Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Lantik Mujiani, PAW Kepala Desa Laban, Menganti Jlenterehkan Rencana Program Infrastruktur Jalan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah Mujiani sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti di Balai Desa Laban pada Minggu, 5 April 2026. Pelantikan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) untuk masa jabatan 2026-2027 ini menjadi bagian dari kebijakan khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi kepala desa membutuhkan kekuatan, kesabaran, dan komitmen dalam melayani masyarakat. “Menjadi kepala desa itu harus kuat dan sabar. Tidak mudah. Tapi karena sudah dilantik dan diambil sumpahnya, saya berharap Ibu Mujiani bisa mendorong Desa Laban semakin sukses dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga mengajak seluruh elemen desa, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, dan tokoh masyarakat, untuk memberikan dukungan penuh kepada kepala desa yang baru dilantik. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pejabat kepala desa sebelumnya, Hadi Purwanto, yang telah menjalankan tugas selama masa transisi.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu menjelentrehkan rencana strategis pembangunan infrastruktur di wilayah Menganti, khususnya peningkatan akses jalan Desa Laban. Ia menargetkan pelebaran jalan utama dari dua jalur menjadi empat jalur guna mendukung konektivitas dengan wilayah Kota Surabaya.

“Ini bukan untuk kepentingan bupati, tapi untuk kepentingan masyarakat Menganti secara keseluruhan. Jalan harus lebih lebar, tidak macet, dan tidak banjir,” ujarnya.

Rencana tersebut mencakup pengembangan jalan sepanjang kurang lebih 13 kilometer yang menghubungkan Laban hingga perbatasan Surabaya. Proyek ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun secara bertahap.

Tak hanya itu, pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gresik juga mengalokasikan pembangunan 22 titik jalan poros desa (JPD) melalui APBD, dengan potensi penambahan hingga 10 titik melalui perubahan anggaran. “Kalau jalan kabupaten dan jalan desa ditata bersama, insyaallah kemacetan dan banjir bisa teratasi,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari integrasi transportasi, Bupati Yani juga membuka peluang konektivitas dengan layanan transportasi publik Trans Jatim, sehingga masyarakat dapat beralih ke moda transportasi yang lebih efisien.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik Abu Hassan, menyampaikan bahwa Desa Laban merupakan satu dari empat desa di Gresik yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan pemilihan kepala desa di tengah masih berlakunya moratorium Pilkades.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Laban, sehingga pelaksanaan pemilihan antar waktu beberapa waktu lalu dapat berjalan kondusif. Masa jabatan Ibu Kepala Desa terpilih adalah 1 tahun 6 bulan terhitung sejak hari ini,” ujarnya. Ia juga berharap Mujiani dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa Desa Laban menjadi lebih maju.

“Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan mampu membawa Desa Laban menjadi lebih baik,” tambahnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Lantik Mujiani, PAW Kepala Desa Laban, Menganti Jlenterehkan Rencana Program Infrastruktur Jalan Selengkapnya

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia & Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Bupati Gresik : Gresik jadi Tujuan Ziarah Religi Dunia

GRESIK,1minute.id – Duta Besar Uzbekistan di Indonesia Oybek Eshonov melakukan ziarah ke makan waliyullah, Syekh Maulana Malik Ibrahim pada Ahad, 5 April 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad mendampingi langsung rombongan kedubes itu.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sejarah, budaya, dan spiritual antara Indonesia-Uzbekistan. Ini sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang ziarah religi, pertukaran keilmuan Islam, serta pengembangan ekonomi. 

“Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap Gresik semakin dikenal sebagai tujuan ziarah religi dunia,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani  memperkenalkan kuliner khas daerah, di antaranya nasi krawu, pudak, serta minuman tradisional legen, sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya lokal kepada rombongan Uzbekistan.

Rofi Eka Shanty, perwakilan International Relations Imam Bukhari Center yang menjembatani kerja sama Indonesia-Uzbekistan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyambungkan kembali sanad atau hubungan keluarga para tokoh besar Islam.

“Hari ini kami mendampingi Gubernur Samarkand, untuk bertemu dengan Bupati Gresik dalam rangka menyambungkan sanad antara Maulana Malik Ibrahim dengan Bahauddin Sogarji (Shaghir), yang makamnya berada di Samarkand,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya terdapat pengakuan internasional terhadap silsilah dan sejarah Maulana Malik Ibrahim. Tidak hanya itu, keterkaitan tersebut juga mencakup tokoh-tokoh besar lainnya seperti Sunan Ampel, Syekh Jumadil Kubro, serta Ibrahim As-Samarqandi, yang memiliki hubungan langsung dengan Syekh As-Sogarji (Shaghir) di Uzbekistan.

Sebagai bentuk penguatan kajian sejarah, rombongan Uzbekistan juga menyerahkan sebuah buku yang memuat silsilah tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Buku tersebut saat ini tersedia dalam bahasa Uzbek dan tengah dalam proses penerjemahan ke bahasa Inggris dan Indonesia.

“Harapannya, dengan adanya hubungan saudara ini, masyarakat Gresik dapat berkunjung ke Uzbekistan. Begitu juga sebaliknya, Uzbekistan dapat turut berkontribusi dalam revitalisasi serta memperkaya khazanah keilmuan dan pemahaman sejarah para Wali,” tambah Rofi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, juga dibahas potensi kerja sama ekonomi antara Gresik dan Samarkand. Gubernur Samarkand Adiz Muzafarovich Boboyev, menunjukkan ketertarikan terhadap potensi manufaktur Gresik, khususnya dalam pengolahan tembaga dan emas yang selama ini menjadi komoditas ekspor.

Gubernur Samarkand bahkan mengundang Bupati Gresik untuk berkunjung ke Samarkand. Tidak hanya dalam rangka ziarah ke leluhur Maulana Malik Ibrahim, tetapi juga untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kunjungan tersebut diharapkan dapat melibatkan para pelaku usaha dan industri dari Gresik guna menjajaki kolaborasi serta pertukaran informasi terkait potensi kedua wilayah.

Rombongan yang hadir dalam kunjungan ini terdiri dari Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Muzafarovich Boboyev, Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov, serta pengelola Makam Rukhabad di Samarkand, yang merupakan lokasi dimakamkannya ayah Maulana Malik Ibrahim.

Turut hadir pula sejumlah perwakilan travel agency dari Uzbekistan yang tengah menjajaki peluang kerja sama dengan operator umrah dan pariwisata di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalur kunjungan dua arah antara kedua negara.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran keilmuan antara Gresik dan Samarkand. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia & Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Bupati Gresik : Gresik jadi Tujuan Ziarah Religi Dunia Selengkapnya

Dukung Efisiensi Energi, Pemkab Gresik Segera Terapkan WFH setiap Jumat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik segera melakukan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, kebijakan itu diharapkan berdampak pada efisiensi struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

“Tujuan pemerintah pusat menerapkan WFH sehari dalam sepekan adalah untuk penghematan anggaran. Terutama di tengah lonjakan harga energi,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

usai menghadiri Hari Peduli Autisme Sedunia di Gressmall Gresik pada Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, kebijakan WFH dinilai sebagai langkah strategis, dalam upaya efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak di tengah dinamika kondisi global. Termasuk dampak konflik di Kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi sektor energi.

Ditanya mengenai Surat Edaran (SE) terkait skema WFH, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menegaskan sudah menyiapkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis). Pihaknya, menambahkan penerapan WFH di lingkungan Pemkab Gresik tetap akan mengikuti kebijakan pusat yang mulai berlaku per 1 April. 

“Pelaksanan WFH kemungkinan akan dimulai minggu depan tiap hari Jumat. Ada beberapa OPD tidak disarankan untuk WFH bagi sektor pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran langsung, seperti tenaga kesehatan rumah sakit maupun Puskesmas,” tutur magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Selain WFH, Ia juga menyoroti kebijakan penghematan energi lain, seperti imbauan bersepeda ke kantor. Dengan penekanan pada efisiensi yang terukur, bupati berharap kebijakan WFH bisa juga sebagai instrumen strategis dalam menjaga ketahanan fiskal daerah. 

“Dalam dua bulan kedepan setidaknya ada penghematan biaya operasional 50 persen yang nantinya akan kita bahas bersama sama dengan DPRD. Pada PAPBD kita kembalikan untuk masyarakat yang terdampak, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun pasar murah,” tandas mantan Ketua DPRD Gresik ini (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dukung Efisiensi Energi, Pemkab Gresik Segera Terapkan WFH setiap Jumat Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bekali Tiga Isu Penting bagi Duta GenRe untuk Sukses

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan pembekalan kepada 20 finalis Duta Generasi Berencana (Genre) di Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati, serta Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani.

Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan peran strategis Duta Genre dalam menyosialisasikan edukasi kepada remaja agar terhindar dari perilaku berisiko, seperti pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).

“Tiga hal tersebut menjadi perhatian khusus kami. Jika tidak dicegah, dapat berdampak pada masa depan generasi muda,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mendorong para finalis untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif. “Fokus pada apa yang harus dikerjakan saat ini, yaitu belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ungkap magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Forum Duta Genre merupakan wadah bagi remaja untuk membentuk karakter yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.

“Jadilah teladan dan inspirasi bagi remaja lainnya. Menjadi Duta Genre bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para finalis diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai generasi unggul, serta memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja, dalam mencegah perilaku berisiko dan membangun masa depan yang lebih baik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bekali Tiga Isu Penting bagi Duta GenRe untuk Sukses Selengkapnya

Kemensos dan Pemkab Gresik Sosialisasilan DTSEN, Bansos Akurat dan Tepat Sasaran

GRESIK,1minute.id – Kementerian Sosial RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sosialisasi ini bertujuan memastikan bantuan sosial (Bansos) tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Mengusung tema “Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi”, kegiatan tersebut digelar di Gedung Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 30,  Maret 2026.  

Sosialisasi dilakukan langsung oleh Mensos Saifullah Yusuf. Kehadiran Gus Ipul, sapaan, Saifullah Yusuf disambut Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif serta Forkopimda Gresik dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Gresik. 

Hadir pula Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, kepala desa/lurah, operator data desa/kelurahan, serta para SDM pilar-pilar sosial se-Kabupaten Gresik, pendamping PKH, TKSK, serta TAGANA.

Dalam sambutannya, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya pengakhiran ego sektoral data sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Menurutnya, mulai tahun 2025, data kemiskinan dipusatkan pada satu pintu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disajikan dalam peringkat desil 1 sampai 10.

Ia mengatakan bahwa data kemiskinan bersifat dinamis. Sehingga perlu pemutakhiran secara terus-menerus melalui berbagai saluran, baik jalur formal maupun partisipasi masyarakat. “Bupati, Wakil Bupati Gresik, hingga para pendamping dan operator SIKS-NG desa/kelurahan harus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat,” ungkapnya.

Intinya, ia melanjutkan, elemen-elemen strategis seperti RT, RW, kepala desa, Dinas Sosial, hingga BPS di daerah harus bersinergi di bawah koordinasi Bupati. Hasil pemutakhiran data dari tingkat desa ini nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk diolah dan disajikan setiap tiga bulan sekali dalam bentuk pemeringkatan desil 1 sampai 10.

“Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemberian perlindungan sosial yang tepat sasaran,” tegas Gus Ipul.

Dikatakan, data ini bersifat sangat dinamis, dan data itu setiap hari bisa berubah, karena setiap hari ada yang meninggal dan ada yang melahirkan. Tugas kita di daerah adalah membantu pemutakhiran data secara faktual di lapangan, lalu mengirimkannya ke BPS. Hasil olah data ini akan disajikan setiap 3 bulan sekali.

“Dengan data yang akurat, kita menghindari kesalahan sasaran yang bisa menjadi temuan di masa depan,” ujar Gus Ipul saat memberikan paparan secara detail.

Selain jalur formal melalui Musyawarah Desa (Musdes), Gus Ipul membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat melalui kanal partisipasi. Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian bantuan seperti penerima yang memiliki aset mewah, mereka dapat melaporkan melalui saluran resmi melalui Aplikasi Cek Bansos: melalui fitur “Usul” dan “Sanggah”; Command Center Kemensos: kontak 171 atau 021-171 (layanan 24 jam); WhatsApp Center Kemensos Lapor Bansos: 08877 171 171.

Mewakili Bupati Gresik, Wakil Bupati Asluchul Alif dalam sambutannya menyampaikan, upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren yang positif. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,37 persen poin dari 10,32 persen pada Maret 2024 menjadi 9,95 persen pada Maret 2025.

“Artinya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik sejumlah 131.807 jiwa. Sementara menurut pendataan riil kami melalui Aplikasi Gresik Soya sebanyak 142.107 jiwa,” terang dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Sementara itu, berdasarkan aplikasi SIKS-NG jumlah penduduk Kabupaten Gresik yang berada pada desil 1 sampai 4 tercatat sebanyak 541.714 jiwa dengan rincian desil 1 : 163.725 jiwa, desil 2 : 164.469 jiwa, desil 3 : 117.139 jiwa, desil 4 : 96.381 jiwa. Dari data tersebut yang saat ini menerima bantuan sosial sebagai berikut: PKH 55.300 KPM, sembako (BPNT) 82.258 KPM, dan PBIJK 610.294 jiwa.

“Jadi yang menerima bansos baru 25,39 persen dari total desil 1 sampai 4. Masih ada 404.156 (74,61%) jiwa yang belum mendapatkan bantuan sosial,” ujarnya.

Wabup Alif menjelaskan, terkait dengan pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik saat ini jumlah siswa tetap utuh sebanyak 75 siswa tanpa adanya yang mengundurkan diri. Seluruh orang tua siswa juga telah menerima bantuan modal usaha sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing.

“Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang ada di Desa Raci Tengah hingga saat ini mencapai 27,36 persen. Mohon doa dan dukungannya semoga pembangunan SR tersebut bisa terlaksana sesuai target sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027,” harapnya.

Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga melihat langsung penampilan siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 dan penampilan paduan suara pilar-pilar sosial Kabupaten Gresik serta mengajak dialog Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik untuk mengetahui perkembangannya. Selain itu, juga ada bantuan kewirausahaan bagi 75 orang tua siswa SRMA 37 Gresik dengan total nilai bantuan Rp391.853.366. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi

Kemensos dan Pemkab Gresik Sosialisasilan DTSEN, Bansos Akurat dan Tepat Sasaran Selengkapnya

Pemkab Gelar Mudik Gratis, Bupati Gresik Ingatkan Pemudik untuk Matikan Listrik dan Kompor

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberangkatkan 750 pemudik gratis ke sejumlah kabupaten/kota di Jatim Timur pada Rabu, 18 Maret 2026.

Ratusan pemudik itu berangkat dari halaman Kantor Bupati Gresik dengan menggunakan 15 bus. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gresik untuk menghadirkan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain membantu warga pulang kampung tanpa biaya, mudik gratis juga diharapkan membuat perjalanan lebih aman, nyaman, dan tertata.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Menurutnya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momen penting untuk berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman.

“Momentum mudik gratis ini menandakan Pemerintah Kabupaten Gresik hadir secara langsung di tengah masyarakat, untuk membantu masyarakat merayakan hari raya di kampung halaman. Harapannya, mudik ini berjalan lancar, para peserta selamat sampai tujuan, dan bisa berlebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia  mengapresiasi dukungan sejumlah pihak yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi penguat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu dan berkontribusi. Mudah-mudahan ini menjadi kontribusi nyata untuk masyarakat Kabupaten Gresik dalam pelaksanaan mudik gratis tahun ini,” imbuhnya.

Adapun tujuh rute tujuan dalam Mudik Gratis 2026 meliputi Gresik-Situbondo-Banyuwangi ; Gresik-Pasuruan-Probolinggo-Lumajang-Jember ; Gresik-Malang-Blitar dab Gresik-Jombang-Kediri-Tulungagung-Trenggalek. Kemudian, Gresik-Madiun-Magetan ; Gresik-Madiun-Ponorogo, serta Gresik-Bojonegoro-Padangan-Ngawi.

Bupati juga mengingatkan para peserta untuk memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggal mudik, mulai dari memeriksa aliran listrik hingga memastikan kompor sudah dimatikan.

Untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan perjalanan, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyediakan booth pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik bagi para pemudik sebelum keberangkatan. Layanan ini dimanfaatkan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta tetap prima sebelum menempuh perjalanan ke kampung halaman. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gelar Mudik Gratis, Bupati Gresik Ingatkan Pemudik untuk Matikan Listrik dan Kompor Selengkapnya

Bandeng Kawak 19 Kilogram Laku Rp 50 Juta, Bupati Gresik : Ingat Bandeng ya Ingat Kabupaten Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kontes Bandeng Kawak berlangsung semarak pada Senin malam, 16 Maret 2026. Ada tiga ekor bandeng seukuran bayi yang ikut kontes yang dihelat di kawasan heritage Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Ikan bandeng itu, masing-masing milik Syaifullah Mahdi, petambak asal Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah kembali meraih besar. Bobotnya, 19 kilogram dengan panjang 114 sentimeter. Dalam lelang bandeng seukuran bayi itu laku seharga Rp 50 juta dibeli oleh PT Petrokimia Gresik. 

Posisi runner up diraih Askin, petambak Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng berbobot 14 kilogram dan panjang 100 sentimeter dan posisi ketiga diraih  Zainul Abidin dari Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan bandeng berbobot 8 kilogram dan panjang 90 sentimeter.

Ketiga petambak ini adalah jawara kontes tahun sebelumnya. Tradisi Pasar dan Kontes Bandeng ini menegaskan diri sebagai perayaan budaya yang hidup dan dinanti oleh masyarakat. Pasar Bandeng masih berlangsung hari ini, Selasa, 17 Maret 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Lebaran, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus hidup dan dijaga masyarakat Gresik.

“Banyak budaya yang alhamdulillah satu per satu kami arsipkan dan juga kami lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan di Manyar, Malam Selawe di Kebomas, hingga Festival Bandeng Kawak yang hari ini kita rayakan melalui Pasar Bandeng. Ini adalah tradisi budaya yang terus kita jaga,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, tradisi seperti Pasar Bandeng tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat. “Festival-festival budaya ini punya multiplier effect, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Mudah-mudahan identitas Kabupaten Gresik terus terjaga. Kalau ingat bandeng, ya pasti ingat Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sektor perikanan sebagai salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan terhadap para petambak terus diperkuat, salah satunya melalui distribusi 9.825 ton pupuk bersubsidi untuk budidaya tambak di Kabupaten Gresik. Pupuk tersebut terdiri dari urea, SP-36, dan pupuk organik, dengan harga sekitar Rp1.800 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang hampir menyentuh Rp10.000 per kilogram.

KIRAB Bandeng Kawak sebelum Kontes dan Lelang Bandeng dalam tradisi Pasar dan Kontes Bandeng Kawak di depan Gedung Nasional Indonesia pada Senin, 16 Maret 2026. Pasar dan Kontes Bandeng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan pada 2025 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Selamat buat para petani tambak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit dan motivasi agar terus membudidayakan bandeng yang ada di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam laporannya menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga ruang untuk menjaga kesinambungan tradisi lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sekda menyampaikan bahwa Pasar Bandeng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) pada tahun 2025. Penetapan ini mempertegas bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar keramaian musiman, melainkan tradisi khas Gresik yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan budaya yang terus diwariskan.

Tak hanya itu, pada tahun 2025 Kabupaten Gresik juga mencatat penetapan lima karya budaya sebagai WBTB, yakni Pasar Bandeng, Malam Selawe, Kupat Keteg, Pencak Macan, dan Rebo Wekasan Desa Suci. Deretan penetapan ini memperlihatkan bahwa Gresik tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga serius meneguhkan warisan budayanya di tingkat nasional.

Dalam laporannya, Sekda Washil juga menekankan bahwa penyelenggaraan kontes dan lelang bandeng tahun ini diarahkan untuk melestarikan budaya asli Kabupaten Gresik, meningkatkan perekonomian masyarakat, memberi motivasi kepada petani tambak agar semakin giat berbudidaya, serta menghasilkan bandeng berkualitas super.

Sementara itu, Syaifullah Mahdi menuturkan, bandeng berukuran besar memang membutuhkan waktu pemeliharaan yang tidak sebentar. “Kalau melihat tahun-tahun yang lalu, berat bandeng yang kami budidayakan bisa besar. Masa budidayanya sekitar 17 sampai 18 tahun,” ujar Sandi, sapaan, Syaifullah Mahdi. 

Kemeriahan Pasar Bandeng terasa sejak awal acara. Masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan hiburan pembuka, penyambutan tamu, santunan anak yatim, penampilan tari tradisi, hingga rangkaian seremoni budaya yang menghidupkan suasana malam.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan live cooking Chef Rudy Choiruddin dan makan bandeng gratis sebanyak 2.000 porsi untuk masyarakat. Pasar Bandeng 2026 kembali menunjukkan bahwa tradisi di Gresik bukan sekadar dipertahankan, tetapi terus dihidupkan. 

Dari kirab WBTbI, kontes bandeng kawak, hingga lelang yang ramai disambut warga, seluruh rangkaian malam itu menjadi gambaran bagaimana budaya, kebersamaan, dan geliat ekonomi rakyat bertemu dalam satu perayaan khas Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bandeng Kawak 19 Kilogram Laku Rp 50 Juta, Bupati Gresik : Ingat Bandeng ya Ingat Kabupaten Gresik  Selengkapnya

Surat Al Ikhlas Berkumandang 1000 Kali, Malam Selawe Ramadan di Bukit Giri Khidmat dan Kondusif

GRESIK,1minute.id – Ribuan warga tumplek-blek ngalab berkah di malam selawe Ramadan 1447 hijiar. Jalan Sunan Giri mulai simpang lima Kebomas hingga makam Sunan Giri ditutup untuk semua kendaraan. 

Masyarakat yang akan melaksanakan tradisi malam 25 Ramadan itu harus jalan kaki. Cuaca Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang cerah menjadi tradisi yang konon sejak zaman Sunan Giri, Wali Sanga, penyebar agama Islam juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri Kedaton bergelar Prabu Satmata begitu riuh. 

Di Jalan Sunan Giri bagaian lautan manusia. Sesak. Mereka ada berbelanja kuliner atau perlengkapan untuk kebutuhan Idul Fitri. Sedangkan, warga lainnya memadati Masjid Jamik dan makam  Sunan Giri. Berikhtikaf, berzikir dan bersalawat. Serta Mahalul Qiyam.

Suasana religius semakin terasa saat ribuan jamaah secara serentak melantunkan Surat Al-Ikhlas hingga 1.000 kali. Tradisi tersebut menjadi bentuk munajat kepada Allah SWT dalam menjemput keberkahan malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin langsung tradisi itu didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, Ketua DPRD Muhammad Syahrul Munir, serta Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kasdim 0817/Gresik Mayor Siari.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas terjaganya tradisi Malam Selawe yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

“Ini adalah tahun kedua kegiatan Malam Selawe kita selenggarakan secara lebih terorganisir. Dampaknya luar biasa, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi. Pasar UMKM di Kebomas sangat ramai, membuktikan bahwa warisan para pendahulu membawa berkah nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Momentum bersejarah juga ditandai dengan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia(WBTbI) dari kementerian Kebudayaan untuk kategori Malam Selawe Kupat Ketheg. Sebagai bentuk syukur, panitia menyediakan sekitar 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 porsi kupat ketheg yang dibagikan kepada jamaah.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, skema pengamanan terpadu diterapkan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Gresik Kompol Yusis Budi Krismanto. Sebanyak 123 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari unsur TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, serta unsur organisasi kemasyarakatan seperti Banser dan Pemuda Pancasila.

Berkat koordinasi yang solid antara petugas dan kesadaran masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 23.10 WIB berjalan aman, tertib, dan kondusif. Malam Selawe 2026 pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang turut membantu menjaga keamanan serta seluruh personel pengamanan yang telah menjalankan tugas dengan baik sehingga kegiatan Malam Selawe dapat berlangsung aman dan lancar,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Surat Al Ikhlas Berkumandang 1000 Kali, Malam Selawe Ramadan di Bukit Giri Khidmat dan Kondusif Selengkapnya

Bupati Gresik dan Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 7,6 Miliar untuk Warga Gresik 

GRESIK,1minute.id –  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan senilai Rp 7,60 miliar kepada masyarakat di Kabupaten Gresik. 

Penyaluran ini dilakukan dalam kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H di Pendapa Alun-Alun Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026. Usai penyerahan bantuan, agenda dilanjutkan dengan meninjau pasar murah di Pudak Galeri Gresik.

Berdasarkan rekapitulasi alokasi bantuan sosial, BOP/tali asih pilar sosial, dan bantuan lainnya tahun 2026 untuk Kabupaten Gresik, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp7.607.800.000. Yakni, BUMD Jatim sebesar Rp 25 jut ; Dinas PMD Jatim Rp 736,9 juta serta Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp 3,4 miliar.

Kemudian, bantuan dari Dinas Sosial Jatim Rp 3,44 miliar diperuntukkan antara lain, PKH Plus bagi 1.202 keluarga senilai Rp 2,40 miliar ; bantuan sosial kemiskinan ekstrem untuk 116 jiwa  Rp 174 juta ; bantuan sosial penyandang disabilitas (ASPD) bagi 136 jiwa Rp 489,6 juta. 

Selain itu, terdapat pula Bansos KIP PPKS Jawara sebesar Rp 3 juta ; Bansos Permakanan LKS LU sebesar Rp 128,1 juta untuk 28 jiwa, serta BOP dan tali asih bagi pilar sosial  Rp 247,2 juta untuk 118 penerima.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Gresik, terlebih bantuan tersebut disalurkan di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Di bulan yang penuh berkah ini, alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi bersama Ibu Gubernur Jawa Timur. Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat Kabupaten Gresik, kami menerima program-program bantuan ini dengan penuh rasa syukur dan bahagia,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan bukan hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat program yang lebih dekat dengan kebutuhan warga hingga tingkat desa.

“Kami meyakini bantuan sosial ini akan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Skema seperti ini juga sangat baik dan bisa kami adaptasi menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Gresik, misalnya melalui kunjungan ke desa-desa dengan membawa stimulan dan intervensi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambah mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Usai penyerahan bantuan sosial, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur di Pudak Galeri Gresik. Kegiatan ini digelar dalam rangka pengendalian inflasi sekaligus menjaga ketahanan pangan Jawa Timur Tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani bersama Gubernur Khofifah menyapa masyarakat yang sedang berbelanja. Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan bantuan berupa beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para lanjut usia serta telur ayam kepada masyarakat yang datang bersama anak kecil.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah digelar untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kita ingin memastikan stabilisasi harga, pengendalian inflasi, dan memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harganya,” ujar Khofifah.

Ia juga memastikan stok pangan dalam kondisi aman menjelang Lebaran. “Kita memiliki stok yang aman untuk persiapan menjelang Idulfitri. Sekarang yang perlu dipastikan adalah distribusinya dapat berjalan lancar,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik dan Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 7,6 Miliar untuk Warga Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik

GRESIK1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses pengolahan Kolak Ayam (Sanggring) di area Masjid Jami’ Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 12 Maret 2026.

Tradisi setiap malam 23 Ramadan, tahun ini memasuki ke 501 tahun. Kementerian Kebudayaan tradisi yang telah berlangsung lebih dari 5 abad ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, tradisi ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Sunan Dalem, putra Sunan Giri.

Ia juga menegaskan bahwa Sanggring Kolak Ayam merupakan tradisi berusia ratusan tahun yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

“Sejarah kolak ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat masakan ini sebagai obat untuk mengobati sakitnya saat membuat Masjid di Desa Gumeno dalam menyebarkan Islam. Resep tersebut ternyata mujarab karena bisa menyembuhkan sakitnya Sunan Dalem termasuk warga sekitar,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

“Tradisi kolak ayam sebagai wujud apresiasi serta melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem. Salah satu tokoh penyebar agama islam di pesisir utara Gresik sekitar 1541 masehi,” terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak generasi muda yang ada di Desa Gumeno untuk diberikan wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri.

“Tahun 2019 tradisi ini telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia (WBTbI) oleh pemerintah, yang memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik,” tandas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Tradisi pembuatan Kolak Ayam tiap malam ke-23 di bulan Ramadan tahun ini menghabiskan 240 ekor ayam, 225 kg bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kg gula merah, 50 kg jinten bubuk akan disajikan sebanyak 3000 untuk porsi tamu. 

KOLAK AYAM atau Sanggring Kolak Ayam tradisi malam 23 Ramadan yang memasuki 501 tahun di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ( Foto Dokumen Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik Selengkapnya