pendistrubusian Program Gresik Cerdas “1000 Beasiswa Pelajar” meliputi Mahasiswa, Bantuan Perbaikan Rumah, Bantuan Alat Kerja dan Bantuan Ternak ini, Baznas Gresik fokus pada tiga sektor utama yakni pendidikan, ekonomi dan sosial.  

Di bidang pendidikan, disalurkan beasiswa pendidikan dasar hingga menengah kepada 720 siswa sekolah dasar, 320 siswa sekolah menengah pertama, dan 100 siswa sekolah menengah atas. Total 1.140 siswa tersebut menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola BAZNAS Gresik.

Untuk jenjang perguruan tinggi, BAZNAS Gresik juga menyalurkan beasiswa kepada 145 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Gresik dan 63 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di luar daerah.

Selain itu, BAZNAS Gresik juga menyalurkan bantuan alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil, dengan total nilai Rp 763 juta. Program bantuan ekonomi produktif ini, tak lain bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup mustahik.

Sedangkan, bantuan BAZNAS Jawa Timur berupa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp 100 juta dan program peternakan sebesar Rp 75 juta. 

BAZNAS Pusatmenyalurkan program khusus ke wilayah selatan Gresik berupa: Microfinance berbasis desa, Microfinance berbasis masjid, Balai Ternak, BAZNAS Auto, hingga Z-Mart. Keseluruhan bantuan yang diberikan BAZNAS RI tersebut mencapai Rp1,86 miliar.

Ketua BAZNAS Gresik M. Mujib, menegaskan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan dengan transparansi berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan BAZNAS Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah. “Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, BAZNAS Gresik mendapat penghargaan dari BAZNAS RI,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan BAZNAS  mendapat sambutan positif oleh masyarakat. Nurhayati Rosdiana, salah satu mahasiswi Institut Al-Azhar Menganti penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya dapat Rp1,5 juta per semester untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ini sangat membantu, tapi masih banyak teman saya yang belum dapat. Semoga penerimanya bisa ditambah,” ujar mahasiswi asal Driyorejo itu. (yad)

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki  Selengkapnya

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak revitalisasi pembangunan Pasar Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta pihak rekanan atau kontraktor untuk dapat melaksanakan pekerjaan pembangunan UPT Pasar Sidayu sesuai dengan standar, berkualitas dan tepat waktu. Sesuai dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan.

Selain memastikan aspek teknis pembangunan, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga berharap keberadaan UPT Pasar Sidayu atau Pasar Pahing memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi para pedagang. Sekaligus menyediakan fasilitas berbelanja yang nyaman dan aman bagi masyarakat. 

“UPT Pasar Sidayu siap jadi pasar berkelas, dimana para pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan masyarakat senang belanja ke sini karena nyaman, bagus dan harganya juga tetap terjangkau,” ujar Gus Yani usai meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. 

Ia mengatakan proses pembangunan ini melibatkan kolaborasi pemerintah, badan usaha, warga pedagang, para pembeli, aparat setempat dan warga masyarakat sekitar. Pembangunan Pasar Sidayu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Selain meningkatkan geliat ekonomi juga menciptakan pasar yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi semua penggunanya, ” tandasnya. 

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Mu’anan menambahkan, eevitalisasi pasar Sidayu sudah mencapai 1,6 persen. “Alhamdulillah pembangunan/revitalisasi pasar Sidayu sesuai sesuai jadwal/time schedule. Pembangunan yang dimulai 10 Juli 2025 progresnya sudah mencapai 1,6 persen,” ungkapnya.

“Total stan yang dibangun dari DAK Fisik APBN 2025 sejumlah 413 stan dari total 538 stan. Semoga kedepan dilancarkan sampai dengan selesai kontrak pembangunan tanggal 15 Desember 2025,” ia melanjutkan. 

Seperti diberitakan, pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar. Kerugian Ditaksir miliaran rupiah.

Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis tinggi. Konon dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makamnya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu Selengkapnya

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik resmi di mulai hari ini, Senin, 4 Agustus 2025. Seluruh siswa, sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel) diantar oleh orang tua, kepala desa tempat tinggal siswa masing-masing. Serta didampingi Camat. Para orang membawa bekal baju ganti untuk anak mereka. 

Siswa SRMA 37 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik yang telah dilakukan revitalisasi. Mulai ruang kelas, guru, kantin, laboratorium hingga asrama. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin menyambut kedatangan siswa di depan gerbang sekolah berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

SRMA adalah program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus rantai kemiskinan. SRMA berkonsep boarding school. Siswa menginap di asrama gratis. Semua kebutuhan mereka seperti, makan sehari 3 kali, seragam sekolah,  pelengkapan sekolah hingga laptop disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. 

Siswa yang bisa sekolah di SRMA ini, berasal dari desil 1dan 2 atau kelompok rumah tangga miskin dan rentan miskin. Dengan pendidikan yang mereka tempuh diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan sekolah ini dalam waktu enam bulan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, antara lain, Ruang Guru untuk penguatan akademik siswa, terutama dalam bidang Matematika dan Bahasa Inggris.

Selain, dua bidang studi tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani berharap siswa juga bisa mahir di bahasa arab. Sehingga kelak, mereka bisa melanjutkan kuliah di universitas ternama, Al Azhar, Kairo, antara lain. “Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa tembus universitas ternama, baik nasional maupun internasional,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

LAUNCHING: (kiri-kanan) Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin dan Kepala SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta dalam acara launching SRMA 37 Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia pun menitipkan pesan kepada orang tua siswa agar tidak sering menjenguk anak mereka agar memberi ruang kemandirian. “Jangan satu minggu sekali dijenguk. Bagaimana kalau tiga bulan sekali. Biarkan mereka tumbuh mandiri di sekolah ini,” kata Gus Yani. 

Ia pun memberikan motivasi kepada semua siswa untuk mengejar cita-cita dari sekolah rakyat. “Wujudkan cita-cita mulai dari sini,” haramnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani juga  menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden karena Gresik ditunjuk untuk bisa mengimplementasikan Sekolah Rakyat. Kami melihat Sekolah Rakyat ini merupakan cara efektif untuk memuliakan masyarakat prasejahtera. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan pada keluarga prasejahtera,” ujar Bupati Yani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin mengatakan, sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan memuliakan wong cilik. Selain itu, hadirnya sekolah rakyat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. “Sekolah rakyat ini dengan respon yang luar biasa dari Pak Bupati Gresik anak-anak yang tadinya tidak mampu atau tidak bisa mendapatkan akses pembentukan hari ini bisa terjadi ini luar biasa,” katanya. 

SRMA 37 Gresik diharapkan mewujudkan mimpi anak-anak bisa terwujud. Saat menyapa siswa di kelas mereka, siswa mulai berani mengungkapkan cita-cita. Mereka ada bercita-cita menjadi arsitektur, guru, polisi , tentara hingga pengusaha muda. “Tiga lagi, Saya akan menjemput adik-adik yang luar biasa ini,” tegasnya. 

Agus Zainal Arifin pun memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan komitmen pendidikan inklusif. “Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga keberpihakan sosial yang nyata,” ungkapnya.

Seluruh infrastruktur penunjang pendidikan dan asrama telah siap ditempati. Gedung, sarana belajar, kamar asrama, fasilitas MCK, hingga dapur umum disiapkan dalam waktu enam bulan, dengan pengawasan langsung dari Pemkab Gresik. Tidak hanya itu, para siswa akan mendapatkan dukungan penuh fasilitas dan bantuan dari Kementerian Sosial, sebagai bagian dari jaminan kesejahteraan pendidikan.

Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa para guru akan menjalani proses matrikulasi selama 2-3 bulan. Ini untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif.

“Selama masa awal, siswa akan mengikuti program pengenalan yang menyenangkan dengan tema seperti perundungan dan anti intoleransi, agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama,” jelas Rangga.

Selama dua minggu ke depan, siswa SRMA 37 Gresik akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Masa MPLS ini diharapkan seluruh siswa berjumlah 75 anak terbagi dalam tiga rombongan belajar bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru dan yang lainnya.  

Sementara itu, Saadah, salah satu orang tua siswa bersyukur anaknya bisa masuk SRMA 37 Gresik. “Saya sangat senang. Sekolah bagus. Dan, semua biaya pendidikan juga gratis,” ujar orang tua dari siswa bernama Novita asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini. (yad)

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kesepakatan bersama ini terkait Penanganan Perkara di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo di di Kantor Bupati Gresik. Kejaksaan Negeri Gresik melalui Bidang Perdata dan TUN akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lain kepada Pemkab Gresik, baik secara litigasi maupun non-litigasi.

Fokus utama kerja sama ini adalah memaksimalkan upaya pengembalian aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau perorangan tanpa dasar hukum yang sah.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Yanuar Utomo menyampaikan bahwa pengembalian aset merupakan prioritas utama Kejari di bidang Perdata dan TUN. “Kami akan memaksimalkan fungsi kejaksaan untuk mengembalikan aset-aset Pemkab Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau masyarakat. Ini adalah bentuk pengamanan terhadap kekayaan negara agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar mantan Kajari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk nyata komitmen dalam membangun pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami sangat terbuka untuk didampingi oleh Kejaksaan Negeri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum. Terlebih terkait aset, ini menyangkut keberlanjutan pembangunan dan tanggung jawab negara,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat struktural Pemkab Gresik, serta pejabat Kejari Gresik yang turut memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kerja sama lintas kelembagaan tersebut.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Gresik berharap setiap langkah hukum yang diambil pemerintah daerah dapat berjalan secara legal, terukur, dan tuntas, sehingga berbagai potensi pendapatan dari aset daerah dapat dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat Gresik. (yad)

Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah Selengkapnya

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi

GRESIK,1minute.id – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Gresik dijadwalkan dimulai awal Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa gedung Sekolah Rakyat (SR) Gresik telah memenuhi standar dan siap beroperasi. 

“Pengecekan kelengkapan ini penting untuk memastikan semua fasilitas dan kebutuhan siswa telah siap sebelum mereka menempati asrama. Ini menjadi bagian dari persiapan untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat meninjau progres renovasi gedung eks UPT SMPN 30 Gresik yang bakal digunakan untuk SR Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 29 Juli 2025. 

Ia menyatakan bahwa kesiapan fisik bangunan SR tersebut sangat layak dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, seluruh fasilitas telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pembagian ruang kelas dan asrama bagi siswa laki-laki dan perempuan demi meningkatkan kenyamanan.

“Dari ruang kelas, semua komponen seperti bangku, meja, papan tulis, dan kipas angin sudah lengkap. Selain itu, asrama putra maupun putri masing-masing telah dilengkapi fasilitas tempat tidur, kamar mandi, toilet, serta jemuran dalam kondisi baik dan bersih,” terangnya.

Selain aspek akademik, mantan Ketua DPRD Gresik itu, juga menyiapkan kegiatan non-akademik untuk siswa Sekolah Rakyat. Ini dilakukan guna memberikan pendidikan yang lebih holistik bagi siswa, termasuk pengembangan keterampilan hidup dan karakter, agar dapat mencetak lulusan yang unggul dan bertalenta.

“Untuk menunjang itu semua, Pemkab Gresik nantinya juga menyediakan bimbingan belajar (bimbel) bahasa asing, matematika, atau pelajaran lainnya. Selain itu, kami akan melibatkan guru ngaji setempat untuk mendorong anak-anak menjadi tahfidz Al-Qur’an, juga pelatih olahraga bagi siswa yang bercita-cita masuk TNI dan Polri, hingga menyediakan kelas seni dan musik,” beber magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia melanjutkan, saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik siap menampung 75 siswa kelas X SMA dalam tiga rombongan belajar (rombel), khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1. Pemkab Gresik, ujarnya, akan terus mengawal Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan dan kepercayaan kepada Pemkab Gresik. Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas,” tandasnya. Dalam peninjauan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi  Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

 Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, Plt Kepala Dinas Kominfo Johar Gunawan, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Forkopimcam Sidayu, serta Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik. (yad)

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi Selengkapnya

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN 

GRESIK,1minute.id –  Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kick off dan Pembekalan Peserta Penilaian Kompetensi ASN dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa manajemen talenta bukan hanya soal menempatkan orang di tempat yang tepat, tapi soal mengidentifikasi potensi terbaik dari setiap ASN, dan memastikan mereka bisa berkembang dalam jalur karier yang selaras dengan kapasitasnya. “Penilaian kompetensi ini akan menjadi fondasi awal dalam mengenali kekuatan dan potensi ASN. Kita ingin menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif dan inovatif,” tegas Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, melalui pendekatan sistem merit, hasil dari kegiatan ini akan digunakan untuk menyusun talent pool ASN sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan SDM secara objektif dan terukur. Ia pun berpesan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik untuk terus fokus pada pengembangan keterampilan diri. Selain itu, BKPSDM Gresik juga diharapkan bisa melakukan pendampingan ASN Gresik terkait pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. “Kita betul-betul butuh SDM yang terus meng-upgrade diri,” tegas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam paparannya menjelaskan secara rinci urgensi pelaksanaan penilaian kompetensi, khususnya bagi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. “Assessment ini bukan sekadar prosedur, tapi alat bantu penting dalam memastikan kecocokan antara pekerjaan dan orang yang mendudukinya. Kita harus menghindari ‘salah posisi’ dalam birokrasi,” ujar dokter Alif, sapaan Asluchul Alif. 

Sebagai informasi, Pemkab Gresik telah menandatangani Komitmen Bersama dengan Kepala BKN RI dalam pengembangan aplikasi Manajemen Talenta. Hingga 2024, telah dilakukan penilaian terhadap 1.977 ASN. Pada 2025 ini akan menyasar 800 ASN (pelaksana, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan) dan 30 JPT. Jumlah tersebut menyisakan 6.494 ASN di Gresik yang masih belum mengikuti assessment dan akan menjadi target pembinaan selanjutnya.

Penilaian JPT akan menggunakan metode assessment center yang meliputi berbagai instrumen seperti wawancara berbasis perilaku, LGD (Leaderless Group Discussion), tes psikologi, hingga proposal dan presentasi bidang. Hasilnya akan dikategorikan dalam tiga tingkat: optimal, cukup optimal, dan kurang optimal berdasarkan perbandingan nilai capaian dengan standar jabatan (job person match).

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta hari ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). (yad)

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN  Selengkapnya